Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN

PENETAPAN HARGA
Dosen Pengampu : Susanti W, SE, MM.











Disusun oleh :
1. Dewi Restu Wijaya A01.12.0187
2. Khuswatun Khasanah A01.12.0193
3. Haniel Ari Wibowo A01.12.0189
4. Kriswanto A01.12.0194
5. Muhammad Jalal A01.12.0195







STIE PELITA NUSANTARA SEMARANG
TAHUN AJARAN 2013

KATA PENGANTAR


Puji syukur atas kehadirat Tuhan YME atas Rahmat dan petunjuknya
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah dengan judul Penetapan
Harga yang mana makalah ini disusun bertujuan untuk memenuhi tugas mata
kuliah Manajemen Pemasaran dalam menempuh pendidikan di STIE PENA.

Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan keterbatasan
dalam penyajian data dalam makalah ini. Oleh karena itu, kami mengharapkan
kritik dan saran yang membangun dari semua pembaca demi kesempurnaan
makalah ini. Semoga makalah ini berguna dan dapat menambah pengetahuan
pembaca.

Demikian makalah ini kami susun, apabila ada kata-kata yang kurang
berkenan dan banyak terdapat kekurangan kami mohon maaf yang sebesar-
besarnya.

























BAB 1
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Penentuan harga adalah proses memilih apa yang bakal diterima sebuah syarat sebagai
pertukaran untuk produknya. Faktor-faktor harga adalah kos pengilangan, tempat pasaran,
persaingan, keadaan pasaran, dan kualiti produk.
Produk ( Product ) adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk
mendapatkan perhatian, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan
atau kebutuhan. Dalam definisi secara luas, produk meliputi objek secara fisik, orang, tempat,
organisasi, ide, atau bauran dari semua bentuk-bentuk tadi. Penentuan hargaa produk perlu
memikirkan produk dan jasa atas tiga tingkatan. Tingkatan yang paling dasar adalah produk
inti ( core product ),Produk inti terdiri dari manfaat inti untuk pemecahan masalah yang dicari
konsumen ketika mereka membeli produk atau jasa. Dalam merancang produk, pemasar
mula-mula arus mendefinisikan manfaat nti yang akan disediakan produk ke konsumen.
Selajutnya perencanaan produk harus menciptakan produk aktual ( actual product ) disekitar
produk inti. Produk aktual mungkin mempunyai lima karateristik: tingkat kualitas, fitur,
rancangan, nama merek, dan kemasan.Akhirnya, penentuan produk harus mewujudkan
produk tambahan disekitar produk inti dan produk aktual dengan menawarkan jasa dan
manfaat tambahan bagi konsumen.
Penambahan produk baru pada satu lini produk disebut sebagai line extension. Jika line
extension memiliki kualitas yang lebih baik dari produk lainnya disebut sebagai tindakan
trading up atau brand leveraging.



B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas perumusan masalah dalam karya tulis yang timbul adalah
sebagai berikut :
1. Jelaskan strategi penentuan harga produk baru?
2. Bagaimana strategi penentuan harga produk baru yang sudah mapan?
3. Jelaskan cara cara penentuan harga produk?
4. Jelaskan klasifikasi produk?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui strategi penentuan harga produk baru
2. Untuk mengetahui strategi penentuan harga produk baru yang sudah mapan
3. Untuk mengetahui cara cara penentuan harga produk
4. Untuk mengetahui klasifikasi produk



