Anda di halaman 1dari 2

RESUME

Pada dua jurnal yang telah dibaca bahwa kedua jurnal tersebut dalam pertumbuhan
dan hasil tanaman kubis dan kentang menggunakan pupuk NPK.Tujuan dari pemberian
pupuk NPK pada tanaman kubis putih adalah mendapatkan dosis optimum pupuk pelengkap
nutrifarm SD dan NPK 15-15-15 yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi
bobot kubis putih kultivar Green Coronet.Sedangkan tujuan pada tanaman kentang adalah
untuk mengetahui kandungan unsur hara beberapa jenis pupuk alternatif NPK anorganik dan
pengaruhnya pertumbuhan,produksi dan pendapatan usahatani kentang sebagai dasar
rekomendasi teknologi penggunaan pupuk alternatif.
Penelitian keduan tanaman tersebut sam-sama dilakukan di daerah dataran tinggi yaitu
pada tanaman kubis dilakukan di Kebun Percobaan BalaiPenelitian Tanaman Sayuran
Lembang ( 1.250 mdpl) dari bulan Januari sampai Maret 2002.Sedangkan penelitian
tanaman kentang dilakukan pada lahan dataran tinggi dengan evaluasi 1400 m dpl yaitu
didesa Alamendah,kecamatan Rancabali kabupaten Bandung pada musim kemarau
2001.Hasil analisis tanah sebelum penelitian menunjukkan bahwa tekstur tanah dilokasi
penelitian tergolong liat berdebu,terdiri dari pasir,debu,dan liat.
Pada tanaman kubis putih Pupuk NPK 15-15-15 diaplikasikan 2 kali, yaitu setengah
dosis pada saat tanam, dan sisanya pada 4 minggu setelahtanam. Tanaman kubis
dibudidayakan menggunakan mulsa plastik hitam perak. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa tidak terjadi gejala fitotoksisitas, klorosis, dan gejala abnormal lainnya pada tanaman
kubis yang diberi perlakuan nutrifarm SD dosis 3-12 g/kg benih dan NPK 15-15-15 dosis 0,5-
1,0 t/ha. Hasil bobot segar kubis nyata meningkat sebesar 37,11% oleh pemberian pupuk
pelengkap nutrifarm SD dosis 6 g/kg benih dibandingkandengan kontrol. Namun, dosis
optimum nutrifarm SD yaitu 6,2 g/kg benih bila dikombinasikan denganaplikasi NPK 15-15-
15 dosis 0,5 t/ha, serta 6,5 g/kg benih bila dikombinasikan dengan aplikasi pupuk NPK15-15-
15 dosis 1,0 t/ha. Aplikasi hanya pupuk NPK 15-15-15 dosis 0,5-1,0 t/ha secara mandiri,
tidak meningkatkan hasil bobot total kubis segar.
Sedangkan pada tanaman kentang pengaruh penggunaan pupuk NPK anorganik
terhadap tinggi tanaman dan jumlah tunas tidak berbeda nyata dengan kontrol namun pupuk
NPK 20-9-9 dapat meningkatkan produksi umbi sebesar 13,34% dari rata-rata produksi di
tingkat petani.Pengaruh pupuk alternatif NPK anorganik terhadap pertumbuhan tanaman,hasil
pengkajian menunjukkan bahwa pengaruh pupuk alternatif NPK anorganik terhadap tinggi
tanaman kentang pada umur 35 hari setelah tanam tidak berbeda nyata untuk semua
perlakuan.Namun setelah berumur 60 HST pupuk NPK 32-1-10 berbeda nyata dan
merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Pada tanaman kentang semakin tingginya hasil yang diperoleh pada perlakuan NPK
32-10-10 karena kandungan unsur hara N,P,dan K-nya lebih seimbang dibandingkan dengan
jenis pupuk lainnya.Menurut Subhan 1990 menyatakan bahwa unsur K sangat penting dalam
membantu memperlancar translokasi fotosintat ke dalam umbi,semakin banyak fotosintat
yang dihasilkan dan diserap oleh umbi,ukuran umbi kentang akan semakin besar.
Jadi kesimpulannya adalah bahwa pada tanaman kentang dan kubis yang sama-sama
menggunakan NPK sebagai pupuknya dan yang sama-sama ditanam pada daerah dataran
tinggi. Pada tanaman kubis diberi perlakuan nutrifarm SD dosis 3-12 g/kg benih dan NPK 15-
15-15 dosis 0,5-1,0 t/ha dan hasilnya menunjukkan bahwa tidak terjadi gejala fitotoksisitas,
klorosis, dan gejala abnormal lainnya Hasil bobot segar kubisnyata meningkat sebesar
37,11% oleh pemberian pupuk pelengkap nutrifarm SD dosis 6 g/kg benih
dibandingkandengan kontrol.sedangkan pada tanaman kentang diberi perlakuan NPK 20-9-9
dapat meningkatkan produksi umbi sebesar 13,34% dari rata-rata produksi di tingkat petani
dan NPK 32-1-10 Pada tanaman kentang semakin tingginya hasil yang diperoleh dan yang
sangat berperan adalah unsur K yang dapat membantu memperlancar translokasi fotosintat
kedalam umbi.