Anda di halaman 1dari 19

TUGAS KHUSUS SEMESTER PENDEK (SP)

RANCANGAN PABRIK
PENGENALAN ALAT PEMISAH








Nama Kelompok :
1) Hariyani (03101003007)
2) Ratih Kesuma Wardhani (03101003013)
3) Tri Wulan Sari (03101003029)
4) Darmayanti (030101003035)
5) Aristia Alisandi (03101003094)

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2014
Secara mendasar, proses pemisahan dapat diterangkan sebagai
proses perpindahan massa. Proses pemisahan sendiri dapat diklasifikasikan
menjadi proses pemisahan secara mekanisme atau kimiawi. Pemilihan jenis proses
pemisahan yang digunakan bergantung pada kondisi yang dihadapi. Pemisahan
secara mekanis dilakukan kapanpun memungkinkan karena biaya operasinya lebih
murah dari pemisahan secara kimiawi. Untuk campuran yang tidak dapat
dipisahkan melalui proses pemisahan mekanis, proses pemisahan kimiawi harus
dilakukan. Proses pemisahan suatu campuran dapat dilakukan dengan berbagai
metode. Metode pemisahan yang dipilih bergantung pada fasa komponen
penyusun campuran. Suatu campuran dapat berupa campuran homogen (satu fasa)
atau campuran heterogen (lebih dari satu fasa). Suatu campuran heterogen dapat
mengandung dua atau lebih fasa: padat-padat, padat-cair, padat-gas, cair-cair, cair-
gas, gas-gas, campuran padat-cair-gas, dan sebagainya. Pada berbagai kasus, dua
atau lebih proses pemisahan harus dikombinasikan untuk mendapatkan hasil
pemisahan yang diinginkan.
Berdasarkan tahap proses pemisahan, metode pemisahan dapat dibedakan
menjadi dua golongan, yaitu metode pemisahan sederhana dan metode pemisahan
kompleks. Macam-macam Alat pemisah yaitu sebagai berikut :
1. Distilasi
Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia
berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan.
Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini
kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik
didih lebih rendah akan menguap lebih dulu.
Ada 4 jenis distilasi yang akan dibahas disini, yaitu distilasi sederhana,
distilasi fraksionasi, distilasi uap, dan distilasi vakum.

Selain itu ada pula distilasi
ekstraktif dan distilasi azeotropic homogenous, distilasi dengan menggunakan
garam berion, distilasi pressure-swing, serta distilasi reaktif.
a) Distilasi Sederhana
b) Distilasi Fraksionisasi
c) Distilasi Uap
d) Distilasi Vakum

Gambar 1.1 Destilasi
Kolom distilasi (distillation column) merupakan peralatan proses yang
banyak digunakan dalam industri proses termasuk kilang minyak. Kolom distilasi
digunakan untuk memisahkan suatu bahan yang mengandung dua atau lebih
komponen bahan menjadi beberapa komponen berdasarkan perbedaan volatility
(kemudahan menguap) dari masing-masing komponen bahan tersebut.
Kolom distilasi merupakan serangkaian peralatan proses yang terdiri dari
preheater, column, condenser, accumulator, reboiler serta peralatan
pendukungnya, dengan konfigurasi seperti pada gambar berikut.

Kolom (column) atau sering disebut tower memiliki dua kegunaan; yang
pertama untuk memisahkan feed (material yang masuk) menjadi dua porsi, yaitu
vapor yang naik ke bagian atas (top/overhead) kolom dan porsi liquid yang turun
ke bagian bawah (bottom) kolom; yang kedua adalah untuk menjaga campuran
kedua fasa vapor dan liquid (yang mengalir secara counter-current) agar
seimbang, sehingga pemisahannya menjadi lebih sempurna.
Overhead vapor akan meninggalkan bagian atas kolom dan masuk ke
condenser, vapor yang menjadi liquid akan dikumpulkan di accumulator.
Sebagian liquid dari accumulator dikembalikan ke kolom sebagai reflux,
sedangkan sebagian lainnya sebagai overhead product atau distillate.
Bottom liquid keluar dari bagian bawah kolom dan dipanaskan ke
reboiler. Sebagian liquid menjadi vapor dan dikembalikan ke kolom, dan
sebagian lainnya akan dikeluarkan sebagai bottom product atau residue. Ini adalah
konfigurasi kolom yang relative sederhana, pada aplikasi yang lebih kompleks,
sebagian vapor atau liquid ditarik dari beberapa titik di bagian samping kolom
(sidestream) sebagai intermediate product dan/atau sebagai reflux.
Pada umumnya bahan yang akan dipisahkan (feed) dimasukkan kedalam
kolom melalui bagian samping kolom tersebut. Komponen yang lebih ringan
akan menguap menjadi vapor dan naik ke bagian atas (overhead) kolom ,
sedangkan komponen yang lebih berat berbentuk liquid akan jatuh ke bagian
bawah (bottom) kolom.
Ada beberapa macam pemilihan kolom pemisah distilasi yaitu :
a. Packed Tower
b. Tray / Plate Column
c. Sieve Tray

