Anda di halaman 1dari 102

Powerpoint Templates

Page 1
Powerpoint Templates
HUKUM LINGKUNGAN
Nadia Nurani Isfarin, S.H.,LL.M
Powerpoint Templates
Page 2
Kontrak forum
Toleransi keterlambatan15 Menit
Berpenampilan rapi
Referensi wajib:
- Hukum Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup (Absori) atau
Hukum Tata Lingkungan (Koesnadi Hardjasoemantri)
- UU 32 No. 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup
- PP No. 27 tahun 2012 tentang izin lingkungan
- PP No. 27 tahun 1999 tentang analisis mengenai dampak
lingkungan (AMDAL)



Powerpoint Templates
Page 3
silabi
Pengantar
Instrumen hukum internasional
Instrumen & penegakan hukum administrasi
Instrumen & penegakan hukum perdata
Instrumen & penegakan hukum pidana
Penyelesaian sengketa lingkungan non litigasi
Permasalahan lingkungan V otonomi daerah
Powerpoint Templates
Page 4
Referensi
Absori, 2009, Hukum Penyelesaian Sengketa Lingkungan
Hidup, Muhammadiyah University Press, Surakarta
Hardjasoemantri, Koesnadi, 1999, Hukum Tata Lingkungan,
Edisi Ketujuh, Cetakan ke empatbelas, Gajah Mada
University Press, Yogyakarta.
Rangkuti, Siti Sundari, 1991, Inovasi Hukum Lingkungan :
Dari Ius Constitutum ke Ius Constituendum, Airlangga
University Press, Surabaya.
Rangkuti, Siti Sundari, 2005, Lingkungan dan Kebijaksanaan
Lingkungan Nasional, Airlangga University Press, Surabaya.
UU No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup
Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999, Tentang Analisys
Mengenai Dampak Lingkungan Hidup
Powerpoint Templates
Page 5
penilaian
Presensi 75% terpenuhi
50% tugas harian
50% nilai ujian
Powerpoint Templates
Page 6
PROBLEM GLOBAL
LINGKUNGAN
Global warming
naiknya temperatur global 1,4-5,8 C naiknya
permukaan air laut
Global climate change
Kerusakan dan pencemaran lingkungan
Berbagai bencana alam terjadi di Indonesia akibat
perilaku manusia yang menempatkan alam sebagai
komoditas tanpa melakukan upaya pelestarian
lingkungan
Powerpoint Templates
Page 7
Akar persoalan degradasi
lingkungan
Disparitas yang lebar antara miskin dan
kaya
Erosi budaya yang semakin meluas dan
gaya hidup pragmatis
Egoisme individu dan melemahnya kontrol
sosial
Kemorosotan religius
Powerpoint Templates
Page 8
Upaya masyarakat internasional
Hukum kebiasaan internasional
prinsip good neighborliness: melarang
penggunaan wilayah suatu negara bila
menimbulkan gangguan atau kerugian pada
wilayah negara lain.
Pada kasus nuclear test (Australia & New
Zeland V France 1973) di ICJ. Aus&NZ
meminta ICJ memberikan injuntive release
atas percobaan nuklir Perancis di Pulau
Maurora Atoll di lautan pasifik
Powerpoint Templates
Page 9
Deklarasi Stockholm 1972
meminta negara-negara untuk
mengembangkan hukum lingkungan
internasional yang berkaitan dengan libility
dan compensation.
Ada tiga prinsip hukum DS 1972: state
sovereignity, good neighborliness, state
responsbility


Powerpoint Templates
Page 10
Perlindungan lingkungan laut
Konvensi Paris 1974, Konvensi London
1976, UNCLOS 1982
Perlindungan atmosfer
Konvensi Wina 1985, Climate Change
Convention 1992, Protokol Kyoto 1997
Konservasi Alam
CITES (Convention on International Trade
in Endangered Species) 1973, Konvensi
Keanekaragaman hayati
Powerpoint Templates
Page 11
Tanggung Jawab Negara
Tanggung jawab aktif : memastikan
pemenuhan dan pelaksanaan kewajiban
negara
Tanggung jawab pasif: memastikan untuk
tidak melakukan perbuatan atau kegiatan
yang dilarang
Powerpoint Templates
Page 12
Hukum kebiasaan internasional

prinsip good neighborliness: melarang
penggunaan wilayah suatu negara bila
menimbulkan gangguan atau kerugian
pada wilayah negara lain.
Pada kasus nuclear test (Australia & New
Zeland V France 1973) di ICJ. Aus&NZ
meminta ICJ memberikan injuntive release
atas percobaan nuklir Perancis di Pulau
Maurora Atoll di lautan pasifik

Powerpoint Templates
Page 13
Deklarasi Stockholm 1972
Merupakan konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup
Hasil:
1. deklarasi lingkungan hidup
2. rencana aksi lingkungan hidup, termasuk rekomendasi perencenaan dan
pengelolaan permukiman manusia
3. rekomendasi kelembagaan dengan membentuk dewan pengurus UN
Environment Programm (UNEP), sekretariat, dana lingkungan hidup dan
badan koordinasi lingkungan hidup
Prinsip yang dikodifikasi: state sovereignity, good neighborliness, dan state
responbility
Menetapkan tanggal 5 Juni sebagai hari lingkungan hidup sedunia
Keuntungan diadakan deklarasi Stockholm yaitu mulai tumbuhnya kesatuan
pengertian dan bahasa di antara para ahli hukum sebagai dukungan
terhadap perkembangan hukum lingkungan pada taraf nasional, regional
dan internasional

