Anda di halaman 1dari 3

Model Pembelajaran Direct Instruction

Model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari
awal dari akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Model pembelajaran adalah keseluruhan
dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Model pembelajaran sebagai
kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan pembelajaran. Jadi
model pembelajaran cenderung perspektif, yang melukiskan prosedur sistematis dalam
mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar.
Model pembelajaran Direct Instruction menekankan pada keaktifan guru dalam mengajar
di kelas. Menurut Agus Suprijono (2009:47) :

Pembelajaran langsung atau direct instruction dikenal dengan sebutan aktive teaching.
Pembelajaran langsung juga dinamakan whole class teaching, penyebutan itu mengacu pada
gaya mengajar, dimana guru terlibat secara aktif dalam mengusung isi pembelajaran kepada
peserta didik dan mengajarkannya secara langsung kepada seluruh kelas.

Selain dari itu, Arends yang dikutip dalam Trianto (2007:29) mengartikan model
pembelajaran Direct Instruction adalah Salah satu pendekatan mengajar yang dirancang khusus
untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan
pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik yang dapat diajarkan dengan pola bertahap,
selangkah demi selangkah. Jadi, model pembelajaran Direct Instruction dilakukan secara
terstruktur dan dibutuhkan kreatifitas guru dalam mengelola proses pengajaran.
Selanjutnya pendapat dari Roy Killen (WWW.papantulisku.com,2007) mengatakan
bahwa Model pembelajaran Direct Instruction merujuk pada teknik pembelajaran ekspositori
(pemindahan pengetahuan dari guru kepada siswa secara langsung, misalnya ceramah,
demonstrasi, dan tanya jawab) yang melibatkan seluruh kelas. Dengan demikian, model
pembelajaran Direct Instruction lebih merujuk pada pola-pola pembelajaran dimana peran guru
adalah menjelaskan konsep keterampilan kepada sejumlah kelompok siswa dan menguji
keterampilan siswa melalui latihan-latihan dibawah bimbingan dan arahan guru.
Tujuan dari model pembelajaran Direct Instruction adalah memaksimalkan penggunaan
waktu belajar siswa. Pencapaian siswa dihubungkan dengan waktu yang digunakan oleh siswa
dalam belajar atau tugas dan kecepatan siswa untuk berhasil dalam mengerjakan tugas. Model
pembelajaran Direct Instruction dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang
terstruktur dan berorientasi pada pencapaian hasil belajar. Menurut Agus Suprijono (2009:52)
Pelaksanaan model pembelajaran langsung membutuhkan lingkungan belajar dan sistem
pengelolaan. Dalam hal ini guru berperan sebagai penyampai informasi, dalam melakukan
tugasnya, guru dapat menggunakan media pembelajaran. Menurut Trianto (2007:30)
Penyusunan waktu yang digunakan untuk mencapai pembelajaran harus seefektif mungkin,
sehingga guru dapat merancang dengan tepat waktu yang digunakan.
Informasi yang disampaikan dengan model pembelajaran Direct Instruction berupa
pengetahuan prosedural, yaitu pengetahuan tentang sesuatu dapat berupa fakta, konsep, prinsip,
atau generalisasi. Dengan demikian, model pembelajaran ini adalah proses guru dalam
mentransformasikan informasi atau keterampilan secara langsung kepada siswa dan
pembelajaran berorientasi pada tujuan dan distrukturkan oleh guru. Tujuan pembelajaran
menurut Oemar Hamalik (2002:73) Tujuan belajar adalah sejumlah hasil belajar yang
menunjukkan bahwa siswa telah melakukan perbuatan belajar, yang umumnya meliputi
pengetahuan, keterampilan dan sikap-sikap yang baru, yang diharapkan tercapai oleh siswa.


Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction/DI)
Model Pembelajaran langsung merupakan suatu model pengajaran yang sebenamya bersifat teacher
center Dalam menerapkan model pengajaran langsung, guru harus mendemonstrasikan pengetahuan
atau keterampilan yang akan dilatihkan kepada siswa secara langkah demi langkah. Karena dalam
pembelajaran peran guru sangat dominan maka guru dituntut agar dapat menjadi seorang model yang
menarik bagi siswa.
Model pengajaran langsung dirancang secara khusus untuk mengembangkan pengetahuan prosedural
dan deklaratif
Blog dengan ID 33471 Tidak ada
Strategi Belajar (Learning Strategy)
Akhirnya, adalah sangat penting bagi guru untuk membantu para siswanya menguasai strategi belajar.
Strategi belajar merupakan alat untuk membantu siswa belajar dengan kemampuannya sendiri
Proses-proses ini digunakan untuk membantu siswa "belajar bagaimana belajar (learn how to learn),
yaitu bagaimana memahami, menyimpan dan mengingat kembali keterampilan atau informasi.
Strategi-strategi belajar dapat dibagi menjadi empat kategori, yaitu strategi pengulangan, strategi
elaborasi, strategi organisasi dan strategi metakognitif

Multi ModelMerupakan penggabungan beberapa model pembelajaran yang berorientasi pada
pendekatan kontekstual.