Anda di halaman 1dari 12

LEGALITAS PENANGKAPAN DIPLOMAT ASING DI NEGARA KETIGA

YANG DILAKUKAN SWEDIA TERHADAP DIPLOMAT KOREA UTARA


Disusun Untuk memenuhi Tugas Akhir Semester
Mata Kuliah Hukum Diplomatik
Program Studi Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum UGM
Dosen Pengampu : Dr. Harr Pur!anto" S.H." M.Hum.
OLEH :
GRIZELDA (13/354131/PHK/7794)
FAKULTAS HUKUM
UNIERSITAS GAD!AH MADA
"#14
LEGALITAS PENANGKAPAN DIPLOMAT ASING DI NEGARA KETIGA
YANG DILAKUKAN SWEDIA TERHADAP DIPLOMAT KOREA UTARA
O$%& : G'()%$*+ (13/354131/PHK/7794)
A, PENDAHULUAN
1, L+-+' .%$+/+01
Pengertian hukum diplomatik hingga saat ini masih #elum #anak
diungkapkan se$ara %elas. Para sar%ana masih #elum #anak menuliskan se$ara
khusus" karena pada hakikatna hukum diplomatik merupakan #agian dari hukum
internasional ang mempunai sum#er hukum ang sama seperti kon&ensi'kon&ensi
internasional" hukum ke#iasaan" prinsip'prinsip hukum se$ara umum dan keputusan
pengadilan termasuk a%aran para ahli
(
. )amun menurut pendapat Sumaro
Surukusumo hukum diplomatik merupakan ketentuan atau prinsip'prinsip hukum
internasional ang mengatur hu#ungan diplomatik antar negara ang dilakukan atas
dasar pemu*akatan #ersama dan ketentuan atau prinsip'prinsip terse#ut dituangkan
didalam instrument'instrumen hukum se#agai hasil dari kodi*ikasi hukum ke#iasaan
internasional dan pengem#angan kema%uan hukum internasional
+
.
Kegiatan diplomatik se#enarna telah #erlangsung dari %aman India kuno.
Pada ,aman terse#ut telah dikenal ketentuan'ketentuan atau kaidah'kaidah ang
mengatur hu#ungan antarra%a ataupun kera%aan" dimana hukum #angsa'#angsa pada
!aktu itu telah mengenal istilah -duta.. )amun kegiatan terse#ut #elum dikenal
se$ara meluas di #enua /ropa. Setelah memasuki a#ad ke'(0 #enua /ropa mulai
melakukan pengiriman dan penempatan duta ang diatur menurut hukum ke#iasaan
internasional
1
.
1
Suryokusumo, Sumaryo. 2013. Hukum Diplomatik dan Kosuler. Tatanusa. Jakarta.
Halaman 1
2
Ibid,. Halaman 5
3
Widagdo, Setyo dan Hanif Nur Widhiyanti. 200. Hukum Diplomatik dan Konsuler.
!ayumedia. "alang. Halaman #
2
Duta atau sekarang dikenal dengan istilah per!akilan diplomatik merupakan
orang ang #ertugas untuk mengem#angkan2men%alin hu#ungan ang saling
menguntungkan antara negara pengirim dan negara penerima" terutama persaha#atan
antara kedua negara perlu dipertahankan2ditingkatkan
3
. Dalam rangka mempermudah
dan men%amin pelaksanaan tugas duta terse#ut" sehingga perlu adana perlindungan
dari negara penerima untuk tetap men%amin keamanan dan keistime!aan #agi utusan
diplomatik terse#ut.
Perlindungan mengenai keamanan dan keistime!aan diplomat terse#ut
ter$antum dalam kon&ensi 4ina (50( pasal +5 :
The person of a diplomatic agent shall be inviolable. He shall not be liable
to any form of arrest or detention. The receiving state shall treat him with due
respect and shall take all appropriate steps to pre-vent any attack on his
person, freedom or dignity
Se$ara umum" pengertian inviolable dalam pasal terse#ut adalah hak dari
seorang !akil diplomatik untuk mendapatkan perlindungan istime!a dari negara
penerima. Konsekuensina" %ika ter%adi penerangan terhadap seorang diplomat di
negara penerima maka penguasa setempat harus menuntut dan mengadili siapapun
ang menerang diplomat terse#ut
6
.
