Anda di halaman 1dari 44

i

Landasan
PengembanganKurikulum
MAKALAH
Disusun sebagai tugas pada Mata Kuliah Analisis Kurikulum Sekolah Menengah
dan Penjaminan Mutu
Dosen Pengampu : Dr. C. Rudy Prihantoro

oleh :
Kelompok 2
Dedy ahroni !"#$%$2&#"$'
Sandi Somantri !"#$%$2&##('
)edi Septihartadi !"#$%$2&###'
)uti Ala*iyah !"#$%$2&##+'
,ahid -idayat !"#$%$2&#+&'
PRODI PENELITIAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN (PEP)
PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2013
i
KATA PENGANTAR
)iada kata terindah yang pantas untuk diu.apkan selain rasa syukur
Alhamdulillah ke hadirat Allah S,) atas segala keluasan rahmat dan kasih
sayang yang tak pernah berhenti kepada seluruh makhluk/0ya. Shala*at dan
salam semoga selalu ter.urah kepada 1aginda Rasulullah SA,2 beserta
segenap keluarga2 para shahabat2 dan setiap orang yang mengikutinya.
Atas ijin/0yalah penulis dapat menyelesaikan makalah tentang 3andasan
Kurikulum dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Analisis Kurikulum
Sekolah Menengah dan Penjaminan Mutu. Penyusun menyadari bah*a Makalah
ini masih banyak kekurangan. 4leh karena itu penyusun berharap kritik dan
saran yang konstrukti5 dari pemba.a sehingga makalah ini men.apai kepada
kesempurnaan.
Pada kesempatan ini penulis juga menghaturkan u.apan terima kasih
dan semoga makalah ini berman5aat khususnya bagi penyusun umumnya bagi
pemba.a.
Penyusun
Landasan Pengembangan Kurikulum
ii
DAFTAR ISI
KA)A P607A0)AR................................................................................................i
DA)AR 8S8.............................................................................................................ii
1A1 8......................................................................................................................$
P60DA-939A0.....................................................................................................$
$.$ 3atar 1elakang .............................................................................................$
$.2 Rumusan Masalah........................................................................................2
$.: )ujuan Penulisan...........................................................................................:
1A1 88......................................................................................................................;
P6M1A-ASA0.......................................................................................................;
A.3andasan iloso5is...........................................................................................(
$.Aliran/aliran ilsa5at Pada Kurikulum............................................................#
2.ilsa5at dan Kurikulum................................................................................$:
1.3andasan Psikologis......................................................................................$;
a.Psikologi 1elajar.........................................................................................$%
b.Psikologi Perkembangan ...........................................................................$+
C. 3andasan Sosiologis ....................................................................................2$
a.Masyarakat dan Kurikulum.........................................................................22
b.Kebudayaan dan Kurikulum........................................................................2;
D.3andasan 8lmu Pengetahuan dan )eknologi.................................................2%
a.8lmu Pengetahuan.......................................................................................2%
b.)eknologi.....................................................................................................2"
..Perkembangan 8P)6K................................................................................2"
d.8mplikasi terhadap Pengembangan Kurikulum...........................................2#
Landasan Pengembangan Kurikulum
iii
1A1 888...................................................................................................................:2
K6S8MP93A0.......................................................................................................:2
DA)AR P9S)AKA..............................................................................................:+
Landasan Pengembangan Kurikulum
$
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Lata B!"a#a$%
Kurikulum sebagai ran.angan pendidikan mempunyai kedudukan yang
sangat strategis dalam seluruh aspek kegiatan pendidikan2 atau bisa dikatakan
memiliki peran yang sangat <ital dalam suatu lembaga pendidikan.
Mengingat sangat pentingnya peranan kurikulum dalam pendidikan dan
perkembangan kehidupan manusia2 maka dalam penyusunan kurikulum tidak
bisa dilakukan tanpa landasan yang kokoh dan kuat2
Mari kita bayangkan andaikata bangunan sebuah rumah dibangun tanpa
landasan pondasi yang kuat maka ketika terjadi gon.angan atau diterpa angin
sedikit saja maka rumah tersebut akan mudah rubuh. Demikian halnya dengan
kurikulum jika dikembangkan tidak didasarkan dengan landasan yang tepat dan
kuat maka kurikulum tersebut tidak akan bisa bertahan dengan lama dan bahkan
mungkin akan ditinggalkan oleh pemakainya.
1ila suatu bangunan rumah rubuh yang diakibatkan tidak menggunakan
landasan ! pondasi' yang kuat maka kerugian yang diakibatkan tidak terlalu
besar hanya sebanding dengan harga rumah yang dibangun2 dan jika kondisi
keuangan memungkinkan akan segera dengan mudah dibangun kembali. )api
bila yang roboh itu adalah kurikulum sebagai alat untuk mempersiapkan
manusia2 maka kerugiannya akan bersi5at 5atal dan tidak bisa diukur dengan
materi karena menyangkut dengan upaya memanusiakan manusia.
Dengan demikian dalam mengembangkan kurikulum harus terlebih dahulu
diidenti5ikasi dan dikaji se.ara selekti5 dan akurat2 mendalam dan menyeluruh
landasan apa saja yang harus dijadikan pijakan dalam meran.ang2
mengembangkan2 dan mengimplementasikan kurikulum. Dengan landasan yang
kokoh akan menghasilkan kurikulum yang kuat2 yaitu program pendidikan yang
Landasan Pengembangan Kurikulum
2
dihasilkan akan menghasilkan manusia terdidik yang sesuai hakikat
kemanusiaannya baik untuk kehidupan masa kini maupun menyongsong
kehidupan jauh ke masa yang akan datang.
Penggunaan landasan yang tepat dan kuat dalam mengembangkan
kurikulum tidak hanya diperlukan oleh para penyusun kurikulum ditingkat pusat
!makro' akan tetapi terutama harus di5ahami dan dijadikan dasar pertimbangan
oleh para pengembang kurikulum ditingkat operasional ! satuan pendidikan'2
yaitu para guru2 kepala sekolah2 penga*as pendidikan !super<isor'2 de*an
sekolah atau komite pendidikan dan para guru serta pihak/pihak lain yang terkait
! stakeholder'.
Robert S. =ais ! $+"% ' mengemukakan empat landasan pengembangan
kurikulum 2 yaitu : philosophy on the nature o5 kno*ledge2 so.iety and .ulture2 the
indi<idual dan learning theory. Dengan berpedoman pada empat landasan
tersebut maka peran.angan dan pengembangan suatu bangunan kurikulum yaitu
pengembangan tujuan2 pengembangan isi> materi2 pengembangan proses
pembelajaran dan pengembangan komponen e<aluasi 2 harus didasarkan pada
landasan 5ilosophis2 phisikologis2 sosiologis serta ilmu pengetahuan dan
teknologi ! 8P)6K'
$
4leh karena itu untuk lebih memahami bagaimana ke empat landasan
kurikulum yang harus diperhatikan oleh guru ketika mengembangkan
kurikulum . Pada makalah ini akan disajikan pembahasan mengenai hal/hal
yang berkaitan dengan 3andasan pengembangan kurikulum .
1.2 R&'&(a$ Ma(a"a)
1erdasarkan latar belakang2 maka penulis merumuskan beberapa
rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini2 yaitu :
$. Apa itu landasan Pengembangan kurikulum?
1

Robert S.=ais2 Curriculum Principle and Foundation 2 !3ondon : -arper and Ro* Publisher2
$+"%'2 h.2&
Landasan Pengembangan Kurikulum
:
2. Ada berapa yang termasuk landasan pengembangan kurikulum?
:. 1agaimana 3andasan 5ilosophis pada pengembangan kurikulum?
;. 1agaimana 3andasan Psikologis pada pengembangan kurikulum?
(. 1agaimana 3andasan Sosial 1udaya pengembangan kurikulum?
%. 1agaimana 3andasan 8P)6K pada pengembangan kurikulum?
1.3 T&*&a$ P!$&"+(a$
1erdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan penulisan dari
makalah ini adalah :
$. Menjelaskan landasan Pengembangan kurikulum.
2. Menjelaskan aspek saja yang termasuk landasan pengembangan
kurikulum.
:. Menjelaskan bagaimana 3andasan 5ilosophis pada pengembangan
kurikulum.
;. Menjelaskan bagaimana 3andasan Psikologis pada pengembangan
kurikulum.
(. Menjelaskan bagaimana 3andasan Sosial 1udaya pengembangan
kurikulum.
%. Menjelaskan bagaimana 3andasan 8P)6K pada pengembangan
kurikulum.
Landasan Pengembangan Kurikulum
;
BAB II
PEMBAHASAN
Kurikulum sebagai ran.angan pendidikan mempunyai kedudukan
yang sangat strategis dalam seluruh aspek kegiatan pendidikan. Mengingat
pentingnya peranan kurikulum dalam pendidikan2 maka dalam
penyusunannya harus menga.u pada landasan yang kokoh dan kuat .
3andasan pengembangan kurikulum tidak hanya diperlukan bagi para
penyusun kurikulum !makro' atau kurikulum tertulis yang sering disebut juga
sebagai kurikulum ideal2 akan tetapi juga harus dipahami dan dijadikan
dasar pertimbangan oleh para pelaksana kurikulum !mikro' yaitu para
penga*as pendidikan dan para guru serta pihak/pihak lainnya yang terkait
dengan tugas/tugas pengelolaan pendidikan2 sebagai bahan untuk dijadikan
instrumen dalam melakukan pembinaan terhadap implementasi kurikulum
di setiap jenis dan jenjang pendidikan.
Dengan posisinya yang penting tersebut maka penyusunan dan
pengembangan kurikulum tidak bisa dilakukan se.ara sembarangan2 akan
tetapi harus didasarkan pada berbagai pertimbangan2 atau landasan agar
dapat dijadikan dasar pijakan dalam menyelenggarakan proses
pendidikan2 sehingga dapat mem5asilitasi ter.apainya tujuan
pendidikan dan pembelajaran se.ara lebih e5isien dan e5ekti5.
3andasan pengembangan kurikulum memiliki peranan yang sangat
penting2 sehingga apabila kurikulum diibaratkan sebagai sebuah bangunan
gedung yang tidak menggunakan landasan atau 5undasi yang kuat2 maka ketika
diterpa angin atau terjadi gon.angan2 bangunan gedung tersebut akan
mudah rubuh dan rusak. Demikian pula halnya dengan kurikulum2 apabila
tidak memiliki dasar pijakan yang kuat2 maka kurikulum tersebut akan mudah
terombang/ambing dan yang akan dipertaruhkan adalah manusia !peserta
didik' yang dihasilkan oleh pendidikan itu sendiri.
