Anda di halaman 1dari 20

MUSIK NUSANTARA

KELAS VIII & AKSEL 1


PERKEMBANGAN MUSIK NUSANTARA

A. Pengertian Musik Nusantara

Musik Nusantara adalah seluruh musik yang berkembang di Nusantara ini, yang menunjukkan atau
menonjolkan ciri keindonesiaan, baik dalam bahasa maupun gaya melodinya. Musik Nusantara terdiri dari
musik tradisi daerah, musik keroncong, musik dangdut, musik langgam, musik gambus, musik perjuangan,
dan musik pop.

B. Sejarah Musik Nusantara Terdapat tahapan- tahapan perkembangan musik Indonesia (nusantara).
tahapan tersebut adalah sebagai berikut.

Masa sebelum masuknya pengaruh Hindu- Buddha
Pada masa ini, musik dipakai sebagai bagian dari kegiatan ritual masyarakat. Dalam beberapa kelompok,
bunyi- bunyian yang dihasilkan oleh anggota badan atau alat tertentu diyakini memiliki kekuatan magis.
Instrumen atau alat musik yang digunakan umumnya berasal dari alam sekitarnya.

Masa setelah masuknya pengaruh Hindu- Buddha
Pada masa ini, berkembanglah musik- musik istana (khususnya di Jawa). saat itu, musik tidak hanya dipakai
sebagai bagian ritual saja, tetapi juga dalam kegiatan- kegiatan keistanaan (sebagai sarana hiburan para tamu
raja). Musik istana yang berkembang adalah musik gamelan. Musik gamelan terdiri dari 5 kelompok, yaitu
kelompok balungan, kelompok blimbingan, kelompok pencon, kelompok kendang,dan kelompok pelengkap.

Masa setelah masuknya pengaruh Islam
Selain berdagang dan menyebarkan agama islam, para pedagang arab juga memperkenalkan musik mereka.
Alat musik mereka berupa gambus & rebana. dari proses itulah muncul orkes- orkes gambus di nusantara
(Indonesia) hingga saat ini.

Masa Kolonialisme (Penjajahan)
Masuknya bangsa Barat ke Indonesia juga membawa pengaruh besar dalam perkembangan musik Indonesia.
Para pendatang ini memperkenalkan berbagai alat musik dari negeri mereka, misalnya biola, selo (cello), gitar,
seruling (flute), dan ukulele. Mereka pun membawa sistem solmisasi dalam berbagai karya lagu. Itulah masa-
masa perkembangan musik modern Indonesia. Saat itu,para musisi Indonesia menciptakan sajian musik yang
merupakan perpaduan musik barat dan musik Indonesia . Sajian musik itu dikenal sebagai musik keroncong.

Masa Kini (Kontemporer)
Seiring dengan masuknya media elektronik ke Indonesia,masukpula berbagai jenis musik barat, seperti pop,
jazz, blues, rock, dan R&B. demikian pula dengan musik- musik negeri India yang banyak dibawa melalui film-
filmnya. Dari perkembangan ini, terjadi perpaduan antara musik asing dengan musik Indonesia. Musik India
mengalami perpaduan dengan musik melayu sehingga menghasilkan jenis musik dangdut. Maka, muncul pula
berbagai musisi Indonesia yang beraliran pop, jazz, blues, rock, dan R&B. Berkembang pula jenis musik yang
memadukan unsur kedaerahan Indonesia dengan unsur musik barat, terutama alat- alat musiknya. Jenis
musik ini sering disebut musik etnis.

C. Fungsi Musik Nusantara Secara umum, fungsi musik bagi masyarakat Indonesia antara lain sebagai
sarana atau media upacara ritual, media hiburan, media ekspresi diri, media komunikasi, pengiring tari, dan
sarana ekonomi.

Sarana upacara budaya (ritual)

Musik di Indonesia, biasanya berkaitan erat dengan upacara- upacara kematian, perkawinan, kelahiran, serta
upacara keagamaan dan kenegaraan. Di beberapa daerah, bunyi yang dihasilkan oleh instrumen atau alat
tertentu diyakini memiliki kekuatan magis. Oleh karena itu, instrumen seperti itu dipakai sebagai sarana
kegiatan adat masyarakat.

Sarana Hiburan
Dalam hal ini, musik merupakan salah satu cara untuk menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas harian, serta
sebagai sarana rekreasi dan ajang pertemuan dengan warga lainnya. Umumnya masyarakat Indonesia sangat
antusias dalam menonton pagelaran musik. Jika ada perunjukan musik di daerah mereka, mereka akan
berbondong- bondongmendatangi tempat pertunjukan untuk menonton.

Sarana Ekspresi Diri
Bagi para seniman (baik pencipta lagu maupun pemain musik), musik adalah media untuk mengekspresikan
diri mereka. Melalui musik, mereka mengaktualisasikan potensi dirinya. Melalui musik pula, mereka
mengungkapkan perasaan, pikiran, gagasan, dan cita- cita tentang diri, masyarakat, Tuhan, dan dunia.

Sarana Komunikasi
Di beberapa tempat di Indonesia, bunyi- bunyi tertentu yang memiliki arti tertentu bagi anggota kelompok
masyarakatnya. Umumnya, bunyi- bunyian itu memiliki pola ritme tertentu, dan menjadi tanda bagi anggota
masyarakatnya atas suatu peristiwa atau kegiatan. Alat yang umum digunakan dalam masyarakat Indonesia
adalah kentongan, bedug di masjid, dan lonceng di gereja.

Pengiring Tarian
Di berbagai daerah di Indonesia, bunyi- bunyian atau musik diciptakan oleh masyarakat untuk mengiringi
tarian- tarian daerah. Oleh sebab itu, kebanyakan tarian daerah di Indonesia hanya bisa diiringi olehmusik
daerahnya sendiri. Selain musik daerah, musik- musik pop dan dangdut juga dipakai untuk mengiringi tarian-
tarian modern, seperti dansa, poco- poco, dan sebagainya.

Sarana Ekonomi
Bagi para musisi dan artis professional, musik tidak hanya sekadar berfungsi sebagai media ekspresi dan
aktualisasi diri. Musik juga merupakan sumber penghasilan. Mereka merekam hasil karya mereka dalam
bentuk pita kaset dan cakram padat (Compact Disk/CD) serta menjualnya ke pasaran. Dari hasil penjualannya
ini mereka mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Selain dalam media kaset dan CD.
Para musisi juga melakukan pertunjukan yang dipungut biaya. Pertunjukan tidak hanya dilakukan di suatu
tempat, tetapi juga bisa dilakukan di daerah- daerah lain di Indonesia ataupun di luar Indonesia.

D. Ragam Musik Nusantara Ragam musik di Indonesia dapat dibedakan atas musik tradisi, musik
keroncong, musik dangdut, musik perjuangan, dan musik pop.

Musik Daerah/Tradisional Musik daerah atau musik tradisional adalah musik yang lahir dan berkembang di
daerah- daerah di seluruh Indonesia. Ciri khas pada jenis musik ini teletak pada isi lagu dan instrumen (alat
musiknya). Musik tradisi memiliki karakteristik khas, yakni syair dan melodinya menggunakan bahasa dan
gaya daerah setempat. Indonesia adalah sebuah negara yang terdiri dari ribuan pulau yang terbentang dari
Papua hingga Aceh. Dari sekian banyaknya pulau beserta dengan masyarakatnya tersebut lahir, tumbuh dan
berkembang. Seni tradisi yang merupakan identitas, jati diri, media ekspresi dari masyarakat pendukungnya.

Hampir diseluruh wilayah Indonesia mempunyai seni musik tradisional yang khas. Keunikan tersebut bisa
dilihat dari teknik permainannya, penyajiannya maupun bentuk/organologi instrumen musiknya. Hampir
seluruh seni tradisional Indonesia mempunyai semangat kolektivitas yang tinggi sehingga dapat dikenali
karakter khas orang/masyarakat Indonesia, yaitu ramah dan sopan. Namun berhubung dengan perjalanan
waktu dan semakin ditinggalkanya spirit dari seni tradisi tersebut, karekter kita semakin berubah dari sifat
yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan menjadi individual/egoistis. begitu banyaknya seni tradisi yang
dimiliki bangsa Indonesia, maka untuk lebih mudah mengenalinya dapat di golongkan menjadi beberapa
kelompok yaitu alat musik/instrumen perkusi, petik dan gesek.

I. Instrumen Musik Perkusi.

Perkusi adalah sebutan bagi semua instrumen musik yang teknik permainannya di pukul, baik menggunakan
tangan maupun stik. Dalam hal ini beberapa instrumen musik yang tergolong dalam alat musik perkusi adalah,
Gamelan, Arumba, Kendang, kolintang, tifa, talempong, rebana, bedug, jimbe dan lain sebagainya.

