Anda di halaman 1dari 12

GOLONGAN OBAT ANTI ASMA

Golongan Efikasi Ketersediaan Safety Cost


Agonis 2 meningkatkan bersihan mukosilier yang akan
sangat membantu pengeluaran dahak pasien.
Mencegah bronkospasme yang diinduksi
latihan fisik serta menyebabkan berkurangnya
pelepasan mediator dari sel mast.
ESO: Bronchitis, epistaksis, peningkatan nafsu makan,
sakit perut, kram otot.
KI: Gangguan jantung, reaksi alergi terhadap obat ini.
Keamamanan masih belum diketahui pada anak
dibawah usia 12 tahun

Xantin Pencegahan asma bronkial dan bronkospasme
yang berkaitan dengan bronchitis kronik dan
emfisema
ESO: Mual, muntah, diare sakit kepala.
KI: Alergi terhadap obat ini, peptic ulser. Perlu
perhatian khusus untuk penggunaan pada orangtua,
bayi, pecandu alcohol

Antikolinergik Sebagai bronkodilator yang berhubungan
dengan PPOK, bronchitis kronik dan emfisema
KI: Hipersensitif thd agen ESO: Sakit punggung, sakit
dada, mulut kering, gangguan pada saluran
pencernaan. Keamanan dan efikasi aerosol pada anak
<12 tahun belum diketahui,antikolinergik

Kromolin
sodium dan
Nedokromil
In: Asma dan pencegahan bronkospasme KI: Gangguan ginjal dan hati. ESO: Batuk, iritasi
faringeal dan laryngeal, kering pada tenggorokan.
Efikasi pada anak <2 tahun belum diketahui

Kortikosteroid In: Terapi pemeliharaan dan yang profilaksis
asma
KI: Hipersensitif, infeksi jamur sistemik. ESO: Iritasi
tenggorokan, suara kering, ruam. Keamanan flutikason
dan beklometason pada anak<12 tahun belum
diketahui

Antagonis
reseptor
leukotrien
In: Asma kronik pada dewasa dan anak>5
tahun
KI: Hipersensitif thd komponen sediaan. ESO: Sakit
kepala, mual, infeksi. Keamanan dan efektivitas anak
kurang dari 5 tahun belum diketahui



PILIHAN OBAT BRONKODILATOR
Nama Obat Effikasi Ketersediaan Safety Cost
Salbutamol/
albuterol
Memiliki efek relaksasi otot polos pada
traktus respiratorius. Aksi cepat yang
digunakan untuk pencegahan atau
pengobatan serangan akut asma, serta
memiliki efek bronkodilatasi maksimal dalam
15-30 menit dan bertahan 3-4 jam
Harus berhati-hati dalam penggunaan: hipertiroid,
penyakit kardiovaskuler dan arritmia
Penggunaan pada ibu hamil dan menyusui juga
harus diperhatikan
ESO: Tremor pada otot, Rasa lemas , Ketegangan
saraf, sakit kepala, tegang otot dan palpitasi
tachycardia, arrhythmias, vasodilatasi perifer,
myocardial ischaemia, dan gangguan tidur,
Paradoxical bronchospasm, urticaria, angioedema,
dan hypotension, Hipercapnea dan hypokalemia.
- Generik :
tab 2 mg, lag
100/1000 tab. tablet
4 mg (sebagai sulfat),
botol 100/1000 tab.
larutan ih 0,5 % , 10
ml
ih/aerosol 100
mcg/dosis (sebagai
sulfat), tabung
200/400 dosis
inj 50 mcg/ml
(sebagai sulfat),
kotak 100 amp @ 1
ml
larutan respirator
untuk nebulizer2,5
mg/2,5ml NaCl,kotak
4x5 nebules