Landasan Pengembangan Kurikulum
(
-ornby ..s dalam @)he Ad<an.e 3earnerAs Di.tionary o5 Current
English
2
mengemukakan de5inisi landasan sebagai berikut: Foundation
that on which an idea or belief rest; an underlying principle s as the
foundations of religious belief; the basis or starting pointB. Cadi menurut
-ornby landasan adalah suatu gagasan atau keper.ayaan yang menjadi
sandaran2 sesuatu prinsip yang mendasari2 .ontohnya seperti landasan
keper.ayaan agama2 dasar atau titik tolak.
Dengan demikian landasan pengembangan kurikulum dapat diartikan
sebagai suatu gagasan2 suatu asumsi2 atau prinsip yang menjadi sandaran
atau titik tolak dalam mengembangkan kurikulum. 9ntuk mendirikan bangunan
kurikulum diperlukan beberapa landasan. Sanjaya menyatakan bah*a landasan
pengembangan kurikulum ada tiga yaitu landasan 5iloso5is2 psikologis2 dan
landasan sosiologis/teknologis.
:
Sedangkan Robert S. =ais ! $+"% ' mengemukakan empat landasan
pengembangan kurikulum 2 yaitu : philosophy on the nature of knowledge,
society and culture, the indiidual dan learning theory. Dengan berpedoman pada
empat landasan tersebut maka peran.angan dan pengembangan suatu
bangunan kurikulum yaitu pengembangan tujuan2 pengembangan isi> materi2
pengembangan proses pembelajaran dan pengembangan komponen e<aluasi 2
harus didasarkan pada landasan 5ilosophis2 psikologis2 sosiologis serta ilmu
pengetahuan dan teknologi ! 8P)6K'
;
A. La$,a(a$ F+"-(-.+(
ilsa5at berasal dari bahasa Dunani kuno @philosB dan @sophiaB. Philos2
artinya .inta yang mendalam2 dan Sophia adalah keari5an atau kebijaksanaan.
Dari arti har5iah ini2 ilsa5at diartikan sebagai .inta yang mendalam akan keari5an
atau kebenaran. Se.ara popular 5ilsa5at sering diartikan sebagai pandangan
hidup suatu masyarakat atau pendirian hidup bagi indi<idu. Dengan demikian
maka jelas setiap indi<idu atau setiap kelompok masyarakat se.ara 5iloso5is
2

Redja Mudyahardo2 !andasan"!andasan Filosofis Pendidikan,!1andung: akultas 8lmu
Pendidikan 9P8 0asution22&&$'2 p #
:

Sanjaya2 ,8na. #urikulum dan Pembela$aran% Cakarta: Ken.ana2 2&&#.
4 4p..it. Robert S.=ais
Landasan Pengembangan Kurikulum
%
memiliki pandangan hidup yang mungkin berbeda sesuai dengan nilai/nilai yang
dianggapnya baik.
Dalam pengembangan kurikulum 5ilsa5at menja*ab hal/hal mendasar bagi
pengembangan kurikulum2 antara lain ke mana anak didik akan diba*a ?
masyarakat yang bagaimana yang akan dibentuk melalui pendidikan tersebut ?
apa hakikat pengetahuan yang akan diajarkan kepada anak didik ? norma atau
system yang bagaimana yang harus di*ariskan kepada anak didik sebagai
generasi penerus ? bagaimana proses pendidikan harus dijalankan ?
Demikian mendasarnya pertanyaan/pertanyaan yang harus dija*ab oleh 5ilsa5at.
Dengan kedudukannya yang begitu mendasar2 5ilsa5at memiliki paling tidak
empat 5ungsi yaitu :
ilsa5at sebagai sebuah system nilai !<alue system' menjadi dasar yang
menentukan tujuan pendidikan. -al ini mengandung arti bah*a pandangan hidup
atau sistem nilai yang dianggap baik dan dijadikan pedoman bagi masyarakat
akan ter.ermin dalam tujuan pendidikan yang harus di.apai2 karena kurikulum
pada hakikatnya ber5ungsi untuk mempersiapkan anggota masyarakat yang
dapat mempertahankan2 mengembangkan diri dan dapat hidup dalam system
nilai masyarakatnya sendiri.
Pendidikan berada dalam kehidupan masyarakat sehingga apa yang
dikehendaki oleh masyarakat untuk dilestarikan melalui pendidikan. Dengan
demikian pandangan dan *a*asan yang ada dalam masyasrakat merupakan
pandangan dan *a*asan dalam pendidikan. 4leh karena itu2 landasan 5iloso5is
pengembangan kurikulum adalah hakikat realistis2 ilmu pengetahuan2 sistem
nilai2 dan hakikat pikiran yang ada dalam masyarakat.
ilsa5at pendidikan pada dasarnya adalah penerapan dari pemikiran/
pemikiran 5ilsa5at untuk meme.ahkan permasalahan pendidikan. Dengan
demikian 5ilsa5at memiliki man5aat dan memberikan kontribusi yang besar
terutama dalam memberikan kajian sistematis berkenaan dengan kepentingan
pendidikan.
Menurut 0asution !$+#2: :&/:$' guna 5ilsa5at pendidikan adalah: ilsa5at
pendidikan menentukan arah kemana anak/anak harus diba*ah. Sekolah ialah
Landasan Pengembangan Kurikulum
"
suatu lembaga yang didirikan oleh masyarakat untuk mendidik anak/anak ke
arah yang di .ita/.itakan oleh masyarakat itu. Dengan adanya tujuan pendidikan
kita mendapat gambaran yang jelas tentang hasil yang harus kita .apai2 indi<idu
yang bagaimanakah yang harus kita hasilkan dengan usaha pendidikan kita.
ilsa5at dan tujuan pendidikan menentukan .ara dan proses untuk men.apai
tujuan itu. ilsa5at dan tujuan pendidikan juga memberi kesatuan yang bulat
kepada segala usaha pendidikan. Segala usaha kita tidak terlepas/lepas2
melainkan saling berhubungan2 sehingga terdapat suatu kontinuitas dalam
perkembangan dan kemajuan anak.! Sumber : 0asution2$+#2. &sas"asas
#urikulum% 1andung: Cemmars'
Pandangan/pandangan 5ilsa5at sangat dibutuhkan dalam pendidikan2
terutama dalam menentukan arah dan tujuan pendidikan. ilsa5at akan
menentukan arah ke mana peserta didik akan diba*a. 9ntuk itu harus ada
kejelasan tentang pandangan hidup manusia atau tentang hidup dan
eksistensinya.
ilsa5at atau pandangan hidup yang dianut oleh suatu bangsa atau
kelompok masyarakat tertentu atau bahkan yang dianut oleh perorangan akan
sangat mempengaruhi tujuan pendidikan yang ingin di.apai. Sedangkan tujuan
pendidikan sendiri pada dasarnya merupakan rumusan yang komprehensi5
mengenai apa yang seharusnya di.apai.
)ujuan pendidikan memuat pernyataan/pernyataan mengenai berbagai
kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki oleh peserta didik selaras dengan
sistem nilai dan 5alsa5ah yang dianutnya. Dengan demikian2 sistem nilai atau
5ilsa5at yang dianut oleh suatu komunitas akan memiliki keterkaitan yang sangat
erat dengan rumusan tujuan pendidikan yang dihasilkannya. Dengan kata lain2
5ilsa5at suatu negara tidak bisa dipungkiri akan mempengaruhi tujuan pendidikan
di negara tersebut. 4leh karena itu2 tujuan pendidikan di suatu negara akan
berbeda dengan tujuan pendidikan di negara lainnya2 sebagai implikasi dari
adanya perbedaan 5ilsa5at yang dianutnya.
Landasan Pengembangan Kurikulum
#
1. A"+a$/a"+a$ F+"(a.at Pa,a K&+#&"&'
ilsa5at memegang peranan penting dalam pengembangan kurikulum. Sama
halnya seperti dalam ilsa5at Pendidikan2 dikenal berbagai aliran 5ilsa5at2 yang
telah dikembangkan diantaranya :
a. Idealisme
Dalam sejarah 5ilsa5at 1arat2 idealisme selalu identik dengan Plato. -al
demikian sangat *ajar sebab Palto memang dianggap sebagai 1apak dari
5ilsa5at idealisme. Menurut Plato2 hakekat segala sesuatu tidak terletak pada si5at
materi atau benda*i2 tetapi sesuatu yang berada dibalik materi itu2 yaitu ide. 8de
bersi5at kekal2 immaterial2 dan tidak berubah. ,alaupun materi han.ur2 ide tidak
ikut musnah2 Pada ranah pendidikan2 aliran 8dealisme ini menganggap bah*a
hakekat pendidikan adalah semangat ingin kembali kepada *arisan budaya
masa silam yang agung dan ideal2 sehingga pendidikan diartikan sebagai
@.ultural .onser<ationB2 yakni sebagai pemelihara kebudayaan Adapun yang
menjadi tujuan pendidikan menurut aliran 8dealisme ini adalah untuk membentuk
anak didik agar menjadi manusia yang sempurna2 yang berguna bagi
masyarakatnya. Dan sebagai konsekuensi logisnya2 maka pendidikan model
aliran 8dealisme ini lebih menekankan pengkayaan pengetahuan !trans5er o5
kno*ledge' tanpa harus memperhitungkan tuntutan dunia praktis !kerja dan
industri'. Dengan model pemikiran seperti itu2 maka kurikulum 8dealisme
mendasarkan pada prinsip: Pertama2 kurikulum yang kaya materi2 berurutan2 dan
sistematis yang didasarkan pada target tertentu yang tidak dapat dikurangi
sebagai satu kesatuan pengetahuan2 ke.akapan2 dan sikap yang berlaku dalam
kebudayaan yang demokratis. Kedua2 kurikulum menekankan penguasaan yang
tepat atas isi atau materi kurikulum. Dari prinsip/prinsip tersebut kemudian dibuat
pedoman dalam merumuskan kurikulum idealisme yang pada dasarnya harus
sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak2 yang mengutamakan pada
@essential studiesB yang meliputi metode ilmiah2 dunia organis dan an/organis2
human en<ironment !lingkungan manusia2 budaya2 dan alamiah'2 serta apreasi
terhadap seni.Selain itu dalam kurikulum idealisme sekolah dianggap sebagai
pusat intelle.tual training dan .hara.ter building2 yang se.ara 5ormal melatih dan
mengembangkan daya ji*a yang sudah ada.
Landasan Pengembangan Kurikulum
+
b. Pragmatisme
Pragmatisme biasa diidentikkan dengan 5ilsa5at bangsa Amerika karena
Pragmatisme merupakan 5ilsa5at yang men.erminkan se.ara kuat si5at kehidupan
Amerika2 dimana 5ilsa5at ini merupakan penengah antara 5ilsa5at empirisme dan
idealisme dengan menggabungkan hal/hal yang berarti antara keduanya.
