Anda di halaman 1dari 33

DIABETES MELLITUS

I. KONSEP DASAR
A. PENGERTIAN.
Adalah suatu penyakit kronik yang komplek disertai berbagai
kelainan metabolik akibat gangguan hormonal, yang menimbulkan
berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, saraf dan pembuluh
darah disertai lesi pada membran basalis dalam pemeriksaan dengan
membran elektron.
. ETI!"!GI.
Insulin #ependent #iabetes $elitus % I##$ & atau #iabetes $elitus
Tergantung Insulin % #$TI & disebabkan oleh destruksi sel pulau
langerhans akibat proses autoimun.
'edangkan Non Insulin #ependent #iabetes $ellitus % NI##$ &
atau #iabetes $elitus Tidak Tergantung Insulin % #$TTI &
disebabkan kegagalan relatif sel dan resistensi insulin.
Resistensi insulin adalah turunnya kemampuan insulin untuk
merangsang pengambilan glukosa oleh jaringan perifer dan untuk
menghambat produksi glukosa oleh hati.
'el tidak mampu mengimbangi resistensi insulin ini sepenuhnya,
artinya terjadi defesiensi relatif insulin. (etidakmampuan ini terlihat
dari berkurangnya sekresi insulin pada rangsangan glukosa,
maupun pada rangsangan glukosa bersama bahan perangsang
sekresi insulin lain. erarti sel pankreas mengalami desensitisasi
terhadap glukosa.
). PAT!*I'I!"!GI.
#alam proses pen+ernaan yang normal, karbohidrat dari makanan
diubah menjadi glukosa, yang berguna sebagai bahan bakar atau
energi bagi tubuh manusia. ,ormon insulin mengubah glukosa
dalam darah menjadi energi yang digunakan sel. -ika kebutuhan
energi telah men+ukupi, kebutuhan glukosa disimpan dalam bentuk
glukogen dalam hati dan otot yang nantinya bisa digunakan lagi
sebagai energi setelah direkon.ensi menjadi glukosa lagi. Proses
penyimpanan dan rekon.ensi ini membutuhkan insulin. Insulin
adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas yang
mengurangi dan mengontrol kadar gula darah sampai pada batas
tertentu.
#$ terjadi akibat produksi insulin tubuh kurang jumlahnya atau
kurang daya kerjanya, /alaupun jumlah insulin sendiri normal
bahkan mungkin berlebihan akibat kurangnya jumlah atau daya
kerja insulin. Glukosa yang tidak dapat dimanfaatkan oleh sel
hanya terakumulasi di dalam darah dan beredar ke seluruh tubuh.
Gula yang tidak dikon.ensi berhamburan di dalam darah, kadar
glukosa yang tinggi di dalam darah akan dikeluarkan le/at urin,
tingginya glukosa dalam urin membuat penderita banyak ken+ing
% polyuria &, akibatnya mun+ul gejala kehausan dan keinginan
minum yang terus 0 menerus % polydipsi & dan gejala banyak makan
%polypasia&, /alaupun kadar glukosa dalam darah +ukup tinggi.
Glukosa dalam darah jadi muba1ir karena tidak bisa dimasukkan ke
dalam sel 0 sel tubuh.
#. TAN#A #AN GE-A"A.
Gejala sering baru timbul beberapa bulan atau beberapa tahun
sesudah mengindap penyakit ini.
Gejala yang sering mun+ul adalah 2
3. 'ering buang air ke+il terutama pada malam hari.
4. Gatal 0 gatal terutama pada alat kelamin bagian luar.
5. (esemutan dan kram.
6. )epat merasa lapar dan kehausan.
7. Gairah se8 menurun.
9. )epat merasa lelah dan mengantuk.
:. menurun, nafsu makan bertambah.
;. Penglihatan kabur.
<. $udah timbul abses dan kesembuhan yang lama.
3=. Ibu melahirkan bayi lebih dari 6 kg.
33. Ibu sering mengalami keguguran atau melahirkan bayi
mati.
E. (!$P"I(A'I.
3. (ardio.askuler 2 hipertensi, infak miokard.
4. $ata 2 retinopati, katarak.
5. 'yaraf 2 neuropati.
6. Paru 0 paru 2 T).
7. (ulit 2 gangren, ulkus.
9. ,ati 2 sirosis hepatis.
*. PENATA"A('ANAAN.
#alam jangka pendek penatalaksanaan #$ bertujuan untuk
menghilangkan keluhan atau gejala #$. 'edangkan tujuan jangka
panjangnya adalah untuk men+egah komplikasi.
Tujuan tersebut dilaksanakan dengan +ara menormalkan kadar
glukosa, lipid dan insulin. >ntuk mempermudah ter+apainya tujuan
tersebut kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pengelolaan pasien
se+ara holistik dan mengajarkan kegiatan mandiri.
