Anda di halaman 1dari 26

PAJAK PENGHASILAN

A. Pengertian
Pajak penghasilan adalah pajak yang dibebankan pada penghasilan perorangan,
perusahaan atau badan hukum lainnya.
B. Subyek pajak penghasilan
Menurut Undang Undang no.36 tahun 2008 tentang pajak penghasilan, subyek pajak
penghasilan adalah sebagai berikut:
1. Subyek pajak pribadi yaitu orang pribadi yang bertempat tinggal di ndonesia, orang
pribadi yang berada di ndonesia lebih dari 183 !seratus delapan puluh tiga" hari
dalam jangka #aktu 12 !dua belas" bulan, atau orang pribadi yang dalam suatu tahun
pajak berada di ndonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di ndonesia.
2. Subyek pajak harta arisan belu! dibagi yaitu #arisan dari seseorang yang sudah
meninggal dan belum dibagi tetapi menghasilkan pendapatan, maka pendapatan itu
dikenakan pajak.
3. Subyek pajak badan badan yang didirikan atau bertempat kedudukan di ndonesia,
ke$uali unit tertentu dari badan pemerintah yang memenuhi kriteria:
".Bukan subyek pajak penghasilan
Undang Undang %o. 1& tahun 2000 menjelaskan tentang apa yang tidak termasuk obyek
pajak sebagai berikut :
1. 'adan per#akilan negara asing.
2. (ejabat per#akilan diplomatik dan konsulat atau pejabat ) pejabat lain dari negara
asing dan orang ) orang yang diperbantukan kepada mereka yang bekerja pada dan
bertempat tinggal bersama mereka dengan syarat bukan #arga negara indonesia dan
negara yang bersangkutan memberikan perlakuan timbal balik.
3. *rganisasi internasional yang ditetapkan oleh keputusan menteri keuangan dengan
syarat ndonesia ikut dalam organisasi tersebut dan organisasi tersebut tidak
melakukan kegiatan usaha di ndonesia. +ontoh: ,-*, ./*, U%+0..
1
1. (ejabat per#akilan organisasi internasional yang ditetapkan oleh keputusan menteri
keuangan dengan syarat bukan #arga negara indonesia dan tidak memperoleh
penghasilan dari ndonesia.
#.$byek Pajak Penghasilan
2ang menjadi *bjek (ajak adalah penghasilan yaitu setiap -ambahan 3emampuan
0konomis yang diterima atau diperoleh ,ajib (ajak, baik yang berasal dari ndonesia
maupun dari luar ndonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah
kekayaan ,ajib (ajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apapun.
Undang)undang (ajak (enghasilan ndonesia menganut prinsip pemajakan atas
penghasilan dalam pengertian yang luas, yaitu bah#a pajak dikenakan atas setiap tambahan
kemampuan ekonomis yang 4iterima atau 4iperoleh ,ajib (ajak dari manapun asalnya yang
dapat dipergunakan untuk konsumsi atau menambah kekayaan ,ajib (ajak tersebut.
(engertian penghasilan dalam Undang)undang ((h tidak memperhatikan adanya
penghasilan dari sumber tertentu, tetapi pada adanya tambahan kemampuan ekonomis.
-ambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh ,ajib (ajak merupakan
ukuran terbaik mengenai kemampuan ,ajib (ajak tersebut untuk ikut bersama)sama
memikul biaya yang diperlukan pemerintah untuk kegiatan rutin dan pembangunan.
4ilihat dari penggunaannya, penghasilan dapat dipakai untuk konsumsi dan dapat
pula ditabung untuk menambah kekayaan ,ajib (ajak.
3arena Undang)undang ((h menganut pengertian penghasilan yang luas maka semua
jenis penghasilan yang diterima atau diperoleh dalam suatu tahun pajak digabungkan untuk
mendapatkan dasar pengenaan pajak. 4engan demikian, apabila dalam satu -ahun (ajak
suatu usaha atau kegiatan menderita kerugian, maka kerugian tersebut dikompensasikan
dengan penghasilan lainnya !3ompensasi 5orisontal", ke$uali kerugian yang diderita di luar
negeri. %amun demikian, apabila suatu jenis penghasilan dikenakan pajak dengan tari6 yang
bersi6at 6inal atau dike$ualikan dari *bjek (ajak, maka penghasilan tersebut tidak boleh
digabungkan dengan penghasilan lain yang dikenakan tari6 umum.
2
E. %ndang&undang yang !engatur Pajak Penghasilan
Pajak Penghasilan !disingkat PPh" di ndonesia diatur pertama kali dengan Undang)Undang
%omor & -ahun 1783 dengan penjelasan pada 8embaran %egara 9epublik ndonesia -ahun
1783 %omor :0. ;elanjutnya berturut)turut peraturan ini diamandemen oleh :
1. Undang)Undang %omor & -ahun 1771,
2. Undang)Undang %omor 10 -ahun 1771, dan
3. Undang)Undang %omor 1& -ahun 2000.
1. Undang)Undang %omor 36 -ahun 2008.
.. 'ari( Pajak penghasilan atau PPh dibagi atas)
*. %ntuk +P ,rang pribadi
9p. 0 s.d. 9p 2: juta, tari6nya :<
9p. 2: juta s.d. 9p :0 juta, tari6nya 10<
9p. :0 juta s.d. 9p 100 juta, tari6nya 1:<
9p. 100 juta s.d. 9p 200 juta, tari6nya 2:<
9p. 200 juta ke atas, tari6nya 3:<
-. %ntuk +P berbentuk badan usaha
9p. 0 s.d. 9p :0 juta, tari6nya 10<
9p. :0 juta s.d. 9p 100 juta, tari6nya 1:<
9p. 100 juta ke atas, tari6nya 30<
-ari6 (ajak penghasilan atau ((h dibagi atas adalah tari6 progresi6. /rtinya setiap
lapisan (enghasilan 3ena (ajak dikenakan sesuai tari6nya, tidak diakumulasi terlebih
dahulu, baru dikenakan tari6. ;ebelum dikenakan tari6, (enghasilan 3ena (ajak
dibulatkan dulu sampai ribuan ke ba#ah.
$ontoh :
1. (enghasilan 3ena (ajak ,( orang pribadi = 9p 300.000.7:0
(enghasilan 3ena (ajak dibulatkan : 9p 300.000.000
((h nya adalah :
:< > 9p 2:.000.000 = 9p 1.2:0.000
10< > 9p 2:.000.000 = 9p 2.:00.000
1:< > 9p :0.000.000 = 9p &.:00.000
2:< > 9p 100.000.000 = 9p 2:.000.000
3:< > 9p 100.000.000 = 9p 3:.000.000
3
-otal = 9p &1.2:0.000.
2. (enghasilan 3ena (ajak ,( badan = 9p 300.000.7:0.
(enghasilan 3ena (ajak dibulatkan : 9p 300.000.000
((h nya adalah :
10< > 9p :0.000.000 = 9p :.000.000
1:< > 9p :0.000.000 = 9p &.:00.000
30< > 9p 200.000.000 = 9p 60.000.000
-otal = 9p &2.:00.000.
PAJAK PE.'A/BAHAN NILAI
A. Pengertian
(ajak (ertambahan %ilai !((%" adalah pajak yang dikenakan atas setiap pertambahan
nilai dari barang atau jasa dalam peredarannya dari produsen ke konsumen. ((% termasuk
jenis pajak tidak langsung, maksudnya pajak tersebut disetor oleh pihak lain !pedagang" yang
bukan penanggung pajak atau dengan kata lain, penanggung pajak !konsumen akhir" tidak
menyetorkan langsung pajak yang ia tanggung.
B. Barang tidak kena PPN
'arang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya,
meliputi:
1. Minyak mentah.
2. ?as bumi.
3. (anas bumi.
1. (asir dan kerikil.
:. 'atu bara sebelum diproses menjadi briket batu bara.
6. 'ijih timah, bijih besi, bijih emas, bijih tembaga, bijih nikel, bijih perak, dan bijih
bauksit.
'arang)barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat
". $bjek Pajak Perta!bahan Nilai
/pabila ditinjau dari jenis penyerahan yang menjadi objek ((%, maka terdapat 6 !enam" jenis
((%. 4ari keenam jenis ((%, 2 !dua" jenis di antaranya dibatasi dengan unsur untuk dapat
mengenakan ((%, yaitu ((% Barang dan PPN Jasa.