Gamelan adalah alat musik yang terbuat dari bahan logam. Gamelan berasal dari daerah Jawa Tengah, DI.
Yogyakarta, Jawa Timur juga di Jawa Barat yang biasa disebut dengan Degung dan di Bali (Gamelan Bali).
Satu perangkat gamelan terdiri dari instrumen saron, demung, gong, kenong, slenthem, bonang dan
beberapa instrumen lainnya. Gamelan mempunyai nada pentatonis/pentatonic.

Talempong adalah seni musik tradisi dari Minangkabau/Sumatera Barat. Talempong adalah alat musik
bernada diatonis (do, re, mi, fa, sol, la, ti, do)

Kolintang atau kulintang berasal dari daerah Minahasa/ Sulawesi Utara. Kolintang mempunyai tangga nada
diatonis/diatonic yang semua instrumennya terdiri dari bas, melodis dan ritmis. Bahan dasar untuk membuat
kulintang adalah kayu. Cara untuk memainkan alat musik ini di pukul dengan menggunakan stik.

Arumba (alunan rumpun bambu) berasal dari daerah Jawa Barat. Arumba adalah alat musik yang terbuat dari
bhan bambu yang di mainkan dengan melodis dan ritmis. Pada awalnya arumba menggunakan tangga nada
pentatonis namun dalam perkembangannya menggunakan tangga nada diatonis.

Kendang adalah sejenis alat musik perkusi yang membrannya berasal dari kulit hewan. Kendang atau
gendang dapat dijumpai di banyak wilayah Indonesia. Di Jawa barat kendang mempunyai peraanan penting
dalam tarian Jaipong. Di Jawa Tengah, Bali, DI Yogyakarta, Jawa timur kendang selalu digunakan dalam
permainan gamelan baik untuk mengiringi, tari, wayang, ketoprak. Tifa adalah alat musik sejenis kendang
yang dapat di jumpai di daerah Papua, Maluku dan Nias. Rebana adalah jenis gendang yang ukuran
bervariasai dari yang kecil hingga besar. Rebana adalah alat musik yang biasa di gunakan dalam kesenian
yang bernafaskan Islam. Rebana dapat di jumpai hampir di sebagian wilayah Indonesia.

II. Instrumen Musik Petik

Kecapi adalah alat musik petik yang berasal dari daerah Jawa Barat. Bentuk organologi kecapi adalah sebuah
kotak kayu yang diatasnya berjajar dawai/senar, kotak kayu tersebut berguna sebagai resonatornya. Alat
musik yang menyerupai Kecapi adalah siter dari daerah Jawa tengah.

Sasando adalah alat musik petik berasal dari daerah Nusa tenggara timur (Timor) kecapi ini terbuat dari
bambu dengan diberi dawai/senar sedangkan untuk resonasinya di buat dari anyaman daun lontar yang
mempunyai bentuk setengah bulatan.

Sampek (sampe/sapek) adalah alat musik yang bentuknya menyerupai gitar berasal dari daerah kalimantan.
Alat musik ini terbuat dari bahan kayu yang di penuhi dengan ornamen/ukiran yang indah. Alat musik petik
lainnya yang bentuknya menyerupai sampek adalah Hapetan daerah Tapanuli, Jungga dari daerah Sulawesi
Selatan.

III. Instrumen Musik Gesek.

Instrumen musik tradisional yang menggunakan teknik permainan digesek adalah Rebab. Rebab berasal dari
daerah Jawa barat, Jawa Tengah, Jakarta (kesenian betawi). Rebabb terbuat dari bahan kayu dan
resonatornya ditutup dengan kulit tipis, mempunyai dua buah senar/dawai dan mempunyai tangga nada
pentatonis. Instrumen musik tradisional lainnya yang mempunyai bentuk seperti rebab adalah Ohyan yang
resonatornya terbuat dari tempurung kelapa, rebab jenis ini dapat dijumpai di bali, Jawa dan kalimantan
selatan.

IV. Instrumen Musik Tiup

Suling adalah instrumen musik tiup yang terbuat dari bambu. hampir semua daerah di indonesia dapat
dijumpai alat musik ini. Saluang adalah alat musik tiup dari Sumatera Barat, serunai dapat dijumpai di
sumatera utara, Kalimantan. Suling Lembang berasal dari daerah Toraja yang mempunyai panjang antara 40-
100cm dengan garis tengah 2cm.

Tarompet, serompet, selompret adalah jenis alat musik tiup yang mempunyai 4-6 lubang nada dan bagian
untuk meniupnya berbentuk corong. Seni musik tradisi yang menggunakan alat musik seperti ini adalah
kesenian rakyat Tapanuli, Jawa Barat, Jawa Timur, Madura, Papua.

Musik Keroncong Secara umum, musik keroncong memiliki harmoni musik dan improvisasi yang sangat
terbatas. Umumnya lagu- lagunya memiliki bentuk dan susunan yang sama. Syair- syairnya terdiri atas
beberapa kalimat (umumnya 7 kalimat) yang diselingi dengan permainan alat musik.

Musik Dangdut Musik dangdut merupakan hasil perpaduan antara musik India dengan musik Melayu, musik
ini kemudian berkembang dan menampilkan cirinya yang khas dan berbeda dengan musik akarnya. Ciri khas
musik ini terletak pada pukulan alat musik tabla (sejenis alat musik perkusi yang menghasilkan bunyi ndut).
Selain itu, iramanya ringan, sehingga mendorong penyanyi dan pendengarnya untuk mengerakkan anggota
badannya. Lagunya pun mudah dicerna, sehingga tidak susah untuk diterima masyarakat.

Musik Perjuangan

Musik ini lahir dari kondisi masyarakat Indonesia yang sedang terjajah oleh bangsa asing. Dengan
menggunakan musik, para pejuang berusaha mengobarkan semangat persatuan untuk bangkit melawan
penjajah. Syair- syair yang diciptakan pada masa itu, umumnya berisi ajakan untuk berjuang, ajakan untui
berkorban demi tanah air, dan sebagainya. Irama musiknya pun dibuat cepat dan semangat, serta diakhiri
dengan semarak.

Musik Populer (pop)

Musik ini memiliki ciri, antara lain penggunaan ritme yang terasa bebas dengan mengutamakan permainan
drum dan gitar bas. Komposisi melodinyajuga mudah dicerna. Biasanya, para musisinya juga menambahkan
variasi gaya yang beraneka ragam untuk menambah daya tarik dan penghayatan pendengar atau
penontonnya. Musik pop dibedakan menjadi musik pop anak- anak dan musik pop dewasa.

(diambil dari berbagai sumber)


TEORI DASAR MUSIK
KELAS VII, VIII, IX, AKSEL 1, AKSEL 2
SENI MUSIK

Seni musik merupakan ungkapan pikiran dan perasaan manusia yang diwujudkan dalam alunan tinggi
rendahnya nada atau suara yang serasi dan merdu, sehingga menimbulkan kesan/pesan. Dengan kata lain,
musik adalah kesatuan bunyi yang diatur menjadi suatu pola yang dapat mengungkapkan isi hati (perasaan)
dalam suasana gembira, bahagia, ataupun sedih yang dikomunikasikan melalui melodi, ritme dan harmoni
sehingga menimbulkan pesan kepada orang lain.

Musik dapat disajikan dalam dua cara, yakni vokal dan instrumental. Bila musik disajikan secara vokal,
maka yang menjadi sarana utamanya adalah mulut atau pita suara. Namun, bila musik disajikan secara
instrumental, maka alat musik adalah sarana utamanya.

Not adalah tanda-tanda yang berupa lambang atau angka yang berfungsi untuk menyatakan tinggi dan
rendahnya serta panjang pendeknya nada.

Nada adalah suara yang teratur panjang pendeknya, keras lembutnya dan tinggi rendahnya.

Sifat-sifat nada, antara lain:

1. Tinggi nada (pitch), ditentukan oleh frekuensi (banyaknya getaran bunyi per detik). Semakin banyak
getaran, semakin tinggi nada itu.

2. Keras lunak nada (intensitas), ditentukan oleh kuat lemahnya bunyi itu disuarakan. Atau sering disebut
dengan dinamika.

3. Panjang pendek nada (durasi), ditentukan oleh lamanya nada itu berbunyi atau bergetar. Semakin lama
bunyi itu bergetar, semakin panjang suara atau nada tersebut berbunyi.

