Anda di halaman 1dari 23

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Amanat UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa
memberi makna bahwa peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
merupakan kunci utama dalam mewujudkan Indonesia yang hebat dan
kompetitif di abad XXI. Para guru sebagai ujung tombak pendidikan harus
mampu mencetak generasi penerus yang unggul, cerdas, kritis, kreatif, dan
inovatif. Universitas Lakidende dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikannya sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga
Kependidikan (LPTK) bertanggungjawab mempersiapkan tenaga pendidik
yang kompeten di Indonesia pada umumnya dan Kabupaten Konawe pada
khususnya. Universitas Lakidende harus menjamin lulusannya berhasil
menjadi tenaga pendidik yang profesional dan kompeten di masyarakat.
Kompetensi guru (tenaga pendidik) meliputi kompetensi pedagogik,
kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional.
Hal ini berarti bahwa seorang guru atau termasuk calon guru dituntut
memiliki sejumlah kompetensi sebagai bekal untuk melaksanakan tugas
secara profesional. Kompetensi profesional merupakan basis proses
pembelajaran, kompetensi personal merupakan basis integritas
kepribadian, dan kompetensi sosial merupakan basis interaksi antar pribadi
dalam kehidupan.
Undang-Undang Guru dan Dosen No. 14 Tahun 2005 seorang guru
wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat
jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan mewujudkan tujuan
2

pendidikan nasional. Pendidikan Calon Guru di FKIP Universitas Lakidende


mengacu pada UU tersebut. Lulusan FKIP diarahkan pada penguasaan
kompetensi sebagai tenaga profesional di bidang pendidikan.
Sebagai wujud komitmen untuk menghasilkan guru yang mempunyai
kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan pribadi, Universitas
Lakidende melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) bagi
mahasiswa kependidikan. Program Pengalaman Lapangan merupakan
salah satu kegiatan kurikuler yang dilaksanakan oleh mahasiswa, yaitu
latihan mengajar secara terbimbing dan terpadu, serta latihan tugas-tugas
keguruan dan kependidikan lain untuk memenuhi persyaratan profesi
kependidikan.
Berdasarkan uraian di atas, Program Pengalaman Lapangan (PPL)
menjadi sangat penting. Program Pengalaman Lapangan (PPL) diharapkan
dapat memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa, terutama dalam
hal pengalaman mengajar, memperluas wawasan, melatih dan
mengembangkan kompetensi yang diperlukan dalam bidangnya,
meningkatkan keterampilan, kemandirian, tanggungjawab, dan
kemampuan dalam memecahkan masalah.
Program Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolah wajib diikuti oleh
setiap mahasiswa FKIP Universitas Lakidende yang telah dinyatakan
berhasil dalam kegiatan pembimbingan di kampus serta memenuhi syarat.
Kegiatan PPL tersebut meliputi: 1) observasi dan orientasi; 2) praktek
mengajar; 3) partisipasi non mengajar; dan 4) ujian akhir praktek mengajar.
3

Dalam pelaksanaannya, Program Pengalaman Lapangan (PPL) di


sekolah, FKIP Universitas Lakidende bekerja sama dengan sekolah-
sekolah mitra yang berada di lingkup Kabupaten Konawe. Selama
mengikuti kegiatan PPL di sekolah, mahasiswa mendapatkan bimbingan
dan arahan dari guru pamong (guru dari sekolah mitra) dan dosen
pembimbing lapangan (dosen FKIP). Satu di antara sekolah mitra yang
menjalin kerja sama tersebut adalah SMA Negeri 1 Unaaha. SMA Negeri 1
Unaaha beralamat di Jln. Bunga Kolosua No. 128 Kel. Ambekairi, Kec.
Unaaha, Kab. Konawe, Sulawesi Tenggara. Pelaksanaan PPL di SMA
Negeri 1 Unaaha, dimulai dari tanggal 8 Februari 2014 sampai tanggal 14
Juni 2014.
Sebagai bahan evaluasi dalam Program Pengalaman Lapangan
(PPL), maka disusunlah laporan akhir ini untuk memaparkan kegiatan-
kegiatan yang dilakukan selama Program Pengalaman Lapangan (PPL) di
SMA Negeri 1 Unaaha.
B. Tujuan Program Pengalaman Lapangan (PPL)
Program pengalaman lapangan ini bertujuan untuk membentuk
mahasiswa praktikan menjadi calon tenaga kependidikan yang profesional,
sesuai dengan prinsip pendidikan berdasarkan kompetensi yang meliputi
kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian,
dan kompetensi sosial.
C. Manfaat
Dengan melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL)
diharapkan dapat memberikan manfaat terhadap semua komponen yang
4

