Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH MENANAMKAN SIKAP CINTA TANAH AIR KEPADA

ANAK ANAK TK
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Rasa Cinta Tanah Air perlu ditanamkan kepada anak sejak usia dini baik di PAUD
Non Formal, TK atau RA agar sebagai generasi penerus bangsa dapat mewujudkan sikap dan
tingkah laku yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat dan menghindari penyimpangan-
penyimpangan sosial yang dapat merusak norma-norma dan nilai-nilai kebudayaan Indonesia
karena peyimpangan-penyimpangan bukan hanya merugikan diri sendiri tapi juga dapat
merugikan masyarakat bahkan negara, serta mampu menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan
dan norma-normanya. Karena nilai-nilai kebudayaan bangsa mencerminkan cinta kita terhadap
bangsa dan negara. Hindarilah segala sesuatu yang dapat menyimpang dari nilai-nilai dan norma-
norma yang ada, terus maju dan bersatu meraih cita-cita bersama dengan penuh rasa cinta kita
terhadap bangsa. Rasa Cinta Tanah Air dapat ditanamkan kepada anak melalui Tema Tanah
Airku, misalnya dengan upacara sederhana setiap hari Senin dengan menghormat bendera Merah
Putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan mengucapkan Pancasila.
Kegiatan lain adalah memperingati hari besar nasional dengan
kegiatan lomba atau pentas budaya, mengenalkan aneka kebudayaan bangsa
secara sederhana dengan menunjukkan miniatur candi dan menceritakannya,
gambar rumah dan pakaian adat, mengenakan pakaian adat pada hari Kartini,
serta mengunjungi museum terdekat, mengenal para pahlawan melalui bercerita
atau bermain peran. Bisa juga diintegrasikan dalam tema lain melalui
pembiasaan sikap dan perilaku, misalnya menjaga kebersihan dan kelestarian
lingkungan, menyayangi sesama penganut agama, menyanyangi sesama dan
makhluk Tuhan yang lain, tenggang rasa dan menghormati orang lain.
Menciptakan kedamaian bangsa adalah juga perwujudan rasa cinta tanah air.
Peningkatan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai luhur budaya
bangsa adalah sarana untuk membangkitkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air, yang
dapat dilakukan dengan senantiasa memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan bernegara
dalam kehidupan bermasyarakat. Kehendak bangsa untuk bersatu dalam wadah negara kesatuan
Republik Indonesia merupakan sarat utama dalam mewujudkan nasionalisme nasional. Dengan
demikian, tidak pada tempatnya untuk mempersoalkan perbedaan suku, agama, ras, budaya dan
golongan. Kehendak untuk bersatu sebagai suatu bangsa memiliki konsekuensi siap
mengorbankan kepentingan pribadi demi menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan.
Tanpa adanya pengorbanan, mustahil persatuan dan kesatuan dapat terwujud. Malah sebaliknya
akan dapat menimbulkan perpecahan. Inilah yang telah dibuktikan bangsa Indonesia dalam
merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

