Anda di halaman 1dari 38

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Proses perkembangan dari satu sel melalui periode primordia organ (8 minggu
pertama pada perkembangan manusia) disebut masa embriogenesis. Periode dari
tahap embriogenesis hingga lahir disebut dengan masa janin (fetal period), yaitu masa
di saat diferensiasi berlanjut sementara janin tumbuh dan bertambah beratnya.
Pendekatan ilmiah untuk meneliti embriologi telah berkembang selama ratusan tahun.
Tidaklah mengherankan, pendekatan anatomis mendominasi penelitian-penelitian
awal.
1.2 Tujuan
Setelah melewati modul ini mahasiswa di harapkan mengetahui dan dapat
menjelaskan
- Proses !mbriogenesis
o Proses "ertilisasi
o Proses Pembelahan (#lea$age)
o Proses %mplantasi
o Proses &rganogenesis
- "aktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang !mbrio
1.3 Manfaat
'gar mahasiswa dapat mengetahui peran !mbriogenesis dalam bidang
kedokteran gigi serta mahasiswa dapat menggunakan ilmu yang didapat sebagai bekal
(
untuk mempelajari ilmu yang nanti akan dipelajari di blok-blok selanjutnya.
.
BAB 2
ISI DAN PEMBAHASAN
2.1 SKENARI
Ha!"l Lag" Ha!"l Lag" .....
Seorang ibu muda ()* tahun) kebingungan karena sudah tidak haid selama )
bulan. +ia khawatir hamil lagi padahal anaknya yang pertama masih berumur ,
bulan. %bu ini men-eritakan keluhannya pada temannya yang seorang mahasiswa
kedokteran semester . dan menanyakan bagaimana sih proses terjadinya kehamilan.
Temannya kemudian menjelaskan tentang proses pertemuan sperma dan sel telur dan
bagaimana embrio bisa tumbuh dan berkembang. %ndah juga menasehati apabila ibu
muda ini positif hamil, maka dia harus berhati-hati menjaga janin di rahim dan
mengenjurkan memba-a buku tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh
kembang, agar tidak terjadi kelainan bawaan.
2.2 STEP 1
%dentifikasi kata/kalimat yang asing dan sulit
!mbrio
!mbrio adalah sel telur yang akan dibuahi yang akan menjadi -alon bayi
hingga usia 8 minggu dan merupakan hasil dari pembelahan 0igot.
)
!mbriogenesis
!mbriogenesis merupakan proses dari pembentukan dan perkembangan dari
embrio atau proses awal mulai dari 0igot sampai terbentuknya embrio.
Sperma
Sperma adalah sel benih jantan yang membuahi oosit (sel telur) sewaktu
reproduksi seksual dan mengandung infomasi geneti- induk jantan yang akan
diturunkan ke 0igot. 1emiliki bentuk seperti ke-ebong dan memiliki bagian
kepala, leher, dan ekor. Sel sperma ini dapat bertahan selama 2) jam dalam
organ reproduksi wanita.
3anin
3anin adalah hasil dari fertilisasi hingga tahap perkembangan embrio samapi
kelahiran.
Sel Telur
Sel telur merupakan sel reproduksi wanita yang imatur sebelum dibuahi,
dihasilkan di o$arium yang nantinya akan dibuahi oleh sperma yang akan
membentuk 0igot. 1ampu bertahan ()-)4 jam.
Tumbuh 5embang
6
Pertumbuhan adalah pertambahan ukuran fisik dan struktur tubuh karena
adanya multiplikasi perubahan dan pertambahan ukuran sel, dapat diukur dan
dilihat dari kuantitasnya. Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan
dari struktur dan fungsi tubuh. +imulai dari janin hingga kelahiran.
7ahim (8terus)
7ahim adalah alat reproduksi utama pada wanita yaitu sebagai tempat
melekatnya embrio (implantasi). 1erupakan tempal melekatnya sperma
pertama kali saat ejakulasi. 7ahim merupakan organ mus-ular berongga.
5ehamilan
5ehamilan ialah keadaan dimana wanita membawa embrio atau janin di
dalam tubuhnya dimulai dari tahap fertilisasi sampai menjadi embrio dengan
selang wakti ( minggu.
9aid
9aid adalah pengeluaran se-ret yang terdiri dari darah dan jaringan mukosa
dari uterus melalui $agina yang terjadi : 4 minggu sekali sepanjang periode
reproduktif., darah yang dikeluarkan merupakan hasil dari sel telur yang tidak
dibuahi dan darah yang berasal dari rahim dan timbul sebagai akibat
terlepasnya selaput lender rahim yang mengalami kemunduran dan kerusakan.
4
5elainan ;awaan
5elainan bawaan merupakan kelainan yang disebabkan se-ara geneti- dari
orang tua biasanya disebut herediter.
2.3 STEP 2
%dentifikasi 1asalah
(. ;agaimana terjadinya kehamilan<
). ;agaimana proses spermatogenesis<
6. ;agaimana proses oogenesis<
4. ;agaiman proses terjadinya embrio dan bagaimana embrio dapat tumbuh dan
berkembang<
.. ;agaimana proses perkembangan sel sperma dan sel telur<
,. 'pa saja fa-tor yang mempengaruhi tumbuh kembang embrio<
2. 1engapa terjadi kelainan bawaan pada janin<
8. ;agaiman -ara menjaga janin dalam rahim agar tetap sehat<
=. 1engapa bisa terjadi kematian pada janin<
2.# STEP 3
'nalisis 1asalah
(. Proses terjadinya kehamilan
.
+imulai saat terjadi pembuahan atau konsepsi, sebelum terjadi pembuahan
ada beberapa proses, yaitu
a. &$ulasi, yaitu terjadi saat o$um keluar dari o$arium.
b. 'danya kenaikan hormone
-. Sel telur berjalan ke tuba falopi, menunggu sperma sampai )4 jam.
d. "ertilisasi atau pembuahan, yaitu sel sperma sampai ke tuba falopi
bertemu dengan o$um atau sel telur terjadi pembuahan. 5emudian sel
telur akan mengubah dirinya sehingga hanya ada sperma yang dapat
embuahi set telur tersebut. Pada tahap inilah gen dan jenis kelamin
ditetapkan.
e. %mplantasi, yaitu sel telur yang telah dibuahi dalam waktu )4 jam
setelah dibuahi akan membelah (miosis) dan akan terus membelah
sampai menuju ke rahim. 5etika sampai di rahim embrio akan tertanam
dan menempel.
f. >alu akan terbentuk plasenta setelah ditentukannya hormone 9#?
(9uman #horioni- ?onadtropin). 9ormone ini akan terbentuk dalam
minggu pertama setelah menstruasi terakhir.
). Proses Spermatogenesis adalah proses terbentuknya sperma. @aitu dimulai
dari
Spermatogonium Spermatosis primer ) Spermatosit skunder 4
,
Spermatid 4 Spermato0oa.
6. Proses oogenesis adalah proses pembentukan o$um. @aitu dimulai dari
&ogonium ()n) &osit primer &osit skunder A badan polar (
&otit (badan polar )) &$um.
4. Proses terbentuknya embrio, dimulai dari
- Setelah fertilisasi telur yang sudah dibuahi kemudian membelah, terbenan
dan melekat pada uterus.