(erangka utama penatalaksanaan #$ yaitu peren+anaan 2
makanan % diet &.
"atihan jasmani.
!bat 0 obatan.
II. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN DIABETES MELLITUS
1. Pengkajian.
$engumpulkan data pasien #$ baik dengan pemeriksaan fisik,
pemeriksaan penunjang, /a/an+ara, obser.asi dan dokumentasi
se+ara biopsikososial dan spiritual.
a. Identitas klien.
$eliputi nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, agama,
suku bangsa, status perka/inan, alamat, tanggal masuk rumah
sakit, no.register R', #iagnosa medis, penanggung ja/ab.
(eluhan utama.
iasanya pasien datang dengan keluhan 2 pusing, lemah, letih, luka
yang tidak sembuh.
b. Ri/ayat penyakit sekarang.
perubahan pola berkemih.
Pusing.
$ual, muntah.
Apa ada diberi obat sebelum masuk R'.
+. Ri/ayat penyakit dahulu.
Apakah pasien punya penyakit #$ sebelumnya.
d. Ri/ayat penyakit keluarga.
Tanyakan pada pasien apa ada keluarga yang menderita penyakit
keturunan seperti yang di derita pasien.
e. Pemeriksaan fisik.
(eadaan umum 2 penampilan, tanda .ital, kesadaran, T, .
(ulit 2 keadaan kulit, /arnanya, turgor,edema, lesi,
memar.
(epala 2 keadaan rambut, /arna rambut, apa ada
massa.
$ata 2 bagaimana pupilnya, /arna sklera,
kunjungti.a, bagaimana reaksi pupil terhadap
+ahaya, apakah menggunakan alat bantal.
,idung 2 strukturnya, apa ada polip, peradangan, fungsi
pen+iuman.
Telinga 2 strukturnya, apa ada +airan keluar dari
telinga, peradangan, nyeri.
$ulut 2 keadaan mulut, gigi, mukosa mulut dan bibir,
apa ada gangguan menelan.
"eher 2 keadaan leher, kelenjar tiroid.
#ada?pernapasan?sirkulasi 2 bentuk dada, frekuensi napas,
apa ada bunyi tambahan, gerakan dinding
dada.
Abdomen 2 struktur, kebersihan, apa ada asites,
kembung, bising usus, apa ada nyeri tekan.
f. (ebutuhan biologis.
Nutrisi 2 pola kebiasaan makanan,
jenis makanan ? minuman.
Eliminasi 2 pola, frekuensi, jumlah, /arna, bau,
konsistensi %A(?A &.
Istirahat ? tidur 2 kebiasaan tidur selama di rumah dan R'.
Akti.itas 2 Apakah terganggu atau terbatas, faktor yang
memperingan atau memperberat, ri/ayat
pekerjaan.
g. Ri/ayat psikologis.
agaimana pola peme+ahan masalah pasien terhadap masalahnya
demikian juga keluarga.
h. Ri/ayat sosial.
(ebiasaan hidup, konsep diri terhadap masalah kesehatan,
hubungan dengan keluarga, tetangga, dokter, pera/at.
4. #IAGN!'A (EPERA@ATAN AANG 'ERING $>N)>" PA#A
#IAETE' $E""IT>'.
3. Gangguan mobilisasi fisik berhubungan dengan kelemahan
anggota tubuh ditandai, pasien mengelih badan terasa lemah,
berjalan dengan di bantu.
Tujuan 2 mobilisasi fisik terpenuhi.
Inter.ensi 2
3. (aji tingkat kelemahan
4. #iskusikan dengan pasien pentingnya akti.itas
5. erikan partisipasi pasien dalam A#"
6. #ekatkan peralatan yang dibutukan pasien
7. $onitor tanda .ital setelah dan sebelum melakukan
aktio.itas ringan
9. antu pasien melakukan aktipitas ringan.
4. Resiko tinggi kerusakan integritas kulit berhubungan dengan
peningkatan kadar gula darah ditandai Pasien mengatakan ia
sering ingin buang air ke+il, kadar gula se/aktu dan kadar
gula darah puasa.
Tujuan 2 Tidak terjadi kerusakan integritas kulit2
Inter.ensi 2
3. (aji perubahan /arna kulit
4. Anjurkan pasien berhatiBhati dalam melakukan aktifitas
%kekamar ke+il&
5. eritahu pasien untuk tidak mengkonsumsi makanan
yang banyak mengandung pemanis.
6. eritahu atau beri penjelasan tentang hal yang
berhubungan dengan penyakitnya.
5. Risiko hipoglikemia berhubungan dengan terlalu banyak
insulin, makan sedikit, gula darah terlalu drastis turun ditandai
kulit pu+at, lembab, takikardi, diaforesis, gugup.
Tujuan 2 $engatasi dan meminimalkan episode abnormal
gula darah dan komplikasi .askuler.