terkait, yaitu mahasiswa (praktikan), sekolah, dan perguruan tinggi yang


bersangkutan.
1. Manfaat bagi praktikan
Praktikan dapat mempraktekkan ilmu yang diperolehnya selama
dibangku kuliah melalui proses pengajaran yang dibimbing oleh
guru pamong di dalam kelas.
Mendewasakan cara berpikir, meningkatkan daya penalaran
mahasiswa dalam melakukan penelaahan, perumusan, dan
pemecahan masalah pendidikan yang ada di sekolah.
Memperdalam pengertian dan penghayatan peserta didik tentang
pelaksanaan pendidikan.
2. Manfaat bagi sekolah
Dapat meningkatkan kualitas pendidik dimana terkadang ada
pembaharuan tentang pengetahuan yang belum diketahui oleh guru.
3. Manfaat bagi Universitas Lakidende
Memperoleh masukan tentang kasus pendidikan yang dipakai
sebagai bahan pertimbangan penelitian
Memperoleh masukan tentang perkembangan pelaksanaan Praktik
Pengalaman Lapangan (PPL), sehingga kurikulum dan metode
yang dipakai dapat disesuaikan dengan tuntutan yang ada di
lapangan.
5

BAB II
KEGIATAN OBSERVASI

Kegiatan observasi bertujuan agar mahasiswa dapat mengenal
lingkungan sekolah sebagai tempat pelaksanaan Program Pengalaman
Lapangan (PPL) sekaligus mengenal lingkungan sekolah yang menjadi
tempat pengabdian diri sebagai calon guru. Dengan kegiatan observasi,
mahasiswa dapat mengenal keadaan/kondisi, gejala, dan masalah yang
turut mempengaruhi proses belajar mengajar secara khusus. Kegiatan
observasi dilaksanakan pada minggu pertama pelaksanaan PPL di Sekolah
Menengah Atas Negeri 1 Unaaha, yang dimulai pada tanggal 10 Februari
2014 sampai tanggal 15 Februari 2014.
Berdasarkan kegiatan observasi yang telah dilaksanakan, diperoleh
hasil sebagai berikut.
A. Lingkungan Sekolah
1. Visi, Misi, dan Tujuan
a. Visi
Visi SMA Negeri 1 Unaaha, yakni:
Ungggul dalam prestasi berdasarkan IMTAQ, Cerdas, Cakap Berbudaya,
dan Terampil dalam mengimplementasikan diri pada era Globalisasi.
b. Misi
Untuk mewujudkan visi tersebut, ditetapkan 8 (delapan) misi SMA
Negeri 1 Unaaha, yaitu:
1) Melaksanakan proses belajar mengajar dan bimbingan secara efektif
dan berkualitas;
2) Mengembangkan inovasi pendidikan;
6

3) Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif kepada seluruh


siswa sehingga mampu bersaing di era globalisasi;
4) Mendorong dan membantu siswa untuk mengenali potensi dirinya,
sehingga dapat menjadi sumber kearifan dalam bertindak;
5) Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut dan
budaya bangsa sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak;
6) Menumbuhkan semangat kedisiplinan bagi seluruh warga siswa;
7) Menunjukkan sistem pendidikan yang transparan, akuntabel,
partisipatif, dan efektif;
8) Mengembangkan dan mengoptimalkan pembinaan kegiatan
ekstrakurikuler.
c. Tujuan Penyelenggaraan Pendidikan
Tujuan penyelenggaraan pendidikan SMA Negeri 1 Unaaha, yakni:
1) Menjelaskan dasar, fungsi, dan tujuan dari pendidikan nasional di
negara Indonesia;
2) Menjelasan prinsip dari penyelenggaraan pendidikan;
3) Menjelaskan beberapa hak dan kewajiban peserta didik dalam dunia
pendidikan;
4) Menjelaskan tentang isi dari undang-undang Guru sebagai penunjang
dari pelaksanaan kegiatan pembelajaran;
5) Menyebutkan serta menjelaskan poin apa saja yang menjadi ruang
lingkup peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan.

