Anda di halaman 1dari 11

GIZI SEIMBANG

A. PENDAHULUAN
Masalah kesehatan masyarakat di Indonesia adalah masalah gizi kurang
dan gizi lebih. Pola pertumbuhan dan status gizi merupakan indikator kesejahteraan.
Oleh karena itu, perlu adanya program gizi yang berguna untuk mendorong kedua hal
tersebut.
Masalah gizi menyebabkan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi
rendah. dapun tujuan program pangan dan gizi yang dikembangkan untuk men!apai
Indonesia Sehat "#$# adalah %
1. Meningkatkan ketersediaan komoditas pangan pokok dengan jumlah yang
!ukup, kualitas memadai dan tersedia sepanjang &aktu melalui peningkatan
produksi dan penganekaragaman serta pengembangan produksi olahan.
". Meningkatkan penganekaragaman konsumsi pangan untuk memantapkan
ketahanan pangan tingkat rumah tangga.
3. Meningkatkan pelayanan gizi untuk men!apai keadaan gizi yang baik dengan
menurunkan pre'alensi gizi kurang dan gizi lebih.
(. Meningkatkan kemandirian keluarga dalam upaya perbaikan status gizi untuk
men!apai hidup sehat.
B. GIZI SEIMBANG
a. Sejarah Gizi Seimbang
Pada tahun $))" diselenggarakan konggres gizi internasional di *oma.
+onggres tersebut membahas pentingnya gizi seimbang untuk
menghasilkan kualitas SDM yang handal. ,asilnya adalah rekomendasi untuk
semua negara menyusun P-.S (Pedoman -mum .izi Seimbang). Sebenarnya di
Indonesia, pada tahun $)/# pernah diperkenalkan pedoman ( sehat / sempurna,
yang kemudian setelah adanya konggres gizi internasional di *oma
dikembangkan P-.S pada tahun $))/. Slogan ( sehat / sempurna merupakan
bentuk implementasi P-.S dan terdapat $0 pesan dalam P-.S.
18
b. Pengertian Gizi Seimbang
.izi Seimbang adalah makanan yang dikonsumsi oleh indi'idu sehari1hari
yang beraneka ragam dan memenuhi / kelompok zat gizi dalam jumlah yang
!ukup, tidak berlebihan dan tidak kekurangan (Dirjen 2+M, "##").
Menu seimbang adalah menu yang terdiri dari beranekaragam makanan dengan
jumlah dan proporsi yang sesuai, sehingga memenuhi kebutuhan gizi seseorang
guna pemeliharaan dan perbaikan sel1sel tubuh dan proses kehidupan
serta pertumbuhan dan perkembangan. (lmatsier, "##$).
Peranan berbagai kelompok bahan makanan tergambar dalam
piramida gizi seimbang yang berbentuk keru!ut yang dikenal dengan istilah
34umpeng .izi Seimbang5. Pertama, sumber zat tenaga yaitu padi1padian dan
umbi1umbian serta tepung1tepungan yang digambarkan di dasar keru!ut.
+edua, sumber zat pengatur yaitu sayuran dan buah1buah digambarkan bagian
tengah keru!ut. +etiga, sumber zat pembangun, yaitu ka!ang1ka!angan, makanan
he&ani dan hasil olahan, digambarkan bagian atas keru!ut.
Gambar 1. Piramida Gizi Seimbang
19
c. a!t"r #ang Mem$engar%hi Pen#%&%nan Gizi Seimbang
1. 6konomi (terjangkau dengan keuangan keluarga)
". Sosial budaya (tidak bertentangan)
3. +ondisi kesehatan
(. -mur
/. 2erat badan
6. kti'itas
7. +ebiasaan makan (like or dislike).
