Anda di halaman 1dari 5

SRI MAULIDAH_4401411016

SISTEM RESPIRASI MANUSIA



A. PENGERTIAN RESPIRASI
Respirasi adalah pertukaran gas, yaitu oksigen (O) yang dibutuhkan tubuh untuk
metabolisme sel dan karbondioksida (CO) yang dihasilkan dari metabolisme tersebut
dikeluarkan dari tubuh melalui paru.

B. FUNGSI UTAMA SISTEM REPIRASI
Mensuplai oksigen pada darah keseluruh organ, mencakup:
1. Ventilasi pulmonar
2. Inhalasigas kedalam paru-paru
3. Ekshalasigas keluar paru-paru
4. Pertukaran gas

C. SALURAN PERNAPASAN
1. Anterior nares (nostril)
Saluran dalam lubang hidung, bermuara di vestibulum hidung yang mengandung
kelenjar sebaseus ditutupi bulu kasar.
2. Nasal cavity (rongga hidung)
Dilapisi selaput lendir dan mengandung pembuluh darah. Rongga hidung
bersambungan dengan faring & selaput lendir sinus. Dilapisi sel epitel berambut dg
sel lendir.
3. Sinus
a. Terdiri dari 4 tulang : frontalis, ethmoidalis, sfenoidalis, maksilaris
b. Dihubungkan dengan rongga hidung oleh duktus
c. Diselimuti oleh sel epitelium yang berambut seperti halnya rongga hidung

4. Pharynx (faring)
a. Digunakan pada sistemrespirasi dan pencernaan
b. Biasa disebut dengan tenggorok, yang merupakan jalan udara dan makanan.
c. Letaknya dibelakang laring
d. Dindingnya dikelilingi oleh mukosa dan mengandung otot rangka yang terutama
digunakan untuk menelan
e. Terbagi menjadi 3 bagian yang berdampingan letaknya yaitu :
SRI MAULIDAH_4401411016
1) Nasopharynx (Nasofaring)
Letak : daerah paling superior dari faring. Terletak posterior terhadap rongga
hidung dan superior terhadap soft palatum, yang memisahkannya dengan
rongga mulut. Secara normal, hanya dilalui oleh udara. Bahan dari rongga
mulut dan orofaring dihambat masuk nasofaring oleh soft palatum, yang akan
naik saat kita menelan. Pada sisi dinding nasofaring, sepasang tuba auditori
menghubungkan nasofaring pada telinga bagian tengah. Dinding nasofaring
posterior juga terdapat tonsil faringeal tunggal yang biasa disebut adenoid.
2) Oropharynx (Orofaring)
Daerah bagian tengah faring, posterior terhadap rongga mulut. Terikat oleh
sisi superior soft palatum dan inferior tulang hioid. Jalan respirasi dan
pencernaan tempat udara dan makanan/minuman yang ditelan lewat.
Terdapat organ limfatik yang merupakan pertahanan awal tubuh terhadap
bahan asing yang teringesti atau terhirup. Tonsil palatine terdapat pada
dinding, di antara lengkungan dan tonsil lingual terdapat pada dasar lidah.
3) Laringopharynx (laringofaring)
Berada inferior dari tulang hioid dan berlanjut dengan laring dan esofagus.
Berakhir pada batas superior esofagus dan terhadap batas inferior tulang
rawan krikoid pada laring. Laring membentuk dinding anterior yg dilapisi
epitelium squamosa non keratin yang berlapis. Memungkinkan dilewati baik
makanan dan udara.

Gambar . Daerah Pharynx
SRI MAULIDAH_4401411016
5. Trakhea
Organ berbentuk tabung agak kaku, fleksibel sering disebut batang tenggorok.
Dinding anterior and lateral trakhea ditunjang oleh 15-20 tulang rawan berbentuk C.
Cincin tulang rawan dihubungkan oleh lapisan elastik yang disebut ligamen anular.
Berada pada mediastinum dan anterior terhadap esofagus, inferior terhadap laring
dan superior terhadap bronchi primer paru-paru. Trakhea terbagi menjadi 2 cabang
atau tabung yang lebih kecil yaitu brokhi primer kiri & kanan.