4. Warna suara (timbre), ditentukan oleh sumber bunyi nada itu. Satu sumber bunyi mempunyai ciri khas
tersendiri yang berbeda dengan sumber bunyi lain, tergantung pada bahan benda (kayu, logam, atau kulit),
bentuk benda (tabung, kotak, balok, atau kerucut) dan cara memainkan (ditiup, dipetik, dipukul, atau digesek).

Untuk memainkan musik dengan baik, perlu memahami beberapa aspek diantaranya notasi musik, nada,
tangga nada, birama, irama, tempo dan dinamik.

NOTASI MUSIK (MUSICAL NOTATIONS)

Untuk menuliskan nada-nada, digunakan not sebagai satuan penulisan nada dan sistem pengaturan not
itu disebut penulisan lagu atau notasi. Dengan notasi, kita dapat mengenal, membaca, mempelajari dan
menyanyikan lagu. Notasi musik yang umum ada dua macam, yaitu notasi angka dan notasi balok.

NOTASI ANGKA (NUMERAL NOTATIONS)

Notasi angka adalah sistem penulisan lagu/musik dengan menggunakan lambang angka. Angka yang
dipakai adalah sebagai berikut:

1 2 3 4 5 6 7
do re mi fa sol la ti

(0) dalam notasi angka dgunakan sebagai tanda diam.

Notasi angka terdiri dari 3 oktaf, yaitu:

1. Oktaf tinggi : 1 2 3 4 5 6 7 (titik di atas)

2. Oktaf sedang : 1 2 3 4 5 6 7 (tanpa titik)

3. Oktaf rendah : 1 2 3 4 5 6 7 (titik di bawah)

NOTASI BALOK (SCORE)

Notasi balok adalah penulisan lagu/musik dengan menggunakan lambang-lambang pada balok-balok
berupa jajaran baris. Agar dapat memahami penulisan not balok, kita harus mempelajari terlebih dahulu
bagian-bagian yang ada pada sistem penulisan notasi balok tersebut.

Bentuk, nama dan nilai not, beserta tanda istirahat

Bentuk not berbeda-beda tergantung dari nilainya. Ada not yang memakai bendera dan ada juga not yang
tidak memakai tangkai (perhatikan tabel di atas!).
Tanda diam adalah lambang yang digunakan dalam musik yang menyatakan berapa lama berhenti atau
beristirahat sewaktu menyanyikan sebuah lagu. Terdapat beberapa bentuk tanda diam dan nilainya
(perhatikan tabel di atas!).

GARIS PARANADA (STAFF)

Garis paranada terdiri dari lima garis sejajar yang jarak atau panjangnya sama dan empat spasi. Sangkar
nada digunakan untuk meletakan not dan tanda diam, baik di garis maupun di spasi. Garis dalam paranada
dihitung dari bawah ke atas. Jadi, nomor urut kecil dari bawah (perhatikan gambar).

Cara menuliskan not balok pada sangkar nada (pada garis & spasi) adalah sebagai berikut:

Perhatikan cara penulisan not di atas! Arah tiang menghadap ke atas, apabila not berada di bawah garis ke
tiga. Sedangkan arah tiang menghadap ke bawah, apabila not berada di atas garis ke tiga. Pada garis ke tiga,
arah tiang boleh menghadap ke atas atau ke bawah, tergantung selera.

Berikut ini penulisan not di luar garis:

Berikut ini penulisan tanda diam:

Menuliskan tanda diam pada sangkar nada lebih mudah daripada menuliskan not, karena menulis tanda diam
letaknya tetap di antara garis kedua dan keempat.

ALPHABET DALAM MUSIK (MUSICAL ALPHABET)

Nama-nama dalam musik (musical alphabet) menggunakan 7 huruf pertama dari abjad biasa, dimulai dari:
A B C D E F G
Penyusunan sesuai urutan abjad dimulai dari manapun.
"setelah nada G selalu kembali ke A"

C - D - E - F - G - A - B - C - D - E - F - G - A - B - C

Berikut contohnya:

TANDA KUNCI (KEY SIGNATURES)

Kunci merupakan tanda yang digunakan dalam penulisan lagu pada garis paranada atau not balok untuk
mengetahui letak nada. Kunci menunjukkan letak nada. Misalnya kunci G menunjukkan letak nada G. Ada tiga
macam kunci yang biasa digunakan dalam musik, yaitu: kunci G, kunci F dan kunci C.

Kunci G

Kunci G adalah kunci yang bentuknya seperti kepala biola. Kunci G disebut juga kunci biola karena kunci G
digunakan untuk menuliskan nada-nada tinggi. Kunci G digunakan untuk menunjukkan letak nada G pada
garis kedua. Letak nada di garis paranada dengan kunci G:

Kunci F

Kunci F adalah kunci yang biasa digunakan untuk menuliskan nada-nada rendah, maka kunci F disebut juga
kunci Bass. Letak kunci F pada garis paranada ada di garis keempat, maka menunjukkan nada F di garis
keempat. Letak nada di garis paranada dengan kunci F:

Kunci C

macam-macam kunci C:

Kunci C adalah kunci yang menunjukkan letak nada C, digunakan untuk menuliskan nada sedang (misal pada
biola alto). Letak nada di garis paranada dengan menggunakan kunci C:

(bersambung...)




MUSIK MANCANEGARA
KELAS IX REG, BIL, & AKSELERASI 2
Sejarah Musik Pop (sejak 1920)

Musik Ragtime di Amerika Serikat sejak 1890Musik Ragtime atau Cincang-Babi, adalah musik Amerika yang
dipengaruhi oleh etnis Afrika-Amerika dan musik klasik Eropa. Musik ini mulai terkenal di daratan Amerika
sekitar tahun 1890 hingga 1920. Musik ini mempuyai tempo atau irama yang cepat dengan dominasi
sinkopasi, namun ada juga yang berirama agak lamban.

Biasanya musik ini dimainkan khusus dengan piano, gaya cincang-babi, dan para pianis dan pencipta antara
lain Scott Joplin (1868-1917), James Scott (1885-1938), dan Joseph Lamb (1887-1959).

Musik Blues di Amerika Serikat sejak 1895Musik Blues juga lahir dari etnis Afrika-Amerika di semenanjung
Delta Mississippi pada akhir abad XIX sekitar tahun 1895 dan blangsung hingga kini. Musik ini lahir dari
kehidupan para budak yang bekerja sebagai buruh tani ras Afrika di Amerika, di mana pada saat mereka
bekerja atau istirahat sore hari mereka mengalunkan lagu-lagu sedih (blues) yang khas melodi ras Afrika, dan
tentu saja dengan lirik-lirik budak yang tertindas pada waktu itu. Pada awalnya lagu blues hanya dinyanikan
tanpa iringan instrument, kemudia baru meraka mempergunakan alat petik gitar sebagai iringan.

Belakangan musik blues ini mempengaruhi perkembangan musik jazz, country, dan rock. Perahtikan bahwa
irama dan melodi musik blues sangat kental dengan ras Afrika. Kadang-kadang dalam syair timbul cerita
tentang kesedihan mereka sebagai budak dan buruh tani, dan tentu saja perkembangannya sangat
dipengaruhi lingkungan urban maupun desa Amerika, di mana ras Afrika mendominasi gaya musik blues.

Para pemusik blues dan pencipta blues, rata-rata orang hitam Amerika, adalah di mana W.C. Handy (1873-
1958) adalah bapak blues. Lagu Aunt Hagar's Children dan Saint Louis Blues diterbitkan masing-masing pada
tahun 1914 dan 1921.

Musik Pop di Amerika Serikat mulai 1920Setelah Perang Dunia I berakhir (1918), maka musik baru di benua
Amerika lahir yang disebut dengan Musik Populer. Musik ini terutama sebagai musik lantai dansa yang pada
waktu itu menjadi populer sekali dan digemari oleh masyarakat seluruh dunia.

Musik Amerika Latin lahir sejak 1857Ciptaan-ciptaan pencipta pada waktu itu dengan pengaruh latin adalah
antara lain dari George Bizets Hababera dari opera Carmen (1875); Scott Joplins Mexican Serenade, Solace
(1902); Maurice Ravels Rapsodie Espagnole (1907), dan Bolero (1928).

Musik pop latin dimulai sejak dansa latin dikenal, yaitu sejak tahun 1920 juga. Dansa Tango menjadi salah
satu balroom dance yang terkenal pada tahun 1920 di Amerika maupun Eropa, di mana lagu Tango yang
bertangga nada minor dan melankolik, serta step dansa yang agresif. Setelah itu tahuj 1930 dan 1940
berkembang menjadi salah satu musik yang digemari di dunia, dengan tokoh seperti Xavier Cugat, Peres
Prado, dlsb. Irama yang berkembang pada waktu itu adalah Rhumba, Samba, Conga, Salsa, Mambo, dlsb.

