Anda di halaman 1dari 54

Pembimbing : dr.

Adhi, SPKJ

Disusun oleh :
KELOMPOK 1
KETERGANTUNGAN ZAT
KETERGANTUNGAN ZAT
Keadaan keracunan yang periodik atau menahun yang merugikan diri
sendiri dan masyarakat yang disebabkan oleh penggunaan suatu zat
(asli atau sintetik)

Ciri :
keinginan atau kebutuhan yang luar biasa untuk meneruskan
penggunaan obat itu dan usaha mendapatkannya dengan segala
cara,
kecenderungan menaikkan dosis,
ketergantungan psikologis (emosional)
kadang juga ketergantungan fisik pada zat itu

ISTILAH DALAM KETERGANTUNGAN ZAT
PENYALAHMANFAATAN (misuse)
PENYALAHGUNAAN (abuse)
KETERGANTUNGAN PSIKOLOGIS
PEMBIASAAN (habituation)
KETAGIHAN (adiksi)
KETERGANTUNGAN FISIK
SINDROM LEPAS ZAT (abstinensi)
TOLERANSI

ETIOLOGI KETERGANTUNGAN &
PENYALAHGUNAAN ZAT
Faktor Psikodinamik
Teori Pelaku
Faktor Neurokimiawi
Reseptor dan Sistem Reseptor
Jaras dan Neurotransmiter
JENIS GANGGUAN TERKAIT ZAT
1. Gangguan Terkait Alkohol
2. Gangguan Terkait Amfetamin
3. Gangguan Terkait Kafein
4. Gangguan Terkait Kanabis
5. Gangguan Terkait Kokain



6. Gangguan Terkait Halusinogen
7. Gangguan Terkait Inhalan
8. Gangguan Terkait Nikotin
9. Gangguan Terkait Opioid
10. Gangguan Terkait Hipnotik-
Sedatif
1. GANGGUAN TERKAIT ALKOHOL
Penyalahgunaan alkohol

DIAGNOSIS KETAGIHAN ALKOHOL
Terdapat bukti bahwa penderita tersebut tergantung
pada alkohol
Terjadi gejala-gejala abstinensi bila ia berhenti minum
alkohol
Minum berlebihan selama 3 bulan atau lebih secara
terus-menerus


ALKOHOL
INTOKSIKASI ALKOHOL
Euforia
Nistagmus
Hipotensi
Bradikardi
cara bicara terganggu
(cadel)
gangguan koordinasi
(ataksia)
Kejang
Koma
INTOKSIKASI BERAT
Reflek negatif




KEADAAN PUTUS ALKOHOL
Halusinasi
Ilusi (bad dream)
Delirium tremens
Kejang
Gemetar
Muka merah
Mata merah
Hipertensi
Keluhan GIT




ALKOHOL
GANGGUAN
FISIK
Radang hati sampai
kanker hati
Gastritis
Ulkus peptikum
Pneumoni
Gangguan vaskuler
dan jantung
Defisiensi vitamin
Fetal alkohol
sindrom
GANGGUAN
PSIKIATRI
Anxietas
Depresi hingga
skizofren
Halusinasi
Perubahan
kepribadian
Disfungsi seksual
GANGGUAN
LAIN
Kecelakaan lalu
lintas
Perkelahian
Problem domestik
Tindak kekerasan
2. GANGGUAN TERKAIT AMFETAMIN
STIMULAN
Extacy dan Shabu

DALAM KEDOKTERAN :
obat obesitas, epilepsi, narkolepsi, depresi

CARA PENGGUNAAN:
ATS (Amfetamin Type Stimulans) : tablet, suntik
Ekstasi : digigit sedikit-sedikit
Shabu : uap dengan bong plastik
SEBAB KEMATIAN AKIBAT
AMFETAMIN
Suicide
Serangan jantung
Tindak kekerasan
Kecelakaan lalu lintas
dehidrasi
AMFETAMIN
PROBLEM FISIK
Malnutrisi
Denyut jantung
meningkat
Gangguan ginjal,
emboli paru,
stroke
HIV AIDS
PROBLEM
PSIKIATRI
Perilaku agresif
Psikosis paranoid -
> skizofren
Kondisi putus zat :
letargi, fatigue,
exhausted,
serangan panik,
gangguan tidur
Depresi berat ->
suicide
halusinasi
PROBLEM
SOSIAL
Tindak kekerasan
Kecelakaan
lalulintas
Aktivitas kriminal
BERBAGAI JENIS EXTACY


