Anda di halaman 1dari 4

Berpikir Sistem

Dalam film Avatar proses berpikir sistem digambarkan berpusat pada tokoh utama yaitu Jake
Sully. Jake Sully menjalani 2 kehidupan, yang pertama dia merupakan manusia yang
ditugaskan oleh perusahaan untuk mencari informasi dan mempelajari tentang suku pribumi
Pandora (Navi) dan yang kedua di lain pihak dia juga menjadi seorang penduduk Omatticaya
(suku Navi) melalui Avatar nya. Selama 3 bulan proses mempelajari dan mencari informasi
tentang suku pribumi Pandora, Jake Sully justru merasa tertarik dan menikmati hidup sebagai
suku Navi, dan dia mulai mengerti dan melihat persoalan tersebut dari sudut pandang suku
Navi. Sehingga perlahan Jake Sully mulai berubah pikiran dan lebih memihak ke suku
pribumi Pandora, karena telah menyadari pihak mana yang benar.
Berpikir sistem adalah suatu proses untuk memahami suatu fenomena dengan tidak hanya
memandang dari satu atau dua sisi tertentu. Berpikir sistem berarti bagaimana memahami
bahwa suatu fenomena akan dipengaruhi oleh banyak fenomena lainnya. Beberapa jenis
sistem diantaranya : 1) Sistem Alam (termasuk tubuh manusia dan makhluk hidup lain) ; 2)
sistem rekayasa (dirancang oleh manusia); 3) sistem sosial dan kegiatan manusia.Dalam film
Avatar suatu sistem sudah terlihat jelas dari kondisi alam nya, dimana terjadi koneksi dan
komunikasi antara pohon, hewan dan bahkan penduduk Pandora sendiri. Hal tersebut
digambarkan komunikasi antara penduduk Pandora dan hewan dapat dilakukan melalui
koneksi serabut saraf yang ada di rambut dan hewan Pandora. Oleh karena itu planet Pandora
sendiri merupakan suatu sistem yang saling terhubung dengan server sebuah pohon raksasa.
Dalam organisasi, sistem terdiri dari struktur, orang dan proses yang bekerjsama untuk
membuat organisasi sehat; atau sebaliknya tidak sehat, bahkan mati. Berpikir kesisteman
adalah suatu disiplin ilmu untuk melihat struktur yang mendasari situasi kompleks, dan untuk
membedakan perubahan tingkat tinggi terhadap perubahan tingkat rendah. Tentu saja,
berpikir kesisteman mempermudah hidup dengan membantu kita untuk melihat pola yang
lebih dalam yang mendasari beberapa peristiwa dan detailnya (Senge, 1990). Sistem bersifat
hierarchical tersusun dari subsistem-subsistem yang merupakan sistem tersendiri. Oleh
karena itu apabila ingin berpikir sistem harus pula digunakan pendekatan holistic. Dalam film
Avatar sistem sosial yang ada pada penduduk Omaticaya sendiri merupakan suatu sistem
yang terdiri dari berbagai macam komponen yang saling berinteraksi satu dengan yang lainya
dan bergerak secara harmonis dan sinergis untuk mencapai tujuan tertentu. Komponen
tersebut antara lain Kepala suku, dukun, jendral (pejuang) dan rakyat Omatticaya.
Dalam perspektif pendekatan sistem, sistem sosial tidak bisa dipahami dengan menguraikan
bagian-bagian masalah satu persatu. Menguraikan bagian-bagian sistem sosial dapat
menghilangkan jati diri sistem yang terletak pada interaksi antar bagian bagian tersebut.
Berpikir sistem bukan dengan menguraikan yang kompleks menjadi lebih sederhana, tetapi
melihat dari jarak yang lebih jauh sehingga keterkaitan yang kompleks antar subsistem dapat
terlihat. Elemen-elemen sistem merupakan bagian-bagian yang berinteraksi dalam hubungan
timbal balik, merespons satu sama lain dalam konteks peran-peran. Interaksi (Reciprocity)
berarti komunikasi antara satu bagian dengan bagian yang lain. Interaksi berarti kedua pihak
saling mempengaruhi ketika berinteraksi satu sama lain. Roles berarti suatu karakter atau
fungsi yang diemban oleh suatu bagian. Berpikir sistem (system thinking) berbeda dengan
berpikir sistematik (systematic thinking) dan berpikir sistemik (systemic thinking).
Berpikir sistematik (systematic thinking), artinya memikirkan segala sesuatu berdasarkan
kerangka metode tertentu, ada urutan dan proses pengambilan keputusan. Berpikir sistemik
(systemic thinking), maknanya mencari dan melihat segala sesuatu memiliki pola keteraturan
dan bekerja sebagai sebuah sistem.
Tokoh Jake Sully mampu berpikir sistem dimana melihat fenomena yang terjadi secara
holistik dan melihat elemen-elemen sistem merupakan bagian-bagian yang berinteraksi dalam
hubungan timbal balik, merespons satu sama lain dalam konteks peran-peran. Hal tersebut
terlihat dari tindakan dia mengajak TsuTey untuk bergabung dan membentuk aliansi dari
seluruh klan yang ada di Pandora. System thinking lebih menekankan pada kesadaran bahwa
segala sesuatu berhubungan dalam satu rangkaian sistem. Berpikir sistem mengkombinasikan
antara analytical thinking (kemampuan mengurai elemen-elemen suatu masalah) dengan
synthetical thinking (memadukan elemen-elemen tersebut menjadi kesatuan).