7entuk dari perlindungan istime!a ini antara lain #erupa keke#alan dan
keistime!aan. Keke#alan ini diartikan se#agai keke#alan terhadap urisdiksi hukum
negara penerima" #aik hukum pidana maupun hukum perdata
0
. Sedangkan ang
dimaksud dengan keistime!aan adalah pem#e#asan terhadap segala #entuk penarikan
perpa%akan maupun #ea pa#ean dari negara penerima
8
.
In&oilia#ilit ang di#erikan kepada !akil diplomatik ini tidak hana di
)egara" tapi %uga di )egara ketiga se#agai tempat pem#erhentian sementara #agi
mereka untuk melan%utkan per%alan kenegara penerima dimana mereka akan #ertugas.
$
Ibid., Halaman 3%
5
Ibid,. Halaman 101
&
Ibid,.
%
Suryokusumo, Sumaryo. Loc, cit,. Halaman 135
3
Hal ini diatur se$ara %elas dalam Kon&ensi 4ina (50( pasal 39 #ah!a %ika seorang
!akil diplomati$ telah mem#erikan &isa atau pasporna pada !aktu per%alanan
kem#ali ke pos dinasna atau per%alanan kem#ali ke negarana" )egara ketiga harus
menghormati keke#alan dan keistime!aan ang diperlukan demi kelan$aran
per%alananna dinegara ketiga.
)amun" sekitar tahun +995 lalu" polisi S!edia menahan dua diplomat Korea
Utara karena di$urigai menelundupkan +1.999 #atang rokok ke )egara terse#ut.
Kedua orang terse#ut adalah pria dan !anita ang memiliki status se#agai !akil
diplomati$ ang sedang #ertugas di :usia. ;toritas )egara setempat seperti tidak
memperdulikan aturan dari pasal 39 Kon&ensi 4ina (50( terse#ut. Padahal S!edia
termasuk dari salah satu dari nagara ang menandatangani kon&ensi dan telah
meratikasina pada tahun (508
<
. =alu #agaimana dengan legalitas penangkapan ang
dilakukan oleh polisi s!edia terse#ut> Hal inilah ang akan men%adi *okus penulis
dalam tulisan ini.
., PEM.AHASAN
1, P23(3( /+343 5%0+01/+5+0 *(5$26+- K2'%+ U-+'+ 7+01 *($+/4/+0
O-2'(-+3 S8%*(+
Sekitar tahun +995 lalu" dua diplomat korea ditangkap karena
menelundupkan +19 ri#u #atang ?setidakna (( ri#u #ungkus@ rokok dari :usia
ke S!edia. Meski diplomat" tapi mereka ditangkap karena mereka tidak resmi
terda*tar se#agai diplomat di S!edia. Dua diplomat itu" pria dan !anita"
ditangkap pa#ean S!edia saat ti#a di Helsinki dengan *eri dari :usia menu%u
S!edia. Di dalam mo#il ang di#a!a dua diplomat itu" ditemukan rokok ri#uan
#ungkus itu. 7egitu ditangkap" keduana menatakan diri se#agai diplomat dan

S'edia menandatangani Vienna Convention 1961 (ada tanggal 1 )(ril 1#&1 dan
meratifikasinya (ada tanggal 21 maret 1#&%. Sum*er +
htt(s+,,treaties.un.org,(ages,-ie'.etails.as(/0sr12T34)T56mtdsg7no28889
361ha(ter236lang2en
$
menatakan memiliki hak keke#alan hukum. Pihak S!edia menatakan tidak
mengakui status keke#alan hukum mereka. Auru #i$ara 7ea Bukai S!edia"
Moni$a Magnusson" mengatakan" CMereka ter$atat se#agai diplomat di :usia"
tapi tidak mendapat pengakuan akreditasi di S!edia.C Departemen =uar )egeri
S!edia %uga menatakan hal ang sama. Diplomat hana mendapat keke#alan
hukum di negara tempat mereka ter$atat se#agai diplomat. CKalau Anda datang ke
S!edia dan melakukan ke%ahatan" Anda seperti !arga asing #iasa"C katana.
S!edia" dan negara Uni /ropa lain" sering men%adi sasaran penelundupan rokok
murah dari :usia karena #eda harga sangat tinggi. 7ahkan %ika di :usia di%ual
separuh harga di pasar gelap" penelundup masih untung sangat tinggi
5
. Putusan
pengadilan men%atuhkan !arga korea terse#ut di%atuhi hukuman pen%ara selama
delapan #ulan. Meskipun mereka mengklaim telah memperlihatkan pasport
diplomatik dan mengklaim memiliki keke#alan diplomati$ tetapi pengadilan
#erpendapat #ah!a keke#alan mereka tidak #erlaku di S!edia.