Kemun.ulan pragmatisme sebagai aliran 5ilsa5at dalam kehidupan kontemporer
telah banyak memba*a kemajuan/kemajuan yang pesat baik dalam ilmu
pengethuan maupun tehnologi. Pragmatisme telah berhasil membuat akti5itas
5ilsa5at yang sebelumnya bersi5at meta5isis2 idealis2 abstrak2 dan intelektualis
yang .enderung @melangitB2 menjadi akti5itas riil2 indera*i2 dan mna5aatnya
langsung bisa dirasakan se.ara prkatis/pragmatis dalam kehiudpan sehari/hari.
Dalam ranah pendidikan2 aliran Pragmatisme berpendapat bah*a hakekat
pendidikan merupakan proses masyarakat mengenal diri. Dengan perkataan lain2
pendidikan adalah proses agar masyarakat menjadi hidup dan dapat
melangsungkan akti5itasnya untuk masa depan. Dengan demikian2 pendidikan
adalah proses pembentukan impulse !perbuatan yang dilakukan atas desakan
hati'2 yang berorientasi pada 5uturalisti.2 yakni sebuah pendidikan yang
ber*a*asan pada masa depan. Dari karakter yang demikian2 maka pendidikan
pragmatisme menganjurkan agar yang berbuat2 yang menghasilkan2 dan yang
mengajar adalah peserta didik sendiri. Sedangkan peran pendidik lebih ber5ungsi
sebagai 5asilitator dan pembimbing. Dalam pandangan Pragmatisme2 tidak ada
suatu materi pelajaran tertentu yang bersi5at uni<ersal dalam sistem dan metode
pelajaran yang selalu tepat untuk semua jenjang sekolah2 sebab pengalaman2
kebutuhan serta minat indi<idu atau masyarakat berbeda menurut tempat dan
Eaman. Dalam hal ini kurikulum pragmatisme bersi5at elastis dan 5leksibel sesuai
dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Kurikulum Pragmatisme bergerak
dinamis diatas prinsip kebebasan2 menghendaki bentuk yang ber<ariati5 dan
dengan materi yang kaya. Adapun mengenai muatan isi kurikulum2 Pragmatisme
mendorong perkembangan pribadi anak didik yang meliputi perkembangan
minat2 pikir dan kemampuan praktis. 1entuk demikian inilah yang oleh Kilpatri.k
disebut dengan emerging .urri.ulum2 yaitu kurikulum yang realistis dari
kehidupan peserta didik. Dalam pelaksanaannya2 kurikulum Pragmatisme
mengutamakan pengalaman yang didasarkan atas kebutuhan dan minat peserta
Landasan Pengembangan Kurikulum
$&
didik2 yang diarahkan bagi perkembangan pribadi se.ara integral terutama aspek
pikir2 perasaan2 motorik2 dan pengalaman sosial. Demikianlah model kurikulum
aliran 8dealisme dan Pragmatisme2 yang sebenarnya hanya merupakan
pembedaan se.ara garis besar saja2 karena selain kedua aliran utama tersebut2
masih terdapat aliran/aliran 5ilsa5at lain yang memiliki pengikut yang .ukup
banyak2 dan kemudian terdapat empat aliran saja sebagai penjelas dan penguat
bagi kedua aliran utama tersebut diatas2 yaitu perenialisme2 esensialisme2
progresi<isme dan rekonstruksionisme.
c. Perenialisme
Perenialisme merupakan aliran 5ilsa5at yang menganggap bah*a Eaman
sekarang sebagai Eaman yang kurang @sehatB2 dan untuk mengembalikan
kepada keadan semula diperlukan @dokterB yang sudah terkenal. Aliran ini juga
menganggap bah*a kebudayaan de*asa ini mempunyai landasan/landasan
yang kurang jelas sehingga diperlukan usaha/usaha untuk kembali pada
5undamen/5undamennya dengan menunjuk kepada apa yang telah dihasilkan
oleh Eaman Dunani dan abad pertengahan. Celasnya2 Perenialisme ini ber.orak
regresi52 yaitu sikap yang menghendaki kembali pada ji*a yang menguasai
peradaban skolastik Dunani dan abad pertengahan2 karena ia merupakan ji*a
yang menuntun manusia hingga dapat dimengerti adanya tata kehidupan yang
telah ditentukan se.ara rasional.
Dalam hal kurikulum2 aliran ini menganggap hal yang terpenting dalam
kurikulum adalah isi !.ontent' mata pelajaran/mata pelajaran yang tepat dan
benar. 4leh karena kondisi demikian2 maka dalam pendidikan peran utama
dipegang oleh guru atau pendidik. Keakti5an dan kreati5itas subyek didik
dikembangkan dengan bersendikan atas pengetahuan dan keterampilan yang
benar. Disamping itu2 masih menurut aliran Perenialisme2 pendidikan
persekolahan diusahakan sama bagi setiap orang2 dimana peserta didik diajak
untuk menemukan kembali dan menginternalisasi kebenaran uni<ersal dan
konstan dari masa lalu. 4leh karena itu metode yang digunakan dalam kurikulum
model aliran Perenialisme ini adalah mengkaji terhadap buku/buku yang
membahas peradaban 1arat dan abad pertengahan melalui memba.a dan
diskusi untuk menyerap dan menguasai 5akta/5akta dan in5ormasi.
Landasan Pengembangan Kurikulum
$$
d. Essensialisme
Aliran 6sensialisme ini hampir mirip dengan Perenialisme. 1edanya2 kalau
Perenialisme ber.orak regresi52 6sensialisme lebih ber.orak konser<ati52 yakni
sikap untuk mempertahankan nilai/nilai budaya manusia. 6sensialisme ini
menghendaki pendidikan yang bersendikan atas nilai/nilai yang tinggi2 yang
hakiki kedudukannya dalam kebudayaan2 dan nilai/nilai inilah yang hendaknya
sampai kepada manusia melalui sipilisasi dan yang telah teruji oleh *aktu.
Menurut teori 6ssentialist ini2 tujuan pendidikan adalah sebagai perantara atau
pemba*a nilai/nilai yang ada dalam @gudangB di luar ke dalam ji*a peserta didik2
sehingga ia perlu dilatih agar mempunyai kemampuan absorbsi !penyerapan'
yang tinggi. Disini peran guru atau pendidik memiliki peran yang sentral dalam
menyampaikan *arisan budaya dan sejarah seputar inti pengetahuan yang
terakumulasi begitu lama dan berman5aat untuk peserta didik. Dengan demikian
dapat dikatakan bah*a kurikulum menurut aliran ini bersi5at subje.t .entered2
dimana guru sebagai pusat pembelajaran yang lebih ditekankan pada
keterampilan memba.a2 menulis dan menyerap ide/ide demi mengembangkan
mind peserta didik dan kesadaran akan dunia 5isik sekitarnya.
e. Progresivisme
Aliran Progresi<isme dapat dikatakan telah berbuat banyak dalam
mengadakan rekonstruksi di dalam pendidikan modern dalam abad FF.
Progresi<isme banyak meletakkan tekanan dalam masalah kebebasan dan
kemerdekaan kepada peserta didik dan menentang keras pendidikan tradisional2
yang biasanya menentukan materi pembelajaran tanpa memperhatikan
kebutuhan dan minat peserta didik. Menurut 7eorge R. Knight2 pemikiran
progresi<isme banyak sekali dipengaruhi oleh pragmatisme/nya Cohn De*ey dan
Psikoanalisis/nya Sigmund reud yang menganjurkan lebih banyak kebebasan
untuk berekspresi bagi peserta didik dan lingkungan yang lebih terbuka sehingga
peserta didik dapat mengerahkan energinya dengan .ara yang e5ekti5. Menurut
aliran ini2 peserta didik dianggap sebagai makhluk yang dinamis2 sehingga dia
diberi kesempatan untuk menetukan harapan dan tujuan mereka dan guru
!pendidik' lebih berperan sebagai penasehat2 penunjuk jalan2 dan rekan
seperjalanan. Disini2 guru bukanlah satu/satunya orang yang paling tahu.
Dengan demikian2 pendidikan harus berpusat pada peserta didik !.hild
Landasan Pengembangan Kurikulum
$2
.entered'2tidak tergantung pada teGt book atau metode pengajaran tekstual.
Pendidikan progresi<isme juga tidak menggunakan hukuman 5isik atau menakut/
nakuti sebagai pembentuk sikap disiplin. Menurut teori Progresi<e ini2 kurikulum
dibangun dari pengalaman personal dan sosial peserta didik. -al demikian
dilakukan agar peserta didik memiliki keterampilan2 alat dan pengalaman sosial
dengan melakukan interaksi dengan lingkungan dan akhirnya memiliki
kemampuan problem sol<ing2 baik personal maupun sosial.
f. Rekonstruksionisme
Menurut penggagas teori rekonstruksionis2 yaitu 7eorge S. Count2 aliran
ini mun.ul sebagai akibat dari penerapan ide/ide demokrasi dan tata ekonomi
kapitalisme yang menjurus pada indi<idualisme dan laises 5aire. Dan masyarakat
yang demikian perlu direkonstruksi kembali dengan penerapannya yang
menjamin adanya kesamaan. Menurut teori Rekonstruksi2 5ungsi pendidikan
adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik sehingga menjadi .akap
dan kreati5 sekaligus mampu bertanggungja*ab dalam berinteraksi2 membangun
serta mengembangkan masyarakatnya. 3ebih jauh lagi2 agar pendidikan dapat
menyadari antara keterikatan perumbuhan dan perkembangan tehnologi dan
industrialisasi dengan perubahan masyarakat. Disini2 pengetahuan atau
kemampuan pro5esional2 misalnya2 hendaknya bisa disumbangkan bagi
terbentuknya masyarakat baru. Dan2 peran sekolah adalah dengan menjadi
perantara utama bagi perubahan sosial2 politik2 dan ekonomi dalam masyarakat
dengan membuat peserta didik sadar akan persoalan/persoalan yang dihadapi
umat manusia2 memiliki kesadaran untuk meme.ahkan problem tersebut dan
akhirnya membangun tatanan masyarakat yang baru.
Pada prinsipnya landasan 5iloso5is bersi5at normati5 yang ditentukan oleh
sistem nilai yang dianut. Dalam mengembangkan kurikulum2 pengembang
kurikulum tidak hanya menonjolkan atau mementingkan 5ilsa5at pribadinya tetapi
juga perlu mempertimbangkan 5alsa5ah yang lain antara lain 5alsa5ah 0egara2
5alsa5ah lembaga pendidikan2 dan sta5 pengajar atau pendidik.