Powerpoint Templates
Page 14
Konvensi Montevido 1981
Merupakan pertemuan yang bersifat ad hoc
Perwujudan sanksi hukum lingkungan merupakan unsur yang penting untuk
manajemen lingkungan yang baik
Hasil:
a. kerangka acuan, prinsip atau kesepakatan harus dibuat sesuai dengan
tujuan yang disepakati, dalam bidang: polusi laut, perlindunga terhadap
susunan lapisan ozon, trasnportasi, penanganan dan penjualan limbah
berbahaya dan beracun
b. selain itu diperlukan strategi dalam bidang: kerjasama internasional
dalam lingkungan yang terancam, manajeman wilayah pantai, konservasi
tanah, polusi udara antar perbatasan, perdagangan internasional berpotensi
kimia berbahaya, perlindungan terhadap suangai dan air dalam tanah,
mekanisme hukum dan administrasi untuk pencegahan dan tindakan
penanggulangan, perkiraan dampak lingkungan
c. kerja tersebut harus dilaksanakan dalam rangka promosi pembangunan
secara menyeluruh


Powerpoint Templates
Page 15
World Commission on Environment and
Development (WCED)
Dibentuk melalui Sidang Umum PBB 1983 dengan keanggotaan Zimbabwe,
Jerman Barat, Hongaria, Jepang, Guyana, Saudi Arabia, Italia, Meksiko,
Brazilia, Aljazair, Nigeria, Yugoslavia, dan Indonesia
Perspektif WCED dalam masalah lingkungan:
- keterkaitan (interdependency)
permasalahan lingkungan hidup lingkungan hidup tidak lagi terbatas pada
batas- batas negara. Oleh karena itu, diperlukan pendekata lintas negara
- berkelanjutan (sustainability)
pembangunan memerlukan sumber daya alam yang harus dilestarikan
kemampuannya menunjang proses pembangunan secara berkelanjutan.
Oleh karena itu diperlukan kebijaksanaan pembangunan yang berwawasan
lingkungan
- pemerataan (equity)
kemiskinan dapat memicu eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan
sehingga perlu adanya kesempatan merata untuk mengakses SDA bagi
pemenuhan kebutuhan pokok seperti sumber air, tanah


Powerpoint Templates
Page 16
Cont
Sekuriti dan keamanan lingkungan
Perlombaan persenjataan memperbesar potensi kerusakan
lingkungan, sehingga perlombaan senjata dan peperangan harus
berwawawan lingkungan
Pendidikan dan komunikasi
Kerjasama internasional

Powerpoint Templates
Page 17
Deklarasi Rio de Jenario 1992
Sustainable development
- kesetaraan dan keadilan sosial
- menghargai keanekaragaman hayati
- pendekatan integratif (keterkaitan manusia-alam)
- perspektif jangka panjang
Biodiversity (keanekaragaman hayati)
Climate change (perubahan iklim)
- para pihak harus melindungi sistem iklim untuk kepentingan
generasi kini dan yang akan datang sesuai dengan keadilan dan
kemampuan
- keadaan khusus dari negara berkembang yang harus memikul
ketidakseimbangan beban harus dipertimbangkan
- para pihak harus mengambil tindakan preventif
- semua pihak mempunyai hak untuk memajukan pembangunan
berkelanjutan
Powerpoint Templates
Page 18
Deklarasi Rio de Jenario 1992
Prinsip2:
Prinsip Pencegahan Dini (Precautionary Principle) Prinsip ini
menyatakan bahwa tidak adanya temuan atau pembuktian ilmiah yang
konklusif dan pasti, tidak dapat dijadikan alasan untuk menunda upaya-
upaya mencegah kerusakan lingkungan. Berbagai negara telah
menerapkan prinsip ini dalam legislasi nasional, misalnya Ceylon, India,
Filipina, Australia.
Prinsip Keadilan Antargenerasi (The Principle of Intergenerational
Equity) Negara dalam hal ini harus melestarikan dan menggunakan
lingkungan serta sumber daya alam bagi kemanfaatan generasi sekarang
dan mendatang. Prinsip keadilan antargenerasi ini terumuskan dalam
Prinsip 3 yang menyatakan bahwa hak untuk melakukan pembangunan
dilakukan dengan memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa
mengurangi kemampuan generasi mendatang dalam memenuhi
kebutuhannya.


Powerpoint Templates
Page 19
Prinsip Keadilan Intragenerasi (The Principle of Intragenerational
Equity) masyarakat dan tuntutan kehidupan lain dalam satu generasi
memiliki hak untuk memanfaatkan sumber alam dan menikmati lingkungan
yang bersih dan sehat. Keadilan intragenerasi dapat diartikan baik secara
nasional maupun internasional.
Prinsip Integrasi (The Principle of Integration) Dalam mencapai sasaran
perlindungan, pemulihan dan peningkatan kualitas lingkungan, pemerintah
atau setiap pengambil keputusan hendaknya mempertimbangkan prinsip-
prinsip pembangunan berkelanjutan. Syaratnya ialah bahwa ada integrasi
yang efektif atas pertimbangan-pertimbangan ekonomi (pembangunan)
dengan lingkungan dalam setiap pengambilan keputusan.

