Anda di halaman 1dari 6

MEMBANGUN KEPERCAYAAN PUBLIK DALAM BIDANG LALU LINTAS DENGAN IMPLEMENTASI KEPEMI

MPINAN VISIONER POLRI


PENDAHULUAN
Meningkatkan kinerja organisasi tidaklah mudah. Begitu juga yang terjadi dalam t
ubuh organisasi Polri saat ini. Harapan yang di emban pucuk pimpinan Polri, agar
para personil Polri mampu meningkatkan pelayanan yang profesional dalam berbakt
i kepada negara sehingga kinerja Polri dapat lebih dirasakan oleh masyarakat. Pe
ran Polri sebagai pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat harus mampu menjadi
kan organisasinya mampu bergerak sinergi sehingga mampu meningkatkan kinerja Pol
ri dan mampu memenuhi harapan masyarakat seperti yang ungkapkan change, or be cha
nced Jika Anda tidak berubah maka Anda akan mati (tertinggal jauh)
Mengimplementasikan kepemimpinan yang mampu bermitra dengan masyarakat dihadapka
n berbagai persoalan diantaranya permasalahan kurangnya ketauladan dan permasala
han yang multi kompleks sehingga diperlukan perubahan-perubahan agar transformas
ional pelayanan publik dapat dirasakan oleh masyarakat. Perubahan dalam menggera
kan roda organisasi berupa menggabungkan sumber daya organisasi (sumber daya man
usia, sistem, manajemen dan struktur) sehingga mampu mewujudkan dan menggeser Po
lri yang antagonis menjadi protagonis dengan meletakkan masyarakat setara dan se
bagai mitra Polri dalam berbagai aspek pemolisian .
Mengubah struktur organisasi Polri yang semula lebih menonjolkan pendekatan mili
teristik menjadi lebih menitikberatkan pada segi pemahaman terhadap Hak Asasi Ma
nusia tentunya relatif mudah dilakukan mengingat yang akan diubah adalah benda (
obyek) mati yang tidak memiliki perasaan. Hal ini berbeda apabila yang akan diub
ah adalah sikap dan perilaku dari anggota Polri, sehingga dalam pelayanan Publik
masih dijumpai permasalahan seperti di lansir media : belum meratanya pemahaman
anggota Polri terkait tugas-tugasnya sebagai anggota Polri, sehingga prilaku di
layani masih mendominasi, belum memiliki kemampuan dalam bertindak secara sistem
atis, yang berakibat tidak profesionalnya Polri ketika menyikapi permasalahan, t
idak semua personil Polri memiliki pemahaman dan penguasaan mengenai kondisi sos
ial budaya masyarakat dimana anggota Polri berdinas, sehingga berdampak adanya b
enturan budaya, dalam memberikan pelayanan belum memiliki kemampuan analisis yan
g baik sehingga belum mampu menemukan berbagai perspektif dalam menghadapi setia
p permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, belum memiliki kemampuan dalam mem
bangun jaringan komunikasi, baik dengan instansi pemerintah maupun non pemerinta
h dan belum mampu memberdayakan segala potensi yang ada guna mendukung pelaksana
an tugas. Kemudian bagaimana mewujudkan pemimpin dan kepemimpinan visioner polri
dalam konteks tugas lalu lintas polri guna keberhasilan menggapai simapati dan
kepercayaan publik terhadap polri selaku institusi penegak hukum,pelayan dan pel
indung masyarakat serta pemelihara ketentraman dan ketertiban hukum masyarakat.
PEMBAHASAN
Implementasi Kepemimpinan Visioner. Menurut HOUSE, RJ, 2004, Kepemimpinan (Leade
rship) adalah ability of an individual to influence, motivate, and enable others
to contribute toward the effectiveness and success of the organization of which
they are members. Kepemimpinan Visioner yaitu kepemimpinan yang berorientasi pad
a visi karena merupakan artikulasi cita-cita idealisme dan harapan yang ingin di
wujudkan di masa yang akan datang.
Pemimpin visioner erat hubungannya dengan perubahan, karena dia harus memperliha
tkan sesuatu yang baru, kemudian memotivasi dan melaksanakan sampai dengan penye
lesaian perubahan sesuai dengan yang dicita-citakan.