7

2. KEADAAN FISIK SEKOLAH


a. Luas Lahan
Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Unaaha berdiri di atas lahan
seluas 2.000 m
2
.
b. Jumlah Bangunan Yang Ada
SMA Negeri 1 Unaaha memiliki bangunan sebanyak 18 unit yang
terdiri atas kantor, ruang guru, laboratorium, perpustakaan, mushalah, dan
ruang kelas.
c. Jenis Bangunan
Jenis bangunan yang berada di SMA Negeri 1 Unaaha adalah
permanen.
d. Jumlah Ruang Kelas
Ruang kelas yang berada di SMA Negeri 1 Unaaha berjumlah 24
ruang kelas yang terdiri atas kelas X berjumlah 8 ruang kelas, kelas XI
berjumlah 8 ruang kelas, dan kelas XII berjumlah 8 ruang kelas.
e. Rata-rata luas ruang kelas
Rata-rata luas ruang kelas di SMA Negeri 1 Unaaha adalah 72 m
2
.
f. Sarana dan Prasarana Olahraga
Sarana dan prasarana olahraga dapat dideskripsikan dengan tabel
sebagai berikut.
Tabel 1
Sarana dan Prasarana Olahraga
SMA Negeri 1 Unaaha
No Jenis Ukuran (m
2
) Bentuk Kualitas
1 Lapangan Bola Basket 26 x 13,80 Permanen Memadai
2 Lapangan Bola Voli 9 x 18 Permanen Memadai
3 Lapangan Tenis Meja Memadai
4 Alat olahraga Memadai
8


g. Fasilitas Sekolah
Berdasarkan hasil pengamatan, fasilitas sekolah SMA Negeri 1
Unaaha dideskripsikan dalam tabel sebagai berikut.
Tabel 2
Fasilitas Sekolah
No Nama Fasilitas Jumlah Bentuk Kualitas
1 Kantor/Ruang Kepala Sekolah 1 Permanen Memadai
2 Ruang Wakil Kepala Sekolah 1 Permanen Memadai
3 Ruang Tata Usaha 1 Permanen Memadai
4 Ruang Guru 1 Permanen Memadai
5 Perpustakaan 1 Permanen Memadai
6 Ruang Bimbingan Konseling (BK) 1 Permanen Memadai
7 Laboratorium
a. IPA 1 Permanen Memadai
b. Komputer 1 Permanen Memadai
c. Seni musik 1 Permanen Memadai
8 Ruang UKS 1 Permanen Memadai
9 Ruang OSIS 1 permanen Memadai
10 Mushallah 1 Permanen Memadai
11 Sanggar seni 1 Permanen Memadai
12 Ruang kelas 24 Permanen Memadai
13 Parkiran 2 Permanen Memadai
14 Toilet guru 2 Permanen Memadai
15 Toilet siswa 9 Permanen Memadai
16 Kantin 7
Tidak
Permanen
Memadai
17 Pos Satpam 1 Permanen Memadai


h. Keadaan lingkungan sekolah
Berdasarkan hasil pengamatan selama PPL di SMA Negeri 1
Unaaha, keadaan lingkungan sekolah sangat baik dan memiliki lokasi yang
9

