Anda di halaman 1dari 9

Perhitungan Upah Borongan Per Komponen

Didalam mempertahankan produktivitas hasil kerja Karyawan adalah gampang-gampang sulit.


Gampang bila semua pekerjaan tersebut dikerjakan dengan mekanisasi dan serba otomatis.
Gajinya besar, kesejahteraan yang diterima cukup dan mayoritas Karyawannya berpendidikan
tinggi (walaupun bukan jaminan 1! untuk mempertahankan produktivitas".
#ulit bila semua pekerjaan atau sebagian pekerjaan dikerjakan secara manual (semi mekanisasi".
$palagi gaji Karyawannya rendah, kesejahteraan kurang dan mayoritas Karyawannya
berpendidikan rendah sampai dengan menengah. %enurut pengalaman pribadi, berbagai macam
bentuk pelatihan ketrampilan dan motivasi yang telah diberikan kepada mereka, biasanya bisa
menaikkan produktivitas kerjanya. &api tidak bisa bertahan lama. 'aling setelah ( atau ) bulan
kembali kebudaya kerja semula.
#alah satu alternati* solusi yang pernah kami lakukan untuk mempertahankan produktivitas kerja
Karyawan, adalah +upah borongan hasil kerja+ per komponen (walaupun tidak terlalu akademis",
tidak ada salahnya kalau dicoba atau sekedar dijadikan pembanding. %odel upah kerja borongan
ini selain bisa diberlakukan pada industri *urniture, juga bisa diterapkan pada industri yang lain.
%isalnya industri elektronik, industri peralatan rumah tangga, industri alat olah raga, industri
perakitan sepeda dll industri pabrikan yang sudah lama beroperasi. ,adi bukan 'erusahaan yang
baru berdiri. &api kalau mau dicobakan pada 'erusahaan yang baru, justru lebih mudah
pelaksanaannya. Karena calon Karyawan sebelum direkrut sudah dijelaskan bahwa sistem
pengupahannya adalah borongan. ,adi sudah ada kesepakatannya sebelum bekerja.
-pah kerja borongan sebenarnya tidak merugikan Karyawan, bahkan bisa meningkatkan
pendapatan Karyawan yang kerja produktiv dan bisa mendapat tambahan berupa bonus
produksi. #elain itu bisa mempertahankan kelangsungan hidup 'erusahaan karena order kerja
yang diterima selalu bisa selesai tepat waktu bahkan bisa selesai lebih cepat. .ntinya model upah
kerja borongan ini adalah menggunakan jam kerja dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan
kerja. /ukan untuk kepentingan yang lain. #ehingga waktu kerja yang terbuang menjadi sangat
rendah.
,enis pabrikan yang kami pakai contoh kali ini adalah industri *urniture eksport yang mudah
untuk dijelaskan tiap komponen produknya. #edangkan untuk jenis industri yang lain, tinggal
menyesuaikan saja dengan rumus-rumus yang ada di postingan ini.
0ontoh Gambar #atuan Komponen 1urniture
Langkah pertama 2 lakukan pengamatan dan pencatatan tiap hasil kerja per satuan komponen
tanpa sepengetahuan para pekerja. 'encatatan hasil kerja bisa dilakukan tiap akhir hari kerja (3
jam4hr" atau tiap akhir pekan (5 jam kerja4minggu". &ugas pencatatan bisa dilakukan oleh
Kepala 6egu masing-masing atau membentuk &im evaluasi gabungan dari beberapa Departemen
lain selama ) bulan berturut-turut agar sampling data yang didapat bisa lebih valid.
#elama melakukan pencatatan jangan memberi perintah atau menegur pekerja, agar hasil kerja
yang didapat bisa alami mewakili kondisi yang sebenarnya. ,ajaran 7eader di /agian setempat
agar bersedia membantu atau bekerja sama dengan &im 8valuasi ini.
/agian kerja yang perlu dilakukan evaluasi terlebih dahulu adalah bagian yang paling hulu dari
semua alur proses produksi. Karena bagian ini adalah merupakan *eeder pertama yang
menentukan hasil kerja bagian selanjutnya. Didalam industri *urniture namanya adalah bagian
pembahanan (6ough %ill". #ebenarnya masih ada yang lebih awal lagi yaitu /agian pengadaan
('urchasing" 6aw %aterial, Gudang /ahan dan 9pen 'engering. &api sebagai uji coba, kita
mulai dari bagian pembahanan dulu. #elanjutnya bisa diterapkan ke bagian sebelumnya dan
bagian berikutnya yaitu 2 'rocessing, #anding, $ssembling, 1inishing, 'acking dan 7oading (ke
continer".
