Anda di halaman 1dari 20

Laporan Praktikum

Bioteknologi Pertanian
Kultur Embrio Dan Embrio Rescue
Disusun Oleh :
Nama :
Nim :
Kelompok : !umat" #$##
%sisten: Putu &
PRO'R%( &)*D+ %'ROEKO)EKNOLO'+
,%K*L)%& PER)%N+%N
*N+-ER&+)%& BR%.+!%/%
(%L%N'
0#10
1
B%B + PEND%2*L*%N
11 L%)%R BEL%K%N'
Untuk menghasilkan atau menciptakan varietas baru,
biasanya para ahli melakukan kegiata pemuliaan tanaman.
Dalam pemuliaan tanaman, terjadi persilangan-persilangan
antara tanaman satu dengan tanaman lain yang sekerabat.
Seringkali, para pemulia juga menyilangkan tanaman bukan
sekerabat untuk mendapat keturunan yang bervariasi dan unik.
Namun, terkadang hasil persilangan tersebut dijumpai
berbagai permasalahan, seperti gagalnya embrio untuk
tumbuh.

Untuk mengatasi hal tersebut di atas maka embrio
tersebut dapat diselamatkan dan ditanam secara aseptis dalam
media buatan sehingga dapat berkecambah dan menghasilkan
tanaman utuh. Teknik untuk menanam embrio muda dikenal
dengan sebutan penyelamatan embrio embryo rescue!. Selain
teknik penyelamatan embrio ini dikenal juga teknik kultur
embrio embryo culture!, yaitu penanaman embrio de"asa
pada media buatan secara aseptis.
10 )*!*%N
Tujuan dari praktikum bioteknologi pertanian #kultur
embrio$ adalah %
mengetahui dan memahami mor&ologi kacang
tanah dan anggrek
mengetahui dan memahami kondisi optimum
untuk tumbuh tanaman kacang tanah dan anggrek
mengetahui dan memahami teknik kultur embrio
kacang tanah dan embrio rescue biji anggrek
mengetahui dan memahami contoh aplikasi kultur
embrio
'
mengetahui dan memahami &aktor yang
mempengaruhi keberhasilan kultur embrio dan
embrio rescue
()( ** T*N+)U)N ,UST)-)
'.1 .or&ologi kacang tanah dan biji anggrek
.or&ologi -acang Tanah
)kar
Sistem akar merupakan akar tunggang yang telah
berkembang menjadi baik dengan banyak akar-akar lateral,
tidak memiliki rambut akar, dan memiliki bintil akar untuk
mengikat nitrogen.
(atang
(erbentuk cabang percabangan terdiri dari dua jenis
yaitu dengan cabang vegetati& dan cabang reprodukti&. /abang
vegetati& dicirikan dengan adanya daun sisik yang disebut
kato&il yang terdapat pada ' buku pertama pada cabang.
/abang vegetati& sekunder dan tertier dapat berkembang dari
cabang vegetati& primer.
Daun
Daun pada batang utama tersusun spirat, pada cabang
vegetati& primer tersusun berseling, berdaun 0, dengan '
pasang daun duduk berhadapan berbentuk membundar telur
sungsang berukuran 1 2 3 cm 4 ' 2 1 cm, panjang tangkai
daun 1 2 3 cm, terdapat bagian yang menggembung pada dasar
tangkai daun pada dasar setiap daun. 5al ini merupakan ciri
adanya pergerakan pada malam hari yaitu tangkai daun akan
menggulung ke ba"ah dan daun akan menggulung ke atas
sampai keduanya bersentuhan.
(unga
1
/abang perbungaa berbentuk tunggal pada kata&il dan
ketiak daun pada cabang vegetati& dan ada beberapa yang
tumbuh pada buku teratas pada batang. ,ada setiap
perbungaan terdapat ' 2 6 bunga, bunga duduk ber"arna
kuning muda hingga jingga kemerahan.
(uah
(uah polong berbentuk silindris, berisi 1 2 7 biji buah
yang siap dipanen memiliki ciri "arna coklat kehitam-
hitaman.