sangat strategis, karena terletak di tengah lokasi pemukiman penduduk,


sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat.
i. Keadaan Guru, Siswa, dan Staf Tata Usaha
1. Data Guru
SMA Negeri 1 Unaaha memiliki guru tetap dan guru tidak tetap yang
berjumlah 38 orang.
2. Staf Administrasi
Staf Administrasi atau Tata Usaha (TU) di SMA Negeri 1 Unaaha
berjumlah 4 orang.
3. Keadaan Siswa
Jumlah siswa SMA Negeri 1 Unaaha secara keseluruhan adalah 551
siswa, terdiri atas 223 orang laki-laki dan 328 orang perempuan yang
terdistribusi dalam tiga jenjang kelas dengan rata-rata jumlah siswa per
kelas yaitu 32 orang.
j. Tata tertib
1. Tata tertib untuk guru : ada dan terlaksana.
2. Tata tertib untuk TU : ada dan terlaksana.
3. Tata tertib untuk siswa : ada dan terlaksana.
k. Perangkat pembelajaran
1. Kurikulum Setiap Mata Pelajaran : KTSP
2. Silabus Mata Pelajaran : Ada
3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran : Ada
4. Buku Siswa : Ada

10

l. Pengelolaan Administrasi Sekolah/Kelas


Pengelolaan administrasi sekolah pada SMAN Negeri 1 Unaaha
sudah baik.
m. Kesan umum
Setelah melalui pengamatan, dari segi fisik sekolah, lingkungan
sekolah, perangkat pembelajaran, keadaan guru, siswa, dan staf tata
usaha, dan setelah berinteraksi lebih intens dengan seluruh komponen
yang ada dalam lingkup SMA Negeri 1 Unaaha, hal tersebut memberikan
kesan yang sangat baik.
B. Observasi Kegiatan Pembelajaran
Seorang guru akan berhasil di dalam pembelajaran di kelas apabila
memahami situasi dan kondisis kelas. Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah
tidak sepenuhnya menjamin keberhasilan guru khususnya dalam
pengajaran, sehingga perlu mendapat perhatian khusus. Guru memerlukan
kemampuan profesionalitas, pengetahuan, sikap, dan skill yang telah
diperoleh dari program pendidikan keguruan maupun program profesi
training yang perlu dikembangkan melalui pengalaman mengajar di
sekolah.
Tugas dan tanggungjawab guru cukup kompleks. Ia memerlukan
latihan praktek di kelas, namun sebelum melakukan praktek perlu
mengadakan observasi proses pembelajaran di kelas sehingga banyak
aspek yang diamati. Dari proses pelajaran sampai proses kegiatan belajar
mengajar selesai dilakukan.
11

Observasi pembelajaran wajib dilakukan oleh para praktikan


sebelum memulai praktik mengajar di kelas. Praktikan diberi kesempatan
untuk mengamati proses pembelajaran yang sesungguhnya di dalam kelas
dari mulai membuka pelajaran sampa menutup pelajaran. Selain itu,
praktikan juga dapat melihat secara langsung bagaimana kondisi saat
proses pembelajaran berlangsung.
Berikut adalah hasil observasi pembelajaran di kelas yang telah
dilakukan.
Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Unaaha
Kelas : XI IPA 3
Mata Pelajaran : Matematika
Adapun deskripsi hasil pengamatan pembelajaran di kelas adalah
sebagai berikut.
Tabel 3
Hasil Pengamatan Pembelajaran di Kelas
No Aspek yang diamati Deskripsi Hasil Pengamatan
A Perangkat Pembelajaran
1. Kurikulum Tingkat
Satuan Pembelajaran
(KTSP)
KTSP diterapkakan cukup baik
oleh guru.
2. Silabus Dalam penyusunan RPP, guru
berpatokan pada silabus yang
tersedia dan menyesuaikan
dengan kebutuhan siswa dalam
hal materi pembelajaran.
3. Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP)
Guru menggunakan RPP
sebagai panduan terhadap
pelaksanaan proses
pembelajaran di kelas.


