Anda di halaman 1dari 21

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.


Puji dan syukur penyusun panjatkan kepada Allah SWT atas berkat dan
rahmat-Nya penyusun dapat menyelesaikan referat yang berjudul Fraktur ini
tepat pada aktunya.
Penyusun menyampaikan u!apan terima kasih yang tidak terhingga kepada
pembimbing" dr. Wahyu #" Sp.$T dan para teman sejaat yang telah membantu
dalam menyusun referat ini.
#eferat ini disusun sebagai salah satu tugas dalam mengikuti kepaniteraan
klinik %lmu &edah di #S'( dr.Se)esel) slai Penyusun sangat menyadari baha
referat ini masih banyak kekurangan baik mengenai isi" tata bahasa" maupun
inf)rmasi ilmiah yang terdapat di dalamnya. $leh karena itu" kritik dan saran
senantiasa diharapkan. Sem)ga referat ini bermanfaat bagi pemba!anya.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Slawi, Juni 2014
Penulis
*
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR 1
DAFTAR ISI 2
LEMBAR PENGESAHAN 3
BAB I: PENDAHLAN 4
BAB II: K!NSEP DASAR "
PENGERTIAN "
ANAT!MI #an FISIL!GI "
ETI!L!GI $
KLASIFIKASI %
JENIS&JENIS FRAKTR '
PAT!FISI!L!GI 11
MANIFESTASI KLINIS 13
E(ALASI FRAKTR 13
PENATALAKSANAAN 1"
PEN)EMBHAN FRAKTR 1"
K!MPLIKASI 1*
DAFTAR PSTAKA 21
+
LEMBAR PENGESAHAN
Na+a Ma,a-i-wa #an N.+./ In#u0 Ma,a-i-wa:
Fa1ia Mauli#a 03020*20'3
Gu-1i 3a,4u 03020*2104
1a+i Nin5-i, 03020*22"*
6a##a+ 3a,i# 03020*22'4
Ba5ian : ,epaniteraan ,linik %lmu &edah"S'( dr.Se)esel) slai
Ju#ul R787/a1 : Fraktur
P7+9i+9in5 : dr. Wahyu #" Sp.$T
Slai" -uni +.*/
Pembimbing"
#/2 3a,4u R, S:2!T
0
BAB I
PENDAHLAN
Fraktur adalah hilangnya k)ntinuitas tulang" tulang raan sendi" tulang
raan epifisis baik yang bersifat t)tal maupun yang parsial. Fraktur tulang dapat
terjadi karena hasil dari benturan atau jika tulang terseut terpapar stress terlalu
banyak hingga tidak dapat diabs)rbsi lagi. Fraktur tulang juga dapat terjadi hasil
dari melemahnya tulang )leh karena penyakit seperti )ste)p)r)sis dan tum)r
tulang.
1pidemi)l)gi fraktur dibagi berdasarkan )rang" tempat dan aktu"
berdasarkan )rang" fraktur lebih sering terjadi pada laki-laki dari pada perempuan
dengan umur diaah /2 tahun dan sering berhubungan dengan )lahraga pekerjaan
atau luka yang disebabkan )leh kendaraan berm)t)r. 3)bilisasi yang lebih
banyak dilakukan )leh laki-laki menjadi penyebab tingginya resik) fraktur.
Sedangkan pada )rang tua" perempuan lebih sering mengalami fraktur daripada
laki-laki yang berhubungan dengan meningkatnya insidens )ste)p)r)sis yang
terkait dengan perubahan h)rm)ne pada men)pause" berdasarkan tempat dan
aktu" di %nd)nesia jumlah kasus fraktur akibat lalu lintas meningkat seiring
pesatnya peningkatan jumlah pemakai kendaraan berm)t)r.
/
BAB II
K!NSEP DASAR
A2 P7n57/1ian
Fraktur adalah putusnya hubungan suatu tulang atau tulang raan yang
disebabkan )leh kekerasan.
*
Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya
k)ntinuitas jaringan tulang atau tulang raan yang umumnya disebabkan )leh
rudapaksa.