Fenoterol idem idem idem -
Prokaterol idem idem idem -ataroc tab
25mcg@Rp1300,00;
tab 5mcg
@Rp1.500,00 ; sirup
5mcg/ml 60mL @Rp
28.000,00
Terbutalin Memiliki efek relaksasi otot polos pada
traktus respiratorius. Aksi cepat yang
digunakan untuk pencegahan atau
pengobatan serangan akut asma. Untuk
alternative selain salbutamol. memiliki efek
bronkodilatasi maksimal dalam 15-30 menit
dan bertahan 3-4 jam
Harus berhati-hati dalam penggunaan: hipertiroid,
penyakit kardiovaskuler dan arritmia
Penggunaan pada ibu hamil dan menyusui juga
harus diperhatikan
ESO: Tremor pada otot, Rasa lemas, Ketegangan
saraf, sakit kepala, tegang otot dan palpitasi
tachycardia, arrhythmias, vasodilatasi perifer,
myocardial ischaemia, dan gangguan tidur,
Paradoxical bronchospasm, urticaria, angioedema,
dan hypotension, Hipercapnea dan hypokalemia

-
Methylxanthine Memiliki efek stimulasi pada CNS, potent
bronkodilator, cardiostimulan, vasorelaxant,
diuretic
KI: Pada pasien yang gangguan ritme jantung
ESO: tachycardia, palpitation, nausea dan gangguan
GI, headache, CNS stimulation, insomnia,
arrhythmias, dan convulsi khususnya jika diberikan
secara cepat melelui injeksi IV
-
Theophylline Obstruksi saluran napas yang reversible,
astma akut yang berat
KI: Pada pasien yang gangguan ritme jantung
ESO: Tachycardia, palpitation, nausea dan gangguan
GI, headache, CNS stimulation, insomnia,
arrhythmias, dan convulsi khususnya jika diberikan
secara cepat melelui injeksi IV



PILIHAN OBAT KORTIKOSTEROID
Obat Efikasi Ketersediaan Safety cost
Beklometason
dipropionat
Sebagai profilaksis asma, terutama jika tidak
teratasi sepenuhnya oleh bronkodilator atau
kromoglikat
ESO: suara sserak dan kandidiasis di mulut atau di
tenggorokan, pada kasus yang jarang dapat
menyebabkan ruam. Dapat menyebabkan
bronkospasme paradoksikal (apabila terjadi segera
hentikan obat, namun bila gejala ringan berikan
inhalasi stimulant beta 2 adrenoreseptor.

Budesonid Sebagai profilaksis asma, terutama jika tidak
teratasi sepenuhnya oleh bronkodilator atau
kromoglikat
ESO: suara sserak dan kandidiasis di mulut atau di
tenggorokan, pada kasus yang jarang dapat
menyebabkan ruam.

Flutikason
propionate
Sebagai profilaksis asma serta pengobatan
pada asma eksaserbasi akut.
KI: hipersensitif terhadap obat maupun komponen
obat.
ESO: suara serak, kandidiasiss mulut dan
tenggorokan, reaksi hipersensitivitas pada kulit, pada
kasus yang jarang, dapat ditemukan edema pada
wajah dan orofaring, mungkin dapat menyebabkan
supresi adrenal, menurunkan densitas tulang,
katarak dan glaucoma.
Obat ini berinteraksi dengan CYP3A4 yang akan
menghambat dengan kuat metabolism ketokonazol,
ritonavir

Dexamethason Tidak menyebabkan retensi natrium, memiliki
efek antiinflamasi yang kuat. Durasi kerja lama
dengan waktu paruh 36-72 jam. Indikasi=
supresi inflamasi dan gangguan alergi, Cushing
disease, hyperplasia adrenal kongenotal,
edema serebral et causa kehamilan, batuk +
sesak napas, rheumatoid arteritis, dan
penyakit mata.
Terdapat dalam bentuk
elixir (0,5 mg), tablet,
parenteral (4 mg/ml), dan
sediaan topikal kulit
(0,01-0,1 %) dan topikal
mata (0,1%). Jugb 4 mg
dan parenteral 40 mg/ml.
terdapat dalam bentuk
asetat dan na-asetat
ESO: hiperglikemia, insufisiensi adrenal akut,
penurunan kepekaan terhadap infeksi, iritasi
perineal.
Hati-hati penggunaan pada anak dan remaja karena
akan menyebabkan gangguan pertumbuhan, lansia
karena membutuhkan pengawasan ketat, penderita
hipertensi, infark miokardium, gagal jantung
kongestif, gangguan ginjal, dan riwayat diabetes
mellitus, serta ibu hamil dan menyusui

