Anda di halaman 1dari 25

MAKALAH

PENGENDALIAN POLUSI KENDARAAN


PENGELOLAAN LIMBAH KACA KENDARAAN



OLEH: kelas A1
KELOMPOK 2
NURUL IHSAN 11504241002
PUTU DESNA ANDY P 11504241008
DWI TRI SANTOSO 11504244013



PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2013

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan
Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan
penyusunan Makalah Pengelolaan limbah kaca kendaraan ini dalam bentuk
maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga Makalah ini dapat dipergunakan
sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam
pendidikan dalam otomotif.
Harapan kami semoga Makalah Pengelolaan limbah kaca kendaraan ini
membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga
saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi Makalah Pengelolaan limbah kaca
kendaraan ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah Pengelolaan limbah kaca kendaraan ini kami akui masih banyak
kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu
kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan yang bersifat
membangun untuk kesempurnaan Makalah Pengelolaan limbah kaca kendaraan.


Yogyakarta, 11 November 2013












BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Limbah merupakan suatu masalah besar yang sedang dihadapi semua umat
manusia. Berbagai upaya pengelolaan sudah dilakukan manusia untuk melakukan
pencegahan bahkan penanganan agar lingkungan ini aman dari limbah. Sebagian
besar limbah disumbangkan melalui pabrik, rumah tangga, dan industri industri
kecil lainnya. Tidak adanya penampungan akan sisa hasil produksi ini yang
kemudian akan menjadi limbah kemudian mencemari tanah, air, udara dan suara.
Masyarakat juga terlalu berikiran cuek terhadap pencemaran yang terjadi, selama
itu tidak berdampak secara langsung maka mereka tidak akan bertindak.
Pemerintah juga seakan buta dan tuli melihat kejadian yang semakin hari semakin
parah.
Seperti yang kita ketahui penduduk Indonesia semakin padat, dan
kebutuhan akan barang barang produksi dan transportasi semakin
banyak.Peningkatan produksi barang tersebut mengakibatkan semakin
meningkatnya penggunaan barang. Hal itu sangat berdampak bagi lingkungan.
Misalnya meningkatnya volume-volume sampah/barang bekas. Akibat
meningkatnya barang-barang bekas yang akan menjadi sampah. Maka untuk
menanggulanginya kami akan membuat sesuatu dengan barang-barang bekas itu
agar tidak menjadi sampah yang tidak berguna. Kaca adalah sampah non-organik
yang tidak bisa terurai dan sampah kaca akan berdampak negatif bagi lingkungan.
Penggunaan kaca yang yang sangat banyak di berbagai keperluan manusia
menuntut produksi bahan ini dalam jumlah yang sangat besar. Jumlah produksi
yang sanngat besar tersebut menimbulkan dampak pada lingkungan sebab kaca
tidak bersifat korosif (Malla\wany, 2002). Kaca-kaca bekas (disebut cult) yang
sudah tidak terpakai lagi merupakan limbah yang tidak akan terurai secara alami
oleh zat organik. Dengan demikian diperlukan berbagai penanganan alternatif
untuk menjadikan limbah kaca dapat dikembalikan ke alam secara aman atau
mengolahnya kembali menjadi produk yang berdaya guna.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian limbah kaca?
2. Apa dampak dari lembah kaca?
3. Bagaimana menangani limbah kaca?
C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengertian limbah kaca secara umum dan dari mana
saja limbah tersebut berasal
2. Untuk mengetahui dampak-dampak yang di timbulkan limbah kaca
3. Untuk mengetahui cara menangani dan mengelola masalah yang
ditimbulkan dari limbah kaca.












BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. PENGERTIAN LIMBAH ATAU SAMPAH
Limbah atau sampah yaitu limbah atau kotoran yang dihasilkan karena
pembuangan sampah atau zat kimia dari pabrik-pabrik. Limbah atau sampah juga
merupakan suatu bahan yang tidak berarti dan tidak berharga, tapi kita tidak
mengetahui bahwa limbah juga bisa menjadi sesuatu yang berguna dan
bermanfaat jika diproses secara baik dan benar. Limbah atau sampah juga bisa
berarti sesuatu yang tidak berguna dan dibuang oleh kebanyakan orang, mereka
menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak berguna dan jika dibiarkan terlalu
lama maka akan menyebabkan penyakit padahal dengan pengolahan sampah
secara benar maka bisa menjadikan sampah ini menjadi benda ekonomis.
B. JENIS-JENIS LIMBAH
Jika didasarkan asalnya, limbah dikelompokkan menjadi 2 yaitu :
1. Limbah Organik
Limbah ini terdiri atas bahan-bahan yang besifat organik seperti dari
kegiatan rumah tangga, kegiatan industri. Limbah ini juga bisa dengan mudah
diuraikan melalui proses yang alami. Limbah pertanian berupa sisa tumpahan atau
penyemprotan yang berlebihan, misalnya dari pestisida dan herbisida, begitu pula
dengan pemupukan yang berlebihan. Limbah ini mempunyai sifat kimia yang
setabil sehingga zat tersebut akan mengendap kedalam tanah, dasar sungai, danau,
serta laut dan selanjutnya akan mempengaruhi organisme yang hidup didalamnya.
Sedangkan limbah rumah tangga dapat berupa padatan seperti kertas, plastik dan
lain-lain, dan berupa cairan seperti air cucian, minyak goreng bekasdan lain-lain.
Limbah tersebut ada yang mempunyai daya racun yang tinggi misalnya : sisa
obat, baterai bekas, dan air aki. Limbah tersebut tergolong (B3) yaitu bahan
berbahaya dan beracun, sedangkan limbah air cucian, limbah kamar mandi, dapat
mengandung bibit-bibit penyakit atau pencemar biologis seperti bakteri, jamur,
virus dan sebagainya.
2. Limbah Anorganik
Limbah ini terdiri atas limbah industri atau limbah pertambangan. Limbah
anorganik berasal dari sumber daya alamyang tidak dapat di uraikan dan tidak
dapat diperbaharui. Air limbah industri dapat mengandung berbagai jenis bahan
anorganik, zat-zat tersebut adalah :
a) Garam anorganik seperti magnesium sulfat, magnesium klorida yang
berasal dari kegiatan pertambangan dan industri.
b) Asam anorganik seperti asam sulfat yang berasal dari industri
pengolahan biji logam dan bahan bakar fosil.
c) Adapula limbah anorganik yang berasal dari kegiatan rumah tangga
seperti botol plastik, botol kaca, tas plastik, kaleng dan aluminium.
C. SUMBER LIMBAH
Jika berdasarkan sumbernya limbah dikelompokkan menjadi 3 yaitu :
1. Limbah Pabrik
Limbah ini bisa dikategorikan sebagai limbah yang berbahaya
karena limbah ini mempunyai kadar gasyang beracun, pada umumnya
limbah ini dibuang di sungai-sungai disekitar tempat tinggal masyarakat
dan tidak jarang warga masyarakat mempergunakan sungai untuk kegiatan
sehari-hari, misalnya MCK(Mandi, Cuci, Kakus) dan secara langsung gas
yang dihasilkan oleh limbah pabrik tersebut dikonsumsi dan dipakai oleh
masyarakat.
2. Limbah Rumah Tangga
Limbah rumah tangga adalah limbah yang dihasilkan oleh kegiatan
rumah tangga limbah ini bisa berupa sisa-sisa sayuran seperti wortel, kol,
bayam, slada dan lain-lain bisa juga berupa kertas, kardus atau karton.
Limbah ini juga memiliki daya racun tinggi jika berasal dari sisa obat dan
aki.
3. Limbah Industri
Limbah ini dihasilkan atau berasal dari hasil produksi oleh pabrik
atau perusahaan tertentu. Limbah ini mengandung zat yang berbahaya
diantaranya asam anorganik dan senyawa orgaik, zat-zat tersebut jika
masuk ke perairan maka akan menimbulkan pencemaran yang dapat
membahayakan makluk hidup pengguna air tersebut misalnya, ikan, bebek
dan makluk hidup lainnya termasuk juga manusia
D. PENANGANAN LIMBAH
Cara menangani limbah:
1. Pertama dengan cara didaur ulang.
Dijual kepasar loakatau tukang rongsokan yang biasa lewat di depan
rumah rumah. Cara ini bisa menjadikan limbah atau sampah yang
semula bukan apa-apa sehingga bisa menjadi barang yang ekonomisdan
bisa menghasilkan uang. Dapat juga dijual kepada tetangga kita yang
menjadi tukang loak ataupun pemulung. Barang-barang yang dapat dijual
antara lain kertas-kertas bekas, koran bekas, majalah bekas, botol bekas,
ban bekas, radio tua, TV tua dan sepeda yang usang.
2. Dengan cara pembakaran
Cara ini adalah cara yang paling mudah untuk dilakukan karena tidak
membutuhkan usaha keras. Cara ini bisa dilakukan dengan cara membakar
limbah-limbah padat misalnya kertas-kertas dengan menggunakan minyak
tanah lalu dinyalakan apinya.
Kelebihan cara membakar ini adalah :
a. Mudah dan tidak membutuhkan usaha keras.
b. Membutuhkan tempat atau lokasi yang cukup kecil.
c. Dapat digunakan sebagai sumber energi baik untuk pembangkit uap
air panas, listrik dan pencairan logam.