1
#. %nsur&unsur yang harus dipenuhi untuk dapat dikenakan PPN adalah)
1. adanya penyerahan@
2. yang diserahkan adalah 'arang 3ena (ajak !'3("@
3. yang menyerahkan adalah (engusaha 3ena (ajak !(3("@
1. penyerahannya harus di 4aerah (abean, yaitu daerah 9epublik ndonesia@
:. (3( yang menyerahkan harus dalam lingkungan perusahaan pekerjaannya terhadap
barang yang dihasilkan.
E. Penyerahan yang dikenakan PPN !eliputi)
1. penyerahan hak karena suatu perjanjian@
2. pengalihan barang karena suatu perjanjian se#a)beli dan perjanjian leasing@
3. penyerahan kepada pedagang perantara atau melalui juru lelang@
1. pemakaian sendiri dan pemberian $uma)$uma@
:. penyerahan likuidasi atas aktiAa yang tujuan semula tidak untuk diperjuabelikan, yang
masih tersisa pada saat pembubaran, sepanjang ((% se#aktu memperoleh aktiAa
dapat dikreditkan menurut perundang)undangan perpajakan yang bersangkutan@
6. penyerahan dari $abang ke $abang lainnya, atau dari pusat ke $abang atau sebaliknya@
&. penyerahan se$ara konsinyasi.
0. /ekanis!e pe!bayaran PPN
*. Pe!bayaran PPN dengan /enitipkan Ke Pihak Penjual
(embayaran ((% dengan $ara menitipkan uang pembayarannya kepada pihak penjual,
yaitu pihak yang menyerahkan 'arang 3ena (ajak atau Basa 3ena (ajak dan telah
berstatus sebagai (engusaha 3ena (ajak, dilakukan dalam hal terjadi konsumsi 'arang
3ena (ajak atau Basa 3ena (ajak oleh siapapun dari pihak penjual atau pihak yang
menyerahkan 'arang 3ena (ajak atau Basa 3ena (ajak tersebut. +ara seperti ini
merupakan $ara yang paling umum dilakukan dan dikenal dengan mekanisme umum.
4engan mekanisme ini, pihak penjual atau pihak yang menyerahkan 'arang 3ena (ajak
atau Basa 3ena (ajak tersebut akan mendapatkan aliran uang masuk !$ash in6lo#" berupa
(ajak (ertambahan %ilai !(ajak 3eluaran". (ajak 3eluaran yang telah diterima dan
merupakan $ash in6lo# tersebut, akan disetorkan atau tidak disetorkan ke negara,
tergantung kepada hasil pertandingan antara (ajak 3eluaran tersebut dengan (ajak
Masukan atau +ash *ut6lo#.
:
-. Pe!bayaran PPN Se1ara Langsung ke Negara
Mekanisme pembayaran (ajak (ertambahan %ilai dengan $ara membayarkan se$ara langsung
ke negara, dilakukan apabila:
a. 4alam hal (engusaha 3ena (ajak menyerahkan 'arang 3ena (ajak atau Basa 3ena (ajak
kepada nstansi (emerintah, dimana instansi pemerintah tidak menitipkan uang
pembayaran ((% kepada pihak penjual, melainkan langsung menyetorkannya ke negara@
b. 4alam hal terjadi impor 'arang 3ena (ajak, dimana pihak yang melakukan impor akan
membayar ((% se$ara langsung ke negara sebagai bagian dari persyaratan untuk
menebus 'arang 3ena (ajak yang diimpornya@
$. 4alam hal terjadi peman6aatan Basa 3ena (ajak dari luar daerah pabean, dimana pihak
yang meman6aatkan Basa 3ena (ajak akan menyetor sendiri ((% yang terutang dengan
menggunakan ;urat ;etoran (ajak yang ber6ungsi sebagai .aktur (ajak ;tandar@
d. 4alam hal terjadi peman6aatan 'arang 3ena (ajak tidak ber#ujud dari luar daerah
pabean, dimana pihak yang meman6aatkan 'arang 3ena (ajak tidak ber#ujud tersebut
akan menyetor sendiri ((% yang terutang dengan menggunakan ;urat ;etoran (ajak yang
ber6ungsi sebagai .aktur (ajak ;tandar@
e. 4alam hal terjadi kegiatan membangun bangunan yang dilakukan sendiri, apabila
persyaratan)persyaratannya dipenuhi@
6. 4alam hal terjadi penyerahan aktiAa yang menurut tujuan semula tidak untuk
diperjualbelikan, apabila persyaratan)persyaratannya dipenuhi@
g. 4alam hal ;(- Masa ((% berstatus kurang bayar yang disebabkan oleh jumlah (ajak
3eluaran yang lebih besar dibandingkan dengan jumlah (ajak Masukan, dimana batas
paling lambat untuk menyetorkan selisihnya !(ajak 3eluaran CD;) (ajak Masukan"
adalah pada tanggal 1: !lima belas" bulan berikutnya. -erdapat (engusaha 3ena (ajak
tertentu yang 4asar (engenaan (ajaknya menggunakan %ilai 8ain, artinya jumlah (ajak
Masukannya dianggap !deemed" selalu lebih ke$il dibandingkan dengan jumlah (ajak
3eluarannya, sehingga ;(- Masa ((%)nya selalu berstatus kurang bayar.
G. Karakteristik PPN
;ebagai pajak yang dikenakan terhadap kegiatan konsumsi, (ajak (ertambahan %ilai
!((%" memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut:
*. Pajak $byekti(
((% tergolong sebagai pajak yang obyekti6, karena penekanannya mula)mula kepada
obyeknya terlebih dahulu, baru kemudian kepada subyeknya. ;iapapun subyeknya
6
!masyarakat yang mampu maupun yang kurang mampu", akan dikenakan ((%, selama
mereka mengonsumsi 'arang 3ena (ajak atau Basa 3ena (ajak, di dalam daerah pabean.
0AK'%. PAJAK
.aktur pajak adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh pengusaha kena pajak
yang melakukan penyerahan barang kena pajak atau penyerahan jasakena pajak atau bukti
pungutan pajak karena impor barang kena pajak yang digunakan oleh 4irektorat jenderal
(ajak. 'agi pengusaha kena pajak !(3(" 6aktur pajak ini merupakan bukti dari pemenuhan
ke#ajiban perpajakannya. 'agi pembeli atau penerima jasa 6aktur pajak ini digunakan
sebagai sarana pengkreditan pajak masukan.
'ari( Pajak #an "ara /enghitung PPN2PPnB/
'erapa tari6 ((%E((n'M F
1. -ari6 ((% adalah 10< !sepuluh persen"
2. -ari6 ((n 'M adalah serendah)rendahnya 10< !sepuluh persen" dan setinggi)
tingginya :0< !lima puluh persen".
(erbedaan kelompok tari6 tersebut didasarkan pada pengelompokan 'arang 3ena (ajak
!'3(" yang tergolong me#ah yang atas penyerahanEimpor '3()nya dikenakan ((n 'M.
3. -ari6 ((%E ((n 'M atas ekspor '3( adalah 0< !nol persen".
/pa saja yang termasuk 4(( F
1. ((% yang pemungutannya dilakukan oleh:
a. 'endahara#an (emerintah, harus disetor selambat)lambatnya tanggal & bulan
tak#im berikutnya setelah Masa (ajak berakhir.
b. . (emungut ((% selain 'endahara#an (emerintah, harus disetor selambat)
lambatnya tanggal 1: bulan tak#im berikutnya setelah Masa (ajak berakhir.
$. . 4irektorat Benderal 'ea dan +ukai yang memungut ((%E ((n 'M atas
mpor, harus menyetor dalam jangka #aktu sehari setelah pemungutan pajak
dilakukan.
". Pengertian Pajak Bu!i dan Bangunan
(ajak 'umi dan 'angunan !(''" adalah (ajak %egara yang dikenakan terhadap bumi
danEatau bangunan berdasarkan Undang)undang nomor 12 -ahun 178: tentang (ajak 'umi
dan 'angunan sebagaimana telah diubah dengan Undang)Undang nomor 12 -ahun 1771.
&
('' adalah pajak yang bersi6at kebendaan dalam arti besarnya pajak terutang ditentukan oleh
keadaan objek yaitu bumiEtanah danEatau bangunan. 3eadaan subyek !siapa yang membayar"
tidak ikut menentukan besarnya pajak.
*bjek ('' adalah G'umi danEatau 'angunanG:
'umi : (ermukaan bumi !tanah dan perairan" dan tubuh bumi yang ada diba#ahnya.
+ontoh : sa#ah, ladang, kebun, tanah. pekarangan, tambang, dll.
'angunan : 3onstruksi teknik yang ditanamkan atau dilekatkan se$ara tetap pada tanah
danEatau perairan di #ilayah 9epublik ndonesia.
+ontoh : rumah tempat tinggal, bangunan tempat usaha, gedung bertingkat, pusat
perbelanjaan, jalan tol, kolam renang, anjungan minyak lepas pantai, dll
$bjek yang dike1ualikan adalah ,bjek yang )
1. 4igunakan semata)mata untuk melayani kepentingan umum dibidang ibadah, sosial,
pendidikan dan kebudayaan nasional yang tidak dimaksudkan memperoleh keuntungan,
seperti mesjid, gereja, rumah sakit pemerintah, sekolah, panti asuhan, $andi, dan lain)lain.
2. 4igunakan untuk kuburan, peninggalan purbakala.
3. Merupakan hutan lindung, suaka alam, hutan #isata, taman nasional, dan lain)lain.
1. 4imiliki oleh (er#akilan 4iplomatik berdasarkan aHas timbal balik dan *rganisasi
nternasional yang ditentukan oleh Menteri 3euangan.
;ubyek (ajak adalah orang pribadi atau badan yang se$ara nyata :
) mempunyai suatu hak atas bumi, dan atau@
) memperoleh man6aat atas bumi, dan atau@
) memiliki, menguasai atas bangunan, dan atau@
) memperoleh man6aat atas bangunan.
,ajib (ajak adalah ;ubyek (ajak yang dikenakan ke#ajiban membayar pajak
4asar (enghitungan ('' 4asar penghitungan ('' adalah %ilai Bual 3ena (ajak !%B3(".
Besarnya NJKP adalah sebagai berikut )
*bjek pajak perkebunan adalah 10<
*bjek pajak kehutanan adalah 10<
*bjek pajak pertambangan adalah 20<
*bjek pajak lainnya !pedesaan dan perkotaan":
8
) apabila %B*()nya I 9p1.000.000.000,00 adalah 10<
) apabila %B*()nya J 9p1.000.000.000,00 adalah 20<
'ari( PBB3
'esarnya tari6 ('' adalah 0,:<
.u!us Penghitungan PBB
9umus penghitungan ('' = -ari6 > %B3(
a. Bika %B3( = 10< > !%B*( ) %B*(-3(" maka besarnya (''
= 0,:< > 10< > !%B*()%B*(-3("
= 0,2< > !%B*()%B*(-3("
b. Bika %B3( = 20< > !%B*( ) %B*(-3(" maka besarnya (''
= 0,:< > 20< > !%B*()%B*(-3("
= 0,1< > !%B*()%B*(-3("
'e!pat Pe!bayaran PBB
,ajib (ajak yang telah menerima ;urat (emberitahuan (ajak -erutang !;((-", ;urat
3etetapan (ajak !;3(" dan ;urat -agihan (ajak !;-(" dari 3antor (elayanan ('' atau
disampaikan le#at (emerintah 4aerah harus melunasinya tepat #aktu pada tempat
pembayaran yang telah ditunjuk dalam ;((- yaitu 'ank (ersepsi atau 3antor (os dan ?iro.
Saat 4ang /enentukan Pajak 'erutang
;aat yang menentukan pajak terutang menurut (asal 8 ayat 2 UU ('' adalah keadaan *bjek
(ajak pada tanggal 1 Banuari. 4engan demikian segala mutasi atau perubahan atas *bjek
(ajak yang terjadi setelah tanggal 1 Banuari akan dikenakan pajak pada tahun berikutnya.
+ontoh : / menjual tanah kepada ' pada tanggal 2 Banuari 1776.
3e#ajiban ('' -ahun 1776 masih menjadi tanggung ja#ab /. ;ejak -ahun (ajak 177&
ke#ajiban ('' menjadi tanggung ja#ab '.
(ajak yang terjadi setelah tanggal 1 Banuari akan dikenakan pajak pada tahun berikutnya.
+ontoh : / menjual tanah kepada ' pada tanggal 2 Banuari 1776. 3e#ajiban ('' -ahun
1776 masih menjadi tanggung ja#ab /. ;ejak -ahun (ajak 177& ke#ajiban ('' menjadi
tanggung ja#ab '.
4. (engaturan ;urat -agihan (ajak 'umi dan 'angunan
;urat -agihan (ajak !;-(" adalah ;urat 3eputusan 3epala 3antor (elayanan (ajak 'umi dan
'angunan !3(.(''" untuk menagih pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar ditambah
7
denda administrasi sebesar 2 !dua" persen per bulan.
#asar Penerbitan S'P
a. ,ajib (ajak !,(" tidak melunasi pajak yang terutang sedangkan saat jatuh tempo
pembayaran ;urat (emberitahuan (ajak -erutang !;((-"E;urat 3etetapan (ajak !;3(" telah
le#at.K
b. ,( melunasi pajak yang terutang setelah le#at saat jatuh tempo pembayaran ;((-E;3(
tetapi denda administrasi tidak dilunasi.
"ara Penya!paian S'P )
) 3antor (elayanan (''E3antor (enyuluhan (ajak.
) 3antor (os dan ?iro.
) (emerintah 4aerah.K
Batas +aktu Pelunasan S'P )
;-( harus dilunasi selambat)lambatnya 1 !satu" bulan sejak tanggal ;-( diterima ,(.
Sanksi Ad!inistrasi
;anksi administrasi berupa denda sebesar 2< !dua persen" setiap bulan, untuk jangka #aktu
paling lama 21 !dua puluh empat" bulan dihitung dari saat jatuh tempo sampai dengan hari
pembayaran.K
0. (erkembangan dan 9uang 8ingkup (engaturan (ajak 'uni dan 'angunan
(erkembangan (ajak 'umi dan 'angunan di ndonesia sudah $ukup baik, karena dari tahun
ke tahun telah banyak dilakukan berbagai kebijakan untuk meningkatkan penerimaan pajak
sebagai sumber penerimaan %egara.
BEA /E'E.AI
Pengertian
'ea Meterai merupakan pajak yang dikenakan terhadap dokumen yang menurut Undang)
undang 'ea Meterai menjadi objek 'ea Meterai. /tas setiap dokumen yang menjadi objek
'ea Meterai harus sudah dibubuhi benda meterai atau pelunasan 'ea Meterai dengan
menggunakan $ara lain sebelum dokumen itu digunakan.