(
5 S. 0asution2 #urikulum dan Penga$aran2 !Cakarta : 1ina Aksara2 $+#+'2 hh. $;/$(
Landasan Pengembangan Kurikulum
$:
a. Falsafah Bangsa
Setiap negara atau bangsa di dunia ini baik 0egara berkembang maupun
0egara maju2 memiliki 5alsa5ah atau pandangan pokok mengenai
pendidikan. Sama halnya di 8ndonesia memiliki 5alsa5ah pendidikan yaitu
Pan.asila dan 99D $+;( yang telah diterima se.ara resmi menjadi 5ilsa5at
dan dasar pendidikan nasional.
b. Falsafah Lembaga Pendidikan
alsa5ah lembaga pendidikan berpedoman pada 5alsa5ah bangsa serta
nilai/nilai masyarakat yang dilayaninya.)iap lembaga pendidikan
mempunyai misi yang merupakan bagian dari sistem pendidikan
nasional2namun tiap lembaga dapat memiliki sesuatu yang khas yang
berbeda dengan lembaga di daerah>tempat lain.
Dalam merumuskan 5alsa5ah lembaga pendidikan se.ara tertulis perlu
memiliki komponen/komponen berikut : $' alasan rasional mengenai
eksistensi lembaga pendidikan2 2' prinsip/prinsip pokok yang
mendasarinya2 :' nilai/nilai dan prinsip/prinsip yang dijunjung tinggi2 ;'
prinsip/prinsip pendidikan mengenai hakikat anak didik2 hakikat proses
belajar mengajar2 dan hakikat pengetahuan. 1iasanya dalam5alsa5ah
lembaga pendidikan belum dimasukkan pengetahuan operasionalyang
spesi5ik.
%
c. Falsafah Pendidik
Seorang pendidik dituntut untuk selalu rele<an dengan 5alsa5ah yang
berlaku sebagaimana dirumuskan dalam kurikulum yang ditetapkan
lembaga pendidikan. Kurikulum yang baik akan sangat tidak berarti jika
pendidik memiliki 5alsa5ah yang berbeda dalam memahami2 mena5sirkan2
dan melaksanakan kurikulum tersebut. Cadi dalam konteks operasional
kurikulum pendidik merupakan pemegang peran utama.
2. F+"(a.at ,a$ K&+#&"&'
Menurut Donald 1utler dalam 0ana Syaodih @ilsa5at memberikan arah
dan metodologi terhadap praktik pendidikan2 sedangkan praktik pendidikan
6

Abdullah 8di2 Pengembangan kurikulum ' (eori dan Praktik2 !Dogjakarta: Ar/RuEE Media2 2&$&'2
h.+2
Landasan Pengembangan Kurikulum
$;
memberikan bahan/bahan bagi pertimbangan/pertimbangan 5ilo5o5isB
"
. Se.ara
rin.i menurut 0asution bah*a 5ilsa5at pendidikan ber5ungsi:
#
a. Menentukan arah akan kemana sis*a harus diba*a !)ujuan'
b. Mendapatkan gambaran yang jelas hasil pendidikan yang harus di.apai
.. Menentukan isi yang akurat yang harus dipelajari oleh para sis*a
d. Menentukan .ara dan proses untuk men.apai tujuan
e. Memungkinkan untuk menilai hasil yang telah di.apai se.ara akurat
B. La$,a(a$ P(+#-"-%+(
Aspek psikologis merupakan salah satu aspek yang menjadi landasan
dalam pengembangan kurikulum2 pentingnya aspek ini dijadikan sebagai
landasan dikarenakan pada dasarnya sebuah kurikulum dibuat atau
dikembangkan untuk pelaksanaan pendidikan2 sedangkan pendidikan akan
melibatkan indi<idu>anak. Seperti yang kita ketahui setiap indi<idu memiliki
keunikan dan kekhasan masing/masing2 selanjutnya anak atau indi<idu tersebut
tumbuh dan berkembang sesuai masa perkembangan.
Kurikulum harus dilandasi oleh psikologi2 psikologi dijadikan sebagai
a.uan dalam menentukan apa dan bagaimana perilaku peserta didik itu harus
dikembangkan. Karakteristik perilaku setiap indi<idu pada berbagai tingkatan
perkembangan merupakan kajian dari psikologi perkembangan. 4leh karena
itu2 dalam pengembangan kurikulum landasan psikologi mutlak harus dijadikan
dasar .
Psikologi dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari tingkah
laku manusia dalam hubungan dengan lingkungan2 pengertian sejenis
menyebutkan bah*a psikologi merupakan suatu ilmu yang berkaitan dengan
7

Nana Syaodih, Op.cit., h. 44
8 S. Nasution, Op. Cit. , h. 12
Landasan Pengembangan Kurikulum
$(
proses mental2 baik normal maupun abnormal dan pengaruhnya pada perilaku2
ilmu pengetahuan tentang gejala dan kegiatan ji*a
9
.
Kurikulum sebagai alat untuk men.apai tujuan pendidikan2 sudah pasti
berhubungan dengan proses perubahan perilaku peserta didik. Adanya
kurikulum diharapkan dapat membentuk tingkah laku baru berupa kemampuan
atau kompetensi aktual dan potensial dari setiap peserta didik2 serta
kemampuan/kemampuan baru yang dimiliki dalam *aktu yang relati5
lama.Psikologi merupakan salah satu landasan dalam pengembangan kurikulum
yang harus dipertimbangkan oleh para pengembang. -al ini dikarenakan posisi
kurikulum dalam proses pendidikan memegang peranan yang sentral. Dalam
proses pendidikan terjadi interaksi antar manusia2 yaitu antara anak didik dengan
pendidik2 dan juga antara anak didik dengan manusia/manusia lainnya.
Manusia berbeda dengan makhluk lainnya karena kondisi psikologisnya.
0ana Syaodih Sukmadinata menyatakan: Bkondisi psikologis adalah kondisi
karakteristik psiko5isik manusia sebagai indi<idu2 yang dinyatakan dalam
berbagai bentuk perilaku dalam interaksinya dengan lingkunganB
10
. Perilaku/
perilaku tersebut merupakan mani5estasi dari .iri/.iri kehidupannya2 baik yang
nampak maupun yang tidak nampakH baik perilaku kogniti52 a5ekti5 maupun
psikomotor. 8nteraksi yang ter.ipta didalam situasi pendidikan harus sesuai
dengan kondisi psikologis dari anak didik dan pendidik. 8nteraksi pendidikan di
rumah berbeda dengan di sekolah. 8nteraksi antara anak dengan guru pada
tingkat sekolah dasar berbeda dengan pada tingkat sekolah menengah pertama
dan atas.
11
Anak didik merupakan indi<idu yang sedang berada dalam proses
perkembangan. )ugas utama guru adalah membantu mengoptimalkan
perkembangan peserta didik tersebut. 4leh karena itu2 melalui penerapan
landasan psikologi dalam pengembangan kurikulum2 tiada lain agar upaya
pendidikan yang dilakukan dapat menyesuaikan dengan hakikat peserta didik.
+ Cuane 6llis 4rmrod2Psikologi Perkembangan membantu Sis*a )umbuh dan
berkembang2 !Cakarta: 6rlangga2 2&&+'2 h. +.
$& 0ana Syaodih Sukmadinata2 Prinsip dan !andasan Pengembangan #urikulum ! 1andung:
P). Remaja Rosdakarya2 2&&%'2 h. (&.
11 8bid.2 h. ($.
Landasan Pengembangan Kurikulum
$%
Penyesuaian yang dimaksud berkaitan dengan segi materi atau bahan yang
harus disampaikan2 penyesuaian dari segi proses penyampaian atau
pembelajarannya2 dan penyesuaian dari unsur/unsur upaya pendidikan lainnya.
Apa yang dididikan dan bagaimana .ara mendidiknya perlu disesuaikan
dengan tingkat dan pola/pola perkembangan anak. Karakteristik perilaku pada
berbagai tingkat serta pola/pola perkembangan anak menjadi bagian dari
psikologi perkembangan. Sementara itu2 model/model atau pendekatan
pembelajaran mana yang dapat memberikan yang optimal2 dan bagaimana
proses pelaksanaannya memerlukan studi yang sistematik dan mendalam. Studi
yang demikian merupakan bidang pengkajian dari psikologi belajar. Dengan
demikian2 paling tidak ada dua bidang psikologi yang harus mendapatperhatian
para pengembang kurikulum2 yakni psikologi perkembangan dan psikologi
belajar. Keduanya sangat diperlukan terutama di dalam proses pemilihan dan
penyusunan isi pendidikan serta proses mendidik atau mengajar. -al ini
dimaksudkan agar anak didik dapat dilayani se.ara proporsional.
a. P(+#-"-%+ B!"a*a
Psikologi belajar merupakan suatu .abang ilmu psikologi yang
mempelajari tentang bagaimana indi<idu>peserta didik melakukan
kegiatan>perbuatan belajar. Selanjutnya se.ara sederhana belajar dapat diartikan
sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi melalui pengalaman. Segala
perubahan tingkah laku2 baik yang berbentuk kogniti52 a5ekti5 maupun psikomotor
yang terjadi karena proses pengalaman dapat dikategorikan sebagai perilaku
belajar. 7agne !$+%( :(' merumuskan @!earning is a change in human
disposition or capability, which can be retained, and which is not simply
ascribable to the process of growth
12
. Menurut 7agne2 perubahan tersebut
berkenaan dengan disposisi atau kapabilitas indi<idu. Sementara itu2 menurut
-ilgard dan 1o*er !$+%%' dinyatakan bah*a perubahan itu terjadi karena
indi<idu berinteraksi dengan lingkungan2 sebagai reaksi terhadap situasi yang
dihadapinya. Senada dengan itu =ainal Ari5in menyatakan @ 1elajar dapat
12

M. Robert 7agne2 (he Condition )f !earning, ! 0e* Dork: Rinehart and ,inston2 $+%('2 h. (.
Landasan Pengembangan Kurikulum
$"
diartikan sebagai suatu proses perubahan tingkah laku karena intreaksi indi<idu
dan lingkungan B
13
Dari beberapa ungkapan diatas dapat ditarik kesimpulan bah*a proses
belajar yang dilakukan indi<idu merupakan sebuah proses psikologis yang
melibatkan pikiran dan perasaan sis*a yang diserap oleh seluruh pan.a indra
sehingga segala bentuk perlakuakn yang dibeklikan akan memaknai pehaman
pada diri sis*a>.indi<idu tersebut.
