Anda di halaman 1dari 11

1.

Definisi Bimbingan dan Konseling Perkembangan


Bimbingan adalah proses pemberian bantuan terhadap semua individu yang
berkaitan dengan pengembangan ketrampilan, pengetahuan, dan sikap dalam bidang
pribadi-sosial, akademik, dan karir yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas-tugas
perkembangan mereka. Konsep bimbingan dan konseling perkembangan mengandung
implikasi bahwa target layanannya menjadi tidak sebatas individu saja, melainkan
akan tertuju kepada semua individu dalam berbagai kehidupan di dalam masyarakat.
Perkembangan yang sehat atau optimal dalam pengembangan perilaku efektif harus
terjadi pada setiap diri individu dalam berbagai tatanan lingkungan. Dengan demikian
bimbingan dan konseling menjadi terarah kepada upaya membantu indvidu untuk : !
lebih menyadari dirinya dan "ara-"ara ia merespon lingkungannya, #! meningkatkan
keefektifan diri mereka dengan menguasai aspek-aspek perkembangan yang dapat
dimanfaatkan dan dapat mengendalikan respon emosional terhadap situasi yang tidak
dapat dikuasai, $! mengembangkan serta mengklasifikasi perangkat tujuan dan nilai-
nilai perilaku pada masa yang akan datang. %trategi layanan bimbingan dan konseling
menjadi terarah kepada upaya menata dan men"iptakan ekologi perkembangan atau
lingkungan belajar yang memfasilitasi perkembangan individu. &'oore-(homas, #))*,
%hert+er , %tone, -./ Blo"her, -0* dalam Dr. '. 1amli, '2, #))0!.
Bimbingan dan konseling perkembangan didasarkan pada beberapa asumsi
diantaranya /
a. 3atak dasar manusia mendorong individu ke arah perkembangan diri se"ara
positif dan berurutan
b. Konseli bukanlah individu yang sakit
c. Konseling dipusatkan pada situasi saat ini dan yang akan datang
d. Konseli bukanlah pasien
e. Konselor4guru BK bukanlah individu yang netral4bebas nilai-nilai
f. Konseli adalah individu yang unik untuk mengembangakan identitas dirinya dan
mengintegrasikannya kedalam gaya hidupnya
2. Prinsip-Prinsip Bimbingan dan Konseling Perkembangan
Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling Perkembangan didasarkan pada
prinsip-prinsip sebagai berikut /
a. 5ayanan Bimbingan dan konseling didasarkan pada asumsi bahwa layanan
tersebut dibutuhkan oleh semua siswa, baik yang mengalami maupun yang tidak
mengalami hambatan dalam proses perkembangannya
b. Bimbingan dan konseling perkembangan memusatkan pada belajar siswa
c. Konselor dan guru merupakan petugas bersama dalam program bimbingan dan
konseling perkembangan
d. Kurikulum yang diorganisasikan dan diren"anakan merupakan bagian yang
pokok dalam bimbingan dan konseling perkembangan
1
e. Bimbingan dan konseling perkembangan peduli terhadap penerimaan diri,
pemahaman diri, dan pengembangan diri
f. Bimbingan dan konseling perkembangan memusatkan pada proses pemberian
dorongan
g. Bimbingan dan konseling perkembangan mengakui perkembangan yang terarah
daripada akhir yang definitif / konselor bimbingan perkembangan memahami
bahwa siswa berada dalam proses menjadi yang berarti bahwa pertumbuhan fisik
dan psikologisnya akan mengalami berbagai perubahan sebelum men"apai masa
dewasa
h. Bimbingan dan konseling perkembangan yang berorientasi tim menuntut
pelayanan dari konselor profesional yang terlatih
i. Bimbingan dan konseling perkembangan peduli terhadap identifikasi dini
kebutuhan khusus/ dalam pelaksanaannya, konselor bekerjasama dengan guru
menemukan kebutuhan-kebutuhan tersebut yang apabila tidak diperhatikan dapat
menjadi masalah yang memerlukan layanan remedial pada kehidupan anak
selanjutnya.
j. Bimbingan dan konseling perkembangan peduli terhadap penggunaan psikologi
k. Bimbingan dan konseling perkembangan memiliki landasan dalam psikologi
anak, psikologi perkembangan dan teori belajar.