2. Sedimentasi
Sedimentasi adalah salah satu operasi pemisahan campuran padatan dan cairan
(slurry) menjadi cairan beningan dan sludge (slurry yang lebih pekat
konsentrasinya), Pemisahan dapat berlangsung karena adanya gaya gravitasi yang
terjadi pada butiran tersebut. Proses sedimentasi dalam industri kimia banyak
digunakan, misalnya pada proses pembuatan kertas dimana slurry berupa bubur
selulose yang akan dipisahkan menjadi pulp dan air, proses penjernihan air (water
treatment),dan proeses pemisahan buangan nira yang akan diolah menjadi gula.
Proses sedimentasi dalam dunia industri dilakukan secara sinambung dengan
menggunakan alat yang dikenal dengan nama thickener, sedangkan untuk skala
laboratorium dilakukan secara batch. Data-data yang diperoleh dari prinsip
sedimentasi secara batch dapat digunakan untuk proses yang sinambung.
Sedimentasi adalah suatu proses pemisahan suspensi secara mekanik menjadi
dua bagian, yaitu slurry dan supernatant. Slurry adalah bagian dengan konsentrasi
partikel terbesar, dan supernatant adalah bagian cairan yang bening. Proses ini
memanfaatkan gaya gravitasi, yaitu dengan mendiamkan suspensi hingga
terbentuk endapan yang terpisah dari beningan (Foust, 1980). Proses sedimentasi
dapat dilakukan dengan tiga macam cara, yaitu :
a. Cara Batch
Cara ini cocok dilakukan untuk skala laboratorium, karena sedimentasi
batch paling mudah dilakukan, pengamatan penurunan ketinggian mudah.
b. Cara Semi-Batch
Pada sedimentasi semi-batch , hanya ada cairan keluar saja, atau cairan
masuk saja. Jadi, kemungkinan yang ada bisa berupa slurry yang masuk
atau beningan yang keluar.
c. Kontinyu
Pada cara ini, ada cairan slurry yang masuk dan beningan yang
dikeluarkan secara kontinyu. Saat steady state, ketinggian tiap zona akan
konstan

3. Sentrifuge
Alat sentrifugasi yang biasa disebut sentrifus, bekerja dengan prinsip
pemberian gaya sentrifugal yaitu dengan memutar bahan dengan kecepatan
tertentu dan selang waktu tertentu, sehingga terjadi pemisahan berdasarkan bobot
dan untuk mempercepat endapan. Bentuk seperti tabung dan cara mengendapkan
cairan itu adalah dengan cara mengocoknya.
Prinsip utama sentrifugasi adalah memisahkan substansi berdasarkan berat
jenis molekul dengan cara memberikan gaya sentrifugal sehingga substansi yang
lebih berat akan berada di dasar, sedangkan substansi yang lebih ringan akan
terletak di atas. Teknik sentrifugasi tersebut dilakukan di dalam sebuah mesin
yang bernama mesin sentrifugasi dengan kecepatan yang bervariasi.
Sentrifugasi dibedakan menjadi 2 yaitu :
A. Laboratory Centrifuges
B. Preparative Centrifuges

A. Laboratory Centrifuges

Laboratory centrifuges digunakan untuk pemisahan skala kecil. Volume
larutan yang dipisahkan antara 1 - 5000 ml dengan Kecepatan : 1000 15000
rpm.
B. Preparative Centrifuges
Digunakan dalam skala besar (1 liter sampai ratusan liter). Biasanya
menggunakan tubular rotating chamber. Suspensi yang akan dipisahkan
dimasukkan ke alat. Supernatan dan endapannya dikumpulkan di ujung perangkat
dan prosesnya continous.