(iji
Setiap biji diliputi oleh selaput biji tipis ber"arna
antara putih hingga merah muda, merah, ungu, coklat
kemerahan dan sedikit kecoklatan. Setiap biji memiliki dua
keeping biji yang lebar, epikotil dengan daun dan tunas
primordial, hipokotil dan akar primer. (iji yang akan dijadikan
benih yang baik memiliki syarat-syarat sebagai berikut %
(erasal dari tanaman yang baru dan varietas unggul
Daya tumbuh yang tinggi lebih dari 89 :! dan sehat
-ulit benih mengkilap, tidak keriput, dan cacat
.urni atau tidak bercampur dengan varietas lain
-adar air benih berkisar 8 2 1' :
;usnita, '990!
.or&ologi biji anggrek
(entuk buah anggrek berbeda-beda sesuai dengan
jenisnya. (uah anggrek merupakan lentera atau capsular yang
memiliki 7 rusuk. Tiga diantaranya merupakan rusuk sejati dan
yang tiga lainnya adalah tempat melekatnya dua tepi daun
buah yang berlainan. Di tempat bersatunya tepi daun buah tadi
dalam satu buah anggrek sebesar kelingking terdapat ratusan
ribu bahkan jutaan biji anggrek yang sangat lembut dalam
ukuran yang sangat kecil.
0
(iji-biji anggrek tidak memiliki endosperm sebagai
cadangan makanan, sehingga untuk perkecambahannya
dibutuhkan nutrisi yang ber&ungsi untuk membantu
pertumbuhan biji. ,erkecambahan di alam sangat sulit jika
tanpa bantuan &ungi jamur! yang disebut mikoriza yang
bersimbiosis dengan biji-biji anggrek tersebut. Dalam kondisi
lingkungan yang sesuai, hifa atau benang dari mikori<a akan
menembus embrio anggrek melalui sel-sel suspensor.
-emudian &ungi tersebut dicerna sehingga terjadi pelepasan
nutrisi sebagai bahan energi yang digunakan untuk
pertumbuhan dan perkembangan perkecambahan biji-biji
anggrek. =idarto, 1887.!
'.' -ondisi optimum untuk tumbuh tanaman kacang tanah
dan anggrek
-acang tanah
*klim
-acang tanah Arachis Hypogaea L) memerlukan
iklim yang lebih panas dibandingkan tanaman kedelai atau
jagung. Suhu harian antara '6 hingga 16
9
/ tanaman kacang
tanah tumbuh lambat, umurnya lebih lama, dan hasilnya
kurang.
-elembaban udara yang tinggi lebih dari >9:!
kurang menguntungkan bagi pertumbuhan kacang tanah
Arachis Hypogaea!, karena akan memberikan lingkungan
yang sangat baik bagi pertumbuhan penyakit bercak daun dan
karat. Tanah yang terlalu lembap di samping menghambat
pertumbuhan tanaman, juga mendorong pertumbuhan
cenda"an pembusuk akar
Tanaman kacang tanah Arachis Hypogaea L)
termasuk tanaman strata ), yakni tanaman yang memerlukan
sinar matahari penuh 199 :!. )danya naungan yang
menghalangi sinar matahari lebih dari 19: akan menurunkan
6
hasil. Tanaman yang ternaungi tumbuh memanjang batangnya
lemah, bunga dan polong yang terbentuk sangat sedikit.
Tanah
Tanaman kacang tanah Arachis Hypogaea!
memerlukan tanah yang strukturnya ringan, berdrainase baik,
dan cukup unsur hara N,-, /a dan unsur mikro. Tanah yang
bertekstur lempung-berpasir, pasir-berlempung sangat cocok
untuk kacang tanah.
Tingkat kemasaman tanah yang optimal untuk
pertumbuhan kacang tanah Arachis Hypogaea! adalah antara
p5 ? 7 hingga 7,6. -acang tanah termasuk tanaman yang
paling toleran terhadap tanah masam dibandingkan tanaman
yang lainnya yang termasuk polong-polngan.
Tanaman kacang tanah Arachis Hypogaea! mampu
hidup pada tanah yang kurang subur, sedikit masam, dan juga
agak kering. @leh karena itu kacang tanah mempunyai daerah
adaptasi yang cukup luas.
Nickell, 18>'!
