Anda di halaman 1dari 25

PRESENTASI KASUS

KISTOMA OVARII

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Mengikuti Ujian Kepaniteraan Klinik
Bagian Ilmu Kebidanan dan Kandungan
RSUD Panembahan Senopati Bantul










Dosen Pembimbing :
dr. Bambang Basuki, Sp.OG

Disusun Oleh :
Devi Suryandari
20090310142

SMF ILMU KEBIDANAN DAN KANDUNGAN
RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL

2013-2014
HALAMAN PENGESAHAN PRESUS

KISTOMA OVARII





Disusun oleh :
Devi Suryandari
20090310142



Yogyakarta, 18 Januari 2014





Disetujui oleh :
Dokter Pembimbing,


dr. Bambang Basuki, Sp.OG
A. Definisi
Kistoma ovari merupakan suatu tumor, baik yang kecil maupun yang besar,
kistik atau padat, jinak atau ganas. Definisi kista adalah pertumbuhan abnormal
berupa kantung (pocket, pouch) yang tumbuh abnormal dibagian tubuh
tertentu. Kista ada yang berisi udara, cairan, nanah, atau bahan-bahan lain.
Sedangkan Kista Ovarium adalah suatu kantung yang berisi cairan atau materi
semisolid yang tumbuh pada atau sekitar ovarium.
Kista ovarium sering terjadi pada wanita di masa reproduksinya. Sebagian
besar kista terbentuk karena perubahan kadar hormon yang terjadi selama siklus haid,
produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium.

B. Klasifikasi
Terdapat berbagai macam tumor yang dapat timbul pada ovarium. Ada
yang neoplastik dan nonneoplastik. Beberapa di antara tumor neoplastik
bersifat jinak (noncancerous) dan tidak pernah menyebar di luar ovarium.
Tipe lainnya adalah maligna atau ganas (cancerous) dan dapat menyebar ke
bagian-bagian tubuh lainnya. Selanjutnya tumor neoplastik yang bersifat jinak
dapat dibagi menjadi tumor kistik dan tumor solid. Pada umumnya, tumor
ovarium dinamai sesuai dengan asal macam sel tumor dan berdasarkan ganas
tidaknya tumor.
Terdapat tiga tipe utama dari tumor ovarium yaitu tumor sel epitel
permukaan ovarium (epithelial tumors), dimulai dari sel yang melindungi
permukaan luar ovarium; tumor sel benih (germ cell tumors), dimulai dari
sel yang menghasilkan ovum dan tumor sel stroma (sex cord stromal
tumors).
Ada beberapa macam jenis kista ovarium, yaitu kista fungsional,
adalah kista ovarium yang paling banyak dijumpai. Jenisnya kista folikel dan
kista lutein, keduanya dapat hilang dengan sendirinya. Kista dermoid, adalah
jenis kista ovarium yang dapat berasal dari jaringan ektoderm, mesoderm,
bahkan endoderm, sehingga dapat berisi jaringan lemak, rambut, gigi, tulang,
dan kulit. Endometrioma disebut juga kista coklat, termasuk endometriosis
eksterna, yaitu adanya jaringan endometrium yang tumbuh pada ovarium.
Adanya kista ini sangat mempengaruhi fertilitas seseorang. Kista multipel,
biasanya terdapat pada wanita yang menstruasinya bersifat an-ovulasi, yang
paling sering adalah sindroma ovarium polikistik.

Tumor Ovarium Nonneoplastik
1. Kista Fungsional
Ini merupakan jenis kista ovarium yang paling banyak ditemukan. Kista
ini berasal dari sel telur dan korpus luteum, terjadi bersamaan dengan siklus
menstruasi yang normal.
Kista fungsional akan tumbuh setiap bulan dan akan pecah pada masa
subur, untuk melepaskan sel telur yang pada waktunya siap dibuahi oleh sperma.
Setelah pecah, kista fungsional akan menjadi kista folikuler dan akan hilang saat
menstruasi.
Kista fungsional terdiri dari: kista folikel dan kista korpus luteum.
Keduanya tidak mengganggu, tidak menimbulkan gejala dan dapat menghilang
sendiri dalam waktu 6-8 minggu (2-3 siklus haid). Terdapat 2 macam kista
fungsional: kista folikular dan kista korpus luteum.


