Anda di halaman 1dari 27

INTERPRETASI DATA

LABORATORIUM
IIK, 2014
TUJUAN :
Menilai kesesuaian terapi (contoh: indikasi obat, ketepatan pemilihan obat,
kontraindikasi obat, penyesuaian dosis obat, risiko interaksi obat)
Menilai efektivitas terapi (contoh: efektivitas pemberian kalium diketahui melalui
kadar kalium dalam darah, efektivitas warfarin diketahui melalui pemeriksaan INR,
Efekti tas allopurinol di ketahui dari menurunnya kadar asam urat)
Mendeteksi dan mencegah reaksi obat yang tidak dikehendaki (contoh: penurunan
dosis siprooksasin hingga 50% pada kondisi klirens kreatinin <30mL/menit),
Menilai kepatuhan penggunaan obat (contoh: kepatuhan pasien dalam
menggunakan obat antidiabetik oral diketahui dari nilai HbA1c, kepatuhan
penggunaan statin diketahui dari kadar kolesterol darah), dan
Mencegah interpretasi yang salah terhadap hasil pemeriksaan.
APLIKASINYA
Konfirmasi diagnosis yang dibuat
Mengetahui tingkat keparahan penyakit
Gangguan cairan dan elektrolit
Monitoring respon terapi
FAKTOR YANG BERPENGARUH
Obat-obatan
Suku
Olahraga
Umur pasien
Gender
Postur tubuh
Diet Waktu
Kesalahan lab/bangsal
Kesalahan sampling
IMPLIKASINYA
- Rekomendasi pemilihan obat dan dosis
- Rekomendasi monitoring parameter yang tepat
- Mendeteksi dan mencegah ADR dan interaksi.

HARGA REFERENSI
Berdasarkan pada asumsi bahwa 95% populasi
adalah normal
Nilainya bervariasi antar laboratorium
PENILAIAN FUNGSI GINJAL
Kreatinin
1. Kreatinin serum Tinggi
2. Klirens kreatinin Rendah
3. Urea Tinggi
KLASIFIKASI STATUS GINJAL
Clcr < 10 ml/menit : End Stage Renal Failure
Clcr 10 -30 ml/menit : Chronic Renal Failure
Clcr 30 120 ml/menit : Renal Impairment
Clcr > 120 ml/menit : Normal GFR
Jika ClCr kurang dari 60 ml/menit perlu penyesuaian
dosis terhadap obat-obat yang ekskresi melalui ginjal


KLIRENS KREATININ
Rumus Cockroft dan Gault :
Clcr= (140 Age) x IBW
72 x SrCr
Clcr= klirens kreatinin
SrCr= serum kreatinin
IBW = Ideal Body Weight
Clcr untukwanita ditambah faktor pengkali 0.85
Serum kreatin dalam satuan mg/dL
Bila dalam satuan mol/L : dibagi dulu 88.4

TES FUNGSI HATI
FUNGSI UTAMA HATI :
- Sintesis
- Metabolisme
- Ekskresi

GEJALA PENYAKIT HATI :
- Lemah
- Penurunan berat badan
- Mual
- Perut tidak nyaman
- Sedikit demam
- Kebingungan

TANDA PENYAKIT HATI :
Jaundice, Asites, Pruritus, Edema, Ensefalopati, Varisesesofagus
Hepato cellular damage/injury Enzim hati
- ALT(AlanineAminotransferase)
- AST(AspartateAminotransferase)
- LDH (Lactate dehydrogenase)

Tes untuk sintesis hati :
- Serum protein:
Albumin, Transferrin, Prealbumin, Globulin, Retinol
binding protein
- Faktor pembekuan darah : II, VII, IX, X
- Serum Ammonia (15 55 mMol/L)

Ekskresi (kholestatik)
Bilirubin
Direk (konjugasi) meningkat berarti obstruksi
Indirek (tidak terkonjugasi) meningkat berarti hemolisis
Meningkat nilai keduanya berarti cirrhosis, obstruksi
atau kanker

Alkaline fosfat
Meningkat : obstruksi, luka, atau chirrosis

Gamma glutamil transferase (GGT)
Meningkat: cholecystitis, cirrhosis atau obstruksi

RENTANG NILAI BAKU TES FUNGSI HATI
Bilirubin total = 2-20 mmol/L
Bilirubin terkonjugasi = 3-17 mikromol/L
AST = 0 35 unit/L
ALT = 0 35 unit/L
ALP = 25 -100 unit/L
GGT = 5 45 UI/L
Albumin = 35 55 g/L
PT = 0 14 detik
INR = 1 1.2

INTERPRETASI HASIL
HEPATITIS AKUT KOLESTASIS SIROSIS
ALP N / + +++ N / +
ALT +++ N / + N / +
AST +++ N / + N / +
GGT N / + ++ +++
BILIRUBIN N / +++ + s/d +++ + s/d +++
ALBUMIN N N RENDAH
PT N atau
DIPERPANJANG
N atau
DIPERPANJANG
DIPERPANJANG
KESEIMBANGAN ELEKTROLIT
1. Natrium (135145mmol/L)
Ion ekstra seluleryang berperan penting dalam
menjaga osmolalitas serum dan volume cairan
ekstra seluler
Sumber : garam, obat
Eksekresi : melalui ginjal
Hiperosmolalitas dapat menyebabkan :
dehidrasi otak, bingung dan perdarahan intrakranial
disebabkan karena pecahnya pembuluhdarah.

