Anda di halaman 1dari 6

PEMBAHASAN

A. ANALISIS
Menurut World Health Organization (WHO), penyakit diare adalah suatu
penyakit yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja yang
lembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar yang
lebih dari biasa, yaitu 3 kali atau lebih dalam sehari yang mungkin dapat
disertai dengan muntah atau tinja yang berdarah. enyakit ini paling sering
dijumpai pada anak balita, terutama pada 3 tahun pertama kehidupan,
dimana seorang anak bisa mengalami !"3 episode diare berat (#imatupang,
$%%&).
'iare dapat diartikan sebagai suatu kondisi, buang air besar yang tidak
normal yaitu lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi tinja yang encer
dapat disertai atau tanpa disertai darah atau lendir sebagai akibat dari
terjadinya proses inflamasi pada lambung atau usus. (erdasarkan lama
)aktunya, diare dapat di kelompokkan sebagai berikut (#imadibrata, $%%*) +
a. 'iare akut, yaitu diare yang berlangsung kurang dari !, hari.
#edangkan menurut World -astroenterology Organi.ation -lobal
-uidelines ($%%/) diare akut didefinisikan sebagai pasase tinja yang
cair atau lembek dengan jumlah lebih banyak dari normal,
berlangsung kurang dari !& hari. 'iare akut biasanya sembuh sendiri,
lamanya sakit kurang dari !& hari, dan akan mereda tanpa terapi yang
spesifik jika dehidrasi tidak terjadi (ur)o, $%%0).
b. 'iare kronik adalah diare yang berlangsung lebih dari !, hari.
#edangkan menurut banyaknya kehilangan cairan dan elektrolit dari
tubuh, diare dapat dibagi menjadi +
a. 'iare tanpa dehidrasi
enderita tidak mengalami dehidrasi karena frekuensi diare
masih dalam batas toleransi dan belum ada tanda"tanda dehidrasi.
b. 'iare dengan dehidrasi ringan (31",1)
enderita mengalami diare 3 kali atau lebih, kadang"kadang
muntah, terasa haus, kencing sudah mulai berkurang, nafsu makan
menurun, aktifitas sudah mulai menurun, tekanan nadi masih normal
atau takikardia yang minimum dan pemeriksaan fisik dalam batas
normal.
c. 'iare dengan dehidrasi sedang (,1"!%1)
enderita akan mengalami takikardi, kencing yang kurang atau
langsung tidak ada, irritabilitas atau lesu, mata dan ubun"ubun besar
menjadi cekung, turgor kulit berkurang, selaput lendir bibir dan
mulut serta kulit tampak kering, air mata berkurang dan masa
pengisian kapiler memanjang (2 $ detik) dengan kulit yang dingin
yang dingin dan pucat.
d. 'iare dengan dehidrasi berat (!%1"!,1)
enderita sudah banyak kehilangan cairan dari tubuh dan
biasanya pada keadaan ini penderita mengalami takikardi dengan
pulsasi yang melemah, hipotensi dan tekanan nadi yang menyebar,
tidak ada penghasilan urin, mata dan ubun"ubun besar menjadi sangat
cekung, tidak ada produksi air mata, tidak mampu minum dan
keadaannya mulai apatis, kesadarannya menurun dan juga masa
pengisian kapiler sangat memanjang (2 3 detik) dengan kulit yang
dingin dan pucat.
#etelah melakukan asuhan kepera)atan pada 3n. 4 dengan 'iare 3kut
'ehidrasi #edang ('3'5#), di ruang Melati, maka selanjutnya akan
dibahas kesenjangan antara teori dan prakteknya. 3dapun pembahasan
meliputi proses kepera)atan dari pengkajian, diagnosa kepera)atan,
perencanaan kepera)atan, pelaksanaan kepera)atan dan e6aluasi.