- Setelah ( minggu fase fertilisasi, morula akan tertanam dilapisan dalam
rahim yang kemudian akan matang dan menjadi blastokista lalu menjadi
embrio. !mbrio ini memiliki 6 lapisan yaitu lapisan endoderm, lapisan
mesoderm, lapisan ektoderm.
Lapisan endoderm akan membentuk paru-paru, hati, sistem
pen-ernaan dan pankreas.
Lapisan mesoderm akan membentuk tulang, otot, ginjal pembuluh
darah, jantung, membentuk dentin gigi.
Lapisan ektoderm akan membentuk kulit, rambut, lensa, mata,
email gigi, sistem saraf, kuku, lapisan pada oral.
- Pada bulan ke-( kumpulan sel berongga dan kulit terbentuk, panjang : *,,
-m.
- Pada bulan ke-)
Pada minggu ke-, terbentuk ginjal, limfe, hati, jantung.
Pada minggu ke-2 terbentuk otak,dan mata.
Pada minggu ke-8 terbentuk telinga dan mulut.
2
Pada minggu ke-(* paru-paru A jantung mulai berfungsi, tangan dan
kaki terbentuk.
- Pada bulan ke-6 seluruh organ sudah terbentuk termasuk kelamin bagian
luar.
- Pada bulan ke-4 janin mulai bergerak aktif.
Tahapan perkembangan pada masa embrio
;ulan pertama Sudah terbentuk organ-organ tubuh yang penting seperti jantung
yang berbentuk pipa, sistem saraf pusat (otak yang berupa gumpalan darah) serta
kulit. !mbrio berukuran *,, -m.
;ulan kedua Tangan dan kaki sudah terbentuk, alat kelamin bagian dalam, tulang
rawan (-artilago). !mbrio berukuran 4 -m.
;ulan ketiga Seluruh organ tubuh sudah lengkap terbentuk, termasuk organ kelamin
luar. Panjang embrio men-apai 2 -m dengan berat )* gram.
;ulan keempat Sudah disebut dengan janin dan janin mulai bergerak aktif. 3anin
men-apai berat (** gram dengan panjang (4 -m.
;ulan kelima 3anin akan lebih aktif bergerak, dapat memberikan respon terhadap
suara keras dan menendang. 'lat kelamin janin sudah lebih nyata dan akan terlihat
bila dilakukan 8S? (8ltra Sonographi).
;ulan keenam 3anin sudah dapat bergerak lebih bebas dengan memutarkan badan
(posisi)
;ulan ketujuh 3anin bergerak dengan posisi kepala ke arah liang $agina.
;ulan kedelapan 3anin semakin aktif bergerak dan menendang. ;erat dan panjang
8
janin semakin bertambah, seperti panjang 6.-4* -m dan berat ).** B 6*** gram.
;ulan kesembilan Posisi kepala janin sudah menghadap liang $agina. ;ayi
siap untuk dilahirkan.
.. Sudah Terjawab
,. "aktor lingkungan pranatal yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin
mulai dari konsepsi sampai lahir, antara lain
a. ?i0i ibu saat hamil
?i0i ibu yang jelek sebelum terjadinya kehamilan maupun pada waktu
sedang hamil, lebih sering menghasilkan bayi ;;>7/>ahir mati,
menyebabkan -a-at bawaan, hambatan pertumbuhan otak, anemia pada bayi
baru lahir, mudah terkena infeksi, abortus dan sebagainya
b. 1ekanis
Trauma dan -airan ketuban yang kurang, posisi janin dalam uterus terdapat
kelainan bawaan, talipes, dislokasi panggul, tortikolis kongenital, palsi
fasialis atau kranio tabes
-. Toksin / 0at kimia
Cat-0at kimia yang dapat menyebabkan kelainan bawaan pada bayi antara
lain obat seperti thalidomide, phenytoin, methadion, obat anti kanker, rokok,
alkohol beserta logam berat lainnya.
%bu hamil yang perokok berat/ peminum alkohol kronis sering melahirkan
bayi dengan berat badan lahir rendah, lahir mati dan -a-at.
=
3ika terjadi kera-unan logam berat pada ibu hamil, misalnya karena makan
ikan yang terkontaminasi merkuri dapat menyebabkan mikrosefali dan palsi
serebral.
d. !ndokrin
9ormon-hormon yang mungkin berperan pada pertumbuhan janin, adalah
somatotropin, tiroid, insulin, hormon plasenta, peptida-peptida lainnya
dengan akti$itas mirip insulin. 'pabila salah satu dari hormon tersebut
mengalami defisiensi, maka dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada
pertumbuhan susunan saraf pusat sehingga terjadi retardasi mental, -a-at
bawaan dan lain-lain.
e. 7adiasi
7adiasi pada janin sebelum umur kehamilan (8 minggu dapat menyebabkan
kematian janin, kerusakan otak, mikrosefali, atau -a-at bawaan lainnya
f. %nfeksi
Setiap hiperpireDia pada ibu hamil dapat erusak janin. %nfeksi intrauterin
yang sering menyebabkan -a-at bawaan adalah T&7#9, sedangkan infeksi
lainnya yang juga dapat menyebabkan penyakit pada janin adalah $arisela,
malaria, polio, -ampak, hepatitis, influen0a dan lain-lain.
g. Psikologi ibu / stress
Stress yang dialami oleh ibu pada waktu hamil dapat mepengaruhi tumbuh
kemang janin, antara lain -a-at bawaan, kelainan kejiwaan dan lain-lain
h. %munitas
7hesus atau ';& inkomtabilitas sering menyebabkan abortus, hidrops
fetalis, kern ikterus, atau lahir mati.
(*
i. 'noksia !mbrio
1enurunnya oksigenisasi janin melalui gangguan pada plasenta atau tali
pusat, mentebabkan berat badan lahir rendah.
2. ;isa terjadi kelainan bawaan sangat berhubungan erat dengan fa-tor-faktor
yang mempengaruhi tumbuh kembang janin mulai dari konsepsi sampai lahir.
8. 'gar janin dalam kandungan tumbuh dan berkenbang menjadi anak sehat,
maka selama masa intra uterin, seorang ibu diharapkan
1enjaga kesehatan dengan baik
Selalu dalam lingkungan yang menyenangkan
1endapt nutrisi yang sehat untuk janin yang dikandungnya
1emeriksa kesehatannya se-ara teratur kesarana kesehatan
1emberi stimulasi dini terhadap janin
Tidak mengalami kekurangan kasih sayang dari suami dan keluarganya
1enghindari stress baik fisik maupun psikis
Tidak bekerja berat yang dapat membahayakan kondisi kehamilannya
=. 5ematian janin bisa terjadi karena faktor radiasi, infeksi, kurang gi0i,
((
pemakaian obat-obatan dan faktor-faktor yang berpengaruh erat terhadap
tumbuh kembang janin.
