Anda di halaman 1dari 25

BAB II

ASPEK MEDIKOLEGAL PENGGUNAAN KORTIKOSTEROID PADA


JAMU DITINJAU DARI KEDOKTERAN
2.1. Obat Tradisional
2.1.1. Kbnaran ba!an
Tanaman obat di Indonesia terdiri dari beragam spesies yang kadang
kala sulit untuk dibedakan satu dengan yang lain. Kebenaran bahan
menentukan tercapai atau tidaknya efek terapi yang diinginkan. Sebagai
contoh lempuyang di pasaran ada beberapa macam yang agak sulit untuk
dibedakan satu dengan yang lain. Lempuyang emprit (Zingiber amaricans)
memiliki bentuk yang relative lebih kecil, berarna kuning dengan rasa
yang pahit. Lempuyang emprit ini berkhasiat sebagai penambah nafsu
makan. !enis yang kedua adalah lempuyang ga"ah (Zingiber zerumbet) yang
memiliki bentuk lebih besar dan berarna kuning, "enis ini pun berkhasiat
sebagai penambah nafsu makan. !enis yang ketiga adalah lempuyang angi
(Zingiber aromaticum) yang memiliki arna agak putih dan berbau harum.
Tidak seperti kedua "enis lempuyang sebelumnya, "enis ini memiliki khasiat
sebagai pelangsing (Sastroamid"o"o, #$%%)
&i 'elgia, ($ orang harus men"alani dialysis atau transplantasi gin"al
akibat mengkonsumsi pelangsing dari tanaman yang keliru ()*+, #$$,)
2.1.2. Kt"atan dosis
Tanaman obat, seperti halnya obat buatan pabrik memang tak bisa
dikonsumsi sembarangan. Tetap ada dosis yang harus dipatuhi, seperti
halnya resep dokter. 'uah mahkota dea, misalnya, hanya boleh
(
dikonsumsi dengan perbandingan % buah dalam , gelas air. Sedangkan daun
mindi baru berkhasiat "ika direbus sebanyak ( lembar dalam takaran air
tertentu (Suarni, #$%$)
*al ini menepis anggapan baha obat tradisional tak memiliki efek
samping. -nggapan bila obat tradisional aman dikonsumsi alaupun ge"ala
sakit sudah hilang adalah keliru. Sampai batas.batas tertentu, mungkin
benar. -kan tetapi bila sudah melampaui batas, "ustru membahayakan.
/ontohnya efek samping tanaman obat, dapat digambarkan dalam tanaman
dringo (Acorus calamus), yang biasa digunakan untuk mengobati stres.
Tumbuhan ini memiliki kandungan senyaa bioaktif asaron. Senyaa ini
punya struktur kimia mirip golongan amfetamin dan ekstasi. &alam dosis
rendah, dringo memang dapat memberikan efek relaksasi pada otot dan
menimbulkan efek sedatif (penenang) terhadap sistem saraf pusat, namun
"ika digunakan dalam dosis tinggi malah memberikan efek, yakni
meningkatkan aktivitas mental (psikoaktif). &ringo "uga merupakan
senyaa alami yang potensial sebagai pemicu timbulnya kanker, apalagi
"ika tanaman ini digunakan dalam aktu yang lama. &i samping itu, dringo
bisa menyebabkan penumpukan cairan di perut, mengakibatkan perubahan
aktivitas pada "antung dan hati, serta dapat menimbulkan efek berbahaya
pada usus. 'erdasarkan fakta ilmiah itu, Federal Drugs of Administration
(0&-) -merika Serikat telah melarang penggunaan dringo secara internal,
karena lebih banyak mendatangkan kerugian dari pada manfaat (Suarni,
#$%$)
1
Takaran yang tepat dalam penggunaan obat tradisional memang
belum banyak didukung oleh data hasil penelitian. 2eracikan secara
tradisional menggunakan takaran se"umput, segenggam atau pun seruas
yang sulit ditentukan ketepatannya. 2enggunaan takaran yang lebih pasti
dalam satuan gram dapat mengurangi kemungkinan ter"adinya efek yang