Musik CountryMusik Country sering diidentitaskan dengan musik cowboy (penggembala sapi). Musik ini lahir
pada rekaman permainan biola country John Carson dengan rekaman "Little Log Cabin in the Lane" oleh
Okeh Records pada tahun 1923. Kemudian lahir rekaman oleh Columbia pada tahun 1924 "Old Familiar
Tunes". Seperti diketahui steel guitar masuk country pada tahun 1922, di mana Jimmie Tarlton bertemu
dengan Hawaiian guitarist Frank Ferera pada pantai barat Amerika.

Mulai tahun 1927, selama 17 tahun Carters merekam sekitar 300 old-time ballads, lagu traditional, lagu
country, dll. Selanjutnya pada tahun 1930-an dan 1940-an lagu cowboy menjadi populer di semua film
Hallywood. Dan tahun 1939 irama Boogie-woogie menjadi terkenal.

Beberapa Ggnre dalam musik populer:

Heavy metal
Hip-hop
R&B
Teen pop
Balada
Emo
Dance
Disko
Disko emo
Pop
Soul
Rock
Reggae
Musik elektronik
New age
Dark Metal
Death metal
Grind Metal
Progressive Rock
Progressive Pop
Progressive Metal
Alternative rock
Alternative pop
Alternative metal
slow rock

Musik Jazz

Banyak yang beranggapan bahwa musik jazz adalah musiknya kaum elite dan mapan. Namun bila kita
menegok ke akar jazz boleh dibilang justru bertolak belakang. Jazz adalah sebuah seni ekspresi dalam bentuk
musik. Jazz disebut sebagai musik fundamental dalam hidup manusia dan cara mengevaluasi nilai-nilai
tradisionalnya. Tradisi jazz berkembang dari gaya hidup masyarakat kulit hitam di Amerika yang tertindas.
Awalnya, pengaruh dari tribal drums dan musik gospel, blues serta field hollers (teriakan peladang). Proses
kelahirannya telah memperlihatkan bahwa musik jazz sangat berhubungan dengan pertahanan hidup dan
ekspresi kehidupan manusia.

Yang menarik adalah bahwa asal kata jazz berasal dari sebuah istilah vulgar yang digunakan untuk aksi
seksual. Sebagian irama dalam musik jazz pernah diasosiasikan dengan rumah-rumah bordil dan perempuan-
perempuan dengan reputasi yang kurang baik. Dalam perjalanannya kemudian, jazz akhirnya menjadi bentuk
seni musik, baik dalam komposisi tertentu maupun improvisasi, yang merefleksikan melodi-melodi secara
spontan. Musisi jazz biasanya mengekspresikan perasaannya yang tak mudah dijelaskan, karena musik ini
harus dirasakan dalam hati. Kalau kau menanyakannya, kau tak akan pernah tahu begitu menurut Louis
Armstrong.

Legenda jazz dimulai di New Orleans dan berkembang ke Sungai Mississippi, Memphis, St. Louis, dan
akhirnya Chicago. Tentu saja musik jazz dipengaruhi oleh musik yang ada di New Orleans, tribal drums Afrika
dan struktur musik ala Eropa. Latar belakang jazz tidak dapat dilepaskan dari fakta di mana jazz dipengaruhi
berbagai musik seperti musik spiritual, cakewalks, ragtime dan blues. Salah satu legenda jazz yang dipercaya
bahwa sekitar 1891, seorang pemilik kedai cukur rambut di New Orleans bernama Buddy Bolden meniup
cornet-nya dan saat itu lah musik jazz dimulai sebagai gebrakan baru di dunia musik. Setengah abad
kemudian, musik jazz di Amerika memberi banyak kontribusi di dunia musik, dipelajari di universitas, dan
akhirnya menjadi sebuah aliran musik yang serius dan diperhitungkan.

Musik jazz sebagai seni yang populer mulai menyebar ke hampir semua masyarakat Amerika pada tahun
1920-an (dikenal sebagai Jazz Age). Jazz semakin marak di era swing pada akhir 1930-an, dan mencapai
puncaknya di akhir 1950-an sebagai jazz modern. Di awal tahun 20-an dan 30-an, jazz telah menjadi sebuah
kata yang dikenal umum.
Pengaruh dan perkembangan musik blues tidak dapat ditinggalkan saat membahas musik jazz di tahun-tahun
awal perkembangannya. Ekspresi yang memancar saat memainkan musik blues sangat sesuai dengan gaya
musik jazz. Kemampuan untuk memainkan musik blues menjadi standar bagi semua musisi jazz, terutama
untuk digunakan dalam berimprovisasi dan ber-jam session. Musik blues sendiri, yang berasal dari daerah
Selatan, memiliki sejarah yang sangat luas. Pemain musik blues biasanya menggunakan gitar, piano,
harmonika, atau bermain bersama dalam kelompok yang memainkan alat-alat musik buatan sendiri.

Era Bebop
Bebop adalah salah satu aliran music jazz yang mempunyai karakteristik untik berupa tempo yang sangat
cepat dengan mengutamakan improvisasi pada struktur harmoni daripada improvisasi pada melodi. Musik
bebop dikembangkan di pertengahan 1940an dan mulai dimainkan musisi terkenal dalam 2 tahun pertama di
perang dunia II.

Pada era tahun 1940an, para penggemar jazz mulai meninggalkan music swing tahun 30an. Para musisi
papan atas seperti Dizzy Gillespie, Bud Powell, Charlie Parker, dan Thelonious Monk yang sangat terinspirasi
dari generasi sebelumnya seperti Art Tatum, Ear hines, Coleman Hawkins, Lester Young, dan juga Roy
Eldridge.

Zaman Klasik

Sejarah musik klasik BaratZaman Pertengahan(476 1450)Zaman Renaisans(1450 1600)Zaman
Barok(1600 1750)Zaman Klasik(1740 1830)Zaman Romantik(1815 1910)Abad ke-20(1900
2000)Abad ke-21(2001 sekarang)Zaman Klasik atau Periode Klasikdalam sejarah musik Baratberlangsung
selama sebagian besarabad ke-18 sampai dengan awalabad ke-19. Walaupun istilah musik klasik biasanya
digunakan untuk menyebut semua jenis musik dalam tradisi ini, istilah tersebut juga digunakan untuk
menyebut musik dari zaman tertentu ini dalam tradisi tersebut. Zaman ini biasanya diberi batas antara tahun
1750 dan 1820, namun dengan batasan tersebut terdapat tumpang tindih dengan zaman sebelum dan
sesudahnya, sama seperti pada semua batasan zaman musik yang lain.

Zaman klasik berada di antara Zaman Barok dan Zaman Romantik. Beberapakomponis zaman klasik
adalah Joseph Haydn, Muzio Clementi, Johann Ladislaus Dussek, Andrea Luchesi, Antonio Salieri dan Carl
Philipp Emanuel Bach, walaupun mungkin komponis yang paling terkenal dari zaman ini adalah Wolfgang
Amadeus Mozart dan Ludwig van Beethoven. Ciri Musik Pada Zaman Klasik

1. Menggunakan peralihan dinamik dari lembut sampai keras atau (cressendo)dan dari keras menjadi
lembut(decrssendo). 2. Perubahan-perubahan tempo dengan percepatan atau (accelerando) dan
perlambatan(ritardando). 3. Hiasan / ornamentik diperhemat pemakaiannya. 4. Pemakaian akord 3 nada.

Sejarah Musik Klasik sejak Musik Gregorian tahun 590Musik Klasik dimulai dengan penemuan Notasi
Gregorian tehun 590 oleh Paus Agung Gregori, berupa balok not dengan 4 garis, namun notasi belum ada
hitungannya. Paus Gregory semasa hidupnya telah mencatat lagu-lagu Gereja dengan Notasi Gregorian
tersebut. sebelum tahun 590 musik mengalami kegelapan tidak ada peninggalan tertulis yang dapat dibaca.

Notasi Gregorian Tahun 590Notasi musik lahir pada tahun 590 yang disebut Notasi Gregorian, yang
ditemukan oleh Paus Agung Gregori, di mana sebelumnya musik mengalami kegelapan tidak ada peninggalan
tertulis. Pada masa hidupnya Paus Gregori telah menyalin ratusan lagu-lagu Gereja dalam Notasi Gregorian
tersebut. Notasi ini memekai 4 garis sebagai balok not, tetapi belum ada notasi iramanya (hitungan
berdasarkan perasaan penyanyi. Di sini sifat lagu masih sebagai lagu tunggal atau monofoni.

