Anda di halaman 1dari 5

Mikrobiologi

MIKROBIOLOGI
Mikrobiologi merupakan ilmu yang mempelajari makhluk hidup yang berukuran kecil yang tidak
dapat dilihat dengan kasat mata. Oleh karena itu, mikrobiologi sangat erat kaitannya dengan
Mikroskop.
Mikrobiologi memiliki lima (5) ruang lingkup, yakni :
1. Bakteriologi
Bakteriologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan klasifikasi bakteri. Bakteriologi dapat
dikatakan juga sebagai biologi bakteri. Di dalamnya dipelajari struktur anatomi sel bakteri,
klasifikasi, cara kerja sel bakteri, interaksi antarsel bakteri, dan juga tanggapan bakteri terhadap
perubahan pada lingkungan hidupnya. Bakteriologi merupakan satu bagian penting
dalam mikrobiologi.
Bakteri memiliki nilai ekonomi penting dalam kehidupan manusia dan demikian pula
bakteriologi. Pengetahuan dalam cabang ilmu ini bermanfaat dalam pengobatan, higiene, ilmu
pangan dan gizi, pertanian, dan industri (terutama industri fermentasi).

2. Virologi
Virologi ialah cabang biologi yang mempelajari makhluk suborganisme, terutama virus. Dalam
perkembangannya, selain virus ditemukan pula viroid dan prion. Kedua kelompok ini saat ini
juga masih menjadi bidang kajian virologi.
Virologi memiliki posisi strategis dalam kehidupan dan banyak dipelajari karena bermanfaat
bagi industri farmasi dan pestisida. Virologi juga menjadi perhatian pada
bidang kedokteran,kedokteran hewan, peternakan, perikanan dan pertanian karena kerugian yang
ditimbulkan virus dapat bernilai besar secara ekonomi.


3. Mikologi
Mikologi merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang jamur (fungi) - banyak
orang juga menyebut cendawan.
Kajian dalam mikologi antara lain
meliputi taksonomi jamur, fisiologi jamur, bioteknologi jamur, budidaya jamur (mushroom
culture). Mikologi sangat besar pengaruhnya terhadapfitopatologi karena banyak penyakit
tumbuhan yang disebabkan oleh jamur; sehingga pernah fitopatologi disebut sebagai mikologi
terapan

4. Parasitologi
Parasitologi mempelajari parasit, inangnya, dan hubungan di antara keduanya. Sebagai salah
satu bidang studi biologi, cakupan parasitologi tak ditentukan oleh organisme atau lingkungan
terkait, namun dengan cara hidupnya, yang berarti bidang ini bersintesis dengan bidang lain, dan
menggunakan teknik seperti biologi sel, bioinformatika, biokimia, biologi molekuler, imunologi,
genetika, evolusi dan ekologi.

5. Imunologi
Imunologi adalah suatu cabang yang luas dari ilmu biomedis yang mencakup kajian mengenai
semua aspek sistem imun (kekebalan) pada semua organisme. Imunologi antara lain mempelajari
peranan fisiologis sistem imum baik dalam keadaan sehat maupun sakit; malfungsi sistem imun
pada gangguan imunologi (penyakit autoimun, hipersensitivitas, defisiensi imun, penolakan
allograft); karakteristik fisik, kimiawi, dan fisiologis komponen-komponen sistem imun in
vitro, in situ, dan in vivo. Imunologi memiliki berbagai penerapan pada berbagai disiplin ilmu
dan karenanya dipecah menjadi beberapa subdisiplin.
BAKTERI
Bakteri merupakan organisme yang paling banyak jumlahnya dan lebih tersebar luas
dibandingkan mahluk hidup yang lain . Bakteri memiliki ratusan ribu spesies yang hidup di darat
hingga lautan dan pada tempat-tempat yang ekstrim. Bakteri ada yang menguntungkan tetapi ada
pula yang merugikan. Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan mahluk hidup
yang lain. Bakteri adalah organisme uniselluler dan prokariot serta umumnya tidak memiliki
klorofil dan berukuran renik (mikroskopis).
Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannnya dengan mahluk hidup lain yaitu :
1. Organisme multiselluler
2. Prokariot (tidak memiliki membran inti sel )
3. Umumnya tidak memiliki klorofil
4. Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi antara 0,12 s/d ratusan mikron umumnya memiliki
ukuran rata-rata 1 s/d 5 mikron.
5. Memiliki bentuk tubuh yang beraneka ragam
6. Hidup bebas atau parasit
7. Yang hidup di lingkungan ekstrim seperti pada mata air panas,kawah atau gambut dinding
selnya tidak mengandung peptidoglikan
8. Yang hidupnya kosmopolit diberbagai lingkungan dinding selnya mengandung
peptidoglikan
Bentuk dasar bakteri terdiri atas bentuk bulat (kokus), batang (basil),dan spiral (spirilia) serta
terdapat bentuk antara kokus dan basil yang disebut kokobasil.
1. Bakteri Kokus

Monokokus yaitu berupa sel bakteri kokus tunggal
Diplokokus yaitu dua sel bakteri kokus berdempetan
Tetrakokus yaitu empat sel bakteri kokus berdempetan berbentuk segi empat.
Sarkina yaitu delapan sel bakteri kokus berdempetan membentuk kubus
Streptokokus yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan membentuk rantai.
Stapilokokus yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan seperti buah anggur

2. Bakteri Basil

Monobasil yaitu berupa sel bakteri basil tunggal
Diplobasil yaitu berupa dua sel bakteri basil berdempetan
Streptobasil yaitu beberapa sel bakteri basil berdempetan membentuk rantai

3. Bakteri Spirilia

Spiral yaitu bentuk sel bergelombang
Spiroseta yaitu bentuk sel seperti sekrup
Vibrio yaitu bentuk sel seperti tanda baca koma

Berdasarkan kebutuhan oksigennya, bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri aerob dan bakteri
anaerob.
1. Bakteri Aerob
Bakteri aerob adalah bakteri yang hidupnya memerlukan oksigen bebas. Bakteri yang hidup
secara aerob dapat memecah gula menjadi air, CO2, dan energi. Bakteri aerob secara obligat
adalah bakteri yang mutlak memerlukan oksigen bebas dalam hidupnya, misalnya, bakteri
Nitrosomonas.
2. Bakteri Anaerob
Bakteri anaerob adalah bakteri yang dapat hidup tanpa oksigen bebas, misalnya, bakteri asam
susu, bakteri Lactobacillus bulgaricus, dan Clostridium tetani.
3. Bakteri Anaerob Fakultatif
Bakteri yang dapat hidup tanpa kebutuhan oksigen secara mutlak atau dapat hidup tanpa oksigen
dan dapat pula hidup dengan oksigen.
Berdasarkan pewarnaan Gram, bakteri diklasifikasikan menjadi dua yakni pewarnaan Gram
positif dan pewarnaan Gram negatif. Pengklasifikasian tersebut didasarkan pada perbedaan
struktur dinding sel. Bakteri Gram positif memiliki dinding sel yang terdiri atas lapisan
peptidoglikan yang tebal dan asam teichoic. Sementara bakteri Gram negatif memiliki lapisan
luar, lipopolisakarida, terdiri atas membran dan lapisan peptidoglikan yang tipis terletak pada
periplasma (di antara lapisan luar dan membran sitoplasmik).