Psikologi belajar yang berkembang sampai saat ini2 pada dasarnya dapat
dikelompokan menjadi :2 antara lain :
1) Teori isi!lin "ental
)eori disiplin mental disebut juga teori *aya2 yang dapat diartikan
baha*a setiap amnuia memiliki berbagai daya2 seperti daya lihat>melihat2
daya meraba2 daya mengingat dan daya berpikir. Daya yaya tersebut dapat
dilatih atau di displinkan sehingga dapat ber5ungsi atau digunakan guna
menguasi berbagai pengetahuan. 9ntuk memaksimalkan 5ungsi daya/daya
tersebut diperlukan adanyua trans5er2 kerna belajar bukan untuk menguasi
bahan>materi melainkan pengaruh atau nilai latihan daya. Moriss 3 1igge
dalam Sy. Sukmadinata dalam =ainal Ari5inmenyatakan ada beberpa teori
yang termasuk rumpun disiplin mental2 yaitu :
14
$' )eori disiplin mental theistik2 yang berasal dari psikologi daya. Setiap
anak memiliki daya/daya yang dapat dilatih dan dikembangkan.
2' )eori disiplin menatal humanistik2 yang bersumber dari psikologi
humanisme klasik Plato dan Aristoteles. )eori ini lebih menekankan
keseluruhan dan keutuhan melalui pendidikan umum !general
edu.ation'
:' )eori naturalisme atau natural un5oldment atau sel5/a.tualiEation2 yang
bersumber dari psikologi naturalisme/romantik dengan tokoh utama
$: =ainal Ari5in2 #onsep dan +odel Pengembangan #urikulum, !1andung: Pt. Remaja
Rosdakarya2 2&$2'2 h. ((.
$;

8bid.2 h. ("
Landasan Pengembangan Kurikulum
$#
Cean Ca.gues Rousseau. Aanak memiliki kemauan dan kemampuan
untuk belajar dan berkembang sendiri.
;' Apersepsi atau -erbatisme2 yang bersumber dari psikologi
struktualisme dengan tokoh utamanya herbart. 1elajar adalah
membentuk masa apersepsi yang akan digunakan untuk menguasai
pengetahuan selanjutnya.
8mplikasinya dalam pengembangan kurikulum2 bagamana isi kurikulum
harus ada mata pelajaran yang dapat mengembangkan daya dalam ji*a
manusia.
#) Teori Behaviorisme
)eori 1eha<iorisme deisebut juga S/R Conditioning yang terdiri atas
tiga teori2 yaitu :
a' )eori S/R 1ond2 yang bersumber dari psikologi koneksionisme atau
teori asosiasi dengan tokoh utamanya 6d*ard 3. )horndike. 1elajar
adalah membentuk hubungan stimulus/respons. Menurut teori iniada
tiga hukum belajar yaitu la* o5 readiness2 la* o5 eGer.ise or repetion2
and la* o5 e55e.t.
b' )eori Conditioning atau stimulus/reponse *ith .onditioning dengan
tokoh utamanya adalah ,atson. -ubungan stimulus dengan respons
perlu dibantu dengan kondisi tertentu. Misalnya ketika peserta didik
mau masuk kelas ada tanda bel2 begitu juga tatkala istirahat2 maupun
pulang sekolah.
.' )eori Rein5or.ement dengan tokoh utamanya C.3. -ull. Cika teori
.onditioning2 kondisi diberikan pada stimulus2 maka dalam teori
rein5or.ement2 kondisi diberikan pada respons2 misalnya memberi nilai
tinggi2 pujian2 atau hadiah.
1elajar adalah pembentukan hubungan anatara stimulus !S' dengan
respon !R'. Kuat tidaknya hubungan sangat bergantung pada latihan yang
dilakukan. 1eberapa prinsip belajar menurut teori asosiasi2 antara lain: !a'
belajar bersi5at mekanistis karena menggunakan latihan dan ulangan2 !b'
Landasan Pengembangan Kurikulum
$+
proses belajar memerlukan suatu kondisi tertentu dan rein5or.ement2 !.'
perbedaan indi<idual tidak begitu dipentingkan2 !d' kebebasan berpikir kurang
dikembangkan2 !e' mengutamakan penguasaan bahan2 !5' trans5er sangat
terbatas2 !g' proses belajar diamati !obser<able'. !i' bahan pelajaran harus
sesuai dengan kehidupan sehari/hari. 8mplikasinya adalah kurikulum harus
mengandung mata pelajaran yang berisi pengetahuan yang luas.
$) Teori %estalt
)eori ini disebut juga teori lapangan !field theory' dengan tokoh
utamanya Kurt 3e*in. Asumsinya adalah keseluruhan lebih bermakna
daripada bagian/bagian. 1elajar adalah proses mengembangkan insight.
1elajar merupakan perbuatan yang bertujuan2 eksplorati52 imajinati52 dan
kreati5. Prinsip/prinsip belajar menurut tgeori gestalt antara lain : !a' bahan
pelajaran disajikan dalam bentuk masalah yang disesuaikan degan
kebutuhan dan minat peserta didik2 !b' mengutamakan proses untuk
meme.ahkan masalah2 !.' belajar dimulai dari keseluruhan menuju ke
bagian/bagian2 !d' belajar memerlukan insight atau pemahaman2 dan !e'
belajar memerlukan reorganisasi pengalaman yang kontinu. 8mplikasinya
adalah kurikulum harus disusun se.ara keseluruhan !teori dan praktik'
sehingga memungkinkan peserta didik berinteraksi dengan lingkungan dan
menimbulkan insiht peserta didik.
0. P(+#-"-%+ P!#!'0a$%a$
Psikologi perkembangan membahas perkembangan indi<idu sejak masa
konsepsi2 yaitu masa pertemuan sel telur dengan spermatosoid sampai dengan
masa de*asa. 8n5ormasi tentang perkembangan indi<idu diperoleh melalui studi
yang bersi5at longitudinal2 cross sectional2 psikoanalitik2 sosiologik dan studi
kasus. 8ndi<idu apakah itu seorang anak ataupun orang de*asa2 merupakan
kesatuan jasmani/rohani yang tidak dapat dipisah/pisahkan2 dan menunjukkan
karakteristik/karakteristik tertentu yang khas. 8ndi<idu manusia adalah sesuatu
yang sangat kompleks tetapi unik2 yakni memiliki banyak aspek seperti aspek
jasmani2 intelektual2 sosial2 emosional2 moral dan sebagainya2 tetapi
keseluruhannya membentuk satu kesatuan. Pandangan tentang anak sebagai
makhluk yang unik sangat berpengaruh terhadap pengembangan kurikulum
Landasan Pengembangan Kurikulum
2&
pendidikan. Setiap anak merupakan pribadi tersendiri2 memiliki perbedaan di
samping persamaannya. 8mplikasi terhadap pengembangan kurikulum menurut
Rudi Susilana dkk. yaitu:
$' Setiap anak diberi kesempatan untuk berkembang sesuai dengan bakat2
minat dan kebutuhannya.
2' Di samping disediakan pelajaran yang si5atnya umum !Program inti' yang
*ajib dipelajari setiap anak di sekolah2 disediakan pula pelajaran pilihan
yang sesuai dengan minat anak.
:' Kurikulum di samping menyediakan bahan ajar yang bersi5at kejuruan juga
menyediakan bahan ajar yang bersi5at akademik. 1agi anak yang
berbakat dibidang akademik diberi kesempatan untuk melanjutkan studi ke
jenjang pendidikan selanjutnya.
;' Kurikulum memuat tujuan/tujuan yang mengandung pengetahuan2 nilai
atau sikap2 dan keterampilan yang menggambarkan keseluruhan pribadi
yang utuh lahir dan bathin
15
.
8mplikasi lain dari pengetahuan tentang anak terhadap pelaksanaan
pembelajaran !actual curriculum' dapat diuraikan sebagai berikut:
$' )ujuan pembelajaran yang dirumuskan se.ara operasional selalu
berpusat pada perubahan tingkah laku peserta didik.
2' 1ahan atau materi yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan2
minat dan perhatian anak2 bahan tersebut mudah diterima oleh anak.
:' Strategi belajar mengajar yang digunakan harus sesuai dengan tara5
perkembangan anak.
;' Media yang dipakai senantiasa dapat menarik perhatian dan minat
anak.
$( Rudi Susilana2 *kk, #urikulum dan Pembela$aran2 !1andung: Curusan Kurikulum dan
)eknologi Pendidikan 8P 9P82 2&&%'2 h. 22.
Landasan Pengembangan Kurikulum
2$
(' Sistem e<aluasi berpadu dalam satu kesatuan yang menyeluruh dan
berkesinambungan dari satu tahap ke tahap yang lainnya dan
dijalankan se.ara terus menerus.
Pemahaman terhadap perkembangan anak sangat penting dalam
pengembangan kurikulum2 didasarkan pada beberapa alasan :
P!ta'a2 setiap anak memiliki tahapan atau masa perkembangan
tertentu. Pada masing/masing tahapan anak/anak memiliki karakteristik
dan tugas/tugas perkembangan tertentu. Seandainya tugas/tugas
perkembangan itu tidak terpenuhi2 akan mengalami hambatan pada
tahapan berikutnya.
K!,&a2 anak didik yang berada pada masa perkembangan2 merupakan
masa yang sangat menentukan untuk keberhasilan dan kesuksesan hidup
mereka. Pada masa tersebut anak mengalami perkembangan yang
sangat .epat dalam berbagai aspek perkembangan.
K!t+%a2 pemahaman terhadap perkembangan anak2 akan memudahkan
dalam melaksanakan tugas/tugas pendidikan2 baik yang menyangkut
proses pemberian bantuan terhadap peme.ahan masalah yang dihadapi2
maupun dalam mengantisipasi kejadian/kejadian yang tidak diharapkan.
C. La$,a(a$ S-(+-"-%+(
3andasan Sosiologis pengembangan kurikulum adalah asumsi/asumsi
yang berasal dari sosiologi yang dijadikan titik tolak dalam pengembangan
kurikulum. Mengapa pengembangan kurikulum harus menga.u pada landasan
sosiologis? Anak/anak berasal dari masyarakat2 mendapatkan pendidikan
baik in5ormal2 5ormal2 maupun non 5ormal dalam lingkungan masyarakat2
dan diarahkan agar mampu terjun dalam kehidupan bermasyarakat.
Karena itu kehidupan masyarakat dan budaya dengan segala
karakteristiknya harus menjadi landasan dan titik tolak dalam
melaksanakan pendidikan.