E. KARAKTERISTIK LIMBAH
Berdasarkan karakteristiknya, limbah dapat digolongkan menjadi 4 macam, yaitu :
1. Limbah cair
2. Limbah padat
3. Limbah gas dan partikel
4. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
1) Limbah cair
Limbah cair bersumber dari pabrik yang biasanya banyak menggunakan
air dalam sistem prosesnya. Di samping itu ada pula bahan baku mengandung air
sehingga dalam proses pengolahannya air harus dibuang. Air terikut dalam proses
pengolahan kemudian dibuang misalnya ketika dipergunakan untuk pencuci suatu
bahan sebelum diproses lanjut. Air ditambah bahan kimia tertentu kemudian
diproses dan setelah itu dibuang. Semua jenis perlakuan ini mengakibatkan
buangan air.
Industri primer pengolahan hasil hutan merupakan salah satu penyumbang
limbah cair yang berbahaya bagi lingkungan. Bagi industri-industri besar, seperti
industri pulp dan kertas, teknologi pengolahan limbah cair yang dihasilkannya
mungkin sudah memadai, namun tidak demikian bagi industri kecil atau sedang.
Namun demikian, mengingat penting dan besarnya dampak yang ditimbulkan
limbah cair bagi lingkungan, penting bagi sektor industri kehutanan untuk
memahami dasar-dasar teknologi pengolahan limbah cair.
Teknologi pengolahan air limbah adalah kunci dalam memelihara
kelestarian lingkungan. Apapun macam teknologi pengolahan air limbah
domestik maupun industri yang dibangun harus dapat dioperasikan dan dipelihara
oleh masyarakat setempat. Jadi teknologi pengolahan yang dipilih harus sesuai
dengan kemampuan teknologi masyarakat yang bersangkutan.
Berbagai teknik pengolahan air buangan untuk menyisihkan bahan
polutannya telah dicoba dan dikembangkan selama ini. Teknik-teknik
pengolahan air buangan yang telah dikembangkan tersebut secara umum terbagi
menjadi 3 metode pengolahan:
1. pengolahan secara fisika
2. pengolahan secara kimia
3. pengolahan secara biologi
Untuk suatu jenis air buangan tertentu, ketiga metode pengolahan tersebut
dapat diaplikasikan secara sendiri-sendiri atau secara kombinasi.
Limbah cair adalah sisa dari suatu hasil usaha atau kegiatan yang
berwujud cair (PP 82 thn 2001). Jenis-jenis limbah cair dapat digolongkan
berdasarkan pada :
a) Sifat Fisika dan Sifat Agregat . Keasaman sebagai salah satu contoh sifat
limbah dapat diukur dengan menggunakan metoda Titrimetrik
b) Parameter Logam, contohnya Arsenik (As) dengan metoda SSA.
c) Anorganik non Metalik contohnya Amonia (NH3-N) dengan metoda Biru
Indofenol.
d) Organik Agregat contohnya Biological Oxygen Demand (BOD).
e) Mikroorganisme contohnya E Coli dengan metoda MPN.
f) Sifat Khusus contohnya Asam Borat (H3 BO3) dengan metoda
Titrimetrik.
g) Air Laut contohnya Tembaga (Cu) dengan metoda SPR-IDA-SSA
2) Limbah padat
Limbah padat berasal dari kegiatan industri dan domestik. Limbah
domestik pada umumnya berbentuk limbah padat rumah tangga, limbah padat
kegiatan perdagangan, perkantoran, peternakan, pertanian serta dari tempat-
tempat umum. Jenis-jenis limbah padat: kertas, kayu, kain, karet/kulit tiruan,
plastik, metal, gelas/kaca, organik, bakteri, kulit telur.
Limbah padat adalah hasil buangan industri berupa padatan, lumpur,
bubur yang berasal dari sisa proses pengolahan. Limbah ini dapat dikategorikan
menjadi dua bagian, yaitu limbah padat yaitu dapat didaur ulang, seperti plastik,
tekstil, potongan logam dan kedua limbah padat yang tidak punya nilai ekonomis.
Bagi limbah padat yang tidak punya nilai ekonomis dapat ditangani
dengan berbagai cara antara lain ditimbun pada suatu tempat, diolah kembali
kemudian dibuang dan dibakar.
3) Limbah gas dan partikel
Polusi udara adalah tercemarnya udara oleh berberapa partikulat zat
(limbah) yang mengandung partikel (asap dan jelaga), hidrokarbon, sulfur
dioksida, nitrogen oksida, ozon (asap kabut fotokimiawi), karbon monoksida dan
timah. Udara adalah media pencemar untuk limbah gas. Limbah gas atau asap
yang diproduksi pabrik keluar bersamaan dengan udara. Secara alamiah udara
mengandung unsur kimia seperti O2, N2, NO2, CO2, H2 dan Jain-lain.
Penambahan gas ke dalam udara melampaui kandungan alami akibat kegiatan
manusia akan menurunkan kualitas udara. Zat pencemar melalui udara
diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu partikel dan gas. Partikel adalah
butiran halus dan masih mungkin terlihat dengan mata telanjang seperti uap air,
debu, asap, kabut dan fume-Sedangkan pencemaran berbentuk gas tanya aapat
dirasakan melalui penciuman (untuk gas tertentu) ataupun akibat langsung. Gas-
gas ini antara lain SO2, NOx, CO, CO2, hidrokarbon dan lain-lain.
4) Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun
Suatu limbah digolongkan sebagai limbah B3 bila mengandung bahan
berbahaya atau beracun yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung maupun
tidak langsung, dapat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup atau
membahayakan kesehatan manusia.Yang termasuk limbah B3 antara lain adalah
bahan baku yang berbahaya dan beracun yang tidak digunakan lagi karena rusak,
sisa kemasan, tumpahan, sisa proses, dan oli bekas kapal yang memerlukan
penanganan dan pengolahan khusus. Bahan-bahan ini termasuk limbah B3 bila
memiliki salah satu atau lebih karakteristik berikut: mudah meledak, mudah
terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif, dan
lain-lain, yang bila diuji dengan toksikologi dapat diketahui termasuk limbah B3.
F. PEMANFAATAN LIMBAH
1. Pemanfaatan ulang dan daur ulang limbah
a. Langkah pemanfaatan ulang
1) Pemilahan
2) Pengumpulan
3) Pemilahan
4) Pendistribusian

b. Langkah daur ulang limbah
1) Pemilahan
2) Pengumpulan
3) Pemrosesan
4) Pendistribusian
5) Pembuatan produk dan penjualan.