tidak diharapkan karena batas antara racun dan obat dalam bahan tradisional
amatlah tipis. &osis yang tepat membuat tanaman obat bisa men"adi obat,
sedangkan "ika berlebih bisa men"adi racun (Sukandar, #$%$)
2.1.#. Kt"atan $a%t& "n''&naan
Ketepatan aktu penggunaan obat tradisional sangat menentukan
tercapai atau tidaknya efek yang diharapkan, dan "ika tidak digunakan pada
aktu yang tepat, bisa menimbulkan efek yang berbahaya. /ontohnya
tanaman kunyit. Kunyit diketahui bermanfaat untuk mengurangi nyeri haid
dan sudah turun.temurun dikonsumsi dalam ramuan "amu kunir asam yang
sangat baik dikonsumsi saat datang bulan. -kan tetapi "ika diminum pada
aal masa kehamilan beresiko menyebabkan keguguran (Sastroamid"o"o S,
#$%%)
2.1.(. Kt"atan )ara "n''&naan
Satu tanaman obat dapat memiliki banyak 3at aktif yang berkhasiat
di dalamnya. 4asing.masing 3at berkhasiat kemungkinan membutuhkan
perlakuan yang berbeda dalam penggunaannya. Sebagai contoh adalah daun
Kecubung "ika dihisap seperti rokok bersifat bronkodilator dan digunakan
5
sebagai obat asma. Tetapi "ika diseduh dan diminum dapat menyebabkan
keracunan 6 mabuk (2atterson, #$$5)
2.1.*. Kt"atan tlaa! in+or,asi
2erkembangan teknologi informasi saat ini mendorong derasnya arus
informasi yang mudah untuk diakses. Informasi yang tidak didukung oleh
pengetahuan dasar yang memadai dan telaah atau ka"ian yang cukup
seringkali mendatangkan hal yang menyesatkan. Ketidaktahuan bisa
menyebabkan obat tradisional berbalik men"adi bahan membahayakan.
/ontohnya, informasi di media massa meyebutkan baha bi"i "arak (Ricinus
communis L) mengandung risin yang "ika dimodifikasi dapat digunakan
sebagai antikanker. 'i"i "arak sendiri bersifat toksik 6 racun sehingga "ika
bi"i "arak dikonsumsi secara langsung dapat menyebabkan keracunan dan
diare (-udi, #$%$)
/ontoh lainnya adalah tentang pare. 2are, yang sering digunakan
sebagai lalapan ternyata mengandung khasiat lebih bagi kesehatan. 2are
alias paria (4omordica charantia) kaya mineral nabati kalsium dan fosfor,
"uga karotenoid. 2are mengandung alpha.momorchorin, beta.momorchorin
dan 4-2,$ (momordica antiviral protein ,$) yang bermanfaat sebagai anti
*I7-I&S. -kan tetapi, bi"i pare "uga mengandung triterpenoid yang
mempunyai aktivitas anti spermato3oa, sehingga penggunaan bi"i pare
secara tradisional dengan maksud untuk mencegah -I&S dapat
mengakibatkan infertilitas pada pria. Konsumsi pare dalam "angka pan"ang,
baik dalam bentuk "us, lalap atau sayur, dapat mematikan sperma, memicu
%$
impotensi, merusak buah 3akar dan hormon pria, bahkan berpotensi
merusak liver. 'agi anita hamil, sebaiknya konsumsi pare dibatasi karena
percobaan pada tikus menun"ukkan pemberian "us pare menimbulkan
keguguran (8irini, #$%$)
2.1.-. Tan"a "n.ala!'&naan
Tanaman obat maupun obat tradisional relatif mudah untuk
didapatkan karena tidak memerlukan resep dokter. *al ini mendorong
ter"adinya penyalahgunaan manfaat dari tanaman obat maupun obat
tradisional tersebut. /ontoh 9
a. !amu peluntur untuk terlambat bulan sering disalahgunakan
untuk pengguguran kandungan. :esiko yang ter"adi adalah bayi
lahir cacat, ibu men"adi infertil, ter"adi infeksi bahkan kematian.
b. 4enghisap kecubung sebagai psikotropika.