#ASA. H%K%/
10
1. Undang)undang %omor 13 -ahun 178: tentang 'ea Meterai
2. (eraturan (emerintah %omor 21 -ahun 2000 tentang (erubahan -ari6 'ea Meterai dan
'esarnya 'atas (engenaan 5arga %ominal 2ang 4ikenakan 'ea Meterai.
3. (eraturan Menteri 3euangan %omor 70E(M3.03E200: tentang (erubahan /tas (eraturan
Menteri 3euangan %omor 1:E(M3.03E200: -entang 'entuk, Ukuran, ,arna, 4an
4esain Meterai -empel -ahun 200:
1. 3eputusan Menteri 3euangan %omor 133bE3M3.01E2000 tentang (elunasan 'ea Meterai
dengan Menggunakan +ara 8ain.
:. 3eputusan 4irjen (ajak %omor 30()122bE(B.E2000 tentang -ata$ara (elunasan 'ea
Meterai dengan membubuhkan -anda 'ea Meterai 8unas dengan Mesin -eraan.
6. 3eputusan 4irjen (ajak %omor 30()122$E(B.E2000 tentang -ata$ara (elunasan 'ea
Meterai dengan membubuhkan -anda 'ea Meterai dengan -eknologi (er$etakan.
&. 3eputusan 4irjen (ajak %omor 30()122dE(B.E2000 tentang -ata$ara (elunasan 'ea
Meterai dengan membubuhkan -anda 'ea Meterai dengan ;istem 3omputerisasi.
8. 3eputusan Menteri 3euangan %omor 1&6E3M3.03E2002 tentang (elunasan 'ea Meterai
dengan +ara (emeteraian 3emudian.
7. 3eputusan 4irjen (ajak %omor 30()02E(B.E2003 tentang -ata$ara (emeteraian
3emudian.
10. ;urat 0daran %omor 27E(B.:E2000 tentang 4okumen (erbankan yang dikenakan 'ea
Meterai.