Langkah kedua 2 mengolah data yang didapat selama ) bulan (1( minggu" dari hasil kerja &im
8valuasi tiap komponen jenis produk. :asilnya dikonversi dengan satuan waktu kerja per hari,
per jam dan per menit. Dijumlahkan lalu dibuat rata-rata waktu kerja per komponen. 0ontohnya
adalah sbb 2
0ontoh Data :asil Kerja &.% 8valuasi #ebelum /orongan
Dari data tersebut diatas dapat diketahui bahwa waktu hasil kerja bagian pembahanan rata-rata
per orang per satuan komponen adalah hampir ) menit. #ebenarnya hasil kerja tersebut masih
bisa lebih cepat lagi karena pekerjaan di bagian tersebut tidaklah sulit (pekerjaan kasaran" dan
selalu menggunakan alat atau mesin.
&api tidak apalah. &etap kami anggap ) menit per komponen per orang. Dengan data ini kita bisa
mengkonversi waktu tersebut kedalam upah minimum propinsi (-%'" setempat. %isalnya -%'
setempat 6p. 1.(.,-4bulan. /erarti bisa di analisa menjadi upah per hari, per jam dan per
menit.
Contohnya adalah sbb :
1. 'er hari 2 6p.1.(. 2 )hari ; 6p. 5.,-
(. 'er jam 2 6p. 5. 2 3jam ; 6p. <.315,-
). 'er menit 2 6p. <.315 2 = menit ; 6p. ><,-
,adi harga borongan per komponen di /agian 'embahanan adalah 2 ) menit ? 6p. ><,- ; 6p.
(@<,- Kalau masing-masing Karyawan di /agian 'embahanan bisa menyelesaikan pekerjaan per
komponen lebih cepat, misalnya dari ) menit menjadi ( menit, upah borongan yang didapat sbb 2
1. 'er jam 2 = mnt 2 ( mnt ; ) komponen
(. 'er hari 2 3 jam 2? ) kom; (1 komponen
). 'er bln 2 (< hr ? (1 kom; <,(< komponen
5. 'endapatan4 bulan 2 <.(< ? 6p.(@<,- ; Rp. 1.49.!"#$%
<. -%' 4bulan ; 6p. 1.(.,-
=. #elisih lebih ; 6p. 1.5>=.(< - 1.(. ; !9.!"#
#elisih lebih ini bukan hanya menguntungkan Karyawan saja, tapi juga 'erusahaan, karena yang
dibayarkan adalah real hasil ker&a. Bukan 'aktu ker&a. Kalau waktu kerja yang dipakai untuk
dasar pembayaran gaji, akibatnya lose time Karyawan juga ikut dibayar. Disamping itu, bagi
'erusahaan aman dari date line pengiriman barang ('engapalan". $man dari pinalty pembayaran.
,adi dalam solusi ini (saya kira" dapat menguntungkan kedua belah pihak, antara 'engusaha dan
'ekerja.
0ontoh /agan $lur Kerja Dept. 'roduksi
'erhitungan diatas hanya murni normal day (non shi*t" pada jam kerja saja. /elum termasuk
hasil kerja pada jam lembur. Kalau 'ekerja mau menambah jam kerja (lembur" ( jam saja, tentu
hasilnya jauh lebih besar lagi.
#edangkan kalau ada listrik mati atau kerusakan mesin atau sebab lain yang diluar kemampuan
'ekerja, sehingga hasil kerjanya tidak bisa maksimal, pendapatan pada hari itu dianggap sama
dengan -%'4hari. Karena 'eraturan 'emerintah melarang 'erusahaan membayar gaji 'ekerja
dibawah -%'.
-ntuk memulainya, tentu saja harus mendapat persetujuan %anajemen 'erusahaan atau
9wnernya terlebih dahulu, lalu dibicarakan dengan #erikat 'ekerja setempat. Aang penting tidak
merubah status 'ekerja dan tidak mengurangi upah pekerja. /ahkan program ini justru
menambah penghasilan 'ekerja.
Kalau pembicaraan dengan #erikat 'ekerja juga telah mendapat kesepakatan, mulailah dengan
uji coba ) bulan terlebih dahulu. Kalau setelah uji coba, dirasa menguntungkan kedua belah
pihak dan tidak menimbulkan keresahan, baru diberlakukan secara permanent.