2.$ STEP #
5erangka 5onsep
()
Embriogenesi
s
Embriogenesi
s
Miosis
Miosis Fertilisasi
Fertilisasi
2.%STEP $
%dentifikasi sasaran belajar
(. Proses !mbriogenesis
). "aktor yang mempengaruhi tumbuh kembang embrio
2.& STEP %
;elajar 1andiri
2.' STEP &
Sintesis
!1;7%&?!E!S%S
(6
tahap kehamilan
tahap kehamilan
implantasi
implantasi
mitosis
mitosis
Cleavag
ee
Cleavag
ee
sitotrofoblas
sitotrofoblas
embrio
embrio
pembentukan
cavum
pembentukan
cavum
sintotrofoblas
sintotrofoblas
janin
janin
organ
organ
!mbriogenesis merupakan tahapan perkembangan sel setelah mengalami pembuahan
atau fertilisasi hingga 8 minggu pertama, sedangkan Periode setelah embriogenesis
hingga lahir disebut dengan masa janin (fetal period).
(Sadler, )**=)
"!7T%>%S'S%
"ertilisasi (pembuahan), proses penyatuan gamet wanita dan pria (spermato0oa dan
oosit sekunder), terjadi di daerah ampula tuba uterina. %ni adalah bagian terlebar tuba
dan terletak dekat dengan o$arium. Spermato0oa mungkin tetap dapat hidup dalam
saluran reproduksi wanita selama beberapa hari.
9anya (F sperma yang mengendap di $agina masuk ke ser$iks, tempat
sperma tersebut mungkin bertahan hidup berjam-jam. Pergerakan sperma dari ser$iks
ke tuba uterina terutama terjadi melalui dorongan dirinya sendiri, meskipun gerakan
tersebut juga mungkin dibantu oleh gerakan -airan yang ter-ipta oleh silia uterus.
Perjalanan dari ser$iks ke o$iduktus memerlukan waktu minimal ) sampai 2 jam, dan
setelah men-apai istmus, sperma menjadi kurang gesit dan berhenti bermigrasi. Saat
o$ulasi, sperma kembali gesit, mungkin karena kemoatrakan yang dihasilkan oleh
sel-sel kumulus disekitar sel telur, dan berenang menuju ampula, tempat pembuahan
biasanya terjadi. Spermato0oa tidak mampu membuahi oosit segera setelah tiba di
saluran genitalia wanita karena harus menjalani kapasitasi dan reaksi akrosom untuk
memperoleh kemampuan ini.
a. 5apasitasi, adalah pengondisian di saluran reproduksi wanita yang pada manusia
berlangsung sekitar 2 jam. Sebagian besar dari pengondisian ini, yang terjadi di
tuba uterina melibatkan interaksi epitelial
b. 7eaksi 'krosom, terjadi setelah pengikatan ke 0ona pelusida, dipi-u oleh
protein-protein 0ona reaksi ini memun-ak pada pelepasan en0im-en0im yang
diperlukan untuk menembus 0ona pelusida, termasuk bahan mirip-akrosin dan
(4
mirip-tripsin.
"ase pembuahan men-akup 6 fase antara lain
Fase 1 : Penetrasi Korona Radiata
Dari 200 sampai 300 juta spermatozoa yang iletakkan i saluran genetalia !anita"
hanya 300 sampai #00 yang mencapai tempat pembuahan$ hanya salah satu ari
jumlah ini yang membuahi sel telur$ iperkirakan bah!a spermatozoa%spermatozoa
yang lain membantu spermatozoa yang membuahi untuk menembus sa!ar
pelinung gamet !anita$ &perma yang telah menjalani kapasitasi apat bebas
mele!ati sel%sel korona$
Fase 2 : Penetrasi Zona Pelusida
'ona ini aalah suatu selubung glikoprotein yang mengelilingi sel telur yang
mempermuah an mempertahankan pengikatan sperma an memicu reaksi
akrosom$ (aik pengikatan maupun reaksi akrosom iperantarai oleh ligan ')3"
suatu protein zona pelusia$ )elepasan enzim%enzim akrosom *akrosin+
memungkinkan sperma menembus zona an berkontak engan membran plasma
oosit$ )ermeabilitas zona pelusia berubah ketika kepala sperma berkontak engan
permukaan oosit$ ,ontak ini menyebabkan pelepasan enzim%enzim lisosom ari
granula korteks yang melapisi membran plasma oosit$ &ebaliknya" enzim%enzim ini
mengubah sifat zona pelusia * reaksi zona+ untuk mencegah penetrasi sperma an
menginaktifkan tempat%tempat reseptor spesifik%spesies untuk spermatozoa i
permukaan zona$ &permatozoa lain apat itemukan terbenam i zona pelusia"
tetapi hanya satu yang tampaknya apat menebus oosit$
Fase 3 : Fusi Membran Sel Sperma dan Oosit
)erlekatan a!al sperma ke oosit sebagian iperantarai oleh interaksi integrin oosit
an ligannya" isintegrin" i sperma$ &etelah melekat" membran plasma sperma an
sel telur menyatu$ ,arena membran plasma yang membungkus tuung kepala
akrosom lenyap se!aktu reaksi akrosom" penyatuan sebenarnya terjai antara
(.
membran oosit an membran yang membungkus bagian posterior kepala sperma$
)aa manusia" kepala maupun ekor spermatozoa masuk ke alam sitoplasma oosit"
tetapi membran plasma itinggalkan i belakang i permukaan oosit$ segera setelah
spermatozoa masuk ke oosit" sel telur berespons engan 3 cara -
.$ /eaksi korteks an zona
0kibat pembebasan granula oosit i korteks yang menganung enzim%enzim lisosom
maka membran oosit menjai tiak apat itembus oleh spermatozoa lain" an zona
pelusia mengubah struktur an komposisinya untuk mencegah pengikatan an
penetrasi sperma$ reaksi%reaksi ini mencegah polispermi *penetrasi lebih ari satu
spermatozoa ke alam oosit+$
2$ Melanjutkan pembelahan meiosis keua
1osit mentuntaskan pembelahan meiosis keuanya segera setelah masuknya
spermatozoa$ salah satu ari sel anak yang hampir tiak menapat sitoplasma"
ikenal sebagai baan polar keua" sel anak yang lain aalah oosit efinitif$
kromosomnya *22 plus 2+ tertata alam sebuah nukleus vesikular yang ikenal
sebagai pronukleus !anita$
3$ )engaktifan metabolik sel telur
Faktor yang mengaktifkan ini mungkin iba!a oleh spermatozoa$ pengaktifan
pascafusi apat ianggap untuk meliputi proses seluler an molekular a!al yang
berkaitan engan embriogenesis ini$
&permatozoa bergerak maju hingga terletak berekatan engan pronukleus
!anita$ 3ukleus spermatozoa membengkak an membentuk pronukleus pria$
&ecara morfologis" pronukleus pria an !anita tiak apat ibeakan" an akhirnya"
keuanya berkontak erat an kehilangan selubung nukleusnya$ &elama
pertumbuhan pronukleus pria an !anita *keuanya haploi+" masing%masing
pronukleus harus mereplikasikan D30nya$ 4ika tiak" masing%masing sel ari zigot
ua%sel hanya memiliki separuh ari jumlah normal D30$ &egera setelah sintesis
(,
D30" kromosom tertata paa gelenong sebagai persiapan untuk pembelahan
mitotik normal$ 23 kromosom ibu an 23 kromosom ayah *gana+ memisah secara
longituinal i sentromer" an kromati%kromati berpasangan tersebut bergerak ke
kutub yang berla!anan sehingga masing%masing sel zigot memperoleh jumlah
kromosom an D30 iploi$ &e!aktu kromati%kromati berpasangan bergerak ke
kutub yang berla!anan" terbentuk suatu alur alam ipermukaan sel yang secara
bertahap membagi sitoplasma menjai ua bagian$
5asil utama pembuahan sebagai berikut -
a+ )emulihan jumlah iploi kromosom" separuh ari ayah an separuh ari ibu$
,arena itu" zigot menganung kombinasi baru kromosom yang berbea ari
keua orang tuanya$
b+ )enentuan jenis kelamin iniviu baru$ &perma pemba!a kromosom 2
menghasilkan muigah !anita *22+ an sperma pemba!a kromosom 6
menghasilkan muligah pria *26+$ ,arena itu" jenis kelamin kromosomal
muigah itentukan saat pembuahan$
c+ 7nisiasi )embelahan$ 8anpa pembuahan" oosit biasanya beregenerasi 29 jam
setelah ovulasi$
(?uyton A 9all, )**,)
P!1;!>'9'E #>!'G'?!