IS'ILAH&IS'ILAH

) 4okumen adalah kertas yang berisikan tulisan yang mengandung arti dan maksud tentang
perbuatan, keadaan atau kenyataan bagi seseorang dan atau pihak)pihak lain yang
berkepentingan.

) 'enda Meterai adalah Meterai tempel dan 3ertas Meterai yang dikeluarkan oleh
(emerintah 9epublik ndonesia.

) -anda tangan adalah tanda tangan sebagaimana laHimnya dipergunakan, termasuk pula
para6, teraan atau $ap tanda tangan atau $ap para6, teraan $ap nama atau tanda lainnya
sebagai pengganti tanda tangan.

) (emeteraian kemudian adalah suatu $ara pelunasan 'ea Meterai yang dilakukan oleh
(ejabat (os atas permintaan pemegang dokumen yang 'ea Meterainya belum dilunasi
sebagaimana mestinya.

) (ejabat pos adalah pejabat (- (os dan ?iro yang diserahi tugas melayani permintaan
pemeteraian kemudian.

11
$BJEK BEA /E'E.AI

(ada prinsipnya dokumen yang harus dikenakan meterai adalah dokumen menyatakan nilai
nominal sampai jumlah tertentu, dokumen yang bersi6at perdata dan dokumen yang
digunakan di muka pengadilan, antara lain :
a. ;urat perjanjian dan surat)surat lainnya yang dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai
alat pembuktian mengenai perbuatan, kenyataan atau keadaan yang bersi6at perdata.

/kta)akta notaris termasuk salinannya.

$. /kta)akta yang dibuat oleh (ejabat (embuat /kta -anah termasuk rangkap)rangkapnya.

d
.
;urat yang memuat jumlah uang yaitu:
) yang menyebutkan penerimaan uang@
) yang menyatakan pembukuan uang atau penyimpanan uang dalam rekening bank@
) yang berisi pemberitahuan saldo rekening di bank
) yang berisi pengakuan bah#a utang uang seluruhnya atau sebagian telah dilunasi atau
diperhitungkan.

e. ;urat berharga seperti #esel, promes, aksep dan $ek.

6. 4okumen yang dikenakan 'ea Meterai juga terhadap dokumen yang akan digunakan
sebagai alat pembuktian di muka pengadilan yaitu surat)surat biasa dan surat)surat
kerumahtanggaan, dan surat)surat yang semula tidak dikenakan 'ea Meterai berdasarkan
tujuannya, jika digunakan untuk tujuan lain atau digunakan oleh orang lain, lain dan
maksud semula.

'I#AK #IKENAKAN BEA /E'E.AI

;e$ara umum dokumen yang tidak dikenakan bea meterai adalah dokumen yang
berhubungan dengan transaksi intern perusahaan, berkaitan dengan pembayaran pajak dan
dokumen %egara.
4okumen yang tidak termasuk objek 'ea Meterai adalah:

1. 4okumen yang berupa:
) surat penyimpanan barang@
) konosemen@
) surat angkutan penumpang dan barang@
) keterangan pemindahan yang dituliskan diatas dokumen surat penyimpanan barang,
konosemen, dan surat angkutan penumpang dan barang@
) bukti untuk pengiriman barang untuk dijual atas tanggungan pengirim@
) surat pengiriman barang untuk dijual atas tanggungan pengirim@
12
) surat)surat lainnya yang dapat disamakan dengan surat)surat di atas.

2. ;egala bentuk ijaHah

3. -anda terima gaji, uang tunggu, pensiun, uang tunjangan dan pembayaran lainnya yang ada
kaitannya dengan hubungan kerja serta surat)surat yang diserahkan untuk mendapatkan
pembayaran itu.

1. -anda bukti penerimaan uang negara dan kas negara, kas pemerintah daerah dan bank.

:. 3uitansi untuk semua jenis pajak dan untuk penerimaan lainnya yang dapat disamakan
dengan itu ke kas negara, kas pemerintah daerah dan bank.

6. -anda penerimaan uang yang dibuat untuk keperluan intern organisasi.

&. 4okumen yang menyebutkan tabungan, pembayaran uang tabungan kepada penabung oleh
bank, koperasi, dan badan)badan lainnya yang bergerak di bidang tersebut

8. ;urat gadai yang diberikan oleh (erum (egadaian.

7. -anda pembagian keuntungan atau bunga dan 06ek, dengan nama dan bentuk apapun.

'A'A "A.A PEL%NASAN BEA /E'E.AI
SAA' 'E.%'ANG

;aat terutangnya bea meterai adalah saat sebelum dokumen yang terutang bea meterai
tersebut digunakan. 4alam (asal : Undang)undang %o. 13 -ahun 178: disebutkan saat
terutangnya 'ea Meterai adalah:

) 4okumen yang dibuat oleh satu pihak adalah pada saat dokumen itu diserahkan@
) 4okumen yang dibuat oleh lebih dan satu pihak adalah pada saat selesainya dokumen
dibuat@
) 4okumen yang dibuat di luar negeri adalah pada saat digunakan di ndonesia,

"A.A PEL%NASAN BEA /E'E.AI

A. Pelunasan Bea /eterai dengan /enggunakan /eterai 'e!pel

+ara mempergunakan meterai tempel :

) Meterai -empel direkatkan seluruhnya dengan utuh dan tidak rusak di atas dokumen
yang dikenakan 'ea Meterai.
) Meterai -empel direkatkan di tempat dimana tanda tangan akan dibubuhkan.
13
) (embubuhan tanda tangan disertai dengan pen$antuman tanggal, bulan, dan tahun
dilakukan dengan tinta atau yang sejenis dengan itu, sehingga sebagian tanda tangan di
atas kertas dan sebagian lagi di atas Meterai -empel.
) Bika digunakan lebih dan satu Meterai -empel, tanda tangan harus dibubuhkan sebagian
di atas semua Meterai -empel dan sebagian di atas kertas.
) (elunasan 'ea Meterai dengan menggunakan Meterai -empel tetapi tidak memenuhi
ketentuan di atas, dokumen yang bersangkutan dianggap tidak bermeterai.