1. Pengkajian
Hasil pengkajian berupa data subjektif dan objektif, pemeriksaan
fisik, membaca catatan medik dan catatan kepera)atan. ada tahap
pengkajian tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus. 7anda dan
gejala yang muncul saat pengkajian sesuai dengan manifestasi klinis
diare yaitu mula"mula anak8bayi cengeng gelisah, suhu tubuh
mungkin meningkat, nafsu makan berkurang, sering buang air besar
dengan konsistensi tinja cair atau encer, kadang disertai )ial dan
)iata, anus dan sekitarnya lecet karena seringnya difekasi dan tinja
menjadi lebih asam akibat banyaknya asam laktat, terdapat tanda dan
gejala dehidrasi, turgor kulit jelas (elistitas kulit menurun), ubun"
ubun dan mata cekung membran mukosa kering dan disertai
penurunan berat badan, perubahan tanda"tanda 6ital, nadi dan
respirasi cepat, tekan darah turun, denyut jantung cepat, pasien sangat
lemas, kesadaran menurun (apatis, samnolen, sopora komatus)
sebagai akibat hipo6okanik, diuresis berkurang (oliguria sampai
anuria).
ada pengkajian tanggal !& 3pril $%!& pukul !%.%% pada 3n. 4
usia ! tahun !% bulan, tidak semua tanda dan gejala muncul. #aat
pengkajian, ditemukan data bah)a klien sebelumnya masuk 9-'
tanggal !3 3pril $%!& pukul !/.&% dengan keluhan re)el, panas dan
diare sudah 0 kali. #aat pengkajian hampir semua tanda dan gejala
muncul kecuali terjadinya peningkatan frekuensi respirasi, dan
penurunan kesadaran. ada saat pengkajian klien masih terlihat sadar
penuh (composmentis), tidak menggunakan alat bantu nafas.
'alam penatalaksanaan medis sudah dilakukan pemeriksaan
darah dan feses. 4amun tidak dilakukan pemeriksaan gangguan
keseimbangan asam basa dalam darah, dengan menentukan H dan
cadangan alkali dan analisa gas darah, pemeriksaan kadar ureum dan
kreatinin untuk mengetahui faal ginjal dan pemeriksaan elektrolit
terutama kadar 4a, :, :alsium dan osfat.
2. Diagnosa Keperawatan
'idalam teori, terdapat sembilan diagnosa kepera)atan yaitu +
a. 'iare b.d faktor psikologis (tingkat stress dan cemas
tinggi), faktor situasional ( keracunan, penyalahgunaan
laksatif, pemberian makanan melalui selang efek samping
obat, kontaminasi, tra6eling), factor fisiologis (inflamasi,
malabsorbsi, proses infeksi, iritas, parasit)
b. Hipertermi b.d peningkatan metabolik, dehidrasi, proses
infeksi, medikasi
c. :ekurangan 6olume cairan b.d kehilangan 6olume cairan
aktif, kegagalan dalam mekanisme pengaturan.
d. 3nsietas orang tua b.d proses penyakit anaknya
e. 'efisiensi pengetahuan tentang penyakit diare b.d kurang
informasi, keterbatasan kognisi, tidak familiar dengan
sumber informasi
f. 5esiko kelebihan 6olume cairan b.d o6erhidrasi
g. enurunan cardiac output b.d penurunan suplai cairan8darah
h. ola nafas tidak efektif b.d hiper6entilasi
i. ;ntoleransi akti6itas b.d ketidakseimbangan antara
kebutuhan dan suplai oksigen
4amun pada prakteknya hanya ditemukan lima diagnosa
kepera)atan yaitu +
a. Hipertermi b.d. dehidrasi
b. 'iare b.d proses infeksi bakteri
c. :ekurangan 6olume cairan b.d. kehilangan 6olume cairan
aktif
d. :etidakseimbangan nutrisi + kurang dari kebutuhan tubuh
b.d penurunan intake makanan
e. 'efisiensi pengetahuan orang tua tentang diare b.d kurang
informasi
:eempat diagnosa tersebut dapat ditegakkan berdasarkan data
yang didapatkan saat pengkajian dan sesuai dengan teori. 'iagnosa
tentang defisiensi pengetahuan orang tua tentang diare b.d kurang
informasi tidak terdapat di teori namun dapat ditegakkan karena data
< data yang diperoleh saat pengkajian sangat mendukung diagnosa
kepera)atan tersebut.
