Anda di halaman 1dari 4

1

Informasi Utama :
Harga rata-rata gula nasional di pasar domestk pada bulan Desember 2013 mengalami penurunan sebesar
1,31% dibandingkan dengan November 2013. Harga gula bulan Desember 2013 juga lebih rendah 4,04% jika
dibandingkan dengan Desember 2012;
Harga gula secara nasional relatf stabil dengan koefsien keragaman harga rata-rata bulanan nasional Desem-
ber 2012 - Desember 2013 sebesar 1,19%;
Disparitas harga gula antar wilayah pada bulan Desember 2013 cenderung tnggi dengan koefsien keragaman
harga antar wilayah yang sebesar 10,19%;
Harga refned sugar dunia pada bulan Desember 2013 lebih rendah sebesar 4,50% dibandingkan dengan No-
vember 2013 dan harga raw sugar dunia pada bulan Desember 2013 lebih rendah sebesar 7,42% dibanding-
kan dengan November 2013. Jika dibandingkan dengan Bulan Desember tahun 2012, harga refned sugar
dunia lebih rendah 13,42% sedangkan harga raw sugar lebih rendah 14,38%.
Tinjauan Pasar Gula Pasir
Disusun oleh Bagus Wicaksena dan Galuh Retnosari, Tim Komoditi Spesialis Gula Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Sumber: Disperindag 2012-2013, LIFFE, NYMEX (diolah)
Edisi : 02 GULA/12//2013
Catatan: Rata-rata nasional adalah rata-rata tertimbang dengan menggunakan
jumlah populasi sebagai faktor pembobot.
Sumber : Dinas Perindag, 2012-2013 (diolah)
300
350
400
450
500
550
8.000
9.000
10.000
11.000
12.000
13.000
14.000
Raw Sugar
(RHS)
Refined Sugar
(RHS)
Domestic
Sugar (LHS)
No Kota
2012
2013 Des '13 thd (%)
Des Nov Des Des '12 Nov '13
1 Jakarta 13,200 12,570 12,420 -5.91 -1.19
2 Bandung 12,000 11,350 11,365 -5.29 0.13
3 Semarang 11,460 10,765 10,842 -5.39 0.72
4 Yogyakarta 11,202 10,630 10,248 -8.51 -3.59
5 Surabaya 11,187 10,553 10,605 -5.20 0.50
6 Denpasar 12,861 11,333 11,333 -11.88 0.00
7 Medan 12,278 11,208 11,000 -10.41 -1.86
8 Makasar 11,278 11,692 11,383 0.94 -2.64

Rata-rata
Nasional
12,411 12,067 11,909 -4.04 -1.31


2
Perkembangan Harga Gula Domestk Desember 2013
Harga rata-rata tertmbang gula di 33 kota pada bulan Desember 2013 cenderung stabil dengan penurunan
harga yang tdak terlalu signifkan yaitu sebesar 1,31% jika dibandingkan dengan bulan November 2013. Se-
dangkan jika dibandingkan dengan bulan Desember 2012, harga juga masih lebih rendah sebesar 4,04%. Rata
-rata harga gula pada bulan Desember 2013 mencapai Rp 11.909,-/kg, sedangkan pada bulan November
2013 sebesar Rp 12.067-/kg.
Secara rata-rata nasional, harga gula relatf stabil yang diindikasikan oleh koefsien keragaman harga bulanan
rata-rata nasional untuk periode bulan Desember 2012 - bulan Desember 2013 sebesar 1,19%. Hal ini berart
perubahan rata-rata harga bulanan hanya sebesar 1,19%.
Koefsien keragaman antar wilayah pada bulan Desember 2013 adalah sebesar 10,19%, sedikit lebih tnggi
jika dibandingkan dengan November 2013 yang sebesar 10,17%. Periode ini menunjukkan bahwa secara na-
sional disparitas harga gula antar wilayah masih tnggi dan berada di atas batas koefsien keragaman antar
wilayah yaitu sebesar maksimum 9%. Wilayah yang harganya relatf tnggi adalah Jayapura, Maluku Utara
dan Manokwari, dengan tngkat harga masing-masing stabil pada harga Rp 14.000,-/kg, Rp 14.000,-/kg, dan
Rp 14.500,-/kg. Wilayah yang tngkat harganya relatf rendah adalah Tanjung Pinang, Surabaya, Semarang,
dan Yogyakarta dengan harga masing-masing sebesar Rp 8.000,-/kg, Rp 10.605,-/Kg, Rp 10.842,-/kg, dan Rp
10.248,-/kg (Desember 2013). Disparitas harga antar daerah masih didominasi oleh permasalahan distribusi
antara daerah produsen dengan konsumen.
Sementara jika dilihat di beberapa kota besar, nilai koefsien keragaman masing-masing kota masih relatf
lebih tnggi dibandingkan dengan koefsien keragaman di tngkat nasional yang mencapai 1,19%. Hanya Pa-
lembang, Kupang, Palu, Mataram, dan Gorontalo yang memiliki koefsien keragaman lebih rendah dibanding
koefsien keragaman nasional, yaitu secara berturut-turut sebesar 0,46, 0,11, 0,00, 0,80, dan 0,23.
(Disperindag Desember 2013).