B. Pelunasan Bea /eterai dengan /enggunakan Kertas /eterai

+ara mempergunakan kertas meterai :

) ;ehelai 3ertas Meterai hanya dapat digunakan untuk sekali pemakaian.
) 3ertas Meterai yang sudah digunakan, tidak boleh digunakan lagi.
) Bika isi dokumen yang dikenakan 'ea Meterai terlalu panjang untuk dimuat seluruhnya
di atas 3ertas Meterai yang digunakan, maka untuk bagian isi yang masih tertinggal
dapat digunakan kertas tidak bermeterai.
) Bika sehelai 3ertas Meterai karena sesuatu hal tidak jadi digunakan dan dalam hal ini
belum ditandatangani oleh yang berkepentingan, sedangkan dalam 3ertas Meterai telah
terlanjur ditulis dengan beberapa kataEkalimat yang belum merupakan suatu dokumen
yang selesai dan kemudian tulisan yang ada pada 3ertas Meterai tersebut di$oret dan
dimuat tulisan atau keterangan baru, maka 3ertas Meterai yang demikian dapat
digunakan dan tidak (erlu dibubuhi meterai lagi.
) /pabila ketentuan sebagaimana dimaksud di atas tidak dipenuhi, dokumen yang
bersangkutan dianggap tidak bermeterai.

". Pelunasan dengan !e!bubuhkan tanda Bea /eterai Lunas dengan /esin 'eraan

(elunasan dengan $ara membubuhkan tanda 'ea Meterai 8unas dengan Mesin -eraan
memerlukan beberapa syarat sebagai berikut:

1. (elunasan 'ea Meterai dengan mesin teraan meterai hanya diperkenankan kepada
penerbit dokumen yang melakukan pemeteraian dengan jumlah rata)rata setiap hari
minimal sebanyak :0 dokumen.

2. (enerbit dokumen yang akan melakukan pelunasan 'ea Meterai dengan mesin teraan
meterai harus melakukan prosedur sebagai berikut:

) mengajukan permohonan ijin se$ara tertulis kepada 3epala 3antor (elayanan (ajak
setempat dengan men$antumkan jenisEmerk dan tahun pembuatan mesin teraan
11
meterai yang akan digunakan, serta melampirkan surat pernyataan tentang jumlah
rata)rata dokumen yang harus dilunasi 'ea Meterai setiap hari.
) melakukan penyetoran 'ea Meterai di muka minimal sebesar 9p 1:.000.000,) !lima
belas juta rupiah" dengan menggunakan ;urat ;etoran (ajak 3e 3as %egara melalui
'ank (ersepsi.
) Menyampaikan laporan bulanan penggunaan mesin teraan meterai kepada 3epala
3antor (elayanan (ajak setempat paling lambat tanggal 1: setiap bulan.
) jin penggunaan mesin teraan meterai berlaku selama 2 !dua" tahun sejak tanggal
ditetapkannya, dan dapat diperpanjang selama memenuhi persyaratan.

#. Pelunasan dengan !e!bubuhkan tanda Bea /eterai Lunas dengan Siste!
K,!puterisasi

1. (elunasan 'ea Meterai dengan sistem komputerisasi hanya diperkenankan untuk
dokumen yang berbentuk surat yang memuat jumlah uang dalam (asal 1 huru6 d ((
%o. 21 -ahun 2000 dengan jumlah rata)rata pemeteraian setiap hari minimal
sebanyak 100 dokumen.

) mengajukan permohonan ijin se$ara tertulis kepada 4irektur Benderal (ajak
dengan men$antumkan jenis dokumen dan perkiraan jumlah rata)rata dokumen
yang akan dilunasi 'ea Meterai setiap hari.
) pembayaran 'ea Meterai di muka minimal sebesar perkiraan jumlah dokumen
yang harus dilunasi 'ea Meterai setiap bulan, dengan menggunakan ;urat
;etoran (ajak !ke 3as %egara melalui 'ank (ensepsi".
) menyampaikan laporan bulanan tentang realisasi penggunaan dan saldo 'ea
Meterai kepada 4irektur Benderal (ajak paling lambat tanggal 1: setiap bulan.

2. jin pelunasan 'ea Meterai dengan membubuhkan tanda 'ea Meterai 8unas dengan
sistem komputerisasi berlaku selama saldo 'ea Meterai yang telah dibayar pada saat
mengajukan ijin masih men$ukupi kebutuhan pemeteraian 1 !satu" bulan berikutnya.


E. 'ata "ara Pelunasan Bea /eterai #engan 'ekn,l,gi Per1etakan

1. (elunasan 'ea Meterai dengan teknologi pen$etakan hanya diperkenankan untuk
dokumen yang berbentuk $ek, bilyet giro, dan e6ek dengan nama dan dalam
bentuk apapun.

2. (enerbit dokumen yang akan melakukan pelunasan 'ea Meterai dengan
teknologi pen$etakan harus melakukan prosedur sebagai berikut:
1:

) pembayaran 'ea Meterai di muka sebesar jumlah dokumen yang harus
dilunasi 'ea Meterai, dengan menggunakan ;urat ;etoran (ajak ke 3as
%egara melalui 'ank (ersepsi.
) mengajukan permohonan ijin se$ara tertulis kepada 4irektur Benderal (ajak
dengan men$antumkan jenis dokumen yang akan dilunasi 'ea Meterai dan
jumlah 'ea Meterai yang telah dibayar.

3. (erum (eruri dan perusahaan sekuriti yang melakukan pembubuhan tanda 'ea
Meterai 8unas pada $ek, bilyet giro, atau e6ek dengan nama dan dalam bentuk
apapun, harus menyampaikan laponan bulanan kepada 4irektur Benderal (ajak
paling lambat tanggal 10 setiap bulan.

1. (elunasan 'ea Meterai bagi dokumen yang dibuat di 8uar %egeri
4okumen yang dibuat di luar negeri tidak dikenakan 'ea Meterai sepanjang
tidak digunakan di ndonesia.

'A.I0 BEA /E'E.AI

1
.
-ari6 'ea Meterai 9p 6.000,00 untuk dokumen sebagai berikut:

a. ;urat (erjanjian dan surat)surat lainnya yang dibuat dengan tujuan untuk
digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan, kenyataan atau keadaan
yang bersi6at pendata
b. /kta)akta %otaris termasuk salinannya
$. ;urat berharga seperti #esel, promes, dan aksep selama nominalnya lebih dan
9p1.000.000,00.@
d. 4okumen yang akan digunakan sebagai alat pembuktian di muka (engadilan,
yaitu:
) surat)surat biasa dan surat)surat kerumahtanggaan.
) surat)surat yang semula tidak dikenakan 'ea Meterai berdasarkan tujuannya,
jika digunakan untuk tujuan lain atau digunakan oleh orang lain selain dan
tujuan semula.
2. Untuk dokumen yang menyatakan nominal uang dengan batasan sebagai berikut:

) nominal sampai 9p2:0.000,) tidak dikenakan 'ea Meterai
) nominal antara 9p2:0.000,) sampai 9p1.000.000,) dikenakan 'ea Meterai
9p3.000,)
16
) nominal diatas 9p 1.000.000,) dikenakan 'ea Meterai 9p 6.000,)
3. +ek dan 'ilyet ?iro dikenakan 'ea Meterai dengan tari6 sebesar 9p 3.000,) tanpa
batas pengenaan besarnya harga nominal.

1. 06ek dengan nama dan dalam bentuk apapun yang mempunyai harga nominal
sampai dengan 9p1.000.000,) dikenakan 'ea Meterai 9p 3.000,) sedangkan yang
mempunyai harga nominal lebih dari 9p 1.000.000,) dikenakan 'ea Meterai 9p
6.000,).

:. ;ekumpulan 06ek dengan nama dan dalam bentuk apapun yang ter$antum dalam
surat kolekti6 yang mempunyai jumlah harga nominal sampai dengan 9p
1.000.000,) dikenakan 'ea Meterai 9p 3.000,), sedangkan yang mempunyai harga
nominal lebih dan 9p 1.000.000,) dikenakan 'ea Meterai dengan tari6 sebesar 9p
6.000,).

