Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH PENGANTAR BISNIS

MENJALANKAN BISNIS SECARA ETIS DAN BERTANGGUNG


JAWAB







Disusun oleh :
Danu Pradana ( 13812141042 )
Catharina Octaviani ( 13812141051 )
Raymond Rinaldy ( 13812141061 )
Maria Yolanda Clara ( 13812144004 )
Intan Fitri Ardinasari ( 13812144014 )





PROGRAM STUDI AKUNTANSI
JURUSAN PENDIDIKAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2013
2


KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
berkat lipahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun
makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini membahas mengenai
Menjalankan Bisnis Secara Etis dan Bertanggung Jawab.
Dalam peyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan
hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak, tantangan itu
dapat teratasi. Oleh sebab itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar
besarnya kepada semua pihak yang telah membantu ddalam penyusunan
makalah ini, semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan
Yang Maha esa.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.Baik
dari bentuk penyusunan maupun materinya.Kritik konstruktif dari pembaca
sangatpenulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat.



Yogyakarta , September 2013



Penyusun

3


DAFTAR ISI
Menjalankan Bisnis Secara Etis dan Bertanggung Jawab ........................................................................ 1
KATA PENGANTAR ............................................................................................................................................. 2
BAB I ..................................................................................................................................................................... 4
PENDAHULUAN ................................................................................................................................................... 4
A. Latar Belakang ...................................................................................................................................... 4
B. Rumusan Masalah ................................................................................................................................ 5
C. Tujuan ...................................................................................................................................................... 5
BAB II PEMBAHASAN .......................................................................................................................................... 6
A. Etika dalam Lingkungan Kerja ........................................................................................................... 6
1. Etika Individual .................................................................................................................................. 6
2. Etika Bisnis dan Etika manajerial .................................................................................................... 7
3. Menilai Perilaku Etis ........................................................................................................................... 8
4. Praktek Praktek Perusahaan dan Etika Bisnis ........................................................................... 9
5. Menerapkan Kode Etik Tertulis ....................................................................................................... 9
6. Memberlakukan Program Etika ..................................................................................................... 9
B. Tanggung Jawab Sosial ( CSR ) ....................................................................................................... 10
1. Kesadaran Sosial Masa Kini .......................................................................................................... 11
C. Bidang Tanggung Jawab Sosial ...................................................................................................... 11
D. Mengimplementasikan Program Tanggung Jawab Sosial ........................................................ 14
1. Pendekatan Tanggung Jawab Sosial ........................................................................................ 14
2. Mengelola Program Tanggung Jawab Sosial .......................................................................... 14
3. Tanggung Jawab Sosial dan Bisnis Kecil .................................................................................... 15
BAB III ................................................................................................................................................................. 16
PENUTUP ............................................................................................................................................................ 16
A. KESIMPULAN ......................................................................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................................................. 17
4




BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Bisnis merupakan suatu kegiatan atau aktivitas yang selalu ada dan
dikenal baik itu dari kalangan muda maupun kalangan dewasa.Dan,
bisnis merupakan profesi etis. Atau sebaliknya, ia menjadi profesi tidak
etis. Banyak perusahaan atau organisasi bisnis yang menggunakan
segala cara untuk memenangkan saingan. Cara itu baik cara yang etis
maupun cara yang tidak etis. Hal ini dikarenakan banyaknya tuntutan
masyarakat terhadap organisasi bisnis atau perusahaan tersebut.
Tanggung Jawab Sosial atau yang dikenal dengan Corporate
Social Responbility (CSR) kini semakin banyak diterima oleh khalayak
masyarakat. Masyarakat berpendapat bahwa perusahaann atau
organisasi bisnis tidak boleh hanya memikirkan keuntungan financial
mereka melainkan, harus memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap
public.
Maka dari itu, diharapkan perusahaan dapat menjalankan bisnis
yang memenuhi persyaratan dalam beretika baik dalam secara moral
maupun norma masyarakat. Serta dapat memiliki tanggung jawab social
terhadap masyarakat.


5


B. RUMUSAN MASALAH

a. Bagaimana etika dalam lingkungan kerja?
b. Bagaimana tanggung jawab perusahaan terhadap social?
c. Bagaimana bidang tanggung jawab national di berbagai sector?
d. Bagaimana mengimplementasikan program tanggung jawab social?

