Anda di halaman 1dari 6

Proporsi

Proporsi adalah suatu persen (yakni proposri dari jumlah peristiwa-peristiwa dalam
kelompok data yang mengenai masing-masing kategori (atau subkelompok) dari kelompok itu
Bustan, 2006).
Proporsi merupakan hubungan antar jumlah kejadian dalam kelompok data yang mengnai
masing-masing kategori kelompok itu atau hubungan antara bagian dari kelompok dengan
keseluruhan kelompok yang dinyatakan dalam persen. leh karena itu suatu perbandingan nilai
yang memiliki harga tetap, dapat digunnakan sebagai pembanding yang lain (!aryani, !uliani,
20"0).
Proporsi umumnya digunakan jika tidak mungkina menghitung angka insidensi, karena
itu proporsi tidak dapat menujukkan oeorkiraan peluang keterpaparan atau in#eksi, ke$uali jika
banyaknya orang dimana peristiwa dapat terjadi adalah sama pada setiap subkelompok. %etapi
biasanya hal ini tidak terjadi (!aryani, !uliani, 20"0).
&isini pembilang menjadi penyebut, umumnya dinyatakan dalam persen, misalnya'
persentase penderita kanker di sebuah rumah sakit adalah jumlah penderita kanker yang berobat
di () dibandingkan dengan jumlah penderita (kanker dan non-kanker) yang berobat di ()
(!aryani, !uliani, 20"0).
(umus'
Proporsi * Penderita kanker + "00 ,
Penderita kanker - penderita non-kanker
Rasio
(asio adalah suatu pernyataan #rekuensi perbandingan peristiwa atau orang yang
memiliki perbedaan antara suatu kejadian terhadap kejadian lainnya. &alam hal ini pernyataan
yang penting dalam epidemiologi adalah jumlah orang sakit di bandingkan dengan jumlah
penderita kanker. .aitu / ' " (!aryani, !uliani, 20"0).
Indeks pengukuran kesehatan gigi
0ntuk mengethui pre1alensi penyakit, keparahan dan hubungannya terhadap #aktor-
#aktor lain seperti misalnya usia, kebersihan mulut, nutrisi dst., sudah diperkenalkan
berbagaima$am indeks khusus dalam upaya untuk memberikan ukuran yang objekti# atau skor
Pro * 2 + "00 ,
2 - .
bagi tanda-tanda khusus yang teridenti#ikasi sehingga dapat dilakukan perbandingan yang dapat
diandalkan (!anson, "334).
Beberapa indeks yang sering digunakan adalah, indeks in#lamaasi gingi1a (indeks
gingi1a), indeks periodontal, indeks kebutuhan perawatan periodontal komunitas yang akan
memberikan skor baik atau buruk terhadapa hasil pemeriksaan (!anson, "334).
Indeks periodontal
5. 6ndeks 7ebutuhan Perawatan Periodontal 7omunitas
0ntuk memberikan pelayanan kesehatan yang adekuat bagi komunitas tertentu,
seringkali perlu ditentukan kebutuhan perawatan. 8P6%9 (community periodontal
indeks treatmen needed) terbukti merupakan sistem yang paling sering digunakan
untuk tujuan ini dan menggunakan metode berikut'
a) )istem pemberian skor (menggunakan probe)
0 ' tidak ada poket atau pendarahan gingi1a pada saat penyondean
" ' perdarahan gingi1a pada saat penyondean
2 ' kalkulus supra- sub gingi1a
4 ' Poket sedalam 4,/-/,/ mm
: ' poket ; 6 mm
b) Pembagian gigi menjadi enam sekstan
<igi geligi di bagi menjadi enam segmen atau sekstan yaitu empat gigi posterior
dan dua gigi anterior dimana pada setiap segmen terdapat satu atau beberapa gigi
yang tidak perlu di$abut.
$) Penggunaan "0 gigi pada pemeriksaan epidemiologi (!anson, "334).
Biasanya dilakukan terhadap "0 gigi tertentu. Bila digunakan untuk perawatan
enam gigi indeks diperiksa pada anak-anak dan remaja sedangkan untuk indi1idu
dewasa semua gigi diperiksa.
d) (en$ana perawatan
(en$ana perawatan ditentukan dengan berlandasakan pada'
0 ' tidak perlu
" ' Perawatan di rumah
2 dan 4 ' skeling dan perbaikan perarawatan gigi di rumah
: ' memerlukan perawatan rumit, (skeling operasi dan perawatan di rumah)
(!anson, "334).
)emua sistem pengukuran termasuk 8P6%9 mempunyai keterbatasn. )emua indeks ini
mempunyai keterbatasan dasar sebagai berikut'
". 7riteria umumnya subjekti# dan terdapat 1ariasi yang $ukup besar pada penilainan oleh
pemeriksa dalam derajat in#lamasi dan kedalaman poket at=au kerusakan perlekatan
2. )istem skor pada dasarnya ditentukan se$ara a$ak. >adi sebenarnya gingi1itis dan
periodontitis tidak dapat dibandingkan se$ara numerik
4. ?alaupun gingi1itis mengukur adanya in#lamasi pada saat itu, pengukuran poket
merupakan $erminan dari penyakit di masa lalu. Bila kita menerima ide bahwa kerusakan
poket bersi#at episodik, tentunya kedalaman poket tidak dapat memberikan indikasi dari
akt1itas penyakit pada saat pengukuran. )elain upaya mende#iniskan kriteria dan
laboratoris tentang akti1itas, sejauh ini belum ada pemeriksaan yang dapat memberikan
pedoman yang dapat diandalkan tentang akti1itas (!anson, "334).