B. Rumusan Masalah
1. Definisi dari cinta tanah air?
2. Bagaimana menanamkan sikap cinta tanah air pada anak Tk?
3. Bagaimana penjabaran / wujud cinta tanah air dalam kehidupan anak TK?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui dan mengkaji definisi dari cinta tanah air.
2. Untuk mengetahui bagaiman cara menanamkan sikap cinta tanah air pada anak Tk.
3. Untuk mengetahui wujud cinta tanah air dalam kehidupan sehari hari.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
1. Definisi Cinta Tanah Air
Rasa cinta tanah air adalah rasa kebanggaan, rasa memiliki, rasa menghargai, rasa
menghormati dan loyalitas yang dimiliki oleh setiap individu pada negara tempat dimana ia
tinggal. Yang tercermin dari perilaku membela tanah airnya, menjaga dan melindungi tanah
airnya, rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negaranya, mencintai adat atau budaya yang
ada dinegaranya dengan melestarikannya dan melestarikan alam dan lingkungan.
Cinta Tanah Air merupakan pengalaman dan wujud dari sila Persatuan Indonesia yang
dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di keluarga, sekolah dan masyarakat. Tiap-tiap
warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara, syarat-syarat
pembelaan negara diatur dalam Undang - Undang. Kesadaran cinta tanah air itu pada hakikatnya
berbakti kepada negara dan kesediaan berkorban membela negara.
Oleh karena itu, rasa cinta tanah air perlu ditumbuh kembangkan dalam jiwa setiap
individu sejak usia dini yang menjadi warga dari sebuah negara atau bangsa agar tujuan hidup
bersama dapat tercapai. Salah satu cara untuk menumbuh kembangkan rasa cinta tanah air adalah
dengan menumbuhkan rasa bangga terhadap tanah airnya melalui proses pendidikan. Rasa
bangga terhadap tanah air dapat ditumbuhkan dengan memberikan pengetahuan dan dengan
membagi dan berbagi nilai-nilai budaya yang kita miliki bersama. Oleh karena itu, pendidikan
berbasis nilai-nilai budaya dapat dijadikan sebagai sebuah alternatif untuk
menumbuhkembangkan rasa bangga yang akan melandasi munculnya rasa cinta tanah air.
Salah satu cara untuk menumbuh kembangkan rasa cinta tanah air
adalah dengan menumbuhkan rasa bangga terhadap tanah airnya melalui
proses pendidikan. Rasa bangga terhadap tanah air dapat ditumbuhkan dengan
memberikan pengetahuan dan dengan membagi dan berbagi nilai-nilai budaya
yang kita miliki bersama. Oleh karena itu, pendidikan berbasis nilai-nilai budaya
dapat dijadikan sebagai sebuah alternatif untuk menumbuhkembangkan rasa
bangga yang akan melandasi munculnya rasa cinta tanah air.
2. Wujud dari Cinta Tanah Air
Perwujudan rasa persatuan dan cinta tanah air harus kita laksanakan di lingkungan
keluarga, sekolah, tempat tinggal kita, bahkan di manapun kita berada. Sebagai generasi penerus
bangsa hendaknya kita dapat mewujudkan sikap dan tingkah laku yang bermanfaat bagi
kepentingan masyarakat yang merugikan diri sendiri atau masyarakat. Sebagai generasi mudak
kita juga harusnya dapat berperan seperti para pahlawan yang telah gugur di medan perang. Para
pahlawan berani mengorbankan diri karena mereka mencintai tanah airnya. Mereka mencintai
rakyat, bangsa, dan negara Indonesia.
Rasa cinta tanah air bisa diwujudkan dengan berbagai macam cara. antara lain adalah:
1. Sebagai pelajar kita harus bertanggung jawab. Dengan belajar sungguh sungguh dan tekun.
2. Mencintai produk-produk dalam negeri. Karena sekarang ini banyak sekali produk asing. Untuk
itu sebagai warga negara yang cinta tanah air tetap mencintai produk dalam negeri.
3. Bangga sebagai bangsa Indonesia. Kebanggaan itu antara lain diwujudkan dengan menggunakan
bahasa Indonesia, mencintai dan mempertahankan budaya Indonesia.
4. Upacara setiap hari senin dan hari hari besar Negara.
Mengenang kembali jasa pahlawan/pejuang kemerdekaan dan melakukan intropeksi
pada diri kita mengenai kontribusi yang diberikan untuk mengisi kemerdekaan, merupakan cara
yang dapat kita lakukan sebagai bangsa Indonesia yang mempunyai rasa cinta Tanah Air dalam
memaknai kemerdekaan. Mengenang jasa pejuang kemerdekaan bukan hanya mengetahui
sejarah perjuangan mereka. Kita harus bisa menjadikan perjuangan mereka sebagai motivasi
untuk berjuang memberikan sesuatu yang terbaik bagi bangsa Indonesia.
Cara memaknai kemerdekaan Indonesia yang diraih dengan susah payah oleh pahlawan
kemerdekaan dengan membuktikan rasa cinta Tanah Air kita, yaitu dengan ikut berpartisipasi
dalam kegiatan negara, mencintai produk dalam negeri, dan belajar dengan tekun.
BAB III
PEMBAHASAN
I. Cara menanamkan sikap Cinta Tanah Air kepada anak TK di lingkungan sekolah
Sikap cinta tanah air harus ditanamkan kepada anak sejak usia dini agar dapat
menjadi manusia yang dapat menghargai bangsa dan negaranya misalnya dengan upacara
sederhana setiap hari Senin dengan menghormat bendera Merah Putih, menyanyikan lagu
Indonesia Raya, dan mengucapkan Pancasila. Meskipun lagu Indonesia Raya masih sulit dan
panjang untuk ukuran anak usia dini, tetapi dengan membiasakan mengajak menyanyikannya
setiap hari Senin, maka anak akan hafal dan bisa memahami isi lagu.
Kegiatan lain yang dapat dilakukan adalah memperingati hari besar
nasional dengan kegiatan lomba atau pentas budaya, mengenalkan aneka
kebudayaan bangsa secara sederhana dengan menunjukkan miniatur candi dan
menceritakannya, gambar rumah dan pakaian adat, mengenakan pakaian adat
pada hari Kartini, serta mengunjungi museum terdekat, mengenal para pahlawan
melalui bercerita atau bermain peran.
Menciptakan kedamaian bangsa adalah juga perwujudan rasa cinta
tanah air. Sehingga suatu saat nanti, dan saat tumbuh dewasa mereka dapat
menghargai betapa pentingnya mencintai tahan air ini, negeri ini, khusnya bagi
bangsa dan negara, dan bisa berwarganegara dengan baik, mempunyai rasa
cinta yang tinggi terhadap negaranya, dan sekaligus bisa mengharumkan
bangsa dan negaranya. Diharapkan bahwasaanya menjadi manusia yang
bermanfaat bagi bangsa dan negara. dan tidak terpelosok ke dalam lubang salah
slama ini, banyak sekali saat ini kejadian - kejadian yang mencengangkan bagi
kita, yang menurtnya tidak layak menjadi layak, ini dikarnakan mempunyai
pengetahuan yang kurang cukup baik di dalam lingkungan sekitar oleh karna itu
kita harus bisa menanamkan rasa cinta tanah air.
Yang tidak kalah menariknya adalah menanamkan rasa cinta tanah
air melalui lagu. Dengan menyanyi apalagi jika diiringi dengan musik, anak akan
merasa senang, gembira, serta lebih mudah hafal dan memahami pesan yang
akan disampaikan guru. Jika lagu wajib nasional dianggap masih terlalu sulit
untuk anak, maka guru bisa menciptakan lagu sendiri yang sesuai untuk anak
usia dini. Guru diberikan kebebasan untuk mengembangkan kreativitasnya di
sekolah termasuk dalam menciptakan lagu. Lagu untuk anak usia dini biasanya
dengan kalimat yang sederhana, mudah diucapkan, mudah dipahami dan
dihafalkan. Lagu sebaiknya yang bernada riang gembira, karena hal ini akan
merangsang perkembangan otak anak, anak terbiasa untuk selalu riang dalam
bekerja, cepat dalam menghadapi dan memutuskan masalah, tidak cepat putus
asa. Sedangkan jika tujuannya hanya untuk memperdengarkan musik pada
anak, bisa dengan lagu atau instrumen musik yang lebih halus dan tenang.
Misalnya, lagu Kebangsaan Indonesia Pusaka, Syukur, Tanah Air dan Bagimu
Negeri.

II. Cara menanamkan sikap Cinta Tanah Air di lingkungan keluarga
Keluarga adalah fondasi utama dalam pengasuhan, perawatan, dan pendidikan anak
(pembentukan karakter anak dan manusia) sangatlah penting. Ketika ibu mengandung, kemudian
melahirkan anak, anak sudah mulai melihat dunia ini secara global. Anak sudah dibekali
kemampuan fisik dan psikis sejak dini. Kemampuan dalam diri anak itu perlu dikembangkan.
Untuk mengembangkannya anak membutuhkan lingkungan yang dapat memberi stimulasi pada
semua aspek perkembangannya. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan fisik dan
lingkungan sosial.
Keluarga merupakan unit pertama dan institusi pertama dalam masyarakat dimana
hubungan-hubungan yang terdapat didalamnya, sebagian besarnya bersifat langsung dan
disitulah berkembang individu dan disitulah terbentuknya tahap-tahap awal proses sosialisasi
bagi anak-anak. Orang-orang yang berada dalam sebuah keluarga termasuk dalam lingkungan
sosial. Interaksi yang terjadi di dalam keluarga menjadi suatu pergaulan yang dapat mendidik
atau tidak mendidik bagi anak. Jadi pergaulan di dalam keluarga merupakan hal yang sangat
berpengaruh bagi pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya. Lingkungan fisik
menyangkut fasilitas, sarana/ prasarana, sandang, pangan dan papan yang disediakan orang tua.
Ini juga menjadi kebutuhan dasar bagi anak dalam pertumbuhan dan perkembangannya.
Cara menanamkan rasa cinta tanah air kepada anak dapat dilakukan dengan cara,
menanamkan nilai-nilai kebudayaan kepada anak, menceritakan sejarah dan tokoh-tokoh
pahlawan/Pejuang Indonesia agar anak dapat menghargai dan mempunyai rasa cinta yang tinggi
terhadap negara serta menjadikan perjuangan mereka sebagai motivasi untuk berjuang
memberikan sesuatu yang terbaik bagi bangsa Indonesia, mengajarkan anak untuk menjaga
kebersihan dan kelestarian lingkungan, menyayangi sesama penganut agama, menyanyangi
sesama dan makhluk Tuhan yang lain, tenggang rasa dan menghormati orang lain, mengamalkan
sikap dan tingkah laku hemat, disiplin dan bertanggung jawab dalam mewujudkan keutuhan dan
kebersamaan agar tercapai kebahagiaan lahir batin Menciptakan kedamaian bangsa adalah juga
perwujudan rasa cinta tanah air