C. TUJUAN

a. Mengetahui etika etika dalam lingkungan kerja.
b. Mengerti tanggung jawab perusahaan terhadap social.
c. Mengetahui bidang tanggung jawab nasional di berbagai sector.
d. Mengetahui implementasi program tanggung jawab social.












6


BAB II
PEMBAHASAN

A. ETI KA DALAM LI NGKUNGAN KERJA
Etika merupakan keyakinan mengenai tindakan yang benar dan yang
salah, atau tindakan yang baik dan yang buruk, yang mempengaruhi hal
lainnya.Etika ada pada setiap masyarakat serta di kenal baik oleh
masyarakat.Etika terbagi menjadi dua yaitu, etika atau perilaku etis dan
etika atau perilaku tidak etis. Namun, dalam dunia kerja terdapat tiga
macam etika yaitu, etika etis, etika tidak etis, dan etika bisnis.Etika
mempengaruhi lingkungan kerja.Etika etis merupakan perilaku yang
mencerminkan keyakinan perseorangan dan norma norma social yang
diterima secara umum sehubungan dengan tindakan tindakan yang
benar dan baik. Etika tidak etis merupakan perilaku yang menurut keyakinan
perseorangan dan norma norma social dianggap salah atau buruk. Etika
bisnis merupakan istilah yang biasanya berkaitan dengan perilaku etis atau
tidak etis yang dilakukan oleh manajer atau pemilik suatu organisasi.

1. ETI KA I NDI VI DUAL
Karena didasarkan pada konsep social dan keyakinan perorangan,
etika dapat bervariasi dari satu orang ke orang lainya, dari satu situasi ke
situasi lainnya, serta dari satu budaya ke budaya lainnya.Perilaku etis
maupun perilaku tidak etis ditentukan sebagian oleh individu dan sebagian
lagi oleh budaya.

AMBIGUITAS, HUKUM, DAN DUNIA NYATA
Kebanyakan masyarakat pada umumnya menerapkan undang
undang formal yang mencerminkan standar etis atau norma social yang
berlaku. Namun, pada kenyataannya, penafsiran dan penerapannya
menyebabkan ambiguitas.
7


KODE DAN NILAI INDIVIDU
Kode etik pribadi masing masing orang ditentukan oleh kombinasi
sejumlah factor. Nilai nilai dan moral dikembangkan supaya dapat
berkontribusi terhadap standar etis.

2. ETI KA BI SNI S DAN ETI KA MANAJERI AL
Etika manajerial merupakan standar perilaku yang memandu manajer
dalam pekerjaan mereka.Dalam buku Ricky W. Griffin mengklasifikasikan
etika ke dalam tiga kategori :
a. Perilaku terhadap karyawan
Kategori ini meliputi aspek perekrutan, pemecatan, penentuan kondisi
upah dan kerja, serta pemberian privasi dan respek.Pedoman etis dan
hokum mengemukakan bahwa keputusan perekrutan dan pemecatan
harus didasarkan hanya pada kemampuan untuk melakukan pekerjaan.
Perilaku yang secara umum dianggap tidak etis dalam kategori ini
misalnya mengurangi upah pekerja karena tahu pekerja tersebut tidak
dapat memprotes lantaran takut akan kehilangan pekerjaannya.
b. Perilaku terhadap organisasi
Permasalahan etika juga terjadi dalam hubungan pekerja dengan
organisasinya.Masalah yang terjadi terutama menyangkut tentang
kejujuran, konflik kepentingan, dan kerahasiaan.Masalah kejujuran yang
sering terjadi di antaranya menggelembungkan anggaran atau mencuri
barang milik perusahaan.
Konflik kepentingan terjadi ketika seorang individu melakukan
tindakan untuk menguntungkan diri sendiri, namun merugikan
atasannya.Misalnya menerima suap. Sementara itu, masalah
pelanggaran etika yang berhubungan dengan kerahasiaan di antaranya
menjual atau membocorkan rahasia perusahaan kepada pihak lain.

c. Perilaku terhadap agen ekonomi lainnya
8


Seseorang manajer juga harus manjalankan etika ketika berhubungan
dengan agen agen ekonomi lain seperti pelanggan, pesaing,
pemegang saham, pemasok, distributor, dan serikat buruh.
Agar perusahaan tersebut baik dimata dunia maka seseorang
manajer harus memiliki etika yang biak. Para manajer yang memiliki etika
yang baik akan melaksanakan tugas-tugasnya sebagai manajer dengan
penuh tanggung jawab. Etika dipergunakan dimana saja ia berada. Baik
dalam mengambil keputusan, memimpin suatu rapat, berinteraksi
kepada rekan kerjanya, dan terhadap para karyawannya.