BAB II
PENENTUAN HARGA PRODUK

A. Pengertian Penentun Harga Produk
Penentuan harga adalah proses memilih apa yang bakal diterima sebuah syarat sebagai
pertukaran untuk produknya. Penetapan harga sebagian besar berdasarkan pada banyak
permintaan. Apabila permintaan banyak, harga yang dikenakan akan tinggi. Akan tetapi, bila
permintaan sedikit, harga yang dikenakan akan rendah walaupun dalam kedua kasus di atas
harga satuan yang berlaku mungkin sama. Harga dapat berbeda-beda berdasarkan konsumen.
Harga yang lebih tinggi diberikan kepada pembeli yang tidak mempedulikan harga, dan harga
yang lebih rendah diberikan pada pembeli yang memperhatikan harga. Penetapan harga
seperti ini dapat menghancurkan kepercayaan konsumen dalam jangka panjang.
B. Strategi Penentuan Harga Produk Baru
Strategi penentuan harga pada produk baru yaitu :
1. Skimming PriceStrategi skimming
Skimming PriceStrategi skimming adalah menetapkan harga awal yang tinggi ketika produk
barudiluncurkan dan semakin lama akan terus turun harganya. Contoh handphone
nokia,laptop, komputer, dan lain sebagainya.
2. Penetration Price / Harga PenetrasiStrategi harga penetrasi
Penetration Price / Harga PenetrasiStrategi harga penetrasi adalah menentukan harga awal
yang rendah serendah-rendahnya atau murah dengan tujuan untuk penetrasi pasar dengan
cepat dan juga membangun loyalitas merek dari pada konsumen. Contoh : tarif layanan
operator baruthree / 3, mie selera rakyat, so klin MB, dan lain-lain.
penetapan harga. Misalnya, konsumen sangat tergantung pada harga sebagai
indikator kualitas sebuah produk terutama pada waktu mereka harus membuat
keputusan beli sedangkan informasi yang dimiliki tidak lengkap. Beberapa studi telah
menunjukkan b a h wa pe r s e p s i k on s u me n t e r ha d a p k ua l i t a s p r odu k
s e r i n g be r ub a h - u b a h s e i r i n g dengan perubahan yang terjadi pada harga.
Jadi semakin tinggi harga suatu produk ma ki n t i n ggi pul a ku a l i t a s
pr odu k ya n g di p e r s e p s i ol e h ko ns u me n . Kon s ume n mempunyai persepsi
seperti ini pada waktu mereka tidak memiliki petunjuk lain darikualitas produk selain
harga. Padahal persepsi kualitas dapat dipengaruhi pula olehreputasi toko,
periklanan, dan variabel-variabel lainnya.
penentuan harga merupakan suatu masalah jika perusahaan akan menetapkan harga
untuk pertama kalinya.Ini terjadi ketika perusahaan mengembangkan atau memperoleh
produk baru, ketika akan memperkenalkan produknya ke saluran distribusi baru atau daerah
baru, ketika akan melakukan penawaran atas suatu perjanjian kerja baru.Definisi tersebut
menjelaskan bahwa setiap perusahaan harus memutuskan dimana ia akan
menempatkan produknya berdasarkan mutu dan harga. Dalam beberapa pasar seperti pasar
mobil, sebanyak delapan titik harga dapat ditemukan.Dipasar mobil Indonesia terdapat merek
puncak (standar emas), contohnya Mercedez Benz dan Jaguar.Dibawahnya ada Merek
mewah seperti BMW, Audi dll, Dibawahnya lagi ada merek yang memenuhikebutuhan-
kebutuhan khusus: Volvo (keamanan) dan Porche (kinerja tinggi). Di tengah-tengah
terdapatsejumlah merek seperti Honda, Mitsubishi, Toyota. Satu tingkat dibawahnya adalah
merekmerek yangterutama memberi manfaat fungsional seperti Suzuki. Dibawah Suzuki
ada merek-merek lebih murah tapi juga memberikan kinerja memuaskan seperti Hyundai.
Paling bawah adalah merek-merek yang daya tariknyahanya harga yang menunjukkan bahwa
kedelapan tingkat penempatan produk ini tidak bersaing satu sama lain,tetapi hanya bersaing
dalam masing-masing kelompok. Namun dapat terjadi persaingan antara segmen-segmen
harga dan mutu.Tabel 2.2 menunjukan sembilan kemungkinan strategi harga-mutu. Strategi
diagonal 1, 5, dan 9 semuanyadapat bertahan pada pasar yang sama; yaitu satu perusahaan
menawarkan produk bermutu tinggi pada hargatinggi, perusahaan lain menawarkan produk
bermutu rendah pada harga rendah. Ketiga pesaing tersebutdapat hidup bersama selama pasar
terdiri dari tiga kelompok pembeli, yaitu yang mementingkan mutu, harga,dan yang
mementingkan keseimbangan antara keduanya.Strategi penempatan 2, 3, dan 6 Menunjukan
cara untuk menyerang posisi diagonal. Strategi 2 menyatakan, Produk kami memiliki mutu
yang sama dengan produk 1 tetapi harga kami lebih rendah. Strategi 3menyatakan hal yang
sama dan bahkan menawarkan penghematan yang lebih besar. Jika pelanggan
yangmementingkan mutu mempercayai pasaing ini, mereka pasti akan membeli sari pesaing
ini dan menghematuang (kecuali jika produk 1 memiliki daya tarik prestise). Hal ini dapat
dilihat pada Tabel 2.2 dibawah ini.Strategi penempatan 4, 7, dan 8 mengenakan harga yang
terlalu tinggi dibandingkan dengan mutunya.Pelanggan akan merasa dirugikan dan mungkin
akan mengeluh atau menceritakan hal-hal buruk mengenai perusahaan. Strategi ini harus
dihindarkan oleh pemasar professional.Harga jual merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli suatu produk, konsumen akan membeli
suatu produk apabila ada keseimbangan antara alasan dalam menetapkanharga jual