+
Fraktur tertutup adalah bila tidak ada hubungan patah tulang dengan dunia
luar. Fraktur terbuka adalah fragmen tulang meluas meleati )t)t dan kulit"
dimana p)tensial untuk terjadi infeksi.
0
-adi" kesimpulan fraktur adalah suatu
!edera yang mengenai tulang yang disebabkan )leh trauma benda keras.
B2 Ana1.+i #an Fi-i.l.5i-
Struktur tulang dan jaringan ikat menyusun kurang lebih +24 berat badan"
dan )t)t menyusun kurang lebih 2.4. ,esehatan fungsi system mus!ul)skeletal
sangat tergantung pada sistem tubuh yang lain. Struktur tulang-tulang memberi
perlindungan terhadap )rgan 5ital termasuk )tak" jantung dan paru. ,erangka
tulang merupakan kerangka yang kuat untuk menyangga struktur tubuh )t)t yang
melekat ke tulang memungkinkan tubuh bergerak metrik. Tulang menyimpan
kalsium" f)sf)r" magnesium" flu)r. Tulang dalam tubuh manusia yang terbagi
dalam empat kateg)ri6 tulang panjang 7misal femur8 tulang pendek 7misal tulang
phalanx8" tulang pipih 7sternum8 dan tulang tak teratur 7vertebra8. Tulang tersusun
)leh jaringan tulang kanselus 7trabekular atau spongius8.
Tulang tersusun atas sel" matrik pr)tein" dep)sit mineral. Sel-selnya terdiri
atas tiga jenis dasar )ste)blas" )ste)sit dan )ste)!klas. )ste)blas berfungi dalam
pembetukan tulang dengan mensekresikan matriks tulang. 3atrik merupakan
kerangka dimana garam-garam mineral an)rganik di timbun. Ostiosit adalah sel
deasa yang terlibat dalam pemeliharahan fungsi tulang dan tarletak )sti)n.
Ostioklas adalah sel multi nukliar yang berperan dalam panghan!uran" res)rpsi
dan rem)deling tulang.
2
Tulang diselimuti )leh membran fibrus padat di namakan periosteum
mengandung saraf" pembuluh darah dan limfatik. 1nd)steum adalah membran
5askuler tipis yang menutupi r)ngga sumsum tulang panjang dan r)ngga9r)ngga
dalam tulang kanselus. Sumsum tulang merupakan jaringan 5askuler dalam
r)ngga sumsum tulang panjang dan dalam pipih. Sumsum tulang merah yang
terletak di sternum" ilium" 5ertebra dan rusuk pada )rang deasa" bertanggung
jaab pada pr)duksi sel darah merah dan putih. Pembentukan tulang mulai
terbentuk lama sebelum kelahiran.
+
;2 E1i.l.5i < P/7#i-:.-i-i
3enurut Sa!hde5a 7*::;8" penyebab fraktur dapat dibagi menjadi tiga" yaitu
*. <edera Traumatik
<edera traumatik pada tulang dapat disebabkan )leh 6
a. <edera langsung berarti pukulan langsung terhadap tulang
sehingga tulang patah se!ara sp)ntan. Pemukulan biasanya
menyebabkan fraktur melintang dan kerusakan pada kulit di
atasnya.
b. <edera tidak langsung berarti pukulan langsung berada jauh dari
l)kasi benturan" misalnya jatuh dengan tangan berjulur dan
menyebabkan fraktur kla5ikula.
!. Fraktur yang disebabkan k)ntraksi keras yang mendadak dari )t)t
yang kuat.
+. Fraktur Pat)l)gik
0. (alam hal ini kerusakan tulang akibat pr)ses penyakit dimana dengan
trauma min)r dapat mengakibatkan fraktur dapat juga terjadi pada
berbagai keadaan berikut 6
a. Tum)r Tulang 7 Jinak atau Ganas 8 6 pertumbuhan jaringan baru
yang tidak terkendali dan pr)gresif.
b. %nfeksi seperti )ste)mielitis 6 dapat terjadi sebagai akibat infeksi
akut atau dapat timbul sebagai salah satu pr)ses yang pr)gresif"
lambat dan sakit nyeri.