Pemeriksaan kebersihan mulut
6ndeks status kebersihan mulut yang sering digunakan adalah indeks kebersihan mulut
dan indeks kebersihan plak (!anson, "334).
a) 6ndeks kebersihan mulut yang di sederhanakan (@6-))
!erupakan indeks gabungan yang menentukan skor debris dan deposit kalkulus baik
untuk semua atai hanya untuk permukaan gigi yang terpilih saja (simplifed). &ebris
rongga mulut adalah benda asing yang lunak yang melekat pada gigi. &ebris rongga
mulut dan kalkulus dapat memberi skor se$ara terpisah (!anson, "334).
&ebris indeks
0 ' tidak ada debris atau stain
" ' debris lunak yang menutupi tidak lebih dari sepertiga permukaan gigi
2 ' debris lunak yang menutupi lebih dari sepertiga permukaan gigi namun
tidak lebih dari dua pertiga permukaan gigi
4 ' debris lunak menutupi lebih dari dua pertiga permukaan gigi
8al$ulus indeks
0 ' tidak ada kalkukulus
" ' kalkulus supra gingi1a tidak lebih dari satu per tiga permukaan gigi
2 ' kalkulus supragingii1a tidak lebih dari dua pertiga permukaan gigi,
atau terdapatnya ber$ak kalkulus subgingi1a di sekiar ser1ikal.
4 ' kalkulus supragingii1a lebih dari dua pertiga permukaan gigi, atau
terdapatnya garis kalkulus subgingi1a yang berkelanjutan di sekiar
ser1ikal.
)kor debris dan kalkulus harus ditambah dan dibagi dengan jumlah gigi yang di
periksa untuk menetukan skor kebersihan mulut (!anson, "334).
". Baik (good), apabila nilai berada diantara 0 A ",2
2. )edang (#air), apabila nilai berada diantara ",4 A 4,0
4. Buruk (poor), apabila nilai berada diantara 4," A 6,0 (!anson, "334).
!anson. "332. Buku Ajar Periodonti. >akarta' @ipokrates
Indeks prevalensi karies
DMF - T
6ndeks &!B-% di perkenalkan oleh henry klein dkk tahun "34C. 6ndeks ini di
dasarkan pada #akta bahwa jaringan keras gigi adalah tidak dapat memperbaiki diri. Baik
gigi yang tetap berlubang dan jika sudah di rawat dengan tambalan atau pen$abutan.
6ndeks ini bersi#at irre1ersibel. &!B-% menggambarkan jumlah pre1alensi dari karies
seseorang. 5ngka yang di peroleh adalah dengan menjumlahkan gigi-geligi yang karies,
dalam hal ini. & (decay) atau gigi yang berlubang, ! (mising) gigi yang hilang karena
karies, B (filling) gigi karies yang sudah di tambal.
<igi yang di pilih untuk di periksa adalah 2C buah gigi permanen. .ang tidak termasuk
adalah' gigi molar 4, gigi yang belum tumbuh, supernumerary, gigi yang hilang dengan alasan
bukan karena karies dan gigi yang direstorasi bukan karena alasan karies.
)kor &!B-% untuk indi1idu adalah dengan menambah jumlah dari gigi yang karies,
hilang dan di tambal' &!B-% * & - ! - B *.
)kor &!B-% 7omunitas adalah sebagai berikut.
(erata &!B-% * %otal &!B-%
%otal indi1idu yang diperiksa
)etelah di ketahui jumlah &-nya (karies). !aka hahrus di hitung mengenai indeks
kebutuhkan perawatan atau Treatment needs index.
Presentase kebutuhan perawatan * %otal gigi & + "00 ,
%otal gigi yang di periksa
D DMF- S
Pada pengukuran dengan &!B A ), seluruh permukaan gigi yang karies di hitung
", jadi jika permukaan bukal dan mesial dari gigi premolar ", karies, maka gigi itu
dihitung 2. <igi molarE ! dan premolarE P mempunyai / permukaan, sedangkan pada
gigi anterior hanya : permukaan saja. >adi bila seseorang mempunyai jumlah gigi 2C
(tanpa !4), maka nilai maksimum &!B- ) nya "2C
D def t dan def - s
Pada <igi )ulungE <igi )usu, indeks karies gigi dihitung menggunakan 6ndeks
de#- t atau de#-s, dengan jumlah maksimum 20 gigi,dimana FeF merupakan >umlah <igi
)usu yang telahE harus di$abut karena karies. de#-s maksimal adalah CC. Prosedur
pengitungannya sama dengan indeks &!B A %.
!arya. 20"". 5 %e+t Book o# Publi$ @ealth &entistry. 9ew &elhi' >aypee Brothers
!edi$al Publisher