Anda di halaman 1dari 14

EFEK SAMPING OBAT ANTI PSIKOTIK ATIPIKAL

I. Pendahuluan
Antipsikotik merupakan pengobatan yang terbaik untuk penyakit
skizofrenia dan penyakit psikotik lainnya. Antipsikotik digunakan secara klinis
pada tahun 1950an, ketika Chlorpromazine(C!", turunan dari phenotiazine, telah
disintetis di erancis. #alaupun dikembangkan sebagai potensial antihistamin,
chlorpromazine memiliki antipsikotik pada pemakaian klinis. C! digunakan
sebagai model dalam pengembangan antipsikotik , tapi semua generasi pertama
(kecuali clozapine" mempunyai efek yang menyebabkan ge$ala ekstrapiramidal
berdasarkan atas properti utama, antagonis kuat dari reseptor dopamine %&.
'ebagai tambahan properti antipsikotik, obat(obat ini memiliki fungsi lain,
berdasarkan kemampuan memblok reseptor %opamin %& (seperti antiemetic dan
mengurangi beberapa kelainan gerak yang ditandai dengan adanya gerakan yang
berlebih". Antipsikotik antagonis %& disebut dengan tipikal, (untuk memisahkan
dengan clozapine dan obat(obat atipikal baru" yang mengurangi ge$ala
ekstrapiramidal.
1
)bat(obat antipsikosis telah digunakan secara klinis selama *0 tahun.
Resepine dan chlorpromazine kadangkala masih digunakan untuk terapi psikosis.
)bat(obat perintis ini telah banyak digantikan oleh obat(obat baru.
1
Antispikotik atipikal terbaru, seperti klozapin, risperidon, olanzapin, dan
ziprasidon, mempunyai efek klinis yang lebih besar daripada antipsikotik kelas
lain dengan efek samping ekstrapiramidal akut yang minimal.
&
II. Obat Anti Psikotik Atipikal
2.. !e"inisi
Antipsikotik Atipikal (AA", yang $uga dikenal sebagai antipsikotik generasi
kedua, adalah kelompok obat penenang antipsikotik digunakan untuk mengobati
kondisi $i+a. ,eberapa antipsikotik atipikal yang disetu$ui -ood and %rug
1
Administration (-%A" untuk digunakan dalam pengobatan skizofrenia. ,eberapa
disetu$ui -ood and %rug Administration (-%A" untuk indikasi mania akut, depresi
bipolar, agitasi psikotik, dan indikasi lainnya. .edua generasi obat cenderung
untuk memblokir reseptor dalam $alur dopamin otak, tetapi antipsikotik atipikal
berbeda dari antipsikotik tipikal karena cenderung tidak menyebabkan gangguan
ekstrapiramidal pada pasien, yang meliputi penyakit gerakan parkinsonisme,
kekakuan tubuh dan tremor tak terkontrol. /erakan(gerakan tubuh yang abnormal
bisa men$adi permanen bahkan setelah antipsikotik dihentikan.
0
2.2 Mekanis#e Ke$%a Antipsikotik Atipikal
1ekanisme ker$a dari antipsikotik atipikal sangat berbeda tiap obatnya.
Antipsikotik mengikat reseptor secara ber2ariasi, sehingga antipsikotik hanya
memiliki kesamaan efek anti(psikotik, efek sampingnya sangat ber2ariasi. 3idak
$elas mekanisme di belakang aksi antipsikotik atipikal. 'emua antipsikotik beker$a
pada sistem dopamin tapi semua ber2ariasi dalam hal afinitas ke reseptor
dopamin.
1
Ada 5 $enis reseptor dopamin pada manusia. .elompok 4%1(like4 contohnya
tipe 1 dan 5, mirip dalam struktur dan sensiti2itas obat.

.elompok 4%&(like4
termasuk reseptor dopamin &, 0 dan * dan memiliki struktur yang sangat serupa
tetapi sensiti2itas sangat berbeda. reseptor 4%1(like4 telah ditemukan bah+a tidak
secara klinis rele2an dalam tindakan terapeutik.
1
5ika reseptor %1 merupakan komponen penting dari mekanisme AA,
memblokir reseptor %1 hanya akan meningkatkan ge$ala psikiatri yang tampak.