Cika dipandang dari sosiologi2 pendidikan adalah proses
mempersiapkan indi<idu agar menjadi *arga masyarakat yang diharapkan2
Landasan Pengembangan Kurikulum
22
pendidikan adalah proses sosialisasi2 dan berdasarkan pandangan antro5ologi2
pendidikan adalah @enkulturasiB atau pembudayaan.@Dengan pendidikan2 kita
tidak mengharapkan mun.ul manusia/manusia yang lain dan asing terhadap
masyarakatnya2 tetapi manusia yang lebih bermutu2 mengerti2 dan mampu
membangun masyarakatnya. 4leh karena itu2 tujuan2 isi2 maupun proses
pendidikan harus disesuaikan dengan kondisi2 karakteristik kekayaan2 dan
perkembangan masyarakat tersebut .
16
9ntuk menjadikan peserta didik agar menjadi *arga masyarakat
yang diharapkan maka pendidikan memiliki peranan penting2 karena itu
kurikulum harus mampu mem5asilitasi peserta didik agar mereka mampu
bekerja sama2 berinteraksi2 menyesuaikan diri dengan kehidupan di masyarakat
dan mampu meningkatkan harkat dan martabatnya sebagai mahluk yang
berbudaya.
Pendidikan adalah proses sosialisasi melalui interaksi insani menuju
manusia yang berbudaya. Dalam konteks inilah anak didik dihadapkan dengan
budaya manusia2 dibina dan dikembangkan sesuai dengan nilai budayanya2
serta dipupuk kemampuan dirinya menjadi manusia.
Sekolah adalah institusi sosial yang didirikan dan ditujukan untuk
memenuhi kepentingan dan kebutuhan masyarakat. oleh karena itu2 *ajar jika
dalam penyusunan dan pelaksanaannya kurikulum sekolah banyak dipengaruhi
oleh berbagai kekuatan sosial yang berkembang dan selalu berubah di dalam
masyarakat. pengaruh tersebut berdampak pada komponen I komponen
kurikulum seperti tujuan pendidikan2 sis*a2 isi kurikulum2 maupun situasi sekolah
tempat kurikulum dilaksanakan.
a. Ma(1aa#at ,a$ K&+#&"&'
Masyarakat adalah suatu kelompok indi<idu yang diorganisasikan
mereka sendiri ke dalam kelompok/kelompok berbeda2 atau suatu kelompok
indi<idu yang terorganisir yang berpikir tentang dirinya sebagai suatu
yang berbeda dengan kelompok atau masyarakat lainnya. )iap masyarakat
$%

0ana Syaodih Sukmadinata2 Pengembangan #urikulum%!1andung: Remaja Rosdakarya2
$++"'2 p (#
Landasan Pengembangan Kurikulum
2:
mempunyai kebudayaan sendiri/sendiri. Dengan demikian2 yang membedakan
masyarakat satu dengan masyarakat yang lainnya adalah kebudayaan. -al
ini mempunyai implikasi bah*a apa yang menjadi keyakinan pemikiran
seseorang2 dan reaksi seseorang terhadap lingkungannya sangat tergantung
kepada kebudayaan dimana ia hidup.
Pendidikan harus mengantisipasi tuntutan hidup ini sehingga dapat
mempersiapkan anak didik untuk hidup *ajar sesuai dengan kondisi sosial
budaya masyarakat. Dalam konteks inilah kurikulum sebagai program
pendidikan harus dapat menja*ab tantangan dan tuntutan masyarakat. 9ntuk
dapat menja*ab tuntutan tersebut bukan hanya pemenuhan dari segi isi
kurikulumnya saja2 melainkan juga dari segi pendekatan dan strategi
pelaksanaannya. 4leh karena itu guru sebagai pembina dan pelaksana
kurikulum dituntut lebih peka mengantisipasi perkembangan masyarakat2
agar apa yang diberikan kepada sis*a rele<an dan berguna bagi kehidupan
sis*a di masyarakat2 sehingga seperti yang dikatakan oleh 4emar
17
2 Kurikulum
itu harus berdasarkan kebutuhan masyarakat dan diarahkan untuk memenuhi
kebutuhan tersebut2 sehingga kurikulum yang demikian itu adalah kurikulum
yang rele<an dengan masyarakat.
Penerapan teori2 prinsip2 hukum2 dan konsep/konsep yang terdapat
dalam semua ilmu pengetahuan yang ada dalam kurikulum2
harus disesuaikan dengan kondisi sosial budaya masyarakat
setempat2 sehingga hasil belajar yang di.apai oleh sis*a lebih bermakna
dalam hidupnya. Pengembangan kurikulum hendaknya memperhatikan
kebutuhan masyarakat dan perkembangan masyarakat. )yler !$+;%'2 )aba
!$+%:'2 )anner dan )anner !$+#;' menyatakan bah*a tuntutan masyarakat
adalah salah satu dasar dalam pengembangan kurikulum. Calhoun2 3ight2 dan
Keller !$++"' memaparkan tujuah 5ungsi sosial pendidikan2 yaitu:
$' Mengajar keterampilan.
2' Mentransmisikan budaya.
17

4emar -amalik2 *asar , *asar Pengembangan #urikulum,-1andung: P) Remaja
Rosdakarya2 2&&#'2 p "%
Landasan Pengembangan Kurikulum
2;
:' Mendorong adaptasi lingkungan.
;' Membentuk kedisiplinan.
(' Mendorong bekerja berkelompok.
%' Meningkatkan perilaku etik.
"' Memilih bakat dan memberi penghargaan prestasi.
Perubahan sosial budaya2 perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi dalam suatu masyarakat baik se.ara langsung maupun tidak
langsung akan mengubah kebutuhan masyarakat. Kebutuhan masyarakat
juga dipengaruhi oleh kondisi masyarakat itu sendiri. Masyarakat kota
berbeda dengan masyarakat desa2 masyarakat tradisional berbeda dengan
masyarakat modern.
Adanya perbedaan antara masyarakat satu dengan masyarakat
lainnya sebagian besar disebabkan oleh kualitas indi<idu/indi<idu yang
menjadi anggota masyarakat tersebut. Di sisi lain2 kebutuhan masyarakat
pada umumnya juga berpengaruh terhadap indi<idu/indi<idu sebagai anggota
masyarakat. 4leh karena itu pengembangan kurikulum yang hanya berdasarkan
pada keterampilan dasar saja tidak akan dapat memenuhi kebutuhan
masyarakat modern yang bersi5at teknologis dan mengglobal. Akan tetapi
pengembangan kurikulum juga harus ditekankan pada pengembangan
indi<idu dan keterkaitannya dengan lingkungan sosial setempat.
0. K!0&,a1aa$ ,a$ K&+#&"&'
Kebudayaan dapat diartikan sebagai keseluruhan ide atau gagasan2
.ita/.ita2 pengetahuan2 keper.ayaan2 .ara berpikir2 kesenian2 dan nilai yang
telah disepakati oleh masyarakat. Daoed Dusu5 !$+#$' mende5inisikan
kebudayaan sebagai segenap per*ujudan dan keseluruhan hasil pikiran
!logika'2 kemauan !etika' serta perasaan !estetika' manusia dalam rangka
perkembangan kepribadian manusia2 perkembangan hubungan dengan
manusia2 hubungan manusia dengan alam2 dan hubungan manusia dengan
)uhan Dang Maha 6sa. Se.ara lebih rin.i2 kebudayaan di*ujudkan dalam tiga
gejala2 yaitu:
Landasan Pengembangan Kurikulum
2(
a' 8de2 konsep2 gagasan2 nilai2 norma2 peraturan2 dan lain/lain.
,ujud kebudayaan ini bersi5at abstrak yang berada dalam alam pikiran
manusia dan *arga masyarakat di tempat kebudayaan itu berada.
b' Kegiatan2 yaitu tindakan berpola dari manusia dalam
bermasyarakat. )indakan ini disebut sistem sosial. Dalam sistem sosial2
akti<itas manusia bersi5at konkrit2 bisa dilihat2 dan diobser<asi.
)indakan berpola manusia tentu didasarkan oleh *ujud kebudayaan
yang pertama. Artinya2 sistem sosial dalam bentuk akti<itas manusia
merupakan re5leksi dari ide2 konsep2 gagasan2 nilai2 dan norma yang
telah dimilikinya.
.' 1enda hasil karya manusia. ,ujud kebudayaan yang ketiga ini ialah
seluruh 5isik perbuatan atau hasil karya manusia di masyarakat.
4leh karena itu *ujud kebudayaan yang ketiga ini adalah produk dari
*ujud kebudayaan yang pertama dan kedua.
aktor kebudayaan merupakan bagian yang penting dalam
pengembangan kurikulum dengan pertimbangan :
$#
$' 8ndi<idu lahir tidak berbudaya2 baik dalam hal kebiasaan2 .ita/ .ita2
sikap2 pengetahuan2 keterampilan2 dan sebagainya. Semua itu dapat
diperoleh indi<idu melalui interaksi dengan lingkungan budaya2
keluarga2 masyarakat sekitar2 dan sekolah>lembaga pendidikan.
2' Kurikulum pada dasarnya harus mengakomodasi aspek/aspek sosial
dan budaya. Aspek sosiologis adalah yang berkenaan dengan kondisi
sosial masyarakat yang sangat beragam2 seperti masyarakat industri2
pertanian2 nelayan2dan sebagainya. Pendidikan di sekolah pada
dasarnya bertujuan mendidik anggota masyarakat agar dapat hidup
berintegrasi2 berinteraksi dan beradaptasi dengan anggota
masyarakat lainnya serta meningkatkan kualitas hidupnya sebagai
mahluk berbudaya. -al ini memba*a implikasi bah*a kurikulum sebagai
salah satu alat untuk men.apai tujuan pendidikan harus bermuatan
18

Tim Pengemang !"#P "u$i%u&um dan Peme&a'a$an, Kurikulum dan Pembelajaran,
()andung *+u$usan "u$i%u&um dan Te%no&ogi Pendidi%an ,-P .P-, 2//01,h.28
Landasan Pengembangan Kurikulum
2%
kebudayaan yang bersi5at umum seperti: nilai/nilai2 sikap/sikap2
pengetahuan2 dan ke.akapan.
Dilihat dari karakteristik sosial budaya2 setiap daerah di *ilayah
tanah air 8ndonesia memiliki .iri khas mengenai adat/ istiadat2 tata krama
pergaulan2 kesenian2 bahasa lisan maupun tulisan2 kerajinan dan nilai
kehidupannya masing/masing. Keanekaragaman tersebut bukan hanya
dalam kebudayaannya tetapi juga kondisi alam dan lingkungan sosialnya2dan
ini merupakan kekayaan hidup bangsa 8ndonesia yang perlu dilestarikan dan
dikembangkan melalui upaya pendidikan. 1eranjak dari kenyataan tersebut2
maka pengembangan kurikulum sekolah harus mengakomodasi unsur/unsur
lingkungan yang menjadi dasar dalam menetapkan materi kurikulum muatan
lokal.