B Proses Pembelajaran
1. Membuka Pelajaran Guru memulai pembelajaran
dengan menyapa siswa dan
mengabsen, menyampaikan
12

tujuan belajar, serta


mengingatkan kembali pelajaran
yang lalu.
2. Penyajian Materi Guru menyampaikan materi atau
topik kepada siswa serta
menjelaskan topik tersebut
melalui contohnya. Penyampaian
materi juga tersistematis.
3. Metode Pembelajaran Ekspositori, tanya jawab, diksusi,
tugas individu, dan tugas
kelompok.
4. Penggunaan waktu Efektif dan efisien.
5. Gerak Mencerminkan sikap seorang
pendidik yang sopan dan santun
dalam penyampaian materi.
6. Cara memotivasi siswa Guru memberikan pujian atau
penguatan terhadap siswa yang
mampu menjawab soal maupun
tidak.
7. Teknik bertanya Baik, guru menunjuk beberapa
siswa.
8. Teknik penguasaan
kelas
Guru tidak hanya memperhatikan
siswa yang berada di depan, tapi
yang berada di barisan tengah
dan belakang mendapat
perhatian.
9. Penggunaan media Media hanya berupa papan tulis.
10. Bentuk dan cara
evaluasi
Penugasan.
11. Menutup pelajaran Guru memberikan penguatan,
melakukan refleksi, memberi
tugas rumah, dan menyampaikan
topik selanjutnya.
C Perilaku Siswa
1. Perilaku siswa saat
proses pembelajaran
Sebagian kecil siswa kurang
memperhatikan penjelasan guru.


Kesan Umum
Kegiatan pembelajaran pada SMA Negeri 1 Unaaha khususnya
pelajaran Matematika memberi kesan bahwa pembelajaran Matematika
sudah cukup baik, namun sebagian besar siswa masih kesulitan dalam
pembelajaran Matematika sehingga tidak aktif dalam pembelajaran. Hal
13

tersebut tidak lepas dari pemahaman bahwa Matematika merupakan


pelajaran yang sulit. Oleh karena itu, dalam pembelajarannya diperlukan
pendekatan-pendekatan atau model-model yang lebih mengaktifkan siswa.
C. Kegiatan Ekstra kurikuler Siswa
Observasi mengenai kegiatan Ekstrakurikuler siswa menunjukkan
hubungan yang antusias dan akrab sehingga kegiatan ekstrakurikuler
berlangsung dengan baik dan efektif serta aktivitas siswa dalam kegiatan
tersebut menunjukkan semangat yang tinggi dan sungguh-sungguh.
Adapun kegiatan ekstrakurikuler yang sudah terlaksana sebagai
berikut.
1. Marching Band.
2. Pramuka.
3. Palang Merah (PM).

14

BAB III
KEGIATAN LATIHAN TERBIMBING

A. Kegiatan Pembelajaran Terbimbing
Persiapan kegiatan praktek mengajar diawali dengan pembuatan
perangkat pembelajaran. Pembuatan perangkat pembelajaran ini di
bimbingan guru pamong dan dosen pembimbing.
Sebelum mengajar diperlukan rancangan pengajaran untuk setiap
pertemuan. Semua itu diwujudkan dalam bentuk rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP). RPP merupakan pokok-pokok materi pembelajaran
yang akan disampaikan kepada siswa. Sebelum guru praktikan mengajar,
diwajibkan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang
memuat sistematika mengajar atau garis besar materi pelajaran yang akan
disampaikan, sehingga dapat berjalan sesuai dengan waktu yang tersedia.
Guru praktikan dalam membuat RPP dibimbing oleh guru pamong
dan dosen pembimbing lapangan. Pembimbingan pembuatan perangkat
pembelajaran melalui tahap-tahap, yaitu 1) Praktikan meminta jadwal
mengajar kepada guru pamong; 2) Konsultasi dengan guru pamong tentang
materi bahan ajar; 3) Praktikan membuat RPP; 4) Praktikan
mengkonsultasikan RPP yang telah dibuat dengan guru pamong dan dosen
pembimbing lapangan; 5) Praktikan melakukan revisi jika RPP yang dibuat
tidak sesuai; 6) Praktikan meminta pengesahan dari guru pamong.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dapat dillihat pada lampiran
laporan ini.
15