3ika telah men-apai stadium dua-sel, 0igot akan mengalami serangkaian pembelahan
mitosis sehingga jumlah selnya bertambah. Sel-sel ini, yang semakin ke-il pada setiap
kali pembelahan dikenal sebagai blastomer. Sampai stadium delapan sel, sel-sel ini
berkumpul se-ara longgar membentuk gumpalan. Eamun, setelah pembelahan ketiga,
blastomer memaksimalkan kontak satu sama lain, membentuk suatu bola sel padat
yang disatukan oleh taut erat. Proses ini, pemadatan (-ompa-tion), memisahkan sel-
sel bagian dalam berkomunikasi se-ara ekstensif melalui taut -elah (gap jun-tion),
(2
dari sel-sel luar. Sekitar 6 hari setelah pembuahan, sel-sel mudigah kembali
membelah untuk membentuk morula (,-sel (murbei). Sel dibagian dalam morula
membentuk massa sel dalam (inner -el mass), dan sel-sel disekitarnya membentuk
massa sel luar. 1assa sel dalam menghasilkan jaringan mudigah yang sebenarnya,
dan massa sel luar membentuk trofoblas yang kemudian berkembang menjadi
plasenta.
Pembentukan ;lastokista
)aa !aktu morula masuk ke rongga uterus" cairan mulai merembes menembus
zona pelusia ke alam ruang antarsel massa sel alam$ &ecara bertahap" ruang
antarsel menjai konfluen an akhirnya terbentuk sebuah rongg" blastokel$ )aa
!aktu ini" muigah isebut blastokista$ &el%sel i massa sel alam yang sekarang
isebut embrioblas" terletak i satu kutub" an sel%sel i massa sel luar" atau
trofoblas" menggepeng an membentuk ining epitel blastokista$ 'ona pelusia
telah lenyap sehingga implantasi apat imulai$ )aa manusia" sel%sel trofoblastik i
atas kutub embrioblas mulai menembus i antara sel%sel epitel mukosa uterus
sekitar hari keenam$ &tui%stui beru mengisyaratkan bah!a :%selektin i sel
trofoblas an reseptor karbohirat i epitel uterus memerantai perlekatan a!al
blastokista ke uterus$ &elektin aalah protein pengikat karbohirat yang terlibat
alam interaksi antara leukosit an sel enotel yang memungkinkan leukosit alam
aliran arah ;tertangkap<$ Mekanisme srupa iperkirakan bekerja aa ;penangkapan=
blastokista ari rongga uterus oleh epitel uterus$ &etelah selektin tertangkap"
perlekatan an invasi lebih lanjut oleh trofoblas an molekul matriks ekstrael laminin
an fibronektin$ /eseptor integrin untuk laminin menorong perlekatan" seangkan
reseptor untuk fibronektin merangsang migrasi$ Molekul%molekul ini juga berinteraksi
i sepanjang jalur transuksi sinyal untuk mengatur iferensiasi trofoblas sehingga
implantasi aalah hasil ari kerja sama trofoblas an enometrium$ ,arena itu" paa
akhir minggu pertama perkembangan" zigot manusia telah melampaui staium
morula an blastokista an mulai tertanam i mukosa uterus$
(Sloane, )**6)
(8
%1P>'ET'S%
+inding uterus terdiri dari tiga lapisan
a) !ndometrium atau lapisan mukosa di dinding bagian dalam
b) 1iometrium lapisan tebal otot polos
-) Perimetrium lapisan peritoneum yang menutupi dinding sebelah luar
+ari pubertas ((( sampai (6 tahun) hingga menopause (4. sampai .* tahun),
endometrium mengalami perubahan dalam siklus sekitar )8 hari di bawah pengaruh
hormon o$arium. Selama siklus haid ini, endometrium melewati tiga stadium, fase
folikular atau poliferatif, fase sekretorik atau progestasional, dan fase haid. "ase
proliferatif dimulai pada akhir fase haid, berada di bawah pengaruh esterogen dan
sejajar dengan pertumbuhan folikel o$arium. "ase sekretorik dimulai sekitar ) sampai
6 hari setelah o$ulasi sebagai respon terhadap progesteronyang dihasilkan oleh
korpus luteum. 3ika tidak terjadi pembuahan, pelepasan endometrium (lapisan
kompaktium dan spongiosum) akan menandai dimulainya fase haid. 3ika terjadi
pembuahan, endometrium akan membantu implantasi dan ikut membentuk plasenta.
Pada saat implantasi, mukosa uterus berada dalam fase sekretorik, yaitu saat
kelenjar-kelenjar dan arteri-arteri uterus bergelung-gelung dan jaringan menjadi
Htebal basahI. 'kibatnya jaringan dapat dikenali adanya 6 lapisan di endometrium
(. >apisan 5ompaktum, dibagian superfisial
). >apisan Spongiosum, dibagian tengah
6. >apisan ;asale, yang tipis dibagian profunda
+alam keadaan normal, blastokista manusia tertanam di endometrium di sepanjang
diniding anterior atau posterior korpus uteri, tempat blastokista itu terbenam diantara
lubang-lubang kelenjar.
(=
3ika oosit tidak dibuahi, $enula dan ruang sinusoid se-ara bertahap dipenuhi
oleh sel darah, dan tampak diapedesis darah yang ekstensif ke dalam jaringan. Saat
fase haid dimulai, darah keluar dari arteri-arteri superfisial, dan kepingan-kepingan
ke-il stroma dan kelenjar terlepas. Selama 6 sampai 4 hari kedepan lapisan
kompaktom dan spongiosum di keluarkan dari uterus, dan lapisan basale menjadi
satu-satunya bagian endometrium yang tersisa. >apisan ini memiliki pasokan arteri
sendiri, arteri basalis berselisih berfungsi sebagai lapisan regeneratif dalam
membentuk kembali kelenjar dan arteri pada fase proliferatif.
(Sadler, )**=)
P!75!1;'E?'E 1%E??8 5!+8'
Pa(a )ar" ke*' perkembangan, blastokista sudah setengah terbenam didalam stroma
endometrium. +i daerah di atas embrioblas, trofoblas telah berdiferensiasi menjadi )
lapisan
a. >apisan dalam, berupa sel mononukleus, sitotrofoblas dan
b. Cona luar berinti banyak tanpa batas sel yang jelas, sinsitiotrofoblas.
