Anda di halaman 1dari 4

Asam Jawa, Si Kecut yang Manis Labanya

Posting: Kamis, 12 Desember 2013 - Hit 2372 - Kontributor: Agromania



Asam Jawa, Si Kecut yang Manis Labanya
Tanaman asam jawa sudah dikenal masyarakat Indonesia sejak lama. Tanaman ini menghasilkan
buah asam yang biasa digunakan sebagai bumbu dapur. Hingga sekarang, permintaan buah asam
jawa masih tinggi.

Karena, selain sebagai bumbu masakan, buah asam juga ternyata banyak dicari sebagai ramuan
herbal untuk minuman maupun obat-obatan.

Makanya tak heran, budidaya tanaman yang satu ini menjadi lahan bisnis yang menjanjikan. Tanya
saja pada Ahmadi, salah satu yang menggeluti usaha dengan bendera Indoagro Prima di Jawa
Timur.

Menurut Ahmadi, memang makin banyak yang tertarik membudidayakan tanaman asam jawa ini. Ia
menyebutkan, selain buah, bagian lain dari tanaman ini juga bisa dimanfaatkan.

"Mulai buah, daun, biji, sampai kulit kayunya bisa dimanfaatkan," tutur Ahmadi. Pemanfaatannya
rata-rata masih terkait dengan bahan obat-obatan, jamu atau bahan pangan.

Ahmadi lebih banyak mengirimkan produksinya ke berbagai kota di Jawa Timur, Solo, Semarang,
Jakarta, Lampung hingga Batam. Dalam sebulan, ia bisa mengirimkan 25 ton asam jawa dengan
harga jual variatif.
Pada saat musim panen, harga asam jawa kupas kulit jaring dan masih ada biji ia jual sekitar Rp
8.000 per kilogram dengan pembelian per karung berisi 50 kilogram.

"Namun harganya bisa naik kalau tidak sedang musim panen karena di pasaran juga kan sedang
langka," tutur Ahmadi.

Namun jangan khawatir, panen asam jawa juga tidak terlalu lama.Wahyudi, salah seorang
pebudidaya asam jawa lainnya asal Padang, Sumatra Barat, mengatakan panen tanaman asam
jawa ini sama dengan padi. Wahyudi mengatakan, asam jawa sudah bisa dipanen setelah empat
bulan masa tanam.

Biaya menanamnya pun tidak terlalu besar. Selama satu musim panen, Wahyudi mengaku
menghabiskan biaya sekitar Rp 2,5 juta untuk perawatan tanaman.

Wahyudi mulai menanam sejak tahun 2009. Dengan lahan seluas tujuh hektare, ia
membudidayakan tanaman ini di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat. Saban bulan, ia
memproduksi sekitar 20 ton asam jawa.

Omzetnya mencapai sekitar Rp 30 juta per bulan. Wahyudi menjual dua jenis asam jawa. Buah
yang masih memiliki biji dijual senilai Rp 12.000 per kilogram.

Untuk asam jawa tanpa biji, ia mematok harga Rp 15.000 per kilogram. Lebih banyak pelanggan
saya yang membeli asam jawa dengan biji,ujarnya.

Wahyudi memasarkan produknya lewat internet. Pelanggannya berasal dari seluruh pelosok
Indonesia, terutama para pedagang dan perusahaan makanan di Sumatra dan Jawa. Ia juga
menjual bibit tanaman ini seharga Rp 6.000 per kg.

Baik di Dataran Rendah
Bernama latin tamarindus indica, asam jawa merupakan tanaman yang cocok dibudidayakan di
daerah tropis. Bahkan, tanaman ini bisa hidup di tempat yang suhu udaranya relatif tinggi, yakni
hingga 45 derajat celcius.

Kendati tanaman tropis, tidak semua lokasi ideal buat budidaya asam jawa. Menurut Ahmadi,
pemilik Indoagro Prima asal Ponorogo, Jawa Timur, lokasi yang baik untuk menanam asam jawa
adalah dataran rendah sampai dataran menengah dengan tingkat ketinggian mulai 1000 meter di
atas permukaan laut (mdpl).

"Perawatannya juga tidak terlalu rumit," katanya. Asam jawa termasuk jenis tanaman yang memiliki
akar yang bisa mencapai tanah cukup dalam. Makanya, asam tergolong tanaman yang tahan
terhadap kekeringan dan angin kencang.