Hyponatremia (Na < 135 mmol/L)
Penyebab :
* Defisiensi Na : gangguan ginjal, diuretik
* Kelebihan air : CHF, Karbamazepin
* Kesalahan membaca : pasca operasi, TPN
Konsekuensi klinik : mual& muntah, koma, dll
Klasifikasi Hyponatremia :
* 125-130 mmol/l: sedikit gejala tdkperlutreatmen
* < 120 mmol/l: pasienlemah pembatasancairan
* < 110 mmol/l: palsy (gangguanmotorik)
* 90 105 mmol/l: tanda neurologik parah
Treatmen :
* Identifikasi faktor penyebab, treatmen secara tepat
* Kehilangan Na : pemasuka nair dan garam
* Kelebihan air : batasi Na & pemasukan air, diuretik
* SIADH : batasi cairan 1 1.5 l/hari
* JikaNa < 120 : penggantian Na -- > Pertimbangkan demeclocycline

Hypernatremia ( > 155 mmol/l )
Faktor Penyebab Penyebab Kekurangan cairan :
* Berkurangnya pemasokan : koma, lansia, bayi
* Meningkatnya hilangnya cairan :
diare pada bayi, berkeringat yang berlebihan
Faktor Penyebab KelebihanNatrium :
* Pemasukan Na berlebihan: larutan hipertonik
* Retensi Na : steroids
Konsekuensi klinik :
* Dehidrasi SSP : haus, koma
* Perdarahan otak
* > 160 mmol/l : 75% berakhir kematian
Treatmen :
* Identifikasi penyebab utama dan berikan treatmen yang tepat
* Treatmen dengan : CairanIV 5 % Dextrosa atau 0.45% Saline

KESEIMBANGAN ELEKTROLIT
2. Kalium (3.5- 5.0 mmol/L )
Ion intraselular
Diekskresi dari tubuh melalui urine tetapi juga
dapat hilang melalui GIT selama muntah, diare.
Fungsiutama: menjaga keadaan jaringan
neuromuskular.
Penting dalam metabolisme KH & protein dan
reaksi enzimatik
Pemasokan makanan = 100 m mol/hari

Hypokalemia (K+ < 3.5 mmol/L)
Penyebab :
* Kekurangan K+ : muntah, diare, gangguan ginjal, diuretik,
steroid
* Redistribusi K+ : alkalosis, insulin, steroid, beta-agonist
* Kekurangan pasokan : diet
Konsekuensi Klinik (bila < 2.5 mmol/L)
* Gangguan neurologikal : lemah, depresi
* Gangguan muskular : kram, otot lemah
* Gangguan cardiac : arytmia, hypotensi
Treatmen :
* Identifikasi penyebab utama dan treatmen secara tepat
- Oral replacement therapy
- IV replacement therapy
- Monitor phlebitis (radang pd vena)

Hyperkalemia (K+ > 6.5 mmol/L)
Penyebab:
* Kelebihan pemasokan K+ : IV infusion
* Menurunnya eliminasi K+ :
- gagal ginjal, diuretik, ACE Inhibitor
- Redistribusi K+ : acidosis
- Tranfusi darah :Kesalahanmembaca
Konsekuensi Klinik : Tachycardia, VF, ototlemah
Treatment :
* Identifikasi penyebab utama
* Treatmen secara tepat :
- Oral ion exchange resins
- IV Calcium Gluconate
- Soluble insulin & 5% Glucose

TES HEMATOLOGI
Erythrocytes (Sel darah merah)
Terlibat dalam membawa oksigen, diikat oleh Hb
Kosentrasi Haemoglobin (Hb)
* Umumnya tergantung jumlah eritrosit
* Ukuran standar kapasitas oksigen dlm darah
Meningkatnya erythrocytes terjadi pada:
* Stres
* Kondisi yang menyebabkan hipoksia
* Pasien dehidrasi



Pemeriksan Yang diukur Harga normal
Hemoglobin
Jumlah protein pengangkut
oksigen dalam sel darah
merah
Pria:14-16 gram/dL
Wanita:12,5-15 gram/dL
Hematokrit
Perbandingan sel darah
merah terhadap volume
darah total
Pria:42-50%
Wanita:38-47%
Volume korpuskuler rata-rata
Perkiraan volume sel darah
merah
86-98 mikrometer
Hitung sel darah putih
Jumlah sel darah putih dalam
volume darah tertentu
4.500-10.500/mikroL
Hitung sel darah putih
diferensiasi
Persentase jenis sel darah
putih tertentu
Neutrofil bersegmen:34-75%
Neutrofil pita:0-8%
Limfosit:12-50%
Monosit:15%
Eosinofil:0-5%
Basofil:0-3%
Hitung trombosit
Jumlah trombosit dalam
volume darah tertentu
140.000-450.000/mikroL
Hitung jenis sel darah lengkap.






