Anda di halaman 1dari 1

BAB V

PENUTUP
Tonsilitis kronis merupakan penyakit yang paling sering terjadi dari semua
penyakit tenggorokan yang berulang. Faktor predisposisi timbulnya tonsilitis
kronik adalah rangsangan yang menahun dari rokok, beberapa jenis makanan,
hygiene mulut yang buruk, pengaruh cuaca, kelelahan fisk dan pengobatan
tonslitis akut yang tidak adekuat. Radang pada tonsil dapat disebabkan kuman
Grup A Streptococcus beta hemolitikus, Pneumococcus, Streptococcus viridans
dan Streptococcus piogenes. Gambaran klinis bervariasi dan diagnosa sebagian
besar tergantung pada infeksi.
Tonsilitis Kronis adalah peradangan kronis Tonsil setelah serangan akut
yang terjadi berulang-ulang atau infeksi subklinis. Tonsilitis berulang terutama
terjadi pada anak-anak dan diantara serangan tidak jarang tonsil tampak sehat.
Tetapi tidak jarang keadaan tonsil diluar serangan terlihat membesar disertai
dengan hiperemi ringan yang mengenai pilar anterior dan apabila tonsil ditekan
keluar detritus.
ada umumnya penderita sering mengeluh oleh karena serangan tonsilitis
akut yang berulang ulang, adanya rasa sakit !nyeri" yang terus-menerus pada
tenggorokan !odinofagi", nyeri #aktu menelan atau ada sesuatu yang mengganjal
di kerongkongan bila menelan, terasa kering dan pernafasan berbau. ada
pemeriksaan, terdapat dua macam gambaran tonsil dari Tonsilitis Kronis yang
mungkin tampak, yakni $ Tampak pembesaran tonsil oleh karena hipertrofi dan
perlengketan ke jaringan sekitar, kripta yang melebar, tonsil ditutupi oleh eksudat
yang purulen atau seperti keju, %ungkin juga dijumpai tonsil tetap kecil,
mengeriput, kadang-kadang seperti terpendam di dalam tonsil bed dengan tepi
yang hiperemis, kripta yang melebar dan ditutupi eksudat yang purulen.
enatalaksanaan untuk tonsillitis kronik terdiri atas terapi medikamentosa
dan operatif. &ntuk terapi pembedahan dilakukan dengan mengangkat tonsil
!tonsilektomi".
38