III.Cara menanamkan sikap Cinta Tanah Air kepada anak TK di lingkungan masyarakat
Dalam lingkungan masyarakat untuk mewujudkan atau menanamkan sikap
cinta tanah air pada anak TK dapat dilaksanakan melalui berbagai kegiatan-kegiatan
nasionalisme. Salah satu contohnya adalah seperti upacara pada hari senin, upacara hari hari
besar Negara, memperingati hari Kemerdekaan, lomba dan sebagainya, memperingati hari besar
nasional dengan kegiatan lomba atau pentas budaya, mengenalkan aneka kebudayaan bangsa
secara sederhana dengan menunjukkan miniatur candi dan menceritakannya, gambar rumah dan
pakaian adat, mengenakan pakaian adat pada hari Kartini, serta mengunjungi museum terdekat,
mengenal para pahlawan, mengenalkan semangat persatuan dan kesatuan di lingkungan
masyarakat kepada anak melalui kegiatan-kegiatan seperti siskamling, kerjabakti dll.
Mengenalkan anak mengenai berbagai macam suku, agama ,ras, budaya, dan
golongan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Namun hal itu bukan menjadi suatu perbedaan di
dalam bangsa Indonesia untuk kehidupan bermasyarakat seperti semboyan Bhineka Tunggal Ika.
meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai luhur budaya bangsa kepada anak adalah sarana untuk
membangkitkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air, yang dapat dilakukan dengan
senantiasa memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan bernegara dalam kehidupan
bermasyarakat.Serta untuk mewujudkan nasionalisme nasional.

BAB IV
PENUTUP
1. Kesimpulan
Sikap cinta tanah air perlu ditanamkan sejak usia dini, agar sebagai generasi
penerus bangsa dapat mewujudkan sikap dan tingkah laku yang bermanfaat bagi kepentingan
masyarakat dan menghindari penyimpangan-penyimpangan sosial yang dapat merusak norma-
norma dan nilai-nilai kebudayaan Indonesia. karena peyimpangan dapat merugikan diri sendiri
tapi juga dapat merugikan masyarakat bahkan negara. Karena nilai-nilai kebudayaan begitu pula
dengan semangat persatuan dan kesatuan kita yang juga perlu ditanamkan sejak dini. Perwujudan
rasa persatuan dan cinta tanah air harus kita laksanakan di lingkungan keluarga, sekolah, tempat
tinggal kita, bahkan di manapun kita berada. Semangat persatuan dan kesatuan dalam
bermasyarakat harus dijaga guna mempererat tali persaudaraan, saling melindungi, perdamaian
dan kenyamanan pun akan terjaga. Kita sebagai warga negara Indonesia harus mampu
menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan dan norma-normanya. Karena nilai-nilai kebudayaan
bangsa mencerminkan cinta kita terhadap bangsa dan negara.
2. Saran
1. Di lingkungan sekolah diharapkan tenaga pendidik memberikan pelajaran yang
bersangkutan dengan cinta tanah air. supaya anak megerti tentang betapa
pentingnya cinta tanah air. Menerapkan kurikulum yang berbasis budaya lokal
dan nasional mulai dari tingkat pendidikan yang paling rendah.Menentukan
metode dan media pembelajaran yang paling tepat dan sesuai dengan tahap
perkembangan.
2. Di lingkungan keluarga perlunya orang tua menanamkan rasa cinta tanah air
yang diliputi oleh rasa kebanggaan tehadap produk dalam negeri, memehami
budaya yang dimiliki bangsa, dan sebagainya.
3. Di lingkungan masyarakat, hindarilah segala sesuatu yang dapat menyimpang
dari nilai-nilai dan norma-norma yang ada, terus maju dan bersatu meraih cita-
cita bersama dengan penuh rasa cinta kita terhadap bangsa.

http://mbenxxcaem.blogspot.com/2011/09/menanamkan-sikap-cinta-tanah-air-kepada.html disunting
pada tgl 4/14/2014 pkl 12:04

Kata Pengantar

Puji dan Syukur Penulis Panjatkan atas kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan Rahmat dan
Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini berisi
tentang resensi artikel yang dimuat di koran Kompas pada Sabtu, 24 Maret 2012 dan dibuat untuk
memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia II di Universitas Gunadarma tahun 2012.
Dalam penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis
menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan makalah ini tidak lain berkat arahan dan bimbingan
dari Bpk. Jono Suroyo selaku dosen dari mata kuliah Bahasa Indonesia II, untuk itu penulis
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan
maupun materi. Kritik konstruktif dan saran dari pembaca sangat penulis harapkan untuk
penyempurnaan makalah ini. Semoga artikel yang dibahas pada makalah ini dapat bermanfaat dan
berguna bagi pembacanya.



Depok, 29 November 2013



Akmal Ariananda


DAFTAR ISI

Halaman
Judul
. i
Kata
Pengantar.
. ii
Daftar Isi

iii
BAB 1 Pendahuluan
1.1 . Latar
Belakang
.1
1.2. Ruang
Lingkup
1
1.3. Tujuan
penulisan..
..1
BAB 2
Pembahasan.
.2
BAB 3 Penutup
3.1.
Kesimpulan
..5
3.2.Saran..
..5
Daftar Pustaka