Kista Folikular
Folikel sebagai penyimpan sel telur akan mengeluarkan sel telur
pada saat ovulasi bilamana ada rangsangan LH (Luteinizing Hormone).
Pengeluaran hormon ini diatur oleh kelenjar hipofisis di otak. Bilamana
semuanya berjalan lancar, sel telur akan dilepaskan dan mulai perjalannya
ke saluran telur (tuba falloppi) untuk dibuahi. Kista folikuler terbentuk jika
lonjakan LH tidak terjadi dan reaksi rantai ovulasi tidak dimulai, sehingga
folikel tidak pecah atau melepaskan sel telur, dan bahkan folikel tumbuh
terus hingga menjadi sebuah kista. Kista folikuler biasanya tidak
berbahaya, jarang menimbulkan nyeri dan sering hilang dengan sendirinya
antara 2-3 siklus haid.
Kista Korpus Luteum
Bilamana lonjakan LH terjadi dan sel telur dilepaskan, rantai
peristiwa lain dimulai. Folikel kemudian bereaksi terhadap LH dengan
menghasilkan hormon estrogen dan progesteron dalam jumlah besar
sebagai persiapan untuk pembuahan. Perubahan dalam folikel ini disebut
korpus luteum. Tetapi, kadangkala setelah sel telur dilepaskan, lubang
keluarnya tertutup dan jaringan-jaringan mengumpul di dalamnya,
menyebabkan korpus luteum membesar dan menjadi kista. Meski kista ini
biasanya hilang dengan sendiri dalam beberapa minggu, tetapi kista ini
dapat tumbuh hingga 4 inchi (10 cm) diameternya dan berpotensi untuk
berdarah dengan sendirinya atau mendesak ovarium yang menyebabkan
nyeri panggul atau perut. Jika kista ini berisi darah, kista dapat pecah dan
menyebabkan perdarahan internal dan nyeri tajam yang tiba-tiba.

2. Kista Endometriosis
Kista yang terbentuk dari jaringan endometriosis (jaringan mirip dengan
selaput dinding rahim yang tumbuh di luar rahim) menempel di ovarium dan
berkembang menjadi kista. Kista ini berkembang bersamaan dengan tumbuhnya
lapisan endometrium setiap bulan sehingga menimbulkan nyeri hebat, terutama
saat menstruasi dan infertilitas. Kista ini sering disebut juga sebagai kista coklat
endometriosis karena berisi darah coklat-kemerahan. Kista ini berhubungan
dengan penyakit endometriosis yang menimbulkan nyeri haid dan nyeri
sanggama.
Kista endometriosis mengganggu kesuburan karena secara mekanik dapat
mengakibatkan perlengketan yang menyebabkan proses ovum pick-up (lepasnya
sel telur yang telah matang), sehingga sulit ditangkap fimbriea (ujung tuba
fallopi). Akibatnya, pembuahan sulit terjadi. Secara imunologis, kesuburan juga
terhambat, karena timbulnya reaksi-reaksi kekebalan yang mengganggu fungsi sel
telur, sperma, dan embrio secara alami.

3. Kistadenoma
Kista yang berkembang dari sel-sel pada lapisan luar permukaan ovarium,
biasanya bersifat jinak. Kistasenoma dapat tumbuh menjadi besar dan
mengganggu organ perut lainnya dan menimbulkan nyeri.

4. Polikistik Ovarium
Merupakan kista yang terjadi karena kista tidak dapat pecah dan
melepaskan sel telur secara kontinyu. Biasanya terjadi setiap bulan. Ovarium akan
membesar karena bertumpuknya kista ini. Ovarium berisi banyak kista yang
terbentuk dari bangunan kista folikel yang menyebabkan ovarium menebal. Ini
berhubungan dengan penyakit sindrom polikistik ovarium yang disebabkan oleh
gangguan hormonal, terutama hormon androgen yang berlebihan. Kista ini
membuat ovarium membesar dan menciptakan lapisan luar tebal yang dapat
menghalangi terjadinya ovulasi, sehingga sering menimbulkan masalah
infertilitas.
Untuk kista polikistik ovarium yang menetap (persisten), operasi harus
dilakukan untuk mengangkat kista tersebut agar tidak menimbulkan gangguan dan
rasa sakit.

