Anda di halaman 1dari 4

Gangguan Panik

Gangguan panik adalah ditandai dengan terjadinya serangan panik spontan dan
tidak diperkirakan. Serangan panik merupakan periode kecemasan atau ketakutan
yang kuat dan relatif singkat (kurang dari 1 tahun), yang disertai dengan gejala
somatik tertentu seperti palpitasi dan takipnea. Gangguan panik sering kali
dikaitkan dengan agorafobia, yaitu ketakutan berada sendirian di tempat umum.
Di Amerika Serikat, sebagian besar penelitidibidang gangguan panik, meyakini
baha agorafobia hampir sealu berkembang sebagai suatu komplikasi pada pasien
gangguan panik.
Epidemiologi
!enelitian epidemiologi telah melaporkan pre"alensi seumur hidup untuk
gangguan panik adalah 1,#$# % dan untuk serangan panik adalah & ' #.( %.
Sebagai contohnya, satu penelitianterakhir pada lebih dari 1.()) orang deasa
yang dipilih secara acak di *e+as menemukan baha angka pre"alensi seumur
hidup adalah &,, % untuk gangguan panik, #,( % untuk serangan panik, dan -,- %
untuk serangan panik dengan gejala yang terbatas yang tidak memenuhi kriteria
diagnostik lengkap.
.enis /elamin anita -$& kali lebih sering terkena dari pada laki$laki,
alaupunkurangnya diagnosis gangguan panik pada laki$laki mungkin berperan
dalam distribusi yangtidak sama tersebut. !erbedaan antara kelompok 0ispanik,
kulit putih non$0ispanik, dan kulithitam adalah sangat kecil. 1aktor sosial satu$
satunya yang dikenali berperan dalam perkembangan gangguan panik adalah
riayat perceraian atau perpisahan yang belum lama.Gangguan paling sering
berkembang pada deasa muda $ usia rata$rata timbulnya adalah kira$kira -#
tahun, tetapi baik gangguan panik maupun agorafobia dapat berkembang pada
setiapusia. Sebagai contohnya. gangguan panik telah dilaporkan terjadi pada anak$
anak dan remaja.dan kemungkinan kurang diagnosis pada mereka.
ETIOLOGI DAN PATOGENESIS
1. 1aktor 2iologis
!enelitian tentang dasar biologis untuk gangguan panik telah menghasilkan
berbagaitemuan3 satu interpretasi adalah baha gejala gangguan panik dapat
disebabkan oleh berbagaikelainan biologis di dalam struktur otak dan fungsi otak.
penelitian tersebut dan penelitianlainnya telah menghasilkan hipotesis yang
melibatkan disregulasi system saraf perifer dan pusatdi dalam patofisiologi
gangguan panik. Sistem saraf otonomik pada beberapa pasien gangguan panik
telah dilaporkan menunjukkan peningkatan tonus simpatik, beradaptasi secara
lambatterhadap stimuli yang berulang, dan berespon secara berlebihan terhadap
stimuli yang sedang. Sistem neurotransmiter yang terlibat adalah norepinefrin,
serotonin,dan gamma$ami$nobutyric acid (GA2A).
-. 1aktor Genetika
2aha gangguan ini memiliki komponen genetika yang jelas. Angka pre"alensi
tinggi pada anak dengan orang tua yang menderita gangguan panik. 2erbagai
penelitian telahmenemukan adanya peningkatan resiko gangguan panik sebesar 4$
, kali lipat pada sanak saudaraderajat pertama pasien dengan gangguan panik
dibandingkan dengan sanak saudara derajat pertama dari pasien dengan gangguan
psikiatrik lainnya. Demikian juga pada kembar mono5igot.