C. Strategi Penentuan Harga Produk Yang Sudah Mapan
Menurut Tjiptono (2001 : 174) ada beberapa faktor yang menyebabkan suatu
perusahaan harus selalu meninjau kembali strategi penetapan harga produk-produknya yang
sudah ada di pasar, diantaranya adalah :
1. Adanya perubahan dalam lingkungan pasar, misalnya pesaing besar menurunkan harga.
2. Adanya pergeseran permintaan, misalnya terjadinya perubahan selera konsumen.
Dalam melakukan peninjauan kembali penetapan harga yang telah dilakukan,
perusahaan mempunyai tiga alternatif strategi, yaitu:
1. Mempertahankan Harga, strategi ini dilaksanakan dengan tujuan mempertahankan posisi
dalam pasar dan untuk meningkatkan citra yang baik di masyarakat.
2. Menurunkan Harga, Strategi ini sulit untuk dilaksanakan karena perusahaan harus memiliki
kemampuan finansial yang besar, sementara konsekuensi yang harus ditanggung, perusahaan
menerima margin laba dengan tingkat yang kecil.
3. Menaikan Harga, suatu perusahaan melakukan kebijakan menaikan harga dengan tujuan
untuk mempertahankan profitabilitas dalam periode inflasi dan untuk melakukan segmentasi
pasar tertentu.


D. Cara-Cara Penentuan Harga Produk
Suatu perusahaan dalam Penentuan harga produk umumnya berorientasi pada 3 hal,
yaitu:
1. Penentuan Harga yang Berorientasi Biaya Kebanyakan
suata perusahaan menetapkan harga berdasarkan biaya yang dikeluarkan. Umumnya semua
biaya, termasuk pengalokasian biaya tambahan, selalu berubah dan dibuat berdasarkan
perkiraan tingkat pelaksanaan. Penetapan harga yang berorientasi biaya biasanya dilakukan
dalam perdagangan eceran (bahan makanan, mebel, kerajinan, pakaian) dan pesanan karena
biayanya sulit ditentukan sebelumnya, seperti pembuatan bangunan dan mesin yang
khusus.Hal-hal yang perlu menjadi pedoman dalam penetapan harga yang berorientasi biaya
adalah:
a. Presentase kenaikan harga harus berbanding terbalik dengan harga satuan. Artinya, semakin
rendah harga satuan, semakin tinggi presentase kenaikan harga. Contoh: Sebuah dompet yang
semula harganya Rp. 20.000 dapat dijual dengan harga Rp. 40.000.-atau terjadi kenaikan
harga sebesar 100 %. Sementara seperangkat meja kursi yang harganya Rp. 300.000 dapat
dijual dengan harga Rp 450.000 atau kenaikan harga relatif lebih rendah sebesar 50 %.
b. Tingkat kenaikan harga harus berbanding terbalik dengan harga penjualan. Artinya, bila
suatu produk semakin sering dibeli, maka kenaikan harga semakin sedikit. Semakin sedikit
produk tersebut dibeli, semakin tinggi kenaikan harganya. Sebagai contoh: Surat kabar, rokok
dan sabun mandi akan memiliki kenaikan harga yang lebih rendah dari peralatan elektronik
seperti komputer, televisi, lemari es.