Mendasari dari pendapat tersebut di atas, maka dalam rangka meningkatkan pelaksa
naan tugas Polri di masa yang akan datang, sangat diperlukan figur pemimpin yang
dapat membawa perubahan bagi organisasi menuju ke arah yang lebih baik, yaitu p
emimpin yang visioner. Adapun kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpi
n visioner
Pemimpin yang visioner harus mampu mensosialisasikan visi organisasi kepada selu
ruh anggota bawahannya, sehingga dapat dimengerti dan dipahami. Dalam pelaksanaa
nnya, seorang pemimpin visioner, sebelum membuat visi organisasi, senantiasa men
yerap apa yang menjadi aspirasi anggotanya maupun masyarakat di wilayahnya, kemu
dian mensosialisasikan visi tersebut secara detail kepada seluruh anggota, sehin
gga dengan cara yang demikian anggota sangat faham dan mengerti
Pemimpin yang visioner harus mampu menjabarkan visi organisasi tersebut ke dalam
misi organisasi, sehingga mudah dilaksanakan dalam mencapai tujuan. Pelaksanaan
ya: Misi-misi yang telah dirumuskan tadi, bersifat fleksibel, sederhana (mudah d
ifahami anggota)
Pemimpin yang visioner harus dapat membuat/ menentukan strategi yang tepat, guna
pencapaian visi. Strategi yang diambil harus dapat diterapkan. Pelaksanaannya :
strategi yang dibuat harus bersifat komprehensif mencakup strategi jangka panja
ng, sedang dan pendek dan strategi tersebut mudah dilaksanakan oleh anggota dan
dievaluasi keberhasilan dan kegagalannya.
Pemimpin yang visioner harus mampu menentukan program yang akan dilaksanakan dal
am rangka mencapai tujuan sesuai dengan visi yang telah dirumuskan. Pelaksanaann
ya: Program-program yang telah dibuat harus dapat menjadi pedoman bagi anggota,
yang kemudian dijabarkan ke dalam rencana kerja tahunan, triwulan dan bulanan, s
ehingga lebih fokus dan terukur pencapaiannya.
Kepemimpinan visioner harus memiliki komitmen yang kuat dalam menjalankan roda o
rganisasi. Pelaksanaannya : Pemimpin harus mau turun tangan bersama anggotanya m
enjalankan rencana kerja yang telah ditetapkan serta mau memberikan bimbingan ke
pada anggota apabila ada kendala dan hambatan.
Pemimpin yang visioner harus memiliki etika kepemimpinan. Pelaksanaannya: Seoran
g pemimpin harus paham akan kondisi anggotanya (baik kelebihan dan kekurangannya
) tidak mengambil hak-hak anggota, serta senantiasa dapat menjadi panutan serta
motivator bagi anggota dalam pelaksanaan tugas.
Pemimpin yang visioner harus mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat, p
ada saat organisasi menghadapi permasalahan kritis. Pelaksanaannya: Pemimpin yan
g visioner harus memiliki jiwa yang stabil/ tenang dalam menghadapi kondisi apap
un. Kemudian mampu mengambil keputusan yang cepat dan tepat, dengan tinggkat res
iko yang paling kecil dan berani bertanggung jawab terhadap apa yang telah diput
uskan.
Dalam setiap proses kegiatan, pemimpin visioner senantiasa berpijak pada etika k
epemimpinan dalam arti kejujuran, keadilan, berkelakuan, norma-norma dan nilai-n
ilai yang baik menjadi dasar pijakan dalam pengambilan keputusan, sehingga suasa
na organisasi semakin erat / kompak, saling percaya, saling menghormati dan sali
ng memperkokoh.