Sumber : http://oscarradyan.wordpress.com/2011/07/22/berpikir-sistem-system-thinking-
untuk-ilmu-ilmu-sosial-1/



BAB IV
KESIMPULAN
4.1. Kesimpulan
1 Personal mastery seseorang sangat mempengaruhi peran serta orang tersebut dalam
kehidupan pribadi, masyarakat, dan berbangsa dan bernegara. Dengan memiliki
personal mastery yang baik maka dapat menunjang keberhasilan orang tersebut dalam
mencapai tujuan. Orang dengan personal mastery yang baik sudah memiliki bekal dan
kecenderungan menjadi pemimpin dalam suatu organisasi karena orang dengan
personal mastery yang baik dapat mempengaruhi orang orang disekitarnya.
2 Dapat disimpulkan bahwa dalam proses team learning ini harus melewati beberapa
tahap. Diantaranya adalah tahap forming dimana dalam tahap ini terdapat fase
pembentukan kelompok dari beberapa individu, yang selanjutnya tahap storming yang
dimana tiap-tiap individu mulai merasakan sesuatu yang berbeda dan merasa tidak
nyaman dengan individu yang lain. Tahap ketiga norming, adalah dimana tiap individu
membentuk sebuah nilai atau proses kelompok itu agar tetap berjalan. Dan yang
terakhir adalah tahap performing, dimana kelompok itu sudah terbentuk kerjasama
dengan adanya dialog untuk memecahkan sebuah masalah yang dihadapi kelompok
itu.
3 Organisasi dapat harmonis, solid dan jelas arah tujuan nya dengan adanya shared
vision yang diakui dan diyakini oleh seluruh pribadi anggota organisasi. Sebuah visi
bersama tidak dipaksakan oleh satu atau beberapa orang sebagai mandat
organisasi. Sebaliknya, itu berasal dari anggota organisasi, menciptakan kepentingan
bersama dari pribadi setiap anggota organisasi dan rasa tujuan bersama untuk semua
kegiatan organisasi.
4 Mental models memberikan kita panduan dalam memproses informasi sehingga dapat
mempersepsikan segala sesuatu yang ada di dunia dengan lebih baik.
5 Berpikir sistem adalah suatu proses untuk memahami suatu fenomena dengan tidak
hanya memandang dari satu atau dua sisi tertentu. Berpikir sistem berarti bagaimana
memahami bahwa suatu fenomena akan dipengaruhi oleh banyak fenomena lainnya.
System thinking lebih menekankan pada kesadaran bahwa segala sesuatu berhubungan
dalam satu rangkaian sistem. Elemen-elemen sistem merupakan bagian-bagian yang
berinteraksi dalam hubungan timbal balik, merespons satu sama lain dalam konteks
peran-peran.