2. Penentuan Harga yang Berorientasi Permintaan.
Penetapan harga sebagian besar berdasarkan pada banyak permintaan. Apabila
permintaan banyak, harga yang dikenakan akan tinggi. Akan tetapi, bila permintaan sedikit,
harga yang dikenakan akan rendah walaupun dalam kedua kasus di atas harga satuan yang
berlaku mungkin sama. Harga dapat berbeda-beda berdasarkan konsumen. Harga yang lebih
tinggi diberikan kepada pembeli yang tidak mempedulikan harga, dan harga yang lebih
rendah diberikan pada pembeli yang memperhatikan harga. Penetapan harga seperti ini dapat
menghancurkanke percayaan konsumen dalam jangka panjang.
3. Penentuan Harga yang Berorientasi Persaingan.
Penetapan harga dilakukan bila harga tersebut sebagian besar ditentukan oleh harga
pesaing yang lain. Dalam hal ini harga tidak perlu sama. Perusahaan dapat mempertahankan
harga produknya lebih tinggi atau lebih rendah dari harga produk pesaing dalam batasan
presentase tertentu. Jenis penetapan harga ini biasanya digunakan untuk menyaingi produk
yang tidak berbeda, seperti beras, minyak goreng, tepung terigu, gula pasir dan lain-lain.
Penetapan harga yang berorientasi persaingan juga dapat digunakan dalam penawaran
kontrak.(diskopjatim)

E. Klasifikasi Produk
Produk dan jasa dibagi menjadi dua kelas besar menurut jenis konsumen yang
menggunakan yaitu produk konsumen ( consumer products ) dan produk industri ( industrial
products ). Dalam definisi secara luas,produk juga meliputi entitas yang dapa dipasarkan
seperti organisasi, orang, distribusi, serta ide. Produk KonsumenProduk konsumen adalah
produk yang dibeli konsumen akhir untuk konsumsi pribadi.
Produk konsumen meliputi produk sehari-hari ( convenience products ), produk
shopping ( shopping products ), produk spesial ( specialty products ), sera produk yang tidak
dicari ( unsought products ). Produk ini berbeda dalam cara pembelian konsumen, dan oleh
karena itu rodk ini pun berbeda dalam cara pemasarannya,klasifikasi produk :
a. Produk sehari-hari adalah produk dan jasa konsumen yang biasanya sering dan cepat dibeli
oleh pelanggan dan disertai dengan usaha yang sedikit dalam membandingkan dan membeli.
Misalnya, sabun, permen, koran, dan fast food.
b. Produk shopping ( shopping products ) adalah produk dan jasa konsumen yang jarang dibeli,
sehingga pelanggan membandngkan kecocokan, kualitas, harga, dan gayanya dengan cermat.
Contohnya mebel, pakaian, mobil bekas, peralatan rumah tangga utama, serta jasa hotel dan
motel.
c. Produk spesial ( specialty products ) adalah produk konsumen dengan karateristik unik atau
identifkasi merek yang dicari oleh kelompok pembeli tertentu, sehingga mereka mau
mengeluarkan usaha khusus untuk memperolehnya. Misalnya, merek serta jenis mobil
tertentu, peralatan fotografi yang mahal dan sebagainya.
d. Produk yang tdak dicari ( unsought products ) adalah produk konsumen d mana
keberadaannya tdak diketahui, atau jika diketahui oleh konsumen pun, tidak terfikir oleh
mereka untuk membelinya. Sebagian besar inovasi baru yang yang penting tidak dicari (
unsought ) sampai konsumen menyadarinya lewat iklan.
Produk IndustriProduk industri (industrial products ) adalah produk yang dibeli untuk
pemrosesan lebih lanjut atau penggunaan yang terkait dengan bisnis. Jadi perbedaan antara
produk konsumen dengan produk industri didasarkan pada tujuan dibelinya produk itu. Tiga
kelompok produk dan jasa industri meliputi :
1. Bahan dan suku cadang
2. Barang modal
3. Perlengkapan dan jasa.



BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan isi makalah diaatas,penulis dapat menarik beberapa kesimpulan :
1. Penentuan harga adalah proses menentukan apa yang bakal diterima sebuah syarikat sebagai
pertukaran untuk produknya.
2. Menurut Tjiptono (2001 : 174) ada beberapa faktor yang menyebabkan suatu perusahaan
harus selalu meninjau kembali strategi penetapan harga produk-produknya yang sudah ada di
pasar
3. Produk dan jasa dibagi menjadi dua kelas besar menurut jenis konsumen yang menggunakan
yaitu produk konsumen ( consumer products ) dan produk industri ( industrial products ).
B. Saran
Berdasarkan pada permasalahan yang diangkat oleh penulis yaitu mengenai penentuan
harga produk, maka dari itu penulis memberikan saran yaitu Untuk meningkatkan
pengetahuan tentang penentuan harga produk,sesuaikanlah kualitas produk yang akan di jual,



DAFTAR PUSTAKA
Dicatat oleh jumaedi edi di 7:49 PG
E-melkan IniBlogThis!Kongsi ke TwitterKongsi ke Facebook