Powerpoint Templates
Page 20
Cont
Prinsip Kerja Sama (Principle of Cooperation) Prinsip ini diatur dalam Prinsip 7 yang pada
dasarnya bertujuan agar negara-negara melakukan kerja sama secara spirit of global
partnership dalam melindungi dan melestarikan lingkungan. Dalam prinsip kerja sama ini
dicapai suatu consensus bahwa berdasarkan perbedaan kerusakan lingkungan (karena
perbuatan masing-masing negara), semua negara mempunyai kewajiban bersama untuk
melestarikan lingkungan namun tingkat kewajiban ini hendaknya berbeda satu sama lain.
Negara-negara maju mengakui tanggung jawab mereka untuk melakukan upaya pada tingkat
internasional dalam rangka pencapaian pembanungan berkelanjutan. Hal ini tentu dapat
diterima karena tekanan lingkungan yang ada secara global lebih merupakan hasil aktivitas
masyarakat mereka, dan berkenaan pula dengan kemampuan teknologi serta sumber
keuangan yang mereka miliki.
prinsip mengenai kedaulatan negara untuk mengelola/memanfaatkan sumber daya alam
tanpa merugikan negara lain (right to exploit resources but responsible do not cause damage
to the environment of other States) (Prinsip 2). Prinsip ini diadopsi dari Prinsip Deklarasi
Stockholm (Prinsip 21), di mana prinsip ini merupakan asas hukum Romawi yang dikenal
dengan Prinsip Sic Utere.

Powerpoint Templates
Page 21
WSSD (WorldSummit on
Sustainable Development)
Dalam perkembangannya ternyata prinsip sustainable
development tidak diinterprestasikan secara baik oleh
negara-negara di dunia karena pemerintahan yang
corrupt dan tidak peduli lingkungan.
Prinsip good sustaibale development governance:
prinsip pemerintahan yang baik dan mempunyai
komitmen lingkungan untuk menerapkan sustainable
development

Powerpoint Templates
Page 22
Implikasinya terhadap Indonesia
Peraturan perundang-undangan yang telah dibentuk:
- UU No. 4 tahun 1982 tentang Ketentuan-Ketentuan
Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup
- UU No. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan
Lingkungan Hidup
- UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup
Powerpoint Templates
Page 23
Cont
Menurut Emil Salim:
Membina keselarasan antar manusia-
lingkungan
Melestarikan SDA
Mencegah kemorosotan mutu dan
meningkatkan mutu lingkungan
Membimbing manusia dari posisi perusak
lingkungan mnejadi pembina lingkungan

Powerpoint Templates
Page 24
Fungsi perizinan (Sjachran Basah)
Direktif pengarah dalam pembangunan masyarakat
Integratif pembina kesatuan bangsa (antar wilayah &
antar departemen-birokrasi)
Stabilitas pemelihara hasil-hasil pembangunan
Perspektif penyempurna tindakan-tindakan
administratif negara dan tindak warga masyarakat
Korektif memperbaiki tindakan administratif negara
dan warga negara
Powerpoint Templates
Page 25
Instrument administrasi lingkungan
(perizinan lingkungan)
pengendalian Sanksi administratif
Powerpoint Templates
Page 26
Instrumen hukum administrasi
& Penegakannya
Powerpoint Templates
Page 27
Powerpoint Templates
Page 28


Hukum administrasi lingkungan
Penetapan

(perijinan)
HO (UKL-UPL) AMDAL
Ijin buang
limbah
kebijakan
Instrument
ekonomi
lingkungan
Audit
lingkungan
Anggaran
berbasis
lingkungan
perUUan
berbasis
lingkungan
Analisa resiko
lingkungan
hidup
Powerpoint Templates
Page 29
(dokumen) AMDAL
Wajib bagi satiap usaha/kegiatan yang berdampak
penting bagi lingkungan hidup
Merupakan dasar penetapan keputusaan
kelayakan lingkungan hidup
Disusun oleh pemrakarsa dengan melibatkan
masyarakat berdasarkan prinsip pemberian
informasi yang transparan dan lengkap serta
diberitahukan sebelum kegiatan dilaksanakan
Berdasarkan hasil penilaian komisi penilai Amdal,
pejabat setempat menetapkan keputusan
kelayakan/ketidaklayakan lingkungan hidup sesuai
dengan kewenangannya
Powerpoint Templates
Page 30
AMDAL
Wajib Bagi usaha yang berdampak penting bagi lingkungan sebagaii dasar
penetapan keputusan kelayakan lingkungan hidup
Kriteria dampak penting:
- jumlah penduduk yang akan terkena dampak rencana usaha
- luas wilayah dampak
- intensitas
- banyaknya komponen LH yang akan terkena dampak
- sifat kumulatif
- berbalik / tidak berbaliknya dampak
- kriteria lain sesuai dengan perkembangan iptek
Disusun oleh pemrakarsa dengan melibatkan masyarakat
Dinilai oleh komisi penilai amdal yang dibentuk oleh Menteri, Gubernur, atau
Bupati/Walikota sesuai dengan kewenangannya