c. Limbah yang dapat di daur ulang dan dimanfaatkan ulang
Jenis-jenis limbah yang dapat dimanfaatkan memlalui proses daur
ulang antara lain sebagai berikut:
1) Limbah Bahan bangunan
Material bangunan bekas yang telah dikumpulkan dihancurkan
dengan mesin penghancur, kadang-kadang bersamaan dengan aspal, batu
bata, tanah, dan batu. Hasil yang lebih kasar bisa dipakai menjadi pelapis
jalan semacam aspal dan hasil yang lebih halus bisa dipakai untuk
membuat bahan bangunan baru semacam bata.
2) Limbah Baterai
Banyaknya variasi dan ukuran baterai membuat proses daur ulang
bahan ini relatif sulit. Mereka harus disortir terlebih dahulu, dan tiap jenis
memiliki perhatian khusus dalam pemrosesannya. Misalnya, baterai jenis
lama masih mengandung merkuri dan kadmium, harus ditangani secara
lebih serius demi mencegah kerusakan lingkungan dan kesehatan
manusia.Baterai mobil umumnya jauh lebih mudah dan lebih murah untuk
didaur ulang.
3) Limbah Barang Elektronik
Material yang dapat didaur ulang dari barang elektronik misalnya
adalah logam yang terdapat pada barang elektronik tersebut (emas, besi,
baja, silikon, dll) ataupun bagian-bagian yang masih dapat dipakai
(microchip, processor, kabel, resistor, plastik, dll). Namun tujuan utama
dari proses daur ulang, yaitu kelestarian lingkungan, sudah jelas dapat
menjadi tujuan diterapkannya proses daur ulang pada bahan ini meski
manfaat ekonominya masih belum jelas.
4) Limbah Logam
Besi dan baja adalah jenis logam yang paling banyak didaur ulang
di dunia. Termasuk salah satu yang termudah karena mereka dapat
dipisahkan dari sampah lainnya dengan magnet. Daur ulang meliputi
proses logam pada umumnya; peleburan dan pencetakan kembali. Hasil
yang didapat tidak mengurangi kualitas logam tersebut.Contoh lainnya
adalah alumunium, yang merupakan bahan daur ulang paling efisien di
dunia. Namun pada umumnya, semua jenis logam dapat didaur ulang tanpa
mengurangi kualitas logam tersebut, menjadikan logam sebagai bahan
yang dapat didaur ulang dengan tidak terbatas.
5) Limbah Kaca
Kaca dapat juga di daur ulang. Kaca yang didapat dari botol dan
lain sebagainya dibersihkan dair bahan kontaminan, lalu dilelehkan
bersama-sama dengan material kaca baru. Dapat juga dipakai sebagai
bahan bangunan dan jalan. Sudah ada Glassphalt, yaitu bahan pelapis jalan
dengan menggunakan 30% material kaca daur ulang.
6) Limbah Kertas
Kertas juga dapat didaur ulang dengan mencampurkan kertas bekas
yang telah dijadikan pulp dengan material kertas baru. Namun kertas akan
selalu mengalami penurunan kualitas jika terus didaur ulang. Hal ini
menjadikan kertas harus didaur ulang dengan mencampurkannya dengan
material baru, atau mendaur ulangnya menjadi bahan yang berkualitas
lebih rendah.Plastik dapat didaur ulang sama halnya seperti mendaur ulang
logam. Hanya saja, terdapat berbagai jenis plastik di dunia ini. Saat ini di
berbagai produk plastik terdapat kode mengenai jenis plastik yang
membentuk material tersebut sehingga mempermudah untuk mendaur
ulang. Suatu kode di kemasan yang berbentuk segitiga 3R dengan kode
angka di tengah-tengahnya adalah contohnya. Suatu angka tertentu
menunjukkan jenis plastik tertentu, dan kadang-kadang diikuti dengan
singkatan, misalnya LDPE untuk Low Density Poly Etilene, PS untuk
Polistirena, dan lain-lain, sehingga mempermudah proses daur ulang
7) Limbah Daun Kering
Sampah daun kering dapat didaur ulang menjadi kompos. Kompos
dapat dimanfaatkan sendiri atau dijual untuk pupuk tanaman.
8) Limbah Plastik
Limbah plastik dapat di daur ulang dengan jalan dilarutkan dan
diproses lagi menjadi bahan pembungkus atau pengepak untuk berbagai
keperluan, misalnya tas, botol minyak pelumas,botol minuman dan botol
sampo. Plastik dapat didaur ulang sama halnya seperti mendaur ulang
logam. Hanya saja, terdapat berbagai jenis plastik di dunia ini. Saat ini di
berbagai produk plastik terdapat kode mengenai jenis plastik yang
membentuk material tersebut sehingga mempermudah untuk mendaur
ulang. Suatu kode di kemasan yang berbentuk segitiga 3R dengan kode
angka di tengah-tengahnya adalah contohnya. Suatu angka tertentu
menunjukkan jenis plastik tertentu, dan kadang-kadang diikuti dengan
singkatan, misalnya LDPE untuk Low Density Poly Etilene, PS untuk
Polistirena, dan lain-lain, sehingga mempermudah proses daur ulang


9) Aluminium
Kaleng bekas makanan atau minuman dapat didaur ulang untuk
dibuat kaleng pengemas.






