Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH PRAKTIKUM

MIKROBIOLOGI LINGKUNGAN

PENGUKURAN ANGKA KUMAN UDARA




DISUSUN OLEH :
Riyaldi
NIM. PO7133113031







KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN BANJARMASIN
PROGRAM DIPLOMA III
KESEHATAN LINGKUNGAN
BANJARBARU
2013


A. WAKTU PELAKSANAAN
Hari, tanggal : Rabu, 03 Desember 2013
Pukul : 12.30 13.30 Wita
Tempat : Laboratorium Mikrobiologi

B. TUJUAN
1. Mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan sampel angka kuman udara
ruangan.
2. Mahasiswa dapat melakukan perhitungan angka kuman udara.

C. LANDASAN TEORI
Udara, sebagai salah satu komponen lingkungan merupakan kebutuhanyang paling
utama untuk mempertahankan kehidupan. Metabolisme dalam tubuh akhluk hidup tidak
mungkin dapat berlangsung tanpa oksigen yang berasal dari udara. Selain oksigen terdapat zat-
zat lain yang terkandung diudara, yaitu karbon monoksida, karbon dioksida, formaldehid,
jamur,virus,dan sebagainya Peningkatan konsentrasi zat-zat di dalam udara tersebutdapat
disebabkan oleh aktivitas manusia. Udara dapat dikelompokkan menjadi, udara luar ruangan
(outdoor air) dan udara dalam ruangan (indoor air).
Kualitas udara dalam ruang sangat mempengaruhi kesehatan manusiakarena hampir
90% hidup manusia berada dalam ruangan 1 Keputusan Menteri Kesehatan RI
No.1405/MENKES/SK/XI/2002 dalam keputusan tersebut dinyatakan bahwa Angka kuman
kurang dari770 koloni/m3 udara, bebas kuman pathogen. Sumber penyebab polusi udara dalam
ruangan berhubungan dengan bangunan itu sendiri, perlengkapan dalam bangunan (karpet, AC,
dansebagainya), kondisi bangunan, suhu, kelembaban, pertukaran udara, dan hal-hal yang
berhubungan dengan perilaku orang-orang yang berada di dalam ruangan, misalnya merokok.
Sedangkan angka kuman udara sendiri merupakan jumlah dari sampe langka kuman
udara dari suatu ruangan atau tempat tertentu yang diperiksa.Sehingga Hitung angka kuman
bertujuan untuk mengetahui jumlah bakteri pada sampel. Prinsip dari pemeriksaan ini
menghitung jumlah koloniyang tumbuh pada Plate Count Agar. Hitung angka kuman dilakukan
pengenceran bertingkat bertujuan agar koloni tiap plate dapat dihitung. Tahap akhir, jumlah
koloni dari tiap plate dikali dengan pengenceran dan dicari rata-rata dari semua plate. Nilai yang
didapat adalah Jumlah Angka Kuman dariSampel yang di Periksa.
Salah satu penyebab meningkatnya angka kuman udara ruangan adalah
dengan penggunaan AC. Karena AC yang jarang dibersihkan akan menjadi tempat nyaman bagi
mikroorganisme untuk berbiak. Kondisi tersebutmengakibatkan kualitas udara dalam ruangan
menurun dan dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan yang disebut sebagai
Sick Building Syndrome (SBS) atau Tight Building Syndrome (TBS). Banyaknya aktivitas di
gedung meningkatkan jumlah polutan dalam ruangan. Kenyataan ini menyebabkan risiko
terpaparnya polutan dalam ruangan terhadap manusiasemakin tinggi, namun hal ini masih jarang
diketahui oleh masyarakat.

D. ALAT DAN BAHAN
1. Pipet ukur 10 ml steril
2. Lampu bunsen
3. Korek api
4. Inkubator
5. Koloni counter
6. Cawan petri (petridish)
7. Plate count agar (PCA) 2% cair
8. NaCL 85%

E. CARA KERJA
a. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
b. Menyiapkan cawan petri sebanyak 4 buah untuk masing masing sampel.
c. Memberi kode dengan angka 1-4 pada cawan petri untuk setiap sampel,dimana cawan
petri yang kode 4 sebagai kontrol.
d. Mengambil 3 ml sampel dengan pipet steril, kemudian memasukkankedalam cawan
kode 1,2,3 dan masing masing sebanyak 1 ml, sedangkancawan dengan kode 4 diisi
dengan larutan NaCL 0,85 % yang masih sterilsebanyak 1 ml.
e. Menuangkan PCA 2 % yang sudah dicairkan dan dibandingkan pada suhuhangat hangat
kuku secukupnya pada masing masing cawan petri.
f. Menggoyang larutan dalam cawan petri hingga homogen.
g. Menunggu larutan dalam cawan petri sampai beku.
h. Membungkus cawan petri menggunakan kertas payung warna coklatdengan cara
membalik cawan petri dan memberi label.
i. Melakukan pengeraman untuk seluruh sampel dalam cawan petri diinkubator pada suhu
37o C selama 2x24 jam.
j. Menghitung jumlah koloni per petri dengan koloni counter atau secara manual.