8. +etersediaan pangan setempat.
d. Pe&an Um%m Gizi Seimbang
4erdapat $0 pesan umum gizi seimbang adalah sebagai berikut %
1. Makanlah aneka ragam makanan.
2. Makanlah makanan untuk memenuhi ke!ukupan energi.
3. Makanlah makanan sumber karbohidrat, setengah dari kebutuhan energi.
4. 2atasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari ke!ukupan energi.
/. .unakan garam beryodium.
6. Makanlah makanan sumber zat besi.
7. 2erikan SI saja pada bayi sampai umur 9 bulan dan tambahkan MP1SI
sesudahnya.
8. 2iasakan makan pagi.
9. Minumlah air bersih, aman yang !ukup jumlahnya.
10. :akukan akti'itas ;isik se!ara teratur.
$$. ,indari minuman yang beralkohol.
12. Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan.
$0. 2a!alah label pada makanan yang dikemas.
Pe&an 1' Ma!an(ah ane!a ragam ma!anan
Makan makanan yang beranekaragam sangat berman;aat
untuk kesehatan. Makanan harus mengandung unsur zat gizi yang
diperlukan tu buh baik kuantitas maupun kualitas. Idealnya, ada zat tenaga, zat
pembangun dan zat pengatur.
20
Pe&an )' Ma!an(ah ma!anan %nt%! memen%hi !ec%!%$an energi
+ebutuhan energi dapat ter!ukupi dengan
mengkonsumsi makanan sumber karbohidrat, protein dan lemak. 4anda
ke!ukupan energi dapat dipantau dengan keadaan berat badan yang normal.
Pemantauan berat badan dilakukan pada bayi, balita dan usia sekolah dengan
menggunakan +MS< pada orang de&asa dengan penghitungan IM4
(Indeks Massa 4ubuh)< dan pada lansia dengan +MS -sila.
+elebihan energi disimpan dalam bentuk lemak=jaringan lain. 2ila kelebihan
tersebut berlanjut maka akan timbul penyakit (hipertensi, jantung, diabetes,
dll). Sedangkan untuk menutupi kekurangan energi, diambilkan
!adangan energi dari jaringan otak=lemak. 2ila keadaan ini berlanjut dapat
menyebabkan penurunan daya kerja=produkti'itas kerja, prestasi belajar dan
kreati'itas, penurunan berat badan dan kekurangan gizi lain.
Pe&an *' Ma!an(ah ma!anan &%mber !arb"hidrat+ &etengah dari
!eb%t%han energi
Dua kelompok karbohidrat adalah karbohidrat kompleks dan
karbohidrat sederhana. .olongan karbohidrat kompleks yaitu padi1padian
(beras, jagung, gandum)< umbi1umbian (singkong, ubi jalar, kentang) serta
tepung, sagu dan pisang. +arbohidrat kompleks penyerapannya lebih lama
sehingga tidak membuat mudah lapar.
.olongan karbohidrat sederhana seperti gula
(menyebabkan mudah lapar). Pembatasaan konsumsi gula dianjurkan sampai
/> dari jumlah ke!ukupan energi atau ? 0 @ ( sendok makan setiap hari.
pabila energi yang diperoleh dari makanan sumber karbohidrat
kompleks (selain gula) melebihi 9#> atau "=0 bagian dari energi yang
dibutuhkan, maka kebutuhan protein, 'itamin dan mineral sulit dipenuhi.
Pe&an ,' Bata&i !"n&%m&i (ema! dan min#a! &am$ai &e$erem$at dari
!ec%!%$an energi
dapun guna lemak dan minyak adalah untuk meningkatkan
jumlah energi, membantu penyerapan 'itamin , D, 6, + dan menambah lezat
hidangan.
21
4iga golongan lemak% lemak yang mengandung asam lemak tak jenuh
ganda (paling mudahdi!erna), lemak yang mengandung asam lemak tak jenuh
tunggal (mudah di!erna), dan lemak yang mengandung asam lemak jenuh
(sulit di!erna).
Makanan yang mengandung asam lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh
tunggal yaitu berasal dari nabati, ke!uali minyak kelapa.