"Justru tanamannya menghasilkan buah yang banyak jika hidupnya di daerah dengan periode kering
yang cukup panjang," ujar Ahmadi. Meski begitu, tanaman ini tetap membutuhkan curah hujan.

Budidaya asam jawa bisa dimulai dengan penyemaian biji di polybag. Dalam waktu sekitar
seminggu, biji akan perkecambah. Pada masa ini, kecambah sebaiknya dijauhkan dari sinar
matahari agar tidak layu.

Selanjutnya, biarkan kecambah tumbuh hingga ketinggiannya mencapai sekitar 30 centimeter (cm).
Setelah itu, bibit asam jawa sudah bisa ditanam di lahan. Tanaman ini tetap perlu diberikan pupuk
dan dibersihkan dari rumput liar.

Jika dirawat intensif, tanaman asam jawa akan menghasilkan buah pada usia tiga tahun. Setelah itu,
tanaman akan rutin berbuah.

Wahyudi, pebudidaya asam jawa asal Sumatra Barat, menambahkan asam jawa bisa diperbanyak
melalui benih, pencangkokan, atau penempelan.

Anakannya yang berumur satu tahun atau kurang sudah bisa ditanam di lahan perkebunan. Terkait
jarak tanam, sebaiknya setiap satu hektare cukup ditanami 500 batang. Lakukan juga pemangkasan
untuk memperbaharui cabang penghasil buah.

Tanaman ini tumbuh di tanah berpasir atau tanah liat, mulai dataran rendah sampai dataran
menengah. Selain itu, daerah itu juga harus memiliki kondisi curah hujan yang tersebar merata atau
musim keringnya panjang dan sangat kentara.

Hama yang sering menyerang asam jawa pun hampir sama dengan tanaman padi, seperti
serangga, kutu bubuk, dan kutu perisai. Selain itu, ada juga hama pengerek yang bisa merusak
buah yang sedang dalam proses pematangan.

Jika tidak ditangani dari awal, hasilnya, kualitas produksi buah pun akan menurun. Kelembapan
udara menjadi salah satu yang harus diperhatikan dalam budidaya asam jawa ini. Menurut Wahyudi,
kelembapan udara berpengaruh pada pertumbuhan beberapa bagian tanaman, seperti biji, daun,
dan buah.ktn

Saus Asam Jawa Masih Masam
Seiring perkembangan zaman, kini proses pengolahan bumbu masak tidak lagi secara tradisional.
Sebagian masyarakat mulai beralih memanfaatkan bumbu masak yang telah diolah melalui proses
teknologi canggih, misalnya bumbu masak asam jawa. Kini, sudah beredar asam jawa yang dibuat
secara instan. Pebisninya bisa meraup omzet lumayan.

Dahulu, kalangan ibu rumahtangga mengolah racikan bumbu dapur masih melalui proses
tradisional. Di antaranya, mereka mengulek jenis bumbu dapur yang dibutuhkan sebagai penyedap
rasa masakan.
Tapi, cara seperti itu kini perlahan mulai ditinggalkan. Seiring kemajuan zaman, sebagian
masyarakat beralih memanfaatkan bumbu dapur yang telah diolah melalui proses teknologi canggih.
Sebut saja, misalnya, bumbu dapur jenis asam jawa instan.

Salah satu produsen asam jawa instan adalah PD Kaya Rasa di Jakarta. Perusahaan ini telah
memproduksi asam jawa instan sejak dua tahun lalu. Produk asam jawa ini tersedia dalam bentuk
saus kental. Nama produknya Asamko. "Produk ini mungkin baru pertama di Indonesia," kata Tiffany
Dinata Tan, Staf Produksi PD Kaya Rasa.

Selama ini produk asam jawa yang dibuat instan masih sangat jarang beredar di pasaran. Dahulu
memang pernah ada asam jawa dalam bentuk bubuk. Namun, produk itu juga sulit ditemui.

Produk asam jawa yang ada di pasaran biasanya berupa minuman ringan sari asam siap minum. Di
negara lain seperti Thailand dan Malaysia, produk asam jawa instan sudah umum digunakan untuk
bumbu dapur.

Sugih Martin, bagian pemasaran Kaya Rasa, bilang, kini produk Asamko dijual melalui pasar
tradisional dan pusat perbelanjaan seperti Superindo. Selain di Jawa, Asamko sudah beredar di
Sumatera, seperti Medan dan Palembang.