Musik Organum 1150-1400Pada awalnya orang menyanyi dengan nada yang sama, atau disebut dengan
organum, nada atas dinyanyikan oleh wanita atau anak-anak, sedangkan nada rendah dinyanyikan oleh laki-
laki. Di sini terjadi susunan lagu berjarak oktaf, suara tinggi (wanita/anak-anak) dan suara rendah (laki-laki).

Musik Diafoni 1400-1600Ternyata tidak semua dapat mengikuti suara tinggi atau suara rendah.Oleh sebab itu
diputuskan untuk membuat suara yang kuart lebih rendah mengikuti melodi, kuart tinggi maunpun kuart
rendah, dan musik yang demikian ini disebut musik diafoni (dia=dua, foni=suara).

Basso Ostinato Tahun 1600Orang-orang Italia pada tahun sekitar 1600 menemukan apa yang disebut Basso
Ostinato atau Bass yang bergerak gendeng atau gila, berupa rangkaian nada-nada yang bergerak selangkah
demi selangkah ke bawah atau ke atas, kemudia diulang pada rangkaian nada lain.

Musik Polifoni Era Barok 1600-1750Ternyata suara yang mengikuti sama dengan melodi menjadi
membosankan, maka mulailah suara tidak bergerak secara sejajar, maka mulailah dengan arah yang
berlawanan. Komponis Giovani Perluigi da Palestrina (1515-1594) adalah perintis tentang hal ini, dan disusun
teori mengenai musik melodi banyak (polifoni), sehingga setiap nada atau titik (punctus=point) bergerak
secara mandiri atau berlawanan (counter), di sinilah lahir teori kontrapun (counterpoint=kontrapunt).

Johan Sebastian Bach (1685-1750) adalah salah satu empu musik polifoni dengan teknik kontrapun yang
sangat tinggi, karema disusun seperti matematik. Hampir semua komponis Era Barok (1600-1750) menyusun
dengan teknik kontrapun, misalnya George Frederic Handle dari Inggris, Jean Remeau dari Pernacis, Correli
dari Itali, dlsb. Lagu rakyat dengan gaya polifoni adalah Papa Yakob.

Pada awalnya orang menyusun dengan Kontrapun Terikat atau Strict Counterpoint, namun kemudian
menadapat kebebasan berdasarkan teori Kontrapun Bebas atau Free Counterpoint.

Musik Homofoni Era Klasik 1750-1825Selanjutnya pada Era Klasik (1750-1825) ditemukan susunan akord
yang berdasarkan tri-suara (triad), selanjutnya berkembang dengan empat suara atau lebih. Musik yang
demikian ini disebut Musik Homofoni, sehingga kontrapun menjadi variasi melodi yang kontrapuntis.

Musik Klasik Era Romantik 1820-1910Hampir tidak banyak perubahan dalam kontrapun dan harmoni secara
fundamental pada Era Romantik (1820-1910), namun ada kemajuan dalam orketrasi lengkap (dengan
penemuan alat musik). Era ini adalah yang terakhir dan masih dapat diterima dengan pendengaran
masyarakat umum. Terutama pada musik opera, musik balet, dan walsa wina.

Musik Klasik Modern 1910-sekarangMusik Modern dengan Musik Atonal dan Politonal telah jauh dari
penggemar musik yang menyenangi musik konvensional, karena suara yang disonan dan irama yang tidak
teratur membutuhkan konsentrasi dalam mendengar.

Periodisasi Musik Klasik

Anda tahu Chopin? Mozart? Beethoven?, Atau mungkin anda senang mendengar musik klasik yang katanya
punya efek tertentu, termasuk memberi rasa damai, tenang dan nyaman sekaligus emosional. Mungkin juga
anda adalah seorang pianis atau pengapresiasi musik, jika ya ataupun tidak, anda perlu tahu tentang
periodisasi musik klasik. Musik klasik sangat menarik, jika melihat genre, mungkin hanya disebut sebagai
musik klasik, akan tetapi jika kita mau kaji lebih lanjut, musik klasik dibedakan menjadi beberapa zaman,
dimana pada setiap jaman nya mempunyai style yang berbeda-beda. Dipengaruhi oleh gaya hidup dan
teknologi yang ada(instrumen).

Zaman Renaisans adalah musik klasik yang digubah pada Zaman Renaisans, sekitar tahun 1450 sampai
dengan 1600. Penentuan batas awal zaman musik ini sulit dilakukan karena tidak terdapat perubahan besar
dalam musik pada abad ke-15, selain juga bahwa musik dalam perkembangannya mendapatkan ciri-ciri
Renaisans secara bertahap. Zaman ini berlangsung sesudah Zaman Pertengahan dan sebelum Zaman
Barok. Beberapa komponis dari zaman ini adalah Giovanni Pierluigi da Palestrina, Orlande de Lassus, dan
William Byrd.

Zaman Baroque adalah musik klasik barat yang digubah pada Zaman Baroque, kira-kira antara tahun 1600
dan 1750. Zaman ini berlangsung sesudah Zaman Renaisans dan sebelum Zaman Klasik. Sebenarnya, kata
Barok itu berarti mutiara yang tidak berbentuk wajar, sangat pas dengan seni dan perancangan bangunan
pada era ini; kemudian kata ini juga dipakai untuk jenis musik itu. Beberapa komponis Zaman Barok adalah
Claudio Monteverdi, Henry Purcell, Johann Sebastian Bach, Jean-Philippe Rameau, George Frideric Handel,
dan Antonio Vivaldi.

Pada jaman tersebut, piano belum ditemukan, dan komposisi dikarang untuk hapsicord. Partitur musik di
jaman Barok ditandai dengan tidak adanya iringan atau polifoni. Karya JS Bach untuk hapsicord lazim
mempunyai dua melodi atau lebih untuk tangan kanan dan tangan kiri.

Musik Barok lazimnya hanya mencerminkan satu jenis emosi saja. Dibanding dengan Musik Klasik dan
Romantik, musik Barok jarang mempunyai modulasi atau rubato. Untuk komposisi piano, pedal jarang
digunakan saat memainkan musik Barok.

Zaman Klasik atau Periode Klasik dalam sejarah musik Barat berlangsung selama sebagian besar abad ke-
18abad ke-19. Walaupun istilah musik klasik biasanya digunakan untuk menyebut semua jenis musik dalam
tradisi ini, istilah tersebut juga digunakan untuk menyebut musik dari zaman tertentu ini dalam tradisi tersebut.
Zaman ini biasanya diberi batas antara tahun 1750 dan 1820, namun dengan batasan tersebut terdapat
tumpang tindih dengan zaman sebelum dan sesudahnya, sama seperti pada semua batasan zaman musik
yang lain. sampai dengan awal

Zaman klasik berada di antara Zaman Barok dan Zaman Romantik. Beberapa komponis zaman klasik adalah
Joseph Haydn, Muzio Clementi, Johann Ladislaus Dussek, Andrea Luchesi, Antonio Salieri dan Carl Philipp
Emanuel Bach, walaupun mungkin komponis yang paling terkenal dari zaman ini adalah Wolfgang Amadeus
Mozart dan Ludwig van Beethoven. Ciri Musik Pada Zaman Klasik
1. Menggunakan peralihan dinamik dari lembut sampai keras atau (cressendo)dan dari keras menjadi
lembut(decrssendo).
2. Perubahan-perubahan tempo dengan percepatan atau (accelerando) dan perlambatan(ritardando).
3. Hiasan / ornamentik diperhemat pemakaiannya.
4. Pemakaian akord 3 nada.

Zaman Romantik dalam sejarah musik Barat berlangsung dari sekitar awal 1800-an sampai dengan dekade
pertama abad ke-20. Zaman ini berlangsung sesudah Zaman Klasik dan sebelum Zaman Modern.

Musik Zaman Romantik dikaitkan dengan Gerakan Romantik pada sastra, seni, dan filsafat, walaupun
pembatasan zaman yang digunakan dalam musikologi sekarang sangat berbeda dari pembatasan zaman ini
dalam seni yang lain (yaitu 1780-an sampai dengan 1840-an).

Beberapa komponis dari zaman ini adalah Franz Schubert, Johann Strauss, Sr., Felix Mendelssohn, Frdric
Chopin, Robert Schumann, Richard Wagner, Giuseppe Verdi, Hector Berlioz, dan Johannes Brahms.

(sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Musik_populer#Sejarah_Musik_Pop_sejak_1920)


MUSIK DI ASIA
KELAS IX REG, BIL, & AKSELERASI 2
A. Ragam Musik di Asia
Asia merupakan negara terpadat dan unik. Orang menyebutnya oriental atau benua timur. Musik Asia
berbeda dengan musik Barat. Benua Asia memiliki beragam jenis musik yang berkembang di negara
setempat. Secara garis besar, musik di negara Asia dikelompokkan menjadi empat, antara lain musik
Melayu, oriental, Hidustan, dan Timur Tengah.