.6


BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Dalam sejarah peradaban bangsa, pemuda merupakan edon bangsa yang sangat mahal dan tak ternilai
harganya. Kemajuan atau kehancuran bangsa dan Negara banyak tergantung pada kaum mudanya
sebagai agen perubahan. Pada setiap perkembangan dan pergantian peradaban selalu ada darah muda
yang memeloporinya. Namun, pemuda Indonesia telah banyak kehilangan jati dirinya, terutama
dalam hal wawasan kebangsaan dan edonisms (cinta tanah air) Indonesia. Sebenarnya, cinta tanah air
dapat ditanamkan sejak dini dalam diri anak. Seorang anak dapat mencintai tanah air melalui film,
serta dapat memahami kekayaan Indonesia yang begitu melimpah. Pendidikan dapat dimulai dari
lingkungan yang paling dekat yaitu melalui lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Cinta
tanah air yaitu mencintai bangsa sendiri. Cinta tanah air perlu ditanamkan pada peserta didik, karena
peserta didik sebagai generasi penerus bangsa Indonesia. Agar rasa cinta tanah air terhadap bangsa
Indonesia tidak pudar, maka perlu penanaman sejak dini. Namun, permasalahan akut yang dihadapi
pemuda Indonesia meliputi adanya arus edonismsm dan edonism mengakibatkan redupnya
nasionalisme para pemuda sehingga menurunkan rasa persaudaraan dan semakin tajamnya
individualism, Ketidakmampuan para pemuda dalam menyesuaikan dengan peluang partisipasi
politik yang makin terbuka di era reformasi, sehingga menimbulkan anarkisme, tindak kekerasan,
dan liberalism.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan tentang topic Nasionalisme, rumusan masalah yang dapat diajukan sebagai berikut :
1. Apa itu Nasionalisme ?
2. Apakah Nasionalisme itu perlu untuk masyarakat Indonesia?
3. Kerugian apa saja bagi bangsa Indonesia jika masyarakat nya tidak mempunyai rasa Nasionalisme ?
1.3. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk membangkitkan semangat cinta kepada tanah air Indonesia,
membangkitkan nilai-nilai Patriotisme, mengenal dan Menghargai jasa-jasa para pendiri bangsa,
Generasi muda juga dapat mengetahui dan menyadari betapa besar nilai perjuangan Soekarno dan
para tokoh lainnya dalam mendirikan dan membangun bangsa ini dan meningkatkan rasa persatuan
dan kesatauan ditangah banyak perbedaan yang ada, baik perbedaan suku, agama, dan bahasa, serta
menjadikan perbedaan tersebut sebagai keunikan bangsa yang tidak dimiliki bangsa lain.


BAB 2 PEMBAHASAN

Nasionalisme adalah suatu sikap politik dari masyarakat suatu bangsa yang mempunyai kesamaan
kebudayaan, dan wilayah serta kesamaan cita-cita dan tujuan, dengan demikian masyarakat suatu
bangsa tersebut merasakan adanya kesetiaan yang mendalam terhadap bangsa itu sendiri.
Nasionalisme merupakan jiwa bangsa Indonesia yang akan terus melekat selama bangsa Indonesia
masih ada. Nasionalisme bukanlah suatu pengertian yang sempit bahkan mungkin masih lebih kaya
lagi pada zaman ini. Ciri-ciri nasionalisme di atas dapat ditangkap dalam beberapa definisi
nasionalisme sebagai berikut :

1. Nasionalisme ialah cinta pada tanah air, ras, bahasa atau sejarah budaya bersama.
2. Nasionalisme ialah suatu keinginan akan kemerdekaan politik, keselamatan dan prestise bangsa.
3. Nasionalisme ialah suatu kebaktian mistis terhadap organisme sosial yang kabur, kadang-kadang
bahkan adikodrati yang disebut sebagai bangsa atau Volk yang kesatuannya lebih unggul daripada
bagian-bagiannya.
4. Nasionalisme adalah dogma yang mengajarkan bahwa individu hanya hidup untuk bangsa dan
bangsa demi bangsa itu sendiri.

Nasionalisme merupakan sebuah identitas suatu negara, dimana identitas tersebut mempunyai
peranan yang tertinggi, hal itu dikarenakan identitas menjadi suatu pembeda antara siapa saya dan
siapa mereka, selain itu identitas mempunyai salah satu fungsi yaitu untuk memperlancar interaksi
(Dugis, 2012). Pengertian nasionalisme di negara eropa dan asia memiliki konotasi yang berbeda. Di
negara eropa nasionalisme memiliki konotasi negatif dan identik dengan perang, sedangkan di negara
asia nasionalisme diindikasikan sebagai rasa cinta tanah air, loyalitas bangsa sebagai warga negara
dan hal itu berkonotasi positif. Contohnya di Indonesia memiliki konstruktif positif tentang
nasionalisme, dimana nasionalisme adalah sebuah motif self belonging yaitu satu bangsa, bangsa
Indonesia (Wardhani, 2012). Nasionalisme memiliki tiga peranan yaitu nasionalisme sebgai identitas
atau pembeda, nasionalisme sebagai ideologi contohnya nazi jerman yang memberantas penduduk
bukan asli jerman atas dasar ideologinya, dan yang terakhir nasionalisme sebagai pergerakan
contohnya titik awal pergerakan nasional Indonesia dengan adanya sumpah pemuda.