BAB III
PEMBAHASAN

A. Pengertian Kaca

Kaca merupakan materi bening dan transparan (tembus pandang) yang
biasanya di hasilkan dari campuran silikon atau bahan silikon dioksida(SiO
2
),
yang secara kimia sama dengan kuarsa (bahasa Inggris: kwarts). Biasanya dibuat
dari pasir. Suhu lelehnya adalah 2000 Derajat Celcius.Jenis kaca yang paling
umum di kenal dan yang telah digunakan sejak berabad-abad silam sebagai
jendela dan gelas minum adalah kaca soda kapur, yang terbuat dari 75% silica
(SiO2) ditambah Na2O, CaO, dan sedikit aditif lain.
Di dalam ilmu pengetahuan, istilah kaca didefinisikan dalam arti yang
luas, kaca dapat dibuat dari paduan bahan yang berbeda: paduan logam, ion-ion
yang di cairkan, molekul cair, dan polimer. Untuk banyak aplikasi seperti; botol,
kaca mata, gelas dll.Kaca memainkan peran penting dalam ilmu pengetahuan dan
industri. Karena struktur kimianya, fisik, dan khususnya sifat optik kaca cocok
untuk aplikasi optik dan bahan Optoelektronik, peralatan laboratorium, isolator
termal, bahan penguat, dan seni kaca (seni, kaca studio).
Kaca adalah salah satu produk industri kimia yang paling akrab dengan
kehidupan kita sehari-hari. Dipandang dari segi fisika kaca merupakan zat cair
yang sangat dingin. Disebut demikian karena struktur partikel-partikel
penyusunnya yang saling berjauhan seperti dalam zat cair namun dia sendiri
berwujud padat. Ini terjadi akibat proses pendinginan (cooling) yang sangat
cepat, sehingga partikel-partikel silika tidak sempat menyusun diri secara
teratur.
Dari segi kimia, kaca adalah gabungan dari berbagai oksida anorganik
yang tidak mudah menguap, yang dihasilkan dari dekomposisi dan peleburan
senyawa alkali dan alkali tanah, pasir serta berbagai penyusun lainnya. Kaca
memiliki sifat-sifat yang khas dibanding dengan golongan keramik lainnya.
Kekhasan sifat-sifat kaca ini terutama dipengaruhi oleh keunikan silika (SiO
2
)
dan proses pembentukannya.
B. Sejarah Perkembangan Kaca
Kaca pertama kali ditemukan secara tidak sengaja di daerah Syria pada
5000 SM, dengan melelehnya batuan yang digunakan untauk memasak dan
kemudian mengeras menjadi opaque (tidak transparan).Sekitar 3500 SM, bahan
dasar kaca mulai digunakan sebagai bahan yang memberi efek kilau pada vas dan
pot. Para pedagang yang mengetahui ini mulai menyebarkan informasi ini
sepanjang perjalanan mereka.
Pada 1600 SM mulai dibuat vas yang terbuat dari kaca. Juga ditemukan
bukti-bukti pembuatan kaca di daereah Yunani dan Cina. Pada tahun 1500 SM,
pengrajin Mesir menmukan caara untuk membuat pot kaca dengan cetakan.
Terbukti dengan ditemukannya 3 buah vas dengan ukiran nama Pharoh
Thoutmosis III (1504-1450SM), yang membawa pengrajin kaca dari misi
militernya di Cina.
Sampai abad 9 SM kerajinan kaca mulai berkembang didaerah
Mesopotamia dan sampai ke Italia. Cara pembuatan kaca yang tertulis pertama
dibuat pada tahun 650 SM dengan ukiran diatas lempengan batu yang tersimpan
di perpustakaan raja Assyria Ashurbanipal (669-626 SM).Antara 27 SM samapi
14 SM, ditemukan caara baru dalam mengolah kaca yaitu disebut glassblowing.
Alat yang digunakan berupa pipa logam sempit sebagai alat untuk
meniup. Lalu bangsa Roma mulai menggunakan alat cetakan untuk membuat
kaca. Pada tahun 100 M, bansa Roma menjadi yang pertama menggunakan kaca
dalam arsitektur, dengan ditemukannya clear glass yang digunakan pada
bangunan-bangunan penting dan vila-vila mewah. Sekitar tahun 1000 M, bangsa
Eropa yang mulai kesulitan mencari bahan dasar kaca mulai memakai bahan
dasar lain, yaitu potash.
Pada abad 11, Jerman menciptakan metode membuat kaca lembaran
.(glass sheet). Pada abad 13, bangsa Venezia mulai memproduksi kaca dalam
bentuk lembaran. Pada akhir abad19, mulai berdiri bangunan yang menggunakan
kaca sebagai bungkus luar bangunan dan menjadi hal yang sangat baru karena
pada zaman itu bangunan masih menggunakan batu bata untuk dindingnya.