1. Musik Melayu
Rumpun Melayu, di antaranya Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Ciri utama dari
musik Melayu adalah menggunakan alat musik membranophone atau gendang tradisional yang menghasilkan
sentuhan dendang dan joget.
2. Musik Oriental
Negara oriental, antara lain Cina, Jepang, Korea, dan Hongkong. Musik oriental yang paling menonjol
adalah instrumen string (alat musik petik dan gesek) dengan tangga nada pentatonis setempat.
3. Musik Hindustan
Musik Hindustan yang paling dominan adalah negara India atau Pakistan. Musik Hindustan mudah dikenali
dari ritme instrumen tabla. Tabla, yaitu kendang India yang berupa sepasang kendang berbentuk bejana
(kendil), dimainkan dengan sentuhan jari dan telapak tangan.
4. Musik Timur Tengah/Padang Pasir
Musik Timur Tengah, antara lain qasidah. Qasidah ialah lagu bernapaskan Islam yang melodinya berakar
pada lagu Timur Tengah (Arab). Penyajian lagulagu Timur Tengah menggunakan iringan seperangkat rebana.
Lagu-lagu qasidah berdasarkan tangga nada tradisional Timur Tengah. Tangga nadanya memiliki skala nada
diatonik dan kandungan nada-nada mikrotoknik seperti terdapat
dalam alunan tangga nada al bayat (bayati), al rast, al sika (sikah), al ajm, al rahawand, al hijaz, dan al saba
(sobat).

B. Keunikan Musik di Asia
Sebelum mengarah pada keunikan musik mancanegara di Asia, alangkah baiknya kita buat suatu ilustrasi
tentang musik. Substansi dasar dalam musik adalah bunyi. Musik adalah seni penataan bunyi secara cermat
yang membentuk pola teratur, merdu, dan apresiasi seni bunyi yang tak terbatas. Membicarakan musik Asia,
kita akan selalu melihat pada instrumen, melodi, dan ritme. Dalam
dunia musik, kata instrumen menunjuk pada pengertian yang berhubungan dengan alat musik. Ilmu yang
berhubungan dengan alat musik disebut ilmu instrumen. Ilmu yang mempelajari alat musik dari sudut pandang
struktur dan bentuk instrumen
yang berhubungan dengan kinerjanya disebut organologi. Adapun ilmu yang mempelajari stuktur mekanisme
teknik dan karakteristik musikal alat musik dalam hubungannya dengan komposisi musik disebut ilmu
instrumentasi. Pada umumnya, instrumen musik di Asia tidak berdiri sendiri. Hal ini berbeda dengan instrumen
musik Barat seperti piano, gitar atau biola, yang dapat dimainkan sendiri-sendiri. Latihan penguasaan
instrumen musik Barat selalu dimulai dengan aktivitas yang bersifat individual. Sebaliknya, musik Asia selalu
dimainkan secara bersama. Meskipun demikian, teknik memainkan instrumen tertentu seperti gender, kecapi,
rebana, tehyan, samisen, dan rebab, juga perlu dipahami sendiri. Ritmelah yang mengatur organisasi bunyi,
suara atau nada. Ketika bunyi atau suara dikemas ke dalam nada maka nada-nada itu akan diatur oleh ritme
ke dalam kelompok-kelompok kesatuannya yang disebut motif, tema, melodi, frase, dan lagu.

1. Musik Melayu
Musik Melayu adalah musik yang tumbuh dan berkembang di negara Melayu. Negara-negara Melayu,
antara lain Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Untuk negara Filiphina karena bekas
jajahan Portugal maka musiknya berkiblat pada diatonis Barat. Ciri khas musik Melayu adalah menggunakan
gendang tradisional atau rebana berukuran besar yang membawa sentuhan dendang dan joget Melayu.
Instrumen yang dominan pada musik Melayu adalah biola, accordion, dan gong. Di Indonesia, musik Melayu
hanya berkembang di daerah Sumatera, khususnya daerah Riau dan Sumatera Barat.

2. Musik Oriental
Musik oriental berkembang di Cina, Korea, dan Jepang. Keunikan musik Cina dan Jepang terletak pada
instrumen, khususnya alat musik string baik yang dipetik maupun yang digesek. Tangga nada yang digunakan
adalah tangga nada pentatonis (1 2 3 4 5 6) (do re mi fa sol la). Suara alat musiknya ketika dimainkan akan
menimbulkan suasana yang ekspresif. Berikut contoh alat musik string pada musik Cina.
a. Koto : gitar klasik Jepang, ke-13 senarnya dimainkan dengan dua tangan dan dapat menghasilkan musik
yang sangat ekspresif.
b. Qin : siter Cina senarnya berjumlah empat belas. Senar-senar ini menghasilkan nada rendah dan tinggi
tergantung pada sisi
kuda-kuda tempat senar ditabuh.
c. Shamisen : kecapi berleher panjang yang sering dimainkan di Jepang. Ketiga senar shamisen distem dalam
berbagai macam nada,
termasuk satu steman untuk musik gembira. Pemain musik shamisen menggunakan pemetik
dari tulang yang disebut
bachi. Perut alat musik ini dipelurut dengan kulit domba untuk menahan pukulan pemetik.
d. San Xian : kecapi Cina yang mirip dengan shamisen Jepang. San Xian berarti juga senar.

3. Musik Hindustan
Musik Hindustan tumbuh dan berkembang di daerah India, Pakistan, dan Bangladesh. Di negara India,
musik Hindustan lebih berkembang. Ciri khasnya terletak pada ritme yang ditimbulkan oleh instrumen
membraphone yang disebut tabla dan instrumen string yang disebut sitar. Instrumen musik India, antara
lain sebagai berikut.
a. Tabla : sepasang drum yang memimpin sitar dan tambura dalam musik klasik India. Pemain tabla memukul
bagian tengah kulit
pukul dengan jari, sedangkan telapak tangan menekan bidang pukul untuk membuat variasi nada.
b. Sitar : gitar klasik India semacam kecapi memiliki tujuh senar utama yang terbentang melewati fret logam
lengkung. Fret ini
memungkinkan pemain untuk mengatur senar dan tangga nada yang membuat bunyi senar meliuk-
liuk.
c. Tambura : seperti juga sitar, alat musik ini pengiring gitar dalam musik klasik India yang berbentuk kecapi
panjang. Di balik melodi
sitar yang ramai tambura berfungsi sebagai pendengung yang mantap.
d. Serangi : rebab India. Badannya berbentuk bongkahan yang ditegakkan dan dimainkan dengan penggesek.
Senar harmoni
terbentang di atas lubang di papan bilah yang lebar.

Bunyi alat musik klasik India dan Pakistan sangat merdu. Orang Barat menganggap alat musik India sangat
indah. Dengan didukung oleh irama tabla yang tidak putus-putusnya, musik meliuk dan berputar dalam
ungkapan berliku yang seolah mencerminkan hiasan alat-alat musik ini. Walaupun bentuknya berbeda, alat
musik bersenar (string) India pada dasarnya sama dengan kecapi, sitar, dan
rebab. Bunyi cemerlang dihasilkan oleh seperangkat senar harmoni yang dipasang pada alat musik India.
Walaupun dipasang pada satu alat musik, senar harmoni tidak menyatu dengan senar utama. Senar harmoni
tidak digesek atau dipetik, namun turut berbunyi saat senar utama dibunyikan.

4. Musik Timur Tengah
Musik Timur Tengah berkembang di negara Arab dan sekitarnya. Bahkan ada orang yang menyebut irama
musik Timur Tengah merupakan irama padang pasir. Musik Timur Tengah yang paling menonjol adalah
qasidah. Qasidah adalah lagu bernapaskan Islam yang alur nadanya/melodinya berakar/berorientasi pada
lagu Timur Tengah. Dalam Islam, sajak lirik dengan metrum yang sesuai
untuk dinyanyikan atau disenandungkan, baik oleh penyanyi tunggal, paduan suara. Syair lagu qasidah
menceritakan keagungan Allah, kebesaran Rasul-Nya, ajakan beramal dan berjihad di jalan Allah, serta
anjuran untuk menjalankan perintah Allah, dan menjauhi larangan-Nya. Alat musik yang digunakan
untuk mengiringi biasanya rebana. Namun, dewasa ini juga menggunakan alat-alat musik modern.
Qasidah merupakan bentuk puisi yang terkenal dalam kesusastraan Arab klasik. Seni puisi dalam bahasa
Arab waktu itu hanya mengenal bentuk pendek, sajak-sajaknya tidak lebih dari 120 baris. Qasidah merupakan
sajak dua bait dengan pola bersajak yang berbeda untuk setiap irama. Sajak-sajak qasidah
biasanya mengemukakan suatu tema tertentu, seperti puji-pujian kepada seseorang atau suku tertentu, suatu
satir, suatu elegi, berisi nada pendidikan atau keagamaan. Lagu-lagu qasidah rebana menggunakan tangga
nada tradisional Timur Tengah yang selain memiliki skala nada diatonik juga terdapat nada-nada
mikrotonik seperti terdapat dalam alunan tangga nada al bayat, al rast, al sika, al ajrn, al rakriez, al hijaz, dan
al saba.
Instrumen yang khas dari qasidah, antara lain
a. rebana : alat musik yang berupa gendang satu sisi dengan badan tidak rendah sesuai dengan kemampuan
genggaman tangan;
b. gitar gambus : kecapi Arab yang kepalanya berbentuk S, badannya lebih dalam dan lehernya lebih sempit.