;
!. #akhitis 6 suatu penyakit tulang yang disebabkan )leh defisiensi
=itamin ( yang mempengaruhi semua jaringan skelet lain"
biasanya disebabkan kegagalan abs)rbsi =itamin ( atau )leh
karena asupan kalsium atau f)sfat yang rendah.
d. Se!ara Sp)ntan
e. (isebabkan )leh stress tulang yang terus menerus misalnya pada
penyakit p)li) dan )rang yang bertugas di kemiliteran.
D2 Kla-i8i0a-i
2
3enurut >ardiyani 7*::?8" fraktur dapat diklasifikasikan sebagai berikut6
*. &erdasarkan tempat 7Fraktur humerus" tibia" !la5i!ula" dan !ruris dst8.
+. &erdasarkan luas dan garis fraktur terdiri dari 6
a8 fraktur k)mplit 7garis patah melalui seluruh penampang tulang" atau
melalui kedua k)rteks tulang8
b8 fraktur tidak k)mplit 7bila garis patah tidak melalui seluruh garis
penampan tulang8.
0. &erdasarkan bentuk dan jumlah garis patah 6
a. fraktur k)minit 7garis patah lebih dari satu dan saling berhubungan8.
b. fraktur segmental 7garis atah lebih dari satu tapi tidak berhubungan8.
!. fraktur multiple 7garis patah lebih dari satu tapi pada tulang yang
berlainan tempatnya" misalnya fraktur humerus" fraktur femur dan
sebagainya8.
/. &erdasarkan p)sisi fragmen 6
a. 'ndispla!ed 7tidak bergeser8@garis patah k)mplit tetapi kedua fragmen
tidak bergeser.
b. displa!ed 7bergeser8@terjadi pergeseran fragmen fraktur.
2. &erdasarkan hubungan fraktur dengan dunia luar 6
a. Tertutup
b. Terbuka 7adanya8
A
J7ni-&=7ni- 8/a01u/
Skull fra!ture
o &asilar skull fra!ture
o &l))ut fra!ture
o 3andibular fra!ture
o Nasal fra!ture
o Be F)rt fra!ture )f skull
Spinal fra!ture
o <er5i!al fra!ture
Fraktur C1" termasuk -effers)n fra!ture
Fraktur C2" termasuk >angmanCs fra!ture
FleDi)n teardr)p fra!ture
<lay-sh)5eler fra!ture
&urst fra!ture
<)mpressi)n fra!ture
<han!e fra!ture
>)lds)rth fra!ture
#ib fra!ture
Sternal fra!ture
Sh)ulder fra!ture
o <la5i!le fra!ture
o S!apular fra!ture
?
Arm fra!ture
o >umerus fra!ture
Supra!)ndylar fra!ture
>)lstein-Beis fra!ture .
o F)rearm fra!ture
'lnar fra!ture
3)nteggia fra!ture
>ume fra!ture
#adius fra!ture
1sseD-B)presti fra!ture
(istal radius fra!ture
EaleaFFi fra!ture
<)llesC fra!ture
SmithCs fra!ture
&art)nCs fra!ture
>and fra!ture
o S!aph)id fra!ture
o #)land) fra!ture
o &ennettCs fra!ture
o &)DerCs fra!ture
Pel5i! fra!ture
o Fra!ture )f the hip b)ne
o (u5erney fra!ture
Fem)ral fra!ture
o >ip fra!ture
Patella fra!ture
<rus fra!ture
o Tibia fra!ture
&umper fra!ture
Seg)nd fra!ture
E)sselin fra!ture
:
T)ddlerCs fra!ture
o Fibular fra!ture
3ais)nneu5e fra!ture
Be F)rt fra!ture )f ankle
&)s)rth fra!ture
o <)mbined tibia and fibula fra!ture
Trimalle)lar fra!ture
&imalle)lar fra!ture - in5)l5ing the lateral malle)lus and
the medial malle)lus.
P)ttCs fra!ture
F))t fra!ture
o Bisfran! fra!ture
o -)nes fra!ture
o 3ar!h fra!ture
o <al!aneal fra!ture
*.