c. 2enambahan bahan kimia obat
2.1./. Kt"atan ",ili!an obat &nt&% indi%asi trtnt&
&alam satu "enis tanaman dapat ditemukan beberapa 3at aktif yang
berkhasiat dalam terapi. :asio antara keberhasilan terapi dan efek samping
yang timbul harus men"adi pertimbangan dalam pemilihan "enis tanaman
obat yang akan digunakan dalam terapi. /ontoh, daun Tapak dara
mengandung alkaloid yang bermanfaat untuk pengobatan diabetes. -kan
tetapi daun Tapak dara "uga mengandung vincristin dan vinblastin yang
dapat menyebabkan penurunan leukosit (sel.sel darah putih) hingga ; ,$<.,
akibatnya penderita men"adi rentan terhadap penyakit infeksi. 2adahal
%%
pengobatan diabetes membutuhkan aktu yang lama sehingga daun Tapak
dara tidak tepat digunakan sebagai antidiabetes melainkan lebih tepat
digunakan untuk pengobatan leukemia ()u, #$$5)
2.2. Korti%ostroid
2.2.1. D+inisi
Kortikosteroid adalah suatu kelompok hormon steroid yang
dihasilkan di bagian korteks kelen"ar adrenal sebagai tanggapan atas hormon
adrenokortikotropik (-/T*) yang dilepaskan oleh kelen"ar hipofisis, atau
atas angiotensin II. *ormon ini berperan pada banyak sistem fisiologis pada
tubuh, misalnya tanggapan terhadap stres, tanggapan sistem kekebalan
tubuh, dan pengaturan inflamasi, metabolisme karbohidrat, pemecahan
protein, kadar elektrolit darah, serta tingkah laku. Kortikosteroid dibagi
men"adi # kelompok berdasarkan atas aktivitas biologis yang menon"ol
darinya, yakni9
%. 8lukokortikoid (contohnya kortisol) yang berperan mengendalikan
metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein, "uga bersifat anti inflamasi
dengan cara menghambat pelepasan fosfolipid, serta dapat pula
menurunkan kiner"a eosinofil.
#. 4ineralokortikoid (contohnya aldosteron), yang berfungsi mengatur
kadar elektrolit dan air, dengan cara penahanan garam di gin"al
("oseph, #$%%)
%#
8ambar %. ikatan kimia Corticosterone
()ikipedia.org)
2.2.2. 0ar,a%o%inti%
Kortisol dan analog sintetiknya pada pemberian oral diabsorpsi
cukup baik. =ntuk mencapai kadar tinggi dengan cepat dalam cairan tubuh,
ester kortisol dan derivat sintetiknya diberikan secara I7. =ntuk
mendapatkan efek yang lama kortisol dan ester diberikan secara I4.
2erubahan struktur kimia sangat mempengaruhi kecepatan absorpsi, mula
ker"a dan lama ker"a karena "uga mempengaruhi afinitas terhadap reseptor,
dan ikatan protein. 2ada ke"adian normal, 5$< kortisol terikat pada dua
"enis protein plasma yaitu globulin pengikat kortikosteroid dan albumin.
-finitas globulin tinggi tetapi kapasitas ikatnya rendah, sebaliknya afinitas
albumin rendah tetapi kapasitas ikatnya relatif tinggi, dapat mempengaruhi
kecepatan absorpsi. Karena itu pada kadar rendah atau normal, sebagian
besar kortikosteroid terikat globulin. 'ila kadar kortikosteroid meningkat
"umlah hormon yang terikat albumin dan bebas "uga meningkat, sedangkan
yang terikat globulin sedikit mengalami perubahan. Kortikosteroid
%,
berkompetisi sesamanya untuk berikatan dengan globulin pengikat
kortikosteroid. Kortisol mempunyai afinitas tinggi sedangkan metabolit
yang terkon"ugasi dengan asam glukuronad dan aldosteron afinitasnya
rendah (4art>nek, #$%$)
8lukokortikoid dapat diabsorpsi melalui kulit, sakus kon"ungtiva dan
ruang sinovial. 2enggunaan "angka pan"ang atau pada daerah kulit yang luas
dapat menyebabkan efek sistemik, antara lain supresi korteks adrenal
(fukushima, #$%%)
'iotransformasi steroid ter"adi didalam dan diluar hati. 4etabolitnya
merupakan senyaa inaktif atau berpotensi rendah. Semua kortikosteroid
yang aktif memiliki ikatan rangkap pada atom /
?,@
dan gugus keton pada
atom /
,
. :eduksi ikatan rangkap /
?,@
ter"adi di dalam hati dan "aringan
ekstrahepatik serta menghasilkan senyaa inaktif. 2erubahan gugus keton
men"adi gugus hidroksil hanya ter"adi di hati. Sebagian besar hasil reduksi
gugus keton pada atom /
,
melalui gugus hidroksinya secara en3imatik
bergabung denga asam sulfat atau asam glukuronad membentuk ester yang
mudah larut dan kemudian diekskresi. :eaksi ini terutama ter"adi di hepar
dan sebagian kecil di gin"al ("oseph, #$%%)
+ksidasi gugus %%. hidroksil yang reversible ter"adi secara cepat di
hepar dan secar lambat di "aringan ekstrahepetik. =ntuk aktifitas
biologiknya kortikosteroid dengan gugus keton pada atom /
%%
harus
direduksi men"adi senyaa %%.hidroksilA sedangkan reduksi gugus keton
%?