Kegiatan praktik mengajar dibagi dalam 3 tahap kegiatan, yaitu


praktek terbimbing, praktek mandiri, dan ujian akhir. Selama praktek
terbimbing, mahasiswa mendapatkan pembimbingan dan supervisi dari
guru pamong. Sedangkan praktek mandiri dilakukan oleh mahasiswa
setelah pelaksanaan praktek terbimbing dan dianggap mampu oleh guru
pamong.
Kegiatan praktek mengajar bertujuan untuk menumbuhkan sikap
profesional sebagai guru dan memberi bekal lapangan pada praktikan untuk
mengajar siswa secara langsung. Dalam hal ini, guru pamong memberikan
kesempatan pada praktikan untuk mengajar minimal 8 pertemuan dengan
alokasi waktu 245 atau 345 menit setiap pertemuan.
Sebelum peserta PPL melaksanakan praktek, pamong terlebih
dahulu memberikan bimbingan yang berisi cara atau bentuk mengajar yang
ideal sesuai dengan keadaan siswa. Kemudian pamong memberikan KD
pada tiap-tiap peserta PPL.
Sebelum mengajar, praktikan diharuskan membuat program satuan
pengajaran yaitu sesuai KD dan materi yang diajarkan. Tiap praktikan
memiliki gaya, strategi, dan metode yang berbeda-beda dalam mengajar,
yang berbeda di bawah bimbingan dan arahan guru pamong tentang materi
yang akan diberikan kepada siswa.
Kegiatan praktik mengajar terbimbing yang dilakukan di SMA Negeri
1 Unaaha oleh praktikan adalah sebagai berikut.
1) Praktikan mempersiapkan diri sebelum mengajar;
2) Praktikan didampingi guru pamong selama di kelas;
16

3) Praktikan melaksanakan proses pembelajaran terbimbing di kelas di


mulai dari kegiatan pendahuluan sampai kegiatan penutup sesuai
dengan RPP yang telah disahkan oleh guru pamong.
Pembimbing atau guru pamong memberikan kritikan dan saran yang
menyangkut tentang kegiatan mengajar yang dilakukan oleh praktikan
setelah selesai mengajar. Kritikan dan saran yang telah diberikan dapat
dijadikan untuk menambah wawasan dan pengalaman dalam memberikan
materi pada siswa ataupun mengelola kelas.
Sebagai seorang calon guru yang baru menjalani dalam proses
pembelajaran, praktikan mempunyai banyak kelemahan, kesalahan, dan
hal-hal lain yang kurang sempurna. Oleh karena itu, bimbingan dari guru
pamong sangat diperlukan. Di dalam kegiatan PPL ini, guru pamong
memberikan tanggapan, saran, dan kritikan kepada praktikan dalam
melaksanakan kegiatan untuk menjadi seorang guru yang baik.
B. Kegiatan Non Mengajar Terbimbing
Kegiatan non mengajar dilaksanakan oleh mahasiswa Program
Pengalaman Lapangan di sekolah baik secara individu maupun kelompok
yang kemudian dibantu oleh para guru baik dalam penyedian bahan-bahan
non mengajar maupun penyediaan tempat untuk pelaksanaan program non
mengajar tersebut. Kegiatan non mengajar yang dilaksanakan oleh
mahasiswa praktikan adalah sebagai berikut.
1. Acara penyambutan mahasiswa PPL di sekolah Tahun Ajaran
2013/2014 di SMA Negeri 1 Unaaha oleh kepala sekolah bersama
dengan dewan guru;
17

2. Melakukan observasi mengenai kondisi sekolah dan proses


pembelajaran di kelas;
3. Mengikuti upacara bendera pada hari senin bersama dengan dewan
guru lainnya;
4. Ikut serta dalam program jumat bersih;
5. Membuat papan nama pohon dan Slogan Anti Narkoba;
6. Ikut serta dalam pawai taruf kegiatan MTQ tingkat kabupaten;
7. Ikut serta dalam pengawasan Ujian Semester, TRY OUT Ujian
Nasional, Ujian Sekolah, dan Ujian Nasional;
8. Membantu sekolah dalam mensosialisasikan budaya hidup bersih dan
pembinaan kesiswaan khususnya IMTAK dan IPTEK;
9. Ikut berpartisipasi dalam acara perpisahan alumni kelas XII tahun 2014;
10. Mengadakan acara perpisahan mahasiswa PPL di sekolah pada
tanggal 15 Juni 2014 di SMA Negeri 1 Unaaha.




