Anda di halaman 1dari 2

Al Insyirah Ayat 1

1 Juni 2014 pukul 21:07


Dalam kitab Fi Zhilalil Qur'an disebutkan sebab turunnya ayat ini karena kesempitan dada
yang pernah dialami Rasulullah karena suatu perkara dakwah yang diembannya, karena
rintangan-rintangan terjal yang menghadang jalannya, dan karena tipu daya serta makar
yang dibuat di sekitarnya. Nabi Muhammad SAW memerlukan bantuan, pertolongan,
bantuan, bekal, dan modal..akhirnya turunlah bisikan manis dan pembicaraan yang penuh
kasih sayang ini

"Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?" (Q.S 94:01)

Periksalah dadamu, tidakkah kamu mendapati kegembiraan, kelapangan, pencerahan dan
cahaya di dalamnya? Kenanglah kembali dalam perasaanmu cita rasa pemberian ini.
Tidakkah kamu mendapati kesenangan pada setiap kesusahan, kelegan pada setiap
keletihan, kemudahan pada setiap kesulitan, ridha pada setiap penahanan pemberian?

Menurut Ibnu Qayim ada beberap sebab lapangnya dada :
1. Mentauhidkan Allah (sebab terbesar)
Dia hanya bertawakal kepada Allah, cinta benci karena Allah, mencari pertolongan hanya
kepada Allah, berkeluh kesah hanya kepada Allah.
2. Ilmu
Ilmu bisa menjadikan dada lebih lapang dari bumi dan seisinya. Dengan ilmu seseorang bisa
mengetahui perkara-perkara yang bisa menjadi jalan kebahagiaannya.
3. Dzikir kepada Allah
"..Ingatlah hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram." (Q.S. 13:28)
4. Infak
Allah akan melapangkan dada orang-orang yang mempunyai jiwa dermawan.
4. Hidayah
"Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia
melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki
Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia
sedang mendaki ke langit.." (Q.S 6:125)
5. Iman kepada qada dan qadar Allah
Yakin dan ridho terhadap takdir Allah serta selalu berhusnuzhon kepada Allah. Kita ridho
atau tidak ridho dengan takdirNya, ketentuanNya akan tetap berlaku. Kita ridho, kita
mendapatkan pahala dan ketenangan dari Allah. Kita tidak ridho, sempitlah dada kita dan
keadaan juga tidak akan berubah.
6. Memaafkan
Imam Ibnu Ahmad bin Hambal pernah berkata 'Memaafkan kesalahan seorang teman
merupakan 1/7 akhlak seorang hamba'
7. Menjauhkan sifat dengki


Kelapangan dada merupakan nikmat Allah yang sangat besar. Semoga Allah selalu
menganugerahi kita hati-hati yang lapang..