E2 Pa1.8i-i.l.5i
Pa1,wa4 8/a01u/
$
Fraktur ganggguan pada tulang biasanya disebabkan )leh trauma
gangguan adanya gaya dalam tubuh" yaitu stress" gangguan fisik" gangguan
metab)li!" pat)l)gik. ,emampuan )t)t mendukung tulang turun" baik yang
terbuka ataupun tertutup. ,erusakan pembuluh darah akan mengakibatkan
**
pendarahan" maka 5)lume darah menurun. <$P menurun maka terjadi perubahan
perfusi jaringan.
>emat)ma akan mengeksudasi plasma dan p)liferasi menjadi edem l)kal
maka penumpukan di dalam tubuh. Fraktur terbuka atau tertutup akan mengenai
serabut saraf yang dapat menimbulkan ganggguan rasa nyeri.
(isamping itu fraktur terbuka dapat mengenai jaringan lunak yang
kemungkinan dapat terjadi infeksi dan kerusakan jaringan lunak akan
mengakibatkan kerusakan integritas kulit. Fraktur adalah patah tulang" biasanya
disebabkan )leh trauma gangguan metab)lik" pat)l)gik yang terjadi itu terbuka
atau tertutup. &aik fraktur terbuka atau tertutup akan mengenai serabut syaraf
yang dapat menimbulkan gangguan rasa nyeri. Selaian itu dapat mengenai tulang
sehingga akan terjadi neurovaskuler yang akan menimbulkan nyeri gerak
sehingga m)bilitas fisik terganggu" disamping itu fraktur terbuka dapat mengenai
jaringan lunak yang kemungkinan dapat terjadi infeksi terk)ntaminasi dengan
udara luar. Pada umumnya pada pasien fraktur terbuka maupun tertutup akan
dilakukan imm)bilitas yang bertujuan untuk mempertahankan fragmen yang telah
dihubungkan tetap pada tempatnya sampai sembuh.
/
*+
E2 Mani87-1a-i Klini-
"
*. (ef)rmitas
(aya tarik kekuatan )t)t menyebabkan fragmen tulang berpindah dari
tempatnya perubahan keseimbangan dan !)ntur terjadi seperti 6
a. #)tasi pemendekan tulang.
b. Penekanan tulang.
+. &engkak 6 1dema mun!ul se!ara !epat dari l)kasi dan ekstra5aksasi darah
dalam jaringan yang berdekatan dengan fraktur.
0. 1!him)sis dari perdarahan Sub!ulane)us.
/. Spasme )t)t spasme in5)lunters dekat fraktur.
2. Tenderness @ keempukan.
;. Nyeri mungkin disebabkan )leh spasme )t)t berpindah tulang dari
tempatnya dan kerusakan struktur didaerah yang berdekatan.
A. ,ehilangan sensasi 7mati rasa" mungkin terjadi dari rusaknya
syaraf@perdarahan8.
?. Pergerakan abn)rmal.
:. >ilangnya darah.
*.. ,repitasi.
F2 E>alua-i 8/a01u/
*. B)kasi anat)mi dan perluasan
a. Tulang apa yang frakturG
b. &agian tulang yang frakturG
!. -ika diafisis deskripsikan 7pr)ksimal@medial@distal8
+. Tipe fraktur
a. %n!)mplete 7b)ing" t)rus" greensti!k8
b. <)mplete 7simple" !)mminuted8
0. alignment dan displa!ement
a. medial displa!ement
b. lateral displa!ement
*0
!. medial angulati)n
d. lateral angulati)n
e. internal r)tati)n
f. eDternal r)tati)n
g. )5errideing ith f)resh)rtening
h. diatreti)n
/. arah garis fraktur terhadap aksis l)ngitudinal
a. trans5erse
b. )bliHue
!. spiral
d. l)ngitudinal
2. gambaran fraktur khusus
a. impa!ti)n
b. depressi)n
!. !)mpressi)n
;. keadaan khusus yang menyertai
a. disl)kasi
b. diastasis
A. tipe khusus 6 stress@paht)lgi! fra!ture
*/
G2 P7na1ala0-anaan
Penatalaksaan pada klien dengan fraktur tertutup adalah sebagai berikut 6
*. Terapi n)n farmak)l)gi" terdiri dari 6
a. Pr)teksi" untuk fraktur dengan kedudukan baik. 3)bilisasi saja
tanpa rep)sisi" misalnya pemasangan gips pada fraktur ink)mplet
dan fraktur tanpa kedudukan baik.
b. #ep)sisi tertutup dan fiksasi dengan gips. #ep)sisi dapat dalam
anestesi umum atau l)kal.