C. Macam-macam Kaca
Secara umum, kaca komersial dapat dikelompokkan menjadi beberapa
golongan:
1. Silika lebur.
Silika lebur atau silika vitreo dibuat melalui pirolisis silikon tetraklorida
pada suhu tinggi, atau dari peleburan kuarsa atau pasir murni. Kaca ini
sering disebut kaca kuarsa (quartz glass). Kaca ini mempunyai ciri-ciri
nilai ekspansi rendah dan titik pelunakan tinggi. Karena itu, kaca ini
mempunyai ketahanan termal lebih tinggi daripada kaca lain. Kaca ini
juga sangat transparan terhadap radiasi ultraviolet. Kaca jenis inilah
yang sering digunakan sebagai kuvet untuk spektrometer UV-Visible
yang harganya sekitar dua jutaan per kuvet.
2. Alkali silikat
Alkali silikat adalah satu-satunya kaca yang mengandung dua
komponen yang di publikasikan secara komersial. Pada proses
pembuatannya pasir dan soda dilebur bersama-sama, dan hasilnya
disebut Natrium silikat. Larutan silikat soda juga dikenal sebagai kaca
larut air (water soluble glass) dan banyak dipakai sebagai adhesif dalam
pembuatan kotak-kotak karton gelombang yang memiliki sifat tahan
api.
3. Kaca soda gamping
Kaca soda gamping (soda-lime glass) merupakan 95 persen dari semua
kaca yang dihasilkan. Kaca ini digunakan untuk membuat segala
macam bejana, kaca lembaran, jendela mobil dan barang pecah belah.
4. Kaca timbale
Dengan menggunakan oksida timbal sebagai pengganti kalsium dalam
campuran kaca cair, didapatlah kaca timbal (lead glass). Kaca ini sangat
penting dalam bidang optik, karena mempunyai indeks refraksi dan
dispersi yang tinggi. Kandungan timbalnya bisa mencapai 82%
(densitas 8,0, indeks bias 2,2). Kandungan timbal inilah yang
memberikan kecemerlangan pada kaca potong (cut glass). Kaca ini
juga digunakan dalam jumlah besar untuk membuat bola lampu, lampu
reklame neon, radiotron, terutama karena kaca ini mempunyai tahanan
(resistance) listrik tinggi. Kaca ini juga cocok dipakai sebagai perisai
radiasi nuklir.
5. Kaca borosilikat
Kaca borosilikat biasanya mengandung 10 sampai 20% B
2
O
3
, 80%
sampai 87% silika, dan kurang dari 10% Na
2
O. Kaca jenis ini
mempunyai koefisien ekspansi termal rendah, lebih tahan terhadap
kejutan dan mempunyai stabilitas kimia tinggi, serta tahanan listrik
tinggi. Kaca borosilikat juga digunakan sebagai isolator tegangan
tinggi, dan digunakan juga untuk lensa teleskop seperti misalnya lensa
500 cm di Mt. Palomer (AS).
6. Kaca khusus
Kaca berwarna , bersalut, opal, translusen, kaca keselamatan, fitokrom,
kaca optik dan kaca keramik semuanya termasuk kaca khusus.
Komposisinya berbeda-beda tergantung pada produk akhir yang
diinginkan.
7. Serat kaca (fiber glass)
Serat kaca dibuat dari komposisi kaca khusus, yang tahan terhadap
kondisi cuaca. Kaca ini biasanya mempunyai kandungan silika sekitar
55%, dan alkali lebih rendah.
Selain itu, ada juga kaca silika yang digunakan di dalam keteknikan yang
mempunyai berbagai substansi yang ditambahkan ke SiO2, sehingga
membuatnya lebih mudah direkayasa, tetapi titik fusinya menjadi lebih rendah.
Kaca-silika di dalam keteknikan diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, yaitu :
1. Kaca alkali tanpa oksida berat. Kaca ini mempunyai titik lebur yang agak
rendah. Pemakaiannya antara lain untuk botol dan kacajendela.
2. Kaca alkali yang mengandung oksida berat. Kaca ini mempunyai sifat
kelistrikan yang tinggi dibandingkan dengan kaca alkali kelompok 1. Kaca
flint ditambah dengan PbO atau kaca crown ditambah dengan BaO
digunakan sebagai kaca optik. Kaca khusus untuk bahan dielektrik
kapasitor adalah kaca flint yang disebut minos. Di antara kaca-kaca crown
terdapat jenis yang disebut pireks. Pireks mempunyai koefisien thermal
33. 10-7 per oC dan mampu menahan perubahan suhu yang mendadak.
3. Kaca non alkali.Penggunaan kaca ini adalah sebagai kaca optik dan bahan
isolasi listrik. Beberapa jenis kaca dari kelompok ini mempunyai titik
pelunakan yang sangat tinggi.
D. Sifat-Sifat Kaca
1. Massa jenis kaca berkisar antara 2 hingga 8,1 g/cm3.
2. Kekuatan tekannya 6000 hingga 21000 kg/cm2.
3. Kekuatan tariknya 1 hingga 300 kg/cm2. Karena kekuatan tariknya relatif
kecil, maka kaca adalah bahan yang regas. Walaupun kaca adalah
substansi berongga, tetapi tidak mempunyai titik leleh yang tegas, karena
pelelehannya adalah perlahan-lahan ketika suhu pemanasan dinaikkan.