(Tubular Bowl Centrifuge)

Laju umpan : 1.5-12 L/s (25-200 gal/min).
Kecepatan rotasi : 1000-6000 rpm.
g factor (ratio of centrifugal force to gravity force): 2000-3000.
Sentrifugasi dengan volume lebih besar akan lebih efektif

Disk Stack Centrifuges

Desainnya kompak dan memberikan hasil pemisahan yang lebih baik
daripada standar tubular bowl centrifuge
Umpan masuk dari atas alat dan terdistirbusi pada bagian bawah melewati
poros berongga
Partikel-partikel yang terlempar ke luar dan masuk ke disk stack, lalu
padatan terpisah di pinggiran sentrifuge dan akan dikeluarkan
Cairan yang terpisah mengallir melalui bagian atas.

4. Cyclone
Cyclone separator adalah alat yang menggunakan prinsip gaya sentrifugal dan
tekanan rendah karena adanya perputaran untuk memisahkan materi berdasarkan
perbedaan massa jenis dan ukuran.
Adapun prinsip kerja dari cyclone ini sebagai berikut:
a. Gas atau aliran fluida diinjeksikan melalui pipa input.
b. Bentuk kerucut cyclone menginduksikan aliran gas atau fluida untuk
berputar, menciptakan vortex.
c. Partikel dengan ukuran atau kerapatan yang lebih besar didorong ke arah
luar vortex.
d. Gaya gravitasi menyebabkan partikel-partikel tersebut jatuh ke sisi kerucut
menuju tempat pengeluaran.
e. Partikel dengan ukuran atau kerapatan yang lebih kecil keluar melalui
bagian atas dari cyclone melalui pusat yang bertekanan rendah.
f. Cyclone membuat suatu gaya sentrifugal yang berfungsi untuk
memisahkan partikulat dari udara kotor.
g. Gaya sentrifugal timbul saat partikulat di dalam udara masuk ke puncak
kolektor silindris pada suatu sudut dan diputar dengan cepat mengarah ke
bawah seperti pusaran air. Aliran udara mengalir secara melingkar dan
partikulat yang lebih berat mengarah ke bawah setelah menabrak ke arah
dinding cyclone dan meluncur ke bawah.





Gambar 4. Cyclone


Jenis-jenis dari Cyclone :
Adapun beberapa jenis cyclone diantaranya adalah:
a. Hydrocyclone
b. Multicyclone

5. Kristalizer
Kristalisasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh zat padat
yang terlarutdalam suatu larutan. Alat-alat kristalisasi disebut juga kristallisator.
Alat-alat ini digunakan dalam proses kristalisasi terutamadalam skala industri,
alat-alat yang digunakan dalam proses kristalisasi sangat beragam macam, hal ini
disebabkan oleh sifat-sifat bahan dan kondisi pertumbuhan kristal yang sangat
bervariasi. Disamping itu juga karena kristallisasi dilaksanakan untuk tujuan yang
berbeda-beda (pemisahan bahan, pemurnian bahan, pemberian bentuk).
Penggunaan alat kristallisasi harus memenuhi persyaratan misalnya
konsentrasi, suhu, dan gerakan untuk menunjang pertumbuhan inti atau benih
kristal. Dengan melengkapi perlengkapan-perlengkapan pada kristalisator untuk
memungkinkan terjadinya perpindahan panas (pemanasan, pendinginan, dan
penguapan) dan juga gerakan (pengadukan, penggulingan, pengankutan)
Kristallisator biasanya dilengkapi dengan alat pemisah (filtrasi) yang
dipasang dibelakang alat kristalisasi dan alat pengering. Faktor-faktor yang
menjadi dasar pemilihan sebuah alat kristalisasi ialah misalnya :
Unjuk kerja kristalisasi yang diingikan
Cara operasi (tak kontinu, kontinu)
Kondisi bahan baku (larutan , lelehan)
Ukuran Kristal yang diinginkan
Bentuk Kristal yang diinginkan
Kemurnian kristalisat yang diinginkan
Kecendrungan produk untuk menbentuk kerak
Jenis-Jenis dari kristalizer yaitu sebagai berikut :
a. Draft Tube Baffle Crystallizer
b. Cooling Crystallizers
c. Evaporative crystallizers
d. Forced Circulation Crystallizer
e. Induced Circulation Crystallizer
f. Oslo Type Crystallizer
g. Vacum Crystallizer
h. Agitated Batch Crystallizer
i. Swenson Walker Crystallizer
j. Crystal Vacum Crystallizer
k. Oslo Surface Cooled Crystalizer