Peran sentral pimpinan dan kepemimpinan Polri dalam mewujudakan pemolisian Visio
ner dalam sudut pandang dalam tugas dan peranan Lalu Lintas Polri, bahwa sampai
saat ini masyarakat belum sepenuhnya dapat melihat Polri mampu mengerjakan tugas
dan kewajiban secara Profesional dan mandiri, masyarakat memiliki hak untuk mem
bentuk badan badan independent untuk menampung berbagai macam keluhan masyarakat
terhadap kinerja dan pelayanan Polri, sebagai bagian dari pemerintahan yang dem
okratis, pengawasan terhadap lembaga kepolisian , termasuk tuntutan terhadap tra
nsparansi kebijakan dan implementasi tugas serta program kegiatan kepolisian men
ajdi suatu keniscayaan
Mewujudkan kepemimpinan Visioner dalam konteks Lalu Lintas Polri adalah dengan m
elakukan identifikasi terhadap akar masalah penyebab rendahnya tingkat kepercaya
an public terhadap institusi Polri khususnya dibidang lalu lintas, topic terkait
Profesionalisme menjadi isu sentral dalam mewujudkan Polisi lalu lintas yang di
cintai masyarakat,Profesionalisme yang harus diwujudkan melalaui peran sentral P
emimpin Visioner Polri melalaui membangun dan mengembangkan kadar intelektualita
s pemegang profesi , adanya standar keahlian dalam lembaga pemegang Prosfesi , a
danya pengesahan pemegang Profesi, etika profesi tanggung jawab dan hubungan ses
ama pemegang profesi
Visi selalu berhubungan dengan masa depan, mengingat visi adalah awal masa depan
, karena visi mengekspresikan apa yang kita dan orang lain inginkan untuk mencap
ainya. Meskipun visi hanyalah sebuah gagasan atau masa depan yang lebih baik bag
i suatu organisasi, tetapi visi yang benar adalah gagasan yang penuh dengan keku
atan yang mendesak dimualinya masa depan dengan mengandalkan keterampilan, bakat
, dan sumber daya dalam mewujudkannya.
Implementasi konsep kepeminpinan visioner Polri dalam tugas lalu lintas Polri da
pat diterjemahkan melalui kegiatan: membahasakan keluhuran Visi dan Misi Polri k
edalam konteks kebahasaan yang membumi sehingga mudah dipahami dan dimenerti unt
uk dilaksanakan dalam tataran pelaksana lapangan di bidang lalu lintas, Pemimpin
yang visioner harus mampu mensosialisasikan visi organisasi kepada seluruh angg
ota bawahannya dan Pemimpin yang visioner harus mampu menjabarkan visi organisas
i tersebut ke dalam misi organisasi,dalam konteks bahasa yang yang mudah dimeger
ti dengan nilai nilai khas di masing masing wilayah tugas dan scope penugasan.
Dalam konteks Lalu Lintas Polri , khususnya POLANTAS di Kewilayahan adalah denga
n menjabarkan VISI dan MISI Polri melalui visi misi yang berbasis dinamika ASTA
GATRA ( Intel Dasar) suatu wilayah. Adanya Konsepsi berfikir Global dengan pelak
sanaan tugas dalam tataran local, bahwa budaya Indonesia pada hakekatnya adalah
satu , sedangkan terdapatnya berbagai corak ragam, budaya menggambarkankhasanahn
budaya bangsa yang menjadi modal dan landasan pengembangan budaya nasional yang
dinikmati oleh seluruh bangsa Indonesia.
Sebagai suatu konsepsi adanya strategi dalam mewujudkan cita cita merupakan lang
kah lanjut dalam mewujudkan kepemimpinan Visioner Polri. Pemimpin yang visioner
harus dapat membuat/ menentukan strategi yang tepat, guna pencapaian visi. Pemol
isian yang menjadi acuan dalam masyarakat modern dan demokratis adalah community
policing.
Dalam penyelenggaraan tugas Polri, istilah yang dikenal adalah Polmas. Polmas ad
alah sebuah kebijakan dan strategi mengenai hubungan polisi dengan warga komunit
i menjadi dekat dan adanya peran serta warga dalam menciptakan rasa aman maupun
memelihara keamanan di lingkungannya yang dilaksanakan proaktif dan berupaya unt
uk menyelesaikan berbagai masalah-masalah sosial yang terjadi dalam masyarakat k
hususnya yang berkaitan dengan keamanan
Menyusun strategi dalam menggapai kepercayaan publik dalam tugas POLANTAS membut
uhkan adanya kebersamaan / kemitraan anatara Polantas sebagai etalase Polri deng
an Masyarakat selaku pengguna jalan, adanya identifikasi terhadap masalah masala
h lalu lintas , mulai dari peran tugas dan wewenang Polantas dalam scope Traffic
Engineering, Traffic Education, Traffic Law Enforcement ,Traffic Identification
, sehingga ketika berhasil memetakan kesenjangan kinerja Polantas Polri dalam s
uatu wilayah dengan mencari akar permasalahan yang menjadi penghambat pencapaian
kepercayaan Publik kepada Polri, untuk kemudian mengadakan pendekatan perubahan
, intervensi dan pengukuran dampak terhadap realisasi solusi yang telah dilakuk
an.