Gambar. Trakhea
6. Cabang Bronkhi
Merupakan percabangan teratas dari sistem pengkonduksi udara yang berasal
dari bronkhi kiri dan kanan. Dinding bronkhi primer ditunjang oleh cincin tulang
rawan hyalin yang menjamin selalu terbuka. Bronkhus primer kanan lebih pendek,
lebih lebar dan berorientasi lebih vertikal dibanding bronkhus primer kiri Bronkhi
primer memasuki hilum tiap paru-paru bersamaan dengan pembuluh darah pulmonar,
pembuluh limfatik dan saraf. Tiap bronkhus primer bercabang menjadi beberapa
bronkhi sekunder (lobus bronkhi).
7. Bronkhiol, duktus alveolar & alveoli
Mengandung kantung kecil alveoli. Diameter alveolus +0,25 -0,5 mm,
berdinding tipis. Berfungsi untuk meningkatkan difusi gas melalui alveolus dan darah
pada kapiler pulmonar. Pertukaran gas terjadi di bronkhiol dan duktus alveolar pada
paru2 ( +300400 juta alveoli).
SRI MAULIDAH_4401411016

Gambar . Bronkiolus dengan Alveolus
8. Paru-Paru
Berbentuk menyerupai kerucut, serta memiliki dasar yang lebar, konkaf
berada sepanjang diagfragma. Kedua paru-paru dibatasi oleh dinding toraks anterior,
lateral dan posterior dan dilindungi oleh tulang rusuk. Paru-paru dipisahkan satu
sama lain oleh mediastinum. Permukaan luar tiap paru-paru, berdekatan dinding
toraks internal yang dibatasi oleh membran serosa pada rongga pleura yang dibentuk
oleh epitelium squamosa. Permukaan luar tiap paru-paru diselimuti oleh pleura
viseral, sedangkan bagian dinding internal permukaan lateral mediastinum dan
permukaan superior diagfragma dibatasi oleh pleura parietal. Lapisan pleura parietal
and viseral berlanjut pada hilum dari tiap paru-paru. Membran pleura menghasilkan
cairan serosa yang tersirkulasi di dalam rongga pleura & berfungsi sebagai lubrikan.


Gambar . Paru-paru
SRI MAULIDAH_4401411016
D. MEKANISME PENGONTROLAN SYARAF
Respirasi dikontreol didalam
sistem syaraf yang secara bergiliran
mengubah dalam bentuk kimia dan
tekanan darah. Reaksi kedua variabel
tersebut berhubungan dengan
mekanisme feed back. Rangsangan lain
dapat juga mengurangi dalamnya dan
cepatnya pernapasan melalui hubungan
antar syaraf dalam sistem saraf ventral.
Pengembangan serta
pengempisan reseptor di paru-paru
sehingga menghambat dan merangsang
inspirasi. Interneuron diantara pusat
pernapasan yaitu pons dan korteks
serebral dapat mengurangi dibentuknya
impuls oleh reseptor sensori periferal.
Medula berfungsi mengontrol
ritme pernapasan. Syaraf-syaraf di
medula membentuk pusat pernapasan,
yang terdiri dari pusat pengambilan
napas (inspirasi) dan pusat pengeluaran
napas (ekspirasi). Impuls dari pusat
inspirasi menyebabkan otot-otot
respirasi berkontraksi, sehingga
menaikkan ukuran dada, tekanan
intrapulmonik rendah dan udara masuk
ke paru-paru. Impuls dari pusat ekspirasi
menyebabkan otot-otot terdilatasi,
sehingga udara dikeluarkan dari paru-
paru.