5ika reseptor %1 mengikat komponen penting dari antipsikotik, reseptor %1 perlu
ada dalam pemeliharaan dosis. 6ni tidak terlihat. %(1 tidak ada atau mungkin ada
dalam $umlah rendah atau dapat diabaikan, bahkan tidak mempertahankan
penghapusan ge$ala yang terlihat.
1
.elompok reseptor dopamin 4%&(like4 diklasifikasikan berdasarkan
strukturnya, bukan berdasarkan sensiti2itas obat. 3elah ditun$ukkan bah+a
blokade reseptor %& diperlukan untuk tindakan. 'emua antipsikotik mengeblok
reseptor %& sampai taraf tertentu, tetapi afinitas antipsikotik ber2ariasi antar obat.
Afinitas yang ber2ariasi menyebabkan perubahan pada efekti2itas.
1
2
'atu teori bagaimana antipsikotik atipikal beker$a adalah teori 4cepat(off4.
AA memiliki afinitas rendah untuk reseptor %& dan hanya mengikat pada
reseptor secara longgar dan cepat dilepaskan. AA secara cepat mengikat dan
memisahkan dirinya pada reseptor %& untuk memungkinkan transmisi dopamin
normal. 1ekanisme pengikat sementara ini membuat tingkat prolaktin normal,
kognisi tidak terpengaruh, dan menyingkirkan 7'.
1
%ari sudut pandang historis telah ada penelitian terhadap peran serotonin dan
pengobatan dengan menggunakan antipsikotik. engalaman dengan 8'%
menun$ukkan bah+a blokade reseptor 5(93&A mungkin merupakan cara yang
men$an$ikan untuk mengobati skizofrenia.'atu masalah dengan hal ini adalah
kenyataan bah+a ge$ala psikotik yang disebabkan oleh agonis reseptor 5(93&
berbeda secara substansial dari ge$ala(ge$ala psikosis skizofrenia. 'alah satu
faktor yang men$an$ikan ini adalah tempat reseptor 5(93&A terletak di otak.
1ereka terlokalisasi pada sel(sel hipokampus dan korteks piramidal dan memiliki
kepadatan yang tinggi di lapisan neokorteks lima, tempat masukan dari berbagai
daerah otak kortikal dan subkortikal terintegrasi.
1
emblokiran reseptor area ini menarik mengingat daerah(daerah di otak yang
menarik dalam pengembangan skizofrenia.,ukti menun$ukkan fakta bah+a
serotonin tidak cukup untuk menghasilkan efek antipsikotik tetapi akti2itas
serotonergik dalam kombinasinya dengan blokade reseptor %& mungkin untuk
menghasilkan efek antipsikotik. 3erlepas dari neurotransmiter, AA memiliki
efek pada obat(obatan antipsikotik muncul untuk beker$a dengan menginduksi
restrukturisasi $aringan saraf. 1ereka mampu mendorong perubahan(perubahan
struktur.
1
2.&. 'enis('enis Obat Atipikal dan E"ek Sa#pin)
*LO+APINE
1erupakan )bat antipsikotik atipikal yang efektif yang lebih $arang
disertai dengan efek samping mirip parkinsonisme dibandingkan antipsikotik
kon2ensional, yang berker$a terutama dengan akti2itas antagonisnya pada reseptor
dopamine tipe & (%
&
". %isamping itu, clozapine mungkin lebih efektif dalam terapi
ge$ala negatif skizofrenia dibandingkan antipsikotik kon2ensional dan dalam
3
terapi pasien skizofrenik yang tidak berespons terhadap obat antipsikotik
kon2ensional.
*
Clozapine efektif untuk menggontrol ge$ala(ge$ala psikosis dan skizofrenia
baik yang positif (iritabilitias" maupun yang negatif (social disinterest dan
incompetence, personal neatness". 7fek yang bermanfaat terlihat dalam +aktu &
minggu, diikuti perbaikan secara bertahap pada minggu(minggu berikutnya. )bat
ini berguna untuk pasien yang refrakter dan terganggu berat selam pengobatan.