Pemimpin yang visioner harus mampu menentukan program yang akan dilaksanakan ser
ta diikuti oleh Kepemimpinan visioner harus memiliki komitmen yang kuat dalam me
njalankan roda organisasi. Sebagai suatu rangkaian yang tidak boleh terputus dan
saling berpengaruh bahwa strategi yang tepat membutuhkan program yang baik, ada
nya kesesuaian antara tepat cara dan tepat sasaran merupakan landasan yang menja
di pemikiran gaya Kepemimpinan dan pemimpin Visioner dalam bidang lalu Lintas Po
lri.
Keberhasilan mengidetifikasi akar permasalahan terhadap fenomena mengapa Polri b
elum mendapat keprcayaan Publik seutuhnya harus dijawab melalui upaya penyusunan
strategi dan progam pelaksanaan secara tepat,akar permasalahan yang bersumber d
ari internal organisasi harus jelas dibedakan dengan permasalahan yang bersumber
dari eksternal organisasi.
Strategi Polmas yang diterapkan diikuti dengan Komitmen pelaksanan dan implement
asi secara menyeluruh , bertahap bertingkat dan berlanjut , terkait dengan komit
men kuat dalam implementasi sebuah program adalah adanya panduan dan garis koman
do yang tidak boleh melenceng dari visi dan misi Polri , hal ini untuk mencegah
gonta ganti program sesuai selera pimpinan dan persepsi pimpinan terhadap sebuah
strategi serta aplikasi program.bahwa dalam etika kelembagaan diwajibkan menjal
ankan tugasnya sesuai visi dan misilembaga Polri yang dituntun oleh azas pelayan
an serta didukung oleh pengetahuan dan keahlian.
Realisasi adanya komitment pelaksanaan yang kukuh adalah pemimpin Polri dalam ko
ntek Lalu Lintas Polri harus ikut terlibat secara langsung, memberikan keteladan
an dalam pelaksanaan tugas tugas lalu lintas Polri karena karakteristik pekerjaa
n Polri yang lekat dengan penggunaan wewenang paksa ( Coersive power) yang besar
ditambah dengan kewenangan yang diberikan bagi pengambilan keputusan secara Ind
ividu ( diskresi ) , menuntut kematangan pertimbangan baik moral , rasionalitas
maupun kalkulasi atas kepentingan lainnnya.
Visi Pemimipin dalam kepemimpinan Polri yang benar akan menghasilkan komitmen da
n memberi motivasi kepada orang-orang di dalam organisasi Manusia pada umumnya m
enginginkan dan membutuhkan sesuatu yang dapat dijadikan panutan, sebuah tantang
an signifikan bagi kemampuan terbaik mereka. Dalam hal ini, visi mengilhami oran
g dari bawah. Orang ingin dan bahkan bersemangat untuk secara sukarela patuh pad
a sesuatu yang dianggap bernilai, sesuatu yang dapat membuat kehidupan mereka me
njadi lebih baik, atau yang memungkinkan organisasi mereka tumbuh dan maju
Pemimpin yang visioner harus memiliki etika kepemimpinan, profesi Polri menuntut
adanya komitment moral setiap anggota Polri terhadap profesinya sebagai pemelih
ara, keamanan dan ketertiban masyarakat, agar dalam pengabdian terhadap masyarak
at dapat memberikan pelayanan terbaik, dengan segera dapat meyelamatkan jiwa mas
yarakat yang sedang terancam, tidak mempersulit dengan maksud untuk mengambil ke
untungan materialistis, memberikan penghormatan dan sopan santun ,arogan tidak h
aus kekuasaan, menolak sikap diskriminatif dalam pemberian pelayanan, senantiasa
siap sedia menjalankan tugas , dan bertingkah laku wajar sederhana dan melepask
an diri dari ikatan pamrih.