3. Perencanaan Keperawatan
#etelah diagnosa kepera)atan dapat ditegakkan, maka perlu
penetapan rencana kepera)atan untuk mengatasi masalah
kepera)atan tersebut. :egiatan perencanaan ini meliputi +
memprioritaskan masalah, merumuskan tujuan, kriteria hasil, serta
tindakan.
'alam perencanaan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan
praktek dalam memprioritaskan masalah, merumuskan masalah,
merumuskan tujuan, kriteria hasil, serta tindakan. erumusan tujuan
pada asuhan kepera)atan berdasarkan pada metode #M357
(spesifik, measurable, asureble, reality and time) yaitu secara spesifik
dapat diukur maupun diatasi dengan tindakan kepera)atan.
erencanaan berpatokan pada 4O= untuk menentukan kriteria hasil
dan 4;= untuk menentukan inter6ensi.
4. Implementasi Keperawatan
'alam tahap implementasi, penulis dapat melaksanakan semua
rencana kepera)atan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat.
:eluarga juga sangat kooperatif dengan pera)at )alaupun klien
terlihat takut kepada pera)at, namun setelah (H# klien mulai
terbiasa. ;mplementasi kepera)atan yang telah dilakukan secara garis
besar adalah memantau 6ital sign terutama suhu setiap & jam sekali,
memonitor )arna kulit, menganjurkan intake cairan dan nutrisi yang
adekuat, meganjurkan keluarga memberikan makanan rendah serat
dan tidak asam sedikit demi sedikit tetapi sering, mengajarkan
keluarga cara mera)at daerah perineal, mengajarkan dan
menganjurkan pada keluarga kompres hangat saat suhu klien tinggi,
memberikan antipiretik parasetamol, memberikan pengertian dan
pendidikan kesehatan kepada orang tua klien tentang diare. 5encana
kepera)atan pada kelima diagnosa dapat dilaksanakan dalam )aktu
yang telah tentukan.
5. Evaluasi S!AP"
>6aluasi sudah dilaksanakan sesuai dengan teori. >6aluasi
dilakukan setiap hari selama tiga hari kelolaan, perdiagnosa untuk
mempermudah pemantauan perkembangan kondisi klien. >mpat
masalah kepera)atan meliputi + Hipertermi b.d. dehidrasi, diare b.d
proses infeksi bakteri, kekurangan 6olume cairan b.d. kehilangan
6olume cairan aktif dan defisiensi pengetahuan orang tua tentang
diare b.d kurang informasi dapat teratasi sesuai dengan )aktu yang
telah ditentukan dan mencapai kriteria hasil yang telah dibuat.
#edangkan masalah kepera)atan ketidakseimbangan nutrisi + kurang
dari kebutuhan tubuh b.d penurunan intake makanan belum dapat
teratasi karena kriteria hasil status nutrisi (?" score) dalam batas
normal dan tidak ada penurunan berat badan belum tercapai, tetapi
klien sudah pulang dan memilih berobat jalan.
B. E#AL$ASI
#ecara garis besar terdapat sedikit kesenjangan antara teori dan praktek
dalam melakukan asuhan kepera)atan. ada saat proses pengkajian, hanya
beberapa tanda dan gejala saja yang muncul pada klien. ada pemeriksaan
penunjang, tidak dilakukan semua pemeriksaan penunjang secara lengkap
namun hanya dilakukan pemeriksaan darah dan feses. Hal tersebut tidak
sesuai dengan teori namun sudah cukup menegakkan diagnosa medis
'3'5# dan sudah dapat mengetahui etiologi diare yang diderita klien yaitu
diare karena bakteri. #elanjutnya pada diagnosa kepera)atan, tidak semua
diagnosa kepera)atan yang terdapat dalam teori muncul, namun hal tersebut
sudah sesuai dengan masalah prioritas klien sehingga inter6ensi yang di
berikan tepat sesuai kebutuhan. #aat implementasi klien dan keluarga sangat
kooperatif sehingga rencana kepera)atan dapat dilakukan sesuai dengan
teori. :eempat masalah kepera)atan teratasi namun satu masalah
kepera)atan tentang ketidakseimbangan nutrisi+ kurang dari kebutuhan
tubuh belum teratasi karena klien pulang dan memilih untuk berobat jalan.