4. Titik pelembekan kaca berkisar antara 500 hingga 1700 C. Makin sedikit
kandungan SiO2 makin rendah titik pelembekan kaca. Demikian pula
halnya dengan muai panjang (), makin banyak kadar SiO2 yang
dikandungnya akan makin kecil nya.
5. Muai panjang untuk kaca berkisar antara 5,5. 10-7 hingga 150. 10-7 per
derajat celcius. Nilai dari angka muai panjang adalah sangat penting bagi
suatu kaca dalam hubungannya dengan kemampuan kaca menahan
perubahan suhu. Piranti dari kaca yang dipanaskan atau didinginkan secara
tiba-tiba akan meregang. Hal ini disebabkan distribusi suhu yang tidak
merata pada lapisan luarnya dan keadaan tersebut menyebabkan piranti
retak.
Jika kekuatan tarik piranti kaca lebih rendah dari kekuatan tekannya,
maka pendinginan yang mendadak pada permukaannya akan lebih
memungkinkan terjadinya keretakan dibandingakan dengan pemanasan yang
tiba-tiba. Kaca silika jenis Red-Hot akan lebih aman dalam hal pendinginan atau
pemanasan tiba-tiba karena kaca jenis ini mempunyai yang sangat rendah.
Piranti kaca yang dindingnya tipis, ketahanannya terhadap perubahan panas
mendadak lebih baik dibandingkan dengan piranti kaca yang dindingnya tebal.
Hal ini karena dipengaruhi faktor kerataan pemuaian permukaan kaca bagian luar
dan dalam dinding piranti adalah tidak sama.
Kaca yang digunakan untuk suatu perangkat dan pada perangkat tersebut
terdapat juga logam, misalnya : lampu pijar dan tabung sinar katode, maka nilai
nya harus disesuaikan, yaitu harus rendah karena selalu bekerja pada suhu yang
cukup tinggi. Dengan demikian, maka tidak terjadi keretakan di bagian kacanya
pada waktu perangkat tersebut digunakan.
Kemampuan larut kaca terhadap bahan lain akan bertambah sesuai
dengan kenaikkan suhunya. Kaca yang mempunyai kekuatan hidrolik rendah
ketahanan permukaannya pada media yang lembab adalah kecil. Kaca silika
mempunyai ketahanan hidrolik paling tinggi. Kekuatan hidrolik akan sangat
berkurang jika kaca diberi alkali. Pada kenyataannya, kaca silika adalah tidak
peka terhadap asam kecuali asam fluorida. Pada pabrikasi kaca, asam fluorida
digunakan untuk membuat kaca embun.
Pada umumnya kaca tidak stabil terhadap pengaruh alkali. Sifat-sifat
elektris dari kaca dipengaruhi oleh komposisi dari kaca itu sendiri. Kaca yang
digunakan untuk teknik listrik pada suhu normal diperlukan syarat-syarat antara
lain : resitifitas berkisar antara 108 hingga 1017 -cm, permitivitas relatif r
berkisar antara 3,8 hingga 16,2, kerugian sudut dielektriknya 0,003 hingga 0,01,
tegangan break-down 25 hingga 50 kV/mm.Kaca silika mempunyai sifat
kelistrikan yang paling baik. Pada suhu kamar, besarnya resitivitas adalah 107 -
cm, r 3,8 dan sudut dielektriknya pada 1 MHZ adalah 0,0003. Jika kaca silika
ditambahkan natrium atau kalium, maka resitivitasnya akan turun, sudut
dielektriknya naik sedikit.
Sering kali oksida logam alkali ditambahkan pada pembuatan kaca
dengan maksud agar sifat-sifat kaca menjadi lebih baik. Oksida-oksida tersebut
dimasukkan ke dalam kaca sebagai pemurnian bahan-bahan mentah. Keberadaan
natrium dalam kaca adalah lebih tidak menguntungkan dari kalium. Karena ion
Na adalah sangat kecil ukurannya dan sangat mudah bergerak di dalam medan
listrik. Itulah sebabnya mengapa Na dapat menambah konduktifitas kaca. Kaca
yang mengandung oksida-oksida dua logam alkali yang berbeda dimungkinkan
mempunyai sifat isolasi yang lebih tinggi dibandingkan jika kuantitas oksidanya
hanya mengandung 1 bagian dari kuantitas oksida dua logam (efek netralisasi
atau polialkalin). Kemampuan isolasi kaca juga dapat lebih baik jika ditambah
PbO atau BaO.
Adapun beberapa sifat-sifat lain dari kaca secara umum. Sifat-sifat tersebut
adalah:
a. Padatan amorf (short range order).
b. Berwujud padat tapi susunan atom-atomnya seperti pada zat cair.
c. Tidak memiliki titik lebur yang pasti (ada range tertentu)
d. Mempunyai viskositas cukup tinggi (lebih besar dari 10
12
Pa.s)
e. Transparan, tahan terhadap serangan kimia, kecuali hidrogen fluorida.
Karena itulah kaca banyak dipakai untuk peralatan laboratorium.
f. Efektif sebagai isolator.
g. Mampu menahan vakum tetapi rapuh terhadap benturan.
Reaksi yang terjadi dalam pembuatan kaca secara ringkas adalah sebagai
berikut:
Na
2
CO
3
+ aSiO
2
? Na
2
O.aSiO
2
+ CO
2