Visi Pemimpin Visioner menentukan standar-standar keberhasilan.Manusia ingin mel
akukan pekerjan-pekerjaan yang berhasil, dimana mereka merasa ikut berperan dala
m tujuan organisasi dan diakui kontribusinya. Oleh karena itu, mereka harus meng
etahui apa tujuan-tujuan tersebut dan bagaimana pekerjaan-pekerjaan tersebut mem
buat mereka maju. Visi dalam hal ini menentukan ukuran bagi setiap anggota dalam
mengevaluasi kontribusi mereka bagi organisasi dan bagi pihak luar dalam menguk
ur nilai organisasi bagi masyarakat luas.
Wujud komitment moral penngabdian Polri dalam konteks tugas lalu Lintas Polri ak
an menjadi ideal bila unsur keteladanan menjadi landasan dalam memimpin lalulint
as , menyesuakan dengan nilai nilai kearifan lokal serta keadilan , ketulusan da
n kewibawaan. kepemimpinan Visioner harus membuka sarana komunikasi kepada klien
( masyarakat pengguna jalan ) seluas luasnya dengan maksud dapat menerima masuk
an terkait kualitas dan pencapaian kinerja jajaran lalu lintas yang dipimpinnya
, adanya komunikasi melalui saran internet , Koran, telpon , maupun surat akan m
emudahkan proses pengendalian dan pengawasan terhadap jajaran lalu lintas , namu
n demikian terkandung maksud juga kepemimpinan Visioner di dalam konteks lalu Li
ntas Polri harus membuka cakrawala kepada jajaran anak buah dilapangan bahwa kri
tik yang dibberikan sesungguhnya merupakan suatu obat terhadap penyakit yang did
erita suatu organisasi.
Bahwa keteladanan dalam Etika Kepemimpinan Visioner merupakan suatu keharusan ag
ar apa yang menjadi kebijakan pimpinan Polri terkait Lalu Lintas dapat secara ut
uh dijabarkan dan dijalankan oleh semua jajaran lalu lintas, dimana sebuah ketel
adanan merupakan hal yang lebih berharga dibandingkan dengan seribu nasihat, ses
eorang yang memiliki integrias (tugas Polantas ) adalah orang yang dengan penuh
keberanian serta berusaha tanpa kenal putus asa untuk dapat mencapai apa yang ia
cita-citakan, Integritas ( kesesuaian perintah dan perbuatan pemimpin Visioner)
akan membuat anda dipercaya, dan kepercayaan itu akan menciptakan pengikut, dan
kemudian tercipta sebuah kelompok yang memiliki kesamaan tujuan.
Pemimpin yang visioner harus mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat,Pe
mbangunan insan- insan Polri yanga berkualitas dalam pelaksanaan tugas lalu Lint
as Polri memiliki cirri khas tersendiri, berbeda dengan tugas Militer yang harus
menunggu perintah atasan, personil Polri adalah agen hukum dan ketertiban yang ti
dak dipengaruhi hierarkhi, artinya personil Polri pada lapisan terdepan ( first
Line Supervisor ) memiliki kemandirian dalam pengambilan keputusan ,oleh karenan
nya , kemapuan setiap personil Polri untuk menganalisa kondisi di lapangan sanga
t menentukan keputusan tindakannya, ketimbang atribut kepangkatannya.
Ketika Pemimpin Visioner harus mengambil keputusan secara cepat dan tepat terdap
at pertimbangan terkait bagaimana agar keputusan tersebut memberikan efek positi
f terhadap organisasi Polri maupun masyarakat , sebagai pedoman bahwa tidak sert
a merta semua kemungkinan pilihan keputusan dapat diterapkan secara bersamaan .
Sangat penting untuk menetapkan mana yang menjadi / menyususn skala prioritas ,
mana yang harus didahulukan, mana yang bisa ditunda atau mana yang belum perlu d
itanggapi, termasuk mana yang tidak perlu dilakukan sama sekali. Dalam menentuka
n prioritas pemimpin visioner harus memperhatikan Kriteria seperti : kemanfaatan
terhadap kinerja organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan , dan apakah yang
bisa menjadi Bukti keberhasilan suatu pengambilan keputusan dalam implementasiny
a.
Pertimbangan Alokasi sumber daya , apakah keputusan yang diambil dapat menjangka
u sumber daya yang ada, dari mana asalnya dan bagaimana mengelola keterbatasan s
umberdaya terhadap akuntabilitas hukum dan moral.