Sedangkan makanan sumber asam lemak jenuh yaitu berasal dari he&ani.
+onsumsi lemak dan minyak kurang sama dengan $#> dan tidak lebih dari
"/> dari kebutuhan energi. +omposisi konsumsi lemak nabati % he&ani adalah
" % $.
+ebiasaan mengkonsumsi lemak he&ani berlebihan menyebabkan
penyempitan pembuluh darah arteri dan penyakit jantung koroner. Sedang kan
makan ikan mengurangi risiko penyakit jantung koroner, oleh
karena lemak ikan mengandung asam lemak omega 0. sam lemak omega 0
berperan men!egah terjadinya penyumbatan lemak pada dinding pembuluh
darah.
Pe&an -' G%na!an garam ber#"di%m
.aram beryodium yang dianjurkan adalah garam dengan +IO0
(+alium iodat) sebanyak 0#18# ppm. Sesuai +eppres Ao. 9) tahun $))(
menyatakan bah&a kekurangan yodium dapat mengakibatkan .+B
(.angguan kibat +ekurangan Bodium) yaitu gondok , kretin dan penurunan
IC. Indonesia kehilangan $(# juta IC point akibat .+B .
Dasar penghitungan klasi;ikasi pengurangan point IC adalah %
+retin (.+B berat) /# poin
.ondok / poin
2ayi di daerah .+B $# poin
.+B bentuk lain $# poin
Catatan :
*ata1rata IC manusia normal D $$# IC diba&ah 8# point tergolong bodoh. IC
point merupakan ukuran kemampuan seseorang dalam hal berpikir,
meme!ahkan masalah dan menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru.
njuran pemberian yodium %
22
nak SD (daerah endemik berat) $ kapsul = tahun
Eanita usia subur (E-S) " kapsul = tahun F "## mg
Ibu hamil $ kapsul = tahun
Ibu menyusui $ kapsul = tahun selama menyusui
+onsumsi garam beryodium ? 9 gram per hari=$ sendok teh. Mutu
garam baik dengan 4es +it Bodina. ,asil &arna garam yang bermutu baik
adalah biru keunguan.
Pe&an .' Ma!an(ah ma!anan &%mber zat be&i
Ge merupakan unsur penting untuk pembentukan sel darah merah.
+ekurangan Ge dapat berakibat nemia .izi 2esi (.2). dapun 4anda1
tanda .2 % pu!at, lemah lesu, pusing dan penglihatan berkunang1kunang<
kadar ,b kurang dari normal. *esiko .2 bagi ibu
hamil adalah 22:*, perdarahan dan kematian. Sedangkan bagi anak1
anak adalah kemampuan belajar turun. Pada orang de&asa adalah penurunan
produkti'itas kerja. Sumber utama zat besi adalah bahan pangan he&ani dan
ka!ang1ka!angan serta sayuran ber&arna hijau tua. Hat besi Ge pangan
asal he&ani=haeme lebih mudah diserap ($#1"#>) daripada zat besi pangan
asal nabati=non haeme ($1">). Insidensi atau angka kejadian .2 di
Indonesia adalah tidak lebih sama dengan 90> bumil dan //> balita.
Hat gizi yang membantu penyerapan Ge diantaranya protein he&ani seperti
daging, ikan dan telur,'itamin I, 'itamin , Hink (Hn) dan asam ;olat.
Program pemberian 4ablet 4ambah Darah (44D) bagi ibu hamil adalah $
44D selama )# hari. -ntuk balita dapat diberikan preparat besi dalam bentuk
sirup. +andungan $ 44D D "## mg ;errosul;at D 9# mg besi elemental J #,"/
mg asam ;olat.