!. Traksi" untuk rep)sisi se!ara berlebihan.
+. Terapi farmak)l)gi" terdiri dari 6
a. #ep)sisi terbuka" fiksasi eksternal.
b. #ep)sisi tertutup k)ntr)l radi)l)gi diikuti interial.
Terapi ini dengan rep)sisi anat)mi diikuti dengan fiksasi internal.
Tindakan pada fraktur terbuka harus dilakukan se!epat mungkin" penundaan
aktu dapat mengakibatkan k)mplikasi. Waktu yang )ptimal untuk bertindak
sebelum ;-A jam" berikan t)ks)id" anti tetanus serum 7ATS8 @ tetanus hama
gl)bidin. &erikan antibi)tik untuk kuman gram p)sitif dan negatif dengan d)sis
tinggi. Bakukan pemeriksaan kultur dan resistensi kuman dari dasar luka fraktur
terbuka.
H2 P7n47+9u,an F/a01u/
Penyembuhan fraktur merupakan suatu pr)ses bi)l)gis yang menakjubkan.
Tidak seperti jaringan lainnya"tulang yang mengalami fraktur dapat sembuh tanpa
jaringan parut. Pengertian tentang reaksi tulang yang hidup dan peri)steum pada
penyembuhan fraktur merupakan dasar untuk meng)bati fragmen fraktur. Pr)ses
penyembuhan pada fraktur mulai terjadi segera setelah tulang mengalami
kerusakan apabila lingkungan untuk penyembuhan memadai sampai terjadi
k)ns)lidasi. Fakt)r mekanis yang penting seperti im)bilisasi fragmen tulang
*2
se!ara fisik sangat penting dalam penyembuhan" selain fakt)r bi)l)gis yang juga
merupakan suatu fakt)r yang sangat esensial dalam penyembuhan fraktur.
Pr)ses penyembuhan fraktur berbeda pada tulang k)rtikal" pada tulang
panjang" serta tulang kansel)sa pada metafisis tulang panjang atau tulang-tulang
pendek" sehingga kedua jenis penyembuhan fraktur ini harus dibedakan.
P7n47+9u,an 8/a01u/ :a#a 1ulan5 0./1i0al
Pr)ses penyembuhan fraktur pada tulang k)rtikal terdiri atas lima fase"yaitu6
*. Fase hemat)ma
Apabila terjadi fraktur pada tulang panjang" maka pembuluh darah
ke!il yang meleati kanalikuli dalam sistem ha5ers mengalami r)bekan
pada daerah fraktur dan akan membentuk hemat)ma diantara kedua sisi
fraktur. >emat)ma yang besar diliputi )leh peri)steum. Peri)steum akan
terd)r)ng dan dapat mengalami r)bekan akibat tekanan hemat)ma yang
terjadi sehingga dapat terjadi ekstra5asasi darah ke dalam jaringan lunak.
$ste)sit dengan lakunanya yang terletak beberapa milimeter dari daerah
fraktur akan kehilangan darah dan mati" yang akan menimbulkan suatu
daerha !in!in a5askuler tulang yang mati pada sisi-sisi fraktur segera
setelah trauma.
+. Fase pr)liferasi seluler subperi)steal dan end)steal
Pada saat ini terjadi reaksi jaringan lunak sekitar fraktur sebagai
suatu reaksi penyembuhan. Penyembuhan fraktur terjadi karena adanya
sel-sel )ste)genik yang berpr)liferasi dari peri)steum untuk membentuk
*;
kalus eksterna serta pada daerah end)steum membentuk kalus interna
sebagai akti5itas seluler dalam kanalis medularis. Apabila terjadi r)bekan
yang hebat pada peri)steum" maka penyembuhan sel berasal dari
diferensiasi sel-sel mesenkimal yang tidak berdiferensiasi ke dalam
jaringan lunak. Pada tahap aal dari penyembuhan fraktur ini terjadi
pertambahan jumlah dari sel-sel )ste)genik yang memberi pertumbuhan
yang !epat pada jaringan )ste)genik yang sifatnya lebih !epat dari tum)r
ganas. -aringan seluler tidak terbentuk dari )rganisasi pembekuan
hemat)ma suatu daerah fraktur. Setelah beberapa minggu"kalus dari
fraktur akan membentuk suatu massa yang meliputi jaringan )ste)genik.