)nggrek
Untuk persyaratan tumbuh anggrek ,halaenopsis
amabilis agar dapat tumbuh dengan subur dan berbunga indah
yakni pada lokasi tempat tumbuh harus memiliki suhu dan
intensitas cahaya yang sesuai. )gar dapat membentuk tangkai
bunga spike!, maka ,halaenopsis membutuhkan temperatur
udara yang konstan yakni di ba"ah '> derajat celcius. Suhu
yang mencapai 1' derajat celcius meskipun hanya terjadi
dalam "aktu yang singkat, maka akan dapat menghambat
pembentukan tangkai bunga. Dengan kata lain, pembungaan
pada ,halaenopsis dapat dihambat dengan cara
mempertahankan temperatur udara di atas '> derajat celcius
atau dengan cara meningkatkan persentase naungan menjadi
69: cahaya sedang!. )gar pada satu tangkai dapat muncul
banyak bunga, sejak panjang tangkai bunga 6 cm ' inci!,
7
maka temperatur diusahakan berada antara 1>-'6 derajat
celcius. Selain hal itu, jangan lupa juga untuk memberikan
pupuk secara teratur
,ada dasarnya ada beberapa kondisi optimal yang
menyebabkan tanaman anggrek tumbuh dengan baik. -ondisi
tersebut berkaitan dengan cahaya matahari, suhu, angin, dan
air.
/ahaya .atahari
/ahaya matahari sangatlah penting bagi anggrek,
karena merupakan sumber energi yang berman&aat dalam
proses &otosintesis. Aotosintesis sendiri akan menghasilkan
energi yang berguna bagi kehidupan anggrek. Dilihat dari
kebutuhan anggrek terhadap cahaya ini secara garis besar
dibagi menjadi tiga kelompok, yakni anggrek yang tumbuh
baik di daerah yang terkena cahaya matahari langsung atau
memerlukan sekitar 199: cahaya matahari, anggrek yang
setengah ternaungi atau memerlukan 09-69: cahaya matahari,
dan anggrek yang tumbuh baik di daerah yang ternaungi
teduh! atau hanya memerlukan cahaya matahari kurang dari
'6:. Tanaman anggrek yang memerlukan intensitas cahaya
matahari penuh di antaranya adalah )rachnis, Benanthera,
Canda. )nggrek yang memerlukan cahaya 09-69: yakni
/ymbidium, @ncidium, Canda, Dendrobium, dan /attleya.
Sementara itu, anggrek yang memerlukan cahaya redup antara
lain ,aphiopedilum dan ,halaenopsis.
-etinggian Tempat
,ada umumnya tanaman anggrek tumbuh di daerah
tropis. .eskipun demikian, ketinggian tempat ikut
menentukan pertumbuhannya. (erdasarkan ketinggian
tempatnya, anggrek dibagi menjadi tiga golongan sebagai
berikut % 1. )nggrek yang tumbuh baik di dataran tinggi
dengan ketinggian 1.991 m dpl dari permukaan laut! dengan
suhu pada siang hari / dan pada malam hari /. )nggrek yang
tumbuh baik di dataran tinggi adalah /ymbidium, .iltonia,
dan ,aphiopedilum. '. )nggrek yang tumbuh baik di dataran
3
sedang dengan ketinggian 691-1.999 m dpl dengan suhu pada
siang hari / dan pada malam hari /. /ontoh anggrek ini yaitu
Dendrobium, /attleya, ,halaenopsis, dan @ncidium. 1.
)nggrek yang tumbuh baik di dataran rendah dengan
ketinggian sampai 699 m dpl dengan suhu pada siang hari /
dan malam hari /. )nggrek jenis ini antara lain )rachnis,
Benanthera, dan Canda.