KE'EN'%AN KH%S%S #AN SANKSI
KE'EN'%AN KH%S%S

a. 4okumen yang dibuat di luar negeri pada saat digunakan di ndonesia harus telah
dilunasi 'ea Meterai yang terutang dengan $ara pemeteraian kemudian.

b. (ejabat (emerintah, hakim, panitera, jurusita, notaris, dan pejabat umum lainnya,
masing)masing dalam tugas atau jabatannya tidak dibenarkan:

) Menerima, mempertimbangkan atau menyimpan dokumen yang 'ea
Meterainya tidak atau kurang dibayar@
) Melekatkan dokumen yang 'ea Meterainya tidak atau kurang dibayar sesuai
dengan tari6nya pada dokumen lain yang berkaitan@
) Membuat salinan, tembusan, rangkapan atau petikan dan dokumen yang 'ea
Meterainya tidak atau kurang dibayar@
) Memberikan keterangan atau $atatan pada dokumen yang tidak atau kurang
dibayar sesuai dengan tari6 'ea Meterainya.

(elangganan terhadap ketentuan tersebut dikenakan sanksi administrati6 sesuai
(eraturan perundang)undangan yang berlaku.

SANKSI A#/INIS'.ASI

;anksi ini dikenakan apabila terjadinya pelanggaran yang mengakibatkan 'ea
1&
Meterai yang harus dilunasi kurang bayar.

) 4okumen sebagaimana yang dimaksud dalam objek 'ea Meterai tidak atau
kurang dilunasi sebagaimana mestinya dikenakan denda administrasi sebesar
200< !dua ratus persen" dari 'ea Meterai yang tidak atau kurang dibayar.
) (emegang dokumen atas dokumen sebagaimana dimaksud dalam huru6 !a" harus
melunasi 'ea Meterai terutang berikut dendanya dengan $ara pemeteraian
kemudian.