Powerpoint Templates
Page 31
Muatan AMDAL
Pengkajian mengenai dampak rencana usaha / kegiatan
Evaluasi kegiatan di sekitar lokasi
Saran serta tanggapan masyarakat terhadap rencana usaha
Prakiraan dampak serta sifat dampak rencana usaha
Evakuasi holistik terhadap dampak yang terjadi untuk menentukan
kelayakan atau ketidaklayakan LH
Rencana pengelolaan LH
Powerpoint Templates
Page 32
Kriteria AMDAL
Besarnya jumlah penduduk yang akan
terkena dampak
Luas wilayah penyebaran dampak
Intensitas dan lamanya dampak
Banyaknya komponen lingkungan hidup yang
akan terkena dampak
Berbalik/tidak berbaliknya dampak
Kriteria lain sesuai dengan perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi
Powerpoint Templates
Page 33
Muatan AMDAL
Pengkajian mengenai dampak rencana
usaha/kegiatan
Evaluasi kegiatan di sekitar lokasi rencana
Saran masukan serta tanggapan masyarakat
terhadap rencana tersebut
Perkiraan terhadap besaran dampak serta
sifat penting dampak
Evaluasi kerja secara holistik
Rencana pengelolaan dan pemantauan
lingkungan hidup
Powerpoint Templates
Page 34
Pelibatan masyarakat dalam
penyusunan AMDAL
Yang terkena dampak
Pemerhati lingkungan hidup
Yang terpengaruh atas segala bentuk
keputusan dalam proses AMDAL
Masyarakat dapat mengajukan keberatan
terhadap dokumen AMDAL
Powerpoint Templates
Page 35
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup &
Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-
UPL)
Wajib bagai usaha dan/atau kegiatan yang
tidak masuk wajib AMDAL
Juga duperuntukkan bagi kegiatan usaha
mikro dan kecil
Bagi usaha yang tidak wajib UKL-UPL
wajib membuat surat pernyataan
kesanggupan pengelolaan dan
pemantauan lingkungan hidup

Powerpoint Templates
Page 36
Instrumen ekonomi lingkungan
hidup
Perencanaan pembangunan dan kegiatan
ekonomi
Pendanaan lingkungan hidup
insentif dan/atau disinsentif
Powerpoint Templates
Page 37
Instrumen ekonomi lingkungan
hidup
Instrumen ekonomi lingkungan merupakan
alat bagi pemerintah, pemerintah daerah
maupun setiap orang untuk
mengintegrasikan kebijakan pelestarian
lingkungan hidup
Powerpoint Templates
Page 38
Pengawasan
Pasal 71 (1): Menteri, gubernur,
nupati/walikota sesuai kewenangannya wajib
melakukan pengawasan terhadap ketaatan
penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan
Pasal 73 : menteri dapat melakukan
pengawasan thd ketaatan penanggung jawab
usaha dan/atau kegiatan yang izin
lingkungannya dikeluarkan oleh pemda jika
pemerintah menganggap terjadi pelanggaran
serius
Powerpoint Templates
Page 39
Sanksi administratif
Menteri, gubernur atau bupati/walikota
menerapkan sanksi administratif bagi
penanggung jawab usaha yang melakukan
pelanggaran
Sanksi berupa:
Teguran tertulis
Paksaan pemerintah
Pembekuan izin lingkungan
Pencabutan izin lingkungan
Denda bila PU terlambat melaksanakan
Paksaan pemerintah


Powerpoint Templates
Page 40
Sanksi administratif tidak membebaskan
penanggung jawab usaha dan/atau
kegiatan dari tanggung jawab pemulihan
dan pidana
Pembekuan dan pencabutan izin
lingkungan dilakukan bila
penanggungjwab usaha dan/atau kegiatan
tidak melaksanakan paksaan pemerintah
Powerpoint Templates
Page 41
Paksaan pemerintah
Penghentian sementara kegiatan produksi
Pemindahan sarana produksi
Penutupan saluran pembuangan air limbah
Pembongkaran
Penyitaan barang atau alat yang berpotensi
menimbulkan pelanggaran
Penghentian sementara seluruh kegiatan
Tindakan lain yang bertujuan untuk
menghentikan
Powerpoint Templates
Page 42
Pengenaan paksaan pemerintah dapat
dijatuhkan tanpa teguran bila:
ancaman yang sangat serius bagi
manusia & LH
Dampak yang lebih besar dan lebih luas
kerugian yang lebih besar dan lebih luas
Powerpoint Templates
Page 43
Gugatan administratif (pasal 93)
Badan atau pejabat TUN izin lingkungan
kepada usaha dan/atau kegiatan yg wajib
amdal tetapi tdk dilengkapi dengan dokumen
amdal
Badan atau pejabat TUN menerbitkan izin
lingkungan kpd kegaiatan yg wajib UKL-
UPL, namun tdk dilengkapi dengan UKL-UPL
Badan atau pejabat TUN yang menerbitkan
izin usaha dan/atau kegiatan yang tidak
dilengkapi izin lingkungan
Powerpoint Templates
Page 44
Hinder Ordonantie
Sering juga disebut izin tetangga, izin gangguan, izin lingkungan.
Berisi larangan mendirikan bangunan pada tempat ttt yg dapat menimbulkan
gangguan, kerusakan, bahaya pada milik pribadi, perusahaan atau kesehatan
masyarakat
Untuk kegiatan usaha yang tidak menimbulkan dampak besar thd lingkungan
Terdapat beberapa kelemahan:
1. jangkauan teritorialnya sempit
2. dilakukan terbatas oleh pemda Tk.II
3. hanya ditujukan kepada bahaya n kerusakan, gangguan yang timbul
4. ordonansi yang bersifat individual
5. tidak adanya memperhatikan aspek kausalitas antara pencemaran satu dengan
lainnya
6. tidak fleksibel
7. penutupan perusahaan sebagai sanksi HO tidak bersifat fakultatif
8. pengertian perusahaan dalam HO tidak jelas
Powerpoint Templates
Page 45
Upaya Pengelolaan n Pemantauan
LH (UKL-UPL)
Wajib bagi usaha yang tidak termasuk wajib amdal