pada atom /
#$
hanya memberikan senyaa dengan aktifitas biologic yang
lemah. Kortikosteroid dengan gugus hidroksil pada atom /
%(
akan dioksidasi
men"adi %(.ketosteroid yang tidak mempunyai aktifitas kortikosteroid tetapi
bersifat androgenik. -danya sekresi %(.ketosteroid dalam urin dapat dipakai
sebagai ukuran aktifitas hormone kortikosteroid dalam tubuh (4art>nek,
#$%$)
Setelah penyuntikan I7, steroid sebagian besar di ekskresi dalam
urin dalam aktu (# "am, sedangkan di feses dan empedu hamper tidak ada.
&iperkirakan paling sedikit ($< kortisol yang di ekskresi mengalami
metabolism di hepar. 4asa paruh eliminasi kortisol sekitsr %,@ "am. -danya
ikatan rangkap dan atom /%.# atau subtitusi atom flour memperlambat
proses metabolism dan karenanya dapat memperpan"ang masa paruh
eliminasi ("oseph, #$%%)
2.2.#. 0ar,a%odina,i%
2ada aktu memasuki "aringan, glukokortikoid berdifusi atau
ditranspor menembus sel membran dan terikat pada kompleks reseptor
sitoplasmik glukokortikoid heat.shock protein kompleks. *eat shock protein
dilepaskan dan kemudian kompleks hormon reseptor ditranspor ke dalam
inti, dimana akan berinteraksi dengan respon unsur respon glukokortikoid
pada berbagai gen dan protein pengatur yang lain dan merangsang atau
menghambat ekspresinya. 2ada keadaan tanpa adanya hormon, protein
reseptor dihambat dari ikatannya dengan &B-. !adi hormon ini tidak
menghambat ker"a reseptor pada &B-. 2erbedaan ker"a glukokortikoid pada
%@
berbagai "aringan dianggap dipengaruhi oleh protein spesifik "aringan lain
yang "uga harus terikat pada gen untuk menimbulkan ekspresi unsur respons
glukokortikoid utama. Selain itu, glukokortikoid mempunyai beberapa efek
penghambatan umpan balik yang ter"adi terlalu cepat untuk di"elaskan oleh
ekspresi gen. Cfek ini mungkin diperantarai oleh mekanisme nontranskripsi
(4art>nek, #$%$)
2.2.(. Pn''&naan Mdis
+bat kortikosteroid digunakan dalam berbagai kondisi, mulai dari
penyakit kulit sampai tumor otak. &eksametason dan turunannya
glukokortikoid hampir murni, sedangkan prednison dan turunannya
memiliki beberapa tindakan mineralokortikoid selain efek glukokortikoid.
0ludrocortisone (0lorinef) adalah mineralokortikoid sintetik. *idrokortison
(kortisol) yang tersedia untuk terapi penggantian, misalnya di insufisiensi
adrenal dan hiperplasia adrenal kongenital (-lderson, #$%#)
8lukokortikoid sintetis digunakan dalam pengobatan nyeri sendi
atau peradangan (arthritis), arteritis temporal, dermatitis, reaksi alergi, asma,
hepatitis, lupus eritematosus sistemik, penyakit radang usus (kolitis
ulserativa dan penyakit /rohn), sarcoidosis dan untuk penggantian
glukokortikoid di penyakit -ddison atau bentuk lain dari insufisiensi
adrenal. Kortikosteroid topikal "uga tersedia untuk pengobatan kulit, mata
(uveitis), paru.paru (asma), hidung (rhinitis), dan usus. Kortikosteroid "uga
digunakan untuk pendukung dalam mencegah mual, sering dalam kombinasi
dengan antagonis @.*T, (misalnya ondansetron) (*igashi, #$$5)
%D
Cfek khas yang tidak diinginkan dalam penggunaan glukokortikoid
yaitu /ushing sindrom. Sedangkan efek samping khas mineralokortikoid
adalah hipertensi (tekanan darah tinggi abnormal), hipokalemia (kadar
kalium yang rendah dalam darah), hipernatremia (kadar natrium yang tinggi
dalam darah) tanpa menyebabkan edema perifer, alkalosis metabolik dan
kelemahan "aringan ikat. 4ungkin ada "uga gangguan penyembuhan luka
dan pembentukan ulkus karena efek imunosupresif ()erner, #$$5)
'ukti klinis dan eksperimental menun"ukkan baha kortikosteroid
dapat menyebabkan kerusakan mata permanen dengan menginduksi
retinopati serosa sentral ("uga dikenal sebagai chorioretinopathy serosa
sentral). 'erbagai obat steroid, dari semprotan hidung anti.alergi