D. La$,a(a$ I"'& P!$%!ta)&a$ ,a$ T!#$-"-%+
a. I"'& P!$%!ta)&a$
Kata ilmu dalam bahasa Arab JilmJ
19
yang berarti memahami2 mengerti2
atau mengetahui. 8lmu bukan sekadar pengetahuan !knowledge'2 tetapi
merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori/teori yang disepakati
dan dapat se.ara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam
bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut 5ilsa5at2 ilmu terbentuk karena
manusia berusaha ber5ikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang telah
dimilikinya. Pada a*alnya manusia men.ari pengetahuan berdasarkan 5akta
yang terpisah2 tidak sistematis dan belum memiliki dasar teori yang jelas. Seiring
dengan perkembangan kebudayaan2 manusia terus berpikir se.ara dedukti5/
indukti5 menyusun 5akta/5akta yang ada menjadi teori. )eori adalah seperangkat
konstruk atau konsep2 de5inisi atau preposisi yang saling berhubungan
20
. )eori
merupakan syarat penting dalam pengembangan suatu ilmu. Dalam setiap ilmu
selalu terdapat teori. Dalam perkembangannya 5akta dan teori yang ada
10

,ahid2 Ramli Abdul. .lumul /u0ran2 !Cakarta : 7ra5indo2 $++%'2 p. "
2/ =ainal Ari5in2 Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum2 !1andung : P) Remaja
Rosdakarya2 2&$$'2p. "(
Landasan Pengembangan Kurikulum
2"
digunakan juga untuk memahami 5enomena lain yang didukung oleh
pengalaman. Akhirnya menjadi pengetahuan yang logis dan sistematis. 8nilah
yang disebut ilmu pengetahuan .
Di dalam Kamus 1esar 1ahasa 8ndonesia disebutkan bah*a 8lmu pengetahuan
adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun se.ara bersistem
menurut metode tertentu2 yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala/
gejala tertentu.
0. T!#$-"-%+
)eknologi merupakan aplikasi dari ilmu pengetahuan. )eknologi
digunakan diberbagai bidang kehidupan. )ujuan pengunaan teknologi adalah
untuk men.iptakan suatu kondisi yang e5ekti52 e5isien dan sinergis dengan pola
perilaku manusia. Se.ara sederhana dapat dikatakan bah*a teknologi
merupakan hasil kreasi manusia untuk mempermudah orang yang
menggunakannya dalam bekerja maupun dalam belajar. Produk teknologi dapat
berbentuk 5isik maupun non 5isik. Produk 5isik misalnya komputer2 tele<isi2 radio2
kendaraan dan sebagainya.produk non5isik dapat berupa teknik pembelajaran2
sistem e<aluasi dan lain sebagainya. Produk teknologi banyak digunakan dalam
bidang pendidikan sehingga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses
pendidikan.
2. P!#!'0a$%a$ IPTEK
8lmu pengetahuan terus berubah dan berkembang . Setiap tahunnya
diperkirakan sekitar :&.&&& buku diterbitkan di dunia. Perkembangan ilmu
pengetahuan menuntut indi<idu untuk terus belajar meningkatkan kemampuan
diri . Saat ini2 seorang pekerja harus memiliki kemampuan dan keterampilan
yang jauh lebih maju dibandingkan 2& tahun yang lalu. Dalam segala bidang
kehidupan terjadi perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat pesat seperti
dalam bidang pertanian2 bisnis2 kedokteran2 konstruksi maupun in5ormasi.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan salah satu indikator
kemajuan peradaban suatu masyarakat.
8lmu pengetahuan dan teknologi sebagai hasil karya berpikir manusia
memiliki si5at yang obyekti5 sehingga dalam bentuk in5ormasi2 ilmu pengetahuan
Landasan Pengembangan Kurikulum
2#
dan teknologi dapat dengan mudah meluas dan diterima oleh masyarakat yang
dapat menjangkaunya. 8lmu pengetahuan dan teknologi dapat dengan .epat
menyebar2 terutama yang dirasa sangat berguna dan mudah untuk digunakan
oleh masyarakat.
Kemajuan yang sangat pesat dalam bidang in5ormasi dan teknologi dalam
dua dasa *arsa terakhir telah berpengaruh pada peradaban manusia melebihi
jangkauan pemikiran manusia sebelumnya. Pengaruh ini terlihat pada
pergeseran tatanan sosial2 ekonomi dan politik yang memerlukan keseimbangan
baru antara nilai/nilai2 pemikiran dan .ara/.ara kehidupan yang berlaku pada
konteks global dan lokal.
,. I'3"+#a(+ t!)a,a3 P!$%!'0a$%a$ K&+#&"&'
8lmu pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai masyarakat
sangat beragam dan .anggih2 sehingga diperlukan kurikulum yang disertai
dengan kemampuan meta/kognisi dan kompetensi untuk ber5ikir dan belajar
bagaimana belajar !learning to learn' dalam mengakses2 memilih dan menilai
pengetahuan2 serta mengatasi situasi yang ambigu dan antisipati5 terhadap
ketidakpastian. Mengingat pendidikan merupakan upaya menyiapkan sis*a
menghadapi masa depan dan perubahan masyarakat yang semakin pesat
termasuk di dalamnya perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi2 maka
pengembangan kurikulum haruslah berlandaskan pada ilmu pengetahuan dan
teknologi.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi se.ara langsung
berimplikasi terhadap pengembangan kurikulum yang di dalamnya men.akup
pengembangan isi>materi pendidikan2 penggunaan strategi dan media
pembelajaran2 serta penggunaan sistem e<aluasi. Se.ara tidak langsung
menuntut dunia pendidikan untuk dapat membekali peserta didik agar memiliki
kemampuan meme.ahkan masalah yang dihadapi sebagai pengaruh
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Masyarakat penghasil produk teknologi tentunya akan lebih baik dan
mendalam dalam kemampuan peman5aatan teknologi yang mereka hasilkan
dibandingkan dengan masyarakat yang hanya menerima teknologi. 1angsa
Landasan Pengembangan Kurikulum
2+
8ndonesia merupakan masyarakat yang banyak menggunakan dan
meman5aatkan teknologi yang dihasilkan oleh bangsa lain. )etapi belum banyak
menghasilkan produk teknologi. Dilihat dari sumber daya alam dan sumber daya
manusia2 8ndonesia memiliki potensi yang sangat besar dibanding bangsa lain.
Kurikulum yang dikembangkan harus dapat meningkatkan dan
mengembangkan kemampuan berpikir peserta didik untuk dapat menggunakan
teknologi bahkan menghasilkan produk teknologi baru yang sesuai dengan
perkembangan Eaman dan karakter dan budaya masyarakat 8ndonesia. -al
tersebut menuntut para pakar ilmu dan pakar pengembang kurikulum untuk
menentukan dan menyaring dengan tepat apa yang seharusnya diajarkan dan
kepada siapa sesuatu itu diajarkan.
Menurut -. 3arry ,ine.o552 terdapat dua masalah mendasar yang perlu
diperhatikan dalam pengembangan kurikulum dalam kaitannya dengan 8lmu
Pengetahuan2 yaitu
21
:
$. 8lmu apa yang paling penting dalam bidang kajian tertentu bagi suatu
masyarakat?
2. 1agaimana ilmu pengetahuan tersebut disusun sehingga peserta didik
dapat dengan .epat menguasainya?
,ine.o55 kemudian menjelaskan bah*a pertanyaan pertama harus
direspon dengan baik oleh para pakar keilmuan. Para pakar keilmuan diharapkan
dapat mengeja*antahkan ilmunya kedalam kurikulum dengan
mempertimbangkan landasan 5iloso5is2 sosiologis dan psikologis. Sementara itu
para ahli kurikulum membantu para pakar dengan bekerjasama sebagai tim
untuk menentukan @ilmu apa yang paling dibutuhkanB dalam pengembangan
kurikulum. Pertanyaan kedua harus dapat diperhatikan baik oleh para pakar ilmu
maupun pengembang kurikulum karena terdapat banyak .ara dalam
mengorganisasi ilmu pengetahuan kedalam pembelajaran.
Cohn M.0eil2 dalam bukunya Curriculum ' a Comprehensie 1ntroduction2
menjelaskan bah*a teknologi mempengaruhi kurikulum dalam dua jalan yaitu
21 -.3arry ,ine.o55 2 Curriculum *eelopment and 1nstructional Planning2 !Cakarta: Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan2 $+#+'2 p. 2"/2#
Landasan Pengembangan Kurikulum
:&
dalam aplikasi dan teori. Penerapan teknologi dalam kurikulum merupakan
peren.anaan sistematis penggunaan beragam alat dan media untuk
memanipulasi langkah/langkah pembelajaran yang menga.u pada prinsip/prinsip
ilmu perilaku>psikologi. Misalnya Computer Assisted 8nstru.tion!CA8'2 program
bahan ajar2 tes2 mikrokomputer dengan media penyimpan data2 <ideodisk2
database dan sejenisnya. Dengan teknologi tersebut sistem pembelajaran dan
hasilnya dapat direplikasi2 artinya diharapkan hasil pembelajaran yang sama
didapatkan dalam *aktu yang berbeda
22
.
Se.ara teori2 teknologi berman5aat dalam pengembangan dan e<aluasi
materi kurikulum dan sistem pembelajaran. Se.ara sekilas2 teknologi lebih
mengedepankan mengenai @bagaimana mengajarB daripada @apa yang
diajarkanB. Para ahli teknologi lebih memperhatikan mengenai e5ekti5itas dan
e5isiensi pembelajaran untuk men.apai hasil tertentu. Pada tahap selanjutnya2
langkah/langkah pembelajaran yang dibuat para ahli teknologi lebih
memperhatikan mengenai @apa yang dipelajari atau tidakB. )etapi dalam 5o.us
pen.apaian tujuan2 sasaran atau hasil pembelajaran2 para ahli teknologi
.enderung kurang mengembangkan langkah/langkah pembelajaran yang
berkontribusi terhadap serangkaian hasil yang diharapkan.
23
. Dengan kehadiran teknologi in5ormasi yang saat ini masih terus
berkembang dengan pesat2 perlu langkah/langkah yang tepat untuk
meman5aatkan teknologi tersebut dalam dunia pendidikan dalam upaya
pemerataan kesempatan2 peningkatan mutu2 rele<ansi dan e5isiensi
peren.anaan proses dan e<aluasi pendidikan. )eknologi in5ormasi dapat
membantu kegiatan sosialisasi pengembangan dan penerapan kurikulum2
memperluas jangkauan pembelajaran2 sebagai sumber belajar dan
pengembangan jaringan kerjasama dalam pelaksanaan sistem pembelajaran.