Prednisolon Memiliki efek retensi natrium yang minimal
dan efek antiinflamasi sedang. Memiliki durasi
kerja intermediate dengan waktu paruh 12-36
jam. Indikasi: menekan reaksi radang dan
reaksi alergi
Tersedia dalam bentuk
tab 5 mg. dalam bentuk
6-metil= tab 4 mg, dan
parenteral suspense
20,40,80 mg/ml. dalam
bentuk na fosfat=
parenteral 4-24 mg/ml,
ESO: hiperglikemia, insufisiensi adrenal akut,
penurunan kepekaan terhadap infeksi,
Hati-hati penggunaan pada anak dan remaja karena
akan menyebabkan gangguan pertumbuhan, lansia
karena membutuhkan pengawasan ketat, penderita
hipertensi, infark miokardium, gagal jantung
kongestif, gangguan ginjal, dan riwayat diabetes

topikal kulit 0,1% dan
topikal mata 0,05 dan
0,1%
mellitus, serta ibu hamil dan menyusui
Metilprednisolon Merupakan turunan dari prednisolon yang
memiliki efek samping lebih minimal. Memiliki
efek retensi natrium dan efek antiinflamasi
yang sedang. Memiliki durasi kerja
intermediate dengan waktu paruh 12-36 jam.
Indikasi: supresi inflamasi dan gangguan
alergi, edema serebral et causa keganasan,
rheumatoid arteritis
Tersedia dalam bentuk
tab, dan injeksi IM dan IV.
ESO: hiperglikemia, insufisiensi adrenal akut,
penurunan kepekaan terhadap infeksi,
Hati-hati penggunaan pada anak dan remaja karena
akan menyebabkan gangguan pertumbuhan, lansia
karena membutuhkan pengawasan ketat, penderita
hipertensi, infark miokardium, gagal jantung
kongestif, gangguan ginjal, dan riwayat diabetes
mellitus, serta ibu hamil dan menyusui



GOLONGAN OBAT ANTIPIRETIK
Golongan
obat
Effikasi Ketersediaan Safety cost
NSAID
s
menghambat enzim siklooksigenase sehingga
konfersi asam arakidonat menjadi PGG2
terganggu. Setiap obat menghambat enzim
COX dengan kekuatan dan selektivitas yang
berbeda terhadap isoform COX 1 dan COX 2.
Bersifat antipiretik, analgetik, dan
antiinflamasi. Dan terdapat perbedaan
aktivitas dianatara obat-obat tersebut.
Indikasi: Digunakan sebagai terapi awal untuk
mengurangi nyeri dan pembengkakan
ES: menginduksi ulser lambung atau usus yang
kadang-kadang disertai dengan anemia akibat
kehilangan darah, namun efek ini minimal pada
NSAID
s
-COX2selektif, gangguan fungsi platelet,
perpanjangan masa hamil atau persalinan
spontan, perubahan fungsi ginjal.
KI: Tergantung masing-masing obat pada NSAID
s

hipersensitivitas terhadap asetosal & NSAIDs
lainnya, termasuk penderita asma, angioedema,
urtikaria, atau rinitis yang dipicu oleh asetosal dan
NSAIDs. Sebaiknya tidak diberikan pada penderita
tukak lambung aktif.
Hati-hati pada penderita usia lanjut, kehamilan,
menyusui, dan gangguan koagulasi.


Kortikosteroid Mempengaruhi kecepatan sintesis protein.
Pada hepar merangsang transkripsi dan
sintesisi protein spesifik. Pada sel limfoid dan
fibroblast merangsang sintesis protein yang
sifatnya menghambat atau toksik terhadap
sel-sel limfoid. Menghambat proliferasi sel
limfosit T, imunitas seluler, dan ekspresi gen
yang menyandi berbagai sitokin (interleukin
dan TNF). Kortikosteroid memiliki efek anti
inflamsi non-spesifik dan anti adhesi. Indikasi:
Insufisiensi adrenal, perbaikan fungsi paru
pada fetus, atritis, karditis reumatik, penyakit
ginjal kolagen, asma, alergi, penyakit mata,
kulit, hepar, keganasan, gangguan
hematologic, syok, edema serebral, trauma
sumsum tulang belakang. Meredakan gejala
dan memperlambat kerusakan sendi



