Anda di halaman 1dari 7

I.

PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

Indonesia merupakan Negara agraris yang meiliki hasil pertanian sangat melimpah. Pisang mudah ditanam dan dibudidayakan di daerah beriklim tropis seperti Indonesia, sehingga pisang menjadi salah satu hasil pertanian yang cukup besar di Indonesia. Pisang mengandung gizi cukup tinggi, yaitu kalori sebanyak 57,30 kal/100 gr, karbohidrat 12,07%, protein 2,05%, dan lemak 0,09%. Buah pisang biasanya dikonsumsi pada saat matang dengan cara langsung dimakan ataupun diolah terlebih dahulu (digoreng atau direbus). Setelah mengkonsumsi buah pisang, masyarakat cenderung membuang kulit pisang ditempat sampah. Padahal apabila kulit pisang ini diolah, maka akan memiliki ekonomi tinggi dan bisa dikonsumsi dalam bentuk dan rasa yang sangat bervariasi. Salah satu variasi dari olahan kulit pisang adalah pembuatan nata de Musa paradisiaca. Pembuatan nata de Musa paradisiaca ini sangat prospektif untuk dijadikan usaha baru dengan keuntungan yang besar. Peluang usaha dalam usaha nata de Musa paradisiaca ini cukup besar, mengingat masih ada satu jenis nata yang dipasarkan dipasaran, yaitu nata de coco

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka tim penulis dalam Program Kreatifitas Mahasiswa ini membuat suatu usaha dibidang makanan dengan berbahan dasar dari kulit pisang yang diberi judul “NATA DE KULIT PISANG, PEMANFAATAN LIMBAH YANG BERDAYA

JUAL TINGGI”

I.2 Tujuan

Tujuan dari Program Kreativitas Mahasiswa ini yaitu mendeskripsikan proses pembuatan proses pembuatan nata de kulit pisang

II.

TINJAUAN PUSTAKA II.1 Deskripsi Bahan

Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Beberapa jenisnya (Musa acuminata, M. balbisiana, dan M. ×paradisiaca) menghasilkan buah konsumsi yang dinamakan sama. Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari, yang disebut sisir. Hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang, meskipun ada beberapa yang berwarna jingga, merah, ungu, atau bahkan hampir hitam. Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral, terutama kalium. Nilai energi pisang sekitar 136 kalori untuk setiap 100 gram, yang secara keseluruhan berasal dari karbohidrat. Nilai energi pisang dua kali lipat lebih tinggi daripada apel. Apel dengan berat sama (100 gram) hanya mengandung 54 kalori. Karbohidrat pisang menyediakan energi sedikit lebih lambat dibandingkan dengan gula pasir dan sirup, tetapi lebih cepat dari nasi, biskuit, dan sejenis roti. Oleh sebab itu, banyak atlet saat jeda atau istirahat mengonsumsi pisang sebagai cadangan energi. Kandungan energi pisang merupakan energi instan, yang mudah tersedia dalam waktu singkat, sehingga bermanfaat dalam menyediakan kebutuhan kalori sesaat. Karbohidrat pisang merupakan karbohidrat kompleks tingkat sedang dan tersedia secara bertahap, sehingga dapat menyediakan energi dalam waktu tidak terlalu cepat. Karbohidrat pisang merupakan cadangan energi yang sangat baik digunakan dan dapat secara cepat tersedia bagi

tubuh.

Gula pisang merupakan gula buah, yaitu terdiri dari fruktosa yang mempunyai indek glikemik lebih rendah dibandingkan dengan glukosa, sehingga cukup baik sebagai penyimpan energi karena sedikit lebih lambat dimetabolisme. Sehabis bekerja keras atau berpikir, selalu timbul rasa

kantuk. Keadaan ini merupakan tanda-tanda otak kekurangan energi, sehingga aktivitas secara biologis juga menurun. Glukosa darah terutama didapat dari asupan makanan sumber karbohidrat. Pisang adalah alternatif terbaik untuk menyediakan energi di saat-saat istirahat atau jeda, pada waktu otak sangat membutuhkan energi yang cepat tersedia untuk aktivitas biologis. Namun, kandungan protein dan lemak pisang ternyata kurang bagus dan sangat rendah, yaitu hanya 2,3 persen dan 0,13 persen. Meski demikian, kandungan lemak dan protein pisang masih lebih tinggi dari apel, yang hanya 0,3 persen. Karena itu, tidak perlu takut kegemukan walau mengonsumsi pisang dalam jumlah banyak.