5. Kista Lutein
Merupakan kista yang sering terjadi saat kehamilan. Beberapa tipe kista
lutein antara lain:
a) Kista Granulosa Lutein
Merupakan kista yang terjadi di dalam korpus luteum ovarium yang
fungsional. Kista yang timbul pada permulaan kehamilan ini dapat membesar
akibat dari penimbunan darah yang berlebihan saat menstruasi dan bukan
akibat dari tumor. Diameternya yang mencapai 5-6 cm menyebabkan rasa
tidak enak di daerah panggul. Jika pecah, akan terjadi perdarahan di rongga
perut.
Pada wanita yang tidak hamil, kista ini menyebabkan menstruasi
terlambat, diikuti perdarahan yang tidak teratur.


b) Kista Theca Lutein
Merupakan kista yang berisi cairan bening dan berwarna seperti
jerami. Timbulnya kista ini berkaitan dengan tumor ovarium dan terapi
hormon.

6. Kista Stein-Leventhal
Pada kista ini ovarium tampak pucat, membesar 2-3 kali, polikistik, dan
permukannya licin. Kapsul ovarium menebal. Diperkirakan disebabkan oleh
gangguan keseimbangan hormonal. Umumnya pada penderita terdapat ganggguan
ovulasi. Gejala gangguan hormonal dapat berupa infertilitas, amenorea atau
oligomenorea sekunder, kadang agak gemuk, seringkali hirsutisme tanpa
maskulinisasi dengan kedua ovarium membesar.

Tumor Ovarium Neoplastik Jinak
1. Kista Dermoid
Kista ovarium yang berisi ragam jenis jaringan misal rambut, kuku, kulit,
gigi, lemak dan lainnya. Kista ini dapat terjadi sejak masih kecil, bahkan mungkin
sudah dibawa dalam kandungan ibunya. Kista ini dapat ditemukan di kedua
bagian indung telur. Biasanya berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala.
Berasal dari elemen ektodermal sehingga sel-selnya mirip kulit, yaitu sel epitel
gepeng, tampak pula folikel rambut, kelenjar keringat, kadang-kadang elemen
tulang. Potensi kista dermoid menjadi ganas relatif kecil, cuma sekitar 1-3%.



2. Kistoma Ovarii Simpleks
Kista yang mempunyai permukaan rata dan halus, biasanya
bertangkai,sering kali bilateral dan dapat menjadi besar. Dinding kista tipis dan
cairan di dalam kista jernih, serous, dan berwarna kuning, pada dinding kista
tampak lapisan epitel kubik. Dengan adanya tangkai, dapat terjadi torsi (putaran
tangkai dengan gejala-gejala yang mendadak. Diduga bahwa kista ini jenis
kistadenoma serosum yang kehilangan epitel kelenjarnya berhubungan dengan
tekanan cairan dalam kista. Terapinya terdiri dari pengangkatan kista dengan
reseksi ovarium, dan jaringannya harus segera diperiksa secara histologist untuk
mengetahui adanya keganasan atau tidak.

3. Kistadenoma Ovarii Musinosum
Asal tumor ini belum diketahui dengan pasti. Menurut meyer, ia mungkin
berasal dari suatu teratoma dimana dalam pertumbuhannya satu elemen
mengalahkan elemen-elemen lain. Ada juga penulis yang berpendapat bahwa
tumor ini berasal dari epitel germinativum. Tumor ini terbanyak ditemukan
bersama-sama dengan kistadenoma ovarii serosum. Kedua tumor merupakan kira-
kira 60% dari seluruh ovarium, sedangkan kistadenoma ovarii musinosum
merupakan 40% dari seluruh kelompok neoplasma ovarium. Paling sering
ditemukan pada wanita usia 20-50 tahun, dan jarang sekali pada masa prapubertas.