ES:Pada dosis tinggi terdapat gejala chusing, atrofia
atau kelemahan otot, osteoporosis, mengurangi
kecepatan pertumbuhan, atrofia kulit, bersifat
diabetogen, imunosupresi, antimitotis. Jika
penggunaan yang lama dan dihentikan secara tiba-
tiba maka timbul insufisiensi adrenal akut dengan
gejala demam, mialgia, atralgia, dan malaise.
hiperglikemia, glukosuria, mudah menderita infeksi
seperti tuberculosis, perforasi pada tukak peptic,
osteoporosis, psikosis, cushing sindrom,
hiperkoagulabilitas darah, hipertensi. gangguan
mental, euforia, dan miopati.
Kontraindikasi:Kontrindikasi relative: DM, tukak
peptic, infeksi berat, hipertensi dan gangguan fungsi
kardiovaskular yang lain


Opiat Endorfin bekerja dengan jalan menduduki
reseptor reseptor nyeri di SSP, hingga


ES: Supresi SSP dan stimulasi langsung dari CTZ
sehingga memicu mual muntah. Dosis tinggi

perasaan nyeri dapat diblokir Menduduki
reseptor yang belum diduduki opioid.
Indikasi: Nyeri hebat pasca bedah, nyeri hebat
akibat kanker

menurunkan aktivitas mental dan motoris. Motilitas
berkurang (obstipasi), konstraksi kandung empedu
(kolik batu empedu). Pada system sirkulasi
menyebabkan vasodilatasi, hipertensi, dan
bradycardia. Sering timbul adiksi dan bila terapi
dihentikan dapat terjadi gejala abstinensia. KI :
Orang dengan kelainan KV, penyakit asma, kelainan
system saraf pusat, konstipasi, depresi, alergi



PILIHAN OBAT NSAID
Obat Efikasi Ketersediaan Safety cost
Aspirin Menghambat lebih kuat COX 1 dari pada COX
2. Digunakan sebagai analgesic, antipiretik
dan antiinflamasi. Efek kuat sebagai
antipiretik. Menyebabkan hiperventilasi
dengan cara meningkatkan konsumsi oksigen.
Pada dosis kecil dapat menurunkan eksresi
asam urat. Pada pemberian oral, absorpsi
cepat di usus, serta pada sediaan topikal.
Obat ini mudah menembus sawar darah otak.
Eksresi utam melalui ginjal.
Pada dosis toksik dapat menyebabkan demam dan
hiperhidrosis. Dapat menyebabkan perpanjangan
masa pendarahan.dapat menyebabkan iritasi
saluran cerna. KI: pada pasien dengan kerusakan
hati berat, hipoproteinemia, def vit K, dan
hemophilia.

Parasetamol Menghambat isoenzim COX 3, yang
merupakan varian COX 1 yang ada di otak.
Memiliki efek antipiretik kuat. Memiliki efek
iritasi lambung lemah. Diabsorpsi cepat dan
sempurna dari saluran cerna. Memiliki onset
jam dengan waktu paruh 1-3 jam. Eksresi
utama melalui ginjal.
Tersedia dalam bentuk
obat tunggal tab 500 mg,
forte 650 mg, atau sirup
120/5 ml. serta tersedia
dalam bentuk kombinasi.
Reaksi alergi jarang terjadi, dapt berupa urtikaria
atau eritema, gejala lebih berat berupa demam dan
lesi mukosa. Dosis terlalu tinggi dalam
menyebabkan nekrosos hati, dengan gejala awal
mual, muntah, dan anoreksia.

Asam
mefenamat
Merupakan penghambat COX nonselektif
dengan efek analgesic lebih kuat
dibandingkan dengan efek antiinflamasi dan
tidak memiliki efek anti piretik.
- - -
Diklofenak Merupakan penghambat COX 2 preferential.
Absorpsi aluran cerna cepat dan sempurna.
Terikat protein plasma, dan mengalami efek
metabolism litas pertama 40-50%. Waktu
paruh 1-3 jam. Terakumulasi dalam cairan
synovial,
ESO: mual, gastritis, eritema kulit, dan sakit kepala.
Tidak dianjurkan pemakaian pada ibu hamil.