Pe&an /' Beri!an ASI &aja $ada ba#i &am$ai %m%r . b%(an dan
tambah!an MP0ASI &e&%dahn#a
SI merupakan makanan terbaik bayi. Pemberian % #19 bulan (SI
6ksklusi; adalah pemberian SI saja tanpa makanan lain). +egagalan SI
e ksklusi; dapat menyebabkan jumlah sel otak berkurang $/1"#>. MP1SI
adalah makanan = minuman pendamping SI untuk memenuhi kebutuhan
gizinya.
23
Pe&an 1' Bia&a!an ma!an $agi
Man;aat makan pagi adalah untuk memelihara ketahanan ;isik,
mempertahankan daya tahan tubuh, meningkatkan produkti;itas kerja dan
meningkatkan konsentrasi belajar. +ebiasaan makan pagi, membantu
memenuhi ke!ukupan gizi sehari1hari. Sedangkan resiko tidak membiasakan
makan pagi adalah gangguan kesehatan yang menyebabkan menurunnya kadar
gula darah.
Pe&an 2' Min%m(ah air ber&ih+ aman #ang c%!%$ j%m(ahn#a
ir yang kita minum harus bersih dan aman. Gungsi air
dalam tubuh adalah untuk melan!arkan transportasi zat gizi dalam tubuh<
mengatur keseimbangan !airan dan garam mineral dalam tubuh adalah untuk
mengatur suhu tubuh< melan!arkan dalam buang air besar dan buang air ke!il.
+ebutuhan air minum ? " liter sehari= 8 gelas sehari, dengan ke!ukupan air
minum dapat men!egah dehidrasi dan menurunkan resiko batu ginjal.
Pe&an 13' La!%!an a!ti4ita& 5i&i! &ecara terat%r
Man;aat dari melakukan akti;itas ;isik adalah meningkatkan
kebugaran< men!egah kelebihanberat badan< meningkatkan ;ungsi jantung,
paru dan otot< memperlambat proses penuaan. Olahraga teratur disesuaikan
dengan usia, jenis kelamin, pekerjaan dan kondisi kesehatan. Salah satunya
dengan membiasakan jalan kaki dengan jarak tempuh ? /#1$## m.
Pe&an 11' Hindari min%man #ang bera(!"h"(
lkohol mengandung energi, tapi tidak terdapat unsur gizi lain. kibat
kebiasaan minum minuman beralkohol adalah
terhambatnya proses penyerapan gizi< hilangnya zat1zat gizi yang penting,
meski mengkonsumsi makanan bergizi dalam jumlah yang !ukup<
kurang gizi< penyakit gangguan hati< kerusakan sara; otak dan jaringan.
Sedangkan e;ek samping minuman al!ohol adalah sering buang air ke!il,
ketagihan dan hilang kendali diri.
24
Pe&an 1)' Ma!an(ah ma!anan #ang aman bagi !e&ehatan
Selain bergizi lengkap dan seimbang, makanan juga harus layak
konsumsi (aman untuk kesehatan).Syarat makanan aman adalah wholesome
(zat1zat gizi tidak banyak yang hilang dan bentuk ;isiknya masih utuh.
+e!uali, bila makanan sengaja akan diolah dan diubah bentuk ;isiknya).
Iiri makanan yang tidak sehat adalah berlendir, berjamur, aroma dan rasa
berubah< le&at tanggal kadalu&arsa dan rusak pada kemasan< terdapat zat=
bahan penga&et< !ara pengolahan yang tidak benar.
Pe&an 1*' Baca(ah (abe( $ada ma!anan #ang di!ema&
:abel adalah keterangan tentang isi, jenis, ukuran bahan1bahan yang
digunakan, susunan zat gizi, tanggal kadalu&arsa dan keterangan penting lain.
2eberapa singkatan yang lazim digunakan dalam label antara lain%
MD Makanan yang dibuat di dalam negeri
M: Makanan luar negeri (import)
6Kp 4anggal kadaluarsa, artinya batas &aktu makanan tersebut
masih layak dikonsumsi. Sesudah tanggal
tersebut, makanan tidak layak dikonsumsi
SAI Standart Aasional Indonesia (keterangan mutu makanan
telah sesuai dengan persyaratan)
SP Serti;ikat penyuluhan
e. Perbedaan Em$at Sehat Lima Sem$%rna dengan Gizi Seimbang
Sesuai dengan prinsip .izi Seimbang, pola makan berdasarkan
LPedoman .izi SeimbangL (P.S) tidak dapat berlaku sama untuk setiap orang.
