Anda di halaman 1dari 3

FIFO

Harga pokok penjualan dengan menggunakan metode ini


akan nampak seperti terlihat dalam perhitungan berikut :
Persediaan awal, 1 Januari 199A Rp 8.000
Pembelian bersih selama periode 125.000

Persediaan tersedia dijual 133.000
Persediaan akhir, 31 Desember 199A 55.000
Harga pokok penjualan Rp 78.000

LIFO
Harga pokok penjualan dengan menggunakan metode ini
akan nampak seperti terlihat dalam perhitungan berikut :
Persediaan awal, 1 Januari 199A Rp 8.000
Pembelian bersih selama periode 125.000

Persediaan tersedia dijual 133.000
Persediaan akhir, 31 Desember 199A 28.000
Harga pokok penjualan Rp 105.000




Metode Rata-Rata
Persediaan pada tanggal 31 Desember 199A yang harga
pokoknya ditetapkan berdasarkan metode ini adalah
300 x Rp 133 = Rp 39.900.
Harga pokok penjualannya dihitung sebagai berikut :
Persediaan awal, 1 Januari 199A Rp 8.000
Pembelian bersih selama periode 125.000

Persediaan tersedia dijual 133.000
Persediaan akhir, 31 Desember 199A 39.900
Harga pokok penjualan Rp 93.100

Kesimpulan :
Persediaan Harga Pokok
Akhir Penjualan

Metode FIFO Rp 55.000 Rp 78.000
Metode LIFO 28.000 105.000
Metode Rata-rata 39.900 93.100




Soal
Anggaplah terdapat data berikut :
Persediaan awal, 1 Januari 199A 15.000 unit @ Rp 20
Pembelian, 12 April 199A 20.000 unit @ Rp 15
Pembelian, 7 Juli 199A 12.000 unit @ Rp 10
Pembelian, 2 November 199A 16.000 unit @ Rp 5

Persediaan yang ada pada tanggal 31 Desember 199A, akhir
periode adalah 18.000 unit. Hitung harga pokok penjualan
dan nilai persediaan akhir dengan metode FIFO, LIFO, dan
Rata-rata.