Nasionalisme menimbulkan pertanyaan tentang apakah nasionalisme mengarah pada bangsa atau
pada negara. Dalam review ini penulis akan memberikan pengertian dari bangsa dan juga negara.
Bangsa merupakan konsep yang mengartikan identitas etnik dan kultur yang sama yang dimiliki
orang-orang tertentu, sedangkan negara merupakan unit politik yang didefinisikan menurut teritorial,
populasi, dan otonomi pemerintah yang secara efektif mengontrol wilayah dan penghuninya tanpa
menghiraukan homogenitas etnis (Couloumbis & Wolfe 1999, 66). Dalam hal ini dikelompokkan
menjadi empat yaitu : nation-state, state-nation, state without nation, dan nation without state.
Nation-state adalah dimana bangsa telah terbentuk sebelum terbentuk negara yangh berdaulat,
contohnya adalah bangsa Indonesia yang telah menyatakan sumpah pemuda pada tanggal 28 oktober
1928 yang isinya mengaku sebagai satu bangsa yaitu bangsa Indonesia, padahal saat itu negara
Indonesia belum terbentuk. State-Nation merupakan terbentuknya negara setelah adanya sekelompok
bangsa yang terintegrasi, contohnya adalah Amerika Serikat, Uni Soviet. State without nation adalah
suatu negara tanpa bangsa atau bangsa asli yang berdiam dalam negara tersebut mayoritas sedikit,
contohnya adalah Australia dimana penduduk aslinya yakni suku aborigin menjadi minoritas atas
penduduk pendatang yang berasal dari eropa. Sedangkan nation without state adalah bangsa yang
mendiami suatu wilayah namun bangsa tersebut tidak memiliki suatu bentuk negara yang berdaulat,
contohnya adalah Kurdistan yang dihuni oleh suku kurdi.
Dalam nasionalisme terdapat bentuk loyalitas masyarakat terhadap negaranya dimana hal tersebut
dibedakan menjadi dua yaitu civic nationalism dan etnic nationalism. Civic nationalism merupakan
loyalitas masyarakat terhadap negara lebih tinggi daripada loyalitas terhadap suku, sedangkan etnic
nationalism merupakan kebalikan dari civic nationalismdimana loyalitas terhadap negara lebih
rendah dari loyalitas terhadap suku. Selain itu nasionalisme dapat menghasilkan dua hal, yaitu hal
yang positif dan hal yang negatif. Hal yang positif atau lebih disebut dengan unification adalah suatu
bentuk persatuan bangsa karena rasa nasionalisme mereka, contohnya bangsa Indonesia yang terdiri
dari berbagai bangsa (jawa, sumatera, kalimatan, sulawesi, papua, dll) melebur atau bersatu menjadi
bangsa Indonesia. Sedangkan hal yang negatif atau disebut denganSecession/fragmentation adalah
terpecah belahnya suatu bangsa akibat rasa nasionalisme (sindrom primordialisme) yang ada,
contonya adalah nazi Jerman yang memberantas penduduk bukan asli Jerman yang mendiami
wilayahnya.
Dapat disimpulkan dari review diatas bahwa nasionalisme merupakan sebuah identitas dimana
identitas dikatakan sebagai suatu pembeda antara bangsa satu dengan bangsa lainnya. Selain itu
nasionalisme berperan penting mengingat peranan dari nasionalisme sendiri menyangkut hal-hal
yang bersifat fundamental meskipun hasil yang didapat dari adanya nasionalisme tidak selalu
berkonotasi positif tapi juga berkonotasi negatif.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang didirikan diatas keanekaragaman suku, agama, budaya, dan
juga kekayaan sumber alamnya. Demikian pula di Provinsi Bangka Belitung yang dikenal dengan
kekayaan alam timahnya. Banyak diantara para penduduknya yang bukan merupakan warga
Indonesia, salah satunya adalah penduduk asal Tionghoa. Keberadaan warga Tionghoa di Provinsi
Bangka Belitung memiliki sejarah yang panjang. Hal ini dikisahkan dalam film documenter yang
tersimpan di Badan para pendiri bangsa kepada para pengunjung terutama para siswa.
Keberadaan warga Tionghoa juga terungkap dalam buku berjudul Timah Bangka dan Lada
Mentok. Buku itu menceritakan tentang kedatangan ribuan pekerja tambang dari Tionghoa. Pihak
Belanda yang pada saat itu mempunyai pengaruh kuat pada masyarakat Bangka beranggapan bahwa
akan mudah memecah kesatuan masyarakat Bangka yang berbeda suku. Namun, pada akhirnya pihak
Belanda gagal memecah kesatuan Bangka. Masyarakat Bangka, baik golongan Minoritas
(Tionghoa,Cina,Arab) dan Mayoritas (Penduduk Asli) masih memiliki rasa cinta kepada tanah air
dan juga memiliki semangat juang untuk menjadi bangsa yang besar. Tingginya nasionalisme dan
nilai-nilai patriotis yang dimiliki masyarakat Bangka patut menjadi kebanggan dan contoh yang baik
untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Perpustakaan dan Arsip daerah Provinsi Bangka Belitung
dan banyak digunakan untuk mengenalkan jasa.
Namun, permasalahan akut yang dihadapi pemuda Indonesia meliputi adanya arus materialisme dan
hedonisme mengakibatkan redupnya nasionalisme para pemuda sehingga menurunkan rasa
persaudaraan dan semakin tajamnya individualism, Ketidakmampuan para pemuda dalam
menyesuaikan dengan peluang partisipasi politik yang makin terbuka di era reformasi, sehingga
menimbulkan anarkisme, tindak kekerasan, dan liberalism.


BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Sebagai generasi muda bangsa Indonesia, kita harus membangkitkan semangat nasionalisme dan
cinta tanah air yang cenderung meredup. Artikel ini menunjukan betapa kerasnya perjuangan para
pendiri bangsa dan kuatnya kecintaan masyarakat terhadap tanah air dan wilayahnya. Ditengah
peliknya masalah ekonomi dan politik bangsa ini, semangat akan nilai-nilai nasionalisme harus tetap
dijalankan. Hal ini kita lakukan untuk mewariskan jiwa patriot dan rasa cinta tanah air kepada
generasi anak cucu pada masa mendatang. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang
menghargai jasa dan kerja keras para pahlawannya.
3.2 Saran
Sebaiknya lebih banyak lagi artikel-artikel yang membahas tentang sejarah seperti ini sehingga dapat
meningkatkan rasa nasionalisme terhadap para pembacanya.


DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Nasionalisme
http://pancasila.weebly.com/pengertian-nasionalisme.html
Sitompul, D.TH. Kewarganegaraan, Bahan Perkuliahan Pada Akademi
Imigrasi, Jakarta, 2003;
abstrak.digilib.upi.edu/Direktori/DISERTASI/PENDIDIKAN_KEWA
http://akmal-aria.blogspot.com/2013/11/tugas-resensi-artikel-bangkitkan-cinta.html
http://akmal-aria.blogspot.com/2013/11/makalah-bangkitkan-cinta-tanah-air-yang.html


cinta tanah air
Diposkan oleh galuh nurratnaningrum di 07.13
CINTA TANAH AIR

A. Latar Belakang Pengertian cinta tanah air adalah suatu kasih sayang dan suatu rasa cinta
terhadap tempat kelahiran atau tanah airnya. Bisa dikatakan bahwa Negara Kesatuan Republic
Indonesia ini dilahirkan oleh generasi yang mempunyai idealisme cinta tanah air dan bangsa, kalau
tidak, mungkin saat ini kita bangsa Indonesia masih dijajah oleh belandayang luas negaranya
dibangding pulau Bali saja masih luasan pualu Bali. Kita harus sangat berterimakasih kepada para
tokoh yang mencetuskan pembentukan organisasi boedi oetomo pada tanggal 20 Mei 1945, para
pencetus sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, dan para tokoh yang memungkinkan
terjadinya proklamasi 17 Agustus 1945. Saya sangat yakin mereka adalah contoh paling pas untuk
untuk dijadikan tokoh-tokoh nasionalis tulen yang dicintainya pada tanah air dan bangsa melebihi
cintanya pada dirinya sendiri yang kita harus hormati sepanjang masa. Rasa cinta tanah air
seharusnya kita terapkan di lingkungan keluarga, kampus, tempat tinggal kita, bahkan di manapun
kita berada. Misalnya : kita amalkan sikap dan tingkah laku hemat, disiplin dan bertanggung jawab
dalam mewujudkan keutuhan dan kebersamaan agar tercapai kebahagiaan lahir batin, di kampus,
mewujudkan rasa persatuan dan cinta tanah air dapat kita wujudkan melalui kegiatan-kegiatan
sosial, kegiatan-kegiatan mahasiswa yang bersifat positif, dll. Kkegiatan-kegiatan tersebut dapat
berupa gerakan penghijauan, kebersihan, karya wisata, dll. Semangat persatuan dan kesatuan di
lingkungan masyarakat dapat kita lakukan melalui kegiatan-kegiatan seperti siskamling, kerja
bakti, dll. Dan kegiatan ini seperti itu telah diprogramkan melalui organisasi-organisasi pemuda
misalnya Karang Taruna dan KNPI. Sebagai genera penerus bangsa hendaknya kita dapat
mewujudkan sikap dan tingkah laku yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat yang
merugikan diri sendiri atau merugikan masyarakat, misalnya dengan cara menjauhkan diri dari
pengaruh narkotika, obat-obatan terlarang, minum-minuman keras, dan perkelahian. Karena hal
itu dapat menghancurkan masa depan bangsa dan Negara.
B. Rumusan Masalah Dalam kaitan tersebut masalah yang ingin dikaji dalam studi mengacu kepada
beberapa pertanyaan pokok. Pertama, seberapa besar rasa cinta kita pada tanah air? Bagaimana
akar sejarah perlawanan masyarakat pada jaman dahulu. Faktor-faktor apa sebenarnya yang
melatarbelakangi semakin kuatnya gerakan pemisahan diri di berbagai wilayah di Indonesia. Dalam
diskusi ini akan di bahas semua yang mengenai cinta tanah air yang dimulai dengan perlunya cinta
tanah air dan akan kita bahas secara spesifik sehingga kita dapat mengetahui betapa pentingnya
cinta tanah air.
C. Metode Penulisan Dalam cinta tanah air metode penulisan sebagai bentuk organisasi untuk
membagun suatu Negara dan bangsa Indonesia. Metode ini untuk menganalisis dan mengumpulkan
suatu fakta atau opini sebagai sumber makalah untuk bahan dalam isi tersebut.
D. Tujuan Untuk menyadari perlunya cinta tanah air Untuk membiasakan perilaku cinta tanah air
untuk memajukan lingkungan Untuk memunculkan rasa cinta tanah air pada diri masing-masing
Untuk menanamkan rasa cinta tanah air Untuk menunjukan rasa cinta tanah air
E. Manfaat Agar mengetahui pentingnya cinta pada tanah air Agar rasa cinta tanah air dapat
ditunjukan beberapa kegiatan Agar kita dapat mengetahui mana yang cinta pad tanah air dan mna
yng tidak cinta pada tanah air