Ibuprofen Merupakan penghambat COX nonspesifik,
dengan efek analgesic dengan daya
antiinflamasi tidak terlalu kuat. Absoprsi
cepat melalui lambung, dengan onset 1-2
jam. 90 % terikat protein plasma dengan
waktu paruh 2 jam. Eksresi utama melalui
urine.
- - -


GOLONGAN OBAT ALERGI
Golongan obat

Efficacy Safety Ketersediaan Cost
K
AH-1
Indikasi : sebagai pengobatan simptomatik
berbagai alergi (alergi tipe eksudatif akut dan
urtikaria akut), mencegah atau mengobati
mabuk perjalanan.
AH-1 menghambat efek histamine pada
pembuluh darah, bronkus, dan berbagai
macam otot polos seperti : menghambat
peningkatan kapiler, edema akibat histamine,
dan pada otot polos dapat mencegah
bronkokonstriksi.
Obat pada golongan AH-1 seringkali menjadi
obat pertama untuk mencegah dan
mengobati gejala reaksi alergi. Pada rinitis
alergi dan urtikaria obat ini merupakan
pilihan yang sangat efektif.
AH-1 mudah direabsorbsi sesudah pemberian
oral, puncak konsentrasinya dalam darah
terjadi setelah 1-2 jam. Obat pada golongan
ini mudah didistribusikan ke seluruh tubuh,
dan obat generasi pertama dengan cepat
masuk ke susunan saraf pusat.

ES : sedasi, vertigo, tinnitus, lelah, penat,
inkoordinasi, penglihatan kaur, diplopia,
euphoria, gelisah, insomnia, tremor, nafsu
makan berkurang, mual-muntah, keluhan
pada epigastrium, konstipasi atau diare,
palpitasi, hipotensi, disuria, dapat
menimbulkan alergi pada pemberian oral,
dapat terjadi dermatitis alergi pada
pemberian lokal.

Toksisitas :
Dosis 20-30 tablet sudah bersifat letal pada
anak.
Efek sentral AH-1 merupakan efek yang
berbahaya, pada anak biasa terjadi eksitasi,
ataksia, inkoordinasi, atetosis, kejang,
gejala juga dapat timbul demam dan koma.


NSAID Menghambat enzim siklooksigenase sehingga
konversi asam arakidonat menjadi PGG
2

terganggu. Setiap obat menghambat
siklooksigenase dengan kekuatan dan
selektivitas yang berbeda.
Efek samping :Iritasi saluran GI, Ulserasi,
Perdarahan lambung. KI: pasien dengan
riwayat gastritis tidak dianjurkan menerima
obat ini, atau menerima antasida bila
minum NSAID.

Kortikosteroid Kortikosteroid bekerja dengan
mempengaruhi kecepatan sintesis protein.
Kortikosteroid dapat mempengaruhi banyak
sistem, terutama efek anti-inflamasinya.
ES: akibat pengobatan jangka panjang:
perdarahan atau perforasi pada pasien
tukak peptic, osteoporosis.
KI: Kontraindikasi relative yaitu tukak

Obat ini menghambat fenomena inflamasi
dini yaitu edema, deposit fibrin, dilatasi
kapiler, migrasi leukosit ke tempat radang
dan aktivitas fagositosis. Selain itu juga dapat
menghambat manifestasi inflamasi yang
telah lanjut yaitu proliferasi kapiler dan
fibroblast, penumpukan kolagen dan
pembentukan sikatrik.
Hanya digunakan jika kolkisin dan NSAID
tidak efektif atau kontraidikasi pemakaian
obat tersebut.
peptic/duodenum serta infeksi berat.
Adrenergik Sebagian obat adregenik bekerja secara
langsung pada reseptor adregenik di
membran sel efektor.
Kerja obat adregenik dapat dikelompokkan
dalam 7 jenis :
1. Perangsangan organ perifer
2. Penghambatan organ perifer
3. Perangsangan jantung
4. Perangsangan SSP
5. Efek metabolik
6. Efek endokrin
7. Efek presinaptik
Penggunaan utama adrenergic (epinefrin)
adalah mengatasi dengan cepat reaksi
hipersensitifitas, termasuk anafilaksis,
terhadap obat dan allergen lainnya. Selain itu
juga bekerja cepat dan segera sebagai
vasokonstriktor dan bronkodilator sehingga
dapat menyelamatkan nyawa yang terancam.