II.2 Aplikasi

Pengapliksaian cara membuat nata dari kulit pisang yaitu dengan cara mengeruk bagian dalam dari kulit pisang, lalu setelah didapat hasil pengerukan bagian dalam dari kulit pisang kita larutkan dengan air secukupnya hingga menjadi halus, lalu panaskan dan tambahkan gula pasir, asam cuka, pupuk ZA, dan garam inggris. Setelah itu dinginkan campuran larutan tersebut dan tutup dengan Koran, setelah adonan mulai dingin tambahkan starter. Lalu diamkan selama beberapa hari dan jadilah nata de kulit pisang

III.

METODOLOGI III.1 Percobaan

Daging buah yang menempel pada kulit pisang bagian dalam dikerok.

Ditimbang sebanyak 400 gr.

Ditimbang sebanyak 400 gr.

Ditimbang sebanyak 400 gr.
Rebus air sebanyak 800 ml. 600 ml untuk pencampuran nata, sedangkan sisanya untuk mensterilkan botol kaca
Rebus air sebanyak 800 ml. 600 ml untuk pencampuran nata, sedangkan sisanya untuk
mensterilkan botol kaca dan toples.
Disaring dengan kain saring hingga diperoleh filtrat (cairan hasil penyaringan). Masukkan ke dalam panci lalu panaskan

Disaring dengan kain saring hingga diperoleh filtrat (cairan hasil penyaringan).

 
Disaring dengan kain saring hingga diperoleh filtrat (cairan hasil penyaringan). Masukkan ke dalam panci lalu panaskan

Masukkan ke dalam panci lalu panaskan di atas kompor. Setelah mendidih, tambahkan gula pasir

 

10 % b/v, asam cuka 0,5 %v/v (bila yang digunakan asam cuka di pasaran 4-5 % v/v), pupuk ZA 0,125% b/v ( 1 pucuk sendok teh), dan garam Inggris 0,01 % b/v. Aduk sampai larut lalu angkat.

Disaring dengan kain saring hingga diperoleh filtrat (cairan hasil penyaringan). Masukkan ke dalam panci lalu panaskan

Tuangkan ke dalam cetakan yang telah disterilkan (dicuci dengan air panas), dengan ketinggian cairan adonan lebih kurang 2-3 cm di setiap cetakan. Segera tutup dengan kertas (Koran, majalah, kertas merang).

 
Disaring dengan kain saring hingga diperoleh filtrat (cairan hasil penyaringan). Masukkan ke dalam panci lalu panaskan

Diamkan sampai dingin (sekitar 1 jam), baru kemudian ditambahkan starter (bibit bakteri

 

Acetobacter xylinum sebanyak 10% v/v.

Disaring dengan kain saring hingga diperoleh filtrat (cairan hasil penyaringan). Masukkan ke dalam panci lalu panaskan

Fermentasi selama 10 hari.

Disaring dengan kain saring hingga diperoleh filtrat (cairan hasil penyaringan). Masukkan ke dalam panci lalu panaskan

Setelah 10 hari,serta nata dapat dipanen. Angkat serat nata dari cetakan dan cuci, lalu peras dengan kain saring (agar tidak licin).

 
Disaring dengan kain saring hingga diperoleh filtrat (cairan hasil penyaringan). Masukkan ke dalam panci lalu panaskan

Iris dengan ukuran sesuai selera, lalu masak dengan air sampai mendidih.

 
Disaring dengan kain saring hingga diperoleh filtrat (cairan hasil penyaringan). Masukkan ke dalam panci lalu panaskan

Tiriskan dan peras lagi dengan kain saring, lalu dimasak lagi. Pemasakan dilakukan sampai bau asam cuka hilang.