Inter.ensi 2
3. Pantau tanda dan gejala hipoglikemi 2
a. Glukosa darah C := mg?dl
b. (ulit dingin, pu+at, lembab
+. Takikardia, diaforesis
d. Gugup, gelisah
e. Inkoordinasi
f. )enderung tidur
g. (etidaksadaran tentang ,ipoglikemia.
ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN DIABETES MELLITUS
DI RUANG PENYAKIT DALAM PRIA RSUD H DAMANHURI BARABAI
I. #ATA #E$!GRAPI
Tanggal /a/an+ara 2 6 $aret 4==5
Tanggal $R' 2 5 $aret 4==5
No. R$( 2 69 =6 ;:
Nama 2 Tn. R
>mur 2 74 tahun
-enis kelamin 2 "akiBlaki
'uku?angsa 2 anjar?Indonesia
Agama 2 Islam
Pendidikan 2 '$P
Pekerjaan 2 '/asta
'tatus Perka/inan 2 (a/in
Alamat 2 -l Pasar I arabai
Penanggung -a/ab 2 Tn. R
II. P!"A *>NG'I!NA"
3. persepsi (esehatan dan Penanganan kesehatan
(eluhan >tama ? (esehatan >mum 2
"uka Pada ibu jari kaki kanan, nafsu makan kurang dan badan
terasa lemah.
Ri/ayat Penyakit sekarang %Pola PDR'T& 2
Pasien mengatakan sejak 4 bulan yang lalu pada ibu jari klien
luka le+et %sering terkena air& dan sebulan terkhir ini jadilah
borok pada sela ibu kaki kanan, keluhan lain yang menyertai
nafsu makan kurang, dan menurun, badan terasa lemah.
Penggunaan !bat sekarang 2
- Aspilet 383 tab, Tramal 583 tab
- )aptropil 483 amp
- ,)T 3B=B=
- Inj. )epoto8in 483 gr %pagi dan
sore& IE, Insulin ')
- IE*# R" 7F 39 tetes?menit.
Ri/ayat Penyakit #ahulu 2 Pasien pernah masuk R' dengan
keluhan panas dingin, kepala pusing.
>paya pen+egahan 2 membeli obat di/arung?toko obat dan bila
tidak sembuh berobat kepuskesmas terdekat.
Prosedur bedah tidak pernah.
Penyakit masa anakBanak batuk pilek.
Imunisasi tidak lengkap.
(ebiasaan 2
Tembakau 2 berhenti sejak 7 tahun yang lalu
Alkohol 2 Tidak pernah
!batBoabt terlarang tidak pernah.
Ri/ayat penyakit keluarga 2 #iantara anggota keluarga tidak ada
yang menderita penyakit yang sama seperti klien.
Ri/ayat penyakit sosial 2 'elama di rumah sakit pasien di
tunggu suami dan sering dikunjungi temanBtemannya, pasien
dapat bekerjasama dengan tenaga kesehatan.
4. Pola Nutrisi 0 $etabolik
$asukan nutrisi sebelum sakit 2
Pagi 2 Nasi biasa ,ikan, sayur, 3 piringB4 piring.
'iang 2 Nasi, ikan, sayur, 3 piringB4 piring
'ore 2 Nasi, ikan, , 3 piring
$akanan Pantangan tidak ada
(udapan sore minum teh dan kue.
'aat sakit 2
Pagi 2 Nasi biasa, ikan, tidak dihabiskan.%3?4 porsi yang
disajikan& dan minum air putih?teh
'iang2 Nasi, ikan, sayur, tidak dihabiskan. %3?4 porsi yang
disajikan&
'ore 2 Nasi, ikan, sayur, tidak dihabiskan. %3?4 porsi yang
disajikan&
Nafsu makan menurun.
(esulitan menelan % disfagia & 2 parsial, tidak menggunakan
protesa
*luktuasi 9 bulan terakhir turun G 7 kg %dari 96 kg menjadi 7<
kg&
Pemeriksaan fisik 2
Tanda .ital 2 Tb 2 393 +m, 2 7< kg
(ulit 2
@arna 2 sa/o matang
'uhu 2 59
=
+
Turgor 2 aik % kalau di+ubit kembali dalam 3B4 detik &
Edema 2 tidak ada
"esi 2 pada ibu jari kaki kanan
$emar 2 Tidak ada
$ulut 2
,ygiene2 ersih
Gusi 2 Normal
Gigi 2 ada +aries
"idah 2 ersih
$u+osa 2 Normal
Tonsil 2 Normal % tidak ada peradangan &
@i+ara 2 Normal % mampu berkomunikasi dengan
baik &
Rambut dan kulit kepala 2
(eadaan kulit kepala 2 (ering dan rambutnya tipis
@arna Rambut 2 hitam +ampur uban
Abdomen 2 Tidak ada nyeri tekan dan kembung
tidak ada.