Disusun oleh Bagus Wicaksena dan Galuh Retnosari, Tim Komoditi Spesialis Gula Kementerian Perdagangan Republik Indonesia

3









Tinjauan Pasar Domestk



Harga gula domestk relatf lebih stabil jika dibandingkan dengan perkembangan harga gula dunia yang
diwakili oleh data harga white sugar dan raw sugar. Hal ini tercermin dari nilai koefsien keragaman antar
waktu harga bulanan untuk periode bulan Desember 2012 sampai dengan bulan Desember 2013 yang men-
capai 4,12% untuk white sugar dan 5,54% untuk raw sugar. Nilai tersebut lebih tnggi dibandingkan dengan
koefsien keragaman gula domestk yang hanya sebesar 1,19%. Rasio antara koefsien keragaman harga ece-
ran gula domestk dibandingkan dengan harga white sugar adalah 0,29 sedangkan koefsien keragaman har-
ga eceran gula domestk dibandingkan dengan harga raw sugar adalah 0,21. Nilai tersebut masih dalam batas
toleransi yang ditargetkan yaitu dibawah 1 yang berart gejolak harga gula di pasar domestk jauh lebih kecil
dibandingkan dengan pasar dunia.
(Sumber: BPS, Reuters, Disperindag, 2013)



Disusun oleh Bagus Wicaksena dan Galuh Retnosari, Tim Komoditi Spesialis Gula Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Sumber: Disperindag 2010-2013 (diolah)
Gambar 3. Perbandingan Harga Bulanan Gula Domestik
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agst Sept Okt Nov Des
2010 11.304 11.198 10.972 10.445 10.242 9.960 10.742 10.692 10.544 10.922 11.026 11.150
2011 11.179 11.094 10.806 10.832 10.370 10.383 10.499 10.511 10.500 10.451 10.457 10.437
2012 10.604 10.823 11.060 11.473 11.628 12.476 13.032 12.829 12.743 12.491 12.467 12.411
2013 12.329 12.212 12.129 12.265 12.368 12.388 12.390 12.306 12.271 12.265 12.067 11.909
6.000
7.000
8.000
9.000
10.000
11.000
12.000
13.000
14.000
R
p
/
K
g
2010
2011
2012
2013

4






Harga Gula Dunia

Pada bulan Desember 2013, harga white sugar dan raw sugar dunia turun masing-masing sebesar 4,50% dan
7,42% dibandingkan dengan November 2013. Berdasarkan laporan USDA pada Bulan Desember 2013, produksi
gula dunia pada tahun 2013/2014 diperkirakan mencapai 174.853.000 ton sedangkan konsumsi total hanya
mencapai 168.476.000 ton sehingga terdapat surplus sebesar 6.350.000 ton dan stok diperkirakan mencapai
43.379.000 ton.
Disusun oleh Bagus Wicaksena dan Galuh Retnosari, Tim Komoditi Spesialis Gula Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Isu terkait:
Harga gula dunia diperkirakan rendah sampai dengan pertengahan tahun 2014 karena stok yang melimpah. Tetapi
pada periode Desember 2013 - Februari 2014 diprediksi penurunan harga tdak terlalu besar karena permintaan
impor raw sugar dari Indonesia mencapai 800.000 ton pada akhir periode tersebut.
Turun harga gula di pasar dunia diperkirakan akan berakhir pada pertengahan tahun 2014 dan akan kembali naik
pada perioder berikutnya karena berkurangnya kapasitas produksi sebagai akibat dari penurunan area tanam tebu
di Rusia dan Ukraina serta adanya perlambatan investasi di Brazil.
(Reuters, 2013)
Sumber: Reuters 2010-2013 (diolah)
Gambar 4. Perkembangan Harga Bulanan Refned Sugar
Gambar 5 Perkembangan Harga Bulanan Raw Sugar
400
500
600
700
800
900
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agst Sept Okt Nov Des
2010
2011
2012
2013
300
400
500
600
700
800
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agst Sept Okt Nov Des
2010
2011
2012
2013