Anda di halaman 1dari 5

ADNEXITIS ( Infeksi pada Adneksa Rahim )

April 25, 2012


Adnexitis adalah infeksi / radang pada adneksa rahim. Adneksa adalah jaringan yang berada di
sekitar rahim. Ini termasuk tuba fallopi dan ovarium alias indung telur, tempat dimana sel telur
diproduksi. Istilah lain yang sering digunakan untuk menyebut adnexitis adalah PID (Pelvic
Inflammatory Disease), salpingitis parametritis atau salpingo-oophoritis.
Adnexitis merupakan penyakit yang akut, kronis, dan umum terjadi di masyarakat walaupun
sangat sedikit yang mengetahuinya. Penyakit ini kadang memunculkan gejala pada penderitanya
dan kadang pula tidak, sehingga banyak sekali wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya
menderita adnexitis. Adnexitis sering diasosiasikan dengan Penyakit Menular Seksual (PMS)
atau Sexually Transmitted Disease (STD), termasuk Chlamydia dan Gonorrhea.
Di Amerika Serikat sendiri, lebih dari satu juta wanita terinfeksi adnexitis setiap tahunnya, dan
penderita terbanyak adalah remaja. Kurang lebih sebanyak 50.000 wanita mengalami
kemandulan akibat penyakit ini.
Dari pengertian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa adnexitis hanya menyerang kaum
wanita, karena merekalah yang memiliki rahim, sedangkan pria tidak. Penyakit ini dapat
membawa dampak yang serius jika tidak segera ditangani, seperti kemandulan, kehamilan diluar
rahim, keluarnya nanah dari vagina, dan nyeri panggul kronis.
Etiologi
Peradangan pada adneksa rahim hamper 90 persen disebabkan oleh infeksi beberapa organisme,
biasanya adalah Neisseria gonorrhoeae dan Chlamydia trachomatis. Organisme ini naik ke
rahim, tuba fallopi, atau ovarium sebagai akibat dari hubungan seksual, melahirkan, masa nifas,
pemasangan IUD (alat KB), aborsi, kerokan, laparatomi dan perluasan radang dari alat yang
letaknya tidak jauh seperti appendiks
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko terkena adnexitis antara lain:

o Melakukan aktifitas seks tanpa menggunakan kondom
o Ganti-ganti pasangan seks
o Pasangan seksnya menderita infeksi Chlamidia ataupun gonorrhea (kencing
nanah)
o Sebelumnya sudah pernah terkena pelvic inflammatory disease
o Dengan demikian penyakit ini termasuk penyakit yang ditularkan melalui aktifitas
seksual. Meskipun tidak tertutup kemungkinan penderitanya terinfeksi lewat cara
lain.
Penyebab :
Patofisiologi dari penyakit Adnexitis adalah sebagai berikut :
Organisme Neisseria gonorrhoeae dan Chlamydia trachomatis naik ke rahim, tuba fallopi, atau
ovarium sebagai akibat dari hubungan seksual, melahirkan, masa nifas, pemasangan IUD (alat
KB), aborsi, kerokan, laparatomi dan perluasan radang dari alat yang letaknya tidak jauh seperti
appendiks. Sehingga menyebabkan infeksi atau radang pada adneksa rahim. Adneksa adalah
jaringan yang berada di sekitar rahim. Ini termasuk tuba fallopi dan ovarium alias indung telur,
tempat dimana sel telur diproduksi.

Penyebab Terjadi dan Gejalanya Adnexitis Akut Serta Kronis
Author: Dokter Ginekologi Update: 21-03-2014
Peradangan panggul pada wanita, umumnya adalah salpingitis. Karena tuba dan ovarium
berdekatan maka ketika peradangan saluran tuba terjadi, ovarium sering terlibat. Oleh karena itu,
radang adnexitis adalah oophoritis tuba.


Adnexitis kronis sangat umum, sering berubah dari akut, ada juga dengan gejala yang tidak jelas,
tetapi begitu ditemukan telah memasuki tahap peradangan kronis.
Etiologi adnexitis
1.Seks bebas, berhubungan seks terlalu dini, terlalu sering, atau saat haid; tidak memperhatikan
kesehatan, hal ini dapat menyebabkan adnexitis.
2.Kelalaian dalam aseptik dan steril tidak benar-benar dilaksanakan pada operasi kecil. Misalnya,
waktu implantasi cincin kontrasepsi, operasi cairan tuba, lipiodol kuretase. Maka bibit penyakit
akan masuk dari rongga rahim ke saluran tuba.
3.Setelah melahirkan atau aborsi. Karena daya tahan tubuh menurun dan perubahan lingkungan
vagina maka rentan terhadap infeksi virus sehingga memudahkan pertumbuhan bakteri dalam
darah. Patogen melalui saluran reproduksi menyebar ke saluran tuba, ovarium, rongga panggul
secara keseluruhan, dan menyebabkan peradangan.
4.Penyakit menular seksual, seperti gonorrhea karena terinfeksi Neisseria gonorrhoeae yang
dapat menyebar ke atas sepanjang mukosa vagina, menyebabkan peradangan pada saluran tuba
dan ovarium.
Peradangan organ yang berdekatan dengan panggul atau tuba, seperti radang usus buntu dan
kolitis. Kondisi ini dapat menyebar langsung ke tuba, ovarium, dan peritonitis panggul.
Peradangan umumnya terjadi pada sisi yang berdekatan dari saluran tuba dan ovarium. Dari
alasan di atas, setelah mengalami salpingitis akut maka sekresi inflamasi intraluminal sering
membanjiri fimbria tuba yang menyebar ke ovarium dan menyebabkan peradangan di sekitar
ovarium.
Setelah peradangan tuba yang sering mengakibatkan multiple adhesi pada mukosa dan serosal.
Hal ini membuat mulut tuba tertutup, rongga tuba terhalang, atau tersumbat. Karena peradangan
terjadi pada keduanya maka sering menyebabkan kemandulan.