18

BAB IV
KEGIATAN LATIHAN MANDIRI

A. Kegiatan Pembelajaran Mandiri
Pada tahap ini mahasiswa sebagai calon guru dapat
mengintegrasikan berbagai kemampuannya secara utuh dalam situasi
nyata di sekolah dengan bimbingan guru pamong. Mahasiswa peserta PPL,
diberi kesempatan secara mandiri dan diberi kepercayaan penuh untuk
mengajar sampai pada tahap evaluasi siswa, baik evaluasi hasil maupun
evaluasi proses mengajar. Peran dosen pembimbing dan guru pamong
semakin berkurang, hanya dalam waktu-waktu tertentu diadakan konsultasi
untuk menerapkan model pembelajaran yang akan diterapkan dan
mendiskusikan hal-hal yang perlu dapat bimbingan menurut pengamatan
masing-masing mahasiswa praktikan.
1. Faktor Pendukung
a. Guru pamong masih memberikan bimbingan yang intensif dalam
pelaksanaan kegiatan pembelajaran;
b. Adanya keterbukaan dari guru pamong yang menjadikan mahasiswa
praktikan sebagai mitra kerja dalam proses pembelajaran.
2. Faktor Penghambat
Dalam bimbingan praktik di sekolah, faktor penghambat yang dialami
oleh mahasiswa praktikan sebagai berikut.
a. Hampir semua siswa masih kurang memahami pelajaran yang akan
diaplikasikan sehingga guru harus memberikan informasi tentang
konsep yang lebih mendasar dalam penyajian meteri.
19

b. Mahasiswa praktikan masih terkendala dalam segi alokasi waktu


pembelajaran, sehingga menyebabkan kurang tercapainya tujuan
pembelajaran oleh guru dan tujuan pendidikan oleh siswa.
B. Kegiatan Non Mengajar Mandiri
Kegiatan partisipasi non mengajar atau lebih dikenal dengan istilah
non teaching merupakan tugas-tugas keguruan di luar tugas mengajar di
kelas untuk meningkatkan kreativitas siswa dan menunjang keberhasilan
sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan.
Secara umum, tugas keguruan di luar tugas mengajar bagi guru di
sekolah ini sudah cukup baik. Sebagai pendidik putra-putri terbaik bangsa
ini, guru memberikan banyak bimbingan yang menitik beratkan pada
pembinaan dan pengembangan minat dan bakat yang dimiliki oleh siswa
melalui kegiatan ko-kurikuler seperti mengikuti lomba karya inovasi remaja,
lomba keterampilan, lomba cepat-tepat, hingga kompetisi di bidang
olahraga. Perlu diketahui bahwa SMA Negeri 1 Unaaha merupakan sekolah
yang memiliki prestasi dalam berbagai kegiatan ekstra diluar sekolah,
seperti lomba olimpiade sains, lomba dibidang bahasa seperti pidato dan
bercerita, lomba di bidang keagamaan, dan masih banyak lagi. Kegiatan
non mengajar yang dilaksanakan oleh mahasiswa praktikan adalah sebagai
berikut.
1. Acara penyambutan mahasiswa PPL di sekolah Tahun Ajaran
2013/2014 di SMA Negeri 1 Unaaha oleh kepala sekolah bersama
dengan dewan guru;
20

2. Melakukan observasi mengenai kondisi sekolah dan proses


pembelajaran di kelas;
3. Mengikuti upacara bendera pada hari senin bersama dengan dewan
guru lainnya;
4. Ikut serta dalam program jumat bersih;
5. Membuat papan nama pohon dan Slogan Anti Narkoba;
6. Ikut serta dalam pawai taruf kegiatan MTQ tingkat kabupaten;
7. Ikut serta dalam pengawasan Ujian Semester, TRY OUT Ujian
Nasional, Ujian Sekolah, dan Ujian Nasional;
8. Membantu sekolah dalam mensosialisasikan budaya hidup bersih dan
pembinaan kesiswaan khususnya IMTAK dan IPTEK;
9. Ikut berpartisipasi dalam acara perpisahan alumni kelas XII tahun 2014;
10. Mengadakan acara perpisahan mahasiswa PPL di sekolah pada
tanggal 15 Juni 2014 di SMA Negeri 1 Unaaha.