5. Pola Eleminasi
*ae+es
(ebiasaan defekasi 2 selama di ra/at di R' pasien A 3
kali?hari.
Pemeriksaan *isik 2
B Abdomen 2 'truktur 'imetris
#istensi 2 tidak
B *rekuensi > ;kali?menit %NH;B34 kali?menut&.
>rine 2 (ebiasaan miksi 2 Normal, frekuensi 7 8? hari
Pemeriksaan *isik
Ginjal Tidak teraba , tidak ada nyeri ketuk, distensi tidak ada,
uretra normal.
"aboratorium 2 Tanggal 6 -uli 4==4 2
>rin 2
@arna kuning muda
(ejernihan2 jernih
P, 7,5
- 3=4=
Albumin %II&
Reduksi %B&
urobilin %B&,
ilirubin %B&,
a+eton %B&,
leukosit 6B;?lpb,
erytrosit %B&?lpb,
kristal %B&.
(ristal %B&
Nitrtit %I&
6. Pola Akti.itas dan "atihan
(emampuan Pera/atan #iri 2
$andi dibantu orang lain,
erpakaian dibantu orang lain,
Toileting dibantu orang lain,
$obilitas di TT mandiri,
Ambulasi bisa dilakukan sendiri.
Pemeriksaan *isik 2
a. Penafasan ? 'irkulasi
Tanda Eital 2
B Tekanan #arah 2 33= ? ;= mm,g
B Nadi 2 :9 8 ? menit
B respirasi 2 4= 8 ? menit
(ualitasnya Normal
atuk Tidak ada
unyi nafas Normal
(elainan tidak ditemukan.
- ,asil laboratorium tanggal 6 juli 4==4
- G#P 367,3=
- G# 4 jam PP 4;9,4=
- , 33,: gr F
- "eukosit <.9==?mm
5
- "E# :5 mm?jam I, << mm?jam II
- Trombosit 66;.=== mm
5
b. $uskuloskletal
Rentang gerak 2 Normal
(eseimbangan dan +ara berjalan 2 tidak tegap
Genggaman tangan 2 sama lemah antara kanan dan
kiri
!tot kaki 2 sama lemah antara kanan dan kiri
7. Pola Istirahat dan Tidur
(ebiasaan tidur < jam ? hari, -umlahnya siang hanya 4
jam dan pada malam hari 9B: jam
#alam tidur tidak ada masalah
Pemeriksaan *isik 2
B Pemampilan umum lemah
B $ata 2 Normal
- "ingkaran hitam disekitar mata 2 tidak ada
9. Pola (ognitif 0 (onseptual
Pendengaran 2 Normal dan tidak mengguanakan alat
bantu
Penglihatan 2 $enggunakan ka+a mata
Eertigo J tidak ada
Nyeri 2 nyeri pada luka
Pemeriksaan fisik
$ata
B Pupil 2 Isokor
B Reflek terhadap +ahaya 2 kanan dan kiri baik
'tatus mental 2 kesadaran )ompos mentis
G)' 6B7B9
i+ara 2 normal
'kala nyeri 2 4 dari =B7 ? sedang
:. Pola Persepsi #iri ? (onsep #iri
$asalah >tama mengenai pera/atan di R'?Penyakit 2
tidak ada masalah
(eadaan Emosional J 'tabil
(emampuan Adaptasi 2 Tidak ada gangguan
(onsep #iri 2 Tidak ada Gangguan.
;. Pola (oping 0 Toleransi 'tress
(emampuan daptasi J baik
)ara mengambil keputusan 2 dibantu istri
(oping strees terhadap masalah 2 aik
<. Pola Nilai 0 (eper+ayaan
Pembatasan religius 2 'elama dira/at pasien hanya bisa
berdoKa, sejak dira/at pasien tidak sholat.
(lien tidak meminta kunjungan pemuka agama
ANA"I'A #ATA
Nama 2 Tn. R Rumah 'akit 2 , #amanhuri
arabai
>mur 2 69 tahun Ruang 2 P#P
#L $edis 2 #IAETE' $E""IT>' N!. R$( 2 69B=6B;:
No Data Subyektif Obyektif Etio!o"i Ma#a!a$
3. (lien menyatakan sakit pada luka?
ibu jari kaki kanan
(lien tampak meringis
'kala nyeri 4 dari skala =B7,
terdapat luka pada ibu jari kanan.
Trauma
-aringan
Nyeri
4. Pasien mengatakan tidak ada
selera makanan
erat adan turun 7 kg %dari 96 kg
menjadi 7< kg&, makanan yang
disediakan tidak habis % hanya 3?4
porsi&
Perubahan
metabolisme
glukosa,
penurunan
masukan oral.
Nutrisi kurang
dari kebutuhan
5 (lien mengatakan luka pada ibu
jari masih keluar nanah.