(Sumber: Purnomo, Wahyu & Subagyo, Fasih. 2010. Terampil Bermusik untuk SMP dan MTs. Jakarta: Pusat
Perbukuan, Kementrian Pendidikan Nasional. PT. Wangsa Jatra Lestari)










SENI BUDAYA
KELAS VII & AKSEL 1
BUDAYA

Menurut Koentjaraningrat: Kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan akal

Menurut Rapoport: Kebudayaan dapat dipandang sebagai latar bagi suatu tipe manusia, yang bersifat
normatif bagi kelompok tertentu dan yang melahirkan gaya hidup tertentu yang secara tipikal dan bermakna
berbeda dengan kelompok lainnya, yang merupakan latar bagi perwujudan kelakuan dan karya manusia, yang
memberikan sumbangan bagi terwujudnya suatu gaya hidup yang memiliki ciri khas.

Keseluruhan pengetahuan, kepercayaan, nilai-nilai yang dimiliki oleh manusia sebagai mahluk sosial.

Unsur pembentuk kebudayaan:

Bahasa, Sistem ekonomi, Sistem pengetahuan, Sistem Religi, Organisasi, sosial, Kesenian, Sistem teknologi

Wujudnya adalah Ide, Gagasan, Nilai, Norma, Peraturan, Aktivitas dan tindakan berpola, Benda hasil karya

SENI

Kamus Besar Bahasa Indonesia: (1) Halus, kecil dan halus, tipis dan halus, lembut dan enak didengar,
mungil dan elok; (2) Keahlian membuat karya yang bermutu; (3) Kesanggupan akal untuk menciptakan
sesuatu yang bernilai tinggi (luar biasa); orang yang berkesanggupan luar biasa

Plato: Seni ialah peniruan terhadap alam, sehingga karya seni merupakan tiruan dari bentuk alam seperti
manusia, binatang dan tumbuhan.

Akhdiat K. Mihardja: Seni ialah kegiatan rohani manusia yang mereflesikan realitas (mencerminkan
kenyataan) dalam suatu karya yang berkat bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan
pengalaman tertentu dalam rohani penerimanya.

Ki Hajar Dewantara: Seni itu merupakan perbuatan manusia yang timbul dari hidup perasaannya dan bersifat
indah, sehingga dapat menggerakan jiwa perasaan manusia.

Kesimpulan: Seni .

- Merupakan kegiatan ekspresi rohani/jiwa/gagasan/perasaan manusia.
- Merupakan kemahiran/keterampilan/ kelakuan manusia yang luar biasa.
- Merupakan penciptaan yang menghasilkan karya.
- Merupakan karya yang memiliki nilai estetis.
- Merupakan karya yang memiliki makna simbolis.

CABANG SENI:

SENI RUPA
Ungkapan gagasan atau perasaan estetis dan bermakna yang diwujudkan melalui media: titik, garis, bidang,
bentuk, warna, tekstur dan gelap terang yang ditata dengan prinsip-prinsip tertentu.

SENI MUSIK
Ungkapan gagasan atau perasaan estetis dan bermakna yang diwujudkan melalui media suara (manusia
maupun alat) yang ditata dengan prinsi-prinsip tertentu.

SENI TARI
Ungkapan gagasan atau perasaan estetis dan bermakna yang diwujudkan melalui media gerak tubuh
manusia yang ditata dengan prinsip-prinsip tertentu


SENI DRAMA
Ungkapan gagasan atau perasaan estetis dan bermakna yang diwujudkan melalui media: gerak, suara dan
rupayang ditata dengan prinsip-prinsip tertentu.

FUNGSI SENI:

Seni dan Kebutuhan Pokok
- Pangan (makanan)
- Sandang (pakaian)
- Papan (tempat tinggal)

Seni dan Kebutuhan Sosial
- Pendidikan Seni
- Keagamaan dan Ritual Keagamaan

(diambil dari berbagai sumber)
Sumber lain tentang SENI
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berkata, Wah ... itu indah! Seni banget, ya! Misalnya, melihat
pegunungan dengan jalan yang berliku-liku, pantai dengan airnya yang tampak biru, kebun bunga yang
berwarna-warni, lukisan seorang pelukis terkenal, dekorasi yang indah, suara seorang penyanyi yang merdu,
dan gerakan penari yang luwes. Di antara keindahan di atas, apakah semuanya disebut seni?

1. Pengertian Seni
Seni berasal dari kata sani (Sanskerta) yang berarti pemujaan, persembahan, dan pelayanan. Kata tersebut
berkaitan erat dengan upacara keagamaan yang disebut kesenian. Menurut Padmapusphita, kata seni berasal
dari bahasa Belanda genie dalam bahasa Latin disebut genius, artinya kemampuan luar biasa yang dibawa
sejak lahir.
Seiring dengan perkembangan waktu, banyak definisi seni diungkapkan oleh beberapa ahli. Berikut diuraikan
beberapa definisi seni menurut para ahli.
a. Everyman Encyklopedia
Menurut Everyman Encyklopedia, seni adalah segala sesuatu yang dilakukan orang, bukan atas dorongan
kebutuhan pokoknya, melainkan karena kehendak kemewahan, kenikmatan, ataupun kebutuhan spiritual.
b. Ensiklopedi Indonesia
Di dalam Ensiklopedia Indonesia dinyatakan bahwa seni merupakan ciptaan segala hal karena
keindahannya orang senang melihat atau mendengarkannya.
c. Ki Hajar Dewantara
Ki Hajar Dewantara berpendapat, seni adalah perbuatan manusia yang timbul dari hidupnya, perasaan, dan
bersifat indah sehingga dapat menggetarkan jiwa perasaan manusia.
d. Akhdiat Karta Miharja
Akhdiat Karta Miharja berpendapat, seni adalah kegiatan rohani manusia yang merefleksikan kenyataan
dalam suatu karya, bentuk, dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam
alam rohani.
e. Prof. Drs. Suwaji Bastomi
Hal senada diungkapkan oleh Prof. Drs. Suwaji Bastomi bahwa seni adalah aktivitas batin dengan
pengalaman estetis yang dinyatakan dalam bentuk agung, mempunyai daya untuk membangkitkan rasa takjub
dan haru.
f. Drs. Sudarmaji
Drs. Sudarmaji berpendapat, seni adalah segala manifestasi batin dan pengalaman estetis dengan
menggunakan media garis, bidang, warna, tekstur, volume, dan gelap terang. Dari beberapa pendapat di atas
dapat disimpulkan bahwa seni merupakan hasil aktivitas batin yang direfleksikan dalam bentuk karya yang
dapat membangkitkan perasaan orang lain. Dalam pengertian ini yang termasuk seni adalah kegiatan yang
menghasilkan karya indah. Definisi umum seni adalah segala macam keindahan yang diciptakan oleh
manusia.

2. Cabang-Cabang Seni
Di lingkungan masyarakat, proses penciptaan seni dapat digolongkan menjadi lima cabang sebagai berikut:
a. Seni Rupa
Seni rupa merupakan cabang seni yang umum disebut dengan seni visual. Hal ini disebabkan seni rupa
berwujud bentuk-bentuk yang divisualisasikan melalui indra penglihatan (garis, bidang, warna, ruang,
gelap, dan terang).
b. Seni Musik
Istilah musik berasal dari bahasa Yunani, mousikos. Kata ini diambil dari nama salah satu dewa Yunani
yang bernama Mousikos. Mousikos dilambangkan sebagai dewa keindahan dan menguasai bidang kesenian
dan ilmu pengetahuan. Musik dapat diartikan sebagai ungkapan perasaan yang dituangkan dalam bentuk
bunyi-bunyian. Ungkapan yang dihasilkan melalui suara manusia disebut vokal, sedangkan ungkapan yang
dihasilkan melalui alat musik disebut instrumental.
c. Seni Tari
Seni tari adalah seni yang dihasilkan dari gerak, mimik, dan tingkah laku seseorang yang indah. Tarian
diiringi musik pengiring agar gerakannya menarik dan enak dipandang,
d. Seni Sastra
Kesusastraan berasal dari bahasa Sanskerta, susastra. Su berarti baik dan sastra berarti buku. Jadi,
kesusastraan berarti tulisan yang mempunyai bahasa indah dan baik.
e. Seni Drama
Drama berasal dari kata Yunani, dramas yang berarti perbuatan atau pertunjukan perikehidupan seseorang.
Drama ialah seni pertunjukan yang disajikan di atas pentas.