4. Kistadenoma Ovarii Serosum
Pada umumnya penulis berpendapat bahwa kista ini berasal dari epitel
permukaan ovarium (germinal ovarium), kista ini ditemukan dalam frekuensi
yang hampir sama dengan kistadenoma ovarii musinosum dan dijumpai pada
golongan umur yang sama. Pada umumnya kista jenis ini tidak mencapai ukuran
yang amat dibandingkan dengan kistadenoma musinosum. Permukaan tumor
biasanya licin, tapi dapat pula berbenjol-benjol, warna kista putih keabu-abuan.
Ciri khas kista ini adalah potensi pertumbuhan papiler ke dalam rongga kista
sebesar 50% dan keluar permukaan kista sebedar 5%. Isi kista cair, kuning dan
kadang-kadang coklat karena bercampur darah. Tidak jarang kistanya sendiri
kecil, tetapi permukaannya penuh dengan pertumbuhan papiler (solid papiloma).
Dilaporkan bahwa 30%-35% dari kistadenoma serosum mengalami perubahan
keganasan.

C. Patofisiologi
Setiap hari, ovarium normal akan membentuk beberapa kista kecil yang
disebut Folikel de Graff. Pada pertengahan siklus, folikel dominan dengan
diameter lebih dari 2.8 cm akan melepaskan oosit mature. Folikel yang
rupture akan menjadi korpus luteum, yang pada saat matang memiliki struktur
1,5 2 cm dengan kista ditengah-tengah. Bila tidak terjadi fertilisasi pada
oosit, korpus luteum akan mengalami fibrosis dan pengerutan secara
progresif. Namun bila terjadi fertilisasi, korpus luteum mula-mula akan
membesar kemudian secara gradual akan mengecil selama kehamilan. Kista
ovari yang berasal dari proses ovulasi normal disebut kista fungsional dan
selalu jinak. Kista dapat berupa folikular dan luteal yang kadang-kadang
disebut kista theca-lutein. Kista tersebut dapat distimulasi oleh gonadotropin,
termasuk FSH dan HCG. Kista fungsional multiple dapat terbentuk karena
stimulasi gonadotropin atau sensitivitas terhadap gonadotropin yang berlebih.
Pada neoplasia tropoblastik gestasional (hydatidiform mole dan
choriocarcinoma) dan kadang-kadang pada kehamilan multiple dengan
diabetes, HCg menyebabkan kondisi yang disebut hiperreaktif lutein. Pasien
dalam terapi infertilitas, induksi ovulasi dengan menggunakan gonadotropin
(FSH dan LH) atau terkadang clomiphene citrate, dapat menyebabkan sindrom
hiperstimulasi ovari, terutama bila disertai dengan pemberian HCG. Kista
neoplasia dapat tumbuh dari proliferasi sel yang berlebih dan tidak terkontrol
dalam ovarium serta dapat bersifat ganas atau jinak. Neoplasia yang ganas
dapat berasal dari semua jenis sel dan jaringan ovarium. Sejauh ini, keganasan
paling sering berasal dari epitel permukaan (mesotelium) dan sebagian besar
lesi kistik parsial. Jenis kista jinak yang serupa dengan keganasan ini adalah
kistadenoma serosa dan mucinous. Tumor ovari ganas yang lain dapat terdiri
dari area kistik, termasuk jenis ini adalah tumor sel granulosa dari sex cord
sel dan germ cell tumor dari germ sel primordial. Teratoma berasal dari
