Anda di halaman 1dari 11

ChE Undip for better life

ANALISIS KASUS
FERTILITAS



YULIA RATIH 25010111130219
TRI DEWI ROSIDA 25010111130225
DEBY KURNIADI 25010111140277
RISNAWATI VALENTINA 25010111140315
UMI MAGFIROH 25010111140306
LUTFIYAH RIZQULLOH 25010111140319
EVA NEILFINA 25010111140322
ULFA HANA MUSTOPA 25010111140333
ERDHA NUR PURNAMA.S 25010111140331
RAHMAWATI NUR.M 25010111140357



Kelompok 1
ChE Undip for better life
Jumlah Remaja Melahirkan Kian Banyak

TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana tugas Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Sudibyo
Alimoeso, mengatakan angka kelahiran atau fertilitas pada kelompok usia remaja 15-19 tahun meningkat per
akhir tahun 2012. Menurut dia, tahun lalu tingkat fertilitas pada remaja 48 kelahiran per 1.000 perempuan.

Angka itu meningkat dibandingkan dengan 2011, yakni 35 kelahiran per 1.000 perempuan. "Penyebabnya, rata-
rata usia kawin pertama perempuan masih rendah," kata Sudibyo, di Jakarta, Selasa, 8 Januari 2012.

Akibat peningkatan itu, kata Sudibyo, target nasional yang dicanangkan lembaganya tak tercapai. Yaitu 30
kelahiran per 1.000 perempuan."Ini harus dicari sebabnya. Apakah karena pengetahuan kesehatan
reproduksinya kurang? Nah, ini akan kami coba tangani dengan membuat konseling kesehatan reproduksi bagi
generasi tersebut," kata Sudibyo.

Sudibyo menilai meningkatnya angka fertilitas kelompok remaja menyumbang terjadinya stagnasi angka
kelahiran total atau TFR. Pemerintah sebelumnya menargetkan angka kelahiran total sebanyak 2,1 anak per
perempuan. Namun, tahun lalu, angka itu masih 2,6 anak per perempuan.

Menurut Sudibyo, data itu menunjukkan program-program lembaganya tak tercapai. "Pencapaiannya tidak
seperti yang diharapkan. Angka kelahiran tetap, fertilitas kelompok remaja meningkat, dan tingkat pemakaian
KB hanya meningkat sedikit."

http://www.tempo.co/read/news/2013/01/08/173452922/Jumlah-Remaja-Melahirkan-Kian-Banyak




ChE Undip for better life
Daftar Istilah
ANGKA KELAHIRAN (FERTILITAS)
angka yang menunjukkan jumlah bayi yang lahir dari setiap 1000 orang penduduk per
tahun. terdiri dari angka kelahiran kasar (crude birth rate/cbr) dan angka kelahiran
menurut umur (age specific birth rate/asbr)
USIA KAWIN PERTAMA
sebagai umur pada saat wanita melakukan perkawinan secara hukum dan biologis
yang pertama kali ideal usia perkawinanya berumur sekitar 21- 25 tahun
REMAJA
merupakan suatu proses tumbuh kembang yang berkesinambungan, yang
merupakan masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa muda
KESEHATAN REPRODUKSI
kesehatan secara fisik, mental, dan kesejahteraan sosial secara utuh pada semua hal
yang berhubungan dengan sistem dan fungsi serta proses reproduksi dan bukan
hanya kondisi yang bebas dari penyakit dan kecacatan
ChE Undip for better life
Daftar Istilah
ANGKA KELAHIRAN TOTAL (TFR)
rata-rata anak yang dilahirkan seorang wanita selama masa usia suburnya
KONSELING KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA
suatu wadah kegiatan program krr yang dikelola dari, oleh dan untuk
remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang
kesehatan reproduksi serta kegiatan - kegiatan penunjang lainnya
STAGNASI
keadaan terhenti (tidak bergerak, tidak aktif, tidak jalan)
KELUARGA BERENCANA
Suatu program yang dicanangkan pemerintah dalam upaya peningkatan
kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia
perkawinan ( pup ), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga,
peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera
ChE Undip for better life
1

