Anda di halaman 1dari 25

DOSEN PENGAMPU

Dra.Hj.Muswita,M.Si
KELOMPOK 4
OLIVIA LISADORA ( RSA1C412011 )
SETIA NINGRUM ( RSA1C412015 )
ENDAH PUSPITA ( RSA1C412004 )
DESTRIANA ( RSA1C412010 )

BRYOPHYTA
CIRI PLANTAE

Multiseluler; eukariotik
Memiliki jaringan & organ yang berkembang baik
Berklorofil
Fotosintetik (autotrof)
Menyimpan makanan dlm bentuk tepung
Berdinding sel dari bahan selulosa
Melindungi perkembangan embrio dari kekeringan
Memiliki metagenesis
Tumbuhan merupakan makhluk hidup yang mampu
mengkolonisasi daratan dengan sempurna
Klasifikasi filogeni tumbuhan
Radiation of
flowering plants
C
h
a
r
o
p
h
y
c
e
a
n
s

(
s
e
k
e
l
o
m
p
o
k

d
e
n
g
a
n

a
l
g
a

h
i
j
a
u
)

B
r
y
o
p
h
y
t
e
s

(
L
u
m
u
t
)

T
u
m
b
u
h
a
n

b
e
r
p
e
m
b
u
l
u
h

t
a
k

b
e
r
b
i
j
i

(
P
t
e
r
y
d
o
p
h
y
t
a

/

P
a
k
u
)

G
y
m
n
o
s
p
e
r
m

(
e
.
g
.
,

c
o
n
i
f
e
r
)

Tumbuhan berbiji pertama
Tumbuhan berpembuluh pertama
Tumbuhan nenek moyang

PLANTAE

TAKBERPEMBULUH

BRYOPHYTA
(tumb. lumut)

BERPEMBULUH

PTERIDOPHYTA
(tumb. paku)
SPERMATOPHYTA
(tumb. berbiji)
PENGELOMPOKAN
PLANTAE
BRYOPHYTA (TUMB. LUMUT)
Ciri & Struktur Lumut:
Ukuran kecil ( 1 2 cm, 0,5 m)
Tidak memiliki akar, batang, daun
sebenarnya
Memiliki rizoid
Distribusi air secara difusi
Fotosintesis, multiseluler dan
eukariotik
Tak memiliki pembuluh angkut
(xilem dan floem)
Mengalami pergiliran keturunan
(dari gametofit sporofit)
Reproduksi seksual dan aseksual
(spora)
REPRODUKSI
1. Aseksual
Pembentukan gemma
Penyebaran spora
Fragmentasi
2. Seksual
Peleburan spermatozoid (sel gamet ) dan
ovum (sel gamet ). Spermatozoid dihasilkan
oleh anteridium, ovum dihasilkan oleh
arkegonium
PENGANGKUTAN AIR DAN MINERAL
Pengangkutan Air, melalui peristiwa Osmosis : Pergerakan air dari
konsentrasi tinggi ke konsenterasi rendah melewati membran semi
permeabel.
Pengangkutan mineral, melalui difusi : Pergerakan zat terlarut
(mineral & ion) dari konsentrasi tinggi ke konsenterasi rendah.

DAUR HIDUP BRYOPHYTA
Spora (n)
Protonema
(n)

Tumb Lumut
(n)
(gametofit)

Anteridium
(n)
Arkegonium
(n)
Spermatozoid
(n)
Ovum (n)
Zigot
(2n)
Sporogonium
(2n)
(sporofit)
Sporangium
(2n)
Sperm (n) (dikeluarkan dari
Anteredium)
Arkegonium
dengan ovum (n)
Ovum
Fertilisasi
Zygot
(2n)
Mitosis dan
pertumbuhan
Sporofit (tumbuh berasal dari gametofit)
HAPLOID
DIPLOID
Gametofit
(n)
Kapsul
Seta
Meiosis
Spora
(n)
Mitosis dan
pertumbuhan
Gametofit
(n)
1
2
3
4
5
Berdasarkan letak anteredium dan arkegonium
lumut dibedakan menjadi:
1. HOMOTALUS (berumah satu)
:anteridium dan arkegoniumnya bearda pada
satu talus
2. HETEROTALUS (berumah dua)
:pada satu talus hanya memiliki arkegonium
saja atau anteridium saja

KLASIFIKASI
Lumut Hati (Kelas Hepatycopsida)
Lumut Tanduk (Kelas Anthoceratopsida) Lumut Daun (Kelas Bryopsida)
Arkegonium pada
gametofit
Marchantia polymorpha,
Dengan talusnya
Dasar
Kapsul
Seta
5
0
0

m

Sporofit Marchantia (LM)
Plagiochila
deltoidea,

Anthoceros,
Lumut tanduk
Sporofit
Gametofit
Polytrichum commune

Sporofit
Gametofit
HEPATICOPSIDA ANTHOCEROPSIDA BRYOPSIDA
lembaran;Berlobus
seperti hati
Permukaanya
licin
Struktur talusnya
dikenal dengan
istilah lobus
Panjang lobus 1
cm
Contoh : Marchantia
polymorpha &
Marchantia geminata


Struktur tubuhnya
hampir serupa dengan
lumut hati
Terdapat di pinggir
sungai, danau, selokan
Sporofit akan terus
tumbuh selama masa
hidup gametofit
Contoh : Anthoceros
sporophytes


Memiliki batang
semu yang tegak
lembaran daun
tersusun spiral
Habitat ; tempat
lembab & teduh
Memiliki kutikula
dan stomata
Contoh;
1. Sphagnum
fimbritum
2. Sphagnum
squarrosum

Lumut tanduk merupakan kelompok kecil yang berkerabat
dengan byophyta, Genus yang paling dikenal ialah Anthoceros.
Kelas ini dipisahkan dari Hepaticopsida karena mempunyai
bentuk dan susunan dalam sporofit yang lebih rumit.
Lumut ini dikenal dengan nama lumut tanduk karena sporofitnya
mempunyai kapsul yang menyerupai tanduk.
Lumut tanduk merupakan kelompok kecil yang berkerabat
dengan bryophyta lainnya tetapi cukup berbeda untuk
memisahkannya dalam kelas tersendiri yang mencakup kira-kira
300 spesies.
lumut ini sering dijumpai di tepi-tepi sungai atau danau dan
seringkali disepanjang selokan, ditepi jalan yang basah atau
lembab.