3. MENI LAI PERI LAKU ETI S
Menurut Ricky W.Griffin dalam bukunya, ia mengemukakan bahwa
terdapat tiga langkah sederhana untuk menilai suatu perilaku etis terhadap
situasi yang dapat timbul selama kita berkegiatan.
1. Mengumpulkan informasi factual yang relevan
2. Menganalisis fakta fakta untuk menentukan nilai moral yang paling
tepat.
3. Melakukan penilaian etis berdasarkan kebenaran atau kesalahan
terhadap aktivitas atau kebijakan yang akan kita nilai tersebut.
Namun di dalam praktek atau prosesnya tidak selalu mulus seperti skema
tersebut.Maka, kita membutuhkan perspektif yang lebih kompleks agar dapat
menilai suatu etika secara lebih mendalam.
Dalam berbagai kasus , timbul norma- norma etis yang mempengaruhi
serta persoalan yang ditimbulkan.
Norma norma tersebut ialah :
a. Kegunaan ( utility ) : Apakah suatu tindakan mengoptimalkan
keuntungan mereka yang dipengaruhi oleh tindakan tersebut?
b. Hak (rights) : Apakah tindakan itu menghargai hak hak
yang terlibat?
c. Keadilan ( Justice ) : Apakah tindakan itu konsistensi dengan apa
yang kita anggap adil?
9


d. Kepedulian ( caring) : Apakah tindakan itu konsisten dengan
tanggung jawab masing masing pihak kepada pihak lainnya?

4. PRAKTEK PRAKTEK PERUSAHAAN DAN ETI KA BI SNI S
Setiap organisasi atau perusahaan mendorong perilaku etis dan
melarang perilaku tidak etis dengan berbagai cara.. Langkah tunggal
yang paling efektif yang dapat diambil perusahaan adalah
memperlihatkan dukungan manajemen puncak terhadap tindakan yang
etis.Dalam berorganisasi, terdapat dua pendakatan yang paling umum
yang sering digunakan untuk membentuk komitmen manajemen puncak
terhadap praktek bisnis yang etis. Pendekatan tersebut ialah membuat
perarturan secara tertulis dan memberlakukan program etika.

5. MENERAPKAN KODE ETI K TERTULI S
Banyak perusahaan menuliskan kode etik tertulis yang secara
formal menyatakan keinginan mereka melakukan bisnis dengan perilaku
yang etis.Jumlah perusahaan seperti itu meningkat secara pesat dalam
kurun waktu tiga dasawarsa terakhir ini.Dan, hampir semua korporasi
besar telah memiliki kode etik tertulis.

6. MEMBERLAKUKAN PROGRAM ETI KA
Banyak pendapat mengemukakan bahwa tanggapan etis dapat
dipelajari berdasarkan pengalaman.Sebagian analisis berpendapat
bahwa perusahaan yang harus bertanggung jawab penuh dalam
mendidik karyawannya.



10


B. TANGGUNG JAWAB SOSI AL ( CSR )
Tanggung jawab social adalah sebuah konsep yang berhubungan,
namun merujuk pada seluruh cara bisnis berupaya menyeimbangkan
komitmennya terhadap kelompok dan pribadi dalam lingkungan sosialnya.
Menurut World Business Council for Sustainable Development, CSR
adalah merupakan suatu komitmen berkelanjutan oleh dunia usaha untuk
bertindak etis dan memberikan konstribusi kepada pengembang ekonomi
dari komunitas setempat ataupun masyarakat luas bersamaan dengan
peningkatan taraf hidup pekerjanya beserta seluruh keluarganya.
Kelompok dan individu itu sering disebut sebagai pihak yang
berkepentingan dalam organisasi.Pihak pihak tersebut adalah pelanggan,
karyawan, investor, pemasok, dan komunitas local.
Model Tanggung Jawab terhadap Pihak yang Berkepentingan
1. Pelanggan
Bisnis yang bertanggung jawab terhadap pelanggan mereka berusaha
melayani pelanggannya secara wajar dan jujur. Mereka juga mencari
cara untuk menetapkan harga secara wajar, menghargai garansi,
memenuhi komitmen pengirim pesanan, dan mempertahankan kualitas
produk yang mereka jual.