(9
", L%1+$(-+3 5%0+01/+5+0 *(5$26+- +3(01 *( 0%1+'+ /%-(1+ 6%04'4-
K209%03( W(0+
In&iola#ilit adalah keke#alan diplomat terhadap alat'alat kekuasaan
negara penerima dan keke#alan terhadap segala gangguan ang merugikan.
Sehingga mengandung makna #ah!a para diplomat memiliki hak memperoleh
perlindungan dari alat'alat negara penerima" Para diplomat dan anggota
keluargana #e#as dari segala penuntutan" penggeladahan" penitaan" penahanan"
dan pengadilan ang dilakukan oleh alat'alat negara penerima. Sedangkan
#
Nurkhoiri. Selundupkan okok, Diplomat Korea !tara Ditan"kap.
htt(+,,'''.tem(o.1o,read,ne's,200#,11,23,12120##$3,Selundu(kan93okok9.i(lomat9
:orea9;tara9.itangka( .iakses (ada tanggal 1$ Juni 201$
10
<aine, "artin. S#eden $ails %ort& Korean Diplomat 'or Smu""lin"
htt(+,,digital=ournal.1om,arti1le,23#50 diakses (ada tanggal 1$ Juni 201$
5
imunit diartikan se#agai keke#alan terhadap urisdiksi negara penerima #aik
urisdiksi hukum pidana" hukum administrasi negara" maupun hukum perdata
((
.
Keistime!aan ?pri&eleges@ adalah #er#agai hak istime!a ang melekat
pada per!akilan diplomatik asing ?se#agai institusi@ dan anggota misi ?se#agai
indi&idu@ dinegara penerima. Bontoh keistime!aan diplomatik adalah
pem#e#asan dari pa%ak" #ea" $ukai" pem#erian %aminan sosial" !a%i# militer di
negara penerima. Se$ara *ormal" imunitas diplomat akan otomatis #erlaku apa#ila
pe%a#at diplomatik terse#ut #isa menun%ukan I card ang dikeluarkan oleh
Direktorat Fasilitas Diplomatik Departemen =uar )egeri kepada aparat hukum di
negara penerima
(+
.
Adana pem#erian keke#alan dan keistime!aan #agi para pe%a#at
diplomatik pada hakikatna merupakan hasil se%arah dunia diplomasi ang sudah
lama sekali" dimana pem#erian sema$am itu dianggap se#agai ke#iasaan hukum
internasional. Didalam mem#erikan dasar hukum #agi pem#erian keke#alan dan
keistime!aan diplomatik pada !aktu pem#i$araan masalah terse#ut di komisi
hukum internasional tahun (568
(1
telah diperde#atkan mengenai tiga teori
(3
" aitu
se#agai #erikut :
a. Teori eksterritorialitas
Teori ini #eranggapan #ah!a seorang pe%a#at diplomatik dianggap seolah'
seolah tidak meninggalkan negarana" ia #erada di luar !ilaah negara penerima"
!alaupun kenataanna ia sudah %elas #erada diluar negeri sedang melaksanakan
tugas'tugasna dinegara dimana ia ditempatkan. Demikian %uga #erlaku #agi
gedung per!akilan. Sehingga" ketentuan hukum dan peraturan perundang'
undangan suatu negara tidak #erlaku terhadap !arga negara asing ang tingal di
11
Widodo. 2012. Hukum Kekebalan Diplomatik. )s'a=a >ressindo. 5ogyakarta. Halaman
115
12
Ibid,.
13
Suryokusumo, Sumaryo. Loc, cit,. Halaman 132
1$
Syahmin ):. 200. Hukum .i(lomatik ?.alam :erangka Studi )nalisis@. 3a=a'ali >ers.
Jakarta. Halaman 11%
&
negarana masing'masing. Teori ini mendapat kritikan dari #anak pihak karena
dianggap tidak realistis.
#. Teori respresentati*
Teori ini #erpendapat #ah!a pe%a#at diplomatik maupun per!akilan
diplomatik" me!akili negara pengirim dan kepala negarana. Dalam kapasitas
itulah pe%a#at dan per!akilan diplomatik asing menikmati hak'hak istime!a dan
keke#alan kepada pe%a#at'pe%a#at diplomatik asing %uga #erarti #ah!a negara
penerima menghormati negara pengirim" ke#esaran" kedaulatan" serta kepala
negarana. )amun" sama seperti teori se#elumna" pem#erian hak'hak istime!a
dan keke#alan diplomatik ini tidak mempunai #atas ang %elas dan menim#ulkan
ke#ingungan hukum.