?ambaran mitotik ditemukan pada sitotrofoblas tetapi tidak ditemukan
sinsitiotrofoblas. 5arena itu, sel-sel di sitotrofoblas membelah diri dan bermigrasi
sinsitiotrofoblas, tempat sel-sel ini menyatu dan kehilangan membran sel masing-
masing.
Sel-sel di massa sel dalam atau embrioblas juga berdiferensiasi menjadi ) lapisan
(. >apisan 9ippoblas, merupakan lapisan sel kuboid ke-il di samping rongga
blastokista.
). >apisan !piblas, merupakan lapisan sel silindris tinggi di samping rongga
amnion.
)*
;ersama-sama, lapisan-lapisan tersebut membentuk suatu -akram (diskus) gepeng.
Pada saat yang sama, terbentuk suatu rongga ke-il di dalam epiblas. 7ongga ini
membesar untuk menjadi rongga amnion. Sel-sel epiblas di dekat sitotrofoblas
disebut dengan amnioblasJ bersama dengan epiblas sisanya, sel-sel ini melapisi
rongga amnion. Stroma endometrium didekat tempat implantasi tampak edema dan
sangat $askular. 5elenjar-kelenjar tampak besar dan berkelok-kelok serta
mengeluarkan banyak glikogen dan mukus.
Pa(a )ar" ke*+ blastokista semakin terbenam di dalam endometrium, dan defek
penetrasi di epitel permukaan ditutup oleh bekuan fibrin. Trofoblas memperlihatkan
kemajuan pesat dalam perkembangannya terutama di dalam kutub embrionalnya,
tempat mun-ul $akuola-$akuola di sinsitium. Setelah menyatu $akuola-$akuola ini
membentuk lakuna (danau) besar, dan fase perkembangan perkembangan trofoblas
ini dikenal sebagai stadium lakunar.
Sementara itu, di kutub anembrional, sel-sel gepeng yang mungkin berasal dari
hipoblas membentu suatu membran tipis, membran eksoselom (9euser) yang
melapisi permukaan dalam sitotrofoblas. 1embran ini, bersama dengan hipoblas,
membentuk lapisan rongga eksoselom, atau yolk sa- primitif.
Pa(a )ar" ke*11 (an 12 blastokista terbenam seluruhnya di dalam stroma
endometrium dan epitel permukaan hampir menutupi seluruh defek semula di dinding
uterus. ;lastokista sekarang menghasilkan sedikit penonjolan ke dalam lumen uterus.
Trofoblas ditandai oleh rongga-rongga lakunar di sinsitium yang embentuk jaringan
yang saling berhubungan. 3aringan ini terutama jelas di kutub embrional, trofoblas
masih terdiri dari sel sitotrofoblastik.
Se-ara bersamaan, sel-sel sinsitiotrofoblas semakin menembus ke dalam
stroma dan mengikis lapisan endotel kapiler ibu. 5apiler-kapiler ini yang mengalami
kongesti dan melebar, dikenal sebaga sinusoid. >akuna sinsitium kini bersambungan
dengan sinusoid, dan darah ibu masuk ke sistem lakuna. 5arena trofoblas terus
)(
mengikis sinusoid-sinusoid, darah ibu mulai mengalir melalui sistem trofoblastik,
membentuk sirkulasi uteroplasenta.
Sementara itu, suatu populasi sel baru mun-ul di antara permukaan dalam
sitotrofoblas dan permukaan luar rongga eksoselom. Sel-sel ini yang berasal dari sel-
sel yolk sa-, membentuk suatu jaringan ikat longgar halus, mesoderm ekstra
embrional yang akhirnya mengisi semua ruang antara trofoblas di bagian eksternal
dan amnion dan membran eksoselom dibagian internal. Tidak lama kemudian,
terbentuk rongga-rongga besar di mesoderm ekstraembrional, dan setelah rongga-
rongga ini menyatu, terbentuklah suatu ruang baru yang dikenal sebagai selom
ekstraembrional, atau rongga korion. 7uang ini mengelilingi yolk sa- primitif dan
rongga amnion, ke-uli tempat diskus germinati$um berhubungan dengan trofoblas
melalui tangkai penghubung. 1esoderm ekstraembrional yang melapisi sitotrofoblas
dan amnion disebut dengan mesoderm somatopleura ekstraembrionalJ lapisan yang
menutupi yolk sa- dikenal sebagai meosderm splanknopleura ekstraembrional.
Pertumbuhan diskus bilaminar relatif lambat dibandingkan dengan
pertumbuhan trofoblasJ karena itu diskus tetap sangat ke-il (*,( sampai *,) mm). Sel-
sel endometrium menjadi polihedral dan dipenuhi oleh glikogen dan lemakJ ruang
antar sel terisi oleh -airan ekstra$asi, dan jaringan tampak edema. Perubahan-
perubahan ini, yang dikenal sebagai reaksi desidua, pertama-tama terbatas didaerah
tepat di sekitar tempat implantasi kemudian terjadi diseluruh endometrium.
Pa(a )ar" ke*13 defek permukaan di endometrium biasanya telah sembuh. Eamun,
kadang-kadang terjadi perdarahan di tempat implantasi akibat meningkatnya aliran
darah ke dalam ruang-ruang lakuna. 5arena terjadi pada hari ke-)8 siklus haid,
perdarahan ini dapat disangka perdarahan haid biasa, dan karenanya, dapat
menyebabkan kesalahan perkiraan tanggal kelahiran.
Trofoblas ditandai oleh struktur berbentuk $ilus. Sel-sel sitotrofoblas
berproliferasi se-ara lokal dan menembus ke dalam sinsitiotrofobla, membentuk
))
kolom-kolom sel yang dikelilingi oleh sinsitium. 5olom-kolom sel dengan selubung
sinsitium ini dikenal dengan $ilus primer.
Sementara itu, hipoblas menghasilkan sel-sel lain yang bermigrasi di
sepanjang bagian dalam membran membran eksoselom. 7ongga baru ini disebut
dengan yolk sa- definitif atau yolk sa- sekunder. @olk sa- ini jauh lebih ke-il
daripada rongga eksoselom semula atau yolk sa- primitif. Selama pembentukannya,
sebagian besar rongga eksoselom terlepas. ;agian ini diwakili oleh kista eksoselom
yang sering ditemukan di selom ekstraembrional atau rongga korion.
Sementara itu, selom ekstraembrional meluas dan membentuk suatu rongga
besar, rongga korion. 1esoderm ekstraembrional yang melapisi bagian dalam
sitotrofoblas kemudian dikenal dengan lempeng korion. Satu-satunya tempat
mesoderm ekstraembrional melintasi rongga korion adalah di tangkai penghubung
dengan terbentuknya pembuluh darah, tangkai ini menjadi korda umbilikalis.
(Sadler, )**=)
P!75!1;'E?'E 1%E??8 5!-6 9%E??' 5!-8
1. H",t-gene,",
Tahap awal dari &rganogenesis adalah 9istogenesis. 9istogenesis adalah suatu
proses diferensiasi dari sel yang semula belum mempunyai fungsi menjadi sel yang
mempunyai fungsi khusus. +engan kata lain, histogenesis adalah differensiasi
kelompok sel menjadi jaringan, organ, atau organ tambahan.