Powerpoint Templates
Page 46
Izin lingkungan
Diterbitkan berdasarkan keputusan kelayakan lingkungan hidup
(yang dibuat berdasarkan AMDAL atau UKL-UPL)
Diterbitkan oleh Menteri, Gubernur, atau Bupati/Walikota sesuai
dengan kewenangannya
Permohonan izin lingkungan wajib ditolak bila tidak dilengkapi
dengan AMDAL atau UKL-UPL
Izin dapat dibatalkan bila persyaratan cacat hukum dan
penernitannya tanpa memenuhi syarat

Powerpoint Templates
Page 47
Instrumen ekonomi lingkungan
hidup
Instrumen ekonomi lingkungan merupakan
alat bagi pemerintah, pemerintah daerah
maupun setiap orang untuk
mengintegrasikan kebijakan pelestarian
lingkungan hidup

Powerpoint Templates
Page 48
Instrument Ekonomi LH

Perancanaan pembangunan dan kegiatan
ekonomi
Pendanaan lingkungan hidup
Insentif dan / atau disinsentif
Powerpoint Templates
Page 49
Perancanaan pembangunan dan kegiatan
ekonomi
Neraca sumber daya alam dan lingkungan hidup
Penyusunan PDB & Produk Domestik Regional
yang mencakup penyusutan sumber daya alam
dan kerusakan lingkungan
Mekanisme kompensasi/imbal jasa LH antar
daerah
Internalisasi biaya lingkungan hidup
Powerpoint Templates
Page 50
Pendanaan LH
Dana jaminan pemulihan Lingkungan
Hidup
Dana penanggulangan pencemaran
dan/atau kerusakan dan pemulihan LH
Dana amanah / bantuan untuk konservasi
Powerpoint Templates
Page 51
Insentif-disinsentif
Pengadaan barang/jasa yang ramah lingkungan
Penerapan pajak, retribusi dan subsidi LH
Pengembangan sistem lembaga keuangan dan pasar modal yang
ramah LH
Pengembangan sistem perdagangan izin pembuangan limbah
/emisi
Pengembangan sistem pembayaran jasa lingkungan hidup
Pengembangan asuransi LH
Pengembangan sistem label ramah lingkungan
Sistem penghargaan kinerja
Powerpoint Templates
Page 52
Question
1. Jelaskan penyelesaian sengketa lingkungan menurut
hukum perdata biasa, class action, dan legal standing!
2. Jelaskan perbedaan pembuktian biasa dengan
pembuktian terbalik!
3. Jelaskan latar belakang munculnya gugatan class
action!
4. Jelaskan bagaimana keberhasilan gugatan class action
dalam praktek di pengadilan!
Powerpoint Templates
Page 53
Kelompok 1
Jelaskan dasar hukum penyelesaian
sengketa lingkungan hidup melalui
gugatan perdata biasa beserta unsur2
yang harus dipenuhi!
Jelaskan pembuktian gugatan perdata
biasa
Jelaskan kelemahan dan kelebihan
gugatan perdata biasa dalam
penyelesaian sengketa lingkungan hidup

Powerpoint Templates
Page 54
Kelompok 2
Jelaskan yang dimaksud dengan gugatan class
action (hak gugat masyarakat/perwakilan
kelompok) dalam penyelesaian sengketa LH?
Bagaimana pengaturan (unsur-unsur) gugatan
class action (gugatan masyarakat/perwakilan
kelompok) dalam UU 32/2009?
Menurut saudara apa kelemahan dan kelebihan
gugatan class action dalam penyelesaian
sengketa lingkungan hidup?
Powerpoint Templates
Page 55
Kelompok 3
Jelaskan latar belakang munculnya gugatan legal
standing (hak gugat organisasi Lingkungan Hidup)
dalam penyelesaian sengketa lingkungan hidup?
Jelaskan pengaturan gugatan legal standing (hak
gugat organisasi Lingkungan Hidup) dalam UU No.
32 tahun 2009?
Jelaskan kelemahan dan kelebihan gugatan legal
standing (hak gugat organisasi Lingkungan Hidup)
Powerpoint Templates
Page 56
Hukum perdata lingkungan
Dasar hukum
- Pasal 1234 KUHPer: penggantian biaya, kerugian dan
bunga karena tidak dipenuhinya suatu perikatan
- pasal 1365 KUHPer: kewajiban mengganti rugi bagi
orang yang perbuatanya melanggar hukum dan
menimbulkan kerugian
- Pasal 1865: beban pembuktian berimbang
Powerpoint Templates
Page 57
Tanggung jawab mutlak (strict
liability)
Pasal 88 UU No. 32 tahun 2009
setiap orang yang tindakannya, usahanya, dan/atau kegiatannya
menggunakan B3, menghasilkan dan/atau mengelola limbah B3,
dan/atau yang menimbulkan ancaman serius terhadap lingkungan
hidup bertanggungjawab mutlak atas kerugian yang terjadi tanpa
perlu pembuktian unsur kesalahan
Implementasi dari tanggung jawab mutlak pencemaran lingkungan:
- penggugat tidak perlu membuktikan kesalahan tergugat
- menggunakan sistem pembuktian terbalik
Contoh limbah B3: limbah hasil tambang (tailing), limbah industri
batu baterai, limbah industri oli
Powerpoint Templates
Page 58
Karakteristik limbah B3
(PP No 85 tahun 1999)
Mudah terbakar
Mudah meledak
Reaktif
Beracun
Menyebabkan infeksi
Bersifat korosif
Powerpoint Templates
Page 59
Pengelolaan limbah B3
Rangkaian kegiatan reduksi,
penyimpanan, pengumpulan,
pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan
dan penimbunan
Powerpoint Templates
Page 60
Gugatan perdata biasa
pasal 1365 KUHPer: perbuatan melawan hukum yang membawa
kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang karena
kesalahannya untuk membayar ganti rugi
Syarat (Hamzah):
Kesalahan (schuld
Kerugian (schade)
Hubungan causal (causal verband)
Relativitas

