Anda di halaman 1dari 27

Page 1

AFASIA
Page 2
AFASIA
Gangguan kemampuan berbahasa
seseorang yang disebabkan oleh
kerusakan otak akibat suatu stroke
(gangguan peredaran darah di otak) atau
cedera kepala ( yang menyebabkan
cedera otak)
Page 3
Gangguan berbicara
Gangguan berbahasa
Gangguan komunikasi
Page 4
Gangguan berbicara
Gangguan berbicara (speech disorders)
berkaitan dengan aksi neuromuskular
yang dibutuhkan untuk fonasi, respirasi,
artikulasi, resonansi, lafal.
Page 5
Termasuk dalam gangguan ini adalah :
Gangguan artikulasi
Gangguan suara
Gangguan fluensi (kelancaran)
Gangguan berbicara
Page 6
Gangguan berbicara
Gangguan artikulasi disebut juga Disartria
yaitu: problema motorik wicara yang
disebabkan oleh suatu kerusakan pada
susunan saraf pusat atau perifer sehingga
pasien kehilangan kontrol terhadap otot-
otot wicaranya sebagai akibat paralisis,
paresis atau inkoordinasi.
Page 7
Gangguan berbicara
Gangguan suara terdiri dari:
Gangguan fonasi disebut juga Disfonia
disebabkan oleh masalah di pita suara dan
laring.
Gangguan resonansi disebabkan oleh
kelainan diberbagai ruang di kepala yang
berkaitan dengan resonansi oral.
Page 8
Gangguan berbicara
Gangguan fluensi (disfluensi) :
Gagap (stutering) : dicirikan oleh adanya
repetisi atau pengulangan serta perpanjangan
(prolongation) dari buny wicara dan silabel.

Klatering (cluttering) : wicara yang luar biasa
cepatnya disertai oleh penghilangan dan
distorsi pada silabel (Boone, 1987)
Page 9
Gangguan berbahasa
(language disorders)=Afasia
Ciri-ciri Afasia:
Disebabkan oleh kelainan otak
Merupakan ggn semua modalitas bahasa
Merupakan ggn pengunaan dan pengenalan
simbol
Kehilangan kemampuan membuat formulasi,
menyatakan dan membuat kata-kata ujaran.
Page 10
Gangguan berbahasa
(language disorders)=Afasia
Ciri-ciri Afasia (lanjutan) :
Gangguan membaca dan ,menulis
Bukan ggn mekanisme neuromuskular wicara
Bukan gangguan fungsi intelek.

Disebabkan oleh lesi di hemisfer otak sisi kiri
disebut juga gangguan komunikasi linguistik.
Page 11
Gangguan komunikasi
gangguan komunikasi pragmatik

Lebih menekankan pada kesukaran
menggunakan bahasa menurut situasi dan
kondisi letak lesinya

Dikaitkan dengan hemisfer otak sisi kanan
Page 12
Jenis Afasia
Afasia dengan kemampuan pengulangan yang abnormal
Afasia Broca
Afasia wernicke
Afasia konduksi
Afasia Global

Afasia dengan kemampuan pengulangan yang utuh
Afasia transkortikal campuran
Afasia transkortikal sensorik
Afasia anomik

Afasia modalitas tunggal bahasa
Afemia
Tuli kata murni
Aleksia tanpa agrafia

Afasia subskortikal


Page 13
Pemeriksaan afasia
Penentuan tipe sindrom afasia perlu
menilai Kemampuan modalitas bahasa
(Kirshner and Freemon, 1982)
Bicara spontan
Pengertian auditif
Pengulangan
Penamaan
Membaca
Menulis
Page 14
Bicara spontan
Apakah curah verbal fluen atau nonfluen

Evaluasi klinis bicara spontan dari Watson (1975) :

Anterior/Nonfluen
(afasia Broca)
Posterior/Fluen
(afasia Wernicke)
Kecepatan
bicara
Menurun Normal /meningkat
Upaya
Menurun Normal
Tekanan bicara
menurun Meningkat (kdg logorea)
Prosodi
diprosodi Normal
Isi
Substantif (mengunakan
kata benda dan aksi)
Gramatikal (menggunakan kata dan
kalimat pengisi, sirkumlokusi)
Panjang frasa
Pendek Panjang
Page 15
Pengertian auditif : kemampuan modalitas bahasa untuk
pengertian bahasa dilakukan dengan menunjukkan
banda yang disebutkan oleh pemeriksa.