(B-S+BCE, 0lonase) untuk krim kulit topikal, untuk obat tetes mata
(TobradeF), untuk prednison telah terlibat dalam penyebab ter"adinya
retinopati serosa sentral (/arvalho, #$%$)
2.2.*. E+% Sa,"in'
2enggunaan kortikosteroid memiliki banyak efek samping, beberapa
di antaranya bisa berat. &iantaranya 9
Beuropsikiatrik9 psikosis steroid, kecemasan, dan depresi. &osis
terapi dapat menyebabkan perilaku yang tidak seharusnya (Geuforia
steroidG). Cfek neuropsikiatrik sebagian dimediasi oleh sensitisasi tubuh
akibat dari adrenalin ('en"amin #$%%)
Kardiovaskular9 Kortikosteroid dapat menyebabkan retensi natrium
melalui tindakan langsung pada gin"al, dengan cara yang analog dengan
%(
mineralokortikoid aldosteron. *al ini dapat mengakibatkan retensi cairan
dan hipertensi (Kenneth, #$%%)
4etabolik9 Kortikosteroid menyebabkan timbulnya lemak ke
bagian a"ah dan dada, sehingga men"adi Gmoon faceG dan Gpunuk
kerbauG. Karena pengalihan amino.asam men"adi glukosa, mereka
dianggap anti.anabolik, dan terapi "angka pan"ang dapat menyebabkan
pengecilan otot (2er.olof, #$%$)
Cndokrin9 &engan meningkatkan produksi glukosa dari pemecahan
asam amino dan menentang aksi dari insulin, kortikosteroid dapat
menyebabkan hiperglikemia, resistensi insulin dan diabetes mellitus.
Selain itu, dengan penghambatan aksi steroid seks, mereka dapat
menyebabkan disfungsi ereksi, hipogonadisme dan amenorea (Korte,
#$%%)
Skeletal9 steroid.induced osteoporosis mungkin efek samping dari
penggunaan kortikosteroid "angka pan"ang. Sementara kasus kolitis telah
dilaporkan, terapi kortikosteroid digunakan ketika kolitis yang memiliki
sifat auto.imun, misalnya ulcerative colitis dan penyakit /rohn (Kenneth,
#$%%)
8astro.intestinal9 Sementara bukti kortikosteroid menyebabkan
ulkus peptikum relatif sedikit, kecuali untuk dosis tinggi diambil selama
lebih dari sebulan, sebagian besar dokter pada tahun #$%$ masih percaya
hal ini ter"adi, dan akan mempertimbangkan langkah.langkah profilaksis
pelindung (4art>nek, #$%$)
%1
4ata9 2enggunaan kronis dapat men"adi katarak dan retinopati.
Kerentanan terhadap infeksi9 &engan menekan reaksi kekebalan tubuh
(yang merupakan salah satu alasan utama mereka untuk mereka gunakan
dalam alergi), steroid dapat menyebabkan infeksi, terutama candidiasis
(fukushima, #$%%)
Kehamilan9 Kortikosteroid memiliki efek teratogenik rendah tapi
signifikan, menyebabkan cacat lahir beberapa per %.$$$ anita hamil.
+leh karena itu Kortikosteroid merupakan kontraindikasi pada kehamilan
(Shephard, #$%#)
2.#. Pn''olon'an Obat
2.#.1. D+inisi
4enurut pengertian umum, +bat adalah bahan atau paduan bahan,
termasuk produk biologi yang digunakan untuk mempengaruhi atau
menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalamrangka penetapan
diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan
dan kontrasepsi, untuk manusia. (=ndang.=ndang Kesehatan Bo. ,D tahun
#$$5).
2.#.2. Pn''olon'an
2enggolongan obat itu dimaksudkan untuk peningkatan keamanan
dan ketepatan penggunaan serta pengamanan distribusi.
4enurut peraturan 4enteri Kesehatan :epublik Indonesia Bomor
5%(64enKes62C:6E6%55, yang kini telah di perbaiki dengan 2ermenkes
%5
:epublik Indonesia Bomor 5?564enKes62C:67I6#$$$ penggolongan obat
yang terdiri dari 9
%. +bat bebas
#. +bat bebas terbatas
,. +bat keras 9 . keras
. keras tertentu (+KT)
. obat a"ib apotek
?. +bat psikotropika
@. +bat Barkotika
2.#.2.1. Obat Bbas
+bat bebas adalah obat yang dapat di"ual bebas kepada
umum tanpa resep dokter, tidak termasuk daftar narkotika,
psikotropika, obat keras, obat bebas terbatas. 'erdasarkan Surat
Keputusan 4enteri Kesehatan :epublik Indonesia Bomor #,1$6SK6
7I6%51, tentang Tanda Khusus =ntuk +bat 'ebas dan Terbatas.