Sirkulasi Udara
)nggrek ,halaenopsis amabilis memerlukan sirkulasi
udara yang baik, yakni udara yang berhembus lembut secara
terus menerus sepanjang kehidupan anggrek. Sirkulasi atau
aliran udara yang terus-menerus ini berguna untuk pergantian
udara di permukaan daun dan akar. Sirkulasi udara yang
terlalu kencang dapat menyebabkan anggrek mengalami
dehidrasi karena air di permukaan daun dan akar mudah
terba"a hembusan angin. Sebaliknya jika udara tidak
berhembus, maka proses respirasi dan &otosintesis tidak akan
berjalan dengan baik. 5asil &otosintesis berupa oksigen jika
tidak tertiup hembusan angin maka akan tertumpuk di
permukaan daun dan terserap kembali oleh daun, sehingga
proses &otosintesis akan terganggu dan tanaman menjadi tidak
sehat. ,ada malam hari, saat anggrek menyerap dan
mengeluarkan akan terjadi proses yang sama, jika yang
dikeluarkan tidak tertiup oleh angin, maka akan tertumpuk di
permukaan daun dan akar, sehingga akan terserap kembali
oleh tanaman dan tanaman menjadi tidak sehat. -etidakadaan
hembusan udara juga dapat membuat anggrek mudah terserang
berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh jamur dan
bakteri. 5embusan angin pada siang hari dapat membantu
menurunkan suhu udara, sehingga memudahkan dalam proses
pembuatan cadangan makanan dan pembentukan unsur yang
dibutuhkan untuk pertumbuhan agar dapat berjalan dengan
optimal. Tapi udara yang terlalu kencang juga dapat
menyebabkan kuncup bunga mudah rontok.
-elembaban Udara
>
-elembaban udara paling baik untuk tanaman anggrek
yakni tidak kurang dari 39 :. ,ada kelembaban udara sekitar
69 :, anggrek dapat tumbuh dengan cukup baik, tetapi tidak
sebaik pada kelembaban 39 :. -elembaban tinggi bukan
berarti anggrek akan tumbuh dengan baik jika akarnya
terendam air. ,ada kondisi seperti ini anggrek akan mudah
terserang penyakit busuk daun dan busuk tunas. Di alam, saat
terjadi hujan deras maka tanaman akan menjadi basah, tetapi
dua jam kemudian kering kembali. 5al ini mengindikasikan
bah"a anggrek tidak menyukai keadaan becek dan banyak air.
+ika pada kondisi kering, maka kebutuhan tanaman anggrek
terhadap air akan sulit terpenuhi dan juga rentan pada serangan
penyakit dan dehidrasi.
Aotoperioditas
Aotoperioditas adalah lamanya pencahayaan matahari terhadap
tanaman anggrek. ,embungaan pada anggrek salah satunya
dipengaruhi oleh hal ini. Dama atau sebentarnya pencahayaan
terhadap tanaman anggrek akan berpengaruh pasa sintesis
hormon &lorigen hormon tumbuh yang memacu pembentukan
bakal bunga!. Saat periode gelap lebih lama disbanding terang,
maka sintesis hormon &lorigen lebih banyak dan bakal bunga
akan tumbuh lebih cepat. *ndonesia termasuk daerah tropis
dengan periode gelap dan terang sepanjang tahun yang relati&
berimbang. -arenanya, tanaman anggrek yang cocok tumbuh
di *ndonesia antara lain Dendrobium, ,halaenopsis, dan
)nggrek asli *ndonesia lainnya
Eulkarnain, '998!
'.1 Teknik kultur embrio kacang tanah dan embrio rescue biji
anggrek
Teknik kultur embrio kacang tanah
-ultur embrio de"asa dilakukan dengan
membudidayakan embrio yang telah de"asa. Fmbrio ini
diambil dari buah yang telah masak penuh dengan tujuan
8
merangsang perkecambahan dan menumbuhkan embrio
tersebut secara in-vitro. Teknik kultur ini umumnya dikenal
dengan sebutan -ultur Fmbrio Fmbryo /ulture!. -ultur
embrio lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan
penyelamatan embrio. 5al ini disebabkan karena embrio yang
ditanam adalah embrio yang telah berkembang sempurna
sehingga media tanaman yang digunakan juga sangat
sederhana. George and Sherrington, 18>0!
Fmbrio rescue biji anggrek
Tujuan mengkulturkan embrio muda ini adalah
menanam embrio yang terdapat pada buah muda sebelum buah
tersebut gugur mencegah kerusakan embrio akibat buah
gugur! sehingga teknik ini disebut sebagai Fmbryo Bescue
,enyelamatan Fmbrio!. -ondisi seperti ini biasanya sering
dijumpai pada buah hasil persilangan, dimana absisi buah
kerap kali dijumpai setelah penyerbukan dan pembuahan.