l. Bimbingan dan konseling perkembangan bersifat luwes dan berurutan
3. Visi dan Misi Bimbingan dan Konseling Perkembangan
3.1 Visi Bimbingan dan Konseling Perkembangan
6isi pelayanan bimbingan dan konseling perkembangan antara lain adalah
sebagai berikut :
1. Bimbingan dan Konseling sebagai ilmu dan profesi harus mampu memberikan
sumbangan bagi dunia Pendidikan 7asional dan kehidupan masyarakat pada
umumnya. 6isi BK tidak lagi dibatasi pada setting sekolah, melainkan
menjangkau bidang di luar sekolah yang memberikan nuansa dan "orak pada
penyelenggaraan pendidikan yang lebih sensitif, antisipatif, proaktif dan
responsif terhadap perkembangan peserta didik dan warga masyarakat.
2. Dari sudut pandang BK sebagai profesi bantuan &helping profesion! layanan
Bimbingan dan Konseling seharusnya diabdikan bagi peningkatan harkat dan
martabat kemanusiaan dengan "ara memfasilitasi perkembangan individu atau
kelompok individu sesuai dengan kekuatan, kemampuan potensial aktual, serta
kelemahan dan hambatan serta kendala yang dihadapi dalam perkembangan
dirinya. Pandangan terhadap manusia dari segi potensinya yang positif adalah
sesuatu yang memberikan "iri pada Bimbingan dan Konseling dalam konteks
pendidikan, dan membedakan dari perspektif medis4klinis yang "enderung
melihat dari sudut patologi.
2
3. Bimbingan dan Konseling tidak lagi hanya dipelajari sebagai perangkat teknik,
melainkan sebagai kerangka berpikir dan bertindak yang bernuansa
kemanusiaan dan keindividuan. 7uansa dimaksud lebih tampak dalam
masyarakat berbasis pengetahuan &knowledge based society! yang
menempatkan orientasi kemanusiaan dan belajar sepanjang hayat sebagai
sentral feature dari kehidupan masyarakat masa kini dan yang akan datang.
Proses pendidikan tidak lagi sebagai proses parsial, melainkan merupakan
proses holistik yang memadukan domain belajar, yang memadukan pendidikan
umum dan kejuruan sebagai satu kontinum pengetahuan, nilai, kompetensi dan
keterampilan. Dalam perspektif ini, Bimbingan dan Konseling memiliki peran
membantu masyarakat kebutuhan belajar baru dan memberdayakan mereka
dalam memperoleh keseimbangan hidup, belajar dan bekerja. Bimbingan dan
Konseling menjadi proses sepanjang hayat &life long counseling! yang dapat
diakses se"ara kelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat berorientasi holistik,
mampu menyediakan layanan dalam rentang yang luas dan bervariasi,
termasuk kelompok warwa masyarakat yang tak beruntung.
4. (erwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui
tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan perkembangan dan
pengentasan masalah agar peserta didik berkembang se"ara optimal, mandiri
dan bahagia.
5. 'engembangkan potensi, kompetensi, atau tugas- tugas perkembangan peserta
didik se"ara optimal, sehingga menjadi seorang pribadi manusia yang memiliki
keimanan dan keta8waan kepada (uhan 9ang 'aha :sa, ilmu pengetahuan dan
teknologi, serta sikap dan kemampuan profesional yang pada gilirannya akan
mampu menyukseskan pembangunan nasional dan bersaing dalam era global.
6. Penyelenggaraan bimbingan dan konseling tidak lepas dari nilai-nilai yang
terkandung dalam agama, falsafah negara, perundang-undangan, konsep-
konsep bimbingan.
7. Bimbingan dan konseling diorientasikan kepada pengembangan pribadi
individu yang berkemampuan belaja dalam berinteraksi se"ara sehat dan benar
dalam lingkungannya.
3.2 Misi Bimbingan dan Konseling Perkembangan
Pelayanan bimbingan dan konseling bertujuan untuk memberikan bantuan
kepada individu untuk mengenal dan memahami diri dan lingkungan, mengarahkan
diri, membuat alternatif pilihan dan mengambil keputusan dalam peme"ahan masalah
se"ara lebih tepat dalam rangka menuntaskan tugas-tugas perkembangan serta
mewujudkan dirinya se"ara optimal. 5ayanan bimbingan dan konseling tidak hanya
berurusan dengan perilaku salah suai atau bermasalah, juga tidak sekedar men"egah
dasa perilaku bermasalah, melainkan mengembangkan aspek- aspek kepribadian
se"ara menyeluruh.