ES : Gelisah, nyeri kepala berdenyut,
tremor, dan palpitasi. Gejala dapat
berkurang dengan istirahat, dapat juga
menyebabkan aritmia ventrikel.
KI : Aritmia ventrikel,
fibrilasi ventrikel, angina
pectoris.



PILIHAN OBAT GOLONGAN ANTIHISTAMIN GENERASI 1
Obat Golongan Anti
Histamain I
Generasi I
Eficacy Ketersediaan Safety Cost
Doksepin Menyakat efek histamine dengan cara
antagonism kompetitif yag reversible pada
reseptor H1. Obat ini didistribusi secara luas
dalam tubuh. Indikasi: Pasien depresi, Pasien
pruritus, seperti dermatitis atopikal

Terdapat dalam sediaan
topikal.
Efek Samping: Menimbulkan kantuk,
Disorientasi, Kebingungan
Kontraindikasi:Pasien yang peka terhadap
doksepin, Pasien yang mendapat pengobatan
dengan preparat yang mengandung alcohol,
obat-obat penekan saraf pusat, Anak dibawah
umur 12 tahun

Difenhidramin Menyakat efek histamine dengan cara
antagonism kompetitif yag reversible pada
reseptor H1. Obat ini didistribusi secara luas
dalam tubuh. Indikasi:
Antihistamin, antiemetic, antispasmodic,
parkinsonisme, reaksi ekstrapiramidal karena
obat

Efek Samping: Efek antimuskarinik, Kuat
menimbulkan sedasi, Somnolens, Efek
gastrointestinal minimal Kontraindikasi: Bayi
baru lahir atau premature, Ibu menyusui

Pirilamin Menyakat efek histamine dengan cara
antagonism kompetitif yag reversible pada
reseptor H1. Obat ini didistribusi secara luas
dalam tubuh.
Indikasi:Reaksi hipersinsitivitas, pruritus
Kontraindikasi:Penderita dengan pengalaman
hipersensitif pada pirilamin
Efek Samping:Somnolens, Efek Gastrointestinal
umum terjadi

Klorfeniramin
maleat
Menyakat efek histamine dengan cara
antagonism kompetitif yang reversible pada
reseptor H1. Obat ini didistribusi secara luas
dalam tubuh. Indikasi:
Manifestasi alergi di kulit atau pada urtikaria
dan angioedema



Efek Samping: Efek sedasi, Sering melibatkan
stimulasi SSP Kontraindikasi: Serangan asma
akut dan bayi premature

Hidroksizin Menyakat efek histamine dengan cara
antagonism kompetitif yag reversible pada
reseptor H1. Obat ini didistribusi secara luas
dalam tubuh. Merupakan senyawa yang
dipakai secara luas untuk alergi kulit. Aktivitas
Efek Samping:
Efek sedasi, gangguan mata dengan tekanan
intraokular meningkat

depresan-SSP yang kuat berperan dalam
menyebabkan efek antipruritik yang
menonjol. Indikasi:
Untuk reaksi alergi dengan pruritus, ruam dan
urtikaria kolinergik, dan untuk premedikasi
untuk anestesi umum

Prometazin Menyakat efek histamine dengan cara
antagonism kompetitif yag reversible pada
reseptor H1. Obat ini didistribusi secara luas
dalam tubuh.Efek antikolinergiknya kuat.
Mempunyai efek antiemetik
Indikasi:
Sebagai Antiallergic (alergirhinitis )

Efek Samping: Efek sedative menonjol
Kontraindikasi:
Penderita dengan pengalaman hipersensitif pada
prometazin

Siproheptadin Menyakat efek histamine dengan cara
antagonism kompetitif yag reversible pada
reseptor H1. Obat ini didistribusi secara luas
dalam tubuh. Indikasi:
Manifestasi alergi di kulit atau pada urtikaria
dan angioedema, Cold urticaria, Alergi rhinitis,
Vasomotor rhinitis




Efek Samping:
Menyebabkan kantuk Kontraindikasi:
Penderita yang hipersensitif terhadap
Siproheptadin, Bayi baru lahir atau prematur,
Wanita menyusui, Tukak lambung stenosis.