"uka ? ganggren pada ibu jari
kanan, terdapat pus dan agak
kehitaman.
Interupsi
mekanis pada
kulit? jaringan
(erusakan
integritas kulit
6.
7.
Pasien mengatakan hanya bisa
berdoKa,
Pasien tidak bisa melaksanakan
ibadah sholat.
B
Penurunan
kemauan?
kemampuan
sekunder
terhadap
penyakit.
Insufiensi
#istres spiritual
%sholat&
Risiko terhadap
B pengetahuan
tentang kondisi,
pembatasan
diet.
inefektif
penatalaksaan
regimen? aturan
terapeutik
#A*TAR $A'A"A,
Nama 2 Tn. R Rumah 'akit 2 , #amanhuri
arabai
>mur 2 69 tahun Ruang 2 P#P
#L $edis 2 #IAETE' $E""IT>' N!. R$( 2 69B=6B;:
No D%. ke&e'a(ata) T"!. Mu)*u! T"!. Te'ata#i
3 Nyeri sehubungan dengan Trauma
-aringan ditandai dengan (lien
menyatakan sakit pada luka? ibu jari
kaki kanan, (lien tampak meringis
'kala nyeri 4 dari skala =B7, terdapat
luka pada ibu jari kanan
6 $aret 4==5
4. Nutrisi kurang dari kebutuhan
sehubungan dengan Perubahan
metabolisme glukosa, penurunan
masukan oral ditandai Pasien
mengatakan tidak ada selera makanan
erat adan turun 7 kg %dari 96 kg
menjadi 7< kg&, makanan yang
disediakan tidak habis % hanya 3?4
porsi&.
6 $aret 4==5
5 (erusakan integritas kulit s?d Interupsi
mekanis pada kulit? jaringan ditandai
dengan (lien mengatakan luka pada
ibu jari masih keluar nanah, "uka ?
ganggren pada ibu jari kanan, terdapat
pus dan agak kehitaman.
6 $aret 4==5
6.
7.
#istres spiritual %sholat& sehubungan
dengan Penurunan kemauan?
kemampuan sekunder terhadap
penyakit di tandai dengan Pasien
mengatakan hanya bisa berdoKa, tidak
bisa melaksanakan ibadah sholat,
Pasien tidak melaksanakan sholat .
Risiko terhadap inefektif penatalaksaan
regimen? aturan terapeutik sehubungan
dengan Insufiensi pengetahuan tentang
kondisi, pembatasan diet.
6 $aret 4==5
6 $aret 4==5
A'>,AN (EPERA@ATAN
Nama 2 Tn. , Rumah 'akit >mum #aerah Anjarbaru
>mur 2 7; tahun Ruang 2 (asuari
#L $edis 2 #IAETE' $E""IT>' N!. R$( 2 =5 =: :9
No Dia")o#a Ke&e'a(ata)
R e ) * a ) a
I+&!e+e)ta#i
Tu,ua) I)te'-e)#i Ra#io)a!
3 Nyeri sehubungan dengan
Trauma -aringan ditandai
dengan (lien menyatakan
sakit pada luka? ibu jari kaki
kanan, (lien tampak meringis
'kala nyeri 4 dari skala =B7,
terdapat luka pada ibu jari
kanan
B Nyeri teratasi
dengan kriteria 2
B (lien nampak
rileks? tidak
meringis, skala
nyeri = dari skala
=B7
3. #orong klien untuk
melaporkan adanya
nyeri
4. (aji ulang faktorB
faktor yang
menghilangkan atau
meningkatkan nyeri.
5. eri tindakan
nyaman dengan
mengompres luka
dan mengeluarkan
pus.
3. $en+oba untuk
mentoleransi nyeri

4. #apat
menunjukan
dengan tepat
pen+etus atau
faktor yang
memperberat
nyeri .
5. $eningkatkan
relaksasi dan
memfokuskan
kemabali
perhatian serta
meningkatkan
kemampuan
3. $enganjurkann klien
untuk melaporkan bila
serangan nyeri datang.
4. $engkaji ulang faktor
yang mengurangi atau
memperberat nyeri
5. $engompres luka
dengan ri.anol dan
mengeluarkan pus agar
tidak terjadi distensi
jaringan setempat yang
menimbulkan nyeri,
kemudian luka ditutup

6. (olaborasi 2beri obat
sesuai indikasi
koping
6. Nyeri ber.ariasi
dari yang ringan
sampai yang berat
dan perlu
penanganan
untuk memper
mudahkan
istirahat dan
penyembuhan.
untuk men+egah
perluasan infeksi.
6. $emberikan obat
analgetik %tramal 3 tab&
dan antibiotik? inj.
)epoto8in 3 gr?i..