tumor germ sel yang berisi elemen dari 3 lapisan germinal embrional;
ektodermal, endodermal, dan mesodermal.
Endometrioma adalah kista berisi darah dari endometrium ektopik.
Pada sindroma ovary pilokistik, ovarium biasanya terdiri folikel -folikel
dengan multipel kistik berdiameter 2-5 mm, seperti terlihat dalam sonogram.
Banyak tumor tidak menunjukkan gejala dan tanda terutama tumor
ovarium yang kecil. Sebagian besar gejala dan tanda yaitu akibat dari
pertumbuhan, aktivitas endokrin dan komplikasi tumor.
1. Akibat pertumbuhan
Adanya tumor di dalam perut bagian bawah bisa menyebabkan
pembenjolan perut. Tekanan terhadap alat -alat di sekitarnya disebabkan
oleh besarnya tumor atau posisinya dalam perut. Apabila tumor mendesak
kandung kemih dan dapat menimbulkan gangguan miksi, sedangkan kista
yang lebih besar tetapi terletak bebas di rongga perut kadang-kadang
hanya menimbulkan rasa berat dalam peut serta dapat juga mengakibatkan
obstipasi , edema pada tungkai.
2. Akibat aktivitas hormonal
Tumor ovarium tidak mengubah pola haid kecuali jika tumor itu sendiri
mengeluarkan hormone,
3. Akibat komplikasi
a. Perdarahan ke dalam kista
Biasanya terjadi sedikit-sedikit sehingga berangsur-angsur
menyebabkan pembesaran luka dan hanya menimbulkan gejala-gejala
klinik yang minimal. Akan tetapi kalau perdarahan terjadi dalam
jumlah yang banyak akan menimbulkan nyeri di perut.
b. Putaran tangkai
Terjadi pada tumor bertangkai dengan diameter 5cm atau lebih. Adanya
putaran tangkai menimbulkan tarikan melalui ligamentum
infundibulopelvikum terhadap peritoneum parietal dan ini
menimbulkan rasa sakit.
c. Infeksi pada tumor
Terjadi jika di dekat tumor ada sumber kuman pathogen. Kista dermoid
cenderung mengalami peradangan disusul penanahan.
d. Robek dinding kista
Terjadi pada torsi tangkai, akan tetapi dapat pula sebagai akibat
trauma, seperti jatuh atau pukulan pada perut dan lebih sering pada saat
persetubuhan. Jika robekan kista disertai hemoragi yang timbul secara
akut, maka perdarahan bebas berlangsung ke uterus ke dalam rongga
peritoneum dan menimbulkan rasa nyeri terus menerus disertai tanda-
tanda abdomen akut.
e. Perubahan keganasan
Setelah tumor diangkat perlu dilakukan pemeriksaan mikroskopis yang
seksama terhadap kemungkinan perubahan keganasan. Adanya asites
dalam hal ini mencurigakan. Kista dermoid adalah tumor yang diduga
berasal dari bagian ovum yang normalnya menghilang saat maturasi.
Asalnya tidak teridentifikasi dan terdiri atas sel -sel embrional yang
tidak berdiferensiasi. Kista ini tumbuh dengan lambat dan ditemukan
selama pembedahan yang mengandung materialsebasea kental,
berwarna kuning yang timbul dari lapisan kulit. Kista dermoid hanya
merupakan satu tipe lesi yang dapat terjadi. Banyak tipe lainnya dapat
terjadi dan pengobatannya tergantung pada tipenya.