/ontohnya adalah pada persilangan anggrek Canda spathulata
dimana absisi atau gugur buah pada saat buah masih muda
yaitu setelah berumur 1 bulan setelah persilangan padahal
buah anggrek Canda spp. akan mengalami masak penuh
setelah berumur 7 bulan. )pabila buah ini tidak diselamatkan
atau dipetik dan kemudian dikecambahkan maka tidak akan
diperoleh buah hasil persilangan. ,erkecambahan biji yang
masih muda di lapangan sangat sulit bahkan pada beberapa
kasus hampir tidak mungkin bisa terjadi. @leh karena itu, buah
yang belum tua ' 2 0 bulan! pada anggrek Canda tersebut
kemudian dipanen dan dikecambahkan secara in-vitro.
(udidaya embrio muda ini lebih sulit dibandingkan
dengan budidaya embrio yang telah de"asa. Fmbrio yang
terdapat dalam biji belum sepenuhnya berkembang dan belum
membentuk radicula dan plumula yang sempurna. Selain itu,
biji velum memiliki endosperm atau cadangan makanan yang
memadai dalam mendukung perkembangan dan
perkecambahan embrio. @leh karena itu, perlu disediakan
media kultur yang memadai bagi perkembangan embrio muda
ini. ,ada beberapa kasus kadangkala dijumpai embrio masih
19
dorman sehingga perlu ditambahkan hormon tanaman yang
bisa memecahkan dormansi biji ini, misalnya Giberellin.
George and Sherrington, 18>0!
'.0 /ontoh aplikasi kultur embrio
1! .ematahkan dormansi
(eberapa spesies tanaman memiliki
masa dormansi yang panjang, misalnya
cherry, ha<el nut, dll. Selain itu ada juga
beberapa jenis tanaman yang bisa
menghasilkan biji namun tidak dapat
dikecambahkan secara normal di alam
misalnya .usa balbislana. Untuk
memecahkan masalah tersebut, maka biji
tanaman ini dapat dikecambahkan secara
invitro. Dormansi &isik dapat dipatahkan
dengan cara mengisolasi embrio dari biji lalu
mengecambahkannya, sedangkan dormansi
&isiologis dapat dipecahkan dengan perlakuan
kimia seperti penambahan giberellin G)1! ke
dalam media kultur.
'! ,erkecambahan dari tanaman yang
memerlukan bantuan parasit
Tanaman anggrek merupakan salah satu
contoh tanaman yang bijinya sangat sulit
berkecambah di alam. (iji anggrek sangat
kecil dan memiliki endosperm yang sangat
miskin sehingga tidak bisa mendukung
perkecambahan bijinya. Di alam, proses
perkecambahan anggrek teresterrial tanah!
dia"ali dengan simbiosis antara biji anggrek
dengan jamur mycorri<ha! dimana hi&a jamur
akan menembus kulit biji dan mensuplai
makanan bagi biji anggrek. Tanpa simbiosa
ini, biji anggrek tidak memperoleh cukup
bahan makanan untuk perkecambahannya
disebabkan karena endospermnya yang sangat
11
kecil. .eskipun anggrek epiphyt tidak
memerlukan simbiosa ini, namun biji anggrek
epiphyt juga memiliki endosperm yang amat
sangat kecil sehingga sulit berkecambah
secara alamiah. Dengan teknik kultur jaringan
embryo culture!, biji anggrek dikecambahkan
secara invitro sehingga de"asa ini bisa
diperoleh bibit anggrek dengan mudah.
,roduksi bibit anggrek de"asa ini merupakan
industri yang berkembang sangat pesat dan
menguntungkan. Teknik ini biasanya
didahului dengan persilangan untuk
memperoleh silangan-silangan. Dalam
setahun, ribuan silangan baru anggrek bisa
diperoleh. .asing-masing nursery biasanya
memiliki pohon induk dengan keunggulan
yang berbeda sehingga dihasilkan beragam
varietas baru dengan bentuk dan "arna bunga
yang beragam.
1! .emperpendek siklus pemuliaan tanaman
Dormansi biji dapat mengambat
program pemuliaan tanaman. ,emecahan
dormansi dengan kultur embrio embryo
culture! merupakan salah satu upaya untuk
mempercepat perkecambahan biji hasil
pemuliaan tanaman sehingga bisa
mempercepat proses pemuliaan tanaman.
