Anda di halaman 1dari 1

2.1.6.

Antibodi Monoklonal
Antibodi monoklonal adalah zat yang diproduksi oleh sel gabungan tipe tunggal yang
memiliki kekhususan tambahan. Ini adalah komponen penting dari sistem kekebalan
tubuh. Antibody monoklonal adalah antibody yang melawan protein di daerah dan atau sel
kanker. Antibodi monoklonal dibuat di laboratorium khusus untuk melawan antigen tertentu.
Karena tiap jenis kanker mengeluarkan antigen yang berbeda, maka berbeda pula antibodi
yang digunakan.
Mereka dapat mengenali dan mengikat ke antigen yang spesifik. Pada teknologi
antibodi monklonal, sel tumor yang dapat mereplikasi tanpa henti digabungkan dengan sel
mamalia yang memproduksi antibodi. Hasil penggabungan sel ini adalah hybridoma, yang
akan terus memproduksi antibodi. Antibodi monoklonal mengenali setiap determinan yang
antigen (bagian dari makromolekul yang dikenali oleh sistem kekepalan tubuh / epitope).
Mereka menyerang molekul targetnya dan mereka bisa memilah antara epitope yang sama.
Selain sangat spesifik, mereka memberikan landasan untuk perlindungan melawan patogen.
Antibodi monoklonal sekarang telah digunakan untuk banyak masalah diagnostik seperti :
mengidentifikasi agen infeksi, mengidentifikasi tumor, antigen dan antibodi auto, mengukur
protein dan level drug pada serum, mengenali darah dan jaringan, mengidentifikasi sel
spesifik yang terlibat dalam respon kekebalan dan mengidentifikasi serta mengkuantifikasi
hormon.
Antibodi monoklonal juga dapat mempengaruhi cell growth factors, karenanya dapat
digunakan untuk menghambat pertumbuhan sel-sel tumor. Jika dipadu dengan radioisotop,
obat kemoterapi, atau imunotoksin, setelah menemukan antigen yang dicari antibodi
monoklonal langsung membunuh sel pembuatnya (kanker).
Beberapa jenis antibodi monoklonal yang banyak dipergunakan antara lain rituximab
(untuk non-Hodgkins lymphoma), trastuzumab (untuk kanker payudara), alemtuzumab
(leukemia limfositik kronis), bevacizumab (kanker usus besar), cetuximab (kanker usus
besar), gemtuzumab ozogamicin (leukemia myelogenik akut), ibritumomab tiuxetan (non
Hodgkins lymphoma). Antibodi monoklonal untuk berbagai jenis kanker lainnya sedang
dalam tahap uji klinis.
Trastuzumab (Herceptin), yang digunakan pada kanker payudara yang telah menyebar
adalah salah satu contoh antibody yang melawan protein HER-2, protein yang bertanggung
jawab atas pertumbuhan sel kanker payudara pada 15 25% kasus. Penambahan Trastuzumab
pada kemoterapi terbukti menurunkan tumbuh kembalinya kanker dan mengurangi angka
kematian pada perempuan penderita kanker payudara yang memiliki protein tersebut.
Tips: pengobatan ini masih tergolong pengobatan yang baru dalam dunia kanker, oleh
karena itu bertanyalah dengan sejelas-jelasnya kepada dokter yang merawat tentang segala
kemungkinan dari terapi ini, terutama dari sisi efek samping yang ditimbulkan.