Keputusan yang diambil harus mampu dilaksanakan, mampu dilaksanakan mengandung a
rti bahwa keputusan tersebut realistis dengan akemampuan dukungan sumber daya, k
eahlian dan tingkat pemahaman anggota , kesiapan pengendalian dan pengawasan , s
erta adanya rencana cadangan seandainya keputusan yang diambil memerlukan peruba
han dan pembenahan semestinya.
Penerimaan dan tanggapan masyarakat,bagaimana masukan masyarakat terhadap keputu
san yang diambil, pemimpin Visioner senantiasa membuka diri terhadap segala reak
si yang timbul manakala keputusan yang diambil menimbulkan riak resistensi masya
rakat secara dini dan sesegera mungkin guna mencegah agar tidak terjadi sikap pe
rlawanan dan resistensi lebih besar.
Terakhir , setiap Keputusan yang diambil pemimpin Visioner harus mempertimbangka
n penerimaan staff pelaksana , upaya melibatkan staff sebagai bagian team workin
g dalam perumusan dan pembahasan masalah yang dihadapi akan memberikan penekanan
terhadap rasa ikut dan memiliki terhadap keputusan dan implementasi keputusan d
alam tugas dibandingkan dengan staff hanya ditempatkan sebagai pelaksana saja .
PENUTUP
Upaya upaya dalam kepemimpinan Visioner seorang pemimpin Polri adalah dengan mema
dukan VISI, MISI, STRATEGI, PROGRAM, KOMITMENT, ETIKA, KEPUTUSAN, secara sinergi
saling melengkapi , miliki jenjang dan kontinuitas , berwawasan global dengan b
asis aksi beradasar nilai nilai kearifan lokal dalam rangka mewujudkan kepemimpi
nan dan pemimpin Visioner Polri dalam konteks tugas lalu lintas polri guna mengg
apai simpati dan kepercayaan publik terhadap polri selaku institusi penegak huku
m,pelayan dan pelindung masyarakat serta pemelihara ketentraman dan ketertiban h
ukum masyarakat.
Menempatkan pemimpin dan kepemimpinan visioner sebagai jembatan antara Polri sel
aku Institusi maupun badan atau organisasi yang memiliki budaya organisasi terse
ndiri, dengan kepentingan dan perilaku Polri sebagai individu yang memiliki kepe
ntingan, hasrat , cita-cita dan pengharapan tersediri sehingga sinergitas dan ha
rmonisasi Polri sebagai sebuah organisasi dan polri sebagai individu akan saling
menguatkan dan kokoh dalam memeberikan pelayan kepolisian di bidang lalu lintas
.
Daftar pustaka
DPM. Sitompul,SH.MH.IRJEN POL. Beberapa Tugas dan Wewenang Polri, Jakarta , 2005
.
Sadjijono,SH.,M.Hum, Dr. Etika Profesi Hukum,Laksbang Mediatama, cetakan Pertama
, Juni 2008.
Evodia Iswandi, Polisi professional dan bersahabat, Yayasan ILYD, Cetakan Pertam
a, Mei 2006.
T. Hari Prihartono dan Jesica Evangeline, Police Reform: Taking the Heart and Mi
nd, PROPATRIA Institute,Cetakan pertama , Januari 2008.
Ary Ginanjar Agustian, Rahasia sukses membangun kecerdasan emosi dan spiritualit
as ESQ; Emotional Spiritual Quotient, berdasarkan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam
, Arga Jakarta,Cetakan ke-43, Jakarta 2001.
FX. Suwarto, Drs., MS, Perilaku Keorganisasian,Buku Panduan Mahasiswa, Universit
as Atma Jaya Yogyakarta,Cetakan pertama , 1999.
KOMPOLNAS,Reformasi Polri Dalam Konteks Potensi, Kompetensi, dan Performasi Kepo
lisian,Jakarta desember 2010.
Rhenald Kasali,Ph.d. Change !, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta , Cetakan ke-1
0, Oktober 2010.
Undang Undang No.22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan Angkutan Jalan, lembaran
Negara Republik Indonesia tahun 2009 nomor 96 dan Tambahan lembaran Negara Repub
lik Indonesia Nomor 5025, disahkan dan diundangkan pada tanggal 22 Juni 2009.