2. Karyawan
Bisnis bertanggung jawab secara social terhadap pekerjanya.
Memperlakukan karyawannya dengan adil, menganggap pekerja
sebagai bagian dari tim, dan menghormati harga diri dan kebutuhan
dasar manusiawi mereka.

3. Investor
Untuk mempertahankan sikap mental dan tanggung jawab social
terhadap para investor, para manajer harus mengikuti prosedur yang
pantas, memberikan informasi yang tepat mengenai kinerja keuangan
perusahaan, serta mengelola perusahaan untuk melindungi hakhak dan
investasi para pemegang saham.
Mereka harus akurat dan terus terang dalam menilai pertumbuhan dan
profitabilitas masa depan serta menghindari tindakan tidak layak dalam
bidang bidang sensitive.
11


4. Pemasok
Hubungan dengan para pemasok harus dikelola dengan hati-hati.Banyak
perusahaan yang mengakui pentingnya perjanjian menguntungkan
dengan pemasoknya.

5. Komunitas Lokal
Bisnis berusaha untuk bertanggung jawab secara social kepada
komunitas.Mereka dapat memberikan sumbangan program program
local secara aktif dan berusaha menjadi warga korporasi yang baik
dengan meminimalkan dampak negative mereka terhadap komunitas.

1. KESADARAN SOSI AL MASA KI NI
Kesadaran social dan pandangan terhadap tanggung jawab social
semakin berkembang.Hal ini akan terus berkembang seiring dengan persaingan
yang sangat ketat antara perusahaan perusahaan di seluruh dunia.
Suatu perusahaan seharusnya tidak hanya mengeruk keuntungan
sebanyak mungkin, tetapi juga mempunyai etika dalam bertindak
menggunakan sumber daya manusia dan lingkungan guna turut mewujudkan
pembangunan berkelanjutan. Pengukuran kinerja yang semata dicermati dari
komponen keuangan dan keuntungan tidak akan mampu membesarkan dan
melestarikan karena seringkali berhadapan dengan konflik pekerja, konflik
dengan masyarakat sekitar dan semakin jauh dari prinsip pengelolaan
lingkungan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

C. BI DANG TANGGUNG JAWAB SOSI AL
Macam macam tanggung jawab social perusahaan adalah :
1. TANGGUNG JAWAB TERHADAP LINGKUNGAN
Perusahaan harus memperhatikan, melestarikan, dan menjaga
lingkungan, istilahnya perusahaan harus ramah lingkungan.


12


2. TANGGUNG JAWAB TERHADAP PELANGGAN
Perusahaan harus bertanggung jawab terhadap pelanggannya
karena jika tidak, ia akan kehilangan kepercayaan dan akhirnya
kehilangan bisnisnya.

Tanggung jawab terhadap pelanggan terdiri atas tiga bagian :

a. Hak Konsumen
Banyak perhatian bisnis terhadap tanggung jawab kepada
konsumen dapat ditelusuri dari peningkatan konsumenrisme. Presiden
John F. Kennedy mengidentifikasi enam hak konsumen yaitu :
a. Konsumen memiliki hakatas produk yang aman
b. Konsumen mempunyai hak mengetahui seluruh aspek yang
berkaitan dengan suatu produk
c. Konsumen memiliki hak untuk di dengar
d. Konsumen memiliki hak untuk memilih apa yang mereka beli
e. Konsumen memiliki hak untukmendapatkan informasi dalam
pembelian
f. Konsumen memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan yang
ramah.

b. Penetapan Harga yang Tidak Wajar
Mencampuri persaingan dapat menjadi bentuk praktek penetapa
harga yang illegal.Kolusi terjadi apabila dua atau lebih perusahaan
setuju untuk melakukan tindakan yang salah seperti menetapkan
harga yang tidak wajar.

c. Etika dalam Periklanan
Dalam tahun terakhir, terjadi peningkatan perhatian terhadap etika
dalam periklanan maupun dalam informasi produk.Persoalan yang
berkaitan dengan iklan menurut bebrapa konsumen dianggap tidak
dapat di terima secara moral.Namun, banyak pemasang iklan juga
yang hadir secara bijak dan menggunakan akal sehat mereka dalam
promosi mereka.