22 Cohn M.0eil2 Curriculum'& Comprehensif 1ntroduction edisi ke"22 !0e* Dork:-arperCollins
College Publishers2 $++%'2 hal ("/(#
22 3o...it.
Landasan Pengembangan Kurikulum
:$
Landasan Pengembangan Kurikulum
:2
BAB III
KESIMPULAN
$. Kurikulum memiliki peran yang sangat <ital dalam suatu
lembaga pendidikan. Mengingat sangat menentukannya peranan
kurikulum2 maka ketika mengembangkannya !meran.ang2
melaksanakan2 dan menge<aluasi' harus didasarkan pada
sejumlah landasan yang kuat dan tepat.
2. Pada pokoknya ada empat landasan utama dan bersi5at
umum berlaku dalam setiap mengembangkan kurikulum2 yaitu:
landasan iloso5is2 Psikologis2 Sosiologis2 dan landasan 8lmu
Pengetahuan dan )eknologi !8P)6K'
:. ilsa5at atau pandangan hidup yang dianut oleh suatu bangsa atau
kelompok masyarakat tertentu atau bahkan yang dianut oleh
perorangan akan sangat mempengaruhi tujuan pendidikan yang
ingin di.apai yang se.ara langsung berpengaruh pada
pengembangan kurikulum.
;. Kurikulum harus dilandasi oleh psikologi2 psikologi dijadikan
sebagai a.uan dalam menentukan apa dan bagaimana perilaku
peserta didik itu harus dikembangkan. Paling tidak ada dua bidang
psikologi yang harus mendapatperhatian para pengembang
kurikulum2 yakni psikologi perkembangan dan psikologi belajar.
(. Dalam penyusunan dan pelaksanaannya kurikulum sekolah banyak
dipengaruhi oleh berbagai kekuatan sosial yang berkembang dan
selalu berubah di dalam masyarakat. pengaruh tersebut berdampak
pada komponen I komponen kurikulum seperti tujuan pendidikan2
sis*a2 isi kurikulum2 maupun situasi sekolah tempat kurikulum
dilaksanakan. 1eranjak dari kenyataan tersebut2 maka
Landasan Pengembangan Kurikulum
::
pengembangan kurikulum sekolah harus mengakomodasi unsur/
unsur lingkungan yang menjadi dasar dalam menetapkan materi
kurikulum muatan lokal.
%. Pendidikan merupakan upaya menyiapkan sis*a menghadapi
masa depan dan perubahan masyarakat yang semakin pesat
termasuk di dalamnya perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi2
maka pengembangan kurikulum haruslah berlandaskan pada ilmu
pengetahuan dan teknologi.
". Penerapan setiap landasan pengembangan kurikulum2 bukan
hanya pada saat kurikulum diran.ang atau di buat2 tetapi yang
lebih penting penerapan setiap landasan pada pelaksanaan
kurikulum yaitu pada setiap pembelajaran.
#. Penerapan pada setiap pembelajaran tersebut adalah setiap
guru ketika melaksanakan proses pembelajaran harus menji*ai
makna dan 5ungsi masing/masing landasan terhadap setiap mata
pelajaran yang diajarkannya.
Landasan Pengembangan Kurikulum
:;
3A)8-A0
Kerjakan soal berikut ini dengan memberi tanda silang pada salah
satu huru5 yang dianggap paling tepat.
$. 3andasan 5iloso5is dalam pengembangan kurikulum terutama
ber5ungsi untuk2 K
A. Menentukan isi kurikulum C. Menentukan pengelolaan
1. Menentukan e<aluasi D. Menentukan tujuan
2. 3andasan psikologis dalam pengembangan kurikulum terutama
ber5ungsi untukK
A. Menyelaraskan program kurikulum dengan hakekat sis*a
1. Membuat kurikulum agar bisa diterima oleh sis*a
C. Kurikulum yang diran.ang bisa menyenangkan sis*a
D. Kurikulum yang dibuat menjamin keberhasilan belajar sis*a
:. Masyarakat harus menjadi pertimbangan sebagai landasan
pengembangan kurikulum2 karenaK
A. Masyarakat yang akan menerima lulusan hasil pendidikan di
sekolah
1. Pendidikan adalah upaya untuk memanusiakan manusia yang
bernilai
C. Pendidikan memberikan pertimbangan nilai yang diharapkan
masyarakat
D. Masyarakat yang menitipkan putra/putrinya untuk dididk
sehingga menjadi manusia yang bernilai
Landasan Pengembangan Kurikulum
:(
;. 8mplementasi dari penerapan landasan sosiologis antara lain
bah*a kurikulum mampu menerapkan peran Konser<ati52 artinyaK
A. Kurikulum harus mengembangkan sesuatu yang baru
1. Kurikulum harus menga*etkan budaya masa lalu yang masih
rele<an
C. Kurikulum harus dapat memberikan penilaian terhadap budaya
D. Kurikulum harus memberikan rasa aman bagi setiap sis*a
(. 8lmu Pengetahuan dan )eknologi !8P)6K' sangat penting
sebagai landasan pengembangan kurikulum dengan alasan2
kecualiK
A. Kurikulum harus peka dan mampu beradaptasi dengan
perkembangan 8P)6K
1. Kurikulum yang dikembangkan harus mampu melahirkan
perkembangan 8P)6K
C. Kurikulum ber5ungsi untuk membuktikan kebenaran dari
hasil perkembangan 8P)6K
D. Kurikulum harus mampu mempersiapkan sis*a untuk
memahami perkembangan 8P)6K
%. 8P)6K memiliki dua peran yang sangat penting bagi
pengembangan kurikulum2 yaituK
A. Menentukan hasil dan perkembangan 8P)6K
1. Menentukan masukan dan melahirkan perkembangan 8P)6K
C. Menentukan proses dan hasil perkembangan 8P)6K
D. Menentukan metodologi dan hasil perkembangan 8P)6K
Landasan Pengembangan Kurikulum
:%
". 1erikut ini .ontoh konkrit penerapan landasan Sosiologis
dalam
pengembangan kurikulum2 ke.ualiK
A. Memasukan muatan lokal menjadi bagian dari isi kurikulum
sekolah
1. Contoh dan ilustrasi pembelajaran disesuaikan dengan kondisi
lingkungan
C. Program sekolah menga*etkan budaya lama yang sudah tidak
sesuai
D. Media pembelajarn menggunakan bahan yang ada di daerah
6LA39AS8
$. Sebutkan minimal empat aliran 5ilsa5at yang melandasi pengembangan
kurikulum M
2. Dalam konteks operasional kurikulum2 5alsa5ah yang merupakan kun.i
utama adalahKKKKKKKKKKKKKKK
:. Mengapa landasan psikologi dijadikan salah satu landasan
pengembangan kurikulum ?
Landasan Pengembangan Kurikulum
:"
;. Dua jenis psikologi yang melandasi pengembangan kurikulum
adalahKKKKKKKKKKKKKK..KKKKKKKKKKKKKK
danKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK.
(. Mengapa pengembangan kurikulum harus berlandaskan kehidupan
sosial dan budaya masyarakat?
%. Celaskan se.ara singkat implikasi perkembangan teknologi terhadap
kurikulum M
K90C8 CA,A1A0
A. 3A)8-A0 :
$. D
2. D
:. A
4. B
5. C
6. B
7. C
1. 6LA39AS8 :
$. 8dealisme2 Pragmatisme2 Perenialisme2 6sensialisme2
Progresi<isme2 Rekonstruksionisme
Landasan Pengembangan Kurikulum
:#
2. alsa5ah pendidik
:. Pada dasarnya sebuah kurikulum dibuat atau dikembangkan
untuk pelaksanaan pendidikan2 sedangkan pendidikan akan
melibatkan indi<idu>anak Kurikulum harus dilandasi oleh
psikologi2 karena psikologi dijadikan sebagai a.uan dalam
menentukan apa dan bagaimana perilaku peserta didik itu
harus dikembangkan.
;. Psikologi 1elajar dan Psikologi Perkembangan
(. Anak/anak berasal dari masyarakat2 mendapatkan
pendidikan baik in5ormal2 5ormal2 maupun non 5ormal
dalam lingkungan masyarakat2 dan diarahkan agar
mampu terjun dalam kehidupan bermasyarakat.
%. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi se.ara
langsung berimplikasi terhadap pengembangan kurikulum
yang di dalamnya men.akup pengembangan isi>materi
pendidikan2 penggunaan strategi dan media pembelajaran2
serta penggunaan sistem e<aluasi. Se.ara tidak langsung
menuntut dunia pendidikan untuk dapat membekali peserta
didik agar memiliki kemampuan meme.ahkan masalah
yang dihadapi sebagai pengaruh perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi
Landasan Pengembangan Kurikulum
:+
DAFTAR PUSTAKA
Ari5in2 =ainal. #onsep dan +odel Pengembangan #urikulum% 1andung:
P). Remaja Rosdakarya2 2&$2.
7agne2 Robert M. (he Condition of !earning% 0e* Dork: -olt2 Rinehart
adn ,inston2 $+%(.
-amalik2 4emar. *asar"*asar Pengembangan #urikulum% 1andung:
P).Remaja Rosdakarya2 2&&#.
M.0eil2 Cohn. Curriculum '& Comprehensif 1ntroduction Fifth Ed% 0e*
Dork: Collins College Publishers2 $++%.
Mudyahardo2 Redja. !andasan"!andasan Filosofis Pendidikan% 1andung:
akultas 8lmu Pendidikan 9P82 2&&$.
4rmrod2 Cuane 6llis. Psikologi Perkembangan membantu 3iswa (umbuh
dan 4erkembang% Cakarta: 6rlangga2 2&&+.
R.Susilana2 Dkk. #urikulum dan Pembela$aran% 1andung: Curusan
Kurikulum dan )eknologi Pendidikan 8P 9P82 2&&%.
Sanjaya2 ,8na. #urikulum dan Pembela$aran% Cakarta: Ken.ana2 2&&#.
Sukmadinata2 0ana Syaodih. Pengembangan #urikulum% 1andung: P).
Remaja Rosdakarya2 $++".
N. Prinsip dan !andasan Pengembangan #urikulum% 1andung:
P).R6maja Rosdakarya2 2&&%.
)im Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran. #urikulum dan
Pembela$aran% 1andung: Curusan Kurikulum dan )eknologi Pendidikan
8P 9P82 2&&+.
,ahid2 Ramli Abdul. .lumul /ur0an% Cakarta: 7ra5indo2 $++%.
Landasan Pengembangan Kurikulum
;&
,ine.o552 -. 3arry. Curriculum *eelopment and 1nstructional Planning%
Cakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan2 $+#+.
Landasan Pengembangan Kurikulum