'elain itu, karena resiko efek samping 7' yang sangat rendah, obat ini cocok
untuk pasien yang menun$ukkan ge$ala 7' yang berat bila diberikan antipsikosis
yang lain. :amun, karena clozapin memiliki efek resiko agranulositosis yang
lebih tinggi dibandingkan antipsikosis yag lain, maka pengunaannya di batasi
hanya pada pasien yang resisten atau tidak dapat mentoleransi antipsikosis lain.
asien yang diberi clozapine perlu di pantau sel darah putihnya setiap minggu.
*,5
'ecara farmakokinetik, clozapine di absorpsi dari saluran gastro(intestinal
(/6", dan kadar puncak dalam plasma dicapai dalam satu sampai empat $am (rata(
rata. %ua $am". )bat dimetabolisme secara lengkap, dengan +aktu paruh antara 10
dan 1; $am (rata(rata 1& $am"< kadar stabil biasanya dicapai dalam tiga sampai
empat hari $ika digunakan dosis dua kali sehari. %ua metabolit utama memiliki
akti2itas farmakologis yang minimal dan memiliki +aktu paruh yang lebih pendek
dibandingkan senya+a asal. 1etabolik diekskresi dalam urin dan feses.
*
%istribusi dari clozapine dibandingkan obat antipsikotik lainnya lebih
rendah. =munya afinitas dari clozapine rendah pada reseptor %
&
dan tinggi pada
reseptor 593
&A
sehingga cenderung rendah untuk menyebabkan ter$adinya efek
samping 7'. ada reseptor %
*
afinitasnya lebig tinggi 10 kali lipat dibandingkan
antipsikotik lainnya, dimana reseptor %
*
terdapat pada daerah korteks dan sedikit
pada daerah srtiatal. 9al ini lah yang membedakan clozapine dengan A/ 6.
*
Indikasi,
*
( 'ebagai terapi untuk skizofrenia resisten terapi.
4
( =ntuk penderita tardive dyskinesia parah atau kepekaan khusus terhadap
kepekaan khusus terhadap efek ekstrapiramidalis dari obat antipsikotik
standar.
( 1enekan gerakan abnormal pada tardive dyskinesia
( asien dengan penyakit parkinson
!osis ,
5,;
( 9ari 1 > 1 ? & @ 1&,5 mg.
( ,erikutnya ditingkatkan &5 ? 50 mg A hari sp 000 ? *50 mg A hari dengan
pemberian terbagi.
( %osis maksimal ;00 mg A hari.
( 'ediaan yang ada di pasaran tablet &5 mg dan 100 mg
E"ek sa#pin) ,
*,B
( granulositopeni, agranulositosis, trombositopeni, eosinofilia, leukositosis,
leukemia.
( :gantuk, lesu, lemah, tidur, sakit kepala, bingung, gelisah, agitasi,
delirium.
( 1ulut kering atau hipersali2asi, penglihata kabur, takikardi, postural
hipotensi, hipertensi.
( %sb.
Kont$a indikasi ,
*,;
( Ada ri+ayat toksikAhipersensitif.
( /angguan fungsi 'umsum tulang.
( 7pilepsi yang tidak terkontrol.
( sikosis alkoholik dan psikosis toksik lainnya.
( 6ntoksikasi obat.
( .oma.
( .ollaps sirkulasi.
( %epresi ''.
( /anguan $antung dan gin$al berat.
( /angguan li2er.
5
-ISPE-I!ONE
Cisperidone merupakan obat antipsikotik atipikal yang kedua diterima
oleh -%A (Food and Drug Administration" sebagai antipsikotik setelah clozapine.
Cumus kimianya adalah benziso@azole deri2ati2e. Absorpsi risperidone di usus
tidak di pengaruhi oleh makanan dan efek terapeutik nya ter$adi dalam dosis
rendah, pada dosis tinggi dapat ter$adi 7'. emakaian risperidone yang teratur
dapat mencegah ter$adinya kekambuhan dan menurunkan $umlah dan lama
pera+atan sehingga baik digunakan dalam dosis pemeliharaan. emakaian
riperidone masih diizinkan dalam dosis sedang, setelah pemberian A/ 6 dengan
dosis yang kecil dihentikan, misalnya pada pasien usia lan$ut dengan psikosis,
agitasi, gangguan perilaku yang di hubungkan dengan demensia.