Tanda khusus untuk obat bebas yaitu bulatan berarna hi"au dengan
garis tepi arna hitam, seperti terlihat pada gambar berikut 9
/ontoh 9 Paracetamol
2enandaan obat bebas
#$
2.#.2.2. Obat Bbas Trbatas
+bat bebas terbatas adalah obat yang sebenarnya termasuk
obat keras tetapi masih dapat di"ual atau dibeli bebas tanpa resep
dokter, dan disertai dengan tanda peringatan. Tanda khusus pada
kemasan dan etiket obat bebas terbatas adalahH lingkaran biru
dengan garis tepi berarna hitam.
/ontoh 9 CTM
2enandaan obat bebas terbatas
+bat bebas dan bebas terbatas dipasarkan tanpa resep
dokter atau dikenal dengan nama OTC (Oer T!e Counter)
dimaksudkan untuk menangani penyakit.penyakit simptomatis
ringan yang banyak diderita masyarakat luas yang penanganannya
dapat dilakukan sendiri oleh penderita. 2raktik seperti ini dikenal
dengan nama self medication (penanganan sendiri).
2.#.2.#. Obat Kras
+bat keras atau obat daftar 8 menurut bahasa 'elanda I8J
singkatan dari I"eaarli#$J artinya berbahaya maksudnya obat
dalam golongan ini berbahaya "ika pemakaiannya tidak berdasarkan
resep dokter.
-dapun penandaannya diatur berdasarkan keputusan
4enteri Kesehatan :epublik Indonesia Bomor $#,5D6-6SK67III6
%51D tentang Tanda Khusus +bat Keras daftar 8 adalahI lingkaran
#%
bulat berarna merah dengan garis tepi berarna hitam dengan
huruf K yang menyentuh garis tepi.
2enandaan obat keras
2.#.2.#.1. Obat Kras Trtnt&
4enurut 2ermenkes Bomor %#?64enKes62C:6II6%55,
obat keras tertentu adalah 3at atau obat psikotropika baik alamiah
maupun sintetis yang dapat menimbulkan ketergantungan psikis dan
fisik serta dapat disalahgunakan. +bat keras tertentu meliputi bahan,
sediaan.sediaan dan campuran sediaan yang mengandung bahan.
bahan dan atau garamnya. 2abrik yang memproduksi atau 2edagang
'esar 0armasi (2'0) yang mendistribusikan obat keras tertentu
harus mendapat i3in khusus dari &irektorat !endral Kefarmasian.
/ontoh 9 Al%razolam, am&tri%tilin, diaze%am.
2.#.2.#.2. Obat 1a2ib A"ot%
+bat a"ib apotek adalah obat keras yang dapat
diserahkan oleh apoteker kepada pasien di apotik tanpa resep dokter.
4enurut Keputusan 4enteri Kesehatan :epublik
Indonesia Bomor ,?(64enKes6SK67III6%55$ yang telah
##
diperbaharui dengan 2eraturan 4enteri Kesehatan :epublik
Indonesia Bomor 5#?64enkes62er6E6 %55, dengan pertimbangan
sebagai berikut 9
%) 2ertimbangan utama untuk obat a"ib apotek ini
sama dengan pertimbangan obat yang diserahkan
tanpa resep dokter, yaitu meningkatkan kemampuan
masyarakat dalam menolong dirinya sendiri guna
mengatasi masalah kesehatan, dengan meningkatkan
pengobatan sendiri secara tepat, aman dan rasional.
#) 2ertimbangan yang kedua untuk meningkatkan
peran apoteker di apotek dalam pelayanan
komunikasi, informasi dan edukasi serta pelayanan
obat kepada masyarakat.
,) 2ertimbangan ketiga untuk peningkatan penyediaan
obat yang dibutuhkan untuk pengobatan sendiri.
/ontoh 9 Ranitidin, clindam&sin, de'samet!ason.
2.#.2.(. Obat Psi%otro"i%a
+bat psikotropika adalah 3at atau obat yang dapat
menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf pusat
dan menimbulkan kelainan perilaku, disertai dengan timbulnya
halusinasi, gangguan cara berpikir,
#,
perubahan alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan
serta mempunyai efek stimulasi (merangsang) bagi para
pemakainya.