Powerpoint Templates
Page 61
Gugatan dapat berupa
Permintaan ganti rugi
Memasang atau memperbaiki unit pengolah
limbah sesuai baku lingkungan LH
Memulihkan fungsi LH
Menghilangkan atau memusnahkan penyebab
terjadinya pencemaran
Powerpoint Templates
Page 62
Tenggat kadaluwarsa pengajuan
gugatan
Sebagaimana diatur dalam KUHPerdata,
dihitung sejak diketahui adanya
pencemaran
Tidak berlaku bagi limbah B3

Powerpoint Templates
Page 63
Dibebaskan dari tanggung jawab ganti
rugi bila
Adanya bencana alam atau peperangan
Adanya keadaan di luar kemampuan
manusia
Adanya tindakan pihak ketiga yang
menyebabkan terjadinya pencemaran
lingkungan
Powerpoint Templates
Page 64
Gugatan perwakilan kelas
(Class Action)
Merupakan gugatan perdata yang diajukan oleh sejumlah orang
sebagai perwakilan kelas, mewakili kepentingan mereka sekaligus
mewakili kepentingan korban lainnya (class members)
Syarat-syarat:
Noumerosity ( class members yang banyak)
Commonality (ada kesamaan fakta maupun question of law
antara class representative dengan class members)
Typicality (tuntutan dan pembelaan dari seluruh class members
harus sejenis)
Adequacy of representation ( class representative harus
menjamin secara adil dan jujur untuk melindungi kepentingan
class members


Powerpoint Templates
Page 65
Syarat class action mnrt Perma No
1/2002
Class member (anggota kelas) lebih dari
satu
Ada kesamaan fakta/peristiwa hukum,
dasar hukum, dan tuntutan hukum antara
class representative (perwakilan kelas)
dengan class member
Powerpoint Templates
Page 66
Syarat class representative
menurut Perma no 1/2002
Pihak yang juga merasakan kerugian
Memiliki kejujuran dan kesungguhan unt
melindungi kepentingan anggota
kelompoknya
Powerpoint Templates
Page 67
Untuk menjamin kelayakan keterwakilan,
pengadilan menerapkan mekanisme
preliminary certification agar class
members dapat melakukan opt in atau opt
out (rekonfirmasi)
Jika class action hanya mengajukan
permintaan deklaratif, pemberitahuan
pengadilan terhadap anggota kelas tidak
perlu dilakukan
Powerpoint Templates
Page 68
Manfaat class action
Ekonomis
Akses pada keadilan
Perubahan sikap pelaku pelanggar
Powerpoint Templates
Page 69
Contoh kasus
Gugatan warga Penjaringan, Jakarta
terhadap Presiden RI, Gubernur DKI,
Gubernur Banten dg dalil kelalaian
pencegahan dan penanggulangan banjir
ke PN Jakarta Pusat
Putusan PN Jakarta Pusat (2002):
menolak gugatan karena tergugat tidak
terbukti melawan hukum dan telah
melakukan upaya penanggulangan banjir
Powerpoint Templates
Page 70
Korban longsor mandalawangi Vs
Pemerintah
Gugatan korban longsor gunung mandalawangi,
kec. Kadungora, Garut terhadap Presiden RI,
Menteri kehutanan, Perum Perhutani, PemProv
Jabar, Pemkab Garut di PN Bandung
Majelis hakim berpendapat bahwa masing2
tergugat yang merupakan perwakilan
pemerintah memiliki tugas dan tanggung jawab
dalam pengelolaan lingkungan hidup sesuai
peraturan perundang-undangan
Powerpoint Templates
Page 71
Putusan PN bandung
Mengabulkan gugatan class action
Menyatakan tergugat I, III, IV dan V
bertanggungjawab secara mutlak
Menghukum tergugat I, III, IV dan V unt
melakukan pemulihan keadaan di areal
hutan
Menayatakan putusan dapat dilaksanakan
terlebih dahulu
Powerpoint Templates
Page 72
Gugatan legal standing
Gugatan terbatas pada tuntutan untuk melakukan tindakan
tertentu tanpa adanya ganti rugi, kecuali biaya riil
Syarat organisasi LH yang mengajukan gugatan legal
standing (pasal 92 ayat 1):
Berbentuk badan hukum
Dalam anggaran dasar tujuan organisasi adalah untuk
kepentingan pelestarian lingkungan hidup
Organisasi tersebut telah melakukan kegiatan sesuai
dengan anggaran dasarnya minimal 2 tahun
Powerpoint Templates
Page 73
Hak Gugat Pemerintah
Pasal 90 ayat (1)
instansi pemerintah dan pemda yg
bertanggungjawab di bidang LH berwenang
mengajukan gugatan ganti rugi dan tindakan
tertentu terhadap usaha dan/atau kegiatan yg
menyebabkan pencemaran dan/atau kerusakan
LH yg mengekibatkan kerugian LH
Penjelasan Pasal 90 ayat (1) kerugian LH
merupakan kerugian yg bukan hak milik privat
Powerpoint Templates
Page 74
Gugatan Menteri LH Vs PT Selatnasik
INDOKWARSA & pt Simpang Pesak
Di PN Jakarta Utara
Tergugat memperoleh izin usaha
pertambangan dari SK Bupati Belitung
Timur untuk bahan galian pasir kwarsa di
desa Simpak Pesak, Dendang
Tergugat merambah kawasan hutan
lindung yg berada diluar wilayah izin
Hal tersebut dibiarkan oleh pemkab
Belitung Timur
Powerpoint Templates
Page 75
Kementerian LH mengajukan gugatan
perdata dg menyatakan bahwa tergugat
telah melakukan perbuatan melawan
hukum, dan meminta tergugat membayar
biaya pemulihan lingkungan
Powerpoint Templates
Page 76
diskusikan
Kelemahan n kelebihan gugatan perdata
biasa, class action dan legal standing,
bandingkan!
Mana yang lebih efektif untuk
menyelesaikan sengketa LH?
Powerpoint Templates
Page 77
Instrumen hukum pidana
Mengatur pelanggaran atau kejahatan di bidang
lingkungan yang dikategorikan sebagai public
welfare offense (tindak pidana yang
mengganggu kesejahteraan masyarakat)
Tujuan hukum pidana administrasi:
- pendidikan dan represitas
- preventif

