Anda di halaman 1dari 3

Pembahasan Kelompok I

Pengawasan Pemerintah Kota Makassar dalam Penataan Kota


Disusun Oleh Kelompok III
1. Adityo Hutomo (1106086456)
2. Gita Trianti (1106086172)
3. Ponco Sudewo (1106086525)
4. Putri Puspitasari (1106086355)
5. Radhi Izhar Akbari (1106086241)
Terkait dengan Makalah Akhir Administrasi Perkotaan yang telah disusun oleh
Kelompok 1 mengenai Pengawasan Pemerintah Kota Makassar dalam Penataan Kota, kami
sebagai pembahas dari Kelompok 3 memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas
terselesaikannya Makalah Akhir ini. Akan tetapi, kami sebagai pembahas memiliki beberapa
catatan dan akan memberikan beberapa ulasan baik dari segi teknis dan substantif.
Dilihat secara teknis, makalah yang disusun oleh kelompok 1 sudah cukup baik.
Namun masih terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti pada bagian cover, jika
merunut dengan Ketentuan Makalah UAS, seharusnya font yang digunakan tebal (bold).
Selain itu dapat ditemukan juga kata-kata yang berhimpit tanpa spasi, seperti pada bagian
abstrak, yaitu Namunperbaikan tersebut tidak diiringi.., dan penggunaan font yang tidak
sama pada bagian latar belakang masalah di paragraf keempat, Selain itu rasio penggunaan
lahan telah mencapai... Untuk penggunaan istilah asing, ditemukan juga beberapa istilah
atau kata yang tidak dicetak miring, seperti kata monitoring dan green flower mall,
kesalahan pengetikan juga terjadi misalnya pada kata untuk yang mana di dalam halaman
16 diketik unutk. Selanjutnya, pada judul bab empat dituliskan judul kesimpulan dan
rekomendasi, akan tetapi pada sub bab 4.2 isitilah rekomendasi diganti dengan istilah saran.
Semoga dalam penulisan kedepannya, rekan-rekan dari kelompok 1 dapat lebih teliti lagi.
Catatan selanjutnya dari pembahas adalah mengenai substansi. Kelompok kami
memiliki beberapa catatan terkait makalah dari kelompok penyaji.
1. Dalam latar belakang masalah alur penjabarannya tidak mengerucut dari secara umum
menjadi secara khusus perihal yang dibahas, yakni tertera dalam paragraf 4 dan 5.
Pada paragraf sebelumnya telah dijelasakan mengenai Indonesia secara khusus yang
kemudian mulai mengerucut dalam pelaksanaan pembangunan yang memerlukan
pengawasan dan pelaksanaan pengawasan tata ruang. Akan tetapi, pada paragraf 5
menjadi pembahasan secara umum kembali mengenai kota di Indonesia yang
seharusnya alur tersebut dapat langsung dijelaskan mengenai Kota Makassar yang
menjadi sorotan penjelasan mengenai pengawasan pemerintah dalam penataan kota.
2. Konten dari latar belakang masalah pada paragraph tiga sedikit membingung kan
dimana antara pentingnya perencanaan bagi pembangunan kota, mengawasi
pembangunan kota / perencanaan pembangunan kota, atau pengawasan oleh
masyarakat terhadap pembangunan kota yang kelompok tiga maksud sebagai wujud
dari transparansi pemerintah? Atau sebenarnya apa yang ingin ditekankan dalam
paragraph ini kurang dapat dimengerti.
3. Dalam latar belakang masalah paragraph ke-6 kalimat pertama dan kedua disebutkan
bahwa salah satu kota dengan pengawasan tata ruang kota yang memiliki catatan
buruk adalah Kota Makassar. Salah satu bukti penataan kota yang buruk terlihat dari
banyaknya IMB yang diterbitkan dan tidak diiringi dengan pengawasan yang baik.
Dalam hal ini tidak disebutkan bukti atau faktor lain yang membuat pengawasan tata
ruang kota Kota Makassar bisa disebut buruk.
4. Pertanyaan dalam rumusan masalah kurang jelas maksudnya, bahwasannya makalah
ini mempertanyakan bagaimana pengawasan Pemerintah Kota Makasar dalam
penataaan kota saja. Seharusnya disebutkan juga pengawasan yang dilakukan adalah
terhadap penataan Kota Makasar.
5. Terdapat keganjilan mengenai pengawasan teknis pembinaan penataan ruang yang
dilakukan oleh Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DRTB). Keganjilan ini terletak pada
pembinaan penataan ruang yang dilakukan melalui sosialisasi peraturan perundang-
undangan dan sosialisasi pedoman bidang penataan ruang serta koordinasi
penyelenggaraan penataan ruang, namun tidak dijelaskan secara lengkap mengenai
sosialisasi dilakukan seperti apa kepada masyarakat khususnya dan disertai oleh data
yang akurat. Di makalah ini, penjelasan mengenai pembinaan penataan ruang justru
dijelaskan mengenai adanya standar mutu pelayanan IMB yang baik sehingga
menghantarkan Kota Makassar menjadi kota terbaik kedua dalam kemudahan
pengurusan IMB.
6. Dalam pengawasan pemanfaatan ruang pada halaman 16 paragraf 1 kalimat ke 10
terdapat kesamaan penjelasan dengan paragraph selanjutnya yakni kalimat ke 10 yang
seharusnya dalam penjelasan yang ada tidak perlu dijelaskan kembali dipembahasan
berikutnya.
7. Disebutkan bahwa Kota Makassar memiliki visi penataan ruang kota diarahkan untuk
mewujudkan Makassar sebagai Kota Maritim, Niaga, Pendidikan, Budaya, dan Jasa
yang berorientasi Global, Berwawasan Lingkungan dan Paling Bersahabat. Untuk
mewujudkan visi tersebut maka ditetapkan misi tata ruang Kota Makassar sebagai
arahan penataan ruang wilayah yaitu membangun Kota Makassar yang berbasis
masyarakat, mengembangkan lingkungan kehidupan perkotaan berkelanjutan dan
mengembangkan Kota Makassar sebagai kota maritim, niaga, pendidikan, budaya dan
jasa berskala nasional dan internasional. Namun tidak disebutkan seperti apa bentuk
program misi tersebut.





