Anda di halaman 1dari 15

CEREBRAL PALSY

(Paralisis Otak)
CEREBRAL PALSY
(Paralisis Otak)
Ialah kelainan motorik yang terdapat
pada bayi & anak-anak akibat
kerusakan pada jaringan otak.
Penyebab :
Prenatal :
Gangguan pertumbuhan
Infeksi intrauterine
Toxoplasmosis
Radiasi sinar X
Toxaemia gravidarum
Lilitan tali pusat
Umur ibu > 35 thn atau < 20 thn
Penyebab :
Natal
Partus lama
Anoksia/hipoxia
Prematur / postmatur
Perdarahan otak
Trauma
Lahir Sungsang

Penyebab :
Postnatal :
Trauma capitis
Infeksi otak
Icterus
Gangguan Vaskuler : emboli, arterial-
venous trombosis
Gambaran klinis:
Gangguan motorik kadang-kadang
disertai dengan :
Gangguan bicara
Kelainan tingkah laku
Gangguan pendengaran
Penglihatan terganggu
Retardasi mental
Secara klinis CP dibagi menjadi :

Type spastik
Type athetoid
Ataxia
Type Klinik

Ciri kelainan
Spastik Athetoid /
Dyskinetik
Ataxia
Motorik Utama Hipertonik postur
abnormal
Athetosis,
gerakan
involunter
atetoid
Gejala o.k ggn
serebellum
Gerakan Volunter Spastik, paralitik
type UMN
Melambat &
hilangnya ger.
Halus
Perubahan
Tonus
Hypertonus Gej. Chorea-
atetoid ini
menurut
fluktuasi waktu,
bila stres + sakit
tampak gejala
menghebat
Hypotonia
Type Klinik

Ciri kelainan
Spastik Athetoid /
Dyskinetik
Ataxia
Lain-lain Gerakan distonia
dpt bertambah
dgn
bertambahnya
usia. Hipertropi
otot leher dan
bahu
- Nistagmus
Ggn
keseimbangan
Intelegensi Tendensi < dr
atetoid
Sering baik
kadang tinggi
Rendah,
subnormal
Kejang Sering Jarang
Diagnosa :

EEG
Foto polos
Arteriografi
CT Scan
Penanganan :

Tujuan :
Mencegah kesukaran fungsional &
mencegah cacat yang dapat makin
menjelek.
Meningkatkan fungsi-fungsi motorik
/fungsi-fungsi lain semaksimal mungkin,
sehingga dapat ambulasi & mobile
semaksimal mungkin & menggunakan
tangan secara maksimal & berkomunikasi
verbal maupun non verbal.
Penanganan :

Tujuan : (lanjutan)

Mendapatkan pendidikan sebaik
mungkin
Memperbaiki penampilan penderita
Mendapatkan kehidupan fungsional
yang sebaik mungkin
Prognosa :
Macam & tingkat kecacatan penderita CP
sangat bervariasi & diperkirakan :
9 % penderita dalam keadaan cacat ringan,
sehingga tidak memerlukan pertolongan yang
khusus
64 % memerlukan pertolongan yang sifatnya
ambulatoir.
7 % memerlukan pertolongan medik yang lebih
intensif, sehingga perlu rawat tinggal.
20 % kecacatannya sangat berat, sehingga
memerlukan penanganan jangka panjang &
sebaiknya tinggal dalam rumah perawatan.