#AL%+A.SA

3e#ajiban pemenuhan 'ea Meterai dan denda administrasi yang terutang menurut
Undang)Undang 'ea Meterai, dalu#arsa setelah lampau #aktu : tahun, terhitung
sejak tanggal dokumen dibuat.
(/B/3 4/09/5 4/% 90-9'U; 4/09/5
*. Pengertian Pajak #aerah
Menurut (asal 1 Undang)Undang %omor 28 -ahun 2007 -entang (ajak 4aerah dan 9etribusi
4aerah pengertian (ajak 4aerah, yang selanjutnya disebut pajak, adalah kontribusi #ajib
kepada daerah yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersi6at memaksa
berdasarkan undang)undang, dengan tidak mendapatkan imbalan se$ara langsung dan
digunakan untuk keperluan daerah bagi sebesar)besarnya kemakmuran rakyat.
4engan demikian pajak daerah adalah iuran #ajib pajak kepada daerah untuk membiayai
pembangunan daerah. (ajak 4aerah ditetapkan dengan undang)undang yang pelaksanaannya
untuk di daerah diatur lebih lanjut dengan peraturan daerah. (emerintah daerah dilarang
melakukan pungutan selain pajak yang telah ditetapkan undang)undang !(asal 2 Undang)
Undang %omor 28 -ahun 2007".
-. Jenis&Jenis Pajak #aerah
'erdasarkan (asal 2 Undang)Undang %omor 28 -ahun 2007 -entang (ajak 4aerah dan
9etribusi 4aerah terdapat : !lima" jenis pajak proAinsi dan 11 !sebelas" jenis pajak
kabupatenEkota. ;e$ara rin$i dapat dilihat dalam tabel berikut.
'abel *. Perbandingan Jenis Pajak yang #ikel,la Pe!erintah Pr,5insi
dan Pe!erintah Kabupaten2K,ta
Pajak Pr,5insi Pajak Kabupaten2K,ta
18
1. (ajak 3endaraan 'ermotor
2. 'ea 'alik %ama 3endaraan
'ermotor
3. (ajak 'ahan 'akar
3endaraan 'ermotor
1. (ajak /ir (ermukaan
:. (ajak 9okok
1. (ajak 5otel
2. (ajak 9estoran
3. (ajak 5iburan
1. (ajak 9eklame
:. (ajak (enerangan Balan
6. (ajak Mineral 'ukan 8ogam
dan 'atuan
&. (ajak (arkir
8. (ajak /ir -anah
7. (ajak ;arang 'urung ,alet
10. (ajak 'umi dan 'angunan
(erdesaan dan (erkotaan
11. 'ea (erolehan 5ak /tas
-anah dan 'angunan
;umber : UU %o 28 -ahun 2007
a. Pajak yang #ikel,la Pr,5insi
/da lima jenis pajak yang dikelola oleh proAinsi yaitu (ajak 3endaraan 'ermotor, 'ea 'alik
%ama 3endaraan 'ermotor, (ajak 'ahan 'akar 3endaraan 'ermotor, (ajak /ir (ermukaan
dan (ajak 9okok.
*6 Pajak Kendaraan Ber!,t,r
(ajak 3endaraan 'ermotor adalah pajak atas kepemilikan danEatau penguasaan kendaraan
bermotor. 3endaraan bermotor adalah semua kendaraan beroda beserta gandengannya yang
digunakan di semua jenis jalan darat, dan digerakkan oleh peralatan teknik berupa motor atau
peralatan lainnya yang ber6ungsi untuk mengubah suatu sumber daya energi tertentu menjadi
tenaga gerak kendaraan bermotor yang bersangkutan, termasuk alat)alat berat dan alat)alat
besar yang dalam operasinya menggunakan roda dan motor dan tidak melekat se$ara
permanen serta kendaraan bermotor yang dioperasikan di air !(asal 1 Undang)Undang
%omor 28 -ahun 2007".
-ari6 (ajak 3endaraan 'ermotor pribadi menurut (asal 6 Undang)Undang %omor 28 -ahun
2007 -entang (ajak 4aerah dan 9etribusi 4aerah ditetapkan sebagai berikut :
a" untuk kepemilikan kendaraan bermotor pertama paling rendah sebesar 1< !satu
persen" dan paling tinggi sebesar 2< !dua persen"@
17
b" untuk kepemilikan kendaraan bermotor kedua dan seterusnya tari6 dapat ditetapkan
se$ara progresi6 paling rendah sebesar 2< !dua persen" dan paling tinggi sebesar 10<
!sepuluh persen".
;edangkan tari6 (ajak 3endaraan 'ermotor angkutan umum, ambulans, pemadam kebakaran,
sosial keagamaan, lembaga sosial dan keagamaan, (emerintahE-%E(*89, (emerintah
4aerah, dan kendaraan lain yang ditetapkan dengan (eraturan 4aerah, ditetapkan paling
rendah sebesar 0,:< !nol koma lima persen" dan paling tinggi sebesar 1< !satu persen".
3emudian -ari6 (ajak 3endaraan 'ermotor alat)alat berat dan alat)alat besar ditetapkan
paling rendah sebesar 0,1< !nol koma satu persen" dan paling tinggi sebesar 0,2< !nol koma
dua persen".
-6 Bea Balik Na!a Kendaraan Ber!,t,r
'ea 'alik %ama 3endaraan 'ermotor adalah pajak atas penyerahan hak milik kendaraan
bermotor sebagai akibat perjanjian dua pihak atau perbuatan sepihak atau keadaan yang
terjadi karena jual beli, tukar menukar, hibah, #arisan, atau pemasukan ke dalam badan
usaha !(asal 1 Undang)Undang %omor 28 -ahun 2007".
Menurut (asal 12 Undang)Undang %omor 28 -ahun 2007 -entang (ajak 4aerah dan
9etribusi 4aerah tari6 'ea 'alik %ama 3endaraan 'ermotor ditetapkan paling tinggi masing)
masing sebagai berikut :
a. penyerahan pertama sebesar 20< !dua puluh persen" dan
b. penyerahan kedua dan seterusnya sebesar 1< !satu persen".
3husus untuk kendaraan bermotor alat)alat berat dan alat)alat besar yang tidak menggunakan
jalan umum tari6 pajak ditetapkan paling tinggi masing)masing sebagai berikut :
a. penyerahan pertama sebesar 0,&:< !nol koma tujuh puluh lima persen"@ dan
b. penyerahan kedua dan seterusnya sebesar 0,0&:< !nol koma nol tujuh puluh lima persen".
76 Pajak Bahan Bakar Kendaraan Ber!,t,r
(ajak 'ahan 'akar 3endaraan 'ermotor adalah pajak atas penggunaan bahan bakar
kendaraan bermotor. 'ahan bakar kendaraan bermotor adalah semua jenis bahan bakar $air
atau gas yang digunakan untuk kendaraan bermotor !(asal 1 Undang)Undang %omor 28
-ahun 2007". -ari6 (ajak 'ahan 'akar 3endaraan 'ermotor ditetapkan paling tinggi sebesar
10< !sepuluh persen". 3husus tari6 (ajak 'ahan 'akar 3endaraan 'ermotor untuk bahan
bakar kendaraan umum dapat ditetapkan paling sedikit :0< !lima puluh persen" lebih rendah
dari tari6 (ajak 'ahan 'akar 3endaraan 'ermotor untuk kendaraan pribadi !(asal 17
Undang)Undang %omor 28 -ahun 2007".
86 Pajak Air Per!ukaan
20
Menurut Undang)Undang %omor 28 -ahun 2007 -entang (ajak 4aerah dan 9etribusi
4aerah, (ajak /ir (ermukaan adalah pajak atas pengambilan danEatau peman6aatan air
permukaan. /ir permukaan adalah semua air yang terdapat pada permukaan tanah, tidak
termasuk air laut, baik yang berada di laut maupun di darat. -ari6 (ajak /ir (ermukaan
ditetapkan paling tinggi sebesar 10< !(asal 21 Undang)Undang nomor 28 -ahun 2007".
96 Pajak .,k,k
Menurut Undang)Undang %omor 28 -ahun 2007 -entang (ajak 4aerah dan 9etribusi
4aerah, (ajak 9okok adalah pungutan atas $ukai rokok yang dipungut oleh (emerintah. -ari6
(ajak 9okok ditetapkan sebesar 10< !sepuluh persen" dari $ukai rokok. (ajak 9okok
dikenakan atas $ukai rokok yang ditetapkan oleh (emerintah !(asal 27 Undang)Undang
%omor 28 -ahun 2007".
(enerimaan pajak rokok, baik bagian (roAinsi maupun bagian 3abupatenEkota, dialokasikan
paling sedikit :0< untuk mendanai pelayanan kesehatan masyarakat dan penegakan hukum
oleh aparat yang ber#enang ! (asal 31 Undang)Undang %omor 28 -ahun 2007".
b. Pajak yang #ikel,la Kabupaten2K,ta
/da 11 jenis pajak yang dikelola oleh 3abupatenE3ota, pajak yang termasuk pajak
yang dikelola 3abupatenE3ota adalah sebagai berikut :
*6 Pajak H,tel
Menurut Undang)Undang %omor 28 -ahun 2007 -entang (ajak 4aerah dan retribusi
4aerah, (ajak 5otel adalah pajak atas pelayanan yang disediakan oleh hotel. 5otel adalah
6asilitas penyedia jasa penginapanEperistirahatan termasuk jasa terkait lainnya dengan
dipungut bayaran, yang men$akup juga motel, losmen, gubuk pari#isata, #isma pari#isata,
pesanggrahan, rumah penginapan dan sejenisnya, serta rumah kos dengan jumlah kamar lebih
dari 10 !sepuluh". -ari6 (ajak 5otel ditetapkan paling tinggi sebesar 10< !(asal 3: Undang)
Undang %omor 28 -ahun 2007".
-6 Pajak .est,ran
Menurut Undang)Undang %omor 28 -ahun 2007 -entang (ajak 4aerah dan 9etribusi
4aerah, (ajak 9estoran adalah pajak atas pelayanan yang disediakan oleh restoran. 9estoran
adalah 6asilitas penyedia makanan danEatau minuman dengan dipungut bayaran, yang
men$akup juga rumah makan, ka6etaria, kantin, #arung, bar, dan sejenisnya termasuk jasa
21
bogaEkatering. -ari6 (ajak 9estoran ditetapkan paling tinggi sebesar 10< !(asal 10 Undang)
Undang %omor 28 -ahun 2007".
76 Pajak Hiburan
Menurut Undang)Undang %omor 28 -ahun 2007 -entang (ajak dan 9etribusi 4aerah, (ajak
5iburan adalah pajak atas penyelenggaraan hiburan. 5iburan adalah semua jenis tontonan,
pertunjukan, permainan, danEatau keramaian yang dinikmati dengan dipungut bayaran. -ari6