4 Nutrisi kurang dari kebutuhan
sehubungan dengan
Perubahan metabolisme
glukosa, penurunan masukan
oral ditandai Pasien
mengatakan tidak ada selera
makanan erat adan turun
7 kg %dari 96 kg menjadi 7<
kg&, makanan yang
disediakan tidak habis
$enunjukan jumlah
kalori atau nutrien
yang tepat.
3. Timbang setiap
hari?sesuai indikasi.
4. Tentukan program
diet dan pola
makanan yang dapat
dihabiskan.
5. eri makan +air yang
3. $engkaji
pemasukan
makanan yang
adekuat.
4. $engidentifikasi
kekurangan dan
penyimpangan
dari kebutuhan
terapeutik.
5. Pemberian
3. $enimbang hasil 7<
kg.
4. $enentukan program
diet dan pola makanan
yang dapat dihabiskan
pasien.
5. $emberikan makan,
%hanya 3?4 porsi&. mengandung 1at
makanan %nutrien&
dan elektrolit dengan
segera jika pasien
sudah
mentoleransinya
melalui pemberian
+airan melalui oral.
6. Identifikasi makanan
yang
disukai?dikehendaki
pasien.
7. "ibatkan keluarga
pasien pada
peren+anaan makan
ini sesuai dengan
indikasi.
makanan melalui
oral lebih baik jika
pasien sadar dan
fungsi
gastrointestinal
baik.
6. -ika makanan
yang disukai
pasien dapat
dimasukan dalam
peren+anaan
makan, kerja
sama ini dapat
diupayakan
setelah pulang.
7. $eningkatkan
rasa
keterlibatannya,
memberikan
informasi pada
+airan dan elekrolit
melaui oral.
6. $engidentifikasi
makanan yang disukai?
dikehendaki pasien
sesuai indikasi.
7. $elibatkan keluarga
pasien pada
peren+anaan makanan
sesuai indikasi.
9. (olaborasi 2 pantau
pemeriksaan gula
darah,p,.
:. (olaborasi2 beri
Insulin se+ara
teratur.
keluarga untuk
memahami
kebutuhan nutrisi
pasien.
9. Gula darah akan
menurun perlahan
dengan
penggantian
+airan dan terapi
insulin terkontrol.
Pemberian insulin
dosis optimal,
glukosa dapat
masuk dalam sel
dan digunakan
untuk sumber
kalori.
:. Insulin reguler
memiliki a/itan
+epat dan
karenanya dengan
+epat pula dapat
membantu
9. (olaborasi 2 $emantau
pemeriksaan kadar gula
darah puasa 367,3=, p,
urin 7,5.
:. (olaborasi2 $emberikan
inj. Insulin sesuai
indikasi dan terapi
dokter.
;. (olaborasi 2 "akukan
konsultasi dengan
ahli diet.
meminimalkan
glukosa kedalam
sel.
;. sangat bermanfaat
dalam perhitungan
dan penyesuaian
diat untuk
memenuhi
kebutuhan nutrisi
pasien.
;. (olaborasi 2 $elakukan
konsultasi dengan
bagian?ahli gi1i.
5. (erusakan integritas kulit s?d
Interupsi mekanis pada kulit?
jaringan ditandai dengan
(lien mengatakan luka pada
ibu jari masih keluar nanah,
"uka ? ganggren pada ibu jari
kanan, terdapat pus dan agak
kehitaman. .
$en+apai
penyembuhan luka ?
ganggren dan
men+egah
komplikasi.
1. eri penguat pada
balutan a/al?
pengganti sesuai
indikasi. Gunakan
teknik aseptik yang
ketat.
2. 'e+ara hatiBhati
lepaskan perekat
dan pembalut pada
/aktu mengganti.
3. "indungi luka dari
perlukaan
mekanis dan
kontaminasi.
$en+egah
akumulasi +airan
yang dapat
menyebabkan
eksskoriasi.
4. $engurangi risiko
trauma kulit dan
gangguan pada
luka.
1. $emberi penguat pada
balutan a/al? pengganti
sesuai indikasi. Gunakan
teknik aseptik yang ketat.
2. 'e+ara hatiBhati
lepaskan perekat dan
pembalut pada /aktu
mengganti.
3. "akukan nekrotomi
pada jaringan yang
mati
4. (aji jumlah dan
karakteristik +airan
luka.
5. Ingatkan pada
pasien untuk tidak
memegang daerah
luka
5. Agar tidak
menyebar
kejaringan yang
sehat.
6. $enurunnya
+airan
menandakan
adanya e.olusi
dari proses
penyembuhan.
7. $en+egah
kontaminasi luka.
3. $elakukan nekrotomi
pada jaringan yang mati.
4. $engkaji jumlah dan
karakteristik +airan luka
5. $engingatkan pada
pasien untuk tidak
memegang daerah luka
6.
7.