Daftar Pertanyaan
1. Adanya kemudahan dalam memberikan izin mendirikan bangunan lambat laun pasti
akan menyebabkan masalah tata ruang perkotaan. Adakah antisipasi Pemerintah Kota
Makassar dalam masalah mengenai tata ruang perkotaan terkait dengan pelaksanaan
kebijakan dalam memudahkan pemberian izin dalam mendirikan bangunan?
2. Apakah kaitannya KPK menjadi pengawas eksternal dalam hal monitoring
pelaksanaan pengawasan tata ruang perkotaan di Kota Makassar?
3. Kota kota di Indonesia pada umumnya memiliki ketidak-konsistenan pelaksanaan
pengawasan tata ruang kota sehingga terjadinya berbagai macam masalah.
Permasalahan kota menyentuh hampir di semua kota di Indonesia, Kota Bogor
terkendala akan pengawasan penataan perumahan villa-villa di kawasan puncak. Apa
yang menyebabkan ketidakkonsistenan pelaksanaan pengawasan tata ruang kota di
Indonesia? Lalu apa solusi menurut kelompok kalian dilihat dari analisis yang kalian
gunakan?
4. Salah satu pengawasan tata ruang kota yang memiliki catatan buruk lainnya adalah
Kota Makassar. Salah satu bukti penataan kota yang buruk terlihat dari banyaknya
IMB yang diterbitkan dan tidak diiringi dengan pengawasan yang baik. Selain catatan
buruk, apakah ada catatan baik dari penataan Kota Makassar?
5. Dalam sub bab 3.1.1. telah disebutkan bahwa Pengawasan teknis kinerja pengaturan
penataan ruang merupakan kegiatan mengawasi status hukum Peraturan Daerah
(Perda) atau dokumen tentang perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian
pemanfaatan ruang. Bagian atau perihal apa yang di pantau oleh Pemerintah Kota
Makasar terkait Perda Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Makassar, RPJPD,
RPJMD, dll? Apakah kontennya, proses pembuatannya, pelaksanaannya, atau hal
yang lainnya?
6. Dalam pasal 55 Undang-Undang No 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang yang
juga ada di dalam kerangka teori dari Kelompok 1 ditegaskan bahwa untuk menjamin
tercapainya tujuan penyelenggaraan penataan ruang maka pengawasan
diselenggarakan dalam bentuk pemantauan (monitoring), evaluasi dan pelaporan.
Akan tetapi di dalam analisisnya hanya dipaparkan dalam dua bentuk saja yaitu
pemantauan dan evaluasi. Apakah dalam penyelenggaraan pengawasan oleh
Pemerintah Makasar juga terdapat bentuk pelaporannya? Jika ada bagaimana
bentuknya dan bagaimana mekanisme pelaporannya?