Setiap jaringan mengandung sekelompok sel yang sama. Sel jaringan ini sudah
merupakan sel khusus, ke-uali sel epitel dan jaringan ikat dipertimbangkan sebagai
sel kurang khusus jika dibandingkan dengan sel saraf atau otot. ;entuk umum dan
struktur dari sel dimodifikasi selama perkembangan sehingga setiap jaringan
mengandung sel dengan fungsi khusus. 5etiga lapisan benih akan mengalami
)6
spesialisasi selama periode ini dan karena itu, setiap lapis benih menghasilkan sel
yang fungsional pada jaringan tempatnya berbeda.
2. rgan-gene,", .M-rf-gene,",/
&rganogenesis adalah proses pembentukan organ tubuh atau alat tubuh, mulai dari
bentuk primitif (embrio) hingga menjadi bentuk definitif (fetus). "etus memiliki
bentuk yang spesifik bagi setiap famili hewan. 'rtinya tiap bentuk fetus hewan
memiliki -iri khas tersendiri yang men-erminkan spesiesnya.
&rganogensisi dimulai akhir minggu ke 6 dan berakhir pada akhir minggu ke 8.
+engan berakhirnya organogenesis maka -irri--iri eksternal dan system organ utama
sudah terbentuk yang selanjutnya embryo disebut fetus.
;erikut ini adalah gambar tahapan organogenesis
)4
3. Tran,f-r!a," Dan D"fferen,"a,"
Pada akhir dari proses gastrulasi, lapisan benih telah berdiferensiasi, tetapi belum
dapat berfungsi. Sel masih tidak berfungsi sampai pada proses diferensiasi khusus
yang disebut histological differentiation atau cytodifferentiation. 9asil dari proses
diferensiasi khusus ini adalah terbentuknya protein baru dalam sel. Protein khusus ini
memungkinkan sel tertentu mampu berfungsi untuk hanya satu fungsi.
#. Pr-,e, !-rf-gene,",
;entuk dari organisme tergantung dari dua faktor, yaitu bentuk sel dan posisi relati$e
dari sel tersebut. 3adi, morfogenesis terjadi pada beberapa tingkat, yaitu pada tingkat
organisme, organ tubuh, jaringan organ, dan tingkat seluler. 5arena itu, morfogenesis
terjadi tidak hanya pada pembentukan organisme, tetapi juga pada pembentukan sel.
+engan kata lain, morfogenesis merupakan proses yang menyangkut perubahan pada
tingkat sel dan supra seluler.
$. La0",an Ben") Ekt-(er!
>apis benihektoderm menghasilkan atau menumbuhkan bagian epidermal, neural
tube, dan sel neural -rest.
(. !pidermal e-toderm akan menumbuhkan organ antara lain ( ( ) lapisan epidermis
kulit, dengan deri$atnya yang seperti sisik, bulu, kuku, tanduk, -ula, taji, kelenjar
minyak bulu, kelenjar peluh, kelenjar lugak, kelenjar lendir, dan kelenjar mata., ( ) )
organ perasa sepertai lensa mata, alat telinga dalam, indra pembau, dan indra peraba,
dan ( 6 ) epithelium dari rongga mulut ( stomodium), rongga hidung, sinus
paranasalis, kelenjar ludah, dan kelenjar analis (pro-todeum ).
). Eeural tube akan menumbuhkan organ antara lain otak, spinal -ord, saraf feriper,
ganglia, retina mata, beberapa reseptor pada kulit, reseptor pendengaran, dan perasa,
neurohifofisis.
).
6. Eeural -rest akan menumbuhkan organ antara lain neuron sensoris, neuron
-holinergik, sistem saraf parasimpapetik, neuron adrenergi-, sel swann dan ginjal, sel
medulla adrenal, sel para folikuler kelenjar tyroid,sel pigmen tubuh, tulang dan yang
lainnya.
Sistem saraf terdiri atas sistem sistem saraf pusat (SSP) dan sistem saraf tepi (perifer),
yaitu system saraf kranial, spinal, dan autonom. SSP berasal dari bumbung neural
yang dihasilkan oleh proses neurulasi. ;umbung neural beserta salurannya
(neurosoel) berdiferensiasi menjadi otak dan medulla spinalis (sumsum tulang
belakang ST;) Saluran di dalam otak terdiri atas 4 $entrikel dan di dalam ST;
sebuah kanalis sentralis.
%. La0",an Ben") Me,-(er!
>apisan benih mesoderm akan menumbuhkan noto-hord, epimer, mesomer dan
hypomer. Eoto-hord umumnya berkembang dengan baik pada amphioDus, sedangkan
pada $ertebrata menumbuhkan sumsum tulang belakang. !pimer akan berkembang
menjadi dermatome (dermis kulit), sklerotome (sumsum tulang), dan myotom (otot
kerangkang). 1esomer akan berkembang menjadi organ pengeluaran seperti ginjal
dan urethra, o$arium dan testis serta saluran genital dan korteks adrenalis. 9ypomere
akan berkembang menjadi somatopleura (peritoneum), splan-hnopleura (masentrium,
jantung, sel darah, sum B sum tulang, pembuluh darah) dan -oe-lon (rongga tubuh).
Epimere
;agian s-lerotome memisahkan diri dari somit berupa sekelompok sel mesenkim,
pindah ke median mengelilingi noto-hord dan ke dorsal mengelilingi bumbung
neural. 5elompok sel mesenkim ini membentuk $ertebrae yang menyelaputi
noto-hord dan bumbung neural.
),
Somit kemudian kembali menyusun diri menjadi bumbung yang terdiri dari ) bagian
(. +ermatome, sebelah luar
). 1yotome, sebelah dalam
7ongganya disebut myo-oel sekunder. +ermatome menghasilkan mesenkim yang
akan berpindah ke bawah epidermis membentuk lapisan dermis.
Mesomere
+ibedakan atas ) daerah
(. ?enital ridge
). Eephrotome
?enital ridge mengandung sel-sel untuk membina gonad. Eephrotome tumbuh
menjadi ginjal dan saluran-salurannya.
Hypomere
Somati- mesoderm dan splan-hni- mesoderm akan menumbuhkan
(. 5antung insang (bran-hial pou-hes) di daerah pharynD foregut. 5antung-kantung
insang itu berpasangan, dibina oleh endoderm sebelah dalam, e-toderm sebelah luar,
dan mesoderm di tengah.
). Selaput rongga tubuh dan alat dalam peri-ardium, pleura, peritonium,
mesenterium. Semua selaput ini terdiri dari sel sel epitel gepeng disebut mesothelium,
serta jaringan pengikat.
Splan-hni- mesoderm sendiri di daerah jantung membina epimyo-ardium, serta
meso-ardium yang merupaka selaput penggantung jantung. Somati- mesoderm
sendiri menumbuhkan lapisan dermis kulit di daerah lateral dan $entral embrio.
)2
Turunan mesoderm dibagi menjadi . daerah
a. 5ordameseoderm 1embentuk noto-hord (sumbu tubuh)
b. 1esoderm +orsal ( Paraksial ) 1embentuk jaringan ikat tubuh, tulang otot,
tulang rawan, dan dermis.