21

BAB V
PENUTUP

Selama empat bulan penulis menjadi keluarga besar SMA Negeri 1
Unaaha, banyak pengalaman yang kami dapat yang tidak bisa kami
dapatkan di bangku perkuliahan. Teori yang kami dapat telah kami imbangi
dengan PPL yang sesungguhnya SMA Negeri 1 Unaaha yang merupakan
sekolah yang ditunjuk dalam rangka kerja sama PPL bagi praktikan FKIP
Universitas Lakidende.
A. Kesimpulan
Kegiatan PPL ini merupakan rangkaian dari mata kuliah yang berupa
praktek lapangan wajib ditempuh oleh mahasiswa FKIP Universitas
Lakidende. Selama mengikuti kegiatan PPL di SMA Negeri 1 Unaaha,
praktikan mendapatkan gambaran tentang sekolah diantaranya dapat
dirumuskan sebagai berikut.
1. Kuliah Praktik Pengalaman Lapangan di sekolah bagi mahasiswa
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lakidende
merupakan sarana untuk mempersiapkan diri secara fungsional dan
mandiri dalam menggeluti dunia pendidikan sehingga Program
Pengalaman Lapangan di sekolah sebagai persiapan pendahuluan
untuk menghasilkan tenaga-tenaga pengajar yang fungsional.
2. Kegiatan pembimbingan di kampus kepada mahasiswa peserta Kuliah
Program Pengalaman Lapangan di sekolah sebagai calon guru dibekali
berbagai pengetahuan terutama perangkat pembelajaran yang akan
22

diterapkan di sekolah yang sesuai dengan kurikulum yaitu Kurikulum


Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
3. Dewan guru beserta Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) dan siswa-
siswa SMA Negeri 1 Unaaha memiliki kedisiplinan yang tinggi sehingga
kegiatan pembelajaran berjalan lancar tanpa hambatan meskipun
masih ada beberapa siswa yang lambat menerima pelajaran yang pada
akhirnya juga dapat diatasi dengan baik. SMA Negeri 1 Unaaha
memiliki OSIS yang sangat berperan aktif dalam sekolah sehingga
kedisiplinan siswa sangat terkontrol dan hubungan siswa dengan guru
sangat akrab dengan adanya buku pengawasan setiap siswa.
4. SMA Negeri 1 Unaaha dari sarana prasarana sudah memenuhi
persyaratan sebagai lembaga pendidikan yang dapat diandalkan
kemampuannya, dan tidak diragukan dalam penyampaian prestasinya.
5. Pelaksanaan pembelajaran telah sesuai dengan kurikulum.
6. Kegiatan administrasi sekolah berjalan dengan lancar sehingga
membantu kelancaran proses belajar mengajar.
7. Kegiatan ekstrakurikuler yang betul-betul mampu mengembangkan
bakat dan keahlian siswa SMA Negeri 1 Unaaha.
B. Saran
Dengan melihat dan memperhatikan semua fenomena yang ada
saat melaksanakan kegiatan PPL di SMA Negeri 1 Unaaha ada beberapa
saran yang berkaitan dengan kegiatan tersebut antara lain sebagai berikut.


23

1. Kepada DPL (Dosen Pembimbing Lapangan)


a. Agar lebih sering mengadakan koordinasi dengan sekolah dan
mahasiswa PPL;
b. Sebelum melaksanakan kegiatan PPL agar lebih banyak
memberikan gambaran atas kejadian atau semua yang berkaitan
dengan kegiatan PPL;
c. Lebih sering memberikan bimbingan kepada mahasiswa, terutama
yang jarang mengikuti kegiatan PPL.
2. Kepada Mahasiswa PPL
a. Lebih sering masuk agar dapat mengadakan koordinasi terhadap
sesama praktikan. ;
b. Jangan terlalu menedepankan ego pribadi demi kelancaran kegiatan
dan tercapainya tujuan bersama;
c. Lebih bertanggung jawab dalam mengemban amanah.