2dapun 'isi pelayanan bimbingan dan konseling perkembangan antara lain
adalah sebagai berikut :
3
1. 'isi edukatif, yaitu mendidik individu di dalam masyarakat dengan
mengembangkan perilaku-perilaku efektif, baik perilaku jangka panjang,
jangka pendek maupun keseharian.
2. 'isi pengembangan, yaitu memfasilitasi perkembangan individu di dalam
masyarakat ke arah perkembangan optimal melalui strategi dan pendekatan
psiko-paedagogis sebagai upaya pengembangan lingkungan, pengembangan
individu dan4atau lingkungan belajar.
3. 'isi Pengentasan 'asalah, yaitu memfasilitasi pengentasan masalah peserta
didik menga"u pada kehidupan efektif sehari-hari.
4. Tujuan Bimbingan dan Konseling Perkembangan
a. Tujuan bimbingan dan konseling yang berkaitan denga aspek pribadi-sosial
siswa;
1. 'emiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan
keta8waan kepada (uhan 9ang 'aha :sa, baik dalam kehidupan pribadi,
keluarga, pergaulan dengan teman sebaya, sekolah, tempat kerja, maupun
masyarakat pada umumnya.
2. 'emiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain, dan saling menghormati
dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing.
3. 'emiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara
yang menyenangkan &anugerah! dan yang tidak menyenangkan &musibah!,
serta dan mampu meresponnya se"ara positif sesuai dengan ajaran agama yang
dianut.
4. 'emiliki pemahaman dan penerimaan diri se"ara obyektif dan kontruktif baik
yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan baik fisik maupun psikis
5. 'emiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain.
6. 'emiliki kemampuan untuk melakukan pilihan se"ara sehat.
7. Bersikap respek terhadap orang lain, menghormati atau menghargai orang lain,
tidak mele"ehkan martabat atau harga dirinya.
8. 'emiliki rasa tangggung jawab, yang diwujudkan dalam bentuk komitmen
terhadap tugas atau kewajibannya.
9. 'emiliki kemampuan berinteraksi sosial &human relationship! yang
diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan, persaudaraan, atau
silaturahmi dengan sesama manusia..
10. 'emiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik &masalah! baik bersifat
internal &dalam diri sendiri! maupun dengan orang lain
11. 'emiliki kemampuan untuk mengambil keputusan se"ara efektif
b. Tujuan Bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek akademik adalah
sebagai berikut;
4
1. 'emiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar, dan memahami
berbagai hambatan yang mungkin mun"ul dalam proses belajar yang
dialaminya.
2. 'emiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif, seperti kebiasaan memba"a
buku, disiplin dalam belajar, mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran,
dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramka.
3. 'emiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat
4. 'emiliki ketrampilan atau teknik belajar seperti ketrampilan memba"a buku,
menggunakan kamus, men"atat pelajaran, dan mempersiapkan diri menghadapi
ujian.
5. 'emiliki ketrampilan untuk menetapkan tujuan dan peren"anaan pendidikan,
seperti membuat jadwal belajar, mengerjakan tugas-tugas, memantapkan diri
dalam memperdalam pelajaran tertentu, dan berusaha memperoleh informasi
tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas
6. 'emiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian
c. Tujuan Bimbingan dan Konseling yang terkait dengan aspek karir adalah
sebagai berikut ;
1. 'emiliki pemahaman diri &kemampuan, minat dan kepribadian! yang terkait
dengan pekerjaan
2. 'emiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang
menunjang kematangan kompetensi karir
3. 'emiliki sikap positif terhadap dunia kerja.'emahami relevansi kompetensi
belajar &kemampuan menguasai pelajaran! dengan persyaratan keahlian atau
ketrampilan bidang pekerjaan yang menjadi "ita-"ita karirnya di masa depan
4. 'emiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir, dengan "ara mengenali
"iri-"iri pekerjaan, kemampuan &persyaratan! yang dituntut, lingkungan
sosiopsikologis pekerjaan, prospek kerja dan kesejahteraan kerja.