3. GANGGUAN TERKAIT KAFEIN
Tanaman Coffea Arabica (kopi arabika), Coffea
canephora (kopoi robusta), Coffea liberica

Diserap tubuh secara cepat
kadar tertinggi dalam darah tercapai 30 menit
(po)

Kafein dimetabolisme di hati

1% dikeluarkan melalui urin masih berupa kafein
KAFEIN
SIFAT KAFEIN
meningkatkan gairah
meningkatkan kesiagaan
menimbulkan agitasi
merangsang otot jantung
meningkatkan peredaran
darah perifer
meningkatkan tekanan
darah
sifat diuretik
melebarkan bronkus
mengiritasi lambung
meningkatkan kerja otot &
Metabolisme Basal
EFEK
TERATOGENIK
palatoschizis
kelainan jantung
jumlah jari tangan atau
kaki tidak lengkap.
GEJALA
PUTUS ZAT
Gelisah
gugup
mudah tersinggung
nyeri kepala
gemetar
letargi
efektifitas menurun
hidung beringus,
Mual -> muntah
kadang depresi

4. GANGGUAN TERKAIT KANABIS
GANJA (Cannabis sativa)
Mariyuana, hashish, gelek,
budha stick, cimeng, gras

BENTUK UMUM
Serpihan daun atau
kembang ganja Bentuk lain :
Budha stick dan minyak
ganja




AKIBAT
Menurunkan ketrampilan
motorik
Peningkatan denyut jantung
Rasa gelisah dan panik
Perubahan persepsi tentang
ruang dan waktu
Depresi
Halusinasi
Rasa ketakutan
Agresi
Rasa senang yang
berlebihan
KANABIS
PROBLEM FISIK
Gangguan sistem
reproduksi
Fetal damage selama
kehamilan
Infeksi sistem
pernapasan
Mengandung agen
penyebab timbulnya
sel-sel epitel kanker
Emfisema
Gangguan CVS
Gangguan imunitas
PROBLEM
PSIKIATRI
Gangguan memori ->
kesulitan belajar
Sindrom
amotivasional
Ansietas, panik ->
reaksi bingung
Psikosis paranoid ->
skizofren
Depresi berat ->
suicide
Apatis, prilaku
antisosial
PROBLEM
SOSIAL
Kesulitan belajar
Kenakalan remaja
Hancurnya akademik,
or job performance
Gangguan dalam
mengendarai
kendaraan, alat mesin
Terlibat problem
hukum

Kriteria Intoksikasi Kanabis (DSM IV)
Menggunakan kanabis baru-baru ini
Perubahan psikologis atau prilaku maladaptif secara signifikan
(koordinasi motorik terganggu, euforia, anxietas, sensasi waktu
melambat, daya nilai terganggu, penarikan sosial yang timbul selama
atau segera setelah penggunaan kanabis)
2 tanda atau lebih timbul dalam waktu 2 jam setelah penggunaan
kanabis
Injeksi konjungtiva
Peningkatan nafsu makan
Mulut kering
Takikardi
Gejala tidak disebabkan suatu kondisi medis umum dan tidak lebih
baik diterangkan oleh gangguan mental lain
Tentukan apakah dengan gangguan persepsi
SEBAB KEMATIAN AKIBAT KANABIS
Suicide
Infeksi berat
Tindak kekerasan (termasuk kecelakaan lalulintas)

Cannabis
TANAMAN GANJA

TANAMAN GANJA
BIJI DAN DAUN GANJA

PRODUK DARI GANJA

PERALATAN PENGHISAP GANJA

PERALATAN NYABU : BONG


5. GANGGUAN TERKAIT KOKAIN
STIMULAN
Erytrhoxylone coca
Bentuk : bubuk putih
Cara penggunaan kokain
Inhalasi
Free based coccain
intravena
PRODUK KOKAIN

PROBLEM FISIK
Snorting :
pilek terus-menerus
sinusitis
epistaksis
luka-luka pada rongga
hidung
perforasi septum nasi

Dengan suntikan :
infeksi lokal kulit
abses kulit
endokarditis bakteri
hepatitis B, C, HIV AIDS