$. Teori ke#utuhan *ungsional
Teori ini menga%arkan #ah!a hak'hak istime!a dan keke#alan'keke#alan
diplomatik dan misi diplomatik hana didasarkan pada ke#utuhan'ke#utuhan
*ungsional agar para pe%a#at diplomatik terse#ut dapat melaksanakan tugasna
dengan #aik dan lan$ar. Dengan mem#erikan tekanan pada kepentingn *ungsi"
ter#uka %alan #agi pem#atasan hak'hak istime!a dan keke#alan'keke#alan
sehingga dapat di$iptakan keseim#angan antara ke#utuhan negara pengirim dan
hak'hak negara penerima.
Dari paparan terse#ut" sehingga men%adi %elaslah #ah!a landasan uridis
pem#erian semua kemudahan" hak'hak istime!a" dan keke#alan ang di#erikan
kepada para agen diplomatik asing di suatu negara adalah untuk memperlan$ar
atau memudahkan pelaksanaan kegitan'kegiatan para pe%a#at diplomatik dan
#ukan atas pertim#angan'pertim#angan lain.
Memang suatu *akta ang tak ter#antahkanm %ika karena ke#utuhan"
#aikkepentingan indi&idu maupun kepentingan umum" ataupun karena letak
posna ang %auh dari negara pengirimna" seorang agen diplomati$ pada suatu
!aktu hatus melintasi #atas negara'negara lain" #ahkan %ika diperlukan ia harus
tinggal untuk sementara !aktu di!ilaah negara ketiga. Menurut hokum
%
internasional" para diplomat dimana ia diakreditasikan di%amin sepenuhna
mengenai hak'hak keke#alan dan keistime!aanna. Keke#alan terse#ut
#ukanuntuk keuntungan pri#adi diplomat" melainkan untuk tu%uan terlaksanana
*ungsi per!akilan diplomati$ dengan #aikdan e*isien.
Keke#alan dan keistime!aan diplomati$ #agi pe%a#at diplomati$ ang
sedang in transit di negara ketiga ?dalam per%alanan meu%u atau dari pos'na atau
tinggal disuatu negara ang #ukan merupakan negara akreditasina@ #elum ada
ke%elasan se#agaimana %ika mereka #erada di negara penerima. Meskipun
demikian" keke#alan se$ara su#stansial pada umumna di#erikan kepada para
pe%a#at diplomati$ ang sedang in transit. Memang sudah merupakan hukum
ke#iasaan internasional ang dipraktikkan oleh #anak negara" #ah!a negara
ketiga mem#erikan keke#alan dan keistime!aan atau paling tidak hak melintas
#atas !innocent passage" #agi pe%a#at diplomat saat #epergian se$ara incognito
atau kehadiran mereka terse#ut #ukan kepentingan dinas sehingga tidak perlu
di#erikan hak'hak istime!a dan keke#alan diplomati$ karena sedang tidak dalam
keadaan dinas. 7agi diplomat #eserta keluargana ang sedang in transit dinegara
ketiga dimana ia ditugaskan karena %arak %auh atau ter%adi hal'hal ang tidak
ter#aangkan se#elumna" sehingga dengan terpaksa harus tinggal untuk
sementara dinegara ketiga" diplomat dan keluargana tetap di#erikan hak'hak
istime!a dan keke#alanna" termasuk perlindungan dan ke#e#asan
#erkomunikasi atau korespondensi resmi #aik dengan pemerintahna maupun
dengan per!akilan diplomati$ lainna
(6
.
Salah satu aturan dalam Kon&ensi 4ina (50( ang men%elaskan
keke#alan dan keistime!aan diplomat tertuang dalam pasal 39 Kon&ensi 4ina
Tahun (50(" ang mene#utkan :
#. If a diplomatic agent passes through or is in the territory of a third $tate,
which has granted him a passport visa if such visa was necessary, while
proceeding to take up or to return to his post, or when returning to his
own country, the third $tate shall accord him inviolability and such other
15
Ibid,.. Hlm 151

immunities as may be re%uired to ensure his transit or return. The same


shall apply in the case of any members of his family en&oying privileges or
immunities who are accompanying the diplomatic agent, or travelling
separately to &oin him or to return to their country.