5. 'emiliki kemampuan meren"anakan masa depan, yaitu meran"ang kehidupan
se"ara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat,
kemampuan, dan kondisi kehidupan sosial ekonomi.
6. Dapat membentuk pola-pola karir, yaitu ke"enderungan arah karir. 2pabila
seorang siswa ber"ita-"ita menjadi guru, maka dia senantiasa harus
mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir
keguruan tersebut.
7. 'engenal ketrampilan, kemampuan dan minat. Keberhasilan atau kenyamanan
dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki.
8. 'emiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir
5. !andar kompe!ensi Bimbingan dan Konseling Perkembangan
5
Dalam perspektif pendidikan nasional, bimbingan dan konseling merupakan bagian
yang tidak bisa dilepaskan dari sistem pendidikan di sekolah, yang bertujuan untuk
membantu para siswa agar dapat mengembangkan dirinya se"ara optimal dan
memperoleh kemandirian. 2gar pelayanan bimbingan dan konseling dapat berjalan
efektif dan efisien maka perlu ditunjang oleh sarana dan prasarana yang memadai.
%alah satu sarana penting yang dapat menunjang terhadap efektivitas dan efisiensi
layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah adalah ketersediaan ruang Bimbingan
dan Konseling yang representatif, dalam arti dapat menampung segenap aktivitas
pelayanan. Bimbingan dan Konseling.
Dalam hal ini, 2BK;7 &#))0! telah merekomendasikan ruang Bimbingan dan
Konseling di sekolah yang dianggap standar, dengan kriteria sebagai berikut:
a. 5etak lokasi ruang Bimbingan dan Konseling mudah diakses &strategis! oleh
konseli tetapi tidak terlalu terbuka sehingga prinsip-prinsip konfidensial tetap
terjaga.
b. <umlah ruang bimbingan dan konseling disesuaikan dengan kebutuhan jenis
layanan dan jumlah ruangan
". 2ntar ruangan sebaiknya tidak tembus pandang
d. <enis ruangan yang diperlukan meliputi: &a! ruang kerja/ &b! ruang
administrasi4data/ &"! ruang konseling individual/ &d! ruang bimbingan dan
konseling kelompok/ &e! ruang biblio terapi/ &f! ruang relaksasi4desensitisasi/
dan &g! ruang tamu.
6. Komponen Program Bimbingan dan Konseling Perkembangan
Bimbingan dan Konseling perkembangan yang komprehensif memiliki empat
komponen program yaitu /
1. Layanan Dasar Bimbingan
5ayanan dasar Bimbingan adalah proses pemberian bantuan terhadap semua
siswa yang berkaitan dengan pengembangan ketrampilan, pengetahuan, dan sikap
dalam bidang pribadi-sosial, akademik, dan karir yang diperlukan dalam pelaksanaan
tugas-tugas perkembangan mereka. Dalam pelaksanaannya, layanan dasar bimbingan
tersebut antara lain menangani topik-topik seperti/ a! Keberhargaan diri, b! 'otivasi
untuk sukses, "! Pembuatan keputusan dan peme"ahan masalah, d! Ketrampilan
komunikasi dan antar pribadi, e! Kesadaran lintas budaya, f! Perilaku bertanggung
jawab.
(ugas =uru BK dalam pelayanan dasar Bimbingan ialah /
a. 'enyampaikan bahan bimbingan kelompok atau klasikal kepada semua siswa di
dalam dan diluar kelas berdasarkan jadwal se"ara regular
b. Berkonsultasi dengan guru dan personalia sekolah yang lain
c. 'engkoordinir pelaksanaan layanan dasar bimbingan sehingga layanan tersebut
benar-benar bermanfaat bagi semua siswa
. !erencanaan "ndi#idual $iswa
'erupakan proses pemberian bantuan kepada semua siswa dalam membuat
dan mengimplementasikan ren"ana pribadi-sosial, pendidikan, dan karir. (ujuan utama
6
layanan ini ialah membantu siswa belajar memantau dan memahami pertumbuhan dan
perkembangannya sendiri dan mengambil tindakan se"ara proaktif terhadap informasi
tersebut.