Pada pemeriksaan radi)l)gis kalus belum mengandung tulang sehingga
merupakan suatu daeah radi)lusen.
0. Fase pembentukan kalus 7fase uni)n se!ara klinis8
Setelah pembentukan jaringan seluler yang bertumbuh dari setiap
fragmen sel dasar yang berasal dari )ste)blas dan kemudian pada
k)ndr)blas membentuk tulang raan. Tempat )ste)blas diduduki )leh
matriks interseluler k)lagen dan perlekatan p)lisakarida )leh garam-garam
kalsium membentuk suatu tulang yang imatur. &entuk tulang ini disebut
)5en b)ne. Pada pemeriksaan radi)l)gis kalus atau )5en b)ne sudah
terlihat dan merupakan indikasi radi)l)gik pertama terjadinya
penyembuhan fraktur.
/. Fase k)ns)lidasi 7fase uni)n se!ara radi)l)gis8
W)5en b)ne akan membentuk kalus primer dan se!ara perlahan
lahan diubah menjadi tulang yang lebih matang )leh akti5itas )ste)blas
yang menjadi struktur lamelar dan kelebihan kalus akan dires)rpsi se!ara
bertahap.
2. Fase rem)deling
&ilamana uni)n telah lengkap"maka tulang yang baru membentuk
bagian yang menyerupai bulbus yang meliputi tulang tetapi tanpa kanalis
medularis. Pada fase rem)delling ini"perlahan-lahan terjadi res)rbsi se!ara
)ste)klastik dan tetap terjadi pr)ses )ste)blastik pada tulang dan kalus
eksterna se!aa perlahan-lahan menghilang. ,alus intermediate berubah
*A
menjadi tulang yang k)mpak dan berisi sistem ha5ersian dan kalus bagian
dalam akan mengalami per)nggaan untuk membentuk ruang sumsum.
P7n47+9u,an 8/a01u/ :a#a 1ulan5 0an-7l.-a
Penyembuhan fraktur pada tulang kansel)sa terjadi se!ara !epat karena
beberapa fakt)r" yaitu6
*. 5askularisasi yang !ukup
+. terdapat permukaan yang lebih luas
0. k)ntak yang baik memberikan kemudahan 5askularisasi yang !epat
/. hemat)ma memgang peranan dalam penyembuhan fraktur.
Tulang kansel)sa yang berl)kalisasi pada metafisis tulang panjang" tulang
pendek serta tulang pipih diliputi )leh k)rteks yang tipis. Penyembuhan fraktur
pada daerah tulang kasel)sa melalui pr)ses pembentukan kalus interna dan
end)steal. Pada anak-anak pr)ses penyembuhan pada daerah k)rteks juga
memegang peranan penting. Pr)ses )ste)genik penyembuhan sel dari bagian
end)steal yang menutupi trabekula"berpl)riferasi untuk membentuk woven bone
primer di dalam daerah fraktur yang disertai hemat)ma. Pembentukan kalus
interna mengisi ruangan pada daerah fraktur. Penyembuhan fraktur pada tulang
kansel)sa terjadi pada daerah dimana terjadi k)ntak langsung diantara kedua
fraktur maka terjadi uni)n se!ara klinis. Selanjutnya )5en b)ne diganti )leh
tulang lamelar dan tulang mengalami k)ns)lidasi.
P7n47+9u,an 8/a01u/ :a#a 1ulan5 /awan :7/-7n#ian
Tulang raan hialin permukaan sendi sangat terbatas kemampuannya
untuk regenerasi. Pada fraktur intra-artikuler penyembuhan tidak terjadi melalui
tulang raan hialin"tetapi terbentuk melalui fibr)kartilag).
