Anda di halaman 1dari 2

BALIKPAPAN - Pemkot Balikpapan mendukung rencana eksplorasi (penelitian) gas coal

bed methane(CBM) di areal Kutai Basin Kalimantan Timur termasuk Kota Balikpapan oleh
Vico. Rencana Eksplorasi ini akan dimulai pada Oktober 2012 mendatang.

"Tadi pagi (copy morning) Vico baru saja menjelaskan soal kandungan CBM. Jadi nanti kita
tinggal tunggu proses dan tentu perizinan. Jadi rencananya Oktober ini sudah dieksplorasi
(mulai penelitian)," kata Walikota Balikpapan Rizal Effendy usai melakukan pertemuan
dengan Vico, Senin (18/6/2012).

CBM bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi baru untuk mengurangi ketergantungan
terhadap BBM bersubsidi, termasuk untuk energy rumah tangga, listrik dengan tetap
mengedepankan unsure menjaga lingkungan.

"CBM itu untuk mengganti BBM, dan kita tidak menambang batu baranya. Jadi hanya
mengambil gasnya saja. Memang sih ada dampak lingkungannya, tapi masih dalam tahap
wajar. Jadi nanti diliat parameternya kalau di bawah batas normal berarti tidak masalah,
Kecuali nanti pada saat pengeboran mungkin nanti ada yang di-land clearing," katanya.

Kepala Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Balikpapan Suryanto menegaskan, tidak
akan berpengaruh terhadap lingkungan. Karena tidak akan merubah struktur tanah.
Termasuk tidak ada pengupasan lahan yang berlebihan. Karena yang diambil hanya gas,
tanpa menyentuh batu baranya.

"Yang diambil gasnya, batu baranya tidak disentuh sedikit pun. Jadi tidak diapa-apain.
Karena gas itu kan sifatnya menguap, jadi kita menangkap gasnya. Tadi penjelasannya
(Vico) seperti itu. Tidak ada dampak lingkungannya sama sekali bahkan berbagai dampai
lingkungan bisa dieliminir," ujar Suryanto.

Dijelaskannya, dari lima titik yang mengandung gas CBM, hanya tiga titik yang akan
dijadikan sample untuk dilakukan eksplorasi yakni di kelurahan Tritip dan Kelurahan
Manggar.

"Produksinya belum tahu karena masih harus melakukan penelitian dahulu, itu kan nanti di
eksplorasi selama sekitar tiga tahun. Nanti kalau gasnya keluar baru bisa diukur
potensinya," jelasnya.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Pemerintah Provinsi Kaltim sudah
menyatakan dukungannya, untuk dikembangkan gas CBM di Kalimantan Timur.

"Kalau kita lihat Vico ditunjuk Menteri ESDM, memang pak gubernur Kaltim saat sambutan
MP3I mendukung untuk Kaltim ini dikembangkan CBM," tuturnya.

Ia menambahkan, di Indonesia juga sudah ada daerah yang telah melakukan eksplorasi
yang dilakukan pihak Pertamina. "Tapi saya lupa di mana daerahnya tapi juga masih
penelitian juga. Di Indonesia belum ada yang sudah dieksplorasi. Kalau yang sudah sudah
ada itu di Amerika dan sudah berkembang. Soal investasinya kita tidak tahu, karena
internal Vico," katanya.

Wilayah Kutai Basin sendiri sebagian besar merupakan wilayah Kutai Kartanegara dan
hanya sebagian kecil berada di wilayah Balikpapan bagian timur. Beberapa wilayah
potensial CBM di Kalimantan rata-rata terletak di sepanjang timur Pulau Kalimantan seperti
Barito Basin, Pasir dan Asem Asem Basin, Berau Basin dan Tarakan Utara Basin.

Sedangkan DPRD Kota Balikpapan secara tegas menolak dilakukan eksplorasi gas
coalbed methane (CBM) Kecamatan Balikpapan Timur atau wilayah Timur Kalimantan
Timur.
"Oh tidak boleh, lihat dulu rencana tata ruang wilayah (RTRW) Balikpapan. Jangan seenak
saja, di RTRW nya tidak ada tambang apapun termasuk gas. Jadi lihat saja itu. Nanti kita
tanyakan ke Menteri ESDM dan Menteri Lingkungan Hidup, apakah Balikpapan layak di
tambang," kata ABS usai rapat paripurna.

Selain itu, kata ABS, yang terpenting harus dilihat juga apakah masyarakat Balikpapan
mendukung. Karena selama ini Balikpapan kosisten menolak ada penambangan, meski
didaerah lain di Kalimantan Timur dilakukan penambangan.

"Jadi sudah tentu kami sangat menolak apapun dalam bentuk penambangan. Karena kami
selaku DPRD tetap komitmen Balikpapan menjadi wilayah yang tidak mengijinkan ada
penambangan, Rakyat nanti yang akan menjadi pengadilan terakhirnya jika memaksa,"
tegasnya.(ade)