4iap golongan usia, status kesehatan, dan akti'itas ;isik, memerlukan P.S
yang berbeda sesuai kondisi masing1masing. ,al ini berbeda dengan pola
makan berdasarkan slogan L( sehat / sempurnaL ((S M /S) yang berlaku bagi
semua orang di atas dua tahun. 4idak dijelaskan bagaimana pedoman yang
mengelompokkan makanan hanya ke dalam ( kelompok se!ara kualitati; itu
dapat menjadi a!uan untuk memenuhi kebutuhan berbagai golongan
masyarakat. Pada saat slogan (S/S di!iptakan tahun $)/#1an, diasumsikan
bah&a kebiasaan makan masyarakat makin sehat sehingga berbagai masalah
kesehatan karena kekurangan dan kelebihan gizi dapat di!egah dan dikurangi.
25
sumsi ini ternyata tidak ter&ujud, baik di Indonesia maupun negara1negara
lain, termasuk negara asal (S/S di S. Oleh karena itu pedoman (S/S sejak
a&al tahun $))#1an se!ara internasional telah digantikan oleh pedoman yang
lebih rin!i yang disebut P.S dengan alasan sebagai berikut %
Pertama,
Susunan makanan yang terdiri atas ( kelompok ini, belum tentu sehat,
bergantung apakah porsi dan jenis zat gizinya sesuai dengan kebutuhan.
Iontoh, jika pola makan kita sebagian besar porsinya terdiri atas sumber
karbohidrat (nasi), sedikit sumber protein, sedikit sayur dan buah sebagai
sumber 'itamin, maka pola makan tersebut tidak dapat dianggap sehat.
Sebaliknya, jika pola makan kita terlalu banyak sumber lemak dan protein
seperti hidangan yang banyak daging dan minyak atau lemak, tetapi sedikit
sayur dan buah, maka pola makan itu tak dapat dianggap sehat.
Selain jenis makanan, pola makan berdasarkan P.S menekankan pula
proporsi yang berbeda untuk setiap kelompok yang disesuaikan atau
diseimbangkan dengan kebutuhan tubuh. P.S pun memperhatikan aspek
kebersihan makanan, akti'itas ;isik, dan kaitannya dengan pola hidup sehat
lain.
Kedua,
Susu bukan Lmakanan sempurnaL seperti anggapan umum selama ini.
Dengan anggapan itu banyak orang, termasuk kalangan pemerintah,
menganggap susu merupakan Lja&abanL atas masalah gizi
N)O
. Sebenarnya,
susu adalah sumber protein he&ani yang juga terdapat pada telur, ikan dan
daging.
Oleh karena itu di dalam P.S, susu ditempatkan dalam satu kelompok
dengan sumber protein he&ani lain. Dari segi kualitas protein, telur dalam
ilmu gizi dikenal lebih baik dari susu karena daya !erna protein telur lebih
tinggi daripada susu.
Ketiga,
1 Slogan (S/S yang dipopulerkan oleh Pro;. Poer&o Soedarmo, 2apak .izi
26
Indonesia, di tahun $)/#1an dianggap tak lagi sesuai dengan perkembangan
iptek gizi, seperti halnya slogan L2asi! GourL di merika yang merupakan
a!uan a&al (S/S pada masa itu. L2asi! GourL dari S yang di!iptakan
tahun $)(#1an bertujuan men!egah pola makan orang merika yang
!enderung banyak lemak, tinggi gula, dan kurang serat. Aamun, setelah
die'aluasi tahun $)7#1an, ternyata slogan tersebut tidak memperbaiki pola
makan penduduk merika, yang disertai dengan meningkatnya penyakit
degenerati; terkait gizi. Sejak itu, slogan L2asi! GourL diperbarui dan
disempurnakan menjadi LAutrition .uide ;or 2alan!e DietL dengan 'isual
piramida.