ANTHOCERATOPSIDA
ANTHOCERATOPSIDA
CIRI UMUM
Tubuhnya mirip lumut hati, tetapi berbeda pada sporofitnya.
Gametofit berupa talus yang sederhana, yaitu berbentuk cakram
dengan tepi bertoreh, dosiventral, tidak ada rusuk tengah dan
tidak ada percabangan menggarpu, tumbuh melekat pada tanah
dengan perantara rizoid.
Gametofitnya berupa talus yang lebar dan tipis dengan tepi yang
berlekuk.
Rizoid berada pada bagian ventral.
Pangkal sporofit dibentuk dengan selubung dari jaringan
gametofit.
Berdasarkan analisis asam nukleat, ternyata lumut ini masih
berkerabat paling dekat dengan tanaman berpembuluh dibanding
kelas lain pada tumbuhan lumut.
Struktur anatomi talus (gametofit) homogen, tiap sel mengandung
satu kloroplas dengan satu pirenoid yang besar.
Pada sisi ventral dari talus terdapat stoma dengan dua sel
penutup yang berbentuk ginjal.



Stoma tersebut hampir selalu terisi dengan lendir, dan melalui stoma
tersebut dapat masuk koloni ganggang biru Nostoc.
Lumut tanduk ada yang homotalik dan ada yang heterotalik.
Spogoronium terdiri atas kaki dan kapsul (tidak ada seta), dinding
sporogonium termasuk epidermis terdiri atas sel-sel yang
mengandung kloroplas dan sel-sel epidermis yang mempunyai
stomata.
Kapsul spora berbentuk seperti tanduk, jika masak dapat pecah
dengan arah membujur seperti buah polongan.
Sepanjang poros bujurnya terdapat jaringan yang terdiri atas sel-sel
steril dinamakan kolumela.
Jaringan dalam kapsul spora ( arkespora ) selain membentuk spora
juga membentuk sel-sel steril yang dinamakan pseudoelatera.
Habitatnya didaerah yang mempunyai kelembapan yang tinggi.
contoh : Anthoceros leavis

CARA BERKEMBANG BIAK
Pada kelas ini dijumpai cara berkembang biak secara
aseksual dan seksual seperti pada umut hati, yaitu :

1. Perkembangbiakan secara aseksual
Fragmentasi
Pembentukan kuncup (gemma)
Pembentukan umbi (tuber)
Penebalan ujung (tepi) talus yang meupakan suatu cara untuk
mempertahankan diri terhadap kekeringan
2. Perkembangbiakan secara seksual
Dengan membentuk arteridium dan arkegonium.
Anteridium dan Arkegonium terkumpul pada suatu lekukan sisi
atas talus. Zigot mula-mula membelah menjadi 2 sel dengan satu
dinding pisah melintang. Sel yang diatas terus membelah yang
merupakan sporogonium, diikuti juga oleh sel bagian bawah yang
membelah secara terus-menerus membentuk kaki sporogonium,
sporogonium kaki berfungsi sebagai alat penghisap.
KLASIFIKASI
ANTHOCEROTOPSIDA
Anthocerotopsida hanya terdiri dari satu bangsa yaitu
Anthocerotales. Bangsa ini semula hanya terdiri dari satu suku saja
yaitu Anthocerotaceae. Tetapi adanya perbedaan pada bentuk dan
letak sporogoniumnya, maka marga Notothylas menurut muller
(1940), Proskauer, dan Reimers (1954) dikelompokkan dalam suku
tersendiri yaitu Notothylaceae. Maka Anthocerotales dibedakan
dalam 2 suku yaitu Anthocerotaceae dan Notothylaceae.
1. Suku anthocerotaceae
ciri-cirinya :
Sporogoniumnya panjang, silindris dan tumbuh tegak di
permukaan talus.
Bagian pangkal dari sporogonium diselubungi oleh involukrum.
Sel-sel dinding kapsul mengandung kloroplas, dan terdapat
stomata.
Di dalam kapsul spora terdapat kolumela.
Suku ini terdiri dari 4 marga, yaitu : Anthoceros, Phaeoceros,
Megaceros, Dendroceros.

2. Suku Notothylaceae
Ciri-cirinya :
Sporogonium pendek, tumbuh horizontal, dan terdapat pada
tepi talus.
Dinding kapsul tidak ada sel-sel yang mengandung kloroplas,
dan tidak ada stomata.
Ada jenis-jenis yang mempunyai kolumela tetapi ada juga
yang tidak mempunyai kolumela.
Bagian pangkal sporogonium tidak diselubungi involukrum.
Suku ini hanya terdiri dari satu marga yaitu : Notothylas.
Contoh: Notothylas indica.
Anthoceros leavis
Anthoceros agrestis
Anthoceros punctatus

Anda mungkin juga menyukai