Inhalasi melalui merokok :
radang tenggorokan
melanoptisis atau sputum
berbercak-bercak darah
bronkhitis kronik
sampai pneumoni

COCCAINE BABY
PROBLEM
PSIKIATRI
Toleransi dan ketergantungan
Pengguna tidak mampu
mengendalikan diri untuk
mencukupi kebutuhannya

Gejala fisik Putus Zat
Agitasi
depresi
fatigue
high craving
cemas
marah
meledak-ledak
gangguan tidur
mimpi aneh
makan berlebihan
mudah tersinggung
mual
otot pegal-pegal
hingga letargi

PROBLEM SOSIAL
Problem interpersonal :
separasi perkawinan sampai
perceraian,
pertengkaran dalam RT

Problem finansial :
besarnya biaya penyediaan
kokain,
terbatasnya penghasilan ->
hutang yang menumpuk
KOKAIN
PROBLEM
PEKERJAAN
Kehilangan pekerjaan (rusaknya
produktivitas diri)
angka absen yang meningkat
kehilangan profesional lisence atau
sertifikat
SEBAB KEMATIAN
Umumnya karena overdosis
( > 1,2 s/d 1,5 gr bubuk kokain
asli)
Karena kelumpuhan alat
pernapasan
aritmia cordis
kejang berulang kali
mati lemas karena merasa seperti
dicekik
reaksi alergi
stroke
kehamilan (PAP)
aborsi
Pada bayi dapat terjadi SIDS
6. GANGGUAN TERKAIT HALUSINOGEN
tanaman Meskalin (kaktus Peyote), beberapa jenis jamur (jamur tai sapi)

CARA KERJA HALUSINOGEN:
Mengubah cara kerja panca indra,
persepsi terhadap ruang dan waktu,
sulit berkonsentrasi dan berkomunikasi,
sulit membedakan antara yang real dan yang hanya ilusi

Contoh :
LSD = Asam Lisergat Dietil Amida (patch)
MDA (3-Metoxi-4,5-Metilen-Dioksiamfetamin) sejenis amfetamin,
MDMA (3,4-Metilen Dioxy Metamfetamin) sejenis amfetamin dikenal
sebagai ekstasi,
PCP (Phencyclidine) sering di sebut angel dust

EFEK LSD
Tidak bisa tidur
Gemetar
Kenaikan denyut jantung dan tek darah
Mendengar warna melihat suara
7. GANGGUAN TERKAIT INHALAN
Hair spray, bensin, cat semprot, lem

Efek pada otak :
memperlambat/menghentikan aktivitas saraf di sebagian
otak
Frontal (untuk merencanakan sesuatu dan memecahkan
masalah yang kompleks),
otak kecil (mengatur gerak dan koordinasi gerak jadi
lamban dan canggung)

Efek pada jantung : berdenyut lebih cepat
8. GANGGUAN TERKAIT NIKOTIN
Nicotiana tabacum

Diserap melalui paru dan cepat masuk melalui aliran darah
dan mencapai otak dalam 8 detik setelah seseorang
menghisap rokok

Nikotin dapat mencapai aliran darah melalui selaput lender
mulut (jika tembakau dikunyah) atau hidung (jika dihirup)
bahkan melalui kulit.

NIKOTIN

Penyebab kematian:
Bronkitis kronik dan emfisema
Kanker bronkogenik
PPOK dan kanker paru

Efek nikotin:
High dose
Paralisis respiratori
Low dose
Mual, muntah, salivasi, pallor
Nyeri abdomen, kelemahan, diare, nyeri kepala
dan pusing
Peningkatan TD, HR, tremor, keringat dingin
Toksisitas
Sulit konsentrasi, gangguan sensori, gangguan
REM dalam tidur.
BBLR pada kehamilan dan peningkatan insiden
neonatus dengan hipertensi pulmonar persisten

EFEK PUTUS ZAT :
insomnia
Disforik, depressed mood
irritabilitas, frustrasi, cemas
Sulit konsentrasi
Tegang, denyut jantung menurun
Peningkatan nafsu makan


9. GANGGUAN TERKAIT OPIOID
Opium, morfin, heroin (putaw, pete,
hero, petewe), kodein, petidin

CARA PEMAKAIAN HEROIN
dragon atau dregi, ngedreg
cara injeksi (cucauw, kipek,
dengan menggunakan suntikan
yang disebut INSUL, melalui iv
atau im)
cara merokok : bubuk heroin
dicampur dengan rokok atau
tembakau