D. Gejala dan tanda
Kebanyakan wanita dengan tumor ovarium tidak menimbulkan gejala
dalam waktu yang lama. Gejala umumnya sangat bervariasi dan tidak
spesifik. Sebagian gejala dan tanda adalah akibat dari pertumbuhan, aktivitas
endokrin, atau komplikasi tumor tersebut. Pada stadium awal dapat berupa
gangguan haid. Jika tumor sudah menekan rektum atau kandung kemih
mungkin terjadi konstipasi atau sering berkemih. Dapat juga terjadi
peregangan atau penekanan daerah panggul yang menyebabkan nyeri spontan
atau nyeri pada saat bersenggama. Pada stadium lanjut gejala yang terjadi
berhubungan dengan adanya asites (penimbunan cairan dalam rongga perut),
penyebaran ke omentum (lemak perut), dan organ-organ di dalam rongga
perut lainnya seperti usus-usus dan hati. Perut membuncit, kembung, mual,
gangguan nafsu makan, gangguan buang air besar dan buang air kecil.
Penumpukan cairan bisa juga terjadi pada rongga dada akibat penyebaran
penyakit ke rongga dada yang mengakibatkan penderita sangat merasa sesak
napas.

E. Diagnosa
Apabila pada pemeriksaan ditemukan tumor di rongga perut bagian
bawah dan atau di rongga panggul, maka setelah diteliti sifat-sifatnya
(besarnya, lokalisasi, permukaan, konsistensi, apakah dapat digerakkan atau
tidak), perlulah ditentukan jenis tumor tersebut. Pada tumor ovarium biasanya
uterus dapat diraba tersendiri, terpisah dari tumor. Jika tumor ovarium
terletak di garis tengah dalam rongga perut bagian bawah dan tumor itu
konsistensinya kistik, perlu dipikirkan adanya kehamilan atau kandung kemih
penuh, sehingga pada anamnesis perlulah lebih cermat dan disertai
pemeriksaan tambahan. Di negara-negara berkembang, karena tidak segera
dioperasi tumor ovarium bisa menjadi besar, sehingga mengisi seluruh
rongga perut. Dalam hal ini kadang-kadang sukar untuk menentukan apakah
pembesaran perut disebabkan oleh tumor atau ascites, akan tetapi dengan
pemeriksaan yang dilakukan dengan teliti, kesukaran ini biasanya dapat
diatasi. Apabila sudah ditentukan bahwa tumor yang ditemukan ialah tumor
ovarium, maka perlu diketahui apakah tumor itu bersifat neoplastik atau
nonneoplastik. Tumor nonneoplastik akibat peradangan umumnya dalam
anamnesis menunjukkan gejala-gejala ke arah peradangan genital, dan pada
pemeriksaan tumor-tumor akibat peradangan tidak dapat digerakkan karena
perlengketan. Kista nonneoplastik umumnya tidak menjadi besar, dan
diantaranya pada suatu waktu biasanya menghilang sendiri.

F. Pemeriksaan Penunjang
Beberapa cara yang dapat digunakan untuk membantu menegakkan
diagnosis adalah:
1. Laparaskopi
Pemeriksaan ini sangat berguna untuk mengetahui apakah sebuah
tumor berasal dari ovarium atau tidak, serta untuk menentukan sifat -sifat
tumor itu.

2. Ultrasonografi
Dengan pemeriksaan ini dapat ditentukan letak dan batas tumor,
apakah tumor berasal dari uterus, ovarium, atau kandung kencing, apakah
tumor kistik atau solid, dan dapat pula dibedakan antara cairan dalam
rongga perut yang bebas dan yang tidak.
3. Foto Rontgen
Pemeriksaan ini berguna untuk menentukan adanya hidrotoraks.
Selanjutnya, pada kista dermoid kadang-kadang dapat dilihat adanya gigi
dalam tumor.
4. Parasintesis
Pungsi ascites berguna untuk menentukan sebab ascites. Perlu
diperhatikan bahwa tindakan tersebut dapat mencemarkan kavum peritonei
dengan isi kista bila dinding kista tertusuk.

G. Penanganan
Prinsip bahwa tumor ovarium neoplastik memerlukan operasi dan
tumor nonneoplastik tidak, jika menghadapi tumor ovarium yang tidak
memberikan gejala/keluhan pada penderita dan yang besarnya tidak melebihi
5 cm diameternya, kemungkinan besar tumor tersebut adalah kista folikel atau
kista korpus luteum. Tidak jarang tumor tersebut mengalami pengecilan
secara spontan dan menghilang, sehingga perlu diambil sikap untuk
menunggu selama 2-3 bulan, jika selama waktu observasi dilihat peningkatan
dalam pertumbuhan tumor tersebut, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa
kemungkinan tumor besar itu bersifat neoplastik dan dapat dipertimbangkan
untuk pengobatan operatif. Tindakan operasi pada tumor ovarium neoplastik
yang tidak ganas ialah pengangkatan tumor dengan mengadakan reseksi pada
bagian ovarium yang mengandung tumor, akan tetapi jika tumornya besar atau
ada komplikasi perlu dilakukan pengangkatan ovarium, biasanya disertai
dengan pengangkatan tuba (salphyngoooforektomi). Jika terdapat keganasan
operasi yang lebih tepat ialah histerektomi dan salphyngoooforektomi
bilateral. Akan tetapi pada wanita muda yang masih ingin mendapat keturunan
dan dengan tingkat keganasan tumor yang rendah, dapat
dipertanggungjawabkan untuk mengambil resiko dengan melakukan operasi
yang tidak seberapa radial.