'. In circumstances similar to those specified in paragraph # of this (rticle,
third $tates shall not hinder the passage of members of the administrative
and technical or service staff of a mission, and of members of their
families, through their territories.
). Third $tates shall accord to official correspondence and other official
communications in transit, including messages in code or cipher, the
same freedom and protection as is accorded by the receiving $tate. They
shall accord to diplomatic couriers, who have been granted a passport
visa if such visa was necessary, and diplomatic bags in transit the same
inviolability and protection as the receiving $tate is bound to accord.
*. The obligations of third $tates under paragraphs #, ' and ) of this (rticle
shall also apply to the persons mentioned respectively in those
paragraphs, and to official communications and diplomatic bags, whose
presence in the territory of the third $tate is due to force ma&eure.
7erpi%ak pada ketentuan terse#ut dapat dimengerti se#agai #erikut :
(. Aika seorang agen diplomati$ mele!ati atau #erada di !ilaah )egara ketiga"
ang mana agen diplomati$ terse#ut telah mem#erikan &isa atau paspor ?%ika
perlu@" pada !aktu per%alananna menu%u atau kem#ali ke pos
kedinasaannaatau saat ia mau kem#ali ke )egara asalna" )egara ketiga
harus menghormati keke#alan dan keistime!aan lainna ang diperlukan
untuk men%amin lan$arna per%alanan di )egara ketiga" atau per%alanan
menu%u ke pos kedinasaanna atau mungkin per%alanan menu%u ke )egara
asalna. Keke#alan dan keistime!aan ini #erlaku pula pada pada anggota
keluarga agen diplomatik ang menertai per%alanan" dan #erlaku pula pada
sanak keluarga ang ang #epergian se$ara terpisah dengan agen diplomati$"
tetapi #eermaksud mengga#ungkan diri pada !ilaah )egara ketiga untuk
selan%utna melaksanakan per%alanan #ersama'sama menu%u )egara asalna.
+. Dalam hal'hal ang sama se#agaimana terse#ut pada aat ( pasal ini
diatas")egara ketiga tidak #oleh mengganngu atau menghalangi le!atna sta*
#
administrati&e dan sta* teknis serta sta* pelaan misi diplomati$ asing"
termasuk sanak keluarga dari mereka.
1. )egara ketiga !a%i# mem#erikan kemerdekaan2ke#e#asan dan perlindungan
penuh se#agaimana perlindungan ang di#erikan )egara penerima pada
korespondensi dan komunikasi resmi lain. Termasuk pesan'pesan diplomati$
lainna dalam #entuk kode atau sandi ang mengalami transit di )egara
ketiga" maka )egara ketiga !a%i# mem#erikan in&io#ilitasdan perlindungan
kepada kurir diplomati$ #eserta tas diplomatna se#agaimana in&io#ilitas dan
perlindungan ang di#erikan oleh )egara penerima.
3. Ke!a%i#an )egara ketiga atas ketentuan aat ("+"1 pasal ini %uga #erlaku pada
pendaratan darurat ang dise#a#kan oleh force ma&eure
#+
.
7erdasarkan pada ketentuan Kon&ensi 4ina (50( pasal 39 ini maka %elas
#ah!a negara ketiga memiliki ke!a%i#an mem#erikan keke#alan dan
keistime!aan diplomati$ #aik pada saat normal maupun pada saat keadaan
memakasa #agi diplomat ang sedang #erada di negara ketiga. 7aik ang transit
dalam per%alanan kedinasan maupun dalam per%alanan menu%u negara asalna.
Selaakna negara ang telah merati*ikasi Kon&ensi 4ina (50(" S!edia
seharusna se$ara otomatis harus tunduk pada ketentuan ang diatur dalam
kon&ensi 4ina ini. Terle#ih S!edia termasuk dalam tu%uh negara /ropa ang
memiliki !akil dan per!akilan diplomati$ mereka di Korea Utara.
Pada kasus diatas di%elaskan #ah!a dua orang diplomat Korea Utara ini tidak
di%elaskan apakah mereka dalam misi kedinasan dalam mele!ati negara S!edia.
Mereka langsung ditangkap oleh petugas #ea dan $ukai S!edia" karena
menelundupka +1.999 #atang rokok ang disem#unikan di#a!ah selimut kursi
#elakang mo#il mereka. Sudah men%adi ke!a%aran %ika otoritas S!edia
men$urigai #ungkusan #esar tertutup selimut di %ok #elakang mo#il mereka.