;si layanan peren"anaan individual siswa adalah sebagai berikut/
2.1 Dalam bidang akademik;
1. Peren"anaan kegiatan belajar dan penggunaan ketrampilan belajar
2. Peningkatan kesadaran pilihan pendidikan
3. Pemilihan jurusan yang sesuai
4. Pemahaman nilai belajar sepanjang hayat
5. Penggunaan skor tes se"ara efektif
2.2 Dalam bidang karir;
1. :ksplorasi kesempatan karir
2. :ksplorasi kemungkinan pelatihan kejuruan
3. Pemahaman kebutuhan bagi kebiasaan kerja yang positif
2.3 Dalam bidang pribadi-sosial;
1. Pengembangan konsep diri yang positif
2. Pengembangan ketrampilan sosial yang layak
3. Layanan %esponsi&
2dalah pemberian bantuan terhadap siswa yang memiliki kebutuhan dan
masalah yang memerlukan bantuan segera. (ujuan layanan ini adalah memberikan/
!. layanan intervensi terhadap siswa yang mengalami krisis, siswa yang telah
membuat pilihan yang tidak bijaksana atau siswa yang membutuhkan bantuan
penanganan dalam bidang kelemahan yang spesifik
#!. layanan pen"egahan bagi siswa yang berada diambang pembuatan pilihan yang
tidak bijaksana
;si dari layanan responsif antara lain berkaitan dengan/
a. Penanganan masalah-masalah akademik/ masalah-masalah yang berkaitan dengan
sekolah/ kelambanan, bolos sekolah, penghindaran dari sekolah, pen"egahan putus
sekolah
b. 'asalah-masalah yang berkaitan dengan hubungan sosial/ penyalahgunaan obat-
obatan terlarang &narkoba!, isu-isu keluarga, penanganan stres, pen"egahan bunuh
diri, pele"ehan seksual, pen"egahan perilaku seks bebas
c. 5ayanan responsif dilaksanakan melalui layanan konsultasi, konseling individual
atau kelompok ke"il, konseling krisis, layanan rujukan, dan layanan fasilitasi teman
sebaya.
d. Dukungan %istem/ merupakan semua aktivitas yang dimaksudkan untuk
mendukung dan meningkatkan /
7
- %taf bimbingan dalam melaksanakan layanan dasar bimbingan, layanan
responsif dan peren"anaan individual
- %taf personalia sekolah yang lain dalam melaksanakan program-program
pendidikan disekolah
'. Dukungan sistem;
Berkaitan dengan pengembangan program bimbingan yang meliputi /
!. Pengelolaan sumberdaya dana, materi dan fasilitas
#!. Pengembangan staf, pendidikan orang tua, konsultasi dengan guru dan
personalia sekolah yang lain
$!. Pemanfaatan sumberdaya masyarakat
*!. >ubungan masyarakat
?!. Pengembangan profesional konselor, penelitian dan pengembangan
Berkaitan dengan program pendidikan yang lain yang meliputi /
- Peren"anaan perbaikan kualitas sekolah
- aktifitas administratif terkait layanan bimbingan
- kerjasama dengan program pendidikan khusus dan pendidikan kejuruan
". Pengelolaan Program Bimbingan dan Konseling Perkembangan
Program bimbingan dan konseling perkembangan yang komprehensif terdiri
atas beberapa elemen dan komponen yang harus disinergikan agar dapat men"apai
tujuan yag ditetapkan se"ara efektif dan efisien. @ntuk itu perlu dikelola se"ara
sistematis melalui peren"anaan, peran"angan, pelaksanaan, dan evaluasi &2sosiasi
Bimbingan Konseling ;ndonesia, #))0!