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Apa sebenarnya pengertian Cinta Tanah Air itu?. Perasaan cinta sebenarnya
mengandung unsur kasih dan sayang terhadap sesuatu. Kemudian, dalam diri akan tumbuh suatu
kemauan untuk merawat, memlihara dan melindunginya dari segala bahaya yang mengancam.
Cinta tanah air berarti rela berkorban untuk tanah air dan membela dari segala macam ancaman
dan gangguan yang datang dari bangsa manapun. Para pahlawan telah membuktikan cintanya
kepada tanah airnya yaitu tanah air Indonesia. Mereka tidak rela Indonesia diinjak-injak oleh kaum
penjajah. Mereka tidak ingin negerinya dijajah, dirampas atau diperas oleh bangsa penjajah.
Mereka berani mengorbangkan nyawanya demi membela tanah air Indonesia. Cinta tanah air
adalah perasaan yang timbul dari dalam hati sanubari seorang warga Negara, untuk mengabdi,
memelihara, membela, melindungi tanah airnya dari segala ancaman dan gangguan. Definisi lain
mengatakan bahwa Rasa cinta tanah air adalah rasa kebanggaan, rasa memiliki, rasa menghargai,
rasa menghormati dan loyalitas yang dimiliki oleh setiap individu pada negara tempat ia tinggal
yang tercermin dari perilaku membela tanah airnya, menjaga dan melindungi tanah airnya, rela
berkorban demi kepentingan bangsa dan negaranya, mencintai adat atau budaya yang ada
dinegaranya dengan melestarikannya dan melestarikan alam dan lingkungan. Sebagai seorang
pelajar kita tetap dapat menunjukkan sikap cinta tanah air yaitu diantaranya; Belajar dengan
tekun hingga kita juga dapat ikut mengabdi dan membangun negera kita agar tidak ketinggalan
dari bangsa lain. Menjaga kelestarian lingkungan. Tidak memilih-memilih teman. Berbakti pada
nusa dan bangsa Berbakti pada orang tua (Ibu, Bapak, Guru)
B. Unsur-unsur Cinta Tanah Air Ada beberapa Unsur dalam mencintai tanah air. Diantaranya
adalah ; Ada rasa cinta pada tanah air Ada yang mencintai Ada yang dicintai Ada tujuan cinta
tanah air C. Perlunya Cinta Tanah Air Bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan pada
tanggal 17 Oktober 1945. Kemerdekaan itu diperoleh melalui perjuangan dan pengorbanan parada
pejuang yang tidak ternilai harganya. Sejak itu, bangsa Indonesia bertekad untuk membela tanah
airnya dari segala bentuk gangguan dan ancaman, baik yang datangnya dari dalam maupun dari
luar. Kita tidak boleh lengah sedikit pun karena ancaman akan datang dari berbagai arah.
Semangat persatuan dan kesatuan harus diperkukuh melalui berbagai kegiatan, baaik yang bersifat
local, kedaerahan, nasional, maupun internasbional. Perilaku cinta tanah air dapat diwujudkan
dalam berbagai bentuk, diantaranya memelihara persatuan dan kesatuan dan menyumbangkan
pengetahuan dan keterampilan yang di miliki untuk membangun Negara. Sekarang kita berada
pada masa kemerdekaan. Kita tidak di tuntut memanggul senjata dan maju di medan perang.
Namun, perlu di sadari bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia tetep menghadapi rongrongan
dan ancaman. Oleh karena itu, kita harus siap menghadapi segala bentuk rongrongan dan ancaman
demi kepentingan bangsa dan Negara republik Indonesia. Sesudah merdeka, kita telah mengalami
banyak pemberontakan, di antaranya Peristiwa Mediun pada tahun 1948 dan Gerakan 30
September pada tahun 1965. Penmberontakan tersebut didalangi Partai Komunis Indonesi (PKI).
Gerakan PKI bertujuan menghancurkan pemerintahan Nerara republic Indonesia yang sah. Untuk
mencegah kejadian tersebut terulang kembali, kita harus mampu menahan diri dan jangan mudah
terhasut oleh ajakan yang belum tentu kebenaranya. Kita harus mampu mencegah perilaku yang
mengarah pada perpecahan, adu domba, menfitnah, membuat keonaran, kejahatan,dan
melanggar hukum. Untuk mengisi kmerdekaan pemerintah melaksanakan pembangunan nasional.
Setiap warga Negara harus turut \serta menunjang pelaksanaan pembangunan nasioanal melalui
berbagai kegiatan dengan bidangnya masing-masing. Keikutsertaan masyarakat dalam pelaksanaan
pembangunan nasional di antaranya rajin belajar bagi pelajar, bekerja dengan tekun sesuai
keahlianya, membayar pajak, memelihara hasil pembangunan, dan menciptakan situasi aman dan
damai. Kegiatan masyarakat sangat beragam. Kegiatan tersebut hendaknya menunjang
pelaksanaan pembangunan nasional. Pembangunan nasional merupakan wujud cinta tanah air dan
bangsa. Cirri-ciri cinta tanah air diantaranya rela berkorban untuk tanah air dan bangsa; bangga
berbangsa, berbahasa, dan bertanah air Indonesia; giat dalam melaksanakan pembangunan di
segala bidang; dan ikut mempertahankan persatuan dan kesatuan. Semangat cinta tanah air perlu
terus dibina sehingga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap terjamin. Cinta tanah
air bermanfaat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Manfaat tersebut diantaranya Negara
akan aman dan damai, pembangunan dapat berjalan lancer, dan pendapatan Negara akan
meningkat. Manfaat tersebut kita sendiri yang merasakan. Kita akan merasa aman da damai serta
kesejahteraan hidup meningkat. Jika cinta tidak terbina pada diri setiap warga maka Negara akan
mudah dilanda kekacauan, pembangunan tidak behasil, pendapatan Negara menurun, da pada
akhirnya ingkat kesejahteraan dan kesehatan warga sendiri yang akan hancur. Cita-cita untuk
mencapai masyarakat adil makmur berdasarkan pancasila perlu terus diperjuangkan. Cinta tanah
air bukan untuk dihafal, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui berbagai
kegiatan sesuai dengan bidang dan keahlian masing-masing. Seorang pelajar, mahasiswa, buruh,
petani, pedagang, pegawai negeri, karyawan, atau pejabat tinggi harus berperilaku mencintai
tanah air. Cinta tanah air diartikan suatu sikap yang mementingkan kepentingan bangsa dan
Negara serta rela berkorban demi kejayaan bangsa dan Negara. D. Mencintai Budaya Indonesia
Penduduk Indonesia yang besar jumlahnya dengan beraneka ragam budaya merupakan kekayaan
yang tidak ternilai harganya. Kebudayaan daerah merupakan akar budaya bangsa yang perlu
dikembangkan da dilestarikan. Hampir di setiap daerah terdapat bahasa daerah. Bahasa tersebut
digunakan dalam pergaulan sehari-hari. Bahasa daerah tetap dijaga dan dipelihara oleh penduduk
di daerah bersangkutan, bahkan di daerah-daerah tertentu dijadikan mata pelajaran di sekolah-
sekolah. Di samping itu bahasa daerah, terdapat pula berbagai jenis tarian, nyanyian, alat musik,
cerita rakyat, pakaian adat, dan upacara tradisional. Kita harus bangga apabila budaya kita di
tampilkan di Negara lain. Mencintai budaya bangsa dapat diwujudkan dengan berbagai aktivitas, di
antaranya mengadakan pementasan kesenian daerah, mengadakan lomba busana adat, dan
mengadakan berbagai upacara adat perkawinan, khitanan, dan selamatan secara ke daerahan. E.
Cara-cara meningkatkan rasa cinta tanah air 1. Mempelajari sejarah perjuangan para pahlawan
pejuang kemerdekaan kita serta menghargai jasa para pahlawan kemerdekaan. 2. Menghormati
upacara bendera sebagai perwujudan rasa cinta tanah air dan bangsa Indonesia. 3. Menghormati
symbol-simbol Negara seperti lambang burung garuda, bendera merah putih, lagu kebangsaan
Indonesia raya, dll. 4. Mencintai dan menggunakan produk dalam negeri agar pengusaha local bisa
maju sejajar dengan pengusaha asing. 5. Ikut membela serta mempertahankan kedaulatan
kemerdekaan bangsa dan Negara Indonesia dengan segenap tumpah darah secara tulus dan iklhas.
6. Turut serta mengawasi jalannya pemerintahan dan membantu meluruskan yang salah sesuai
dengan mekanisme yang berlaku. 7. Membantu mengharumkan nama bangsa dan Negara Indonesia
kepada warga Negara asing baik di dalam maupun di luar negeri serta tidak melakukan tindakan-
tindakan yang mencoreng nama baik Indonesia. 8. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan
benar pada acara-acara resmi dalam negeri. 9. Beribadah dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha
Esa untuk kemajuan bangsa dan Negara. 10. Membantu mewujudkan ketertiban dan ketemtraman
baik di lingkungan sekitar kita maupun secara nasional. F. Menanamkan Sikap Cinta Tanah Air dan
Bernegara. Sikap cintah tanah air harus ditanamkan kepada anak sejak usia dini agar menjadi
manusia yang dapat menghargai bangsa dan negaranya misalnya dengan upacara sederhana setiap
hari senin dengan menghormati bendera Merah Putih, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia
Raya, dan mengucapkan pancasila. Meskipun lagu Indonesia Raya masih sulit dan panjang untuk
ukuran anak usia dini, tetapi dengan membiasakan mengajak menyanyikan setiap hari senin, maka
anak akan hafal dan biasa memahami isi lagu. Merah Putih bisa diangkat menjadi sub tema
pembelajaran. Pentingnya sebuah lagu kebangsaan dan itu menjadi sebagai identitas dari Negara
tersebut, agar dapat mengingatkan kembali betapa pentingnya cinta terhadap Negara.
Kegiatannya bisa diarahkan pada lima aspek perkembangan sikap perilaku maupun kemampuan
dasar. Pada aspek sikap perilaku, melalui cerita bisa menghargai dan mencitai Bendera Merah
Putih, mengenal cara mencintai Bendera Merah Putih dengan merawat dan menyimpan dengan
baik, menghormati Bendera ketika dikibarkan. Pada aspek koknitif, anak mengenal konsep
bilangan dan angka 2 (2 warna ), mengenal konsep warna merah dan putih, mengenal konsep
posisi di atas warna merah, di bawah warna putih, dan mengenal konsep bentuk persegi panjang
atau kotak.kegiatannya bisa berupa permainan lomba mengelompokkan bendera yang benar.
Kegiatan lain adalah memperingati hari besar nasional dengan kegiatan lomba atau pentas budaya,
mengenalkan aneka kebudayaan bangsa secara sederhana dengan menunjukkan miniatur catur dan
menceritakannya, gambar rumah dan pakaian adat, mengenakan pakaian adat pada hari Kartini,
serta mengunjungi museum terdekat, mengenal para pahlawan melalui bercerita atau berman
peran. Bisa juga diintegrasikan dalam tema lain melalui pembiasaan sikap dan perilaku, misalnya,
menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, menyanyangi sesama penganut Agama,
menyanyangi sesama dam makhluk Tuhan yang lain, tenggang rasa dan menghormati orang lain.
Menciptakan kedamaian bangsa adalah juga perwuju dan rasa cinta tanah air. Sehinnga suatu saat
nanti, dan saat tumbuh dewasa mereka dapat menghargai betapa pentingnya mencintai tanah air
ini, negeri ini, khususnya bagi bangsa dan Negara, mempunyai rasa cinta tanah air yang tinggi
terhadap negaranya, dan sekaligus bisa mengharumkan bangsa dan Negara. G. Kasus-kasus Cinta
Tanah Air 1. Bangga menjadi orang Indonesia Tidak ada yang lebih menbanggakan selain menjadi
orang Indonesia, Negara yang diakui orang karena keramahan rakyatnya.kekayaan alam dan
budayanya. Lihat saja setiap tahun bahkan hari atau minggu turis asing dari berbagai mancanegara
berlomba-lomba datang untuk berlibur ke Indonesia. Mereka selalu menganggap Indonesia itu
eksotis. Bayingkan, mereka bahkan rela terbang jauh-jauh hanya untuk menikmati keindahan
panorama alam Indonesia. Jadi kita sebagai warga Negara Indonesia sangat rugi kalo kita yang
tinggal sedekat ini belum pernah menikmati atau melihat kekayaan alam sendiri. 2. Melestarikan
Budaya Concertoholics pasti diantara kita ada yang tahu kalo para wanita di India lebih bangga
mengenakan Sari mereka daripada baju casual sehari - hari. Belakangan trend Sari justru ikut
menjamur di Indonesia dengan fashion ala bohemiannya yang sempet booming beberapa waktu
lalu. Jadi , sebenarnya kita juga bisa melakukan hal yang sama. Indonesia kan terkenal akan batik
- batiknya yang indah dan kebaya - kebayanya yang feminis. Lihat saja sekarang, sudah batik
bahkan sudah menjadi must have item di setiap lemari para pecinta mode di indonesia. Nah, siapa
tahu ini justru juga akan menjadi trend yang berlaku di luar negeri seperti trend bohemian yang
sempat booming di Indonesia. Pakaian hanya salah satu contohnya, masih banyak lagi kekayaan
budaya kita yang dapat kita kembangkan hingga membuat decak kagum dunia Internasional. 3.
Menggunakan Produk Lokal Belakangan ini barang-barang impor begitu merajai pasar retail &
grosir sehingga barang produksi dalam negeri malah tidak punya tempat di negeri sendiri karena
kalah bersaing. Coba kalo kita lihat, beragam barang import menghiasi kita. Mulai dari ponsel,
notebook, pakaian sampai makananpun, kita tidak terlepas dari barang import. Ini menyedihkan.
Karena sebetulnya banyak dalam negeri yang bagus - bagus dengan kualitas yang bahkan lebih
menjanjikan daripada produk luar negeri. Oleh karena itu, ayo Concertoholics, mari kita galakkan
penggunaan produk produk dalam negeri. Selain memang bagus kualitasnya, kita juga akan
membantu perekonomian dan pengangguran - pengangguran yang semakin banyak sejak industri
dalam negeri gulung tikar. 4. Hemat Energi Banyak sekali cara yang bisa kita lakukan untuk
menghemat energi, salah satunya dengan menghemat listrik. Kenapa harus hemat listrik? Karena
untuk mengaktifkan listrik di Indonesia, PLN kita masih menggunakan BBM yang belakangan ini
sudah semakin berkurang jumlahnya. Nah, kalo kita tidak melakukan penghematan dari sekarang,
BBM ini bisa habis lho. Nah ngeri kan kalo sampai itu terjadi? Pada akhirnya kalo BBM habis, kita
justru tidak akan bisa menikmati listrik lagi. Hii, ngeri!! Selain membantu bangsa sendiri, dengan
penghematan listrik, kita pun sudah membantu upaya dunia dalam kampanye global warming yang
belakangan sedang sangat gencar aksinya. 5. Harumkan Nama Bangsa Mengharumkan nama bangsa
tidak sesulit yang kita bayangkan. Mengharumkan nama bangsa tidak selalu harus dari hal-hal yang
susah. Kita sebagai warga tidak harus bahwa kita harus mengusai Kimia, Biologi, Matematika
ataupun pelajaran yang sangat susah kita kuasai, untuk mengharumkan nama bangsa kita
sesuaikan saja dengan bakat dan minat masing-masing, asalkan dilakukan dengan serius dengan
begitu kita akan terasa dan bukan tidak munngkin kalau disuatu saat nanti kita yang dengan bakat
kita, kita akan mengharunkan nama bangsa.