-. 1esoderm %ntermediet 1embentuk system urogenital
d. 1esoderm >ateral 1embentuk system sirkulasi, permukaan rongga tubuh, dan
komponen anggota tubuh.
e. 1esoderm 5epala 1embentuk otot pada wajah/muka.
Organogenesis Urogenital
&rgan-organ turunan mesoderm, di antaranya ialah ginjal dan gonad beserta saluran-
salurannya, jantung dan pembuluh darah, anggota badan, dan $ertebra.Terdapat tiga
ma-am ginjal, berdasarkan kesempurnaan perkembangannya yaitu pronefros,
mesonefros, dan metanefros. 5epemilikan jenis-jenis ginjal ini sejalan dengan derajat
tingginya hewan. Selama perkembangan embrio suatu hewan, ginjal yang lebih
primitif dari ginjal definitifnya selalu atau pernah dimilikinya meskipun hanya
sebentar dan mungkin tidak berfungsi, melainkan akan berdegenerasi dan bersamaan
dengan itu ginjal yang lebih maju terbentuk posterior dari yang pertama. 5omponen
ginjal ialah jaringan nefrogenik yang berasal dari mesoderm intermedier yang
perkembangannya diinduksi oleh saluran nefros.
Pada bakal testis, pita seks berkembang pesat di dalam medula sebagai pita medula
(pita testis) yang menjadi terpisah dari epitel germinal, dibatasi oleh tunika albuginea.
Pita medula adalah bakal tubulus seminiferus, terdiri atas sel-sel kelamin dan sel
Sertoli. Sel-sel medula lainnya menjadi sel >eydig. 5orteks tetap tipis, sedangkan
medula tebal. Saluran 1Kller berdegenerasi, sedangkan saluran Lolff menjadi $asa
deferensia.
)8
&. La0",an Ben") En(-(er!
>apis benih ini akan menumbuhkan beberapa sel seperti, epithelium saluran
pen-ernaan dan deri$atnya seperti hati, pan-reas, $esika urinaria. >apis benih juga
menumbuhkan sel epitel saluran pernapasan, saluran perken-ingan, dan beberapa
kelenjar endokrin seperti tyroid dan parathyroid.
&rgan-organ turunan endoderm yang utama adalah saluran pen-ernaan makanan
(SP1) dan kelenjar- kelenjarnya, serta paru-paru dan saluran respiratori (pernapasan)
Selain itu, beberapa kelenjar endokrin berasal dari endoderm juga. Pembentukan
SP1 diawali dengan terbentuknya arkenteron, yang pada anamniota dari awal sudah
berbentuk rongga yang akan membentuk saluran. Pada amniota, saluran baru
terbentuk melalui pelipatan-pelipatan splanknopleura di bagian anterior, posterior,
dan lateral. +i bagian tengah saluran, terdapat bagian yang terbuka yaitu pada tangkai
yolk yang menghubungkan saluran dengan kantung yolk.
SP1 terbagi menjadi wilayah usus depan, usus tengah, dan usus belakang. 8sus
depan akan menjadi faring, esofagus, lambung, dan duodenum anterior. 8sus tengah
adalah bakal duodenum posterior dan sebagian dari kolon. 8sus belakang ialah bakal
kolon dan rektum. >ubang mulut terdapat di ujung anterior usus depan, dari
pertemuan ektoderm stomodeum dengan endoderm faring yang kemudian pe-ah
membentuk lubang mulut !ktoderm stomodeum masuk ke dalam rongga mulut. &leh
karena itu, epitel rongga mulut adalah ektoderm. 9al yang sama terjadi di bagian
kaudal, epitel rongga anus atau rongga kloaka adalah ektoderm yang berasal dari
ektoderm proktodeum.
.
'. rgan-gene,", Pa(a Bu!1ung*Bu!1ung .Tu1ula,"/
)=
Tubulasi adalah pertumbuhan yang mengiringi pembentukan gastrula atau disebut
juga dengan pembumbungan. +aerah-daerah bakal pembentuk alat atau ketiga lapis
benih e-toderm, mesoderm dan endoderm, menyusun diri sehingga berupa bumbung,
berongga. @ang tidak mengalami pembumbungan yaitu noto-hord, tetapi masif.
1engiringi proses tubulasi terjadi proses differensiasi setempat pada tiap bumbung
ketiga lapis benih, yang pada pertumbuhan berikutnya akan menumbuhkan alat
(organ) bentuk definitif.
5etika tubulasi e-toderm saraf berlangsung, terjadi pula differensiasi awal pada
daerah-daerah bumbung itu, bagian depan tubuh menjadi en-ephalon (otak) dan
bagian belakang menjadi medulla spinalis bagi bumbung neural (saraf). Pada
bumbung endoderm terjadi differensiasi awal saluran atas bagian depan, tengah dan
belakang. Pada bumbung mesoderm terjadi differensiasi awal untuk menumbuhkan
otot rangka, bagian dermis kulit dan jaringan pengikat lain, otot $isera, rangka dan
alat urogenitalia.
Bumbung Epidermis
1enumbuhkan
(. >apisan epidermis kulit, dengan deri$atnya yang berteDture (susunan kimia) tanduk
sisik, bulu, kuku, tanduk, -ula, taji.
). 5elenjar-kelenjar kulit kelenjar minyak bulu, kelenjar peluh, kelenjar ludah,
kelenjar lendir, dan kelenjar air mata.
6. >ensa mata, alat telinga dalam, indra bau dan indra raba.
4. Stomodeum menumbuhkan mulut, dengan deri$atnya seperti lapisan enamel
(email) gigi, kelenjar ludah, dan indra ke-ap.
.. Pro-todeum, menumbuhkan dubur bersama kelenjarnya yang menghasilkan bau
tajam.
6*
Bumbung Endoderm (metenterom)
1enumbuhkan
(. >apisan epitel seluruh saluran pen-ernaan sejak pharynD sampai re-tum.
). 5elenjar-kelenjar pen-ernaan hepar, pan-reas, serta kelenjar lendir yang
mengandung en0im dalam oesophagus, gaster dan intestinum.
6. >apisan epitel paru atau insang.
4. #loa-a yang menjadi muara ketiga saluran pembuangan (ureter), makanan
(re-tum), dan kelamin (du-tus genitalis).
.. >apisan epitel $agina, uretra, $esi-a urinaria, dan kelenjar-kelenjarnya.
Perkembangan Saluran Pen-ernaan
Perkembangan 9ati, !mpedu, dan Pankreas
6(
Perkembangan Paru-paru
Bumbung euran (saraf)
1enumbuhkan
(. &tak dan sumsum tulang belakang
). Saraf tepi otak dan punggung
6. ;agian persarafan indra, seperti mata, hidung, dan raba
4. #hromatophore kulit dan alat-alat tubuh yang berpigmen.
;erikut ini adalah tahapan pembentukan wajah pada manusia
Bumbung mesoderm
1enumbuhkan banyak ragam alat
(. 3aringan pengikat dan penunjang
). &tot lurik, polos, dan jantung
6. 1esen-hyme yang dapat berdiferensiasi menjadi berbagai ma-am sel dan jaringan.
