Anda di halaman 1dari 2

Desain Tulangan Geser Balok menggunakan Rumus Sederhana Excel

Khusus untuk desain tulangan geser (sengkang) pada struktur beton balok, sesuai dengan
mata kuliah Struktur Beton Bertulang yang pernah saya pelajari dan pahami. Selain itu, juga
karena ada tuntutan Tugas Besar Struktur Beton Bertulang yang wajib dikerjakan pada waktu
kuliah dulu yang diantara tugasnya adalah harus mendesain tulangan geser pada struktur
balok yang dirancang. Maka pada suatu saat, saya coba membuat rumus sederhana di
Microsoft Excel untuk mendesain dan merancang tulangan geser atau sengkang pada struktur
beton balok bangunan berdasarkan data rencana yang diberikan.
Tentu saja, tujuan utama saya membuat Rumus Excel ini adalah untuk mempermudah
menyelesaikan Tugas Besar Beton saya tersebut (dan juga Tugas Besar teman-teman kuliah
saya yang lainHehe !!).
Rumus Desain Tulangan Geser Balok ini saya susun dan rancang sesuai dengan pedoman
dan rumus-rumus perhitungan tulangan geser yang saya pahami dari materi kuliah di kampus
maupun modul/buku pelajaran beton yang terkait. Tentu saja, saya tidak bisa menjamin 100%
hasil perhitungannya sama persis dengan hasil perhitungan jika menggunakan aplikasi Beton
atau Teknik Sipil lain yang lebih lengkap dan akurat. Namun setidaknya, bagi saya sendiri,
Rumus Excel sederhana ini sudah cukup menolong saya dalam menyelesaikan Tugas Besar
Beton saya waktu kuliah dulu di Teknik Sipil UNLAM Banjarbaru.
Perkembangan teknologi komputer semakin maju, termasuk juga di bidang rekayasa teknik
sipil, program komputer rekayasa yang canggih semakin banyak yang tersedia. Meskipun
demikian pemakaian program seperti itu mempunyai karakter yang berbeda dengan program
bisnis pada umumnya. Insinyur pemakainya dituntut harus memahami apa saja yang
dikerjakan komputer, batasan-batasan yang harus dipenuhi dan bertanggung jawab penuh
terhadap setiap keputusan yang diambil dari keluaran komputer. Setiap kesalahan dapat
berpotensi pada kerugian finansial, bila terjadi kegagalan struktur bahkan nyawapun dapat
menjadi taruhannya. Oleh karena itu para insinyur pemakai program harus mempunyai
kompetensi yang mencukupi.
Untuk mendapatkan kompetensi yang cukup, maka ada berbagai cara yang dapat ditempuh,
salah satunya adalah dengan menuliskan pemrograman komputer pada masalah yang akan
ditingkatkan kompetensinya.
Pernyataan di atas bukanlah mengada-ada, untuk itu tentu suatu kompetensi dasar mengenai
pemrograman komputer harus dikuasai terlebih dahulu. Umumnya mahasiswa di fakultas
teknik telah mendapat mata kuliah bahasa pemrograman, minimal sebanyak satu semester (di
Jurusan Teknik Sipil UPH mata kuliah tersebut diberikan di semester satu memakai Visual
Basic 6.0). Dengan berbekal pengetahuan dasar tentang teknik pemrograman komputer
selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk meraih kompetensi lain yang terkait dengan proses
hitung-berhitung dalam penyelesaian rekayasa.
Perlu diingat bahwa untuk menjadi pemrogram komputer yang baik, selain diperlukan
penguasaan bahasa pemrograman, juga pengetahuan tentang apa yang mau diprogramkan.
Pengetahuan itu harus sampai detail langkah-langkah penyelesaiannya, karena tanpa
mengetahui detailnya maka alur program tidak dapat dibuat. Dengan menuliskan program
sendiri, pemrogram secara tidak sadar memahami alur kerja atau prinsip kerja dari program
yang dibuatnya. Apalagi jika pada saat penulisan program tersebut ditemukan error dan
dengan inisiatipnya sendiri sanggup mengatasinya.
Berbekal pendapat di atas dan dengan latar-belakang profesi dibidang teknik sipil, baik
selaku praktisi maupun pengajar, maka penulis akan mengambil topik struktur beton
bertulang untuk ditelaah lebih lanjut. Alasan lain dipilihnya struktur beton bertulang karena
materi tersebut merupakan topik utama khususnya dalam dunia konstruksi di Indonesia.
Dengan demikian dapat diharapkan bahwa tulisan pada buku ini dapat memberikan
sumbangan yang berarti bagi perkembangan rekayasa konstruksi di Indonesia.