H. Komplikasi
Kista ovarium tidak berbahaya selama kondisi jinak, tetapi kista dapat
membesar yang menyebabkan nyeri di bagian perut. Pada beberapa kasus penyakit ini
dapat menggangu produksi hormon-hormon dari ovarium dan menghasilkan
perdarahan iregular dari vagina dan peningkatan rambut tubuh. Jika kista atau tumor
membesar dan menekan kandung kemih, akan berkemih lebih sering karena kapasitas
kandung kemih berkurang. Kista ovarium dapat berbahaya bilamana kista berubah
menjadi ganas. Perubahan kearah keganasan dapat terjadi di sebagian kecil
persentase kista dermoid dan endometrioma. Kista terpuntir akan menimbulkan rasa
sakit yang sangat dan memerlukan tindakan darurat.
Kesulitan hamil karena adanya jaringan endometrium diluar rahim, semisal
disaluran tuba akan mengakibatkan saluran tersebut lengket dan menghalangi
bertemunya sperma dan ovum, sehingga terjadi infertilitas atau susah mendapat
keturunan.
Secara sistematis dapat disebutkan bahwa komplikasi kistoma ovarium adalah:
1. Supurasi
2. Degenerasi
3. Malignansi
4. Torsi
5. Hemoragik
6. Ruptur

I. Prognosis
Prognosis dari kista jinak sangat baik. Kista jinak tersebut dapat
tumbuh di jaringan sisa ovarium atau di ovarium kontralateral. Kematian
disebabkan karena karsinoma ovari ganas berhubungan dengan stadium saat
terdiagnosis pertama kali dan pasien dengan keganasan ini sering ditemukan
sudah dalam stadium akhir. Angka harapan hidup dalam 5 tahun rata-rata
41.6%, bervariasi antara 86.9% untuk stadium FIGO Ia dan 11.1% untuk
stadium IV. Tumor sel granuloma memiliki angka bertahan hidup 82%
sedangakan karsinoma sel skuamosa yang berasal dari kista dermoid
berkaitan dengan prognosis yang buruk. Sebagian besar tumor sel germinal
yang terdiagnosis pada stadium awal memiliki prognosis yang sangat baik.
Disgerminoma dengan stadium lanjut berkaitan dengan prognosis yang lebih
baik dibandingkan germinal sel tumor nondisgerminoma. Tumor yang lebih
tidak agresif dengan potensi keganasan yang rendah mempunyai sifat yang
lebih jinak tetapi tetap berhubungan dengan angka kematian yang tinggi.
Secara keseluruhan angka bertahan hidup selama 5 tahun adalah 86.2%.

KASUS

1. IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. F
Umur : 35 tahun
Agama : Islam
Alamat : Bantul
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Tanggal Masuk RS : 7 Desember 2013

2. ANAMNESIS
Keluhan Utama : Ada benjolan di perut sejak 3 bulan yang lalu
Keluhan Tambahan : Nyeri pada benjolan
Riwayat Penyakit Sekarang : P1A0 datang dengan keluhan perut membesar, mulai
dirasakan sejak 3 bulan yang lalu, nyeri, menstruasi
teratur setiap bulan, pasien kontrol berobat ke
poliklinik kandungan RSPS, dikatakan tumor padat
ovarium, lalu dipondokkan.
Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien tidak pernah menderita keluhan yang serupa
sebelumnya seperti sekarang. Riwayat penyakit
jantung, asma, diabetes, hipertensi, disangkal.
Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit
dan keluhan yang sama. Riwayat penyakit jantung,
asma, diabetes, hipertensi dalam keluarga disangkal.

Riwayat Haid
Menarche : 12 tahun
Lama Haid : 7 hari
Siklus Haid : 28 hari
Disertai Rasa Sakit : Tidak
HPMT : 30 November 2012
Riwayat Perkawinan : Menikah 1 kali, selama 3 tahun
Riwayat Obstetri : P1A0Ah1
Perempuan, 2 tahun, lahir di PKU Bantul, ditolong
dokter, SC a/i placenta previa totalis, sehat.
Riwayat Ginekologi
Keluarga Berencana (KB) : 1 bulan, suntik.
Keputihan : -
Riwayat Operasi : SC

3. PEMERIKSAAN FISIK
Tanggal 7 Desember 2013
Status Generalisata
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Compos Mentis
Tanda Vital
TD : 120/80 mmHg
N : 82 x/menit
RR : 24 x/menit
T : 36.8 C
Kulit : Turgor dan elastisitas baik, ujud kelainan kulit (-)
Kepala : Normocephal
Mata : Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)
Telinga : Sekret (-/-)
Hidung : Sekret (-/-)
Mulut : Bibir sianosis (-), lidah kotor (-), lidah tremor (-)
Leher : JVP tidak meningkat, pembesaran limfanodi (-), tiroid (-)
Dada : Simetris, ketinggalan gerak (-)
Jantung
S1 dan S2 tunggal, regular, tidak ada bising
jantung
Paru
Suara dasar vesikular, suara tambahan ronkhi (-
/-), wheezing (-/-)
Perut : Supel, nyeri tekan (-), terdapat benjolan dengan
konsistensi kistik, permukaan licin, batas atas sepusat,
batas bawah tidak masuk panggul, mobile
Anggota Gerak : Akral hangat