CaCO
3
+ bSiO
2
? CaO.bSiO
2
+ CO
2

Na
2
SO
4
+ cSiO
2
+ C ? Na
2
O.cSiO
2
+ SO
2
+ SO
2
+ CO
Walaupun saat ini terdapat ribuan macam formulasi kaca yang
dikembangkan dalam 30 tahun terakhir ini namun gamping, silika dan soda masih
merupakan bahan baku dari 90 persen kaca yang diproduksi di dunia.
E. Aplikasi Daur Ulang
Pemakaian kaca antara lain :
1. Pembuatan bola lampu, tabung elektronik, penyangga filament. Titik
pelunakan kaca ini tidak terlalu tinggi, muai panjangnya hendaknya dibuat
mendekati muai panjang logam maupun paduannya yang disangga. Logam
yang dimaksud adalah wolfram, molibdenum.
2. Untuk bahan dielektrik pada kapasitor. Minos adalah salah satu jenis kaca
permeabilitas relatif tinggi yaitu 7,5, sudut kerugian dielektrik (tan ) kecil
pada frekuensi 1MHz, suhu 20oC, tan = 0.0009 pada frekuensi 1MHz,
suhu 200oC, tan = 0,0012. Kaca minos mempunyai = 8,2 . 107 per oC.
massa jenis 3,6 g/cm3.
3. Untuk membuat berbagai isolator. Misalnya isolator penyangga, isolator
antena, isolator len, dan isolator bushing. Untuk penggunaan ini, selain
sifat kelistrikan yang baik juga dituntut mempunyai kekuatan mekanis
yang tinggi, tahan terhadap perubahan suhu yang mendadak, dan tahan
terhadap pengaruh kimia. Jenis kaca yang digunakan untuk keperluan ini
antara lain kaca silika, pireks kalium-natrium.
4. Pelapisan logam. Salah satu jenis kaca adalah enamel (bukan enamel
vernis). Enamel dalam hal ini dapat digunakan untuk pelapisan logam atau
benda lain sejenisnya, misalnya dudukan lampu, reflektor, barang-barang
dekoratif yang tujuannya untuk mendapatkan permukaan yang lebih
bagus. Enamel juga dapat digunakan sebagai isolasi listrik, yaitu untuk
melapisi resistor tabung (kawat yang dililitkan pada tabung tersebut adalah
resistor, antara lain : nikrom, konstantan).
Dalam hal ini, enamel dileburkan dan kemudian tabung keramik
yang sudah dililiti kawat tersebut dicelupkan sehingga sela-sela di antara
lilitan diisi enamel. Tujuannya di samping untuk mengisolasi lilitan, juga
melindungi lilitan terhadap uap, debu, dan oksidasi udara pada suhu kerja
yang tinggi. Enamel dipabrikasi dengan meleburkan komponen-
komponennya yang halus, kemudian dituangkan sedikit demi sedikit
dalam keadaan meleleh ke dalam air yang dingin hingga membentuk
seperti bola, selanjutnya dihaluskan menjadi bubuk.
Pemakaian enamel untuk pelapisan dapat dilakukan dengan cara
kering maupun basah. Pada pelapisan kering, perangkat yang akan dilapisi
dipanasi hingga suhu tertentu kemudian dimasukkan ke dalam bubuk
enamel. Dengan demikian maka bubuk di sekelilingnya akan meleleh dan
melapisi perangkat tersebut. Proses ini diulang berkali-kali hingga
diperoleh ketebalan lapisan yang diinginkan. Pada pelapisan basah, mula-
mula enamel diaduk dengan air sehingga menjadi bubur enamel yang
digunakan untuk melapisi perangkat yang dimaksud. Selanjutnya
perangkat yang sudah dilapis tersebut dikeringkan, lalu dipanaskan dengan
oven sehingga enamel meleleh dan dengan demikian melapisi perangkat.
Untuk keperluan pelapisan ini, koefisien muai panjang enamel
harus diusahakan sama dengan muai panjang perangkat yang dilapisi.
Komponen elamen untuk pelapisan resistor tabung (kaca boron-timah
hitam dengan mangan peroksida) adalah sangat sederhana yaitu : 27%
PbO, 70% H3BO3 dan 3% MnO2. Titik lebur enamel 600oC. Enamel
akan hilang warnanya dan sebagian akan melarut jika direndam dalam air
dalam waktu yang lama. Untuk menambah ketahanan enamel terhadap air
dan panas biasanya ditambahkan pasir kuarsa. Sedangkan untuk
menambahkan kemampuan lekatnya, enamel yang digunakan untuk
melapisi baja atau besi tulang, ditambah Ni dan Co.
5. Fiber Optic (Serat optik) adalah saluran transmisi yang terbuat dari kaca
atau plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari
suatu tempat ke tempat lain. Cahaya yang ada di dalam serat optik sulit
keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari
udara. Sumber cahaya yang digunakan adalah laser karena laser
mempunyai spektrum yang sangat sempit. Serat optik terdiri dari 2 bagian,
yaitu cladding dan core. Cladding adalah selubung dari core. Cladding
mempunyai indek bias lebih rendah dari pada core akan memantulkan
kembali cahaya yang mengarah keluar dari core kembali kedalam core
lagi.
6. Bahan Kerajinan tangan merupakan olahan kaca yang dipanaskan dengan
tingkat suhu tertentu. Biasanya kaca kaca pada kendaraan atau pada
mebel bisa diolah menjadi kerajinan kaca ini. Misalkan kerajinan lampu,
aquarium, vas bunga, asbak, dll. Tahap pembuatannya adalah dengan cara
mengumpulkan beberapa pecahan kaca yang sudah di tampung, kemudian
dipanaskan dalam suhu lebih dari 200
o
C kemudian dibentuk dengan alat
khusus atau di cetak sesuai keinginan.

BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Dari makalah yang kami buat, kami menyimpulkan bahwa:
1. Kaca merupakan bahan yang tidak mudah untuk korosif atau
melebur.
2. Limbah kaca dapat didaur ulang menjadi:
a. Bahan Kerajinan tangan
b. Fiber Optic (Serat optik)
c. Pelapisan logam.
d. Untuk membuat berbagai isolator.
e. Untuk bahan dielektrik pada kapasitor.
f. Pembuatan bola lampu, tabung elektronik, penyangga filament.
B. SARAN
Limbah merupakan hal yang sangat berbahaya, tapi jika kita
mampu mengolahnya. Limbah bisa menjadi peluang usaha untuk
mengurangi pengaguran dan menimbulkan kreatifitas dari masyarakat.
Selain itu pencemaran lingkungan juga jadi terkurangi oleh karena semua
orang mengelola limbah menjadi lebih bermanfaat.
DAFTAR PUSTAKA
http://galau-bro.blogspot.com/2013/04/pengertian-limbah-dan-polusi-
dampak.html diakses tanggal 11 November 2013
http://pengelolaanlimbah.wordpress.com/category/d-daur-ulang-dan-
pemanfaatan-ulang-limbah/ diakses tanggal 11 November 2013
http://sulaimantap.wordpress.com/2011/03/04/jenis-jenis-limbah/
diakses tanggal 11 November 2013
http://prada-na.blogspot.com/2013/01/makalah-pengertian-dan-aplikasi-
kaca.html diakses tanggal 11 November 2013