1&
Widodo. 2012. Hukum Kekebalan Diplomatik. )s'a=a >ressindo. 5ogyakarta. Hlm.
1%#
10
Meskipun seorang !akil diplomat untuk negara :usia" namun diplomat :usia
tidak sedang dalam per%alanan tugas mereka" Sedangkan pasal 39 aat ?(@
menegaskan #ah!a keke#alan dan keistime!aan hana mereka dapatkan dalam
tugas kedinasan mereka atau dalam per%alanan mereka menu%u negara tempat
mereka #ertugas atau sudah kem#ali ke negara asal mereka. Sehingga menurut
penulis hal ini men%adi %elas #agi kedua negara #ah!a aturan dalam pasal 39 tidak
dapat #erlaku meneluruh kepada dua diplomat Korea Utara terse#ut.
)amun" #erdasarkan itikat #aik ang selalu di %un%ung dalam mem#ina
hu#ungan internasional dua negara" se#aikna adapun %alan ang mungkin
ditempuh adalah menurut ke#iasaan internasional adalah melakukan kon*irmasi
ke )egara asal diplomat terse#ut. Selain itu" demi nama #aik negara pengirim
diplomati$ terse#ut ditarik dari tugas kediplomatikanna.
:, PENUTUP
1, K%3(654$+0
Se#agai penutup dari tulisan ini" penulis menampaikan kesimpulan dari
tulisan ini" aitu : sesuai dengan #uni pasal 39 aat ?(@ Kon&ensi 4ina (50(
#ah!a setiap diplomat memiliki hak keke#alan dan keistime!aan terhadap
%a#atanna termasuk ketika di negara ketiga. )amun" aturan ini tidak #erlaku #agi
dua per!akilan diplomati$ Korea Utara terse#ut. Mengingat kun%ungan mereka ke
negara ketiga ?S!edia@ tidak dalam agenda sedang melakukan tugas kedinasan.
Sehingga" men%adi hal ang !a%ar %ika otoritas negara S!edia melakukan
penangkapan karena menelundupkan +1.999 #atang rokok ke !ilaah negara
S!edia.
", S+'+0
Demi men%aga nama #aik dan integritas negara dari per!akilan diplomati$
Korea Utara terse#ut. Se#aikna Kemetrian =uar )egeri melakukan permintaan
maa* dan meminta kem#ali dua diplomati$ ang ditahan selama delapan #ulan
11
terse#ut. Mengingat hu#ungan #aik dua negara sangat penting untuk
dipertahankan dalam eksistensi hu#ungan internasional kedua negara terse#ut.
DAFTAR PUSTAKA
Mauna" 7oer. +9((. Hukum Internasional ,engertian, ,eranan dan -ungsi dalam
.ra inamika /lobal. Alumni. 7andung.
Surokusumo" Sumaro. +9(1. Hukum iplomatik dan 0osuler. Tatanusa. Aakarta.
Surokusumo" Sumaro. +996. Hukum iplomatik Teori dan 0asus. Alumni.
7andung.
Surono" /dd dan Moenir Arisoendha. (5<0. Hukum iplomatik 0ekebalan dan
0eistimewaannya. Angkasa. 7andung.
Starke" AG. +998. ,engantar Hukum Internasional .disi 0esepuluh. Sina* Gra*ika.
Aakarta.
Sahmin AK. +99<. Hukum Diplomatik ?Dalam Kerangka Studi Analisis@. :a%a!ali
Pers. Aakarta.
4idagdo" Seto dan Hani* )ur 4idhianti. +99<. Hukum iplomatik dan 0onsuler.
7aumedia. Malang.
4idodo. +9(+. Hukum 0ekebalan iplomatik. As!a%a Pressindo. Dogakarta.
)urkhoiri. Selundupkan :okok" Diplomat Korea Utara Ditangkap.
http:22!!!.tempo.$o2read2ne!s2+9952((2+12(+(+955312Selundupkan':okok'
Diplomat'Korea'Utara'Ditangkap Diakses pada tanggal (3 Auni +9(3
=aine" Martin. S!eden Aails )orth Korean Diplomat *or Smuggling
http:22digital%ournal.$om2arti$le2+<1569 Diakses pada tanggal (3 Auni +9(3
U)TB. https:22treaties.un.org2. 1ienna 2onvention on iplomatic 3elations.
12