Powerpoint Templates
Page 78
Yang diberi kewenangan
penyidikan
Penyidik pejabat polisi Negara Republik
Indonesia
Pejabat PNS tertentu di lingkungan
instansi pemerintah yang lingkup
tugasnnya di bidang perlindungan dan
pengelolaan lingkungan hidup
Powerpoint Templates
Page 79
Hal-hal yang harus
dipertimbangkan dalam sanksi
pidana administrasi
Mengganti sepenenuhnya keuntungan
ekonomi yang diperoleh si pelaku sebagai
hasil tindak pidananya
Menggantikan sebagian atau seluruhnya
biaya-biaya penyidikan dan recovery
lingkungan
Dapat berbentuk pidana penjara, sanksi
finansial seperti denda, penutupan usaha
dan sanksi kompensasi dan perbaikan
kerusakan
Powerpoint Templates
Page 80
Sistem pembuktian
Negatif wettelijk: dua alat bukti yang sah
dan keyakinan hakim jika TP tidak
menimbulkan ancaman serius terhadap
laingkungan
Pembuktian terbalik jika TP menimbulkan
ancaman serius (B3)
Powerpoint Templates
Page 81
ALAT BUKTI
Keterangan saksi
Keterangan ahli
Surat
Petunjuk
Keterangan terdakwa
Alat bukti lain yang diatur perat. Per-UU-
an
Powerpoint Templates
Page 82
Sanksi pidana dapat diberikan
kepada
Orang yang didakwa melakukan TP
Penanggung jawab usaha / kegiatan
Pemberi perintah atau pemimpin TP
sanksi diperberat sepertiga
Badan usaha
Powerpoint Templates
Page 83
Sanksi pidana terhadap BU
Perampasan keuntungan yang diperoleh
dari TP
Penutupan seluruh atau sebagian tempat
usaha
Perbaikan akibat TP
Pewajiban mengerjakan apa yang
dilalaikan tanpa hak
Penempatan perusahaan di bawah
pengampuan paling lama 3 tahun

Powerpoint Templates
Page 84
Rambu2 dalam memilih sanksi
pidana
Kriteria normatif: hukum pidana hanya
diterapkan terhadap pelanggaran yang
mempunyai nilai etis negatif yang sangat
tinggi
Kriteria instrumental yang berisfat
pragmatis (penjeratan tersangka sebagai
tujuan)
Jika instrumen administratif tidak berjalan
Powerpoint Templates
Page 85
Apakah korporasi dapat dimintai
pertanggungjawaban pidana?
Jelaskan mengenai Pembuktian
formal dan materiaal dalam hukum
pidana lingkungan?
Apa saja kendala penegakan hukum
lingkungan (dari per-UU-an, aparat,
sosial budaya dan politik)
Apakah putusan pengadilan dapat
dieksaminasi oleh publik?
Powerpoint Templates
Page 86
Corporate liability
Dasar hukum: pasal 1 angka 32
setiap orang adalah perseorangan atau
badan usaha baik yang berbadan hukum
maupun yang tidak berbadan hukum
Pasal 116 ayat (1)
Pasal 119


Powerpoint Templates
Page 87
Korporasi mencakup badan hukum maupun
non badan hukum
Bersifat privat maupun publik
Seorang alamiah (manager, agents, staf) dan
korporasi dapat dipidana secara sendiri atau
bersama-sama
Terdapat kesalahan manajemen dalam
korporasi
Sanksi pidana dapat dijatuhkan kepada
korporasi, kecuali pidana mati dan pidana
penjara
Penerapan sanksi pidana terhadap korporasi
tidak menghapus kesalahan perseorangan

Powerpoint Templates
Page 88
Pembuktian formal n pembuktian
material
Pembuktian materiaal
kausa sebab-akibat
Unsur kesalahan sangat penting
Harus dibuktikan bahwa pencemaran atau
rusaknya lingkungan adalah akibat kegiatan
suatu kegiatan usaha atau industri tertentu,
hubungan sebab-akibat dengan kesengajaan
atau kelalaian terdakwa dengan lingkungan
yang tercemar, akibat rusaknya lingkungan
menimbulkan kerugian yg nyata bagi
masyarakat