13



3. TANGGUNG JAWAB TERHADAP KARYAWAN
Terrdapat dua komitmen dalam tanggung jawab terhadap karyawan.
Komitmen tersebut ialah :
a. Komitmen Hukum dan Sosial
Perilaku tanggung jawab secara social terhadap para
karyawanmemiliki komponen hokum dan social.
b. Komitmen Etis
Menghargai karyawan sebagai manusia juga berarti menghargai
perilaku mereka sebagai individu yang bertanggung jawab secara
etis.
Menurut Zimmerer, tanggung jawab terhadap karyawan dapat dilakukan
dengan cara:
a) Menghormati dan mendengarkan pendapat karyawan
b) Meminta input kepada karyawan
c) Memberi kepercayaan kepada karyawan
d) Memberi imbalan kepada karyawan yang bekerja dengan baik
e) Selalu menekankan kepercayaan kepada karyawan

4. TANGGUNG JAWA TERHADAP PENANAM MODAL
Perilaku tidak bertanggung jwab terhadap pemilik saham sama artinya
dengan merusak sumber daya keuangan perusahaan. Namun, perusahaan
dapat bertindak tidak bertanggung jawab terhadap para investor dengan
cara memberikan keterangan yang meyimpang mengenai sumber daya
perusahaan.

Contoh contoh penyimpangan lainnya ialah :
a. Manajemen finansial yang tidak wajar
b. Cek Kosong
c. Insider Trading
14


d. Penyimpangan laporan keuangan

D. MENGI MPLEMENTASI KAN PROGRAM TANGGUNG JAWAB SOSI AL
1. PENDEKATAN TANGGUNG JAWAB SOSI AL
Terdapat berbagi sikap atau pendekatan tanggung jawab yang
berbeda.Hal itu dikarenakan adanya perbadaan pendapat. Sikap sikap
tersebuat ialah :
Sikap Obstruktif
Pendekatan terhadap tanggung jawab social yang melibatkan
tindakan seminimal mingkin dan mungkin melibatkan usaha-usaha
menolak atau menutupi pelanggaran yang dilakukan.

Sikap Defensif
Pendekatan tanggung jawab social yang ditandai dengan
perusahaan hanya memenuhi persyaratan hokum secara minimum atas
komitmennya terhadap kelompok dan individu dalam lingkungan
sosialnya.

Sikap Akomodatif
Pendekatan tanggung jawab social yang diterapkan suatu
perusahaan, dengan melakukannya, apabila diminta, melebihi
persyaratan hokum minimum dalam komitmennya terhadap kelompok
dan individu dalam lingkungan sosialnya.

Sikap Proaktif
Pendekatan tanggung jawab social yang diterapkan suatu
perusahaan, yaitu secara aktif mencari peluang untuk memberikan
sumbangan demi kesejahteraan kelompok dan individu dalam
lingkungan sosialnya.

2. MENGELOLA PROGRAM TANGGUNG JAWAB SOSI AL
Tanggung jawab social harus dimulai dari atas dan dianggap sebagai
satu factor utama dalam perencanaan strategis
15


Komite manajer puncak harus mengembangkan rencana yang merinci
level dukungan manajer
Seorang eksekutif harus diberi tanggung jawab atas agenda perusahaan
Organisasi harus melaksanakan audit social.

3. TANGGUNG JAWAB SOSI AL DAN BI SNI S KECI L
Etika dan tanggung jawab social merupakankeputusan yang
dihadapi oleh semua manajer di seluruh organisasi, tidak peduli peringkat
ukurannya. Satu kunci keberhasilan bisnis adalah memutuskan sejak awal
cara menanggapi permasalahan yang mendasari pertanyaan-pertanyaan
etika dan tanggung jawab social.















16


BAB III
PENUTUP

A. KESI MPULAN
Satu kunci keberhasilan bisnis adalah memutuskan sejak awal cara
menanggapi permasalahan yang mendasari pertanyaan-pertanyaan
etika dan tanggung jawab social.

17


DAFTAR PUSTAKA

Ricky W. Griffin, R. J. (2007). Bisnis. Jakarta: Erlangga.