IV.

HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1 Hasil

Sifat fisik nata de banana skin :

  • 1. Warna nata sedikit lebih gelap jika dibandingkan dengan nata de coco.

  • 2. Produk hasil nata de banana paling banyak daripada produk nata dari air kelapa maupun kulit nanas.

  • 3. Nata de banana dapat ditambah dengan sirup untuk meningkatkan cita rasa dan warna.

IV.2 Pembahasan

Dalam praktikum ini digunakan kulit pisang sebagai bahan baku pembuatan nata de banana skin. Kulit pisang yang digunakan adalah kulit bagian hanya dalam, hal ini untuk menjaga kualitas nata yang dihasilkan agar lebih baik dan mempunyai kandungan glukosa yang tinggi. Selanjutnya kulit pisang diblander untuk memudahkan praktikan untuk mendapatkan kandungan karbohidrat yang tersimpan dalam kulit pisang. Pemanasan air perasan kulit pisang bertujuan untuk mensterilkan bahan baku, yang akan difermentasi, sehingga bakteri stater mampu untuk bertumbuh di media air perasan kulit pisang. Sedangkan fungsi penambahan pupuk ZA ialah untuk meningkatkan nutrisi dalam media untuk pertumbuhan bakteri selama fermentasi. Asam asetat atau asam cuka digunakan untuk menurunkan pH atau meningkatkan keasaman air perasan kulit pisang. Dalam praktikum ini asam asetat yang digunakan adalah asam cuka dapur dengan kadar 80%. Pada

dasarnya asam asetat yang baik adalah asam asetat glacial (99,8%). Akan tetapi, asam asetat dengan konsentrasi rendah dapat digunakan, namun untuk mencapai tingkat keasaman yang diinginkan yaitu pH 4,5 5,5 dibutuhkan dalam jumlah banyak. Selain asan asetat, asam-asam organik dan anorganik

lain bisa digunakan. pH 4,5-5,5 adalah kondisi yang produktif untuk banteri stater berkembang biak dengan baik, sehingga kondisi ini perlu dijaga. Dari hasil pengamatan fermentasi yang dilakukan selama 2 minggu, pada minggu pertama pembentukan nata kurang begitu cepat, sehingga lapisan nata yang terbentuk sangat tipis. Akan tetapi setelah mengalami fermentasi selama 2 minggu nata de banana yang dihasilkan cukup baik, bahkan memiliki ketebalan dan massa yang besar. Proses pemasakan produk nata secara berulang ulang bertujuan untuk mematikan bakteri yang masih aktif didalam produk nata, selain itu melarutkan kandungan alkohol yang dihasilkan selama proses fermentasi oleh bakteri.

V.

PENUTUP V.1 Kesimpulan

Dari hasil percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa :

  • 1. Dari hasil fermentasi air perasan kulit pisang, diperoleh produk nata de banana skin yang padat dan tebal.

  • 2. Kulit pisang yang selama ini ibuang karena dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nilai guna dan bernilai ekonomis.

  • 3. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan, nata dari kulit pisang masih memiliki peluang pasar yang baik karena di pasaran masih jarang dijumpai nata yang berbahan dasar kulit pisang. Pembuatan produk nata berbahan dasar kulit pisang ini tidak memerlukan dana yang terlalu besar, karena bahan dasar yang digunakan mudah untuk didapat dan harganya juga tidak terlalu mahal.

V.2 Saran

Adakalanya kita melihat lingkungan sekitar, ada sesuatu yang terkadang memiliki potensi yang sangat besar namun hanya terbuang sia-sia. Kita haruslah

berpintar-pintar melihat peluang.

VI.

DAFTAR PUSTAKA

Sulistyomaty, E, 2010, Petunjuk Praktikum Food Technology

http://onlinebuku.com/2009/01/29/pemanfaatan-limbah-dari-tanaman-pisang/

http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/pkm/article/view/2371

(www.Evimeinar.multiply.com/reviews/item/42)

http://samm171185.blogspot.com/2008/05/panduan-praktikum-pembuatan-nata-

de_28.html