&. 1aktor !sikososial
2aik teori kognitif perilaku dan psikoanalitik telah dikembangkan untuk
menjelaskan patogenesis gangguan panik dan agoraphobia. *eori kognitif perilaku
menyatakan bahakecemasan adalah suatu respon yang dipelajari baik dari
perilaku modeling orang tua ataumelalui proses pembiasan klasik.*eori
psikoanalitik memandang serangan panik sebagai akibat dari pertahanan yang
tidak berhasil dalam melaan impuls yang menyebabkan kecemasan. Apa yang
sebelumnyamerupakan suatu sinyal kecemasan ringan menjadi suatu perasaan
ketakutan yang melanda,lengkap dengan gejala somatik.!eneliti menyatakan
baha penyebab serangan panic kemungkinan melibatkan arti baah sadar
peristia yang menegangkan dan baha patogenesis serangan panik
mungkin berhubungan dengan faktor neurofisiologis yang dipicu oleh reaksi
psikologis.
GEJALA KLINIK
Serangan panik adalah periode kecemasan atau ketakutan yang kuat dan relati"e
singkatdan disertai gejala somatik. Suatu serangan panik secara tiba$tiba akan
menyebabkan minimal 4dari gejala$gejala somatik berikut6
1. !alpitasi
-. 2erkeringat
&. Gemetar
4. Sesak napas
#. !erasaan tercekik
(. 7yeri dada atau perasaan tidak nyaman
8. 9ual dan gangguan perut
,. !using, bergoyang. melayang. atau pingsan
:. Derealisasi atau depersonalisasi
1). /etakutan kehilangan kendali atau menjadi gila
11. ;asa takut mati
1-. !arastesi atau mati rasa
1&. 9engigil atau perasaan panas
Serangan panik pertama seringkali sama sekali spontan,alaupun serangan panik
kadang$kadang terjadi setelah luapan kegembiraan, kelelahan fisik,akti"itas
seksual, atau trauma emosional sedang. DS9$<= menekankan baha
sekurangnyaserangan pertama harus tidak diperkirakan (tidak memiliki tanda)
untuk memenuhi criteriadiagnostik untuk gangguan panic.Serangan sering dimulai
dengan periode gejala yang meningkat dengan cepat selama 1)menit. Gejala
mental utama adalah ketakutan yang kuat dan suatu perasaan ancaman
kematiandan kiamat. !asien biasanya tidak mampu untuk menyebutkan sumber
ketakutannya. !asienmungkin merasa kebingungan dan mengalami kesulitan
dalam memusatkan perhatian. *andafisik adalah takikardia. palpitasi, sesak nafas,
dan berkeringat.
Gejala Penyerta
Gejala depresif seringkali ditemukan pada serangan panik dan agoraphobia, dan
pada beberapa pasien suatu gangguan depresif ditemukan bersama$sama dengan
gangguan panik.!enelitian telah menemukan baha resiko bunuh diri selama
hidup pada orang dengan gangguan panik adalah lebih tinggi dibandingkan pada
orang tanpa gangguan mental.
DIAGNOSIS
/riteria diagnosis ganggguan panik berdasarkan tabel dari DS9$<=, Diagnostic
and Statistical 9anual of 9ental Disorders, ed 4.Suatu periode tertentu adanya
rasa takut atau tidak nyaman, di mana empat (atau lebih) gejala diatas terjadi
secara tiba$tiba dan mencapai puncaknya dalam 1) menit. 9enurut !!DG.$<<<
gangguan panik baru ditegakkan sebagai diagnosis utama bila tidak ditemukan
adanya gangguan an+ietas fobik. >ntuk diagnosis pasti, harus ditemukan
adanya beberapa kali serangan an+ietas berat dalam masa kira$kira satu bulan 6
1. !ada keadaan$keadaan dimana sebenarnya secara objektif tidak ada bahaya.
-. *idak terbatas pada situasi yang telah diketahui atau yang dapat diduga
sebelumnya(unpredictable situation)
&. Dengan keadaan yang relatif dari gejala$gejala an+ietas pada periode diantara
serangan$serangan panik (meskipun demikian umumnya dapat terjadi juga
an+ietas antipsikotik, yaitu an+ietas yang terjadi setelah membayangkan sesuatu
yang mengkhaatirkan akan terjadi.

DIAGNOSIS BANDING
Diagnosis banding untuk seorang pasien dengan gangguan panik adalah
sejumlahgangguan medis dan juga gangguan mental. >ntuk gangguan medis
misalnya infark miokard,hipertiroid, hipoglikemi, dan feokromositoma.
Sedangkan diagnosis banding psikiatri untuk gangguan panik adalah pura$pura,
gangguan buatan, fobia sosial dan spesifik, gangguan stress pasca traumatik, dan
gangguan depresi.
PEJALANAN PEN!AKIT DAN POGNOSIS
Gangguan panik biasanya memiliki onsetnya selama masa remaja akhir atau
masadeasa aal, alaupun onset selama masa anak$anak, remaja aal, dan usia
pertengahan dapatterjadi. 2iasanya kronik dan ber"ariasi tiap indi"idu. 1rekuensi
dan kepasrahan serangan panicmungkin berfluktuasi. Serangan panik dapat terjadi
beberapa kali sehari atau kurang dari satukali dalam sebulan. !enelitian follo up
jangka panjang gangguan panik sulit diinterpretasikan. 7amun demikian kira$kira
&)$4)% pasien tampaknya bebas dari gejala follo up jangka panjang, kira$kira
#)% memiliki gejala yang cukup ringan yang tidak mempengaruhi kehidupannya
secara bermakna dan kira$kira 1)$-1% terus memiliki gejala yang bermakna.
Depresi dapat mempersulit gambaran gejala pada kira$kira 4)$,)% dari semua
pasien.!asien dengan fungsi premorbid yang baik dan lama gejala singkat
cenderung memiliki prognosis yang baik.