(Sumber: Purnomo, Wahyu & Subagyo, Fasih. 2010. Terampil Bermusik untuk SMP dan MTs. Jakarta: Pusat
Perbukuan, Kementrian Pendidikan Nasional. PT. Wangsa Jatra Lestari)

LAGU DAERAH SETEMPAT
KELAS VII (REG & BIL) & AKSELERASI 1
1. Jenis Lagu Daerah Setempat
Indonesia merupakan negara yang terdiri atas beribu-ribu pulau dengan beragam kebudayaan. Lagu
daerah merupakan salah satu kekayaan budaya negara kita. Hampir setiap pulau memiliki lagu daerah. Lagu
daerah biasanya berisi tentang gambaran tingkah laku masyarakat setempat secara umum dan
syairnya menggunakan bahasa daerah setempat. Kadang maksud dan tujuan syairnya sulit dipahami oleh
orang yang berasal dari daerah lain. Bentuk pola irama maupun susunan melodinya sangat sederhana
sehingga mudah dikuasai oleh semua lapisan masyarakat pada suatu tempat. Teknik ucapan/artikulasi yang
dibawakan sesuai dengan dialek setempat. Oleh karena itu, tidak dibutuhkan ketentuan vokalisasi.

Beberapa lagu daerah setempat di Indonesia adalah sebagai berikut:

a. Lagu Daerah Setempat Sumatera
Lagu dari daerah setempat Sumatera, antara lain sebagai berikut.
1) Alusi Au
2) Ayam Den Lapeh
3) Injit-Injit Semut
4) Gending Sriwijaya
5) Laruik Sanjo
6) Malam Baiko
7) Gelang Sipatu Gelang
8) Kambanglah Bungo

b. Lagu Daerah Setempat Kalimantan
Lagu dari daerah setempat Kalimantan, antara lain sebagai berikut.
1) Paris Berantai
2) Cik Cik Periook
3) Saputangan Babuncu Ampat
4) Ampar-Ampar Pisang
5) Ammac Ciang
6) Naluya

c. Lagu Daerah Setempat Irian Jaya
Lagu dari daerah setempat Irian Jaya, antara lain sebagai berikut.
1) Apuse
2) Yamko Rambe Yamko

d. Lagu Daerah Setempat Jawa Tengah
Lagu dari daerah setempat Jawa Tengah, antara lain sebagai berikut.
1) Prau Layar
2) Tukung-Tukung
3) Lir Ilir
4) Gambang Suling
5) Gajah-Gajah
6) Cublak-Cublak Suweng
7) Jaranan

e. Lagu Daerah Setempat Jakarta
Lagu dari daerah setempat Jakarta, antara lain sebagai berikut.
1) Kicir-Kicir
2) Surilang
3) Lancang Kuning
4) Ondel-Ondel
5) Dayung Sampan
6) Keroncong Kemayoran

f. Lagu Daerah Setempat Maluku
Lagu dari daerah setempat Maluku, antara lain sebagai berikut.
1) Ayo Mama
2) Rasa Sayange
3) Saule
4) Sayangkene

g. Lagu Daerah Setempat Sulawesi
Lagu dari daerah setempat Maluku, antara lain sebagai berikut.
1) O Inani Keke
2) Si Patokaan
3) Esa Mokan
4) Gunung Salahutu
5) Nani Wartabone

dan masih banyak lagu dari daerah lain...

2. Keunikan Lagu Daerah Setempat

Lagu daerah setempat adalah lagu yang tumbuh dan berkembang di suatu daerah. Lagu daerah di Indonesia
mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

a. Sederhana
Lagu daerah setempat biasanya bersifat sederhana baik melodi maupun syairnya. Tangga nada yang
digunakan kebanyakan tangga nada pentatonis. Tangga nada pentatonis adalah tangga nada yang terdiri atas
5 nada berjenjang. Tangga nada pentatonis sebenarnya tidak dapat dituliskan dalam notasi
umum. Namun, notasi pentatonis dapat diterapkan mendekati jajaran nada yang digunakan nada do-re-mi-sol-
la.

b. Kedaerahan
Lirik syair lagu daerah setempat sesuai dengan daerah atau dialek setempat yang bersifat lokal karena lagu
daerah tumbuh dari budaya daerah setempat. Lagu daerah setempat, syairnya bersifat kedaerahan
sehingga artinya hanya dimengerti oleh daerah tersebut.

c. Turun-temurun
Lagu daerah setempat pengajarannya bersifat turun-temurun dari orang tua kepada anaknya atau dari nenek
kepada cucunya. Lagu daerah setempat tersebut biasanya diciptakan dalam kondisi alam di daerah setempat.
Lagu daerah setempat dinyanyikan pada saat anak-anak bermain atau dolanan.

d. Jarang Diketahui Penciptanya
Lagu daerah setempat mempunyai karakter turun-temurun karena penciptanya jarang diketahui. Lagu daerah
setempat tidak diketahui penciptanya, tidak tertulis, dan sifatnya bukan semata-mata untuk tujuan komersial.
Lagu daerah setempat kebanyakan dinyanyikan hanya pada saat bermain, musim panen, waktu senggang,
atau meninabobokkan anak.

(Sumber: Purnomo, Wahyu & Subagyo, Fasih. 2010. Terampil Bermusik untuk SMP dan MTs. Jakarta: Pusat
Perbukuan, Kementrian Pendidikan Nasional. PT. Wangsa Jatra Lestari)

MUSIK DAERAH JAWA BARAT
KELAS VII (REG & BIL) & AKSELERASI 1
ANGKLUNG

Bambu, digoyang
Kerajaan Sunda Abad 12 16
Ritual penanaman padi (persembahan pada Dewi Sri/Nyai Sri Pohaci)
Angklung Kanekes, Angklung Dogdog Lojor, Angklung Gubrag (Fungsi: Ritual | Tangga Nada: Pentatonik
Sunda)
Angklung Buncis (Fungsi: Ritual & Hiburan | T.N: Pentatonik Sunda)
Angklung Badeng (Fungsi: Dakwah Islam | T.N: Pentatonik Sunda)
Angklung Padaeng (Fungsi: Hiburan | T.N: Diatonik Sunda)

CALUNG

Bambu, dipukul
Purwarupa (Prototype) Angklung
Tangga Nada Pentatonik Sunda
Calung Rantay & Calung Jinjing
Fungsi Ritual & Hiburan

KARINDING

Bambu, dipukul/diketuk, resonansi rongga mulut
Lebih tua dari karawitan
Fungsi:
Mengusir hama padi di sawah
Hiburan saat sendiri
Mengingatkan masyarakat akan adanya gerhana
matahari/bulan
Memikat hati wanita

CELEMPUNG

Bambu, dipukul
Pengiring tembang
Fungsi: Hiburan

TARAWANGSA

Kesenian musik Sunda
Alat musik gesek, 2 senar
Tangga Nada: Pentatonik Sunda
Dimainkan bersama Kecapi (Jentreng)
Fungsi Ritual, persembahan pada Nyai Sri Pohaci

PUPUH

Bentuk puisi nyanyian Sunda
Memiliki pola-pola tertentu dalam setiap lagunya
Fungsi menyampaikan pesan moral, dan hiburan
Terdapat 17 pupuh (Sekar Ageung & Sekar Alit):

Asmarandana, Balakbak, Dangdanggula, Durma, Gambuh, Gurisa, Jurudemung, Kinanti, Lambang, Magatru,
Maskumambang, Mijil, Pangkur, Pucung, Sinom, Wirangrong, dan Ladrang.

KACAPI SULING (CIANJURAN)

Terdiri dari Kacapi & Suling
Tangga Nada Pentatonik Sunda
Sebagai pengiring tembang Cianjuran
Fungsi: Hiburan

TARLING (CIREBONAN)

Gitar & Suling
Dari Pantura (khususnya: Indramayu & Cirebon)
Kemudian lebih identik dengan musik Dangdut
Fungsi: Hiburan, disertai dengan drama pendek


(diambil dari berbagai sumber)