;
Cisperidone dapat memperbaiki skizofrenia yang gagal di terapi dengan
A/ 6 tetapi hasil pengobatannya tidak sebaik clozapine. )bat ini $uga dapat
memperbaiki fungsi kognitif tidak hanya pada skizofrenia tetapi $uga pada
penderita demensia misalnya demensia Alzheimer.
;
1etabolisme risperidone sebagian besar ter$adi di hati oleh enzim CD
&%; men$adi 9(hydroxyrisperidone dan sebagian kecil oleh enzim CD 0A*.
Hydroxyrisperiodne mempunyai potensi afinitas terhadap reseptor dopamin yang
setara dengan risperidone. 7ksresi terutama melalui urin. 1etabolisme risperiodne
dihambat oleh antidepresan fluo@etine dan paro@etine, karena antidepresan ini
menghambat ker$a dari enzim CD &%; dan CD 0A* sehingga pada pemberian
bersama antidepresan ini, maka dosis risperidone harus dikurangi untuk
meminimalkan timbulnya efek samping dan toksik. 1etabolisme obat ini
dipercepat bila diberikan bersamaan carbamazepin, karena menginduksi CD 0A*
sehingga perlu peningkatan dosis risperidone pada pemberiaan bersama
carbamazepin disebabkan konsentrasi risperidone di dalam plasma rendah.
;,B
Indikasi ,
;,B
( 'kizofrenia akut dan kronik dengan ge$ala positif dan negatif.
( /e$ala afektif pada skizofrenia (skizoafektif".
!osis ,
5,;,B
6
( 9ari 1 > 1 mg, hari & > &mg, hari 0 > 0 mg.
( %osis optimal ( * mg A hari dengan & @ pemberian.
( ada orang tua, gangguan li2er atau gin$al dimulai dengan 0,5 mg,
ditingkatkan sp 1 ? & mg dengan & @ pemberian.
( =munya perbaikan mulai terlihat dalam E minggu dari pengobatan a+al,
$ika belum terlihat respon perlu penilaian ulang.
( .adar puncak plasma dicapai dalam +aktu 1(& $am setelah pemberian oral.
E"ek sa#pin),
;,B
( 7'
( eningkatan prolaktin (ditandai dengan gangguan menstruasi, galaktorea,
disfungsi seksual"
( 'indroma neuroleptik malignan
( eningkatan berat badan
( 'edasi
( using
( .onstipasi
( 3akikardi
OLAN+APINE
1erupakan deri2at dari clozapine dan dikelompokkan dalam golongan
3hienobenzodiazepine. Absorpsi tidak dipengaruhi oleh makanan. lasma puncak
olanzapine dicapai dalam +aktu 5(; $am setalah pemberian oral, sedangkan pada
pemberian intramuskular dapat dicapai setelah 15(*5 menit dengn +aktu paruh 00
$am (antara &1(5* $am" sehingga pemberian cukup 1 kali sehari.
B
)lanzapine merupaka antagonis monoaminergik selektif yang mempunyai
afinitas yang kuat terhadap reseptor dopamin (%
1(
%
*
", serotonin (593
&AA&c
",
9istamin (9
1
" dan F
1
adrenergik. Afinitas sedang dengan reseptor kolinergik
muskarinik (1
1(5
" dan serotonin (593
0
". ,erikatan lemah dengan reseptor
/A,A
A
, benzodiazepin dan G(adrenergik. 1etabolisme olanzapine di sitokrom
*50 CD 1A& dan &%;. 1etabolisme akan meningkat pada penderita yang
merokok dan menurun bila diberikan bersama dengan antidepresan flu2o@amine
7
atau antibiotik ciproflo@acin. Afinitas lemah pada sitokrom *50 hati sehingga
pengaruhnya terhadap metabolisme obat lain rendah dan pengaruh obat lain
minimal terhadap konsentrasi olanzapine.
B
7liminasi +aktu paruh dari olanzapine meman$ang pada penderita usia
lan$ut. Cleareance 00H lebih rendah pada +anita dibanding pria, hal ini
menyebabkan ter$adinya perbedaan efekti2itas dan efek samping anatar +anita
dan pria. 'ehingga perlu modifikasi dosis yang lebih rendah pada +anita.
