Anda di halaman 1dari 3

Mekanisme berkeringat pada malam hari

Berkeringat pada malam hari atau yang dikenal dengan nocturnal hiperhidrosis
merupakan suatu kondisi umum yang sering dialami banyak orang pada keadaan
normal. Berkeringat pada malam hari pada kondisi normal dapat terjadi karena
keadaan suhu lingkungan yang sedang naik, setelah mengkonsumsi alkohol, merokok,
atau bahkan terjadi setelah makan pada malam hari karena metabolisme tubuh yang
meningkat.
Namun berkeringat pada malam hari juga dapat menandakan adanya suatu kelainan
medis yang perlu diwaspadai. Yang membedakan berkeringat pada malam hari karean
kondisi normal dengan karena adanya suatu gangguan adalah munculnya hot flushes
atau sengatan panas. Sengatan panas ini terjadi karena adanya suatu gangguan pada
tubuh, dan waktu munculnya bisa sangat sebentar sekitar 30 detik, atau bahkan sangat
lama sampai sepanjang malam. Hal-hal pada kelainan medis yang dapat
mengakibatkan keringat berlebihan pada malam hari adalah sebagai berikut:
1. Menopause.
Dapat terjadi pada proses mulai terjadinya menopause. Yang bersangkutan akan
merasakan mulai dari perasaan panas sampai ada yang bermandikan keringat saat
tidur. Ini terjadi karena ketidakseimbangan hormon dan fluktuasi hormon estrogen
dalam tubuh wanita saat sudah mulai menopause.
2. Infeksi.
Yang paling klasik adalah TBC. Keringat malam merupakan suatu tanda utama
seseorang mungkin terinfeksi oleh kuman TBC. Mekanismenya terjadi saat kuman
TB masuk ke dalam tubuh. Lalu sistem imun tubuh akan merespon dengan
memanggil makrofag yang ada pada peredaran darah untuk menuju ke sumber infeksi.
Di tempat itu, makrofag akan mengelilingi kuman dan memfagositnya. Dari
makrofag-makrofag yang telah menghancurkan kuman TB itu akan lisis sehingga
keluarlah TNF- dan mediator-mediator inflamasi lainnya. TNF- ini akan beredar di
dalam darah dan menuju ke hipotalamus untuk mengubah set point tubuh sehingga
tubuh menjadi demam. Karena set point tubuh meningkat, maka tubuh akan
mengkompensasinya dengan menggigil untuk menyamakan suhu tubuh dengan set
point. Pada infeksi kuman TB, set point yang meninggi hanya beberapa waktu saja
dan berlangsung sebentar. Saat set point kembali turun, maka tubuh yang telah
meninggikan suhunya harus mengkompesnsasinya lagi. Caranya adalah dengan
mengeluarkan panas tubuh melalui keringat. Namun, ada beberapa sumber lain yang
mengatakan bahwa berkeringat malam hari pada infeksi TB dikarenakan toksik yang
dikeluarkan oleh kuman TB membuat kelenjar sebasea tubuh menjadi hiperekskresi.
Tapi ada infeksi lain juga dapat menyebabkan keringat malam seperti endocarditis
(infeksi katup jantung), osteomyelitis (infeksi dalam tulang), atau terjadi abses (bisul
bernanah) pada kulit. Infeksi HIV Juga dapat menimbulkan keringat malam.
3. Obat-Obatan.
Beberapa obat-obatan yang sedang dikonsumsi dapat menimbulkan keringat malam.
Yang paling sering adalah obat-obatan penurun panas atau demam seperti
Paracetamol, ibuprofen, asetaminofen, dll. dapat menyebabkan keringat malam saat
demam tubuh mulai berkurang. Kemudian golongan antidepressant, yang terjadi pada
8-22% kasus. Selain dua kelompok obat di atas ada juga niacin (obat penurun lemak
darah), obat-obat diet, tamoxifen, hydralazine, nitroglycerine, beberapa golongan
steroid, kemudian sildenafil (yang biasa dengan merk Viagra); semuanya dapat
menyebabkan keringat malam.
4. Hypoglycemia.
Pada kondisi kadar gula darah yang sangat rendah dapat menimbulkan keringat dan
bila terjadi pada saat tidur malam hari, maka terjadilah keringat malam. Sering terjadi
pada orang dengan DM yang menggunakan insulin tapi kemudian terjadi
hypoglycemia.
5. Kelainan Hormonal.
Selain pada kasus menopause, kondisi masalah kelainan hormonal lain juga dapat
menyebabkan keringat malam. Kondisi tersebut antara lain hyperthyroid atau
meningkatnya fungsi kelenjar thyroid yang sampai dapat menyebabkan badai thyroid.
6. Kanker.
Keringat malam dapat merupakan gejala awal dari beberapa kasus kanker. Yang
paling utama dengan gejala awal keringat malam adalah lymphoma yang termasuk ke
dalam kanker ganas. Keringat malam yang merupakan tanda kanker biasa diikuti juga
oleh gejala lain seperti turunnya berat badan, lesu, dan sering menderita demam.
7. Kondisi Neurologis.
Merupakan penyebab keringat malam yang jarang. Kondisi tersebut di antaranya:
autonomic dysreflexia, post-traumatic syringomyelia, stroke, dan autonomic
neuropathy. Kondisi-kondisi ini tidak akan kita bahas di sini.


8. Idiopathic hyperhidrosis.
Suatu kondisi yang tidak diketahui penyebab medisnya di mana tubuh memproduksi
keringat yang sangat banyak. Biasanya juga disertai dengan kondisi yang hampir
sama saat siang hari dan terutama terjadi pada telapak tangan dan telapak kaki.

Anda mungkin juga menyukai