Pembatasan spiritual %sholat&
sehubungan dengan
Penurunan kemauan?
kemampuan sekunder
terhadap penyakit di tandai
dengan Pasien mengatakan
hanya bisa berdoKa, tidak bisa
melaksanakan ibadah sholat,
Pasien tidak melaksanakan
sholat .
Risiko terhadap inefektif
penatalaksaan regimen?
aturan terapeutik
sehubungan dengan
Insufiensi pengetahuan
tentang kondisi, pembatasan
Tidak ada
pembatasan dalam
melakukan ibadah
sholat.
$enunjukan kriteria
hasil yang berkaitan
dengan
peren+anaan
pulang.
3. $oti.asi untuk tetap
melakukan ibadah.
4. $oti.asi pada
keluarga untuk
memberikan
dorongan moril.
5. $oti.asi untuk
melakukan ibadah
sesuai dengan
kondisi orang sakit.
3. (aji pengetahuan
dan pemahaman
pasien mengenai
kebutuhan
pengobatan dan juga
konsekuensi
3. #orongan dari luar
%petugas& mungkin
membantu dalam
memoti.asi pasien
untuk melakukan
ibadah,
4. #orongan moril
dari orang terdekat
%suami& mungkin
sangat membantu
pasien.
5. $ungkin
membantu pasien
dalam memenuhi
kegiatan spiritual?
ibadah.
3. $emberikan
kesempatan untuk
menjelaskan
sudut pandang
memastikan
bah/a pasien
3. $emoti.asi untuk tetap
melakukan ibadah.
4. $emoti.asi pada
keluarga untuk
memberikan dorongan
moril.
5. $emoti.asi untuk
melakukan ibadah sesuai
dengan kondisi orang
sakit
3. mengkaji pengetahuan
dan pemahaman pasien
mengenai kebutuhan
pengobatan dan juga
konsekuensi pengobatan
diet. pengobatan
4. (aji sistim
pendukung yang
tersedia bagi pasien.
5. #iskusikan terapi
obatBobatan meliputi
penggunaan resep
dan obat analgetik
yang dijual bebas.
6. >langi pentingnya
diet nutrisi dan
pemasukan +airan
yang adekuat.
memiliki informasi
yang akurat untuk
membuat pilihan.
4. Adanya keluarga
atau orang
terdekat yang
memperhatikan
atau peduli dapat
membantu pasien
dalam proses
penyembuhan.
5. $eningkatkan
kerja sama dan
regimen,
mengurangi risiko
reaks atau efek
yang merugikan
6. 'ediakan elemen
yang dibutuhkan
untuk
penyembuhan dan
mendukung
4. $engkaji sistim
pendukung yang tersedia
bagi pasien.
5. $endiskusikan terapi
obatBobatan meliputi
penggunaan resep dan
obat analgetik yang dijual
bebas.
6. $engulangi pentingnya
diet nutrisi dan
pemasukan +airan yang
adekuat.
7. erikan penyuluhan
kesehata tentang
nutrisi dan faktor
pen+etus yangn bisa
menimbulkan
kekambuhan
perpusi jaringan
dan fungsi organ
7. $embantu agar
pasien dapat
meningkatkan
kesehatan serta
men+egah agar
tidak terjadi
kekambuhan.
7. $emberikan penyuluhan
kesehata tentang nutrisi
dan faktor pen+etus
yangn bisa menimbulkan
kekambuhan.
#ATA PER(E$ANGAN
Nama 2 Tn. , Rumah 'akit 2 R'>#
>mur 2 7; tahun Ruang 2 (asuari
#L $edis 2 #IAETE' $E""IT>' N!. R$( 2 == 5: :9
NO
TGL
.AM
DIAGNOSA
KEPERAWATAN
PERKEMBANGAN
3
4.
6 $aret
4==5
-am 3;2==
/ita
6 $aret
4==5
-am 3;2==
/ita
I
II
'
!
A
P
I
E
'
!
(ien mengatakan sakit pada luka mulai
berkurang.
'kala nyeri 3 dari =B7, kadangBkadang
masih terlihat meringis saat
menggerakan kaki kanan.
$asalah teratasi sebagian
"anjutkan Inter.ensi 3,4,5,6.
3. $enganjurkann klien untuk
melaporkan bila serangan nyeri
datang.
4. $engkaji ulang faktor yang
mengurangi atau memperberat nyeri
5. $engompres luka dengan ri.anol
dan mengeluarkan pus agar tidak
terjadi distensi jaringan setempat
yang menimbulkan nyeri, kemudian
luka ditutup untuk men+egah
perluasan infeksi.
6. $emberikan obat analgetik %tramal
3 tab& dan antibiotik %amo8san 3
tab&
Pasien mengatakan nyeri agak
berkurang.
Pasien mengatakan sudah bisa
menghabiskan M porsi makan yang
diberikan oleh R' dan kue ? roti ta/ar.
$akan yang disajikan sisa M porsi.