Status Ginekologi
Inspekulo : VU tenang, dinding vagina DBN, portio utuh, mecucu,
OUE tertutup, darah (-), discharge (-)
Pemeriksaan Dalam : Vulva uretra tenang, dinding vagina licin, portio
seukuran jempol, kenyal, mecucu, tidak rapuh, nyeri
goyang portio (+), cervix tertarik ke kanan oleh massa
tumor, teraba massa tumor, mobile, kistik, parametrium
kanan kiri lemas, uterus sebesar telur ayam

4. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan Laboratorium tanggal 7 Desember 2013
Hb : 13.6 gr% (12-16)
AL : 12.9 ribu/uL (4-10)
AT : 290 ribu/uL (150-450)
Hmt : 39.5 % (36-46)
Gol. Darah : O
PPT : 12.9 detik (12-16)
APTT : 31.0 detik (28-38)
Control PPT : 13.8 detik (11-16)
Control APTT: 32.3 detik (25-35)
GDS : 102 mg/dl (<200)
SGOT : 17 U/L ( <31)
SGPT : 16 U/L (<31)
Ureum : 19 mg/dl (17-43)
Creatinin : 0.39 mg/dl (0.6-1.1)
Natrium : 137.1 mmol/L (135-148)
Kalium : 3.99 mmol/L (3.5-5.3)
Clorida : 109.3 mmol/L (98-107)
HbsAg : Negatif

USG : Tampak kistoma ovarii ukuran 9 x 7.5 cm
Ro. Thorax : Cor dan pulmo dalam batas normal

5. DIAGNOSIS
Kistoma ovarii

6. TERAPI
Rencana kistektomi (tgl 9 des 2013)
Persiapan operasi

7. FOLLOW UP
9 Desember 2013
KU : Baik, CM, tidak anemis
TD : 120/80 mmHg
N : 84 x/menit
RR : 24 x/menit
T : 37 C
Keluhan : -
Dx : Post kistektomi dextra a/i kistoma ovarii, P1A0 H0
Tx : Awasi KU, VS, dan tanda perdarahan
Makan dan minum bertahap
IVFD RL 20 tpm
Injeksi ceftriaxone 2x1 gr
Injeksi ketorolac 3x30 mg


10 Desember 2013
KU : Baik, CM, tidak anemis
TD : 120/80 mmHg
N : 84 x/menit
RR : 24 x/menit
T : 36.7 C
Keluhan : -
Dx : Post kistektomi dextra a/i kistoma ovarii, P1A0, H1
Tx : Awasi KU, VS, dan tanda perdarahan
Makan dan minum bertahap
IVFD RL 20 tpm
Injeksi ceftriaxone 2x1 gr
Injeksi ketorolac 3x30 mg

11 Desember 2013
KU : Baik, CM, tidak anemis
TD : 120/80 mmHg
N : 78 x/menit
RR : 21 x/menit
T : 37 C
Keluhan : -
Dx : Post kistektomi dextra a/i kistoma ovarii, P1A0, H2
Tx : Awasi KU, VS, dan tanda perdarahan
Makan dan minum biasa
IVFD RL 20 tpm
Injeksi ceftriaxone 2x1 gr
Injeksi ketorolac 3x30 mg

12 Desember 2013
KU : Baik, CM, tidak anemis
TD : 120/80 mmHg
N : 78 x/menit
RR : 21 x/menit
T : 37 C
Keluhan : -
Dx : Post kistektomi dextra a/i kistoma ovarii, P1A0, H3
Tx : Amoxicilin 3x500 mg
Asam Mefenamat 3x500 mg
Sulfas Ferous 2x1 tab
Vit. C 2x1 tab
Vit. B-Complex 2x1 tab
BLPL