Peningkatan yang tajam pada tingkat fertilitas remaja usia 15-19 tahun yang
mengalami kenaikan dari 35 menjadi 48 kelahiran per 1000 perempuan.
2

Meningkatnya angka fertilitas kelompok remaja menyumbang terjadinya stagnasi
angka kelahiran total atau TFR. angka itu masih 2,6 anak per perempuan
3
Pengetahuan kesehatan reproduksi masih kurang
4
Tingkat pemakaian KB hanya meningkat sedikit
5
Peningkatan angka kesuburan pada usia remaja yang ditandai dengan
peningkatan ASFR menjadikan target nasional yang diharapkan yaitu 30 kelahiran
per 1000 perempuan tidak tercapai.
Daftar
Permasalahan
ChE Undip for better life
Target Nasional Tidak
Tercapai
Tingginya TFR
Fertilitas Remaja Tinggi
Rata-rata Usia kawin
pertama wanita rendah
Ketidakpatuhan Hukum
Usia Perkawinan
Pengetahuan
Kesehatan
Reproduksi Rendah
Penggunaan
Kontrasepsi Rendah
Kehamilan yang tidak
Dikehendaki
Pergaulan Bebas
Mudahnya Mengakses
Video Porno
Kecanggihan Teknologi
Pendidikan
Rendah
Lapangan
Pekerjaan
Sempit
Paksaan
Menikah
Budaya Banyak
anak banyak
rejeki
Rendahnya
Pemantauan Orangtua
ChE Undip for better life
Pembahasan
Analisis Kasus
Tingginya kasus fertilitas usia 15-19 tahun disebabkan karena
banyak faktor
Faktor terhadap ketidak patuhan hukum perundang-undangan
perkawainan dini yang diakibatkan karena pergaulan bebas,
rendahnya pemantauan orangtua, budaya banyak anak banyak
rezeki
Faktor dari kecanggihan teknologi sehingga para remaja saat ini
begitu mudahnya mengakses internet dan membuka video porno
yang menyebabkan pergaulan bebas dan menjadikan kejadian
hamil yang tidak diinginkan yang memicu banyaknya terjadi
pelanggaran ketidak patuhan hukum usia perkawinan
ChE Undip for better life
Pembahasan
Analisis Kasus
Faktor dari rendahnya kesehatan reproduksi yang rendah sehingga
memungkinkan penggunaan alat kontrasepsi rendah yang bisa
mengakibatkan ketidakpatuhan hukum terhadap usia perkawinan
dampaknya fetilitas remaja tinggi
Umur kawin pertama yang terlalu muda, secara tidak langsung akan
meningkatkan jumlah ibu. Ketika program KB belum berjalan dengan
maksimal, maka kemungkinan besar pada suatu keluarga akan memiliki
lebih banyak anak
Terjadinya peningkatan jumlah ibu disertai dengan banyaknya anak yang
dilahirkan, akan mengakibatkan TFR stagnan. Dari banyaknya anak yang
dilahirkan ini, akan berdampak pada pertambahan penduduk sehingga
target nasional tidak tercapai
ChE Undip for better life
Solusi

Memaksimalkan
program
Kependudukan dan
Keluarga Berencana
(KKB).

Menunda masa
perkawinan agar
dapat mengurangi
jumlah angka
kelahiran tinggi
Mengadakan
penyuluhan bagi
remaja tentang
bahaya melahirkan
di usia muda dan
pentingnya
kesehatan
reproduksi.
ChE Undip for better life
Ariyani, Ratna (ed). 2010. Kesehatan Remaja
Problem dan Solusinya. Jakarta: Salemba
Medika.
BKKBN. 2007. Remaja dan SPN (Seks
Pranikah). www.bkkbn.go.id
WebsDetailRubrik.phpMyID=518.pdf. (diakses
21 Desember 2011).
http://www.repository.usu.ac.id
http://www.datastatistik-
indonesia.com/portal/index.php?option=com_co
ntent&task=view&id=314&Itemid=314


Daftar Pustaka
ChE Undip for better life
TERIMA KASIH