ONSET
Dosis tunggal :
(IV) 20 menit
subkutan 1 jam,
Efek makin lama makin
berkurang dalam 4-6 jam ->
perasaan kecewa







HEROIN
DRAGON
SUNTIK
PRODUK OPIUM

OPIOID
INTOKSIKASI AKUT
Rasa senang luar biasa
Perasaan mirip orgasme di daerah perut
Keinginan seksual tidak bertambah

INTOKSIKASI LAMA
Timbul disforik
Cemas
Rasa bersalah

OPIOID
PROBLEM FISIK
Miosis pupil
Denyut jantung dan
pernapasan menjadi pelan
Suhu tubuh menurun sedikit
Spasme sfingter-sfingter otot
polos
Abses pada kulit sampai
septikemia
Infeksi karena emboli dpt
sampai stroke
Endokarditis
Hepatitis B, C
HIV AIDS
Injeksi menyebabkan trauma
pada jaringan saraf lokal
PROBLEM
PSIKIATRI
Gejala withdrawal
menyebabkan perilaku agresif
Suicide
Depresi berat -> skizofren
PROBLEM
SOSIAL
Gangguan interaksi di rumah
tangga sampai di masyarakat
Traffic accident
Perilaku kriminal sampai
tindak kekerasan
Gangguan perilaku sampai
antisosial
(mencuri, mengancam,
menodong, membohong,
menipu, sampai membunuh)
GEJALA PUTUS OBAT (OPIOID)
Rhinorrea
Sering menguap
Bulu roma berdiri
Kegelisahan (mulai 12-16
jam sesudah dosis
terakhir, kemudian timbul
rasa nyeri dan tarikan otot
Sakit perut
Muntah


Diare
Hipertensi
Insomnia
Anoreksia
Agitasi
Banyak keringat
Perubahan perilaku


OPIOID
DIAGNOSIS
Bekas suntikan
Cacat yang kebiru-biruan pada vena
Miosis dan mengantuk
Dalam 24 jam setelah pemakaian : opioid dalam urin
dengan tes kimia atau kromatografis

DETOXIKASI
dengan mengurangi dosis secara perlahan atau dengan
substitusi METADON
Bila perlu diberikan NEUROLEPTIKA untuk mengurangi
gejala lepas obat


SAKAU

10. GANGGUAN TERKAIT
HIPNOTIK-SEDATIF
Suntikan : injeksi diazepam

Tablet :
nitrazepam, flunitrazepam, flurazepam, bromazepam, dan
diazepam

Julukan :
benzo, lexo, emji, rohib, R Jerman, nipam ,pil kebo, koplo,
boat, steso, sedatin, happy five (nimetazepam) digunakan
sebagai obat kedua setelah menggunakan ATS.
HIPNOTIK-SEDATIF
PROBLEM FISIK
Penggunaan suntikan dapat
menyebabkan abses infeksi
sistemik, hepatitis, HIV AIDS
Gangguan GIT
Gangguan neurologik
malnutrisi
PROBLEM
PSIKIATRI
Perilaku agresif terutama
dalam keadaan
intoksikasi
Ansietas
Panik
Konvusional state
Withdrawal state :
menimbulkan perilaku
agresif dan violance
PROBLEM
SOSIAL
Mengganggu interaksi
dalam rumah tangga dan
lingkungan masyarakat
Problem marital
Tinggal kelas, dikeluarkan
dari sekolah karena
tingkah laku mengganggu
teman siswa sekelas
Berkelahi
Tindak pidana dan terlibat
hukum
Penggunaan finansial
terganggu (boros dan
tidak menentu)
HIPNOTIK-SEDATIF
GEJALA PUTUS ZAT
Mual
Muntah
Kelemahan umum
Denyut jantung meningkat
Tekanan darah meningkat
Berkeringat
Efek depresif
Gampang marah
Kadang tremor kasar pada tangan,
lidah, kelopak mata
Penguna berat bisa timbul delirium
dalam 1 minggu setelah
penghentian obat atau gangguan
daya ingat
Kejang
KEMATIAN
kecelakaan lalu lintas
infeksi sistemik
depresi berat -> suicide
dehidrasi
malnutrisi


TERIMA KASIH