$asalah teratasi sebagian
5. 6 $aret
4==5
-am 3;2==
/ita
III
A
P
I
E
'
!
A
P
I
Inter.ensi diteruskan
3. $enimbang hasil 7< kg.
4. $enentukan program diet dan pola
makanan yang dapat dihabiskan
pasien.
5. $emberikan makan, +airan dan
elekrolit melaui oral.
6. $engidentifikasi makanan yang
disukai? dikehendaki pasien sesuai
indikasi.
7. $elibatkan keluarga pasien pada
peren+anaan makanan sesuai
indikasi.
9. (olaborasi 2 $emantau
pemeriksaan kadar gula darah,
aseton, p,.
:. (olaborasi2 $emberikan inj. Insulin
sesui indikasi dan terapi dokter.
;. (olaborasi 2 $elakukan konsultasi
dengan bagian?ahli gi1i.
Pasien mengatakan nafsu makannya
mulai membaik.
B
"uka? ganggren pada tibu jari kanan,
luka agak kehitaman dan terdapat pus
$asalah belum teratasi
Pertahankan inter.ensi
1. $emberi penguat pada balutan
a/al? pengganti sesuai indikasi.
Gunakan teknik aseptik yang ketat.
2. 'e+ara hatiBhati lepaskan perekat
dan pembalut pada /aktu
6.
7.
6 $aret
4==5
-am 3;2==
/ita
6 $aret
4==5
jam 3;.67
IE
I
E
'
!
A
P
I
E
'
!
mengganti, lakukan penekanan pada
daerah luka untuk mengeluarkan
pus.
3. $elakukan nekrotomi pada jaringan
yang mati.
4. $engkaji jumlah dan karakteristik
+airan luka?pus yang keluar.
5. $engingatkan pada pasien untuk
tidak memegang daerah luka
(erusakan integritas kulit tidak meluas.
Pasien mengatakan dirinya tidak mampu
melaksanakan ibadah sholat karena
merasa lemah dan merasa dirinya
kurang bersih.
Pasien belum melaksanakan sholat
$asalah belum teratasi
Pertahankan inter.ensi
1. $emoti.asi untuk tetap melakukan
ibadah.
2. $emoti.asi pada keluarga %suami&
untuk memberikan dorongan moril.
3. $emoti.asi untuk melakukan ibadah
sesuai dengan kondisi orang sakit
(lien mengatakan akan men+oba
melaksanakan ibadah sholat sesuai
kemampuannya.
(lien mengatakan luka tidak lagi terasa
nyeri.
Ekspresi klien tampak tenang. 'kala
nyeri = dari =B7
9.
:.
6 $aret
4==5
jam 3;.67
7B7B4==6
jam 3;.67
III
IE
A
P
I
E
'
!
A
P
I
E
'
!
A
P
I
$asalah teratasi
B
B
Tujuan berhasil
(lien mengatakan dapat menghabiskan
N dari porsi makanan yang disajikan.
$akanan yang disajikan tinggal sedikit.
$asalah teratasi sebagian.
"anjutkan inter.ensi 3,6,7
- $enimbang hasil 96 kg.
- $engidentifikasi makanan yang
disukai? dikehendaki pasien sesuai
indikasi.
- $elibatkan keluarga pasien pada
peren+anaan makanan sesuai
indikasi
(lien mau makan makanan yang diba/a
dari rumah sesuai anjuran pera/at.
B
"uka? ganggren pada ibu jari kanan, luka
terlihat kering dan pus berkurang.
$asalah teratasi sebagian
Pertahankan inter.ensi
1. $emberi penguat pada balutan
a/al? pengganti sesuai indikasi.
Gunakan teknik aseptik yang ketat.
2. 'e+ara hatiBhati lepaskan perekat
dan pembalut pada /aktu
mengganti, lakukan penekanan pada
daerah luka untuk mengeluarkan
pus.
3. $elakukan nekrotomi pada jaringan
yang mati.
4. $engkaji jumlah dan karakteristik
+airan luka?pus yang keluar.
;. 7B7B4==6
jam 3;.67
E
'
!
A
P
I
E
5. $engingatkan pada pasien untuk
tidak memegang daerah luka
(erusakan integritas kulit tidak meluas.
(lien mengatakan dapat melaksanakan
sholat /alaupun tidak tunai 7 /aktu
%hanya sholat ashar dan magrib&.
(lien melaksanakan sholat ashar dan
magrib dengan +ara duduk.
$asalah teratasi sebagian.
"anjutkan inter.ensi
1. $emoti.asi untuk tetap melakukan
ibadah.
2. $emoti.asi pada keluarga %suami&
untuk memberikan dorongan moril.
3. $emoti.asi untuk melakukan ibadah
sesuai dengan kondisi orang sakit
(lien melaksanakan sholat ashar dan
magrib dengan +ara duduk.