#trategi memulainya perlu dipertimbangkan untuk mengevaluasi jumlah tenaga kerja yang ada di
/agian 'embahanan (karena memulainya dari /agian ini dulu". Kalau perubahan budaya kerja
dari upah waktu kerja ke upah borongan bisa diterima dengan baik, tidak perlu melakukan
tindakan apa-apa. &api kalau gelagatnya diterima dengan setengah hati, perlu diambil kebijakan
sbb B
1. Kepala 6egu, Kepala #eksi dan Kepala /agian agar bersama-sama menyeleksi
Karyawan dibawahnya yang kurang cakap, untuk dipindahkan ke /agian lain. /ukan
untuk di ':K tapi justru nantinya untuk membantu mengerjakan pekerjaan yang datang
dengan begitu derasnya dari hasil kerja borongan. #edangkan yang dirasa cakap,
dipertahankan di bagian pembahanan untuk dipersiapkan sebagian untuk &rainer orang
borongan baru dan sebagian sebagai C0 (Cuality 0ontrol" internal pembahanan.
(. 6ekrut 'ekerja baru dengan status borongan dengan jumlah sebanyak yang dipindahkan
ke bagian lain. /eri pelatihan ketrampilan sesuai dengan standard yang ditetapkan dan
berikan induksi tentang keselamatan kerja.
). $pabila jumlah 'ekerja yang dipindahkan dari /agian 'embahanan cukup banyak,
mutasikan ke masing-masing /agian secara merata atau tergantung kesanggupan Kepala
/agian untuk menerimanya. %isalnya setelah /agian 'embahanan ada = /agian lagi
yaitu 2 'rocessing, #anding, $ssembling, 1inishing, 'acking dan 7oading, maka masing-
masing /agian mendapat jatah orang mutasian mulai dari 1<! s4d (!. #ehingga tidak
terlalu berat membebani anggaran masing-masing /agian yang ketempatan.
0ontoh Gambar 'roses $ssembling
#elanjutnya apabila setelah berjalan = bulan dan di evaluasi secara menyeluruh menunjukan hasil
positip untuk kedua belah pihak, maka /agian berikutnya bisa dilakukan dengan strategi yang
sama. Dan seterusnya sehingga semua /agian dapat diberlakukan dengan sistem pengupahan
yang sama. Dengan produkti*itas kerja Karyawan yang bisa dipertahankan bahkan bisa
ditingkatkan, diharapkan %anajemen 'erusahaan bisa mengeluarkan /onus dan kesejahteraan
tambahan kepada Karyawan.
0ontoh :asil Kerja 'embahanan -pah /orongan
#elanjutnya perlu dipertimbangkan, untuk Karyawan yang sudah lama mengabdi di 'erusahaan
dan mempunyai kecakapan yang baik, dipromosikan menjadi 'etugas C0 pada kelompok kerja
masing-masing. Karena dengan sistem kerja borongan dikhawatirkan Dualitas hasil kerja menjadi
rendah. -ntuk itu harus di imbangi dengan 'etugas C0 yang cukup. &api tidak perlu rekrut orang
baru dari luar. 0ukup dari dalam saja untuk perbaikan jenjang karier Karyawan. .ni hanya
sekedar saran saja.
0ontoh :asil Kerja /orongan 1inishing
Kepada rekan-rekan yang sudah senior atau siapa saja yang tertarik dengan tulisan ini, tolong
dikoreksi, diberi saran, atau tambahan sehingga bisa lebih berman*aat bagi orang lain yang
membutuhkan.
SISTEM DAN PROSEDUR REKRUITMEN KARYAWAN
Proses penerimaan Karyawan baru cukup sensitif yang bisa menimbulkan masalah
dikemudian hari kalau tidak ditangani secara profesional dan adil. Untuk
Perusahaan yang berada ditengah-tengah masyarakat agraris dan masih jarang
adanya Perusahaan lain, perlu hati-hati terutama pada masyarakat di sekitar
Perusahaan yang sangat berharap bisa ikut bekerja di Perusahaan yang berada
didaerahnya. Solusinya adalah perlu dibuat kesepakatan dengan Muspika dan tokoh
masyarakat setempat untuk menciptakan kawasan ring , ring ! dan ring " selain
pengertian tentang Karyawan skill dan unskill. Kebutuhan Karyawan skill boleh
direkrut dari kawasan ring yang lebih jauh dari perusahaan apabila tidak bisa
didapatkan dari ring terdekat. Sedangkan kebutuhan Karyawan unskill
dipreoritaskan dari masyarakat ring terdekat dengan tetap mematuhi persyaratan
yang berlaku.