6. Filtrasi
Filtrasi atau penyaringan merupakan metode pemisahan untuk
memisahkan zat padatdari cairannya dengan menggunakan alat berpori
(penyaring).Filtrasi adalah operasi dimana campuran yang heterogen antara fluida
dan partikel-partikel padatan dipisahkan oleh media filter yang meloloskan fluida
tetapi menahan partikel-partikel padatan. Hal yang paling utama dalam filtrasi
adalah mengalirkan fluida melalui media berpori. Filtrasi dapat terjadi karena
adanya gaya dorong, misalnya ; gravitasi, tekanan dan gaya sentrifugal. Pada
beberapa proses media filter membantu balok berpori (cake) untuk menahan
partikel-partikel padatan di dalam suspensi sehingga terbentuk lapisan berturut-
turut pada balok sebagai filtrat yang melewati balok dan media tersebut. Pada
umumnya filter dapat digolongkan berdasarkan gaya dorong alami.
Jenis-Jenis dari filtrasi adalah sebagai berikut :
a. Filter Gravitasi (Gravity Filter)
b. Filter Pelat dan Bingkai
c. Batch Leaf Filter


7. Evaporasi
Tujuan dari evaporasi adalah memekatkan larutan yang mengandung zat
yang sulit menguap (non-volatile solute) dan pelarut yang mudah menguap
(volatile solvent) dengan cara menguapkan sebagian pelarutnya. Pelarut yang
ditemui dalam sebagian besar sistem larutan adalah air. Umumnya, dalam
evaporasi, larutan pekat merupakan produk yang diinginkan, sedangkan uapnya
diembunkan dan dibuang. Sebagai contoh adalah pemekatan larutan susu,
sebelum dibuat menjadi susu bubuk. Beberapa sistem evaporasi bertujuan untuk
mengambil air pelarutnya, misalnya dalam unit desalinasi air laut untuk
mengambil air tawarnya.
Prinsip kerja pemekatan larutan dengan evaporasi didasarkan pada
perbedaan titik didih yang sangat besar antara zat-zat yang yang terlarut dengan
pelarutnya. Pada industri susu, titik didih normal air (sebagai pelarut susu) 100C,
sedangkan padatan susu praktis tidak bisa menguap. Jadi, dengan menguapnya air
dan tidak menguapnya padatan, akan diperoleh larutan yang makin pekat.
Jenis-Jenis Evaporator adalah sebagai berikut :
a. Horizontal Tube Evaporator
b. Basket Evaporator
c. Standard Vertical-Tube Evaporator
d. Long Tube Vertical Evaporator
e. Vertical Tube Evaporator with Forced Circulation
f. Forced Circulation Evaporator with External Heater
g. Climbing Film, Long Tube Vertical Evaporator with External Heater
h. Falling Film Evaporator
i. Agitated Film Evaporator
j. Direct Contact Evaporator

8. Crusher
Crusher berfungsi untuk memecahkan batuan alam menjadi ukuran yang lebih
kecil sesuai spesifikasi yang dibutuhkan. Selain memisahkan batuan hasil
pemecahan dengan menggunakan saringan atau screen. Crusher terdiri dari
beberapa bagian yaitu crusher primer, crusher sekunder, crusher tersier. Setelah
batuan diledakan, batuan dimasukan kedalam crusher primer. Hasil dari crusher
primer dimasukan kedalam sekunder untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
Bila hasil crusher sekunder belum memenuhi spesifikasi yang ditetapkan maka
batuan diolah kembali di crusher tersier dan seterusnya. Peralatan penghancur zat
padat dibagi atas mesin pemecah (crusher)mesin giling (grinder), mesin giling
ultrahalus (ultrafine grinder) dan mesin potong (cutting machine) . Mesin
pemecah bertugas melakukan kerja berat memecah bongkah bongkah besar
menjadi kepingan-kepingan kecil. Mesin pemecah primer digunakan untuk
mengerjakan bahan mentah hasil tambang dan dapat menampung segala macam
yang keluar dari muka tambang dan memecahkannya menjadi kepingan
kepingan antara 6-10inchi. Mesin pemecah sekunder bertugas untuk memecahkan
lagi kepingan-kepingan menjadi partikel yang ukurannya, barangkali 0.25 inchi
.Untuk pemecah secara komersil dalam ukuran of masses of solids 1 ft atau lebih,
berdiameter sampai dengan 200-mesh, setidaknya akan melalui 3 tahapan
berdasarkan tipe mesinnya.
Jenis-Jenis Crusher adalah sebagai berikut :
a. Jaw Crusher
b. Gyratory Crusher
c. Toothed Roll Crusher
d. Blake Crusher
e. Dodge Crusher
f. Hammer Mill
g. Impactor
h. Atrition Mills
i. Tumbling Mills