Indeks eritrosit

MCV (mean corpuscolum vol) Normal 72-100m
MCV= Ht x 10
eri

MCH (mean corpuscular haemoglobin) Normal 24 - 34pg
MCH = Hb x 10
eri

MCHC (mean corpuscular hb concent) Normal 32-35 g/dl
MCHC= Hb x 100 (Normal 32-36 %)
Ht
MCV : Mikro/Makro
MCH , MCHC : Hipo / Hiper
Meningkatnya MCV terjadi pada:
* Defisiensi Folat
* Defisiensi VitB12
* Konsumsi alkohol yang berlebihan
* Penyakit hati kronik
Menurunnya MCV terjadi pada:
* Anemia-defisiensi zat besi
* Defisiensi vitB12 yang parah


Penyebab Anemia secara umum
Produksi/aktifitas menurun:
@ kegagalan sumsum tulang: anemia aplastik,
dan mielodisplastik
@ gizi : defisiensi Fe,B12, as folat, toksin
Destruksi meningkat:
@ anemia hemolitik (bawaan dan akuisita)
Kehilangan darah:
@ anemia hemorragik(akut dan kronis)
Anemia Menurut morfologi SDM
l Microcytic - Hipokromik anemia deficiency of Fe
SDM terlihat pucat (karena hb sedikit) dan kecil, ada banyak retikulosit di
sirkulasi darah.
Bisa terjadi karena :
1. penggunaan aspirin dalam jangka waktu yang lama sehingga
terjadi iritasi lambung terjadi perdarahan lambung
2. kehilangan darah (menoragia)
3. kehamilan karena fetus mengambil besi dari ibu
4. Kelainan usus shg absorbsi Fe berkurang
5. Kelahiran prematur simpanan Fe pada bayi masih rendah
l Normocytic anemia deficiency of Erythropoietin
Disebabkan karena kelainan fungsi ginjal
l Macrocytic / Microcytic Hipokromic Anemia - deficiency of folic acid and B
12

SDM terlihat besar tetapi rapuh karena kekurangan Asam folat dan B12
menyebabkan gangguan sintesis DNA sehingga pembelahan sel berkurang

Leucoytes (Sel darah putih)
Terdapat dalam jumlah sedikit pada aliran darah
Banyak tersimpan di sumsum tulang belakang dan jaringan
Neutrophils
Fungsi: phagositosis bakteria, fungi, dan sisa sel
Olahraga berat atau emosi dapat juga menyebabkan neutrofil dilepaskan
kedalam sirkulasi
Meningkatnya Neutrophils :
* Infeksi Nekrosis jaringan (mis: infark miokardium)
* Gangguan metabolik( diabetic ketoacidosis )
* Merokok
* Penggunaan kontrasepsi
* Kortikosteroid
* Kehamilan yang terlambat
Menurunnya Neutrophils :
* Sinar Rontgen
* Alkoholik kronik
* Kehilangan sumsum tulang belakang
* Infeksi berat

Platelets
Merupakan bagian integral dari proses pembekuan
Thrombocytosis (meningkatnya platelet) dapat terjadi karena
destruksi akibat splenectomy atau produksinya meningkat
(misal: penyakit inflammasi kronik)
Meningkatnya karena :
* Idiopathic
* DIC ( Disseminated Intravascular Coagulation )
* Splenomegaly
* Obat (misal: furosemid, beraksi sebagai hapten)
Menurunnya karena :
* Supresi sumsum tulang belakang
* Leukemia
* AIDS
* Anaemia Megaloblastik
* Systemic lupus erythrematosus (SLE)
KESIMPULAN
Poin Pelayanan Pelayanan Farmasi Klinik
Identifikasi pasien dengan gangguan biokimia
Memberikan kontribusi dalam manajemen
gangguan tsb
Mengakses farmakoterapi dan tujuannya
Monitoring respon thd terapi yang diberikan
1. Kanker Payudara (1 5)
2. Endocarditis (6-10)
3. Osteoarthritis (11-15)
4. Kanker nasofaring (16-20)
5. Leukimia (21-25)
6. SLE (26-30)
7. Sirosis (31-35)
8. Jantung koroner (36-41)
9. Parkinson (42-47)

Anda mungkin juga menyukai