BEBERAPA TINDAKAN UNTUK MENGATASI ADNEXITIS
Beberapa tindakan yang dilakukan untuk mengatasi adnexitis adalah;


1. Pengobatan
Pengobatan yang di lakukan setelah ada diagnosa, untuk memastikannya lewat USG. Bila memang
positif adnexitis, dokter akan memberikan antibiotik dosis tinggi.
2. Operasi
Operasi di lakukan dengan mengangkat indung telur yang terinfeksi, dengan harapan kuman tidak
menyebar dan tidak muncul sepsis. Pengangkatan indung telur bergantung kondisi pasien.masih ingin
hamil lagi atau tidak. Yang jelas dalam segala penyakit ini kita harus waspada, maka dari itulah biasakan
lakukan cek up kesehatan setiap 1 bulan sekali atau kalau bisa di lakukan setiap 2 minggu sekali juga
bagus. Jangan pernah remehkan segala Jenis Penyakit. karena yang namanya Penyakit itu tentu tidak
enak rasanya.


Tag Archives: Patofisiologi dari penyakit Adnexitis
Health News
ADNEXITIS ( Infeksi pada Adneksa Rahim )
April 25, 2012 0 Comments
Adnexitis adalah infeksi / radang pada adneksa rahim. Adneksa adalah jaringan yang berada di
sekitar rahim. Ini termasuk tuba fallopi dan ovarium alias indung telur, tempat dimana sel telur
diproduksi. Istilah lain yang sering digunakan untuk menyebut adnexitis adalah PID (Pelvic
Inflammatory Disease), salpingitis parametritis atau salpingo-oophoritis.
Adnexitis merupakan penyakit yang akut, kronis, dan umum terjadi di masyarakat walaupun
sangat sedikit yang mengetahuinya. Penyakit ini kadang memunculkan gejala pada penderitanya
dan kadang pula tidak, sehingga banyak sekali wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya
menderita adnexitis. Adnexitis sering diasosiasikan dengan Penyakit Menular Seksual (PMS)
atau Sexually Transmitted Disease (STD), termasuk Chlamydia dan Gonorrhea.
Di Amerika Serikat sendiri, lebih dari satu juta wanita terinfeksi adnexitis setiap tahunnya, dan
penderita terbanyak adalah remaja. Kurang lebih sebanyak 50.000 wanita mengalami
kemandulan akibat penyakit ini.
Dari pengertian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa adnexitis hanya menyerang kaum
wanita, karena merekalah yang memiliki rahim, sedangkan pria tidak. Penyakit ini dapat
membawa dampak yang serius jika tidak segera ditangani, seperti kemandulan, kehamilan diluar
rahim, keluarnya nanah dari vagina, dan nyeri panggul kronis.
Etiologi
Peradangan pada adneksa rahim hamper 90 persen disebabkan oleh infeksi beberapa organisme,
biasanya adalah Neisseria gonorrhoeae dan Chlamydia trachomatis. Organisme ini naik ke
rahim, tuba fallopi, atau ovarium sebagai akibat dari hubungan seksual, melahirkan, masa nifas,
pemasangan IUD (alat KB), aborsi, kerokan, laparatomi dan perluasan radang dari alat yang
letaknya tidak jauh seperti appendiks
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko terkena adnexitis antara lain:

o Melakukan aktifitas seks tanpa menggunakan kondom
o Ganti-ganti pasangan seks
o Pasangan seksnya menderita infeksi Chlamidia ataupun gonorrhea (kencing nanah)
o Sebelumnya sudah pernah terkena pelvic inflammatory disease
o Dengan demikian penyakit ini termasuk penyakit yang ditularkan melalui aktifitas
seksual. Meskipun tidak tertutup kemungkinan penderitanya terinfeksi lewat cara lain.
Penyebab :
Patofisiologi dari penyakit Adnexitis adalah sebagai berikut :
Organisme Neisseria gonorrhoeae dan Chlamydia trachomatis naik ke rahim, tuba fallopi, atau
ovarium sebagai akibat dari hubungan seksual, melahirkan, masa nifas, pemasangan IUD (alat
KB), aborsi, kerokan, laparatomi dan perluasan radang dari alat yang letaknya tidak jauh seperti
appendiks. Sehingga menyebabkan infeksi atau radang pada adneksa rahim. Adneksa adalah
jaringan yang berada di sekitar rahim. Ini termasuk tuba fallopi dan ovarium alias indung telur,
tempat dimana sel telur diproduksi.