http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=5311874263946457802#editor/target=post;postID=5339
483502829105278 BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan Cinta tanah air berarti rela berkorban untuk tanah air dan membela dari segala
macam ancaman dan gangguan yang datang dari bangsa manapun. Definisi lain mengatakan bahwa
Rasa cinta tanah air adalah rasa kebanggaan, rasa memiliki, rasa menghargai, rasa menghormati
dan loyalitas yang dimiliki oleh setiap individu pada negara tempat ia tinggal yang tercermin dari
perilaku membela tanah airnya, menjaga dan melindungi tanah airnya, rela berkorban demi
kepentingan bangsa dan negaranya, mencintai adat atau budaya yang ada dinegaranya dengan
melestarikannya dan melestarikan alam dan lingkungan. Perlunya cinta tanah air harus ditekankan
bagi remaja karena itu akan membangung jiwa cinta tanah airnya pada bangsa ini dan dari
perlunya kecintaan kita pada Negara kita nantinya akan membuat Negara kita sendiri menjadi
kebanggaan orang lain bahkan orang yang dari Negara lain. Ada beberapa contoh kasus-kasus yang
dapat kita ambil sebagai panutan yang dapat membentuk jiwa kecintaan pada Negara kita sendiri,
yaitu ; Bangga menjadi warga Negara Indonesia Melestarikan Budaya Bangsa Menggunakan prodak
dalam negeri Hemat Energi Mengharumkan Nama Bangsa