Cleareance olanzapine meningkat sekitar *0H pada perokok dibandingkan yang
tidak merokok, sehingga perlu penyesuaian dosis yang lebih tinggi pada penderita
yang merokok.
;
Indikasi ,
;,B
( 'izofrenia atau psikosis lain dengan ge$ala positi2e dan negatif.
( 7pisode manik moderat dan se2ere.
( encegahan kekambuhan gangguan bipoler.
!osis ,
5,;,B
( =ntuk skizofrenia mulai dengan dosis 10 mg 1 @ sehari.
( =ntuk episode manik mulai dengan dosis 15 mg 1 @ sehari.
( =ntuk pecegahan kekambuhan gangguan bipolar 10 mg A hari.
E"ek sa#pin),
B
( enigkatan berat badan
( 'omnolen
( 9ipotensi ortostatik berkaitan dengan blokade reseptor F
1
( 7' dan ke$ang rendah
( 6nsiden tardive dyskinesia rendah
./ETIAPINE
'truktur kimia yang mirip dengan clozapine, masuk dalam kelompok
dibenzothiazepine deri2ates. Absorpsinya berlangsung cepat setelah pemberian
oral, konsentrasi plasma puncak dicapai dalam +aktu 1,5 $am setelah pemberian.
8
1etabolisme ter$adi di hati, pada $alur sulfo@idation dan oksidasi men$adi
metabolit tidak aktif dan +aktu paruhnya ; $am.
;
Iuetiapine merupaka antagonis reseptor serotonin (593
1A
dan 593
&A
",
reseptor dopamin (%
1
dan %
&
", reseptor histamin (9
1
", reseptor adrenergik F
1
dan
F
&.
Afinitasnya lemah pada reseptor muskarinik (1
1
" dan reseptor benzodiazepin.
Cleareance Juetiapine menurun *0H pada penderita usia lan$ut, sehinga perlu
penyesuaian dosis yang lebih rendah dan menurun 00H pada penderita yang
mengalami gangguan fungsi hati. Cleareance Juetiapine meningkat apabila
pemberiannya dilakukan bersamaan dengan antiepileptik fenitoin, barbiturat,
carbamazepin dan anti$amur ketokonazole.
;
Iuetiapine dapat memperbaiki ge$ala positif, negatif, kognitif dan mood.
%apat $uga memperbaiki pasien yang resisten dengan antipsikotik generasi
pertama tetapi hasilnya tidak sebaik apabila di terapi dengan clozapine. emberian
pada pasien pertama kali mendapat Juetiapine perlu dilakukan titrasi dosis untuk
mencegah ter$adinya sinkope dan hipotensi postural. %imulai dengan dosis 50 mg
per hari selama * hari, kemudian dinaikkan men$adi 100 mg selama * ahri,
kemudian dinaikkan lagi men$adi 000 mg. 'ete<ah itu dicari dosis efektif antara
000(*50 mgAhari. 7fek samping obat ini yang sering adalah somnolen, hipotensi
postural, pusing, peningkatan berat badan, takikardi, dan hipertensi.
;
Indikasi ,
B
( =ntuk skizofrenia dengan ge$ala positif maupun negati2e.
( 1eningkatkan kemampuan kognitif pasien skizofrenia seperti perhatian,
kemampuan berpikir, berbicara dan kemampuan mengingat membaik
( =ntuk gangguan depresi dan mania
!osis,
5
( 50 ? *00mgAh
E"ek Sa#pin),
( 'akit kepala
( 'omnolen
( Dizziness
9
( eningkatan berat badan
( /angguan metabolic
( 9iperprolaktinemia
( 7fek samping ekstra piramidalnya minimal
+IP-ASI!ON
Antipsikotik atipikal dengan struktur kimia yang baru, obat ini belum
tersedia di 6ndonesia. !iprasidone merupakan antipsikotik dengan efek antagonsis
antara reseptor 593
&A
dan %
&
. ,erinteraksi $uga denga reseptor 593
&C
, 593
1%
dan
593
1A
, afinitasnya pada reseptor ini sama atau lebih besar dari afinitas pada
reseptor %
&
. Afinitas sedang pada reseptor histamin dan F
1.