/ontoh 9 8olongan met!&lene dio'& met!am%!etamine
(4&4-) seperti (cstass&, sabu)sabu.
2.#.2.*. Obat Nar%oti%a
+bat narkotika adalah 3at atau obat yang berasal dari
tanaman atau bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis
yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran,
hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan
dapat menimbulkan ketergantungan. 2enandaan narkotika
berdasarkan peraturan yang terdapat dalam +rdonansi +bat 'ius
yaitu G2alang 4edali 4erahI. (4uchid -, dkk, #$$D)
2enandaan +bat Barkotika
2.(. Pn''&naan %orti%ostroid "ada 2a,&
-lasan mengapa produsen "amu menggunakan Kortikosteroid dalam
sediaan "amu berkaitan dengan efek yang ditimbulkan, contohnya untuk
menggemukan badan. 'anyaknya masyarakat dengan berat badan yang kurang
(kurus) sangat menginginkan berat badan men"adi lebih berisi karena kurang
percaya dalam kesehariannya menyebabkan keinginan untuk menggemukan badan
#?
secara cepat, sehingga berbagai macam cara ditempuh agar dapat men"adi gemuk.
Salah satunya yang banyak digunakan oleh masyarakat adalah dengan meminum
"amu penambah nafsu makan dan penggemuk badan. Tidak "arang produsen "amu
yang menambahkan kortikosteroid pada "amu yang mereka produksi agar
konsumen yang meminum "amu yang mereka produksi dapat men"adi gemuk.
-kan tetapi penggemukan yang ter"adi akibat dari penggunaan kortikosteroid
bukanlah sesuatu yang normal. Karena konsumen men"adi gemuk, namun hanya
berisi cairan yang dikenal dengan istilah moonface. Selain itu Kortikosteroid
digunakan "uga pada "amu asam urat. !elas "ika mengkonsumsi "amu ini dapat
menghilangkan rasa nyeri pada asam urat. Karena salah satu efek dari
kortikosteroid adalah antiinflamasi (Kompas, #$$@)
2.*. As"% ,di%ol'al "n''&naan %orti%ostroid "ada 2a,&
4enurut =ndang.=ndang :epublik Indonesia nomor ,D tahun #$$5 9
2asal %
(?) Sediaan farmasi adalah obat, bahan obat, obat tradisional,
dan kosmetika.
(1) +bat adalah bahan atau paduan bahan, termasuk produk biologi
yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem
fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan
diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan
kesehatan dan kontrasepsi, untuk manusia.
#@
(5) +bat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa
bahan tumbuhan, bahan hean, bahan mineral, sediaan sarian
(galeni$), atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun
temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat
diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.
(%D) 2elayanan kesehatan tradisional adalah pengobatan dan6atau
peraatan dengan cara dan obat yang mengacu pada
pengalaman dan keterampilan turun temurun secara empiris
yang dapat dipertanggung"aabkan dan diterapkan sesuai
dengan norma yang berlaku di masyarakat.
2asal @5
(%) 'erdasarkan cara pengobatannya, pelayanan kesehatan
tradisional terbagi men"adi9
a. pelayanan kesehatan tradisional yang menggunakan
keterampilan, dan
b. pelayanan kesehatan tradisional yang menggunakan
ramuan.
(#) 2elayanan kesehatan tradisional sebagaimana dimaksud pada
ayat (%) dibina dan diaasi oleh 2emerintah agar dapat
dipertanggung"aabkan manfaat dan keamanannya serta tidak
bertentangan dengan norma agama.
#D
(,) Ketentuan lebih lan"ut mengenai tata cara dan "enis pelayanan
kesehatan tradisional sebagaimana dimaksud pada ayat (%)
diatur dengan 2eraturan 2emerintah
2asal 51
(%) Sediaan farmasi dan alat kesehatan harus aman,
berkhasiat6bermanfaat, bermutu, dan ter"angkau.
(#) Setiap orang yang tidak memiliki keahlian dan
keenangan dilarang mengadakan, menyimpan, mengolah,
mempromosikan, dan mengedarkan obat dan bahan yang
berkhasiat obat.
(,) Ketentuan mengenai pengadaan, penyimpanan, pengolahan,
promosi, pengedaran sediaan farmasi dan alat kesehatan harus
memenuhi standar mutu pelayanan farmasi yang ditetapkan
dengan 2eraturan 2emerintah.