Gambar 8.1 Jaw Crusher









.



















Beberapa dasar pemisahan campuran antara lain adalah ukuran partikel, titik
didih, kelarutan, dan pengendapan.
Jenis-jenis metode pemisahan campurana.
1. Filtrasi
Filtrasi atau penyaringan merupakan metode pemisahan untuk
memisahkan zat padatdari cairannya dengan menggunakan alat berpori
(penyaring
2. Sublimasi
Sublimasi merupakan metode pemisahan campuran yang terdiri dari suatu
zat yangmemiliki sifat dapat menyublim dengan zat yang tidak
dapat menyublim.
3. Kristalisasi
Kristalisasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh zat padat
yang terlarutdalam suatu larutan.
4. Destilasi
destilasi merupakan metode pemisahan yang prinsipnya didasarkan pada
perbedaan titik didih zat cair yang ada dalam campuran sehingga dapat
dipisahkan pada saatsalah satu zat cair menguap lebih dahulu.
5. Evaporasi
Evaporasi merupakan metode pemisahan campuran dengan
cara menguapkanpelarut pada campuran
6. Kromatografi
Kromatografi merupakan metode pemisahan campuran yang didasarkan
padaperbedaan kecepatan merambat antara partikel-partikel yang
bercampur dalam suatu medium diam ketika dialiri suatu medium
yang bergerak
7. Dekantasi
Dekantasi merupakan metode pemisahan campuran zat cair dan zat padat
dengancara mengendapkan endapan kemudian menuangkan cairan



























Beberapa dasar pemisahan campuran antara lain adalah ukuran partikel, titik
didih, kelarutan, dan pengendapan.
Jenis-jenis metode pemisahan campurana.
8. Filtrasi
Filtrasi atau penyaringan merupakan metode pemisahan untuk
memisahkan zat padatdari cairannya dengan menggunakan alat berpori
(penyaring
9. Sublimasi
Sublimasi merupakan metode pemisahan campuran yang terdiri dari suatu
zat yangmemiliki sifat dapat menyublim dengan zat yang tidak
dapat menyublim.
10. Kristalisasi
Kristalisasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh zat padat
yang terlarutdalam suatu larutan.
11. Destilasi
destilasi merupakan metode pemisahan yang prinsipnya didasarkan pada
perbedaan titik didih zat cair yang ada dalam campuran sehingga dapat
dipisahkan pada saatsalah satu zat cair menguap lebih dahulu.
12. Evaporasi
Evaporasi merupakan metode pemisahan campuran dengan
cara menguapkanpelarut pada campuran
13. Kromatografi
Kromatografi merupakan metode pemisahan campuran yang didasarkan
padaperbedaan kecepatan merambat antara partikel-partikel yang
bercampur dalam suatu medium diam ketika dialiri suatu medium
yang bergerak
14. Dekantasi
Dekantasi merupakan metode pemisahan campuran zat cair dan zat padat
dengancara mengendapkan endapan kemudian menuangkan cairan


http://mhimns.blogspot.com/2013/04/sedimentasi.html
https://www.google.co.id/?gws_rd=cr&ei=qMerU7TVD8_GuATKooGY
Dg#q=prinsip+kerja+dari+alat+sedimentasi
http://indrawibawads.files.wordpress.com/2012/01/cyclone-indra-wibawa-
tkim-unila.pdf