Pengulangan : kemampuan untuk mengulangi kata atau
kalimat yang disebutkan pemeriksa, dimulai dari yang
sederhana dan makin lama makin kompleks.

Penamaan : kesulitan memberikan atau menyebutkan
nama benda, orang atau aksi yang ditunjukkan
kepadanya merupakan salah satu gejala yang banyak
dijumpai pada semua tipe sindrom afasia

Page 16
Membaca : kemampuan modalitas
membaca dinilai dari kemampuan
mengerti stimulus tulisan berupa simbol,
kata ejaan, kalimat dan paragraf

Menulis : kemampuan modalitas menulis
dilakukan dengan menilai mekanisme
tulisan, menulis serial alfabet, dikte huruf,
kata menulis kalimat dan tulisan narasi
dari sebuah gambar situasi.
Page 17
Derajat keparahan Afasia
Test Keping 36 (Ennio De Renzi, 1979):
merupakan test pengertian bahasa

Test Boston (Goodglass and Kpalan,
1972, 1983) : test untuk membedakan
secara kualitatif berbagai tipe afasia
(dengan menghubungkan pola
kemampuan berbahasa) dan
keparahannya.
Page 18
Area Bahasa
- Pada permukaan hemisfer dominan terdapat speech
area yang memantau fungsi bicara dan berbahasa,
mencakup baian paling bawah girus presental (area
Broca) dan girus postsentral, supramarginal dan angular,
girus parietal inferior dan bagian atas lobus temporal
(area Wernicke) (Espir and Rose, 1970).
- Area ini sudah didasarkan pada korban perang yang
mengalami gangguan berbahasa dan ditentukan lebih
eksak oleh penelitian Penfield dan Roberts (1979)
dengan pemetaan kortikal secara stimulasi listrik pada
korteks serebral.
- Area bahasa hemisfer kiri terletak di fisura sylvian.
Page 19
Klasifikasi Kirshner,
dimodifikasi dari Benson dan
Geschwind
Page 20
Bicara
Spontan
Pena
maa
n
Peng
ertian
Audit
orik
Peng
ulang
an
Memb
aca
Menuli
s
Broca Telegrafik
/ mutisme
neg pos neg pos Neg
Wernic
ke
Fluen
tetapi
dengan
kesalahan
neg neg neg neg Neg
Global Telegrafik
/ mutisme
neg neg neg neg neg
Page 21
Konduk
si
Fluen
tetapi
dengan
kesalaha
n
pos/ne
g
pos neg pos pos
Anomik Fluen
dengan
pencarian
kata
neg pos pos pos pos
Transk
ortikal
motorik
Serperti
Broca
pos/ne
g
pos pos pos pos
Page 22
Transko
rtikal
sensorik
Seperti
Wernicke
neg neg pos neg pos/n
eg
Sindrom
isolasi
Menurun/
absen
neg neg pos neg neg
Aleksia
dengan
agrafia
Hampir
normal
pos/n
eg
pos pos neg neg
Aleksia
tanpa
agrafia
Normal pos/n
eg
pos pos neg pos
Page 23
Pemeriksaan Afasia

Page 24
Sindrom Afasia Bronca
Ciri dasar:
Kesulitan dalam bertutur
Dijumpai kesulitan gramatika
Disertai oleh kelumpuhan separuh tubuh sisi kanan
Lokalisasi
Terletak di hemisfer kiri pada sebagian besar
orang yang cekat tangan kanan.
Di seluruh operkulum lobus frontal dan parietal,
insula, fisura Rolandik dan lobus temporal.
Page 25
Sindrom Infark Area Broca

Dibedakan dari sindrom afasia bronca karena
mempunyai gejala dan lokalisasi lesi yang
berlainan. Lokalisasi lesi lebih kecil, di daerah
operkulum frontal. Gejala umumnya terjadi akut,
tetapi mempunyai daya pemulihan yang cukup
baik zdalam waktu beberapa jam, hari atau
minggu. Gejala bervariasi seperti mutisme,
gangguan bicara ringan, disertai dispraksia
ideomotor, gangguan menulis dan pengertian.
Page 26
Afemia

Merupakan gangguan ekspresi bahasa dengan
kemampuan menulis yang masih baik dan
fungsi otot orofaring yang utuh. Mula-mula
menunjukkan mutisme yang membaik dan
berlanjut menjadi gangguan irama dan artikulasi
dengan kemampuan sintaksi dan kosa kata
yang utuh. Disebabkan oleh lesi jelas dan
diskret yang terletak pada sistim motorik.
Page 27
Sindrom Afasia Wernicke