1. !erencanaan
Peren"anaan terdiri atas prosedur dan keputusan yang membantu konselor4guru BK /
a. 'engidentifikasi visi dan misi serta tujuan sekolah, sarana dan prasarana
pendukung program bimbingan, dan kebijakan pimpinan sekolah
b. 'engidentifikasi karakteristik siswa dan kebutuhannya terhadap layanan
bimbingan dan konseling. >asil identifikasi menjadi masukan bagi peran"angan
program bimbingan dan konseling
. !erancangan
Berdasarkan hasil asesmen kebutuhan siswa dan lingkungannya maka dilakukan
peran"angan program bimbingan dan konseling dengan menetapkan elemen dan
komponen program bimbingan dan konseling perkembangan yang komprehensif
berikut ini /
a. 1asionel /
Pada bagian rasionel, konselor mengemukakan /
1) Dasar pemikiran tentang pentingnya program bimbingan dan konseling dalam
keseluruhan program pendidikan di sekolah
2) 2lasan-alasan pentingnya siswa men"apai penguasaan kompetensi sebagaimana
yang dihasilkan program bimbingan dan konseling
3) Kesimpulan hasil analisis kebutuhan siswa dan lingkungannya serta dukungan
teori terkini dan ke"enderungan profesi terhadap program dan ran"angannya
4) dan hal-hal lain yang dianggap relevan
8
b. 6isi dan 'isi
Kemukakan visi dan misi program bimbingan dan konseling berdasarkan visi dan misi
sekolah se"ara keseluruhan
". Deskripsikan kebutuhan
Kemukakan rumusan hasil asesmen kebutuhan siswa dan lingkungannya kedalam
rumusan perilaku yang diharapkan dikuasai siswa. 1umusan ini pada dasarnya
merupakan rumusan tugas-tugas perkembangan, yakni %tandar Kompetensi
Kemandirian yang disepakati bersama.
d. (ujuan
Berdasarkan rumusan hasil asesmen kebutuhan, kemudian dirumuskan tujuan umum
dan khusus yang akan di"apai dalam bentuk perilaku yang harus dikuasai siswa setelah
memperoleh pelayanan bimbingan dan konseling
e. Komponen Program
(ujuan program bimbingan dan konseling menentukan topik layanan4aktivitas yang
perlu di programkan pada setiap komponen program yang meliputi /
1. Komponen pelayanan dasar bimbingan
2. Komponen peren"anaan individual
3. Komponen pelayanan responsive
4. Komponen dukungan sistem &manajemen!
f. 1en"ana Aperasional &a"tion Plan!
1en"ana kegiatan &a"tion plan! diperlukan untuk menjamin pelaksanaan program
bimbingan dan konseling dapat dilakukan se"ara efektif dan efisien. 1en"ana kegiatan
adalah uraian detail dari program yang menggambarkan isi komponen program, baik
kegiatan disekolah maupun diluar sekolah, untuk memfasilitasi siswa men"apai tugas
perkembangan tertentu.
1en"ana operasional tersebut akan terwujud dengan melakukan aktifitas
sebagai berikut/
1. 'enetapkan aktifitas layanan bimbingan dan konseling yang didasarkan pada
tujuan yang diharapkan di"apai siswa
2. 'enetapkan strategi pelayanan untuk membantu siswa men"apai tujuan
bimbingan yang diharapkan
3. 'enetapkan alokasi waktu, biaya dan sarana prasarana yang diperlukan dalam
menunjang pelaksanaan layanan bimbingan konseling
4. 'enetapkan pelaksana layanan bimbingan dalam upaya membantu siswa
menguasai kompetensi yang diharapkan di"apai
5. 'enetapkan prosedur dan kriteria evaluasi keberhasilan pelayanan bimbingan
dan konseling
6. 'enyusun ran"angan kegiatan bimbingan dan konseling dalam bentuk matrik
atau lainnya sebagai program layanan bimbingan dan konseling selama satu
tahun atau satu semester atau satu minggu atau satu hari. 1an"angan tersebut
sebagai program tahunan, program semester, program mingguan, program
harian.
9
7. 'enjadwalkan program bimbingan dan konseling sekolah yang telah
dituangkan ke dalam ran"angan kegiatan kedalam bentuk kalender kegiatan.
Kalender kegiatan men"akup kalender tahunan, semesteran, bulanan, mingguan
dan harian.
8. 'enuliskan ran"angan program bimbingan dan konseling yang telah ditetapkan
dan kemudian mengirimkan ran"angan program bimbingan dan konseling
tersebut kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk memperoleh masukan
dan partisipasi mereka dalam pelaksanaannya.