B. Saran-saran Sebagai pelajar kita harus meningkatkan rasa Cinta Tanah Air Kita dengan belajar
dengan giat dan tekun. Dalam mempelajari tentang sikap cinta tanah air ini diharapkan pada para
pembaca makalah ini menelaah diri masing-masing apakah sikap yang selama ini kita lakukan
mencerminkan sikap cinta tanah air pada negeri kita. Cinta tanah air tidak selamanya harus yang
sulit-sulit tetapi masih banyak cara menunjukan rasa cinta kita kepada negeri ini. Jika ada
kekurangan dan kesalahan pada pembuatan makalah ini, kami siap menerima kritikan dan saran
dari pembaca agar kami bias memperbaiki kesalahan di pembuatan makalah berikutnya.
Terimakasih dan semoga sukses.

DAFTAR PUSTAK
A Enco sartono, Drs., R. suharsani, Drs,.1994.PPKn kelas 6 SD. Yudhistira : Jakarta. Suryabrata, S.
1989. Psikologi Pendidikan. Jakarta : CV. Rajawali. Budiyanto, Drs., 1998. PPkn Kelas 1 SMU.
penerbit PT. Empiris.: Jakarta. Alm. Abdul Karim, Drs., M.pd. 2000. Memahami PPKn umtuk Kelas
1. penerbit Ganesa Ex. Act.: Bandung.