Powerpoint Templates
Page 89
Pembuktian formal
Strict liability (pertanggungjawaban
mutlak)
Non causalitas
Powerpoint Templates
Page 90
Eksaminasi putusan
Belum dimungkinkan dalam sistem hukum Indonesia
Eksaminasi putusan hakim atas pencemaran Sungai
Banger (pekalongan0, dan sungai babon oleh LSM Gita
Pertiwi dan LBH Nurani
Hasil eksaminasi dikirimkan ke aparat penegak hukum
dan pemerintah tidak mendapat tanggapan

Powerpoint Templates
Page 91
Eksaminasi cukup diperhatikan dalam kasus eksaminasi
kasus adelin lis (illegal logging)
Terdakwa akhirnya divonis in absentia
Hal-hal yang menjadi substansi eksaminasi:
- pertimbangan hukum
- prosedur beracara
- putusan
Powerpoint Templates
Page 92
Kendala penegakan hukum
Perundangan-undangan yang sangat legal
formal
Hukum pidana lingkungan masih dianggap
sebagai public welfare offense (TP. Yg
mengganggu kesejahteraan masy)
menimbulkan kesan ringan
Powerpoint Templates
Page 93
Latar belakang ADR
Kegagalan lembaga peradilan dalam menciptakan rasa
keadilan dalam masyarakat dalam menyelesaikan
sengketa LH
Pendekatan yang sangat legal formal
Kasus PT Indorayon Utama di PN Jak Pus (1988) yang
menolak gugatan WALHI
Kasus PT Sido Makmur di PN Sidoarjo (1989) yang
melapaskan terdakwa dari segala dakwaan
Kasus PT Newmont Vs masyarakat Buyat yang
memenangkan Newmont di tingkat Kasasi
Powerpoint Templates
Page 94
Paradigma positivis dalam menyelesaikan
sengketa LH, tanpa adanya analisa yang
mendalam mengenai ancaman potensi
kerusakan lingkungan di masa yang akan
datang
Kurang mampu menerjemahkan bukti
ilmiah menjadi bukti hukum
Powerpoint Templates
Page 95
Penyelesaian Sengketa LH di Luar
Peradilan
Pasal 84 (3): merupakan upaya penyelesaian pertama sebelum
penyelesaian melalui peradilan
Pasal 85
(1) dilakukan untuk mencapai kesepakatan:
a. bentuk & besar ganti rugi
b. tindakan pemulihan akibat pencemaran dan/atau perusakan
c. tindakan tertentu untuk menjamin tidak ada perualangan
pencemaran dan/atau perusakan
d. tindakan untuk mencegah timbulnya dampak negatif terhadap LH
(2) tidak berlaku terhadap tindak pidana lingkungan sebagaimana
diatur dalam UU
(3) dapat digunakan jasa mediator dan/atau arbiter untuk membantu
penyelesaian sengketa


Powerpoint Templates
Page 96
Pasal 86
(1) masyarakat membentuk lembaga
penyedia jasa penyelesaian sengketa LH
yang bersifat bebas dan tidak memihak
(2) pemerintah dan pemerintah daerah
dapat membantu memfasilitasi
pembentukan lembaga penyedia jasa
penyelesaian sengketa LH yang bersifat
bebas dan tidak memihak
Lembaga penyedia jasa penyelesaian LH
diatur dalam PP No.54 Tahun 2000

Powerpoint Templates
Page 97
negosiasi
Para pihak melakukan perundingan
hingga tercapai titik kesepakatan tanpa
adanya campur tangan pihak ketiga
maupun dengan adanya pihak ketiga yang
dapat mendorong tercapainya
kesepakatan
Didasarkan atas tawaran dan kesepakatan
Para pihak dapat mengawasi prosedur
penyelesaian tanpa adanya publisitas
Powerpoint Templates
Page 98
mediasi
Proses penyelesaian sengketa oleh pihak
ketiga (yang dapat diterima, tidak
memihak dan netral, tidak memihak dan
tidak mempunyai kewenangan mengambil
keputusan)
Powerpoint Templates
Page 99
arbitrase
Penyelesaian sengketa oleh arbitrator berdasarkan persetujuan
bahwa para pihak akan tunduk dan mentaati keputusan yang
diberikan
Kelebihan
- dijamin kerahasiaan sengketa
- para pihak dapat memilih arbitrator
- para pihak dapat menentuka pilihan hukum untuk menyelesaikan
sengketa
- Keputusan yang diberikan oleh arbitrator bersifat final, mempunyai
kekuatan hukum tetap dan mengikat


Powerpoint Templates
Page 100
Pemulihan LH
Setiap orang yang melakukan pencemaran dan
/ atau pengrusakan LH wajib melakukan
pemulihan fungsi LH
PEMULIHAN dalam bentuk:
- Penghentian sumber pencemaran dan
pembersihan unsur pencemaran
- Remidiasi
- Rehabilitasi
- Restorasi
- Cara lain sesuai perkembangan IPTEK

Powerpoint Templates
Page 101
Kelanjutan ADR...
Kesepakatan hasil ADR kemudian
dituangkan dalam suatu naskah perjanjian
diserahkan kepada Panitera PN
memiliki kekuatan hukum untuk ditaati
dan dilaksanakan
Powerpoint Templates
Page 102
Kelebihan penyelesaian sengketa
LH di Luar Peradilan
Sifat kesukarelaan dalam sengketa
Prosedur cepat
Putusan non-judicial
Terjamin kerahasiaan dalam proses dan
hasil
Fleksibel
Efektif dan efisien