(. !elaksanaan
1an"angan aktivitas bimbingan dan konseling yang disepakati pihak-pihak
yang berkepentingan sebagai program BK perkembangan merupakan intrumen yang
digunakan guru BK melaksanakan layanan bimbingan dan konseling. Dalam
pelaksanaan, guru BK perlu bekerjasama dengan berbagai pihak baik personalia
sekolah maupun pihak-pihak lain diluar sekolah sehingga keberhasilan layanan BK
tersebut dapat di"apai se"ara optimal.
K#$MP%&'(
Bimbingan dan konseling sebagai bagian integral upaya pendidikan telah
memberikan sumbangan terhadap perkembangan siswa di sekolah. 'eskipun
demikian masih banyak lagi yang dibutuhkan dan yang perlu mendapat perhatian,
seperti petugas bimbingan yang masih bersifat menunggu, pelayanan bimbingan dan
konseling di sekolah yang kurang memberikan nilai tambah bagi perkembangan siswa,
petugas bimbingan sekolah yang kurang menampilkan kegiatan bermakna bagi
pen"apaian tujuan program sekolah, belum adanya perbedaan yang nyata kemampuan
profesional antara petugas bimbingan yang berlatar pendidikan jurusan Bimbingan dan
Konseling. >al tersebut merupakan beberapa masalah yang perlu di"arikan jalan
peme"ahannya untuk men"iptakan pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah
se"ara profesional. Bimbingan dan konseling yang melibatkan lembaga konseling,
konselor dan konseli, tentu tidak lepas dari pengaruh dinamisasi ruang dan waktu
kehidupan yang senantiasa menawarkan perubahan. Aleh karenanya, agar bimbingan
dan konseling ini senantiasa efektif dan berkembang lebih baik, maka ketiga unsur
yang ada dalam konseling tersebut harus senantiasa ditinjau ulang, baik se"ara teori
maupun praktik. >al ini dimaksudkan untuk meminimalisir kesalahpahaman
pemaknaan yang tentu saja akan berdampak pada praktiknya. Banyaknya problem
yang terjadi dalam konseling, problematika konselor dan konselee kebanyakan lahir
dari ketidakpahaman yang mendalam tentang konseling. Aleh karena itu, image ketiga
unsur konseling harus benar-benar dibangun kembali menjadi lembaga yang benar-
benar nyaman untuk sharing yang solutif berbagai ma"am masalah yang dihadapi
peserta didik.
D')T'* P%T'K'
10
2sosiasi Bimbingan dan Konseling ;ndonesia &2BK;7!, &#))0!, Penataan Pendidikan
Profesional onselor dan !ayanan "imbingan dan onseling dalam #alur
Pendidikan $ormal% Departemen Pendidikan 7asional.
22B:. &#))$!. &ompetencies in 'ssessment and ()aluation for *chool &ounselor.
http:44aa"e.n"at.edu
Browers, <udy 5. , >at"h, Patri"ia 2. &#))#!. +he ,ational -odel for *chool
&ounseling Programs. 2%B2 &2meri"an %"hool Bounselor 2sso"iation!.
%yamsul 9usuf 57, , <untika 7urihsan, &#)).!, !andasan "imbingan dan onseling%
Bandung : Program Pas"a %arjana @niversitas Pendidikan ;ndonesia , 1emaja
1osda Karya.
=ysbers, 7orman B. !ife &areer De)elopment. ' need Perspecti)e for all &ounseling,
2rti"le 0 di http:44"ounselingoutfitters."om 4vistas4 vistas)* 40.pdf.
Bobia, Debra B. , >enderson, Donna 2. &#))$!. /andbook of *chool &ounseling.
7ew <ersey, 'errill Prenti"e >all
%hert+er B., %tone, , %helley. -.. Cundamental of =uidan"e &$rd ed!. Boston:
>oughton 'ifflin Bo.
%upriadi D., #))$. 1eposisi Bimbingan dan Konseling di (engah 5ingkungan yang
Berubah. 'akalah disampaikan dalam Konvensi 7asional D;;; Bimbingan
dan Konseling di Bandung tanggal )-$ Desember #))$.
%urya '., #))$, Peluang dan (antangan =lobal Bagi Profesi Bimbingan dan
Konseling: ;mplikasinya bagi %trategi Arganisasi dan %tandarisasi Bimbingan
dan Konseling, Bandung: Konvensi 7asional 2BK;7.
11