(ajak 5iburan ditetapkan paling tinggi sebesar 3:< !tiga puluh lima persen". 3husus untuk
hiburan berupa pagelaran busana, kontes ke$antikan, diskotik, karaoke, klab malam,
permainan ketangkasan, panti pijat, dan mandi uapEspa, tari6 (ajak 5iburan dapat ditetapkan
paling tinggi sebesar &:< !tujuh puluh lima persen". 3husus hiburan kesenian
rakyatEtradisional dikenakan tari6 (ajak 5iburan ditetapkan paling tinggi sebesar 10< !(asal
1: Undang)Undang %omor 28 -ahun 2007".
86 Pajak .ekla!e
Menurut Undang)Undang %omor 28 -ahun 2007 -entang (ajak 4aerah dan 9etribusi
4aerah, (ajak 9eklame adalah pajak atas penyelenggaraan reklame. 9eklame adalah benda,
alat, perbuatan, atau media yang bentuk dan $orak ragamnya diran$ang untuk tujuan
komersial memperkenalkan, menganjurkan, mempromosikan, atau untuk menarik perhatian
umum terhadap barang, jasa, orang, atau badan, yang dapat dilihat, diba$a, didengar,
dirasakan, danEatau dinikmati oleh umum. -ari6 (ajak 9eklame ditetapkan paling tinggi
sebesar 2:< !(asal :0 Undang)Undang %omor 28 -ahun 2007".
96 Pajak Penerangan Jalan
Menurut Undang)Undang %omor 28 -ahun 2007 -entang (ajak 4aerah dan 9etribusi
4aerah, (ajak (enerangan Balan adalah pajak atas penggunaan tenaga listrik, baik yang
dihasilkan sendiri maupun diperoleh dari sumber lain. -ari6 (ajak (enerangan Balan
ditetapkan paling tinggi sebesar 10< !sepuluh persen". (enggunaan tenaga listrik dari sumber
lain oleh industri, pertambangan minyak bumi dan gas alam, tari6 (ajak (enerangan Balan
ditetapkan paling tinggi sebesar 3< !tiga persen". (enggunaan tenaga listrik yang dihasilkan
sendiri, tari6 (ajak (enerangan Balan ditetapkan paling tinggi sebesar 1,:< !(asal :: Undang)
Undang %omor 28 -ahun 2007".
:6 Pajak /ineral Bukan L,ga! dan Batuan
Menurut Undang)Undang %omor 28 -ahun 2007 -entang (ajak 4aerah dan 9etribusi
4aerah, (ajak Mineral 'ukan 8ogam dan 'atuan adalah pajak atas kegiatan pengambilan
mineral bukan logam dan batuan, baik dari sumber alam di dalam danEatau permukaan bumi
untuk diman6aatkan. Mineral 'ukan 8ogam dan 'atuan adalah mineral bukan logam dan
22
batuan sebagaimana dimaksud di dalam peraturan perundang)undangan di bidang mineral
dan batubara. -ari6 (ajak Mineral 'ukan 8ogam dan 'atuan ditetapkan paling tinggi sebesar
2:< !(asal 60 Undang)Undang %omor 28 -ahun 2007".
;6 Pajak Parkir
Menurut Undang)Undang %omor 28 -ahun 2007 -entang (ajak 4aerah dan 9etribusi
4aerah, (ajak (arkir adalah pajak atas penyelenggaraan tempat parkir di luar badan jalan,
baik yang disediakan berkaitan dengan pokok usaha maupun yang disediakan sebagai suatu
usaha, termasuk penyediaan tempat penitipan kendaraan bermotor. (arkir adalah keadaan
tidak bergerak suatu kendaraan yang tidak bersi6at sementara. -ari6 (ajak (arkir ditetapkan
paling tinggi sebesar 30< !(asal 6: Undang)Undang %omor 28 -ahun 2007".
<6 Pajak Air 'anah
Menurut Undang)Undang %omor 28 -ahun 2007 -entang (ajak 4aerah dan 9etribusi
4aerah, (ajak /ir -anah adalah pajak atas pengambilan danEatau peman6aatan air tanah. /ir
-anah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di ba#ah permukaan
tanah. -ari6 (ajak /ir -anah ditetapkan paling tinggi sebesar 20< !(asal &0 Undang)Undang
%omor 28 -ahun 2007".
=6 Pajak Sarang Burung +alet
Menurut Undang)Undang %omor 28 -ahun 2007 -entang (ajak 4aerah dan 9etribusi
4aerah, (ajak ;arang 'urung ,alet adalah pajak atas kegiatan pengambilan danEatau
pengusahaan sarang burung #alet. 'urung #alet adalah sat#a yang termasuk
marga collocalia, yaitu collocalia fuchliap haga, collocalia maxina, collocalia
esculanta, dan collocalia linchi. -ari6 (ajak ;arang 'urung ,alet ditetapkan paling tinggi
sebesar 10< !(asal &: Undang)Undang %omor 28 -ahun 2007".
*>6 Pajak Bu!i dan Bangunan Perdesaan dan Perk,taan
Menurut Undang)Undang %omor 28 -ahun 2007 -entang (ajak 4aerah dan 9etribusi
4aerah, (ajak 'umi dan 'angunan (erdesaan dan (erkotaan adalah pajak atas bumi danEatau
bangunan yang dimiliki, dikuasai, danEatau diman6aatkan oleh orang pribadi atau 'adan,
ke$uali ka#asan yang digunakan untuk kegiatan usaha perkebunan, perhutanan, dan
pertambangan.
'umi adalah permukaan bumi yang meliputi tanah dan perairan pedalaman serta laut #ilayah
kabupatenEkota. 'angunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan se$ara
tetap pada tanah danEatau perairan pedalaman danEatau laut. -ari6 (ajak 'umi dan 'angunan
(erdesaan dan (erkotaan ditetapkan paling tinggi sebesar 0,3< !(asal 80 Undang)Undang
%omor 28 -ahun 2007".
23
11" 'ea (erolehan 5ak atas -anah dan 'angunan
'ea (erolehan 5ak atas -anah dan 'angunan adalah pajak atas perolehan hak atas tanah
danEatau bangunan. (erolehan 5ak atas -anah danEatau 'angunan adalah perbuatan atau
peristi#a hukum yang mengakibatkan diperolehnya hak atas tanah danEatau bangunan oleh
orang pribadi atau 'adan. -ari6 'ea (erolehan 5ak atas -anah dan 'angunan ditetapkan
paling tinggi sebesar :< !(asal 88 Undang)Undang %omor 28 -ahun 2007".
2. .E'.IB%SI #AE.AH.
Pengertian.
9etribusi 4aerah, yang selanjutnya disebut 9etribusi, adalah pungutan 4aerah sebagai
pembayaran atas jasa atau pemberian iHin tertentu yang khusus disediakan danEatau diberikan
oleh (emerintah 4aerah untuk kepentingan orang pribadi atau 'adan
$bjek dan G,l,ngan .etribusi.
$bjek .etribusi adalah)
a6 Jasa %!u!?
9etribusi yang dikenakan atas jasa umum digolongkan sebagai 9etribusi Basa Umum.
Jenis .etribusi Jasa %!u! adalah)
9etribusi (elayanan 3esehatan@
9etribusi (elayanan (ersampahanE3ebersihan@
9etribusi (enggantian 'iaya +etak 3artu -anda (enduduk dan /kta +atatan ;ipil@
9etribusi (elayanan (emakaman dan (engabuan Mayat@
9etribusi (elayanan (arkir di -epi Balan Umum@
9etribusi (elayanan (asar@
9etribusi (engujian 3endaraan 'ermotor@
9etribusi (emeriksaan /lat (emadam 3ebakaran@9etribusi (enggantian 'iaya +etak
(eta@
9etribusi (enyediaan danEatau (enyedotan 3akus@
9etribusi (engolahan 8imbah +air@9etribusi (elayanan -eraE-era Ulang@
9etribusi (elayanan (endidikan@ dan
9etribusi (engendalian Menara -elekomunikasi.
21
Benis 9etribusi sebagaimana dimaksud diatas dapat tidak dipungut apabila potensi
penerimaannya ke$il danEatau atas kebijakan nasionalEdaerah untuk memberikan pelayanan
tersebut se$ara $uma)$uma.
b6 Jasa %saha?
9etribusi yang dikenakan atas jasa usaha digolongkan sebagai 9etribusi Basa Usaha
*bjek 9etribusi Basa Usaha adalah pelayanan yang disediakan oleh (emerintah 4aerah
dengan menganut prinsip komersial yang meliputi: pelayanan dengan
menggunakanEmeman6aatkan kekayaan 4aerah yang belum diman6aatkan se$ara optimal@
danEatau pelayanan oleh (emerintah 4aerah sepanjang belum disediakan se$ara memadai
oleh pihak s#asta.
Jenis .etribusi Jasa %saha adalah)
9etribusi (emakaian 3ekayaan 4aerah@
9etribusi (asar ?rosir danEatau (ertokoan@
9etribusi -empat (elelangan@
9etribusi -erminal@
9etribusi -empat 3husus (arkir@
9etribusi -empat (enginapanE(esanggrahanEDilla@
9etribusi 9umah (otong 5e#an@
9etribusi (elayanan 3epelabuhanan@
9etribusi -empat 9ekreasi dan *lahraga@
9etribusi (enyeberangan di /ir@ dan
9etribusi (enjualan (roduksi Usaha 4aerah
16 Peri@inan 'ertentu.
9etribusi yang dikenakan atas periHinan tertentu digolongkan sebagai 9etribusi (eriHinan
-ertentu.
*bjek 9etribusi (eriHinan -ertentu adalah pelayanan periHinan tertentu oleh (emerintah
4aerah kepada orang pribadi atau 'adan yang dimaksudkan untuk pengaturan dan
penga#asan atas kegiatan peman6aatan ruang, penggunaan sumber daya alam, barang,
prasarana, sarana, atau 6asilitas tertentu guna melindungi kepentingan umum dan menjaga
kelestarian lingkungan
Jenis .etribusi Peri@inan 'ertentu adalah:
9etribusi Hin Mendirikan 'angunan@
9etribusi Hin -empat (enjualan Minuman 'eralkohol@
2:
9etribusi Hin ?angguan@
9etribusi Hin -rayek@ dan
9etribusi Hin Usaha (erikanan.
4/.-/9 (U;-/3/
UU %o 28 tahun 2007 tentang pajak daerah dan retribusi daerah
UU %o 12 tahun 2007 tentang pajak pertambahan nilai
Undang . Undang %omor. 13 tahun 178: tentang 'ea Meterai
%% 36 -ahun 2008 tentang pajak penghasilan
%ndang&%ndang %omor 12 -/5U% 1771 tentang pajak bumi dan bangunan
26