2asal 55
(%) Sumber sediaan farmasi yang berasal dari alam semesta dan
sudah terbukti berkhasiat dan aman digunakan dalam
pencegahan, pengobatan, dan6atau peraatan, serta
pemeliharaan kesehatan tetap harus di"aga kelestariannya.
(#) 4asyarakat diberi kesempatan yang seluas.luasnya untuk
mengolah, memproduksi, mengedarkan mengembangkan,
meningkatkan, dan menggunakan sediaan farmasi yang dapat
dipertanggung"aabkan manfaat dan keamanannya.
#(
(,) 2emerintah men"amin pengembangan dan pemeliharaan sediaan
farmasi.
2asal %$$
(%) Sumber obat tradisional yang sudah terbukti berkhasiat dan
aman digunakan dalam pencegahan, pengobatan, peraatan,
dan6atau pemeliharaan kesehatan tetap di"aga kelestariannya.
(#) 2emerintah men"amin pengembangan dan pemeliharaan bahan
baku obat tradisional .
2asal %$%
(%) 4asyarakat diberi kesempatan yang seluas.luasnya untuk
mengolah, memproduksi, mengedarkan, mengembangkan,
meningkatkan, dan menggunakan obat tradisional yang dapat
dipertanggung"aabkan manfaat dan keamanannya.
(#) Ketentuan mengenai mengolah, memproduksi, mengedarkan,
mengembangkan, meningkatkan, dan menggunakan obat
tradisional diatur dengan 2eraturan 2emerintah.
2asal %$?
(%) 2engamanan sediaan farmasi dan alat kesehatan diselenggarakan
untuk melindungi masyarakat dari bahaya yang disebabkan oleh
penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan yang tidak
memenuhi persyaratan mutu dan6atau keamanan dan6atau
khasiat6kemanfaatan.
#1
(#) 2enggunaan obat dan obat tradisional harus dilakukan secara
rasional.
2asal %$@
(#) Sediaan farmasi yang berupa obat tradisional dan kosmetika
serta alat kesehatan harus memenuhi standar dan6atau
persyaratan yang ditentukan.
2asal %$D
(%) Sediaan farmasi dan alat kesehatan hanya dapat diedarkan
setelah mendapat i3in edar.
(#) 2enandaan dan informasi sediaan farmasi dan alat kesehatan
harus memenuhi persyaratan ob"ektivitas dan kelengkapan serta
tidak menyesatkan.
(,) 2emerintah berenang mencabut i3in edar dan memerintahkan
penarikan dari peredaran sediaan farmasi dan alat kesehatan
yang telah memperoleh i3in edar, yang kemudian terbukti tidak
memenuhi persyaratan mutu dan6atau keamanan dan6atau
kemanfaatan, dapat disita dan dimusnahkan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang.undangan.
2asal %$1
(%) 2raktik kefarmasiaan yang meliputi pembuatan termasuk
pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan,
penyimpanan dan pendistribusian obat, pelayanan obat atas
resep dokter, pelayanan informasi obat serta pengembangan
#5
obat, bahan obat dan obat tradisional harus dilakukan oleh
tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan keenangan
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang.undangan.
(#) Ketentuan mengenai pelaksanaan praktik kefarmasian
sebagaimana dimaksud pada ayat (%) ditetapkan dengan
2eraturan 2emerintah.
2asal %5D
Setiap orang yang dengan senga"a memproduksi atau mengedarkan
sediaan farmasi dan6atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar
dan6atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan, dan mutu
sebagaimana dimaksud dalam 2asal 51 ayat (#) dan ayat (,) dipidana
dengan pidana pen"ara paling lama %$ (sepuluh) tahun dan denda
paling banyak :p%.$$$.$$$.$$$,$$ (satu miliar rupiah).
2asal %5(
Setiap orang yang dengan senga"a memproduksi atau mengedarkan
sediaan farmasi dan6atau alat kesehatan yang tidak memiliki i3in edar
sebagaimana dimaksud dalam 2asal %$D ayat (%) dipidana dengan
pidana pen"ara paling lama %@ (lima belas) tahun dan denda paling
banyak :p%.@$$.$$$.$$$,$$ (satu miliar lima ratus "uta rupiah).
2asal %51
Setiap orang yang tidak memiliki keahlian dan keenangan untuk
melakukan praktik kefarmasian sebagaimana dimaksud dalam 2asal
,$
%$1 dipidana dengan pidana denda paling banyak :p%$$.$$$.$$$,$$
(seratus "uta rupiah).
,%