Hanya , Sugih mengakui, penjualan Asamko tidak terlampau besar. "Penduduk Indonesia belum
biasa menggunakan produk ini," katanya. Lazimnya, konsumen menggunakan buah asam untuk
diolah langsung menjadi bumbu masak.

PD Kaya Rasa juga sempat memasarkan produk asam jawa instan ini ke rumah makan dan
restoran. Namun, minatnya tidak terlalu besar. "Karena saat ini harga buah asam masih sangat
murah," imbuh Sugih.

Lagi pula, hanya masakan jenis tertentu saja yang bumbunya menggunakan sari buah asam.
Kalaupun ada, satu resep masakan hanya membutuhkan satu atau dua sendok asam instan.

Dengan dalil itulah, Sugih mengungkapkan, omzet yang bisa dipetik perusahaannya dari usaha
penjualan ini belum terbilang besar. "Selama ini omzet penjualan Asamko baru Rp 10 juta per
bulan," katanya.

Meski begitu, dia yakin, potensi bisnis asam jawa instan masih besar. Alasannya, selain untuk
bumbu masak, asam jawa juga biasa digunakan untuk bahan baku minuman kesehatan.

Asal tahu saja, asam jawa memiliki khasiat untuk menyembuhkan penyakit asma, batuk, demam,
dan sariawan. "Sebenarnya pasar asam jawa ini masih sangat luas," timpal Tiffany. Hanya saja,
lanjut dia, pasar asam jawa ini belum semuanya bisa terjamah.

Saat ini Kaya Rasa hanya fokus menjual produk Asamko kemasan botol 300 mililiter (ml).
Sebelumnya, Kaya Rasa sempat mengeluarkan produk asam jawa instan dalam bentuk sachet.

Produk sachet tidak diproduksi lagi karena isinya sedikit. Bungkusnya yang berukuran kecil
membuat harga asam jawa instan sachet ini tergolong mahal.

Harga jual asam jawa instan di pasaran Rp 6.000 per botol ukuran 300 ml. "Dalam sebulan kami
bisa memproduksi hingga 100 dus atau sekitar 5.000 botol asam jawa instan," kata Tiffany. Kaya
Rasa memiliki delapan orang tenaga kerja untuk menggarap usahanya.

Proses pembuatan saus asam jawa Asamko cukup sederhana. Kaya Rasa membeli bahan baku
dalam bentuk buah asam tanpa kulit dari pemasok tetap. Pertama, buah asam dipisahkan dari
bijinya. Setelah itu daging buah asam ini direbus.

Terakhir, asam yang sudah direbus digiling dengan mesin hingga mengeluarkan saus kental. Saus
inilah yang menjadi hasil akhir Asamko. "Jadi proses produksinya sudah setengah mesin," kata
Tiffany.ktn

Turunkan Demam hingga Dongkrak Nafsu Makan
Asam jawa yang selama ini dikenal sebagai bumbu dapur, ternyata memiliki bahyak manfaat untuk
pengobatan. Nyeri dan bau anyir di waktu haid, radang tenggorokan atau difteri, batuk kering, bisul,
darah rendah, sariawan, keputihan, serta campak adalah beberapa penyakit yang bisa diatasi oleh
asam jawa.

Menurut Ir. Wahyu Soeprapto, ahli tanaman obat dari Malang, Jawa Timur, daun pohon asam jawa
diyakini bisa menurunkan panas dalam dan juga menambah nafsu makan. Selain itu, karena
mengandung asam tatrat, asam jawa diyakini bisa sebagai pencahar bagi mereka yang mengalami
sulit buang air.

Karena sifatnya menjadi gel dengan menyerap cairan, asam jawa juga bisa dipakai untuk
menghancurkan lemak, kata Soeprapto.

Wahyu juga menambahkan, asam jawa bisa dibuat sebagai minuman hangat. Menurutnya, sebagai
variasi, asam jawa juga bisa dipadukan dengan obat tradisional lainnya seperti temulawak, pace,
atau yang lain. Yang penting, lihat kebutuhan dan takarannya, katanya lagi.

Daging buah asam biasanya dibuat agar-agar, sirup, atau manisan. Inti kayu berat dibuat menjadi
kayu halus dan dijadikan bahan pahatan. Bijinya dibakar atau digoreng, sehingga dapat dimakan.
Buahnya termasuk dalam daftar obat tradisional yang sudah dilegalkan.