!iprasidone tidak
beker$a pada muskarinik (1
1
".
B
!iprasidone $uga antipsikotik yang mempunyai mekanisme ker$a yang
unik karena menghambat pengambilan kembali (reuptake" neurotransmiter
serotonin dan norepineprine di sinaps. )bat ini efektif digunakan untuk ge$ala
negatif dan penderita yang refrakter dengan antipsikotik. )bat ini aman diberikan
pada penderita usia lan$ut.
;
Absorpsi ziprasidone akan meningkat dengan adanya makan, tetapi tidak
dipangruhi oleh usia, $enis kelamin, gangguan fungsi hati atau gin$al. .onsentrasi
plasma puncak dicapai dalam +aktu &(; $am setelah pemberian oral denga +aktu
paruh obat rata(rata 5(10 $am, sehingga pemberiannya & kali sehari. 1etabolsime
ziprasidone melalui hati, sebagian besar pada isoenzim CD 0A* dan sebagian
kecil di CD 1A&. 1ekanisme ker$a farmakologik diperkirakan pro(serotonergik
dan pro(noradregenik sehingga di prediksi dapat beker$a sebagai antidepresan dan
ansiolitik. 7fikasi dari ziprasidone ter$adi pada dosis E0(1;0 mgAhari, untuk
pengobatan terhadap ge$ala positif, negatif, dan depresif pada pasien skizofrenia.
B
%osis intial yang aman diberikan tanpa dosis titrasi adalah sebesar *0 mg
perhari. emberiannya akan semakin efektif bila bersamaan dengan makanan.
%osis pemeliharaan berkisar antara *0(;0 mg per hari.
;
3er$adinya efek samping 7' rendah dan tidak ter$adi peningkatan kadar
prolaktin. 7fek samping yang di$umpai selama u$i klinis adalah somnolen (1*H",
10
peningkatan berat badan (10H", gangguan pernafasan (EH", 7' (5H", dan
bercak(bercak merah di kulit (*H". eningkatan berat badan sangat kecil atau
dapat dikatan tidak ada, karena beker$a sangat lemah pada reseptor A9
1
+alaupun
beker$a $uga sebagai antagonis pada reseptor 593
&c
. !iprasidone tidak
menyebabkan gangguan $antung.
;
Indikasi,
0
( 1engatasi keadaan akut (agitas" dari skizofrenia
( /angguan skizoafektif
( 3erapi pemeliharaan pada skizofrenia skizoafektif kronik, serta gangguan
bipolar
!osis,
0
( tablet &0mg
( ampul 10mg
E"ek Sa#pin),
B
adanya gangguan kardio2askular yakni perpan$angan inter2al I3 yang lebih
besar dibandingkan antipsikosis lainnya.
A-IPIP-A+OLE
1erupakan antipsikotik generasi baru, yang bersifat partial agonis pada
reseptor %
&
dan reseptor serptonin 593
1A
serta antagonis pada reseptor serotonin
593
&A
. Aripiprazole beker$a sebagai dopamin sistem stabilizer artinya
menghasilkan signal transmisi dopamin yang sama pada keadaan hiper atau hipo(
dopaminergik karena pada keadaan hiperdopaminergik aripiprazole afinitasnya
lebih kuat dari dopamin akan mengeser secara kompetitif neurotransmiter
dopamin dan berikatan dengan reseptor dopamin. ada keadaan
hipodopaminergik maka aripiprazole dapat menggantikan peran neurotransmiter
dopamin dan akan berikatan dengan reseptro dopamin.
;
Aripiprazole di metabolisme di hati melaui isoenzim *50 pada CD &%;
dan CD 0A*, men$adi dehydro(aripiprazole. Afinitas dari hasil metabolisme ini
mirip dengan aripiprazole pada reseptor %
&
dan berada di plasma sebesar *0H dari
11
keseluruhan aripiprazole. #aktu paruh berkisar antara B5(9* $am sehingga
pemberian cukup 1 kali sehari. Absorpsi aripiprazole mencapai konsentrasi
plasma ouncak dalam +aktu 0(5 $am setelah pemberian oral. Aripiprazole
sebaiknya diberikan sesudah makan, terutama pada pasien yang mempunyai
keluhan dispepsia, mual dan muntah.