Waktu penyembuhan fraktur
Waktu penyembuhan fraktur ber5ariasi se!ara indi5idual dan berhubungan
dengan beberapa fakt)r penting pada penderita" antara lain6
*. umur penderita
+. l)kalisasi dan k)nfigurasi fraktur
0. pergeseran aal fraktur
*?
/. 5askularisasi pada kedua fragmen
2. reduksi serta im)bilisasi
;. aktu im)bilisasi
A. ruangan diantara kedua fragmen serta interp)sisi )leh jaringan lunak.
?. adanya infeksi
:. !airan sin)5ial
*.. gerakan aktif dan pasif angg)ta gerak.
Penilaian penyembuhan fraktur
Penilaian penyembuhan fraktur 7uni)n8 didasarkan atas uni)n se!ara klinis
dan uni)n se!ara radi)l)gik. Penilaian se!ara klinis dilakukan dengan
pemeriksaan pada daerah fraktur dengan melakukan pembengk)kan pada daerah
fraktur"pemutaran"dan k)mpresi untuk mengetahui adanya gerakan atau perasaan
nyeri pada penderita. ,eadaan ini dapat dirasakan )leh pemeriksa atau )leh
penderita sendiri. Apabila tidak ditemukan adanya gerakan"maka se!ara klinis
telah terjadi uni)n dari fraktur.
'ni)n se!ara radi)l)gik dinilai dengan pemeriksaan r)ntgen pada daerah
fraktur dan dilihat adanya garis fraktur atau kalus dan mungkin dapat ditemukan
adanya trabekulasi yang sudah menyambung pada kedua fragmen. Pada tingkat
lanjut dapat dilihat adanya medula atau ruangan dalam daerah fraktur.
I2 K.+:li0a-i
P7n47+9u,an a9n./+al :a#a 8/a01u/
*. 3aluni)n
3aluni)n adalah keadaan dimana fraktur menyembuh pada saatnya"tetapi
terdapat def)rmitas yang berbentuk angulasi" 5arus@5algus" r)tasi"
kependekan atau uni)n se!ara menyilang misalnya pada fraktur radius dan
ulna.
+. (elayed uni)n
(elayed uni)n adalah fraktur yang tidak sembuh setelah selang aktu 02
bulan 7tiga bulan untuk angg)ta gerak atas dan lima bulan untuk angg)ta
gerak baah8.
*:
0. N)nuni)n
N)nuni)n adalah apabila fraktur tidak menyembuh antara ;-? bulan dan
tidak didapatkan k)ns)lidasi sehingga terdapat pseud)arthr)sis 7sendi
palsu8. Pesud)arthr)sis dapat terjadi tanpa infeksi tetapi dapat juga terjadi
bersama-sama infeksi disebut infe!ted pseud)arthr)sis.
/. Pseud)arthr)sis
Pseud)arthr)sis false j)int tidak sembuh sampai ? bulan.
+.
DAFTAR PSTAKA
*. 1. $ersari" &edah dan Peraatannya" *:?:" PT Eramedia. -akarta. >al
*//
+. Arif. 3ansj)er" ,apita Selekta ,ed)kteran" 1disi 0" 3edi!a Ae!ulpalus"
F,'%" -akarta. >al 0/A
0. Sjamsuhidajat" Wim de -)ng" &uku Ajar %lmu &edah" 1disi re5isi. 1E<"
-akarta. >al **0?
/. Syl5ia Anders)n Prin!e I Brraine 3!<arty Wils)n. Pat)fisi)l)gi ,)nsep
,linik Pr)ses-Pr)ses Penyakit. &uku + 1disi /. 1E<" -akarta *::2 6 **?08
2. &la!k" -.3. et al" *::0" Bu!kman and S)rensenJs 3edisal Nursing6 A
Nursing Pr)!ess Appr)a!h" /
th
ed. Philadelphia6 W.&"Aaunders <)mpany 6
*::
;. SmeltFer" S. &uku Ajar ,eperatan 3eikal &edah &runner Suddarth
=)lume + 1disi ?" -akarta6 1E<. +..*
A. #asjad" <. +..:. Pengantar %lmu &edah $rt)pedi. PT. Karsif Watamp)ne6
-akarta 0;/-;A
+*