F. DATA HASIL
Setelah dilakukan perhitungan jumlah koloni dengan koloni counter
didapatkan :
a. 1x = 4 koloni
b. 10x = 10 koloni
c. 100x = 6 koloni
d. 1000x = 4 koloni
e. Control = 0 koloni
Diketahui : Volume Udara (liter) = 20 liter
: Volume Air = 10 ml
Cara menghitung :
Rata rata jumlah koloni : 4 koloni, karena kalau perhitungannya kurang
dari 30 atau lebih 300 koloni maka yang diambil rata ratanya hanya di
perhitungan 1x.
TPC :

()





G. PEMBAHASAN
Pengambilan sampel angka kuman udara dilakukan dengan pemaparan selama 10
menit dengan bantuan air pump dan midget impinger yang berisikan 10 ml NaCl 0,85% steril.
Selanjutnya pada pemeriksaan angka kuman, larutan NaCl 0,85% yang telah dipaparkan, ambil
1 ml larutan pada NaCl 0,85% masukan dalam akuades steril pengenceran 1x dan selanjutnya
dilakukan pngenceran bertingkat sampai pengenceran 1000x. diambil 1 ml dengan pipet steril
dan dimasukkan pada cawan petri pengenceran 1x, 10x, 100x dan 1000x. Pada cawan petri
tanpa pengenceran (sebagai control), diisikan larutan NaCl steril (tanpa pemaparan) dan PCA.
Larutan PCA juga dimasukkan pada cawan petri pengenceran 1x, 10x,100x,1000x dan Control
kemudian dibekukan dan dilakukan pengeraman pada suhu 37oC selama 2x24 jam dalam
inkubator. Langkah terakhir adalah dengan dilakukan perhitungan jumlah koloni per petri
dengan bantuan coloni counter.
Perhitungan koloni kuman didapatkan hasil pada kontrol sebanyak 0 koloni, cawan petri
pengenceran 1x sebanyak 4 koloni, cawan petri pengenceran 10x sebanyak 10 koloni,
pengenceran 100x sebanyak 6 kolonii dan cawan petri pengenceran 1000x sebanyak 4 koloni.
Selanjutnya dilakukan perhitungan rata-rata koloni, dan didapatkan hasil rata-rata koloni,4 koloni.
Karena dari semua pengenceran tidak ada di dapat 30 300 koloni maka yang diambil Cuma di
pengenceran 1x yaitu 4 koloni.

H. KESIMPULAN
Cara menghitung jumlah mikroba ada 2, yaitu :
Cara perhitungan langsung
Cara perhitungan tidak langsung
Syarat koloni yang ditentukan untuk dihitung adalah sebagai berikut :
Satu koloni dihitung 1 koloni
Dua koloni yang bertumpuk dihitung 1 koloni
Beberapa koloni yang berhubungan dihitung 1 koloni
Dua koloni yang berhimpitan dan masih dapat dibedakan dihitung
2 koloni
Koloni yang terlalu besar (lebih besar dari setengah luas cawan) tidak
dihitung
Koloni yang besarnya kurang dari setengah luas cawan dihitung 1
koloni Syarat
Standar perhitungan jumlah koloni :
Jumlah koloni 30 300 koloni
Jika kurang dari 30 koloni maka hanya koloni pada pengenceran
terendah yang dihitung.
Jika lebih dari 300 koloni maka hanya koloni pada pengenceran
tertinggi yang dihitung.


Jika semua pengenceran menghasilkan angka antara 30 300
koloni,perbandingan dari pengenceran tertinggi dan terendah dari kedua
pengenceranlebih kecil atau sama dengan 2, tentukan rata-rata dari
kedua pengenceran tersebut. Jika hasilnya lebih dari 2 maka yang
dilaporkan hanya hasil yangterkecil.























DAFTAR PUSTAKA

MAKARA, KESEHATAN, VOL. 12, NO. 2, 2008,
http://journal.ui.ac.id/index.php/health/article/viewFile/306/302, Diakses pada tanggal 11
Desember 2013.

Nirwana, Dyah Sekar, 2012, Laporan Angka Kuman,[online],
(http://www.scribd.com/doc/118283486/Laporan-Angka-Kuman, diakses tanggal
11 Desember 2013 )