Untuk memproses kebutuhan Karyawan dikota besar atau yang berada di kawasan
industri cukup bebas mendatangkan pelamar dari mana saja asal memenuhi syarat
jabatan yang telah ditentukan. Standard Sistem dan prosedur penerimaan
Karyawan baru bisa lebih profesional dijalankan. Karena tidak perlu adanya
kesepakatan dengan Muspika dan tokoh masyarakat setempat
#agaimana cara memproses penerimaan Karyawan yang lebih profesional antara
lain $salah satunya% yang kami tampilkan dibawah ini. Sebetulnya ada lagi yang
lebih profesional tapi agak ribet dan perlu waktu yang lama untuk mengambil
keputusan siapa saja yang akan diterima.
&api tentu saja postingan ini hanya sekedar alternatif. Karena masing-masing
Perusahaan sudah punya gaya dan model recruitment sendiri yang lebih cocok
untuk Perusahaan tsb. Mungkin dengan sistem rekruitmen senyap juga silahkan.
Skema Flowchart Prosedur Rekruaitmen Karyawan

Klik pada gambar skema ini untuk memperjelas
Keterangan Gambar Flowchart :
. 'epartemen user membutuhkan Karyawan baru diluar rencana mutasi atau
promosi dari dalam 'epartemen sendiri dengan mengisi blanko kebutuhan
Karyawan $(orm-)*'-!+%
!. Kebutuhan Karyawan baru tersebut dimintakan persetujuan 'irektur atau
Manager, baik jumlah, persyaratan jabatannya, maupun waktu
dibutuhkannya.
". ,pabila tidak atau belum mendapat persetujuan dari Manager-'irektur, maka
kebutuhan Karyawan tersebut di cansel.
.. ,pabila mendapat persetujuan dari 'irektur atau Manager, )*' menerima
dokumen kebutuhan Karyawan tersebut untuk diproses lebih lanjut.
/. 'epartemen user menerima form kosongan persyaratan jabatan $form-
)*'"+% dan tugas jabatan $(orm-)*'-"0% dari 'epartemen )*' untuk diisi
dengan lengkap.
+. #erdasarkan form isian Persyaratan 1abatan dan &ugas 1abatan dari
'epartemen user, )*' bisa melakukan seleksi arsip lamaran kerja yang
sudah masuk sebelumnya $#ank data pelamar%.
2. ,pabila ada arsip lamaran yang cocok dan memenuhi kualu3kasi dengan
kebutuhan, )*' tidak perlu hunting pelamar ketempat lain atau pasang
ad4ertensi dimedia massa.
0. ,pabila arsip di #ank 'ata Pelamar tidak ada yang cocok dengan kebutuhan,
)*' melakukan hunting kepasar tenaga kerja, job fair, atau pasang
ad4ertensi dimedia massa termasuk di internet.
5. Pencari kerja memberikan respon terhadap ad4ertensi yang telah disebar
baik berupa dokumen lamaran by postmail ataupun berupa email yang
masuk ke team rekruitmen )*'.
6.&es seleksi Karyawan yang dilakukan oleh )*' didahului dengan pengisian
biodata Karyawan $(orm-)*'-!"% yang selanjutnya diikuti dengan wawancara
terstruktur.
.'epartemen user ikut melakukan wawancara teknis yang fokus pada tugas
pekerjaan dan ketrampilan wajib yang harus dikuasai. )asilnya disimpulkan
secara tertulis didalam form 7hasil test7 $(orm-)*'-"2% yang sebelumnya
telah diterima, kepada 'epartemen )*'.
!.'epartemen )*' mengirimkan peserta test yang telah lolos seleksi
wawancara dan test ketrampilan ke 8embaga 9ndependence untuk mengikuti
psichotest.
".'epartemen )*' melakukan e4aluasi dan membuat rekap hasil test sesuai
dengan rankingnya , permintaan gajinya, kesiapan mulai kerjanya termasuk
memberikan rekomendasinya kepada Manajer atau 'irektur dengan (orm-
)*'-"2.
..Manajer atau 'irektur menerima dokumen rekap hasil test yang telah
dilakukan )*' untuk mendapatkan persetujuan.
/.'epartemen user menerima Karyawan baru dari hasil rekruitmen untuk mulai
bekerja.
+.Selesai.
Kepada rekan-rekan seprofesi yang sudah senior atau siapa saja yang ingin
melengkapi tulisan ini, sangat dibutuhkan partisipasinya agar lebih bermanfaat bagi
orang lain yang membutuhkan. &erima kasih.