Di Indonesia LAutrition .uide ;or 2alan!e DietL diterjemahkan menjadi
P.S yang juga menggunakan 'isual piramida. 2erbeda dengan Autrition
.uide S yang berlaku untuk usia di atas " tahun, di Indonesia P.S
berlaku sejak bayi dengan memasukkan SI eksklusi; sebagai .izi
Seimbang.
Pada kon;erensi pangan sedunia yang diadakan oleh GO tahun $))" di
*oma dan .ene&a, antara lain ditetapkan agar semua negara berkembang
yang semula menggunakan slogan sejenis L2asi! GourL memperbaiki menjadi
LAutrition .uide ;or 2alan!e DietL. +eputusan GO tersebut diterapkan di
Indonesia dalam kebijakan *epelita P tahun $))/ sebagai P.S dan menjadi
bagian dari program perbaikan gizi. Aamun, P.S kurang disosialisasikan
sehingga terjadi pemahaman yang salah dan masyarakat !enderung tetap
menggunakan (S/S. 2aru pada tahun "##) se!ara resmi P.S diterima
masyarakat, sesuai dengan -ndang1-ndang +esehatan Ao 09 tahun "##) yang
menyebutkan se!ara eksplisit L.izi SeimbangL dalam program perbaikan gizi.
27
DA6A7 PUS6A8A
1 ditama 4.B, Soedarsono, 4habrani H, Eiryokusumo ,.S, :ulu M, et al
Tuberkulosis, Pedoman Diagnosis Dan Penatalaksanaan Di Indonesia.
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Qakarta "##9.hlm.$1(/0.
1 lmatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. .ramedia Pustaka -tama, Qakarta,
"##$.
1 min H, 2ahar 6. Tuberkulosis paru. Dalam% Sudoyo E, Setiyohadi 2, l&i
I, Simadibrata M, Setiati S.2uku jar Ilmu Penyakit Dalam. 6disi ke1/.
Qakarta% Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam G+-I< "##).hlm.""0#10).
1 uliana, *. Gizi Dan Pengolahan Pangan. Mitra .ama Eidya, Qakarta, $))).
1 Dirjen 2ina +esehatan Masyarakat. Buku Panduan ! Pesan Dasar
Gizi "eimbang. Qakarta, "##".
1 Gran!in, P. Gizi Dalam #esehatan $eproduksi% 6.I, Qakarta, "##/.
1 ,ananto, E. Peningkatan Gizi Ba&i, 'nak, Ibu (amil, Dan )en&usui Dengan
Bahan )akanan *okal%Sagung Seto, Qakarta, "##".
1 Mana; , Pranoto , ,udoyo .S, Bu&ona , Qusu; , Sjahrurrahman, et al
Pedoman +asional Penanggulangan Tuberkulosis. Departemen +esehatan
*epublik Indonesia. Ietakan pertama"##7. ,lm.01"0".
1 Soekirman. Perlu Paradigma Baru ,ntuk )enanggulangi
)asalah Gizi )akro Di Indonesia% Pusat Studi +ebijakan Pangan
dan .izi Institut Pertanian 2ogor (IP2), "###.
1 Ienters ;or Disease Iontrol and Pre'ention (IDI). 4uber!ulosis (42). :ast
updateed $" pril "#$". Diunduh dari
http%==&&&.!d!.go'=tb=topi!=basi!s=de;ault.htm..
1 Media Ientre o; Eorld ,ealth Organization (E,O). 4uber!ulosis. Maret
"#$". Diunduh dari http%==&&&.&ho.int=media!entre=;a!tsheets=;s$#(=en=.
28