(sedikit ada juga mesen-hyme sesungguhnya dari bumbung e-toderm epidermis)
6)
4. ?onad, saluran serta kelenjar-kelenjarnya
.. ?injal dan ureter
,. >apisan otot dan jaringan pengikat (tuni-a mus-ularis, tuni-a ad$entitia, tuni-a
mus-ularis Bmu-osa dan serosa) berbagai saluran dalam tubuh, seperti pen-ernaan,
kelamin, dan pembuluh darah.
2. >apisan rongga tubuh dan selaput-selaput berbagai alat pleura, peri-ardium,
peritonium, dan mesenterium.
(Eorwit0 A S-horage, )**8)
P!75!1;'E?'E P!7%&+! 3'E%E
1asa janin berlangsung dari kehamilam minggu kesembilan hingga saat kelahiran
dan ditandai dengan pertumbuhan tubuh yang -epat dan penyempurnaan sistem-
sistem organ tubuh. Pertumbuhan panjang badan sangat men-olok pada bulan ketiga,
keempat dan kelima (.-m tiap bulan) dan penambahan berat badan sangat men-olok
pada dua bulan terakhir kehamilan (2** g tiap bulan). !mbrio hampir seluruhnya
terdiri dari air. 1eskipun demikian setelah men-apai usia (* minggu janin akan
bergantung pada nutrient dari sirkulasi ibu melalui plasenta yang sedang berkembang.
Pada bulan kelima gerakan janin jelas dirasakan oleh ibu dan janin diliputi dengan
rambut ke-il yang halus.
3anin yang lahir pada bulan keenam atau permulaan bulan ketujuh sukar untuk
bertahan hidup, terutama karena diferensiasi system saraf pusat belum -ukup. >ama
kehamilan untuk janin -ukup bulan dianggap )88 hari atau 4* minggu setelah hari
pertama haid atau ),, hari atau 68 minggu setelah pembuahan, untuk
mempersiapakan persalinan baiknya dari minggu ke-64- sampai minggu ke-68.
(Sofian, )*())
66
"'5T&7-"'5T&7 @'E? 1!1P!E?'7@9% T81;89 5!1;'E? !1;7%&
(*. "aktor lingkungan pranatal yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin
mulai dari konsepsi sampai lahir, antara lain
?i0i ibu saat hamil
?i0i ibu yang jelek sebelum terjadinya kehamilan maupun pada waktu
sedang hamil, lebih sering menghasilkan bayi ;;>7/>ahir mati,
menyebabkan -a-at bawaan, hambatan pertumbuhan otak, anemia pada bayi
baru lahir, mudah terkena infeksi, abortus dan sebagainya
1ekanis
Trauma dan -airan ketuban yang kurang, posisi janin dalam uterus terdapat
kelainan bawaan, talipes, dislokasi panggul, tortikolis kongenital, palsi
fasialis atau kranio tabes.
Toksin / 0at kimia
Cat-0at kimia yang dapat menyebabkan kelainan bawaan pada bayi antara
lain obat seperti thalidomide, phenytoin, methadion, obat anti kanker, rokok,
alkohol beserta logam berat lainnya.
%bu hamil yang perokok berat/ peminum alkohol kronis sering melahirkan
bayi dengan berat badan lahir rendah, lahir mati dan -a-at.
3ika terjadi kera-unan logam berat pada ibu hamil, misalnya karena makan
ikan yang terkontaminasi merkuri dapat menyebabkan mikrosefali dan palsi
serebral.
64
!ndokrin
9ormon-hormon yang mungkin berperan pada pertumbuhan janin, adalah
somatotropin, tiroid, insulin, hormon plasenta, peptida-peptida lainnya
dengan akti$itas mirip insulin. 'pabila salah satu dari hormon tersebut
mengalami defisiensi, maka dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada
pertumbuhan susunan saraf pusat sehingga terjadi retardasi mental, -a-at
bawaan dan lain-lain.
7adiasi
7adiasi pada janin sebelum umur kehamilan (8 minggu dapat menyebabkan
kematian janin, kerusakan otak, mikrosefali, atau -a-at bawaan lainnya
%nfeksi
Setiap hiperpireDia pada ibu hamil dapat erusak janin. %nfeksi intrauterin
yang sering menyebabkan -a-at bawaan adalah T&7#9, sedangkan infeksi
lainnya yang juga dapat menyebabkan penyakit pada janin adalah $arisela,
malaria, polio, -ampak, hepatitis, influen0a dan lain-lain.
Psikologi ibu / stress
Stress yang dialami oleh ibu pada waktu hamil dapat mepengaruhi tumbuh
kemang janin, antara lain -a-at bawaan, kelainan kejiwaan dan lain-lain
%munitas
7hesus atau ';& inkomtabilitas sering menyebabkan abortus, hidrops
fetalis, kern ikterus, atau lahir mati.
'noksia !mbrio
6.
1enurunnya oksigenisasi janin melalui gangguan pada plasenta atau tali
pusat, mentebabkan berat badan lahir rendah.
(Soetjiningsih, (==.)
BAB 3
KESIMPULAN DAN SARAN
1.1 Ke,"!0ulan
;erdasarkan hasil diskusi dapat disimpulkan bahwa
(. !mbriogenesis merupakan tahapan perkembangan sel setelah mengalami
pembuahan atau fertilisasi hingga 8 minggu pertama
). "ertilisasi proses penyatuan gamet wanita dan pria (spermato0oa dan oosit
sekunder) yang terjadi di daerah ampula tuba uterina
6. Tahap -lea$age merupakan tahap pembelahan 0igot (stadium dua-sel) untuk
membentuk morula dan kemudian akan membentuk blastokista
4. %mplantasi merupakan tahap perlekatan blastokista ke dinding uterus
.. Pada perkembangan minggu kedua ditandai dengan terbentuknya yolk sa-
6,
definitif
,. Perkembangan minggu ke 6 hingga minggu ke 8 merupakan tahap
organogenesis ditandai dengan pembentukan organ dan jaringan
2. 1asa janin berlangsung dari kehamilam minggu kesembilan hingga saat
kelahiran dan ditandai dengan pertumbuhan tubuh yang -epat dan
penyempurnaan sistem-sistem organ tubuh.
8. "aktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang embrio antara lain
adalah, gi0i, mekanis, 0at kimia, endokrin, radiasi, infeksi, kelainan
imunologi, anoksia embrio dan faktor psikologi ibu.
1.2 Saran
5ami sangat menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna,
sehingga kami selaku penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran dari
pemba-a yang bersifat membangun.
62
+aftar Pustaka
?uyton, '. #., A 9all 3. !. ()**,). Buku !"ar #isiologi $edokteran Edisi %%. 3akarta
Penerbit ;uku 5edokteran !?#.
Eorwit0, ! A S-horage, 3. ()**8). !t a &lance Obstetri ' &inekologi (
nd
Edition.
3akarta 'irlangga
Sadler, T.L. ()**=). Langman Embriologi $edokteran Edisi %). 3akarta !?#.
Sloane, !. ()**6). !natomi dan #isiologi untuk *emula. 3akarta !?#
Soetjiningsih. ((==.). +umbuh $embang !nak. 3akarta !?#.
Sofian, '. ()*()). ,ustam Mochtar -inopsis Obstetri Edisi . /ilid %. 3akarta !?#
68