;
Indikasi ,
;

( 'kizofrenia.
!osis ,
5
( 10 atau 15 mg 1 @ sehari.
E"ek sa#pin) ,
;
( 'akit kepala.
( 1ual, muntah.
( .onstipasi.
( Ansietas, insomnia, somnolens.
( Akhatisia.
2.1. Penatalaksaan E"ek Sa#pin) Obat Antipsikotik Atipikal
.emungkinan strategi untuk penatalaksanaan efek samping dari obat antipsikotik
atipikal >
&
K emantauan rutin berat badan, glukosa darah dan kadar lipid pasien, yang
cenderung kelebihan berat badan dan obesitas saat baru terapi dimulai
K 1enghindari obat yang sering menyebabkan kenaikan berat badan LBH dari
berat a+al pada pasien cenderung
K .onseling pasien untuk mengurangi asupan energi dan meningkatkan latihan
sehari(hari
K 1enggunakan dosis serendah mungkin dari obat psikotropika, $ika ter$adi
kenaikan berat badan> pengurangan dosis dan A atau kombinasi dengan yang
lain. 'ehinggan berat berat badan normal.
K 1ulai terapi tambahan dengan obat penurunan berat badan yang pilihannya
tergantung pada obat psikotropika, kemungkinan interaksi
metabolisme,komorbiditas dan efek samping lainnya
12
K 1emper$elas bah+a obat itu dapat menyebabkan kenaikan berat badan, karena
hal ini dapat mempengaruhi kepatuhan pasien
K 1engembangkan rencana dengan pasien tentang apa yang harus dilakukan $ika
ter$adi kenaikan berat badan, berapa banyak berat badan yang diharapkan.
III. Kesi#pulan
Antipsikotik adalah sekelompok bermacam(macam obat yang menghambat
reseptor dopamine tipe & (%&". )bat antipsikotik baik tipikal maupun atipikal
selain berfungsi untuk mengobati penyakit psikotik khsusnya skizofrenia,
tentunya $uga memiliki efek samping.
7fek samping yang ditimbulkan oleh pemakaian antipsikotik atipikal>
peningkatan berat badan sedang sampai berat, diabetes mellitus,
hiperkolesterolemia, sedasi, gangguan pergerakan yang sedang, hipotensi
postural, hiperprolaktinemia, ke$ang, sali2asi nocturnal, agrabulositosis,
miokarditis, lensa mata bertambah.
!AFTA- P/STAKA
1. .atzung , /. -armakologi %asar dan .linik ,uku %ua. 7d, '$abana %,
translator. enerbit> 'alemba 1edika< &001, &00(&55p
2. 3schoner A. 1etabolic side effects of antipsychotic medication. &00B. %iakses
pada tanggal & 'eptember &010 di
http>AA+++.laboratoriosilesia.comAupfilesAsibiA0E0B;9E.pdf
13
3. =tami D 9. 'indrom 1etabolik ada enggunaan antipsikotik atipikal. &011.
%iakses pada tanggal & 'eptember &010 di
http>AA+++.$urnalmedika.comAedisi(tahun(&011Aedisi(no(0B(2ol(@@@2ii(
&011A00E(artikel(konsepA;;*(sindrom(metabolik(pada(penggunaan(
antipsikotik(atipikal
*. .aplan 96, 'adock ,$, /rebb 5A. .aplan dan 'adock 'inopsis sikiatri 6lmu
engetahuan erilaku sikiatri .linis. &rd re2. ed. .usuma 1, translator.
5akarta> 7rlangga< &010, 550(55Ep
5. 1aslim,Cusdi. Panduan Praktis Penggunaan Oat Psikotropik! 7disi .etiga.
5akarta. &00B. 1*(15p
;. 'inaga,C,. "kizo#renia dan Diagnosis $anding! 5akarta> ,alai enerbit -.=6.
&00B
B. /anis+arna,'ulistia. Farmakologi dan %erapi. 7disi 5. 5akarta> ,agian
-armakologi -akultas .edokteran =6. &00B. 1;;(1;9p
14

Anda mungkin juga menyukai