0! ,roduksi tanaman haploid le"at penyelamatan
embrio hasil persilangan antar jenis tertentu
Salah satu cara yang dilakukan untuk
memperoleh tanaman haploid adalah silangan
antar spesies tertentu. /ontohnya adalah
persilangan antara 5ordeum vulgare dengan
5. bulbosum. Setelah penyilangan yang
kemudian diikuti oleh pembuahan, kromosom
5. bulbosum tereliminasi sehingga hanya
1'
kromosom 5. bulbosum yang terekspresi,
sehingga dapat dihasilkan biji haploid dari
silangan ini. Sayangnya persilangan ini
mengakibatkan embrio gugur buah gugur!
sebelum buah tersebut de"asa. 5asil silangan
ini buah haploid! tidak akan dapat diperoleh
apabila buah muda tersebut tidak
diselamatkan dengan cara memanennya
sebelum gugur lalu mengecambahkan embrio
muda teknik embryo rescue! ini secara
invitro.
6! .encegah gugurnya buah embrio! pada buah
Gugurnya buah sebelum buah tersebut
de"asa sangat umum ditemukan pada
persilangan. (erbagai macam &aktor dapat
menyebabkan buah tersebut gugur sebelum
masak. ,ada persilangan buah-buah batu,
transportasi air dan hasil &otosintesa dari daun
dan batang ke buah terhambat sehingga
mengakibatkan terbentuknya lapisan absisi
pada tangkai buah. )kibatnya buah tidak
memperoleh nutrisi yang dibutuhkan untuk
perkembangannya sehingga buah dengan
embrio yang terbentuk gugur sebelum de"asa.
Teknik embryo rescue umumnya dilakukan
untuk menyelamatkan hasil silangan ini
dengan cara memanen buah muda hasil
persilangan sebelum buah gugur kemudian
mengecambahkannya secara invitro.
7! .encegah kehilangan biji setelah persilangan
interspesi&ic!
,ersilangan antar varietas tanaman
dalam satu spesies seringkali menghasilkan
buah dengan endosperm yang miskin atau
embrio lemah dan berukuran kecil. (iji-biji
dengan kondisi demikian seringkali sulit
11
sekali atau tidak bisa dikecambahkan dalam
kondisi normal. Teknik kultur embrio dapat
digunakan untuk membantu
perkecambahannya. 5al ini telah dilakukan
pada tomat, padi, barley, dan phaseolus.
3! ,erbanyakan vegetati&
Fmbrio dapat digunakan sebagai
bahan dasar perbanyakan vegetati& seperti
misalnya pada ,oaceae dan paku-pakuan
menggunakan spora!.
Duri, '998!
'.6 Aaktor yang mempengaruhi keberhasilan kultur
embrio dan embrio rescue
Aaktor yang mempengaruhu kesuksesan kultur embrio
dan embrio rescue adalah%
Genotipe
,ada suatu spesies, embrio mudah diisolasi dan
tumbuh, sementara pada tanaman lain agak lebih susah.
Tahap stage! embrio diisolasi
,ada tahapan yang lebih besar lebih tinggi! lebih baik
bila dilakukan pengisolasian embrio.
-ondisi tumbuh
Sebaiknya ditumbuhkan di rumah kacaH kondisi
terkontrol. Fmbrio harus cukup besar dan berkualitas tinggi.
-ondisi media
a. 5ara makro dan mikro
b. p5 6.9 2 7.9
c. Sukrosa sebagai sumber energi. Fmbrio yang
belum matang perlu >2 1':, embrio matang perlu
1:.
10
d. )uksin dan sitokinin tidak diperlukan. G)
diperlukan untuk memecahkan dormansi.
e. Citamin optional!
&. Senya"a organik opt!, air kelapa, casein
hydrolisate, glutamin penting!.
Dingkungan
a. @ksigen perlu oksigen tinggi!
b. /ahaya % kadang embrio perlu ditumbuhkan dalam
gelap selama 10 hari, kemudian ditrans&er ke cahaya
untuk merangsang sintesa kloro&il.
c. Suhu % kadang perlu perlakuan dingin vernalisasi,
09I/! untuk memecah dormansi.
Sugito, dan Nugroho, '990!
16
()( *** .FT@D@D@G*
1.1 )lat dan bahan beserta &ungsinya!
)lat
,inset % memotong organ tanaman
(otol kultur 6 buah! % tempat meletakkan eksplan
/a"an ,etri % tempat bahan H tempat melakukan
penanaman
(unsen % sterilisasi alat H botol kultur
(ahan
Fmbrio kacang dan biji anggrek % sebagai bahan
praktikum
Detergen 6: % sebagai bahan sterilisasi
Aungisida 9,1 gram H 199 ml % sebagai bahan sterilisasi
dari &ungi atau jamur
(ayclean 19 ml H 199 ml % sebagai bahan sterilisasi
dari bakteri
17
)Juades % pencuci dari bahan sterilisasi
)lkohol % bahan sterilisasi alat
1.' /ara kerja
13
.FN;*),-)N )D)T D)N ()5)N
STFB*D*S)S*
1. -acang tanah dan biji anggrek dicuci dengan detergen
6:
'. Aungisida 9,1 gram H 199 ml, kacang tanah dan biji
anggrek dicuci (ayclean 19 ml H 199 ml
1. -acang tanah dan biji anggrek dicuci aJuades
D)A/
1.1 )nalisa ,erlakuan
,ada proses sterilisasi bahan untuk kultur embrio,
kacang tanah dan biji anggrek dicuci dengan detergen 6:
bertujuan untuk membersihkan atau proses sterilisasi,
Aungisida 9,1 gram H 199 ml, bertujuan untuk sterilisasi dari
&ungi atau jamur dan kacang tanah dan biji anggrek dicuci
(ayclean 19 ml H 199 ml bertujuan untuk proses sterilisasi dari
bakteri. -acang tanah dan biji anggrek dicuci aJuades
bertujuan untuk mencuci dari ketiga bahan sterilisasi yang
sudah di gunakan.
,ada proses penanaman eksplan di D)A/, kacang
tanah dan biji anggrek dicelup alkohol, di bakar, kemudian di
letakkan di ca"an petri bertujuan untuk proses penanaman
secara steril. Dipotong melintang sesuai garis buah bertujuan
untuk mendapatkan bagian eksplan yang maksimal. )mbil
embrio atau plumule bertujuan untuk menyelamatkan atau
mengembangkan kehidupan dari tanaman tersebut. Detakkan
di botol kultur bertujuan untuk tempat dan proses
perkembangbiakan eksplan
1>
1. -acang tanah dan biji anggrek dicelup alkohol, di bakar,
kemudian di letakkan di ca"an petri
'. Dipotong melintang sesuai garis buah
1. )mbil embrio atau plumule
0. Detakkan di botol kultur
B%B +- 2%&+L D%N PE(B%2%&%N
31 2asil 4Ber5asarkan 2asil Pengamatan" 6 Kali
Pengamatan &elama 0 (inggu7
30 Pembahsan )entang Pertumbuhan Kultur Embrio
Dan Embrio Rescue Diban5ingkan Dengan Literatur
B%B - PEN*)*P
81 Kritik 4)entang serangkaian teknis kultur embrio
5an embrio rescue 5an hasiln9a7
80 &aran 4*ntuk perbaikan hasil teknik kultur
embrio 5an embrio rescue7
18
D%,)%R P*&)%K%
George and Sherrington, 18>0. ,lant ,ropagation by Tissue
/ulture. F4egetics Dtd. Fngland.
Duri, S. '998. Diakses dari http%HHkultur-jaringan.blogspot.com
tanggal 1 November '91'.
Nickell, D.G., 18>'. ,lant Gro"th Begulators. (erlin
5eidelberg. Ne" ;ork.
Nurheti, '99'. (ioteknologi .olekuler. ,T. /itra )ditya
(akti, (andung.
Sugito, 5 dan ). Nugroho, '990. Teknik -ultur +aringan.
,enebar S"adaya, ;ogyakarta.
=idarto, D., 1887. ,erbanyakan Tanaman . ,enerbit -anisius.
+akarta.
;usnita., '991. -ultur +aringan Tanaman *. ,T )gromedia
,ustaka. +akarta.
;usnita., '990. -ultur +aringan Tanaman **. ,T )gromedia
,ustaka. +akarta.
Eulkarnain., '998. -ultur +aringan Tanaman. (umi )ksara.
+akarta.

'9